Pemkab Banjar Akan Telaah Soal Penerapan Aturan Media Harus Terverifikasi Dewan Pers

SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menelaah aturan soal rencana kebijakan media mainstream wajib terverifikasi Dewan Pers. Sebagai penguatan, bakal didiskusikan bersama Bupati Banjar, Saidi Mansyur, terkait penerapannya nanti yang dituangkan ke dalam peraturan daerah.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, Aidil Basith, mengungkapkan, meski secara aturan belum dituangkan ke dalam perda. Namun, pihaknya sementara menjalankan sesuai apa yang sama diterapkan seperti Pemkot Surabaya.

“Karena belum ada yang mengatur seperti Perbup atau perdanya. Sama halnya dengan Pemko Surabaya yang tak semua media terverifikasi Dewan Pers,” ujarnya kepada awak media, Kamis (27/10) sore.

Soal penerapannya atas adanya kebijakan ini, dirinya memaparkan, belum bisa memastikan kapan peraturan tersebut bakal dilaksanakan.

“Yang jelas, kami akan menggodok aturan ini nantinya. Tetapi, kalau pun telah menjadi aturan, kemungkinan Pemkot Surabaya juga bakal ikut menerapkan kebijakan,” paparnya.

Namun secara birokratis, Pemerintah Kabupaten Banjar tetap mengikuti secara disiplin atas prosedur terkait kebijakan dari Dewan Pers.

“Agar ke depannya dapat menjalin kerja sama dengan seluruh media di Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Informasi Pelayanan Publik dan Statistik Diskominfo Kota Surabaya, Indrianto Heryawan, membeberkan, ada sekitar 170 media yang tercatat. Namun, untuk Pokja Pemkot Surabaya hanya terdaftar sebanyak 150 jurnalis.

“Namun, yang tereverifikasi Dewan Pers ada sekitar 70 media saja,” bebernya.

Apalagi, menurut Indrianto, saat ini jumlah persebaran media mainstream (online) mulai menjamur. Bahkan, sangat mudah membuatnya.

“Tetapi, untuk mendapatkan advetorial pemberitaan di Pemkot Surabaya cukup memenuhi beberapa syarat dan harus dipenuhi termasuk NIB, akta pendirian dan  sebagainya,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Rachmah Dorong Penguatan LKS di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias mendorong penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang ada di Provinsi Kalsel, khususnya di kota Banjarmasin. Mengingat, keberadaan LKS untuk membantu pemerintah dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Karena itu, kami melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Hal ini sebagai upaya untuk menyamakan pemahaman dan pengetahuan LKS dalam melayani masyarakat yang membutuhkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (26/10).

Rachmah menilai perhatian dari pemerintah baik di tingkat provinsi kabupaten kota di Kalsel, dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sudah cukup baik. Namun ia berharap hal tersebut lebih ditingkatkan lagi ke depannya.

“Untuk di kota Banjarmasin, ada bantuan rantangan bagi lansia dan untuk provinsi ada bantuan sembako. Diharapkan ini bisa lebih meningkatkan lagi,” tambahnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi Perda yang menghadirkan narasumber yaitu Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana ini diikuti pengurus Yayasan Uma Kandung dan beberapa LKS yang ada di kota Banjarmasin. (NRH/RDM/RH)

Jelang HUT ke 71 Humas Polri, Polda Kalsel Gelar Baksos dan Bakkes

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 71 Humas Polri Tahun 2022.

Kegiatan yang diisi dengan donor darah serta pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada insan media, anggota bidang Humas Polda Kalsel tersebut dilaksanakan di aula Mathilda Batlayeri Polda Kalsel, Jum’at (28/10).

Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Andi Rian R Djajadi mengharapkan melalui kegiatan ini dapat terjalin kerjasama dan kolaborasi yang baik antara Polda Kalsel dan media yang ada di Kalsel. Mengingat media memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan masyarakat.

“Kerjasama ini diperlukan agar informasi-informasi yang perlu disampaikan ke publik supaya bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, kegiatan baksos dan bakkes Polda Kalsel berlangsung lancar, tertib serta penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bingkisan secara simbolis dari Kapolda Kalsel kepada perwakilan insan media serta sesi foto bersama. (NRH/RDM/RH)

Maksimalkan Nilai IKM 2022, Dinas PMPTSP Kalsel Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Segala Aspek

BANJARBARU – Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan (PMPTSP Kalsel) pada semester I tahun 2022 mencapai 88,75. Nilai tersebut menurun dibanding semester yang sama di tahun 2021 yakni 89,25.

Meski hanya selisih 0,5 poin, jumlah tersebut dirasa begitu tinggi. Terbukti, demi melakukan perbaikan terhadap nilai IKM tahun 2022, Dinas PMPTSP Kalsel mengundang pelaku usaha dan unsur lapisan masyarakat lainnya dalam Forum Konsultasi Publik (FKP), di Aula Dinas PMPTSP Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (26/10) lalu, untuk mendengar langsung berbagai keluhan dan masukan mereka.

“Kita ingin mereka (undangan) untuk memberikan masukan-masukan konstruktif guna perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan kami,” ucap Plt Kepala Dinas PMPTPS, Hanifah Dwi Nirwana baru-baru tadi.

Dalam hasil pertemuan tersebut, Hanifah mengaku pihaknya sudah mendapatkan beberapa catatan yang akan dan sedang ditindaklanjuti oleh Dinas PMPTSP Kalsel serta sektor institusi lainnya.

Salah satunya yakni melakukan sosialisasi dan internalisasi yang lebih masif terkait penerapan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko.

“Tentu ini kita akan bekerja bersama teman-teman PMTSP serta teman-teman yang berkontribusi dalam pelayanan perijinan di Kabupaten Kota ataupun di sektoral,” ungkapnya.

Selain itu, Hanifah mengaku pihaknya juga akan lebih meningkatkan kualitas fasilitas sarana prasarana, serta meningkatkan kompetensi SDM dalam memberikan pelayanan melalui program pendidikan dan pelatihan.

“Jadi nanti kita berikan pelatihan kepada teman-teman di front office tentan bagaimana attitude dalam menerima tamu, bagaimana integritas mereka. Meskipun mereka sudah pernah mendapatkan pelatihan tersebut, tetapi masih harus kita refresh kembali,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Cabor Silat Kalsel Berhasil Loloskan Atlet Putra Kelas B ke Babak Selanjutnya

BANJARMASIN – Pertandingan pada Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Zona III di Provinsi Kalimantan Selatan, mulai mempertandingkan cabang olahraga, seperti silat.

Pelatih Utama Pecak Silat Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan Muhrani mengatakan, cabang olahraga pecak silat memulai pertandingan di hari pertama dengan mempertandingkan kelas A, B, C, serta D, untuk putra dan putri, di Gedung Chandra Banjarmasin.

Pelatih Utama Pecak Silat Muhrani dan Atlet Rezky

“Pada hari pertama pertandingan atlet pecak silat Kalimantan Selatan Rezky Alfi Sahri yang berlaga pada kelas B putra, berhasil menang telak dengan score 5 – 0 untuk kemenangan Kalimantan Selatan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Jumat (28/10).

Muhrani mengatakan, pada Pra Popnas Zona III di Provinsi Kalimantan Selatan ini, pihaknya menargetkan dapat meloloskan sebanyak banyaknya atlet untuk dapat berlaga selanjutnya di Popnas Tahun 2023 di Bangka Belitung mendatang.

“Pada Pra Popnas Zona III ini, kami menargetkan dapat meloloskan sebanyak banyaknya atlet silat,” ujarnya.

Menurut Muhrani, pada Pra Popnas Zona III ini, untuk lawan terberat dari Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Jawa Tengah dan Bali. Mengingat, kedua daerah tersebut sering menggelar kejuaraan di daerah mereka.

“Pada Pra Popnas Zona III ini, atlet pecak silat Provinsi Kalimantan Selatan dapat memberikan prestasi terbaik mereka,” ucapnya.

Sementara itu atlet pecak silat Rezky mengatakan, ia bersyukur telah berhasil lolos pada babak selanjutnya. Setelah berhasil mengalahkan atlet dari Bali.

“Tidak sia sia latihan selama ini, sehingga dapat maju pada babak selanjutnya,” ungkap Rezky.

Rezky mengatakan, ia siap menghadapi lawan selanjutnya, dan meminta doa dan dukungan dari masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan agar dapat membawa keberhasilan di Pra Popnas Zona III ini.

“Kami meminta doa dan dukungan dari masyarakat Kalsel, agar dapat berhasil pada pertandingan,” ucap Rezky.

Pada waktu yang sama cabor Tenis juga melaksanakan pertandingan, di Lapangan Tenis Dharma Praja Banjarmasin.

Panitia Cabang Olahraga Tenis Pra Popnas Kalsel Muhammad Rizani mengatakan, pada hari pertama pertandingan tenis ini, diikuti oleh tiga regu tim putra dari Kalsel, Kalteng, Yogyakarta, serta beregu putri dari Kalsel serta Bali. Untuk pertandingan cabang olahraga tenis Pra Popnas Zona III di Provinsi Kalimantan Selatan ini, digelar dari tanggal 28 sampai 1 November 2022.

Serta cabor Sepak Takraw Pra Popnas Zona III di Kalsel, memulai pertandingan di Gedung Voli SKB Mulawarman. Pada hari pertama ini mempertandingkan, Pool A dan B, yang diikuti oleh Banten, Jateng, Bali, Kalsel, serta Kalteng. (SRI/RDM/RH)

Hari Sumpah Pemuda, Pemprov Serahkan Bantuan Kepada Puluhan Pemuda Pelopor se-Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 94, di Halaman Sekretariat Daerah Kalsel, Banjarbaru, Jumat (28/10) pagi.

Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudun Amali.

Suasana upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 94 di Halaman Sekda Kalsel, Banjarbaru

Dengan tema “Bersatu Bangun Bangsa”, peringatan Hari Sumpah Pemuda di tahun ini memberikan pesan mendalam bahwa bersatu padu adalah harga mati yang harus dikuatkan untuk membangun ketangguhan. Dimana dengan ketangguhan dan persatuan tentunya akan menjadi kekuatan untuk melakukan pembangunan peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa Indonesia.

“Inilah yang menjadi tekad kita untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan mewujudkan cita-cita pada saat ini dan sepanjang masa. Semangat untuk selalu bersungguh-sungguh membangun Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur secara dinamis sesuai konteks lingkungan strategis yang selalu berubah,” ujar Sahbirin Noor saat membacakan sambutan Menpora.

Menurutnya, pemuda adalah tokoh-tokoh yang akan berperan pada masa yang akan datang. Sehingga upaya pemberdayaan dan pengembangan pemuda menjadi kreatif, inovatif, kolaboratif dan mandiri serta berkarakter mulia perlu dikembangkan, agar pemuda dapat menghadapi situasi yang tidak menguntungkan dan mampu mencapai prestasi tinggi.

“Di peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 94 ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kita bersama membangun bangsa,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Pemprov Kalsel juga menyerahkan bantuan kepada pemuda berperstasi serta pemuda yang menjadi wirausaha.

Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah provinsi terhadap kiprah pemuda yang memiliki kreatifitas dan inovasi untuk kemajuan banua.

“Kita berikan bantuan kepada mereka dan ini adalah bukti nyata dari kiprah pemuda untuk menghasilkan pemuda yang kreatif, inovatif dan pemuda bermoral,” ucapnya.

Untuk diketahui, penghargaan dan bantuan diberikan kepada 58 Kelompok Usaha Pemuda Produktif, 13 orang Pemuda Produktif, serta 6 Pasangan Inspiratif se-Kalsel.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (tengah) saat menyerahkan bantuan kepada KUPP disabilitas.

“Di hari peringatan ini kita sama-sama berharap pemuda dan seluruh lapisan masyarakat lainnya dapat semakin berkembang, bersaing menghadapi tantangan jaman yang cukup berat saat ini,” harapnya.(SYA/RDM/RH)

BPKP Kalsel Lakukan Analisis dan Evaluasi Kasus Perjalanan Dinas Anggota DPRD Kabupaten Banjar

BANJARBARU – Audit Investigatif terkait atas Dugaan Penyimpangan Dana Perjalanan Dinas Luar Daerah Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Banjar Periode Tahun 2020 dan 2021, memasuki proses analisis dan evaluasi oleh Tim Audit Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan.

Audit Investigatif ini dilakukan untuk menindaklanjuti atas dugaan pelanggaran atas Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional yang mengatur satuan biaya honorarium, satuan biaya perjalanan dinas dalam negeri, satuan biaya rapat/pertemuan di dalam dan di luar kantor, satuan biaya pengadaan kendaraan, dan satuan biaya pemeliharaan.

Diduga, dalam pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Banjar dimanipulasi sehingga tidak sesuai dengan tarif yang telah diatur oleh pemerintah.

Kepala Perwakilan BPKP Kalsel, Rudy M Harahap menyampaikan bahwa Tim Audit BPKP Kalsel telah melaksanakan tahapan prosedur perencanaan berupa ekspos dengan Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar dan proses telaah resume dugaan penyimpangan yang diperoleh dari tim Penyidik.

“Tim kami juga terus berkoordinasi dan meminta dokumen tambahan yang masih diperlukan melalui tim Penyidik ataupun secara langsung ke Sekretariat DPRD. Hal lain seperti permintaan wawancara, konfirmasi dan klarifikasi atas data yang diperoleh kepada pihak terkait, terus tim lakukan,” tambahnya.

Tim Audit BPKP juga sudah mulai melakukan Audit Investigatif pada 3 Oktober 2022 atas permintaan Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar dan sekarang sedang dalam proses analisis dan evaluasi. Apabila nantinya terbukti ditemukan adanya manipulasi dokumen, menaikkan dari harga sebenarnya (mark up), dan/atau perjalanan dinas rangkap (dua kali atau lebih) yang menyebabkan kerugian keuangan negara, akan segera kami sampaikan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.

Ditambahkan Rudy, bahwa Pimpinan dan anggota DPRD merupakan bagian dari pejabat daerah bersama dengan gubernur/bupati/walikota dan perangkat daerah lainnya, sehingga dalam melakukan perjalanan dinas harus merencanakan kegiatan yang dapat dibiayai perjalanan dinasnya.

“Perjalanan dinas tidak dapat dilaksanakan tanpa tujuan yang jelas dan harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta wajib mempertanggungjawabkan sebesar biaya riil perjalanan dinas, bukan sebesar pagu yang tersedia,” imbuh Rudy.

Menurutnya, komponen biaya perjalanan dinas untuk pimpinan dan anggota DPRD diatur sama dengan pejabat negara dan pejabat daerah lainnya dengan uang representative serta sesuai biaya riil (at cost) untuk transportasi dan penginapan dengan didukung bukti-bukti yang benar. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Andi Rian Silaturahmi Perdana Dengan Gubernur Kalsel

BANJARMASIN – Sepekan setelah dilantik Kapolri menjadi Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi bersilaturahmi dengan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Kamis (27/10) pagi.

Suasana saat silaturahmi Kapolda dengan Gubernur Kalsel

Didampingi Irwasda, Dir Intelkam, Dir Reskrimsus dan Kabid Propam Polda Kalsel, kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Brigjen Pol Andi Rian setelah menjabat sebagai Kapolda Kalsel.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Andi Rian menyampaikan, bahwa kehadirannya untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas Polda Kalsel dan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam mendukung program pemerintah serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah setempat.

“Dalam meningkatkan kerjasama perlunya menjalin hubungan komunikasi dan kerja sama yang baik dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga ekonomi tetap tumbuh dan keamanan di wilayah ini pun tetap kondusif,” jelas Brigjen Pol Andi Rian.

Dengan pertemuan ini, pihaknya berharap bisa mendapat informasi – informasi untuk membantu mendorong pembangunan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Pertemuan ini juga sebagai ajang nostalgia dimasa saat bertugas di Kabupaten Kotabaru beberapa puluh tahun lalu. Kedepannya kerjasama ini terus dilakukan dan ditingkatkan,” harapnya.

Sementara itu Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menyambut baik dan menyampaikan harapannya dan mohon dukungan dari Kapolda Kalsel Brigjen Pol Andi Rian guna bersama-sama menuntaskan permasalahan – permasalahan yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Tingkatkan Nilai IPLM, Dispersip Kotawaringin Barat Kaji Tiru ke Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kalimantan Selatan yang menjadi peringkat pertama dari 34 provinsi se-Indonesia dalam dua tahun berturut-turut menarik perhatian berbagai pihak.

Suasana Kunjungan Dispersip Kotawaringin Barat ke Dispersip Kalsel

Salah satunya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang kemudian bertandang ke Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (27/10).

Rombongan Dispersip Kotawaringin Barat yang dipimpin Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Aldrin A Tindan diterima oleh Kepala Dispersip Kalsel yang diwakili Plt Sekretaris, Endang Camsudin beserta jajarannya.

“Kami melaksanakan kegiatan kaji tiru terkait pengembangan pembinaan perpustakaan di Kalsel karena kami merasa perlu banyak menggali dari yang mempunyai pengalaman yang cukup banyak,” kata Aldrin kepada wartawan, di sela kegiatan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin menekankan pentingnya meningkatkan minat baca dan pelayanan kepada masyarakat semakin membaik, khususnya bagi pengunjung perpustakaan.

“IPLM ini bukan tujuan akhir, tetapi kami ingin bagaimana pelayanan ini bisa dinikmati masyarakat. Kita terus tingkatkan pelayanan. Alhamdulillah kerja kami untuk mendekatkan pelayanan dan agar bisa dinikmati dengan nyaman oleh masyarakat juga menghasilkan nilai IPLM tertinggi di Indonesia,” jelasnya.

Selain berdiskusi seputar cara meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan, rombongan Dispersip Kotawaringin Barat juga diajak berkeliling melihat langsung fasilitas, sarana dan prasarana Dispersip Kalsel, antara lain perpustakaan palnam, perpustakaan anak, mobil perpustakaan keliling serta gedung perpustakaan disabilitas. (NRH/RDM/RH)

City Tour Kafilah MTQ Nasional ke-29 Hasilkan Kemajuan Destinasi Wisata Banua

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, baru saja menggelar city tour bagi para kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional ke 29, dan hasilnya memberikan dampak kemajuan dalam destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di ruang kerjanya pada Kamis (27/10) sore menjelaskan, pelaksanaan city tour yang dimulai 16 – 18 Oktober 2022 lalu, dengan mengunjungi destinasi wisata unggulan baik di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar, ternyata memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu para kafilah selain kagum dengan destinasi, juga membeli berbagai produk khas Kalsel.

“Kita apresiasi peranan besar dari Pokdarwis yang sudah menyiapkan jauh hari, untuk menerima tamu dari luar provinsi terutama para kafilah MTQN,” ucapnya.

Syarifuddin menjelaskan, para kafilah yang melaksanakan city tour, sangat tertarik membeli berbagai macam kerajinan tangan yang terdapat di beberapa destinasi wisata untuk dijual, seperti kain sasirangan, tas purun, batu permata serta produk makanan ringan.

“Khas Kalsel ini menjadi daya tarik dan diminati mereka,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, kegiatan city tour ini sebagai salah satu upaya untuk semakin memperkenalkan berbagai destinasi wisata baik religi, keindahan alam dan ragam budaya di Banua. Ia berharap mereka akan kembali mengunjungi ke Kalimantan Selatan.

“Ada sebanyak 2.343 peserta yang melaksanakan city tour, ini membuktikan provinsi lain begitu antusias berwisata,” tutup mantan Pjs Bupati Kotabaru.

Untuk diketahui, city tour destinasi wisata yang dikunjungi diantaranya, untuk Kota Banjarmasin, wisata religi ke Makam dan Mesjid Sultan Suriansyah, Mesjid Sabilal Muhtadin dan Mesjid yang terkenal di Kubah Basirih, kemudian pasar terapung di Siring Pierre Tendean. Sedangkan Kota Banjarbaru mengunjungi Kampung Purun, Pendulangan Intan Cempaka, Museum Lambung Mangkurat, dan Kebun Raya Banua di Komplek Perkantoran Sekretariat Daerah Kalsel, kemudian untuk Kabupaten Banjar, berkunjung ke Makam Guru Sekumpul, Datu Kelampaian, Taman Hutan Rakyat, Bukit Batu, serta Desa Wisata Tiwingan Lama. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version