Sahbirin Noor Dilantik Sebagai PAW Ketua KORMI Kalsel

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor resmi dilantik sebagai PAW Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2018-2023, di Gedung Mahligai Pancasila, Senin Malam (17/1). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum KORMI Nasional Hayono Isman.

Sahbirin Noor menerima bendera KORMI

“KORMI Nasional percaya dengan dijabatnya KORMI Kalimantan Selatan oleh Gubernur Sahbirin Noor, merupakan suatu yang sudah tepat,” ungkap Ketua Umum KORMI Nasional Hayono Isman, kepada sejumlah wartawan.

Mengingat, Gubernur Sahbirin Noor merupakan pencinta olahraga. Maka diharapkan, KORMI di Kalimantan Selatan dapat berkembang dengan maksimal.

“Dengan dipegang Langsung oleh Gubernur maka diharapkan KORMI Kalsel akan semakin berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, PAW Ketua Umum KORMI Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang baru saja dilantik menyatakan, ia siap memajukan olahraga tradisional di provinsi ini.

“Kami siap menjalankan amanah ini dengan sebaik baiknya,” ucap Sahbirin Noor.

Menurut Sahbirin Noor, dengan semakin diminati olahraga tradisional di masyarakat. Maka, akan membawa kegembiraan bagi masyarakat tersebut.

“Mengingat, olahraga tradisional ini identik dengan kegembiraan, dan memberikan nilai sehat, maka masyarakat Kalsel akan semakin bugar,” ujar Sahbirin Noor.

Untuk diketahui, ditempat yang sama, Selasa (18/1), KORMI Kalsel menggelar Rapat Kerja Provinsi Tahun 2022. Saat membuka, Ketua Umum KORMI Nasional Hayono Isman, dalam sambutannya menyampaikan, agar seluruh peserta Rakerprov Kalimantan Selatan ini, dapat memasyarakatkan olahraga tradisional ini.

Maka, lanjutnya, dengan begitu KORMI mendukung program pemerintah untuk Indonesia Bugar mendatang.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula, program kerja KORMI Tahun 2022 ini, yang salah satunya akan dilaksanakannya Pornas . Sehingga, seluruh pengurus KORMI yang ada di 13 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan, diminta dapat mendukung pelaksanaan Pornas KORMI mendatang di Sumatera Selatan. (SRI/RDM/RH)

Forkopimda Banjarbaru Ajak Ramaikan Tradisi “Mawarung”

BANJARBARU – Aktivitas nongkrong di kafe memang menjadi salah satu kegiatan yang digemari banyak kalangan. Kendati tergerus perkembangan jaman, tradisi nongkrong di warung atau istilah masyarakat Kalimantan Selatan menyebutnya “Mawarung”, nyatanya juga masih bisa tetap eksis hingga sampai saat ini.

Hal itu sendiri ditunjukan oleh para unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarbaru. Senja hari usai menjalani aktivitas yang cukup padat, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, Wakil Wali Kota Wartono, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru Andri Irawan, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid, Komandan Kodim 1006/Martapura Letnan Kolonel Inf Imam Muchtarom dan Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah, menikmati waktu santai dengan Mawarung di kawasan Lapangan Murjani, Senin (17/1).

Para pimpinan instansi di wilayah Kota Banjarbaru ini secara spontan melakukan tradisi Mawarung setelah menghadiri acara seni budaya bertajuk Parade Senja. Dengan sajian minuman hangat, diskusi hingga canda tanda menghiasi waktu santai mereka.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, mengungkapkan bahwa tradisi Mawarung bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarbaru selalu kental akan suasana kekeluargaan dan persahabatan. Menurutnya banyak manfaat yang bisa dirasakan apabila tradisi Mawarung dilakukan secara positif.

“Menikmati waktu santai tidak harus ke tempat-tempat eksklusif dan harus merogoh kocek cukup mahal. Menurut saya tradisi Mawarung di Kota Banjarbaru selalu menjadi sarana yang paling tepat dalam menjalani silahturahmi baik terhadap keluarga maupun sahabat,” katanya.

Disamping itu, Aditya menuturkan bahwa dengan melakukan aktivitas Mawarung sama juga dengan membantu mata pencaharian masyarakat maupun para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Apalagi di tengah kondisi saat ini pasca dua tahun lebih lamanya dirundung pandemi COVID-19 turut menyebabkan kerugian ekonomi masyarakat.

“Secara tidak sadar dengan melakukan aktivitas Mawarung kita sudah membantu perekonomian masyarakat maupun para pelaku usaha UMKM. Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meramaikan tradisi Mawarung di Banjarbaru. Dimanapun tempatnya, ayo ajak kerabat-kerabat kita,” tuntasnya. (RILIS-RDM/RH)

Dalam Waktu Dekat, Dispersip Kalsel Akan Hadirkan Ustadz Das’ad Latif dan Mommy ASF

BANJARMASIN – Meskipun Indeks Pembangunan Literasi (IPL) Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2020 lalu mendapatkan penghargaan tertinggi di seluruh Indonesia, yakni mencapal 48,7 persen, namun tidak membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel berpuas diri.

Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang dipimpin oleh Nurliani tersebut terus mempromosikan literasi dan minat baca kepada masyarakat Banua.

Salah satunya, pada tahun 2022 ini, Dispersip Kalsel akan menghadirkan penulis-penulis ternama atau yang sedang hits ke Banua, antara lain Ustadz Das’ad Latif seorang Da’I kondang kelahiran Makasar Sulawesi Selatan dan drh. Eka Nur Prasetya alias Mommy ASF seorang penulis novel “Layangan Putus”.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan kedua penulis tersebut, tinggal menentukan tanggal kegiatannya saja. Rencananya pada Februari atau Maret mendatang,” kata Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani kepada wartawan, Sabtu (17/1) malam.

Diharapkan dengan kehadiran dua tokoh tersebut, minat baca dan literasi di Provinsi Kalsel semakin meningkat dalam rangka mewujudkan salah satu visi dan misi Gubernur Kalsel yaitu Kalsel Cerdas.

Untuk diketahui, selain seorang Da’I, Ustadz Das’ad Latif juga seorang penulis buku. Tercatat ada beberapa buku yang sudah ditulis oleh Ustadz kelahiran 21 Desember 1973 tersebut, diantaranya berjudul Islam yang Diperdebatkan “Membahas Masalah Khilafiah dalam Islam Perspektif Ilmiah” dan buku “Dari Hati ke Hati”. Sementara drh. Eka Nur Prasetya alias Mommy ASF seorang penulis novel yang ramai diperbincangkan publik usai tulisannya di salah satu aplikasi media social pada tahun 2019 diangkat dalam sebuah serial dengan judul “Layangan Putus”. (NRH/RDM/RH)

Siti Nortita Masifkan Sosper Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Kurang Mampu

BATOLA – Sejak disahkannya pada tahun 2015 lalu, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Kurang Mampu tampaknya masih belum banyak diketahui oleh masyarakat.

Hal inilah yang mendasari Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Siti Nortita Ayu Febria melakukan sosialisasi Perda tersebut kepada masyarakat kecamatan Mandastana dan Alalak, Sabtu (15/1).

Suasana Sosper Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin oleh Anggota DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu Febria

”Sosialisasi Perda ini sudah pernah kami laksanakan sekitar tiga bulan lalu, dan kami menemukan beberapa warga kurang memahami dan tidak mengetahui adanya Perda ini. Jadi banyak warga kurang mampu yang terlibat masalah hukum tidak menggunakan bantuan hukum gratis ini karena ketidaktahuan mereka terhadap Perda ini,” katanya.

Srikandi Partai Gerindra yang akrab disapa Ibu Tatum ini menjelaskan keberadaan Perda Nomor 10 Tahun 2017 tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu yang ingin mendapatkan keadilan, namun terhambat permasalahan keuangan yang tidak memungkinkan seperti menyewa jasa kuasa hukum atau pengacara dalam kasus yang mereka hadapi.

“Mudah-mudahan melalui sosper ini, masyarakat bisa lebih memahami dan memanfaatkan fasilitas bantuan hukum gratis yang diberikan Pemprov Kalsel serta menyebarluaskannya ke orang-orang di lingkungan mereka,” harapnya.

Sementara, salah satu nara sumber dalam kegiatan ini, Rommy Rahmat Rezeki mengimbau agar masyarakat kurang mampu yang terlibat masalah hukum tidak perlu takut untuk memanfaatkan bantuan hukum gratis yang difasilitasi oleh Pemprov Kalsel.

“Jadi selama tidak ada putusan dari pengadilan yang menyatakan orang tersebut sebagai terdakwa atau terpidana, secara tidak langsung masih disangkakan, jangan pernah takut untuk meminta bantuan hukum gratis kepada pemerintah karena hal ini berdasarkan adanya Perda ini,” imbaunya.

Untuk diketahui, syarat untuk mendapatkan bantuan hukum gratis telah diatur dalam Pasal 13 Perda Nomor 10 Tahun 2015 yaitu pemohon mengajukan permohonan bantuan hukum secara tertulis atau lisan kepada pemberi bantuan, permohonan sebagaimana dimaksud paling sedikit memuat identitas pemohon dan uraian singkat mengenai pokok persoalan yang dimintakan bantuan hukum serta melampirkan surat keterangan miskin dari lurah, kepala desa atau pejabat yang setingkat di tempat tinggal pemohon bantuan hukum dan dokumen yang berkenaan dengan perkara. (NRH/RDM/RH)

Disdag Kalsel Antisipasi Tingginya Harga Gula Pasir di Pasaran

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan mengantisipasi tingginya harga gula pasir putih, dengan menggelar rapat koordinasi bersama Bank Indonesia, Reskrimsus Polda Kalsel, Bulog dan pelaku usaha distributor di Kalimantan Selatan.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Birhasani, pada Senin (17/1) mengatakan, saat ini harga gula pasir putih, setelah natal dan tahun baru mengalami kenaikan. Perkilonya dikisaran Rp14.000 dan Rp15.000. Hal itu disebabkan musim panen tebu sudah lama berakhir, musim giling dan produksi sudah berakhir sejak Juli dan Oktober lalu, otomatis hingga sekarang beberapa pabrik gula ada yang tidak berproduksi.

“Ketersediaan gula pasir putih memang menurun, maka perlu dilakukan antisipasi,” ucapnya

Birhasani menjelaskan, pihaknya meminta
seluruh pelaku usaha distributor di Kalimantan Selatan, untuk menjaga stok dan berupaya meningkatkan pasokan barang dengan cara mencari pabrik gula baru di luar daerah.

“Kami siap mengawal dalam memberikan informasi dengan pabrik gula diluar Kalsel,” jelasnya.

Lebih lanjut Birhasani mengimbau, para distributor gula di Kalimantan Selatan, agar tidak menaikkan harga yang tidak wajar di pasaran, jangan sampai terjadi penimbunan barang serta melakukan distribusi dengan mengutamakan daerah kabupaten/kota.

“Reskrimsus Polda Kalsel beserta Polres kabupaten/kota, kita minta meningkatkan pengawasan, mencegah penimbunan barang,” katanya

Birhasani meminta, seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang, jangan melakukan aksi memborong gula pasir. Pemerintah daerah terus berupaya ketersediaannya tetap mencukupi, meski terjadi kenaikan harga yang masih wajar.

“Semoga di Februari ini gula mentah dari import akan datang, nanti diolah oleh semua pabrik di Indonesia, supaya terjadi penurunan harga di pasaran,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Ketua DPRD Banjarbaru Meminta, Seluruh Pihak Waspada Omicron

BANJARBARU – Meskipun kota Banjarbaru saat ini dipastikan aman dari Omicron yang merupakan virus varian baru COVID-19. Namun hal ini tetap diwaspadai. Demikian ditegaskan Ketua DPRD kota Banjarbaru Fadliansyah Akbar, kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin (17/1).

Menurut Fadli, dari perkembangan kasus virus varian baru ini di daerah luar seperti Jakarta, varian ini sudah melonjak tajam.

“Di sana jumlah kasusnya sudah mencapai ratusan, mungkin karena Jakarta juga merupakan pintu gerbang arus keluar masuk orang,” ungkapnya.

Tak ingin seperti Jakarta, Fadli mengharapkan Bandara yang ada di kota ini semakin ketat menerapkan protokol kesehatan dan pendeteksi, guna menghindari masuknya virus varian baru yang bernama Omicron ini.

“Saya harap di kota kita ini, ada pengetatan pintu-pintu masuk dan keluar orang. Misalnya seperti Bandara Syamsudin Noor maupun pelabuhan-pelabuhan dan pintu keluar masuk orang lainnya,” harapnya lagi.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan Fadli juga waspada, bersiap diri dan siaga terkait penyebaran virus ini.

“Pemerintah harus bersiap, karena Omicron ini dapat dikatakan ancaman baru dari COVID-19. Bukan hanya siap megantisipasi dengan pengetatan protokol kesehatannya, tapi juga siap dengan apabila nantinya varian baru ini masuk ke daerah ini,” pintanya.

Meski begitu, Ia tetap berharap varian Omicron ini jangan sampai masuk ke kota ini. Dan untuk itu kembali Ia mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan penggunaan masker, dimanapun berada. (RDM/RH)

Omicron Dipastikan Belum Masuk Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengklaim, hingga saat ini varian Omicron belum masuk ke kota berjuluk Seribu Sungai ini.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menerima laporan dari Kepala Dinas Kesehatan setempat, untuk varian Omicron belum ditemukan di Banjarmasin.

“Kami menerima laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, bahwa sampai saat ini Omicron belum ditemukan,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan, di Balaikota Banjarmasin, Senin (17/1).

Maka dengan begitu, lanjut Ibnu, pihaknya dapat menegaskan belum ada Omicron di kota ini.

Menurut Ibnu, meski angka kasus nasional untuk varian Omicron memang ada lonjakan. Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kasus Omicron bisa dicegah di Banjarmasin.

“Kami berharap Omicron tidak ditemukan di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Meski begitu, tambah Ibnu, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan antisipasi, untuk penanganan kasus Omicron dengan merekrut tenaga kesehatan (Nakes).

“Untuk mengantisipasi masuknya Omicron di Kota Banjarmasin, maka Pemko Banjarmasin merekrut tenaga kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin,” kata Ibnu.

Ditambahkan Ibnu, tenaga kesehatan tersebut nantinya, untuk ditempatkan di RSUD Sultan Suriansyah.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin mempersiapkan segala sesuatunya, untuk menghadapi Omicron.

“Kami berharap Omicron tidak seperti Delta, varian baru tersebut lebih mudah ditangani,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Baru Menjabat, Pangdam VI/Mulawarman Lakukan Kunker ke Rindam VI/Mulawarman

BANJARBARU – Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso melaksanakan kunjungan kerja ke Mako Rindam VI/Mulawarman, pada Senin (17/1).

Kedatangan Pangdam VI/Mulawarman disambut prajurit di kiri kanan jalan dan tarian Baksa Kambang serta dilaksanakan kegiatan penanaman pohon secara simbolis. Selanjutnya, Pangdam memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Rindam VI/Mulawarman, dan menyatakan suasana kerja di satuan tidak boleh tegang, namun harus menyesuaikan. Sehingga komunikasi dapat berjalan lancar di satuan.

Suasana kunker Pangdam VI/Mulawarman ke Rindam VI/Mulawarman di Banjarbaru

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, acara tersebut dihadiri para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Rindam VI/Mulawarman serta Persit KCK Rindam VI/Mulawarman.

“Terkait Rindam, ada peran yang sangat penting yaitu pelatih yang hebat akan menghasilkan prajurit yang hebat. Pelatih sangat menentukan, sehingga apabila ada kursus kepelatihan, ilmu yang diperoleh saat kursus harus disampaikan kepada jajaran di satuan agar dapat menyesuaikan sistem yang telah diperoleh,” ucap Pangdam saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, mekanisme latihan bertahap, bertingkat dan belanjut harus diberlakukan di satuan. Sehingga apa yang menjadi hak peserta didik juga tetap dapat diberikan.

“Ibu-ibu Persit juga harus memahami pekerjaan suaminya, sehingga mampu mendukung kinerja suami. Apabila ingin ada regenerasi prajurit, maka seluruh prajurit harus mempersiapkan anaknya dengan latihan yang baik agar bisa menuntaskan segala persyaratan dalam tes,” jelasnya.

Pangdam juga berpesan, untuk bijak menggunakan media sosial agar terhindar dari pelanggaran dan bahaya yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan satuan.

Pengarahan ini dilakukan secara interaktif dan lebih banyak tanya jawab antara Pangdam VI/Mulawarman serta seluruh peserta.

Pada kunjungan tersebut Pangdam VI/Mulawarman didampingi oleh Irdam VI/Mulawarman, Danrem 101/Antasari, Danrindam VI/Mulawarman, Asops Kasdam VI/Mulawarman, Dandeninteldam VI/Mulawarman, dan Ketua Persit KCK PD VI/Mulawarman serta pengurus. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Tingkatkan APM dan APK, Pemprov Kalsel Lanjutkan Pembangunan Sekolah Baru di Daerah Terpencil

BANJARBARU – Topografi dan geografis wilayah Provinsi Kalimantan Selatan terbagi atas empat kawasan yakni daerah rawa, dataran, pegunungan dan kepulauan. Kondisi ini berdampak pada infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah daerah terpencil jauh dari akses perkotaan.

Dilatari kondisi tersebut, Pemprov Kalsel kembali melanjutkan program pembangunan sekolah baru tingkat SMA/SMK di daerah daerah terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan prov Kalsel, Yusuf Effendi, mengatakan, sejak tahun 2017 – 2021, pihaknya telah mendirikan  12 unit sekolah baru (USB) tingkat SMA/SMK.

“Ditahun ini, kita akan membangun 5 unit sekolah baru SMA, SMK, SLB, di beberapa daerah Kabupaten, antara lain Kabupaten Banjar,Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Kabupaten Batola,” ungkapnya belum lama tadi.

Selain USB, Yusuf menyebut sejak tahun 2017 kemarin, pihaknya juga sudah membangun sebanyak 336 Ruang Kelas Baru (RKB). Dimana hal ini juga merupakan salah satu program untuk mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), serta Angka Lama Harapan Sekolah dan Angka Rata-Rata Lama Sekolah.

“Ini merupakan salah satu upaya kita untuk melakukan pemerataan perluasan akses pendidikan,” tambahnya.

Terkait pemerataan mutu pendidikan, pihaknya terus melakukan upaya optimalisasi terhadap delapan standar pendidikan.

Standar itu terdiri dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), pengelolaan, pembiayaan dan penilaian, yang antara lain dapat ditunjukkan seperti meningkatkan kesejahteraan GTK Non PNS yang berjumlah 5.375 orang agar meningkat kinerjanya.

“Kita sedang berupaya meningkatkan nilai upah guru non PNS, agar mengikuti dinamika Upah Minimum Provinsi (UMP),” jeslasnya.

Kemudian, pihaknya menambahkan program BOS dari pemerintah pusat dengan program BOSDA melalui APBD Provinsi Kalsel serta juga meningkatkan jumlah guru untuk mengikuti PPG melalui APBD Provinsi Kalsel agar terwujud guru yang profesional dan angka capaian sementara tahun 2020 sudah 74,36 persen.

“Mudah mudahan ini terus berjalan, dan bisa terus kita optimalkan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Akhir Januari, Pemko Banjarbaru Optimis, Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun Capai 90 Persen

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru hingga saat ini masih gencar untuk mewujudkan herd immunity di Kota ini, terlebih saat ini sudah memasifkan kalangan anak usia 6 – 11 tahun. Dan mengawali pekan ini, Senin (17/01) yang menjadi sasaran kegiatan vaksinasi anak adalah di SDN 3 Komet Kota Banjarbaru. Vaksinasi kepada 264 siswa di sekolah ini dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono Bersama Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono menyampaikan, vaksin yang disuntikan kepada anak usia 6 – 11 tahun seperti ini akan dilakukan serentak di Sekolah Dasar di Kota Banjarbaru.

“Mudah-mudahan diakhir bulan Januari ini target bisa tercapai minimal 90 persen. Dan Alhamdulillah dalam berjalannya vaksinasi mulai awal sampai hari ini pelaksanaan berjalan lancar,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wartono juga mengucapkan terima kasih kepada DInas Kesehatan dan DInas Pendidikan, serta kepada para tenaga medis, guru dan kepala sekolah atas perjuangan dan mengapresiasi terlaksananya vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun ini.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mengungkapkan, vaksinasi ini sangat penting dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Saya harapkan dengan vaksinasi yang dilaksanakan massif, setiap hari, seperti saat ini bisa tercapai target kita 90 persen. Sehingga kita sudah mempunyai standar herd immunity di lingkungan sekolah,” katanya.

Selain itu, Fadliansyah juga mengapresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, atas kerja keras tenaga kesehatannya yang turun langsung dalam pelaksanaan vakasinasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kota ini.

Untuk diketahui, berdasarkan data per Jumat (14/1) kemarin, capaian vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di Kota Banjarbaru berada pada angka persentase 21,16 persen, dan capaian ini menjadikan kota Banjarbaru masuk dalam daerah tertinggi se Kalimantan Selatan untuk capaian vaksin anak ini. Untuk itulah, Pemerintah Kota Banjarbaru sangat optimis taget vaksinasi dosis 1 untuk anak usia 6 – 11 tahun tercapai di Akhir bulan Januari 2022. (RDM/RH)

Exit mobile version