BANJAR – Apel penutupan yang diselenggarakan di Alam Roh 20, Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Sabtu (10/12) pagi, menjadi tanda berakhirnya kegiatan kemah akbar Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan TNI-Polri (KB-FKPPI) Kalsel, yang diselenggarakan sejak Kamis 8 Desember 2022.
Gubernur Kalsel sekaligus Ketua Pengurus Daerah (PD) KB-FKPPI Kalsel, Sahbirin Noor mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi seluruh anggota yang datang dari berbagai daerah di Kalsel untuk mengikuti kemah dan apel akbar ini.
“Semoga momentum yang baik ini dapat meningkatkan solidaritas, sinergitas serta komitmen kita semua untuk terus mempertahankan eksistensi FKPPI sebagai sebuah organisasi,” harapnya.
FKPPI Kalsel diharapkannya dapat menjadi mitra pemerintah serta tempat yang nyaman bagi seluruh anggotanya untuk mengembangkan diri dan saling bekerjasama dalam pelaksanaan pembangunan di banua dan negara.
“Ini menjadi tantangan luar biasa untuk mewujudkan dan menyukseskan berbagai agenda pembangunan,” tutur Paman Birin (sapaan akrabnya).
Selain pandemi dan krisis ekonomi yang menyerang berbagai daerah, tantangan lain yang menurutnya harus dihadapi di era globalisasi saat ini diantaranya kesiapan SDM, tantangan dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta komitmen menjunjung tinggi ideologi bangsa yaitu Pancasila.
Berbagai tantangan itulah yang diakuinya menjadi tujuan pelaksanaan kemah akbar selama 3 hari ini.
“Ini sebagai wujud konsolidasi organisasi serta sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Organisasi FKPPI,” bebernya.
Paman Birin berharap dengan kemah akbar yang telah dijalani. Rasa memiliki organisasi dari seluruh anggota KB-FKPPI semakin kuat.
“Saya harap rasa satu kesatuan, rasa memiliki, gotong royong dan kebersamaan dalam KB-FKPPI semakin kuat,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
Bulan: Desember 2022
Renungan Suci Kemah Akbar FKPPI Kalsel, Paman Birin Ajak Anak Bangsa Pertahankan Tanah Air
BANJAR – Ketua Pengurus Daerah Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (PD KB-FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, memimpin renungan suci pada kegiatan kemah akbar FKPPI Kalsel, di Alam Roh 20, Kiram, Kabupaten Banjar, Jumat (9/12) malam.
Gubernur Kalimantan Selatan ini juga menceritakan tentang besarnya pengorbanan para pejuang bangsa ini untuk merebut kemerdekaan dari jajahan bangsa asing.
“Negeri ini bukan hadiah Jepang, bukan hadiah Belanda dan sekutunya, bukan pula hadiah dari bangsa lain. Tapi bangsa ini telah diperjuangkan dengan tetesan air mata, tetesan darah dan bahkan nyawa oleh para pejuang kita,” ucapnya lantang.
Sebagai anak-anak bangsa pejuang, menurutnya, kita memiliki kewajiban untuk mempertahankan tanah air dari gangguan bangsa manapun termasuk bangsa ini sendiri.
Suka tidak suka menurut Paman Birin (sapaan akrabnya) kita sudah merasakan pengaruh asing yang memperlambat negara ini menjadi negara yang besar. Contohnya melalui narkoba yang menyerang generasi muda di penjuru tanah air.
“Tantangan hambatan dan rintangan itu pastilah ada. Oleh karena itu kita harus mengaplikasikan, mempraktekan sumpah KB-FKPPI yang sering kita ucapkan. Bukan hanya dijadikan lipstik dimulut, tetapi kita semua harus bergerak, berjuang untuk misi pembangunan. KB-FKPPI harus menjadi generasi yang mampu menyambung estafet perjuangan,” tegasnya.
Renungan suci ditutup oleh penyalaan api unggun, diiringi oleh lagu Bagimu Negeri yang dinyanyikan oleh seluruh peserta.(SYA/RDM/RH)
Pengurus Cabang KB-FKPPI Kalsel Resmi Dilantik
BANJAR – Ketua Pengurus Daerah Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (PD KB-FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor mengukuhkan pengurus cabang KB-FKPPI, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Jumat (9/12).
Puluhan pengurus cabang Kabupaten/Kota se Kalsel itu diberikan waktu selama kurang lebih 3 bulan untuk membentuk keanggotaan di wilayah mereka.
“Semoga para pengurus yang terpilih dan dilantik hari ini, dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh dedikasi dan tanggungjawab,” pesan Sahbirin, yang merupakan Gubernur Kalimantan Selatan.
Menurutnya, menjadi anggota KB-FKPPI merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan. Karena tidak semua orang bisa menjadi anggota organisasi ini.
Meski sebagian dari mereka tidak secara langsung sebagai anggota TNI maupun Polri, namun sebagai anggota keluarga, Sahbirin meminta anggota KB-FKPPI juga dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
“Kebanggaan ini, harus kita syukuri dengan baik. Yaitu dengan turut serta berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI, menjaga pancasila, serta mendukung kesuksesan berbagai agenda pembangunan, baik itu di banua maupun di negara kita,” ujar Paman Birin (sapaan akrabnya).
Ia juga berpesan agar para pengurus cabang yang dilantik dapat membangun sinergitas, kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya.
“Para pengurus juga dapat menjadikan wadah kebanggaan kita ini, benar-benar menjadi wadah yang nyaman bagi para putra putri purnawirawan dan putra putri TNI/Polri untuk mengembangkan diri, mendukung pengabdian orang tua kita sebagai anggota TNI maupun Polri, serta dapat berkontribusi bagi pembangunan di banua dan negara kita,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
Paman Yani Bina SMPN 1 Batulicin Melalui Wasbang
TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, melaksanakan pembinaan Ideologi Pancasila di SMP Negeri 1 Batulicin, Jumat (9/12). Tujuan dilaksanakannya ini sebagai upaya mempertebal wawasan kebangsaan dalam memegang teguh asas bernegara.
“Tentu hal ini harus ditanamkan. Termasuk sikap nasionalisme dan cinta terhadap negeri ini dengan memahami berbagai landasan,” ujarnya kepada awak media.
Pada kegiatan Wasbang kali ini, politisi dari Partai Golkar ini juga tak lupa memberikan pesan dan semangat ke peserta didik yang kedepan diakui sebagai generasi penerus bangsa dalam pembangunan.
“Maka dari itu, generasi sekarang harus mempersiapkan perjuangan lanjutan (estafet) agar pembangunan di negara kita bisa lebih maju lagi bahkan lebih berkembang,” ucapnya.
Bentuk apresiasi terhadap siswa yang cerdas menjawab pertanyaan dari berbagai penyampaian materi. Paman Yani (sapaan akrab) turut membagikan doorprize disela kegiatan. Hal ini sebagai pemicu semangat agar pembinaan ideologi yang diberikan harus terus diingat.
“Saya sangat bahagia sekali karena selain bisa berbagi ilmu dengan mereka (peserta didik) di sini juga antusiasnya luar biasa. Tentu, ini patut diapresiasi,” jelas wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel.
Sementara itu, Kasubbid Kelembangaan Partai Poitik dan Fasilitasi Pemilu Bakesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, menyampaikan, keberadaan wawasan kebangsaan merupakan tugas penting dan wajib didapatkan warga negara Indonesia. Bahkan, Melalui Paman Yani penyelenggaraan pembinaan ideologi Pancasila telah diwujudkan nyata.
“Semua yang disampaikan oleh Paman Yani banyak materi penting didalamnya. Terlebih, kami terbantu karena ini juga merupakan program Kesbanpol sebagai bentuk menangkal ancaman yang masuk ke negera termasuk di banua,” ucapnya.
Dia menambahkan, materi yang ditekankan untuk dapat diwarisi oleh peserta didik ditingkat menengah pertama lebih kepada penekanan empat pilar berbangsa dan bernegara.
“Jadi, apabila 4 pilar ini kita pahami. Tentu, apapun yang masuk seperti radikalisme apa pun itu dapat secara baik ditangkal,” ucapnya.
Di lokasi yang sama, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Batulicin, Supiani, berharap, dengan adanya wawasan kebangsaan dan penanaman ideologi Pancasila yang diberikan legislatif asal Dapil VI DPRD Kalsel tersebut dapat diamalkan secara lebih baik lagi oleh peserta didik untuk arah pembangunan ataupun dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
“Materi yang disampaikan ini sangat bermanfaat. Kita ketahui wawasan kebangsaan kepada generasi muda cukup minim. Dengan hadirnya legislatif dari Paman Yani bisa memberikan kekuatan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya. (RHS/RDM/RH)
Disdikbud Kalsel Terus Majukan WBTb di Banua
BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus berupaya memajukan Warisan Budaya Tak benda (WBTb) di Banua.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, Kepada Abdi Persada FM, pada Kamis (8/12) petang menjelaskan, untuk melakukan strategi Pelestarian Kebudayaan dengan cara Pelindungan,Pengembangan,
Pemanfaatan dan Pembinaan terhadap budaya lokal, terutama Warisan Budaya Tak benda (WBTb), pihaknya menggelar kaji tiru ke Provinsi Sumatra Barat baru-baru tadi.
“Hasil sharing diperoleh Tips dan Trik dari Sumbar memajukan kebudayaan WBTb,” katanya
Raudati menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi Provinsi Sumatera Barat, telah ditetapkan sebanyak 19 buah WBTb di Indonesia. Hal itulah menjadi motivasi untuk berupaya meningkatkan jumlah WBTb di seluruh 13 Kabupaten dan Kota.
“Selama ini di Provinsi Sumbar, telah membentuk Tim Warisan Budaya Tak benda, berkolaborasi dengan perguruan tinggi, untuk pembuatan kajian karya budaya,” jelasnya
Lebih lanjut Helda (sapaan akrabnya) menambahkan, sejak tahuk 2017 lalu di Provinsi Sumatera Barat, untuk bidang Kebudayaan berdiri sendiri sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hal yang sama dengan beberapa provinsi lain diantaranya DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mempercepat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan terutama kemajuan Kebudayaan.
“Meski di Kalsel Bidang Kebudayaan tidak seperti di Provinsi lain, kami tetap berupaya memajukan tidak hanya Warisan Budaya Tak benda juga kesenian, sejarah dan tradisi, museum hingga cagar budaya di Kalsel, agar tetap lestari di masa kini, maupun akan datang, sebagai objek kepemilikan bersama yang menjadi warisan bagi generasi berikutnya,” tutup Helda. (NHF/RDM/RH)
Pemuda Bershalawat Digelar Dispora Kalsel
BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan menggelar, Pemuda Bershalawat di Masjid Nurul Ikhlas Banjarmasin, Kamis petang (8/12).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, acara Pemuda Bershalawat ini merupakan program kerja dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pemuda Bershalawat yang digelar ini merupakan program kerja dari Dispora Kalsel,” ungkap Hermansyah, kepada Abdi Persada FM, disela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan Pemuda Bershalawat ini merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menggelar bershalawat bersama.
“Sedangkan tujuan dari program Pemuda Bershalawat ini, agar para pemuda tidak hanya sukses di bidang ilmu pengetahuan tetapi juga di bidang keagamaan,” ucapnya.
Pada kegiatan Pemuda Bersholawat ini dihadiri Ustadz Ahmad Sufian Al Banjari, yang mengisi tausiyah.
Sementara itu, Ustadz Ahmad Sufian Al Banjari memberikan apresiasi terhadap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menggelar kegiatan Pemuda Bershalawat di Banua ini.
“Kami memberikan apresiasi dan dukungan atas diselenggarakan kegiatan pemuda Bershalawat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga,” ungkapnya.
Menurut Ustadz Sufian, dengan adanya kegiatan pemuda Bershalawat ini, diharapkan akan mendapatkan pemuda yang berkarakter Islami.
“Dengan adanya program Pemuda Bershalawat maka diharapkan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan lebih mencintai dan meneladani Nabi Muhammad,” ucap Ustadz Sufian. (SRI/RDM/RH)
Inovasi di RSUD Ulin Banjarmasin Untuk Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat
BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarmasin menggelar lomba inovasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, maka RSUD Ulin Banjarmasin pada setiap tahunnya menggelar lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin.
“Di RSUD Ulin Banjarmasin memiliki tradisi untuk menggelar lomba inovasi tingkat RSUD Ulin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (8/12).
Menurut Izzak, lomba inovasi ini tentunya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Misalnya inovasi yang dilakukan pada bidang administrasi kepegawaian, administrasi pasien, penanganan obat, sehingga dengan adanya inovasi, pencarian akan mudah dilakukan demi kenyamanan pasien,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin memberikan dorongan terhadap, peningkatan inovasi di tempat mereka tersebut.
“Saat ini kami memberikan dorongan dan dukungan kepada seluruh karyawan RSUD Ulin Banjarmasin, untuk dapat terus berinovasi dalam rangka peningkatan mutu dan menjamin keselamatan kepada pasien,” tuturnya lebih lanjut.
Lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin, akan dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun tahun mendatang.
“Saat ini untuk peserta lomba inovasi Tingkat RSUD Ulin Banjarmasin terus mengalami peningkatan,” ucap Izzak.
Pemenang lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2022, untuk juara 1 dari Tim Tulip 1C dan Dokter BTKV dengan Inovasi water sealed drainase modifikasi. Juara 2 dari Ruang Rawat ICU RSUD Ulin dengan Inovasi optimalisasi layanan ketersediaan tempat tidur menggunakan sistem informasi intensif care unit. Sedangkan juara 3 dari bagian perencanaan dan organisasi RSUD Ulin dengan Inovasi Sisusun Rakat (Sistem Survei Kepuasan Masyarakat). (SRI/RDM/RH)
Legislator Kalsel Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Bagi Warga
BANJAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Isra Ismail memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi warga Desa Handil Manarap Baru Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.
Menurut Isra, pemeriksaan kesehatan ini sebagai tindaklanjut dari sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan yang dilaksanakannya, beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan itu, seorang peserta bertanya kepada petugas kesehatan yang menjadi salah satu narasumber tentang pengaruh debu yang dihasilkan dari penggilingan padi terhadap kesehatan.
“Nah dokter ini berkeinginan melakukan penelitian terhadap orang yang bertanya tadi. Guna memastikan hal tersebut, kami bawa dokternya langsung ke pabrik penggilingan padi dan memeriksa kesehatan pemilik pabrik dan karyawannya,” kata Isra kepada wartawan, Kamis (8/12).
Isra menyambut baik keinginan warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Hal itu artinya warga menjadi lebih paham tentang pentingnya kesehatan setelah mengikuti sosialisasi Perda yang dilaksanakannya.
Sementara itu, petugas kesehatan, dr Ita menjelaskan debu dan bahan kimia di tempat kerja bisa masuk ke saluran pernafasan manusia. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan penyakit kronis.
“Dari beberapa penelitian menyebutkan debu yang ukurannya kecil itu dapat masuk ke saluran pernafasan. Jika menumpuk selama bertahun-tahun, maka bisa menyebabkan perubahan fungsi paru,” jelasnya.
Oleh karena itu, dr Ita menyarankan agar warga memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat setiap enam bulan sekali sehingga bila ada gejala penyakit dapat diantisipasi sejak dini.
Sedangkan, Pemilik Pabrik Penggilingan Padi, Jumran mengucapkan terimakasih atas fasilitasi pemeriksaan kesehatan tersebut. Ia mengaku sempat khawatir dengan kondisi kesehatannya, meskipun tidak memiliki keluhan. Namun dirinya bersyukur setelah dilakukan pemeriksaan disebutkan bahwa dirinya belum ada indikasi memiliki penyakit paru.
“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan. Setidaknya setelah diperiksa, kami mengetahui bahwa belum kena gejala penyakit paru. Saat bekerja kami memakai masker dan saya juga bukan perokok,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)
DWP Banjarmasin Diharapkan Cerdas Bermedsos
BANJARMASIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banjarmasin, menggelar Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ke 23 tahun, dengan mengangkat tema membangun perempuan cerdas untuk memperkuat ketahanan keluarga di Era Digital.
Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin, Siti Wasilah Ibnu Sina, disela kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun ke 23, di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin kepada wartawan Kamis (8/12) menjelaskan, Ibu DWP Banjarmasin haruslah cerdas memanfaatkan media sosial, dengan cara memberikan support dalam mendukung kinerja pembangunan. Namun jangan terlena dengan keaktifan di medsos, hingga melupakan pola asuh anak di rumah.
“Anggota DWP Banjarmasin merupakan para istri ASN, maka harus terus suport para suaminya,” katanya
Disampaikan Wasilah, anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ini, hendaklah bijak menggunakan media sosial, karena perkembangan teknologi saat ini dapat memberikan pengaruh kurang baik terhadap anak dan remaja, jika tidak diarahkan dengan baik, sehingga prioritas pola asuh anak.
“Jangan sampai semua ketergantungan dengan gadget, sebagai ibu di rumah tangga memiliki peran penting dalam pendidikan anak,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT DWP Banjarmasin, Rita Mahanani, mengatakan, peringatan ini merupakan perdana sebagai tuan rumah HUT, pihaknya sangat senang. Ia berharap, melalui yang disampaikan Penasehat DWP dapat menjadi perhatian dan pengawasan penggunaan para ibu-ibu terhadap anaknya dalam menggunaan gadget.
“Kita akan implementasikan dalam pola asuh anak dan cerdas menggunakan media sosial,” tutupnya
Disela kegiatan HUT DWP Banjarmasin, digelar bakti sosial berupa pemberian bantuan tali asih bagi anak-anak tenaga honorer sebanyak 160 orang, dan bantuan sembako kepada warga tidak mampu 10 orang. Selain itu juga diberikan piala peringkat E-Reporting kepada SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.
Untuk diketahui, Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ke 23 tahun, dihadiri Penasihat DWP Banjarmasin Siti Wasilah Ibnu Sina, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin Rusdiani Ikhsan Budiman, Ketua DWP Provinsi Kalsel, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Ketua DWP Kabupaten Banjar, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Banjarmasin, Madyan, Kepala Dinas Sosial Banjarmasin Doly Sahbana, Wakil Ketua Gatriwara DPRD Banjarmasin Nelly Listiani, dan perwakilan Persit dan Bhayangkari Cabang Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
Tingkatkan Minat Baca, Dispersip Kalsel Gandeng Bunda Literasi
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop bersama Bunda Literasi Kalsel, untuk mendorong peran berbagai pihak dalam meningkatkan minat baca.
Kegiatan yang diikuti Bunda Literasi kabupaten/kota, Kepala Dispersip di 13 kabupaten/kota, Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten/kota, Duta Baca, dan para penggiat literasi dilaksanakan di salah satu hotel berbintang, Kamis (8/12).
Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan, upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat perlu melibatkan semua pihak, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi dengan semua pihak harus kita lakukan, baik Bunda Literasi, satuan kerja perangkat daerah lain, para Duta Baca, penggiat literasi, dan banyak lagi. Pada kegiatan inilah kita samakan misi untuk bergerak bersama,” katanya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin, menginginkan kerja sama Bunda Literasi kabupaten/kota untuk merangkul berbagai organisasi, guna mempromosikan minat baca terhadap generasi penerus sejak dini, yang dimulai dari lingkup keluarga.
“Pada era digital saat ini peran orang tua untuk mendekatkan buku terhadap anak sangat diperlukan, guna menumbuhkan minat baca terhadap generasi mendatang. Jangan hanya dikenalkan dengan gadget, namun juga buku,” terangnya.
Sedangkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel Faried Fakhmansyah, yang juga memberikan materi dalam kegiatan ini, mengaku siap bersinergi guna mencapai misi Kalsel Cerdas.
“Kita dapat berkolaborasi melalui pembangunan perpustakaan atau taman baca di desa-desa. Hal ini sejalan dengan program kita untuk mendorong desa yang berkualitas,” tambahnya.
Workshop ini juga disiarkan melalui Zoom Meeting dan Kanal Youtube Dispersip Prov Kalsel. Tidak hanya masyarakat di Kalsel, tetapi juga diikuti dari berbagai daerah di luar Kalimantan. (NRH/RDM/RH)

