Permudah Bayar PKB, Samsat Banjarmasin I Kembali Buka Layanan Malam Hari

BANJARMASIN – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Banjarmasin I kembali membuka layanan pajak yang beroperasi pada malam hari.

Hal ini untuk mempermudah pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bagi masyarakat yang bekerja di siang hari sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka.

“Layanan Samsat malam ini sempat ditutup selama dua tahun karena pandemi COVID-19. Tapi sekarang sudah dibuka kembali untuk membantu memudahkan masyarakat membayar pajak setelah jam kerja di sore maupun malam hari,” kata Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 1, Anni Hanisyah kepada wartawan, Kamis (3/2).

Kepala UPPD Samsat Banjarmasin I, Anni Hanisyah

Anni menjelaskan layanan Samsat malam hari tersebut di Kedai Samsat Bergerak yang berlokasi di Kantor UPPD Samsat Banjarmasin 1 di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 yang buka mulai Senin sampai dengan Sabtu pada jam 16.00-21.00 WITA kecuali Kamis dan Minggu tutup.

“Jadi antusias masyarakat sangat tinggi. Hari pertama layanan dibuka pada Rabu malam 2 Februari, pendapatan pajak kendaraan mencapai Rp11 juta,” jelasnya.

Kedai Samsat Bergerak ini melayani pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor serta pengesahan STNK satu tahunan dengan persyaratan yang sangat mudah yaitu hanya membawa KTP dan STNK asli.

“Semua kita layani termasuk melalui online. Jadi mereka datang cuma membawa notes pajak dan STNK untuk pengesahan. Insya Allah 5 menit selesai,” ucapnya.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, Kedai Samsat Bergerak ini juga ditargetkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Pemkab Banjar Mampu Realisasikan Kas Daerah Hingga 217 M

BANJAR – Sepanjang 2021, Pemerintah Kabupaten Banjar mampu merealisasikan pendapatan sebesar Rp217 miliar. Bahkan, nominal ini melampaui target yang ditetap bersama DPRD Banjar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, Dzulyadaini, mengungkapkan, meski COVID-19 cukup memukul perekonomian masyarakat. Namun, tak disangka hasil penerimaan restribusi daerah di 2021 meningkat tajam.

“Untuk capaian realisasi tahun lalu, Alhamdulillah, dari angka yang ditargetkan Rp212 miliar ternyata mengalami peningkatan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Kamis (3/2) siang.

Dia merincikan, dari hasil realisasi capaian yang diterima Pemkab Banjar dengan besaran hingga Rp217 miliar itu diantaranya didapatkan melalui penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB), perhotelan, parkir, restoran dan lain-lain. Tetapi, Bea Perolehan Hasil atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ternyata juga cukup besar mempengaruhi.

“Kebetulan, kami berkorelasi dengan penetapan perda RT/RW Kabupaten Banjar, pendapatan dari BPHTB saja mencapai Rp30,5 miliar dari target Rp25 miliar pada tahun lalu. Akan tetapi, pada 2022 dinaikan menjadi Rp34,9 miliar. Sedangkan, untuk PBB di 2021 sesuai dengan arahan serta kebijakan dari Bupati Banjar itu ada tiga zona penyesuaian Martapura dan Kertak Hanyar, otomatis seiring dengan keberadaan itu juga mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Terlebih, ia mengungkapkan, Rp212 miliar diakui menjadi target yang dirancang bersama dengan DPRD Kabupaten Banjar sebagai penerimaan kas daerah tahun 2021. Namun, karena imbas ekonomi sudah mulai membaik maka pendapatan pun mengalami peningkatan secara positif.

“Ini juga merupakan imbas dari hasil aktivitas perekonomian masyarakat juga yang bergerak bisa berjalan lancar dan baik otomatis penerimaan pajak juga turut berdampak positif atau mendapatkan nilai yang lebih juga,”

Dibeberkan Dzulyadaini, setelah melewati hasil rapat internal bersama dengan DPRD Banjar. Maka, retribusi daerah di tahun 2022 dinaikkan menjadi Rp221 miliar.

“Sesuai dengan perencanaan dan telah disepakati oleh anggota legislatif di DPRD pada APBD Tahun 2022,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terima 29 SK Hutan Sosial dari Presiden RI

BANJARBARU – Bertempat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Pemerintah Provinsi Kalsel menerima surat keputusan (SK) Perhutanan Sosial dari Presiden RI Joko Widodo, penerimaan SK ini digelar secara Virtual yang diikuti seluruh Provinsi di Indonesia, pada Kamis (3/2).

Asisten Administrasi Umum Setda provinsi Kalsel Adi Santoso

Dalam Sambutannya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan, setelah menerima SK, baik Pemerintah Provinsi Kalsel maupun provinsi lain harus segera memanfaatkannya sebaik mungkin. 50 persen lahan diharapkan dapat ditanami tanaman musiman seperti jagung, kedelai, kacang tanah dan lain lain dan 50 persen lainnya diharapkan ditanami dengan pohon berkayu.

“Atau dikembangkan seperti usaha ternak untuk meningkatkan perekonomian, dan jangan sampi digadaikan ke Bank dikarenakan SK perhutanan Sosial akan laku bila digadaikan,” kata Presiden RI Joko widodo dalam sambutannya.

Sementara itu, Mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Asisten Administrasi Umum Setda provinsi Kalsel Adi Santoso menyampaikan, pihaknya atas nama masyarakat dan pemerintah provinsi Kalsel mengucapkan terima kasih kepada Presiden, yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pengelolaan kehutanan.

“Pemerintah Provinsi Kalsel akan menyiapkan bibit produktif gratis untuk dibagikan kepada masyarakat penerima SK Perhutanan Sosial, sehingga masyarakat Kalsel dapat menanam bibit tersebut untuk kelestarian hutan dan lingkungan di banua ini, sehingga pertumbuhan perekonomian dapat berkembang dengan adanya pemberian bibit gratis ini,” ungkap Adi.

Adi melanjutkan, Program perhutanan sosial merupakan program strategis Nasional, program ini mulai dilaksanakan di Provinsi Kalsel sejak tahun 2017 lalu. Dan hingga tahun 2022 ini sudah sebanyak 77,641 ribu hektar lahan dibagikan Pemerintah Pusat dari Program Perhutanan Sosial untuk kelestarian lingkungan, dan melibatkan sebanyak 443 kepala keluarga didalam kawasan hutan lingkup Provinsi Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Pulau Curiak di Batola Akan Semakin Dikembangkan

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru-baru tadi menyampaikan, pihaknya pada pekan lalu melakukan kunjungan ke Pulau Curiak, yang berlokasi di Kabupaten Barito Kuala. Pulau itu, sebagai salah satu objek wisata, sekaligus tempat konservasi hewan Bekantan, yang dikenal sebagai ikon Kalimantan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin

“Kami perkenalkan Pulau Curiak, dan akan mengembangkan lagi, karena masih wisata alam,” katanya

Syarifuddin menjelaskan, para hewan Bekantan itu sudah jinak, sehingga tidak perlu khawatir membawa tamu, baik yang berkunjung warga lokal, luar daerah hingga mancanegara. Bagi para pengunjung yang hobi berswafoto, terdapat beberapa spot foto yang bagus dan menarik.

“Bekantan di sana tidak takut, saat bertemu dengan orang asing,” jelasnya.

Syarifuddin menambahkan, untuk akses ke Pulau Curiak, sudah cukup baik, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Biasanya pada bulan Maret, air sungai Barito tidak pasang terlalu tinggi, memudahkan kapal untuk melewati jembatan.

“Jika air pasang cukup jauh untuk memutar, semoga di bulan Maret nanti, air tidak terlalu pasang,” pungkasnya. (NHF/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Sebutkan Syarat Untuk Dapat Melaksanakan PTM Penuh

BANJARBARU – Melihat banyaknya permintaan kepala sekolah untuk melaksanakan PTM kapasitas 100 persen. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Prov Kalsel tidak serta merta memperbolehkan pelaksanaan PTM penuh.

Kepala Disdikbud Prov Kalsel M Yusuf Effendi mengatakan, hal tersebut dilakukan karena khawatir akan masuknya varian Omicron COVID-19 ke Kalsel terlebih kedunia pendidikan.

Kendatipun beradasarkan SKB 4 menteri, sekolah yang capaian vaksinnya sudah di atas 80 persen maka diperbolehkan untuk PTM kapasitas 100 persen.

Namun Yusuf menegaskan, untuk melaksanakan PTM penuh, setiap satuan pendidikan di Kalsel wajib memastikan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) maupun siswa sudah divaksin 100 persen.

“Kalau keduanya sudah dipenuhi, silakan menggelar PTM 100 persen,” ucapnya baru baru tadi.

Sebaliknya, jika capaian vaksinmasih di bawah 100 persen, lanjut Yusuf, maka sekolah diminta untuk tetap bertahan dengan PTM terbatas kapasitas 50 persen.

“Kita ingin PTM 100 persen ini sebagai reward (hadiah) bagi setiap satuan pendidikan yang telah berhasil mendorong pelaksanaan vaksinasi,” jelasnya.

Yusuf juga memastikan tak ada warga SMA, SMK, dan SLB yang terpapar COVID-19.

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari koordinator pengawas dan pengawas pembina se Kalsel, hingga kini tak ada siswa hingga guru dan ketenaga kependidikan yang terpapar.

“Alhamdulillah tidak ada yang terpapar, artinya PTM terbatas di Kalsel masih tetap berlanjut,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Gelar Kajian Tasawuf Keliling, DPRD Kalsel Apresiasi Gubernur Kalsel

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadirkan Mubaligh dan Ulama Nasional Abuya DR. Arrzay Hasyim untuk memberikan kajian tasawuf kepada warga di kampung kelahirannya, Sungai Jingah Surgi Mufti, Kamis (3/2).

Suasana Kajian Tasawuf Keliling di Sungai Jingah

Bukan hanya warga Sungai Jingah dan sekitarnya, kajian ini juga dihadiri sejumlah Kepala Satuan Kepala Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, tokoh masyarakat hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel yang tinggal di sekitar lokasi Langgar At-Taqwa dimana kajian ini digelar.

Kajian keagamaan yang digelar Gubernur Kalsel yang kerap disapa Paman Birin yang merupakan warga asli Sungai Jingah ini mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi. Menurutnya, kajian seperti ini memberikan motivasi kepada warganya untuk terus melakukan hal-hal positif.

Anggota DPRD Kalsel, M. Yani Helmi

“Alhamdulillah kita kedatangan tamu yang luar biasa. Kami berterimakasih kepada Bapak Gubernur Kalsel yang telah mengundang Abuya Ustadz Arrazy Hasyim. Beliau jauh-jauh datang ke Kalsel, khususnya Banjarmasin untuk memberikan pencerahan kepada warga kami di Sungai Jingah dan sekitarnya. Bahkan dari luar Sungai Jingah pun banyak yang hadir,” katanya kepada wartawan.

Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini berharap kajian tasawuf keliling ini bisa menjadi agenda setiap tahun bahkan setiap bulan oleh Paman Birin dengan menyasar seluruh kampung dan desa di penjuru Kalsel, bukan hanya di Sungai Jingah. Apalagi, lanjutnya, dalam waktu dekat, umat Islam akan menghadapi bulan Ramadhan sehingga Gubernur Kalsel diharapkan lebih sering dan giat menggemakan safari keagamaan di Banua.

“Jangan hanya setahun sekali. Tapi kalau bisa sering-sering Abuya Ustadz Razi bisa datang ke Banjarmasin. Kita juga berharap Bapak Gubernur agar sering-sering safari seperti ini. Apalagi mendekati bulan Ramadhan. Bahkan di bulan Ramadhan kit harapkan safari keagamaan ini bisa lebih sering dengan mendatangkan Abuya Ustadz Razi maupun ulama-ulama lainnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelum di Sungai Jingah, Ustadz Razi yang merupakan pendiri dan pengasuh Ribath Nouraniyah lembaga kajian turats, ilmu akidah, tasawuf dan amaliah zikir yang berpusat di Ciputat Tangerang Selatan Banten ini juga menyambangi Sekumpul Martapura bersama Gubernur Kalsel beserta jajarannya untuk berziarah dan memberikan “suntikan” keagamaan kepada warga sekitar. Di Banjarmasin sendiri, ada dua lokasi yang menjadi sasaran kajian yakni di Sungai Jingah dan kawasan Alalak. (NRH/RDM/RH)

Harga Minyak Goreng Tidak Merata di Pasar Tradisional, Ini Kata DPRD Banjarmasin

BANJARMASIN – Dari pantauan DPRD Banjarmasin, saat ini kondisi harga minyak goreng tidak merata di beberapa pasar tradisional di kota ini, berbeda halnya dengan di ritel-ritel modern.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD kota Banjarmasin, Bambang Yanto Permono, dari hasil pemantauan secara pribadi di lapangan, harga minyak goreng untuk di seluruh ritel modern perliternya Rp14.000. Namun di beberapa pasar tradisional terjadi perbedaan, berkisar perliternya antara Rp17.000 dan Rp18.000.

Wakil Ketua Komisi II DPRD kota Banjarmasin, Bambang Yanto Permono, saat memberikan komentarnya pada awak media

“Harga migor berbeda-beda ini, kita sudah komunikasikan dengan Kadisperdagin Kota Banjarmasin,” ucapnya kepada wartawan pada Kamis (3/2).

Disampaikan Bambang, dari hasil komunikasi dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, sejak 1 Februari 2022 tadi, dinas itu sudah melakukan pendataan stok minyak goreng di Banjarmasin. Dengan demikian Pemerintah bisa mengkalkulasi keperluannya. Hal ini bertujuan untuk tidak memberatkan masyarakat, apalagi masih dalam masa pandemi COVID-19.

“Kita minta Pemko terus mendata, tugas dewan hanya pengawasan,” katanya.

Lebih lanjut Bambang mengimbau, bagi seluruh lapisan masyarakat jangan membeli minyak goreng dari pihak ketiga, alangkah lebih baiknya ke distributor langsung. Karena distributor sudah melaksanakan penjualan, sesuai aturan pemerintah.

“Peran Pemko sangat besar untuk terus mengkampanyekan harga minyak goreng, agar diketahui masyarakat luas,” tutup Bambang. (NHF/RDM/RH)

Rangkaian HUT ke 50, Basarnas Banjarmasin Lakukan Gerakan Penghijauan di Tahura SA

BANJAR – Meski dalam situasi pandemi COVID-19, banyak rangkaian kegiatan positif yang dilakukan Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin dalam memperingati HUT nya yang Ke- 50.

Setelah sukses mengelar aksi donor darah Rabu (2/2) kemarin, kini Basarnas Banjarmasin menggelar gerakan penghijauan. Kegiatan penanaman pohon di objek Agro Wisata Taman Hutan Raya (TAHURA ) Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar pun dilaksanakan, Kamis (3/2) Pagi.

Dalam kegiatan bakti sosial berupa penanaman bibit pohon di objek Agro Wisata TAHURA Sultan Adam Mandiangin ini, di ikuti oleh 95 Orang peserta. Diantaranya ASN, PPNPN dan perwakilan anggota dharma wanita Persatuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.

Diawali dengan penanaman bibit pohon oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Al Amrad, kegiatan ini setidaknya menyediakan 150 bibit pohon produktif yang ditanam. Diantaranya bibit pohon Rambutan (Nephelium Lappaceum), Durian (Durio), Kelengkeng (Dimocarpus Longan), Jeruk Nipis (Citrus Aurantiifolia), Mangga (Mangifera Indica), Alpukat (Persea Americana) dan Jambu Air (Syzygium Aqueum).

Kepala UPT TAHURA Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar Ainun Jariah mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, karena telah melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penanaman bibit pohon produktif.

“Saya mengapresiasi kegiatan penanaman bibit pohon pada hari ini dan berharap dapat memberikan sumbangsih kepada lingkungan, selain untuk manfaat penghijauan alam, setelah bibit pohon tumbuh besar masyarakat dapat memanfaatkan hasil dari pohon itu sendiri nantinya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito (BPDASHL) Kalimantan Selatan Siswo. Ia juga sangat senang dengan kegiatan penghijauan yang melibatkan pihaknya ini. Menurut Siswo dalam kegiatan ini pihaknya memberikan dukungan dengan menyediakan bibit tanaman produktif untuk ditanam.

“Kami mempunyai tempat persemaian berbagai jenis bibit pohon untuk ditanam, dalam kegiatan BASARNAS kali ini kami support bibit tanaman produktif agar bisa ditanam dan cocok dengan karakteristik lahan di lokasi yang sudah ditentukan, nanti apabila ada lagi gerakan penghijauan seperti ini kami akan bantu dengan bibit pohon yang lebih bervariasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Al Amrad menyampaikan, penanaman pohon ini selain untuk menyambut Hari Ulang Tahun Basarnas Ke-50 juga merupakan semangat BASARNAS untuk menyelamatkan bumi dengan gerakan menanam pohon.

“Jadi apa yang kita lakukan ini merupakan bentuk kepedulian Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banjarmasin untuk menghijaukan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Dengan melakukan penanaman bibit pohon ini, ia berharap nantinya akan menghijaukan obyek Agro Wisata TAHURA Sultan Adam Mandiangin.

“Secara ilmiah setelah pohon ini besar, tentu akan menyumbang oksigen serta hasilnya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar, juga sebagai upaya dalam mencegah terjadi nya bencana banjir yang akhir-akhir ini menjadi tragedi setiap tahun yang di rasakan warga Kalimantan Selatan, semoga kita selalu terhindar dan dijauhkan dari marabahaya dan bencana alam,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini terlaksana juga karena adanya Kerjasama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin dengan UPT TAHURA Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar sebagai penyedia lokasi penanaman, dan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito (BPDASHL) Kalimantan Selatan sebagai penyedia bibit pohon yang akan ditanam.
(SAR.BJM-RDM/RH)

Bertemu Langsung Dengan Penulis Novel ‘Layangan Putus’, Penggemar: Banyak Dapat Inspirasi

BANJARMASIN – Penulis novel “Layangan Putus”, drh Eka Nur Prasetyawati alias Mommy ASF menjadi pembicara dalam acara Meet And Greet Kekuatan Literasi di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Rabu (2/2).

Suasana Meet And Greet Bersama Penulis Novel Layangan Putus

Kehadiran penulis novel viral yang diprakarsai oleh Dispersip Kalsel tersebut mendapat sambutan luar biasa dari seribu lebih peserta, baik on-site maupun virtual. Tidak hanya dari Kalsel, peserta yang mengikuti secara virtual berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan ada yang dari Aceh.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan pihaknya mendatangkan penulis-penulis terkenal ke Kalsel sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Banua.

“Ini merupakan kegiatan kami yang pertama di tahun 2022 untuk mendatangkan penulis-penulis terkenal ke Banua. Alhamdulillah pada hari ini kita kedatangan narasumber yang sangat dinantikan, dia merupakan seorang perempuan yang hebat, dan berkarakter,” katanya.

Meskipun Kalsel telah mendapatkan Indeks Pembangunan Literasi (IPL) tertinggi di Indonesia, namun Nurliani menegaskan Dispersip Kalsel berkomitmen akan terus mendatangkan penulis-penulis terkenal lainnya ke Kalsel untuk berbagi ilmu literasi.

“Setelah ini Insya Allah kami akan mendatangkan lagi penulis-penulis terkenal lainnya seperti Dian Purnomo, Sandi Nugroho, dan lainnya. Di tahun 2022 ini kami menargetkan minimal 10 orang penulis untuk diundang. Untuk ananda Eka kami berencana akan mengundang kembali di lain waktu, dan akan kami bawa roadshow ke beberapa daerah di Kalsel,” jelasnya.

Sementara itu, Eka Nur Prasetyawati bersyukur bisa hadir di Dispersip Kalsel untuk menyapa sekaligus berbagi ilmu kepada masyarakat Banua, meskipun peserta yang berhadir langsung ke lokasi kegiatan hanya dibatasi 200 orang.

“Saya untuk kegiatan meet and greet ini baru dua kali pertama di Malang dan yang kedua di Kalsel ini. Saya sangat senang karena dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di seluruh Indonesia, baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel yang pertama kali mengundang saya,” katanya.

Tidak hanya itu, melalui kegiatan bertajuk “Kekuatan Literasi” itu, Eka juga menceritakan perjalanannya dalam menulis novel Layangan Putus yang kini menjadi salah satu web series yang digemari banyak orang.

“Jadi saya mulai tulis ini (Layangan Putus) di salah satu grup Facebook, dan untuk judul tersebut merupakan bentuk spontanitas saya saat saya melihat tulisan layangan putus di depan saya. Saya menulis ini lumayan lama dari tahun 2019 sampai 2020 baru di publish, ini karena saya juga punya kesibukan atau pekerjaan yang lain, ditambah mengurus kepindahan dari Bali ke Malang,” tutur Eka.

Salah satu peserta acara, Sekretaris Gatriwara DPRD Kalsel Emilda Khairiani Iskandar Zulkarnain mengaku sangat senang dan banyak hal yang menarik yang didapat dari pertemuan tersebut.

Peserta Meet And Greet dari perwakilan Gatriwara Kalsel

“Diera globalisasi saat ini, literasi sangat penting agar mempunyai wawasan yang luas sehingga kita tidak menjadi orang yang terpencil,” katanya didampingi Bendahara Gatriwara DPRD Kalsel, Yuana Dewi M. Yani Helmi

Wakil Ketua Gatriwara DPRD Kalsel, Sanita M Syaripuddin menambahkan pihaknya berharap agar Dispersip Kalsel bisa terus mengundang penulis-penulis terkenal lainnya.

“Mudah-mudahan Dispersip kembali mengundang penulis terkenal lainnya seperti Mommy ASF yang sangat menginspirasi khususnya bagi para wanita untuk tetap sabar, tangguh, lebih kuat dan pemberani dalam menghadapi permasalahan kehidupan,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Dekranasda Banjarbaru Jadikan Mess L Sebagai Sentra Kreatifitas

BANJARBARU – Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarbaru, Mess L yang dulunya usang, sekarang dipermak sebagai tempat potensial untuk meningkatkan mutu UMKM dan IKM Kota Banjarbaru.

Ketua Dekranasda Kota Banjarbaru Vivi Mar’i Zubedi Aditya Mufti Ariffin mengatakan, dipilihnya Mess L sebagai pengembangan UMKM dan IKM Kota Banjarbaru karena lokasinya yang sangat potensial dan dapat banyak menampung berbagai sektor.

Ketua Dekranasda kota Banjarbaru, Vivi Mar’i Zubdi Aditya Mufti Ariffin

“Ini baru soft opening, nantinya akan dibangun kelengkapan seperti creative space sebagai tempat kerja,” ucapnya usai membuka Dekranasda Creative Hub di Mess L Banjarbaru, Rabu (2/2).

Creative Hub (Sentra Kreatifitas) sendiri menurutnya perlu didirikan agar terdapat segala kebutuhan baik primer, sekunder maupun tersier dalam suatu tempat.

“Hasil kerajinan merupakan kebutuhan tersier sehingga kita perlu menampilkan kebutuhan primernya juga di tempat itu seperti makanan dan lainnya agar terjadi Cross Selling (pembelian dua jenis barang atau lebih),” jelasnya.

Setidaknya menurutnya ada ratusan UMKM yang akan mengisi Mess L Banjarbaru, dan akan dilakukan secara bergilir untuk mengisi Mess L bagi pelaku UMKM dan IKM di kota ini.

“Kita juga akan kerjasama dengan Diporabudpar kota Banjarbaru, sehingga nanti juga akan ada pertunjukan seni budaya disini,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Halal Export Indonesia (HEI) Amar Zoni, mengapresiasi adanya creative hub di Mess L ini. Menurutnya, Mess L yang dipermak Dekranasda terkesan lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal yang ada.

“Ini kali pertama saya ke Kalimantan, saya lihat atmosfernya juga luar biasa, saya harap wadah ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas produk UMKM kota Banjarbarbaru,” ungkapnya.

CEO yang juga salah satu aktor papan atas ini berharap, HEI dapat berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Banjarbaru untuk lebih meningkatkan jumlah ekspor hasil olahan dari UMKM ke seluruh dunia.

“Produk UMKM memiliki sejarahnya masing masing, disini tugas kami (HEI) yaitu untuk memasarkan sejarah itu agar sampai ke negara lain,” tutupnya.

Selain itu, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin mengatakan dengan dilaunchingnya Dekranasda Creative Hub Banjarbaru bisa menjadi pusat kreatif dan UMKM se Kota Banjarbaru.

“Cukup ke Dekranasda Creative Hub tidak usah jauh-jauh mencari suvenir, semuanya ada disini,” ujarnya.

Diungkapkannya, creative hub ini merupakan wujud komitmen Pemko Banjarbaru dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM di kota ini.

“Banyak potensi kreatifitas yang bisa di kembangkan termasuk industri kerajinan, dan tentunya ini dapat menciptakan banyak lapangan kerja,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version