Gelar Simulasi Survei Akreditasi, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Pastikan Tingkatkan Layanan

BANJARMASIN – Guna meningkatkan Mutu dan Pelayanan yang lebih baik lagi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Simulasi Survei Akreditasi.

Suasana Simulasi Survei Akreditasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel, di Ruang Rapat Lantai 4

Kepada Abdi Persada FM, Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto, Rabu (14/12) mengatakan, Simulasi Survei Akreditasi ini menggandeng Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna, selama tiga hari, yaitu pada Senin 12 Desember 2022 yang digelar daring, dilanjutkan 14 – 15 Desember secara luring.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto

“Dengan simulasi ini kita akan terus tingkatkan SDM dari sekarang, dan manajemen handal,” katanya

Disampaikan Teguh, pihaknya sangat mengapresiasi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, yang hadir secara langsung dalam Simulasi Survei Akreditasi, sebagai wujud dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalsel dalam meningkatkan mutu dan pelayanan di RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel.

“Semoga RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, memperoleh tingkat kelulusan akreditasi yang baik,” ucapnya

Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar menyampaikan, melalui Simulasi Survei Akreditasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel, dapat semakin maju dan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat.

“Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, tidak hanya untuk tiga belas Kabupaten dan Kota, juga harus mudah diakses Provinsi tetangga seperti Kalteng dan Kaltim,” tutupnya

Dalam kegiatan Simulasi Survei Akreditasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman, dua orang surveyor setelah wawancara dengan pimpinan, di Ruang Rapat Lantai 4,dilanjutkan kunjungan langsung ke beberapa ruang pelayanan diantaranya ke Poli Umum, Poli Geriatri, Unit Bedah Sentral, Lab Dental Basah dan Kering, Ruang Integrasi Bedah Mulut, Apotik, Humas serta Instalasi Gizi.

Untuk diketahui, Simulasi Survei Akreditasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman, bertempat di Ruang Aula Lantai 5 Gedung Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman, dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, didampingi Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, Teguh Hadianto,bersama seluruh Jajaran Direksi dan Karyawan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel. (NHF/RDM/RH)

2024, Pemprov Kalsel Optimis Stunting Mampu Capai Target 14 Persen

BANJARBARU – Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kalsel masih 30,0 persen. Artinya melebihi standar nasional yakni 24,4 persen. Namun, Pemprov optimis tahun 2024 prevelensinya bakal jadi 14 persen.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengatakan, pihaknya terus mengawal kabupaten/kota untuk dapat fokus dalam menekan kasus stunting. Termasuk, mengintervensi penurunan bagi daerah yang prevelensinya di atas 30 persen.

“Tahun 2024 harus berada dikisaran 14 persen. Tentu, setelah adanya rapat koordinasi ini melalui langkah strategis pemerintah daerah bisa sepenuhnya menanggulangi stunting,” ujarnya, kepada awak media, Selasa (13/12) kemarin.

Terkait penganggaran, ia menambahkan, program dibidang kesehatan dari pemerintahan desa juga bisa optimal melalui alokasi anggaran 20 persen dalam melakukan percepatan penurunan kasus stunting di Kalimantan Selatan.

“Apabila dana CSR juga bisa digunakan. Tetapi, dana desa dapat alokasikan untuk pencegahan kasus stunting dengan melibatkan berbagai stakeholder melalui peran posyandu,” paparnya.

Tercatat tahun 2022, pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI telah mengalokasikan anggaran pencegahan stunting di Indonesia sebesar Rp44,8 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari belanja di 17 Kementerian dan Lembaga (K/L) senilai Rp34,1 triliun dan Pemda melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp8,9 triliun dan nonfisik Rp1,8 triliun.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, menyampaikan dukungannya dalam mengentaskan stunting di desa. Apalagi, pihaknya telah mengarahkan pemdes agar tak hanya berfokus pada penanganan COVID-19 saja.

“Tentu, sudah ada koordinasi dari PMD kabupaten ke tingkat Pemdes dan ini telah sesuai dengan aturan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil KB) Kalsel, Zulkipli, menuturkan, telah mengajukan strategi program sementara kepada pemerintah pusat dalam mengentaskan hal tersebut termasuk cara kongkrit melakukan intervensi.

“Yang jelas sudah ada penurunan. Tetapi, nanti ada rilisnya dari tim ahli,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

DPRD Kalsel Setujui Raperda Toleransi Kehidupan Bermasyarakat Jadi Perda

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Persetujuan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Wakil Ketua, Mariana dan Karmila. Hadir langsung dalam rapat tersebut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Anggota DPRD Kalsel, sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda.

Dalam laporan Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat yang dibacakan Siti Nortita Ayu Febria, disampaikan ada beberapa pendapat/saran terhadap Raperda tersebut, antara lain berkaitan dengan konsideren melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu mengoptimalkan sinergitas dalam penciptaan suasana yang aman, tenteram dan sejahtera sebagai wujud hak setiap orang atas perlindungan agama, diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda secara terkoordinasi, sinkron, akuntable, terintegrasi, harmonis dan transparan.

Anggota Pansus Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat, Siti Nortita Ayu Febria

“Sehingga penanganan konflik sosial di daerah Provinsi Kalimantan Selatan dapat lebih efektif, effisien dan komprehensif sesuai dengan dinamika dan kebutuhan hukum masyarakat sehingga menemukan solusi yang bersifat holistik tidak bersifat sektoral adalah roh dalam Raperda ini dan kita semua harus konsisten dalam menjalankannya,” jelasnya.

Wakil rakyat yang akrab disapa Tatum ini menambahkan Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat sebagai standar baku penyelenggaraan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sebagai upaya pencegahan konflik yang merupakan wujud perlindungan dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta pengimplementasinya dapat berdaya guna untuk kemajuan Kalsel.

“Diharapkan kedepannya Perda ini menjadi legal problem solving bagi lapisan masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang memicu perbuatan intoleransi dan konflik sosial sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya menyampaikan bahwa Perda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat sebagai bagian upaya Pemprov untuk membina keharmonisan dari berbagai dimensi beragam. Mengingat, lanjutnya, Kalimantan Selatan terdiri dari beragam suku, ras, agama, golongan dan soaial ekonomi yang hidup saling berdampingan melalui sikap saling menghargai dan saling menghormati.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor

“Dengan Perda ini, kita berharap agar ketentuan yang diatur didalamnya dapat menjadi pedoman dalam penguatan sikap toleransi, hidup berdampingan secara aman, damai, rukun dan bekerjasama dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungannya,” jelasnya.

Toleransi kehidupan bermasyarakat dapat mewujudkan ketenangan, ketertiban, keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing, serta modal dasar untuk melaksanakan pembangunan. (NRH/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Tutup Pelatihan Bela Negara dan Pendidikan Dasar Komando Menwa Tahun 2022

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor memimpin upacara penutupan Pelatihan Bela Negara dan Pendidikan Dasar Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Tahun 2022, di Rindam VI/Mulawarman Banjarbaru, Rabu (14/12).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat menyampaikan sambutan pada upacara penutupan Pelatihan Bela Negara dan Pendidikan Dasar Komando Menwa Tahun 2022

Sahbirin mengucap selamat kepada ratusan peserta yang telah suskes mengikuti pelatihan ini.

“Semoga apa yang telah didapatkan dalam kegiatan ini dapat memberikan manfaat, menambah pengalaman, pengetahuan serta dapat membentuk disiplin dan karakter pribadi,” harapnya.

Selain dihadapkan dengan berbagai tantangan yang luar biasa, menurut Paman Birin (sapaan akrab gubernur), kita juga dihadapkan dengan persaingan yang kompetitif.

Hal itulah, beber Paman Birin, yang menuntut pemerintah provinsi ini menjadikan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu fokus pembangunan.

“Kita akan fokus terhadap peningkatan kemampuan, kualitas dan daya saing SDM kita. Salah satu bekal yang diberikan seperti pengetahuan dan kemampuan bela negara,” ucapnya.

Dengan menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, kebulatan tekad terhadap persatuan dan kesatuan bangsa serta memiliki semangat juang yang tinggi, kemampuan bela negara ini, dipercayanya, akan menjadi salah satu pondasi untuk membangun bangsa yang besar ini.

Salah satu peserta saat melakukan atraksi membongkar senjata api dengan mata tertutup

“Insyaallah berbagai tantangan dapat kita hadapi, serta dapat menjadikannya sebagai peluang yang besar, untuk membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Penutupan pelatihan dirangkai pula dengan berbagai atraksi dari peserta seperti keahlian bongkar pasang senjata dengan mata tertutup, karate, senam barbel hingga tari tradisional.

Tak lupa Paman Birin juga berterimakasih dan mengapresiasi jajaran Rindam VI/Mulawarman, panitia serta berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung suksesnya pelatihan 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel ini.

“Semoga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, bagi pembentukan dan perwujudan peningkatan kualitas SDM di Banua kita,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Kontingen PESPARAWI Kalsel Raih 11 Medali Pada Ajang Nasional di Yogyakarta

BANJARBARU – Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Provinsi Kalsel berhasil meraih 11 medali pada ajang PESPARAWI Nasional XIII di Yogyakarta. Penyerahan medali secara simbolis tersebut dikalungkan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparno, kepada para kontingen peraih medali PESPARAWI di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (14/12).

Seperti diketahui, sebayak 143 kontingen PESPARAWI Provinsi Kalsel mengikuti Ajang Nasional XIII di Yogyakarta pada 20-26 Juni 2022 lalu.

Penyerahan medali oleh Gubernur Kalsel yang diwakili Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparno (baju putih)

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Suparno menyampaikan, pihaknya mengucapkan selamat dan Terima kasih atas usaha terbaik seluruh kontingen PESPARAWI yang mewakili Kalsel pada pergelaran tingkat Nasional. Demi terwujudnya kehidupan beragama yang dinamis, harmonis, rukun dan damai, maka kita patut bersyukur atas anugerah kebinekaan yang diberikan Tuhan dibumi Nusantara.

“Melalui kelompok paduan suara seperti PESPARAWI, nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kerukunan dapat disebarkan untuk membangun harmonisasi kehidupan, baik dalam bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara,” ungkapnya.

Masih membacakan Sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Suparno menambahkan bahwa sebagai warga negara yang cerdas dan bermartabat, kita harus tumbuh menjadi masyarakat yang terbuka dan saling menghargai perbedaan, baik agama, budaya, adat-istiadat, maupun kebiasaan suku lain, dengan tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Agar kehidupan kita selalu diliputi rasa aman dan tentram,” lanjutnya.

PESPARAWI menurutnya menjadi salah satu cerminan wujud kerukunan dan kolaborasi, oleh karena itu diharapkan melalui kelompok-kelompok paduan suara seperti PESPARAWI ini, nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kerukunan, serta kebersamaan berkembang dan disebarkan untuk membangun harmonisasi kehidupan.

Sementara itu, Ketua Kontingen Pesparawi Kalsel Dharma menyampaikan bahwa pihaknya bersyukur, karena Kontingen PESPARAWI Kalsel dapat menambah raihan emas pada ajang Nasional, yakni mendapat 5 emas dan 6 perak pada ajang PESPARAWI Nasional XIII di Yogyakarta. Yakni solo Anak usia 7-9 tahun, Solo Anak usia 10-13 tahun, Solo Remaja Putri, solo Remaja Putera, dan Paduan Suara Anak. Sementara kategori yang mendapatkan medali Perak yakni Paduan Suara Puteri, Paduan Suara Putera, Vokal Group, Musik Pop Gerejawi, Paduan Suara Remaja Putera-Puteri, dan Paduan Suara Dewasa Campuran.

“Puji Tuhan karena Kalsel bisa menambah emas lagi, kita mendapat 5 emas dan 6 perak,” ungkap Dharma.

Dharma menambahkan, untuk ditahun 2023 mendatang, Papua Barat akan menjadi tuan rumah pada ajang PESPARAWI Nasional, sehingga pihaknya optimis akan kembali meraih medali pada PESPARAWI Nasional yang akan datang.

“Terima kasih terhadap semua orang yang mendukung, sehingga Kontingen PESPARAWI Kalsel dapat meraih apa yang kita harapkan,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Eksibisi, Tim Sepakbola Dispora Kalsel Tantang Jawa Barat

BANJARMASIN – Tim Sepakbola Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, akan melaksanakan pertandingan eksibisi, dengan Tim Sepakbola Dispora Jawa Barat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah melalui Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid mengatakan, pertandingan sepakbola eksibisi tersebut, digelar di Bandung, pada 15 – 18 Desember 2022.

“Tim Sepakbola Dispora Kalsel akan tanding melawan Tim Sepakbola Dispora Jawa Barat, pada pertandingan persahabatan atau eksibisi,” ungkapnya.

Menurut Rijal, kegiatan ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antar ASN Dispora Kalsel dan Dispora Jawa Barat.

Selain itu, lanjutnya, untuk sharing tentang pengembangan olahraga masyarakat di provinsi tersebut.

“Pada saat eksibisi tersebut, juga akan mempelajari olahraga masyarakat, serta olahraga tradisional, rekreasi, yang ada di Jawa Barat, untuk dapat ditiru, di modifikasi serta diterapkan di Kalsel,” tuturnya lebih lanjut.

Rijal mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan gencar melakukan peningkatan untuk olahraga masyarakat tersebut.

Pada pertandingan eksebisi ini, akan langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Aktivitas Treasury, Bank Kalsel Resmikan Dealing Room

BANJARMASIN – Sebagai bentuk modernisasi layanan dan fungsi untuk menopang keberlangsungan perusahaan, Bank Kalsel melakukan pengembangan aktivitas Treasurynya. Tidak hanya berfungsi sebagai pengelola likuiditas saja, namun pengembangan tersebut menekankan peran Treasury sebagai unit kerja bisnis yang menghasilkan income (profit centre) guna mendukung strategi bank dalam optimalisasi pendapatan, khususnya dari aktivitasTreasury, melalui transaksi Money Market dan Fixed Income.

Atas visi tersebut, Bank Kalsel meresmikan Dealing Room Bank Kalsel yang beroperasional di Bank Kalsel Kantor Cabang Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebagai informasi, Dealing Room Bank Kalsel merupakan satuan kerja pada Divisi Treasury Bank Kalsel yang berfungsi menyesuaikan (matching), mengelola (manage) dan mengendalikan (control) risiko pasar. Dealing Room bertanggung jawab dalam pelaksanaan manajemen serta pengendalian risiko pasar sesuai dengan kewenangan yang diberikan. Selain itu, bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan bisnis unit untuk menetapkan harga (pricing) dari risiko pasar untuk diaplikasikan pada produk dan jasa bank.

Peresmian Dealing Room Bank Kalsel disimboliskan dengan Pengguntingan Untaian Pita oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, didampingi Perwakilan Kepala Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. Khairul Saleh, Kepala Divisi Pelatihan ASBANDA, Srimugiany, dan Direktur Utama hotel berbintang lokasi kantor cabang Bank Kalsel, Hariyadi Sukamdani. Turut berhadir Kepala Kantor Dealing Room Bank Pembangunan Daerah dari Bank DKI, Bank BJB, Bank Sumsel Babel, Bank Jambi, Bank Nagari, dan Bank Kaltimtara, Direktur Bisnis dan Group Head Support Bank Kalsel serta jajaran Kepala Divisi dan staf Bank Kalsel.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, menyampaikan bahwa keuntungan dengan adanya Dealing Room akan membuka peluang bisnis, kerjasama dan jaringan yang semakin luas, lebih dekat dengan Peserta Pasar Uang, meningkatnya profitabilitas, dan lainnya.

“Diharapkan dengan pembangunan Dealing Room Bank Kalsel di Jakarta yang dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai dan refresentatif, selain dapat menunjang pengembangan transaksi Treasury yang lebih profitable, namun tetap dapat terukur risikonya dan juga lebih dekat dan mudah mengakses ke pasar keuangan dan pasar modal,” tutur Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Nataru, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Pastikan Stok Ikan Aman

BANJARMASIN – Stok ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dipastikan aman menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru, untuk kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki mengatakan, untuk ketersediaan pasokan ikan, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang mencukupi.

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki

“Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, stok ikan aman atau mencukupi, serta harga ikan masih stabil,” ungkap Jaki, kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/12).

Menurut Jaki, untuk ikan yang tersimpan di cool storage UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin sebanyak kurang lebih 90 ton.

“Stok ikan saat ini tersedia sebanyak 90 ton,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Jaki, pihaknya menjamin untuk ketersediaan pasokan ikan pada Nataru aman.

Begitu juga untuk, harga ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin sampai saat ini masih stabil.

“Untuk harga ikan saat ini masih stabil, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Jaki, harga ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dijual, seperti ikan kembung atau peda dikisaran Rp35.000 perkilo, ikan layang dikisaran Rp 22 ribu perkilo, ikan salmon dikisaran Rp24.000 perkilo. (SRI/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Dukung DKP Kalsel Tingkatkan PAD

PALANGKA RAYA – Kecilnya kontribusi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapat sorotan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel.

Suasana Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng.

Untuk mendorong upaya peningkatan PAD, Komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan ini mencoba menggali informasi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dinilai sangat bagus dalam memaksimalkan program kegiatannya menjadi sumber PAD.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo mengungkapkan banyak hal yang bisa digali dalam kunjungan kerja ini, terutama bagaimana agar Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel nanti bisa mendapatkan alokasi anggaran yang lebih baik untuk mendongkrak peningkatan PAD.

“Sekarang (Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel) baru ada 30 milyar, disini (Kalteng) sudah 100 milyar lebih”, katanya, dalam siaran pers, Senin (12/12).

Menurut Imam, meski retribusi di Kalsel ternyata nilainya lebih tinggi dibanding Kalteng, namun hal tersebut dirasakan belum mampu meningkatkan PAD padahal banyak sumber-sumber PAD yang bisa digali dan ditingkatkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel.

Ia berharap ke depan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel bisa mendapatkan alokasi anggaran yang lebih baik supaya bisa mengakomodir kebutuhan-kebutuhan untuk meningkatkan PAD, seperti penyediaan sarana cold storage (sebuah ruangan yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu yang mempunyai fungsi utama untuk mempertahankan mutu ikan hasil tangkapan nelayan) dan sarana penunjang lainnya.

“Yang harus dicontoh Kalsel adalah bagaimana mendapatkan anggaran. Supaya lebih banyak cold storage dan lain sebagainya. Itu kan semua untuk meningkatkan PAD tapi masih belum terakomodir”, ungkapnya.

Selain itu, Imam juga berharap di tahun 2024, ada pendekatan ke Bakeuda dan Bappeda supaya bisa terakomodir, karena potensi-potensi untuk mendapatkan PAD di Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel ini sangat banyak.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalteng, Darliansjah mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan atas kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel ke Kalteng untuk berbagi, bersinergi, dan bertukar pikiran untuk percepatan pembangunan Dinas Kelautan dan Perikanan di Kalteng maupun di Kalsel.

“Ada beberapa masukan yang nanti akan kami terapkan di Kalteng dan ada beberapa program yang bisa kami sinergikan dengan Kalsel,” ucapnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Terima Anugerah Olahraga Golden Award 5 SIWO PWI, Paman Birin “Himung”

BANJARMASIN – “Ini suatu kebanggaan, kebahagiaan. Kalo kata urang Banjar “Himung” menerima penghargaan dari SIWO PWI Pusat ini. Tadi saya juga sempat diingatkan, bahwa ini ternyata adalah penghargaan kedua setelah di Surabaya beberapa waktu lalu, ” ujar Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya, usai menerima Anugerah Olahraga Golden Award V SIWO PWI Pusat, pada Senin (12/12) malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Tahun ini, SIWO PWI Pusat kembali memberikan Anugerah Olahraga kepada sejumlah tokoh, atas jasa dan dedikasinya pada bidang olahraga. Termasuk Anugerah Olahraga bagi Gubernur Peduli Olahraga. Dimana pada tahun ini, ada 2 Gubernur di Indonesia yang mendapatkannya. Yakni Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

“Jika ada penghargaan yang lebih tinggi dari Golden Award, maka kami juga tidak akan ragu memberikannya kepada Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel). Sebab dedikasinya terhadap olahraga, jauh di atas rata – rata kepala daerah lainnya,” jelas Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari kepada wartawan, usai menyerahkan Anugerah Olahraga Golden Award V kepada Gubernur Kalsel.

Atal menambahkan, perhatian Paman Birin terhadap dunia olahraga, dapat terlihat dengan banyaknya event olahraga yang digelar di provinsi ini. Baik yang berskala lokal, regional, nasional hingga internasional.

“Bahkan kalo kita hitung – hitung, dalam sebulan bisa ada sampai 2 event olahraga yang digelar di Kalsel ini,” tutup Atal.

Penyerahan Anugerah Olahraga Golden Award V SIWO PWI Pusat di Banjarmasin ini, dibarengkan dengan silaturahmi Paman Birin bersama atlet NPC Kalsel. Silaturahmi ini sebagai wujud kebanggaan Paman Birin, atas pencapaian prestasi para atlet disabilitas ini pada Peparnas di Papua. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version