18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Tingkatkan APM dan APK, Pemprov Kalsel Lanjutkan Pembangunan Sekolah Baru di Daerah Terpencil

2 min read

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan prov Kalsel, Yusuf Effendi

BANJARBARU – Topografi dan geografis wilayah Provinsi Kalimantan Selatan terbagi atas empat kawasan yakni daerah rawa, dataran, pegunungan dan kepulauan. Kondisi ini berdampak pada infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah daerah terpencil jauh dari akses perkotaan.

Dilatari kondisi tersebut, Pemprov Kalsel kembali melanjutkan program pembangunan sekolah baru tingkat SMA/SMK di daerah daerah terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan prov Kalsel, Yusuf Effendi, mengatakan, sejak tahun 2017 – 2021, pihaknya telah mendirikan  12 unit sekolah baru (USB) tingkat SMA/SMK.

“Ditahun ini, kita akan membangun 5 unit sekolah baru SMA, SMK, SLB, di beberapa daerah Kabupaten, antara lain Kabupaten Banjar,Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Kabupaten Batola,” ungkapnya belum lama tadi.

Selain USB, Yusuf menyebut sejak tahun 2017 kemarin, pihaknya juga sudah membangun sebanyak 336 Ruang Kelas Baru (RKB). Dimana hal ini juga merupakan salah satu program untuk mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), serta Angka Lama Harapan Sekolah dan Angka Rata-Rata Lama Sekolah.

“Ini merupakan salah satu upaya kita untuk melakukan pemerataan perluasan akses pendidikan,” tambahnya.

Terkait pemerataan mutu pendidikan, pihaknya terus melakukan upaya optimalisasi terhadap delapan standar pendidikan.

Standar itu terdiri dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), pengelolaan, pembiayaan dan penilaian, yang antara lain dapat ditunjukkan seperti meningkatkan kesejahteraan GTK Non PNS yang berjumlah 5.375 orang agar meningkat kinerjanya.

“Kita sedang berupaya meningkatkan nilai upah guru non PNS, agar mengikuti dinamika Upah Minimum Provinsi (UMP),” jeslasnya.

Kemudian, pihaknya menambahkan program BOS dari pemerintah pusat dengan program BOSDA melalui APBD Provinsi Kalsel serta juga meningkatkan jumlah guru untuk mengikuti PPG melalui APBD Provinsi Kalsel agar terwujud guru yang profesional dan angka capaian sementara tahun 2020 sudah 74,36 persen.

“Mudah mudahan ini terus berjalan, dan bisa terus kita optimalkan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.