Taman Budaya Banjarmasin Jadi Pusat Wadah Asah Bakat Seni

BANJARMASIN – Ditengah maraknya tarian budaya luar, para orangtua tetap berupaya menginspirasi buah hatinya, untuk tetap mencintai seni tari budaya tradisi.

Kepada Abdi Persada FM, orang tua dari Farah Latifa Arini, Bunga, pada Selasa (13/12) petang mengatakan, sejak anaknya berusia empat tahun hingga sekarang, masih tetap aktif untuk latihan di Bengkel Tari Gumilang Kaca, berlokasi di halaman Taman Budaya Kalsel Jalan Hasan Basri Banjarmasin.

Salah satu orang tua siswi tari, Bunga

“Saya ingin memperkenalkan sejak dini pada anak sendiri, seni tari baik tradisi dan kreasi, meski sekarang muncul tarian dari budaya luar,” ungkapnya.

Disampaikan Bunga, meski latihan menari ini hanya satu pekan sekali, yaitu setiap hari Selasa dimulai Jam 16.00 – 18.00 WITA, anaknya tetap semangat untuk hadir untuk berlatih, agar tidak ketinggalan setiap gerak gerik tarian.

“Kita sangat apresiasi Taman Budaya Kalsel memberikan ruang seni,” katanya

Sementara itu, salah seorang pelatih Tari, dari Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin Muhammad Ramadhani, mengatakan, dalam latihan ada dua kelas dilaksanakan, untuk dewasa ada beberapa tarian yang diajarkan, diantaranya Limpuar, Puasaka Batuah dan Nuansa Borneo, sedangkan bagi anak-anak dan remaja tariannya berupa Giring-Giring, Gerbang Anak Pedalaman, serta Himung Basasirangan.

Salah satu pelatih Tari, dari Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, Muhammad Ramadhani

“Kelas dewasa hari Senin, untuk kelas anak-anak dan remaja hari Selasa pada Jam 16.00 – 18.00 WITA, para orangtua yang ingin mendaftar bisa datang langsung, dengan biaya Rp10 ribu untuk satu kali pertemuan,” ucapnya.

Untuk diketahui, selain buka kegiatan Bengkel Tari Gumilang Kaca, juga Bengkel Lukis Solihin dari sanggar mewarna dan melukis, terbuka untuk umum bagi anak TK – SD Kelas 3. Latihan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Sabtu, pada Jam 16.30 – 18.00 WITA. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung RUU Larangan Minuman Beralkohol

BANJARBARU – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Setdaprov Kalsel) untuk menyerap aspirasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.

Suasana kunker Baleg DPR RI dalam rangka menyerap aspirasi tentang RUU Larangan Minuman Beralkohol

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum, Sulkan, menerima kedatangan rombongan yang diketuai Ahmad Baidhowi, di ruang H Aberani Sulaiman Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, pada Selasa (13/12) siang.

Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Sulkan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Dalam sambutan tertulisnya, Sahbirin menyebut Pemprov Kalsel mendukung sepenuhnya kegiatan Baleg untuk menampung saran dan masukan masyarakat.

“RUU larangan minuman beralkohol ini selaras dengan pandangan bahwa minuman beralkohol dapat merusak kesehatan, baik fisik maupun mental, berupa menurunnya tingkat kesehatan seseorang dan perilaku buruk serta bertentangan dengan budaya masyarakat Kalsel yang religius,” ungkapnya.

Saat ini Indonesia masih belum memiliki regulasi setingkat undang-undang yang mengatur peredaran minuman beralkohol. Payung hukum atau regulasi yang saat ini ada, dinilainya masih belum kuat dalam mengatur pengawasan, pengendalian serta sanksi yang bisa diberikan bagi pelanggaran peraturan tersebut.

RUU larangan minuman beralkohol ini menurut Sahbirin, juga menimbulkan berbagai dinamika yang pasti muncul seiring pembahasannya.

Sebab itu, langkah Baleg DPR RI dalam menyaring seluruh aspirasi elemen masyarakat menjadi sangat penting agar seluruh tahapan penyusunan RUU ini dapat berjalan dengan baik.

Sahbirin juga menyarankan agar RUU ini dapat disosialisasikan menggunakan saluran publik seperti media sosial.

“Saya kira hal ini juga penting untuk kita perhatikan bersama bahkan melalui saluran-saluran publik tersebut kita juga dapat memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat terkait RIU ini agar tidak terjadi tafsir tafsir yang keliru dan menyesatkan,” imbuhnya.

Ketua Tim sekaligus Wakil Baleg DPR RI, Ahmad Baidowi mengatakan, kunker pihaknya di Kalsel bertujuan menyerap masukan dari berbagai unsur masyarakat terkait RUU yang tengah mereka bahas yakni Soal larangan minuman beralkohol.

“Pada dasarnya seluruh masyarakat di Kalsel setuju terhadap RUU ini, tetapi ada beberapa masukan juga seperti judul UU yang tidak usah menggunakan kata ‘Larangan’,” ujarnya.

Selain itu Baidowi menyebut ada beberapa masukan yang didapatkan dalam hasil kunkernya yakni mengenai hukuman jual beli yang dinilai tidak sepadan, antisipasi oknum yang mengatasnamakan lembaga untuk bertindak separatis kepada penjual hingga manfaat dan akibat dari terbentuknya UU tersebut.

“Yang kami sampaikan, ini baru draf atau rancangan awal, sehingga bisa diubah bila ada masukan yang lebih baik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Dishub Kalsel Terima Bantuan Traffic Cone Dari PT Jasa Raharja Cabang Kalsel

BANJARMASIN – Jelang Pelaksanaan Pengamanan Berlalulintas Perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan menerima bantuan Traffic Cone dari PT Jasa Raharja Cabang Kalsel, di UPTD Terminal Type B Kilometer 6 Banjarmasin, Selasa (13/12).

Bantuan diserahkan pada saat gelaran apel pagi dan diterima langsung Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi dari Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan Benjamin Bob Panjaitan.

Kadishub Kalsel Fitri Hernandi didampingi Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalsel Benjamin Bob Panjaitan

“Saat ini kami menerima serah terima bantuan traffic cone dari PT Jasa Raharja,” ungkap Fitri.

Menurutnya, bantuan ini untuk pengamanan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2022 ke 2023 mendatang.

“Tentunya, kerjasama antara Dinas Perhubungan dan PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan ini, akan terus dijalin,” ucapnya.

Fitri berharap, dengan adanya kerjasama ini, maka diharapkan kelancaran dan keselamatan dalam berlalu lintas akan semakin membaik di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan Benjamin Bob Panjaitan mengatakan, pihaknya saat ini telah menyerahkan bantuan Traffic Cone kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan di Terminal Type B Kilometer 6 Banjarmasin.

“Dengan pemberian bantuan tersebut, PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan turutserta membantu memberikan pengamanan berlalu lintas di Provinsi ini,” ujarnya.

Benjamin berharap, pengguna jalan raya di Provinsi ini, dapat mematuhi aturan berlalu lintas, demi keselamatan bersama.

Hadir pada acara tersebut, Kepala UPTD Terminal Type B Kilometer 6 Banjarmasin Tomy Hariadi. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Tekankan Anggaran Stunting Kabupaten/Kota Dimaksimalkan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menekankan agar kabupaten/kota benar-benar serius mengalokasi anggaran untuk menuntaskan persoalan stunting.

Menyikapi itu, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, mengungkapkan, apabila anggaran penanganan stunting melalui APBD tak mencukupi. Maka, disarankan untuk mengajukan alokasi dari APBN. Mengingat, pengentasan ini di Kalsel menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar saat menjelaskan pengoptimalan alokasi anggaran untuk stunting

“Pastikan anggarannya berapa, ya kalau kurang mencari sumber dana lain. Apabila tak cukup bisa diajukan ke kementerian yang memiliki kewenangan,” ujarnya kepada awak media, usai membuka rakor stunting yang diselenggarakan di ruang rapat H Maksid Setdprov Kalsel, Selasa (13/12).

Dia mengungkapkan agar pemerintah kabupaten/kota tidak hanya lebih menekankan serimonialnya saja dalam penanggulangan stunting. Melainkan, lebih kepada efektivitas bagaimana hal ini bisa berdampak positif pada bukti kongkrit penurunan.

“Ya diminta tidak hanya kegiatan seremonial saja. Melainkan ada langkah kongkrit dan penyusunan program strategis agar 2024 realisasi target yang ditetapkan bisa tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil dan KB) Provinsi Kalsel, Zulkipli, menuturkan, sebagai tindaklanjut atas hal itu pihaknya terlebih dahulu harus menyamakan persepsi agar penyelenggaraannya nanti dapat berjalan sesuai harapan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Dukcapil dan KB Kalsel Zulkipli saat dikonfirmasi pengoptimalan anggaran dalam penanganan stunting di provinsi ini

“Dari hasil rapat tadi memang ada kabupaten/kota yang melaporkan tidak standart. Tetapi, bagaimana ini adalah awal rapat dilaksanakan. Namun, pemerintah pusat sementara menerima hasil laporan tersebut,” bebernya.

Ia membeberkan, untuk stuntung di Kalsel sudah mulai mengalami penurunan. Namun, ia belum bisa membeberkan jumlah tersebut.

“Nampaknya tadi ada ke arah penurunan tetapi saya belum bisa menyampaikan karena hasil akhirnya akan dipublish oleh pihak yang memiliki kompetensi terhadap penurunan stunting,” tuntasnya. (RHS/RDM/RH)

Sepanjang Tahun 2022, BK DPRD Banjarmasin Tangani Tiga Laporan Warga

BANJARMASIN – Badan Kehormatan DPRD Banjarmasin sepanjang tahun 2022 ini telah menerima tiga laporan warga.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini, kepada wartawan baru-baru tadi mengatakan, dari tiga laporan masyarakat, dua orang oknum wakil rakyat kasusnya dianggap melebihi kapasitas, sedangkan satu orang dugaan etika anggota dewan.

“Laporan warga telah ditindaklanjuti, bagi tiga oknum dewan yang bersangkutan,” ungkapnya

Disampaikan Isnaini, selama ini kinerja Badan Kehormatan DPRD Banjarmasin, dalam bentuk meminta keterangan, verifikasi, klarifikasi kemudian dilakukan mediasi terhadap oknum wakil rakyat tersebut.

“Kerja BK DPRD Banjarmasin, menerima laporan warga, kemudian diproses,” jelasnya

Isnaini berharap, memasuki tahun politik pada 2023 mendatang, kinerja seluruh Dewan Banjarmasin tidak terganggu. Mulai dari kehadiran Rapat Paripurna, Rapat Dengar Pendapat, Rapat Panitia Khusus dan Kunjungan Kerja ke Lapangan.

“Anggota DPRD Banjarmasin, tetap hadir melaksanakan program yang sudah disusun,” tutup Isnaini.

Untuk diketahui, Badan Kehormatan DPRD Banjarmasin ini beranggotakan lima orang yaitu Muhammad Isnaini, Achmad Rudiani, Abdul Muis, Deddy Sophian dan Gusti Yuli Rahman. (NHF/RDM/RH)

Modernisasi Pertanian Kalimantan Dukung Ketahanan Pangan IKN Baru

BANJARMASIN – Upaya pengendalian inflasi pangan daerah, perlu terus didukung penguatan sinergi dan inovasi. Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi se-Kalimantan, melaksanakan kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Regional Kalimantan dengan tema “Gawi Sabumi Bajaga Inflasi Kalimantan” di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, pada Senin (12/12).

Kegiatan GNPIP Regional Kalimantan, mengedepankan inovasi dalam bentuk pengembangan modernisasi pertanian hulu-hilir (integrated digital farming) guna mendorong optimalisasi produksi dan efisiensi harga pangan dalam jangka menengah, panjang, utamanya dalam mendukung ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) baru.

Pembangunan IKN Nusantara di Pulau Kalimantan akan mendorong peningkatan urbanisasi yang berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk sehingga mendorong peningkatan kebutuhan pangan. Untuk itu, GNPIP Kalimantan melalui modernisasi pertanian hulu-hilir berupaya mentransformasi lahan bekas tambang dan lahan gambut menggunakan soil sensor dan pemenuhan nutrisi tanah lengkap, serta bibit unggul yang lebih adaptif.

Dalam kesempatan ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan, bahwa pada pagelaran PTBI 2022 akhir November lalu, Bank Indonesia kembali menekankan pentingnya ‘sinergi dan inovasi kebijakan’ sebagai kunci ketahanan dan penyelamat ekonomi dari risiko krisis. Sinergi dalam mengatasi inflasi di tataran global diwujudkan melalui komitmen Nusantara-Nusantara utama di dunia sebagai salah satu kesepakatan dalam Presidensi G20.

“Kami mengajak kepada seluruh elemen pemerintah daerah beserta jajaran, pelaku usaha, dan petani untuk melakukan monitoring secara rutin perkembangan produksi dan distribusi dari hulu ke hilir untuk membangun ketahanan pangan di wilayah Kalimantan dan sekitarnya. Apalagi, Kalsel akan menjadi salah satu provinsi yang diandalkan dalam mendukung pasokan bahan pangan di IKN baru sehingga langkah penguatan pengendalian inflasi khususnya beras perlu ditempuh dalam dimensi yang luas, baik di jangka pendek maupun dalam jangka panjang melalui penggunaan sumber daya yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi”, ujarnya saat memberikan sambutan secara virtual.

Menyikapi pentingnya sinergi pengendalian inflasi, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, juga mendukung semangat “Gawi Sabumi Bajaga Inflasi Kalimantan” dengan terus mendorong langkah-langkah konkret meningkatkan produksi pangan di wilayah Kalimantan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel

“Tekanan inflasi yang tinggi saat ini membutuhkan upaya ekstra, diantaranya dengan penguatan intervensi terkait pengendalian inflasi terutama inflasi pangan, agar tingkat inflasi dapat ditekan seminimal mungkin. Pengendalian inflasi dan peningkatan produksi pangan perlu dijaga keberlanjutannya untuk jangka panjang melalui pemanfaatan urban dan digital farming. Disamping itu, modernisasi sisi hulu dan hilir pertanian perlu diperkuat dalam meningkatkan produksi pertanian wilayah Kalimantan dan mampu berkontribusi menopang ketahanan pangan IKN baru”, ujar Roy saat membacakan sambutan Gubernur.

Berbagai langkah strategis turut dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Kalimantan, dalam mendukung pelaksanaan GNPIP. Diantaranya melalui perluasan implementasi Kampung Hortikultura, urban farming, fasilitasi offtaker pangan, hilirisasi produk pertanian, dan penyaluran Program Dedikasi Untuk Negeri digital farming.

Mengingat pulau Kalimantan bukan merupakan wilayah sentra produksi pangan, maka setiap provinsi telah melaksanakan perluasan kerjasama antar daerah, baik antar Kalimantan maupun di luar Kalimantan terutama dari Jawa dan Sulawesi.

Selanjutnya, peran BUMD Pangan di Kalimantan daerah juga turut diperkuat sehingga dapat membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta turut berperan sebagai stabilisator harga pangan. Seluruh program strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Kalimantan, serta memberikan kontribusi pada upaya menjaga kestabilan harga pangan. (RIW/DM/RH)

PHI ke 94 Diharapkan Dorong Kemandirian Perempuan Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara puncak Peringatan Hari Ibu ke 94 Tahun 2022 di gedung Mahligai Pancasila, Senin (12/12).

Suasana Acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke 94

Acara ini mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia dengan sub tema 1 yaitu Kewirausahaan Perempuan Mempercepat Kesetaraan dan Mempercepat Pemulihan.

Kepala DP3A Provinsi Kalsel, Adi Santoso menyampaikan tujuan PHI ke 94 ini yaitu memberikan inspirasi bagi generasi muda atas peran perjuangan perempuan dalam meraih kemerdekaan dan menerapkan nilai-nilai perjuangan perempuan untuk kemajuan Indonesia masa kini.

Selain itu, sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Juga sebagai upaya untuk mendorong kemandirian perempuan dalam berbagai bidang pembangunan agar mampu bangkit kembali,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah berharap PHI ke 94 menjadi motivasi untuk mengembangkan peran perempuan dalam melakukan aksi bersama itu untuk mendorong kemandirian perempuan Indonesia, baik secara ekonomi maupun di berbagai bidang kehidupan.

“Hal ini juga selaras dengan tema yang diangkat pada pertemuan G20 sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam G20 yaitu sebagai respon terhadap permasalahan yang dihadapi banyak perempuan di dunia selama pandemi,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan penghargaan dari Gubernur Kalsel berupa tropi, piagam dan uang pembinaan dengan kategori yaitu Penilaian Peningkatan Kualitas Keluarga Terbaik di 13 Kabupaten/Kota, Penilaian Pengelola Industri Rumahan di 13 Kabupaten/Kota, serta Penilaian PATBM di 13 Kabupaten dan Kota.

Selain itu, pelantikan pengurus Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Provinsi Kalsel Periode 2022-2025 yang diketahui Mariani. (NRH/RDM/RH)

Dua Pasien Operasi Bedah Jantung Terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin Diperbolehkan Pulang

BANJARMASIN – Rumah Sakit Ulin Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin melepas, kepulangan dua pasien operasi bedah jantung terbuka ditempat mereka. Dilepas oleh Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar, di Ruang Anggrek Lantai 4, Senin (12/12).

Izzak mengatakan, pihaknya bersyukur saat ini untuk dua orang pasien operasi jantung terbuka, yaitu, Rusnani warga Sampit, Kalimantan Tengah, serta Denda Suhenda dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, telah diperoleh pulang.

“Syukur Alhamdulillah saat ini pada 12 Desember 2022, kedua pasien yang telah dioperasi di RSUD Ulin Banjarmasin 2 dan 3 Desember 2022, telah diperbolehkan pulang oleh dokternya,” ungkap Izzak, kepada sejumlah wartawan.

Izzak mengatakan, operasi bedah jantung terbuka ini merupakan keberhasilan RSUD Ulin Banjarmasin merupakan, yang kedua kalinya.

“Operasi bedah jantung terbuka ini merupakan keberhasilan ke dua, RSUD Ulin Banjarmasin dalam melakukan operasi jantung terbuka tersebut,” ujarnya.

Dengan, lanjut Izzak, jumlah pasien sebanyak 4 orang. Mengingat, sekali operasi hanya untuk dua orang saja.

Izzak berharap, kedepannya RSUD Ulin dapat melakukan operasi jantung terbuka secara periodik, tetap bekerjasama dengan RS Jantung Harapan Kita.

“Besar harapan kami, untuk operasi jantung terbuka ini dapat dilakukan secara periodik,” ujarnya.

Dengan sanggupnya RSUD Ulin Banjarmasin melakukan operasi jantung terbuka ini, maka pasien di Kalimantan Selatan dan provinsi tetangga lainnya, tidak perlu lagi ke Jakarta.

Mengingat, tambahnya, saat ini untuk daftar tunggu operasi jantung terbuka di Jakarta memerlukan waktu lebih dari setahun lamanya.

“Kami saat ini menyampaikan RSUD Ulin Banjarmasin saat ini sudah mampu, untuk melakukan operasi jantung bedah terbuka,” ucap Izzak.

Sementara itu, kedua pasien Operasi Bedah Jantung Terbuka RSUD Ulin Banjarmasin mengaku, jika mereka bersyukur dapat menjalani operasi jantung di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Kami bersyukur operasi jantung terbuka ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ucap Rusnani.

Begitu juga yang disampaikan oleh Denda Suhenda.

“Terimakasih banyak kepada RSUD Ulin Banjarmasin, yang telah sukses melakukan operasi jantung terbuka kepada kami,” ucap Denda Suhenda. (SRI/RDM/RH)

Ribuan Laporan Ditindaklanjuti, Dinas Kominfo Kalsel Masifkan Sosialisasi LAPOR! Paman

BANJARMASIN – Sosialisasi aplikasi pengaduan masyarakat terhadap kinerja pemerintah (LAPOR! Paman) semakin masif dilakukan. Hasilnya sejak 2019 hingga saat ini sudah ada ribuan saran hingga aspirasi yang terserap.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Kominfo Kalsel) Muhammad Muslim mengatakan, laporan paling banyak masuk yakni mengenai infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan.

“Laporan terkait hal lain juga ada, tetapi tidak lebih banyak,” ungkapnya, Minggu (11/12).

Seluruh laporan yang masuk ke dalam aplikasi, akan direspon cepat dan ditindaklanjuti langsung oleh SKPD penghubung.

Sosialisasi LAPOR! Paman tidak hanya dilakukan di dalam suatu wadah. Tetapi juga langsung terjun ke lapangan, salah satunya dengan menyusur sungai untuk mengedukasi penduduk pinggiran sungai tetang penggunaan aplikasi.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim (merah) saat mensosialisasikan LAPOR! Paman ke penduduk pinggiran sungai

“Kita sudah lakukan susur sungai ini dari Banjarmasin hingga ke Lok Baintan. Agar masyarakat pinggiran sungai juga dapat memberikan saran, kritik, masukan hingga aspirasi mereka terhadap pemerintah,” tuturnya.

Sejak diluncurkan tahun 2017 silam, aplikasi LAPOR! Paman banyak mendapat penghargaan dari berbagai lembaga termasuk penghargaan Top 6 Terbaik Kategori Outstanding Achievement pada Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa Pemprov Kalsel sangat terbuka luas terhadap kritik dan masukan dari masyarakat,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Cianjur Jabar

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat, yang segera disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi.

Sebagai bentuk uluran tangan terhadap sesama, penyaluran secara simbolis ini dilakukan pada gelaran apel gabungan awal Desember 2022 di Setdaprov Kalsel, Senin (12/12), yang disaksikan oleh seluruh kepala SKPD beserta jajarannya.

Plt Kadinsos Muhammadun melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Achmadi, menyampaikan, bantuan sosial yang dikeluarkan merupakan kepedulian dari Gubernur atas keprihatiannya dari musibah tersebut.

“Bantuan yang disalurkan senilai Rp723.647.300. Ini juga berkat kepedulian beliau dan tentunya merupakan arahan langsung. Personel juga sudah diterjunkan untuk dapur umum,” jelasnya.

Bantuan ini, menurut dia, menggunakan murni dari hasil donasi dari SKPD Pemprov Kalsel.

“Murni juga dari Dinsos Kalsel dan semuanya akan diserahkan kepada korban,” ucapnya.

Sementara, untuk bantuan yang akan disalurkan tak lagi berbentuk makanan, melainkan lebih kepada peralatan dapur dan sebagainya.

Kabid Perjamsos Dinsos Kalsel Achmadi saat menyampaikan penyaluran bantuan untuk Cianjur, Jawa Barat

“Alas tidur, selimut, pakaian, panci, kompor dan peralatan lainnya bukan makanan. Kecuali untuk anak-anak, balita, ibu hamil dan menyusui akan diberikan nutri tambahan seperti susu,” ungkap Kabid Perjamsos Dinsos Kalsel Achmadi.

Tak hanya itu, Paman Birin (sapaan akrab) juga memberikan bantuan Tunjuangan Hari Tua (THT), Jaminan Kematian dan Beasiswa melalui penyaluran dari PT Taspen senilai Rp141.067.700.

Penyerahan bantuan dari PT Taspen kepada ahli waris oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Branch Managar PT Taspen (persero) Kantor Cabang Banjarmasin, Daniel Today Valentino Situmorang, mengharapkan, dengan adanya penyerahan bantuan itu setidaknya dapat meringankan beban dari keluarganya yang telah ditinggalkan.

“Tentunya dapat bermanfaat bagi ahli waris dan menunjang kesejahteraan finasialnya,” ucapnya.

Salah satu penerima manfaat ini, Aulia mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut apalagi yang menyerahkan adalah gubernur.

“Suami saya baru meninggal 20 November tadi meninggal. Kalau anak ada tiga orang, yang pertama kuliah, satu orang SMP dan satu orang lagi SD,” bebernya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version