Kunjungi Batola, Paman Birin Panen dan Tanam Padi di Desa Sampurna

BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr. (HC) H Sahbirin Noor melakukan panen padi lokal serta tanam perdana padi unggul di desa Sampurna kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (3/11).

Gubernur Kalsel (baju putih paling kanan) saat melakukan tanam perdana

Panen sekaligus tanam di lahan Kelompok Tani (KT) Bunga Padi seluas 87 hektar ini, dilaksanakan Gubernur bersama Bupati Batola Noormiliyani AS, usai memantau kegiatan Vaksinasi Bergerak yang digelar di Kantor Desa Tabing Rimbah Kecamatan Mandastana, pada hari yang sama.

Gubernur Kalsel (kopiah hitam) saat mengecek padi hasil panen raya

Padi yang dipanen berasal dari jenis Karang Dukuh. Sementara bibit padi yang ditanam berasal dari jenis unggul Inpara 2. Sebelum panen dan tanam dilaksanakan, Gubernur Sahbirin Noor terlebih dahulu mencoba alat pengolah tanah yang berasal dari Rotari Vator.

“Panen kali ini merupakan terakhir untuk padi tahunan sekaligus diawali tanam padi unggul berjenis Inpara 2,” tutur Kepala Dinas TPH Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman.

Syamsir menambahkan, Batola masih menjadi kawasan andalan pangan Kalsel, kendati sempat terkena banjir awal tahun tadi.

“Batola tetap bisa panen walau pun yang ini merupakan penundaan akibat banjir lalu,” urainya.

Syamsir menjelaskan, kedepannya Batola akan menjadi perhatian untuk menjadi pertanian modern dan pelaksanaannya akan dicoba di kecamatan Mandastana.

“Pak menteri sangat peduli dengan Batola untuk menyambut port estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau agar menjadi sentra dalam rangka mendukung 2024, Kaltim sebagai ibukota negara dan Kalsel sebagai pemasok pangannya,” katanya.

Panen dan tanam di desa Sampurna ini juga dirangkai dengan pemberian bibit jeruk varietas Siam Banjar sebanyak 124.000 batang untuk para petani jeruk yang terdampak banjir. Yakni untuk lahan seluas 624 hektar, yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor kepada Bupati Batola Noormiliyani, dan Kelompok Tani Bunga Padi, Kelompok Tani Budi Berkat, dan Kelompok Tani Berkat Mulia.

Bersamaan ini pula Bupati Batola Noormiliyani memberikan bantuan bibit cabe kepada petani di Desa Sampurna yang diserahkan kepada Kelompok Tani Bunga Padi 2 dan Kelompok Tani Raudhah. Selain itu Bupati juga menyerahkan bantuan traktor kepada Pokja Taruna Jaya.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengatakan, Pemprov Kalsel terus berusaha mendorong petani untuk terus menggalakan pertanian padi. Mengingat hasil produksinya sangat penting untuk keberlangsungan hidup.
Karenanya, sebut gubernur, jika pemerintah memberikan perhatian tinggi terhadap pertanian tentunya menjadi suatu keharusan.

“Anda bisa bayangkan seandainya tidak ada beras. Karena itulah sehingga saya katakan satu biji beras saja mempunyai arti yang sangat besar,” selorohnya.

Terkait adanya bantuan jeruk, gubernur yang akrap disapa Paman Birin itu mengutarakan, bantuan diberikan mengingat beberapa waktu lalu tanaman jeruk yang ada di wilayah Batola maupun Kabupaten Banjar, nyaris semuanya mati akibat terendam banjir.

Fakta ini, papar gubernur, Ia saksikan sendiri sewaktu melakukan perjalanan ke berbagai pelosok desa baik siang maupun malam hari, pasca banjir. Selain itu para petani juga menyampaikan permohonan agar segera diberikan bibit agar kebun jeruk mereka bisa ditanami kembali.

Gubernur berharap, dengan pemberian bibit ini ke depan para petani jeruk, baik yang ada di Batola maupun Kabupaten Banjar bisa kembali tumbuh subur agar mereka dapat mempergunakan hasil produksi tersebut untuk menopang biaya kebutuhan pertanian dan keluarga.

Sebelumnya, Bupati Hj Noormiliyani AS menyampaikan, cita-cita Kabupaten Batola adalah Corporate Farming (korporasi petani) dari sejak dilaksanakannya HPS ke-28 di Batola lalu.
Namun, menurut Bupati, terdapat kendala sewaktu menyampaikan grand design ke kementerian. Mengingat saat itu tengah terjadi peralihan antara Program Serasi dan Optimalisasi Lahan.
Untuk itu, sebut Noormiliyani, jika provinsi berencana menjadikan pertanian modern di Batola tentunya menjadi kebahagian bagi Batola. Mengingat selain berpengaruh untuk peningkatan produksi juga akan membawa peningkatan kepada kesejahteraan petani. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemkab Banjar Lakukan Evaluasi Untuk Dapatkan Gelar Kota Layak Pemuda

BANJAR – Untuk mendapat gelar Kota Layak Pemuda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar akan terus mengevaluasi agar gelar Kota Layak Pemuda di Kabupaten Banjar benar-benar ada. Sehingga kedepannya Kota Layak Pemuda tidak hanya sebagai slogan namun bisa direalisasikan oleh pemerintah. Hal ini diungkapkan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah, yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Banjar, di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Rabu (3/11).

Saidi berharap momentum ini menjadi sarana yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai wujud introspeksi diri menjadi lebih baik.

“Kedepan akan berupaya maksimal agar KNPI Banjar bisa menjadi organisasi yang lebih besar lagi. Akan terus bersinergi dan bermitra dengan pemerintah daerah, dan menjadi lokomotif pembangunan daerah. Tidak hanya guru dan alim ulama tetapi pemuda juga menjadi spirit dakwah untuk memajukan kabupaten Banjar menjadi lebih baik lagi,” ungkap Saidi Mansyur.

Untuk diketahui, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mengusung tema “Peringatan Maulid Sebagai Manifestasi Spirit Dakwah Nabi Muhammad SAW Dalam Gerakan Pemberdayaan Potensi Pemuda Kabupaten Banjar”. Sementara tausyiah disampaikan pimpinan Majelis Ta’lim dan Sholawat Fathurrosyad Ustadz Muhammad HR. Kegiatan juga dihadiri Kepala Dispora Banjar Ikhwansyah, Plt Kepala Disdik Banjar Liana Penny, Anggota Komisi IV DPRD Banjar Ahmad Syarwani, Perwakilan Disperindag Banjar, Lurah Sekumpul Gusti Marhusin, Danramil 1006 Banjar Edi Priyanto dan Staf Dispora Banjar serta Pengurus DPD KNPI. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Angka Kasus HIV AIDS di Banjarmasin Naik, Ini Tanggapan Legislatif

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin mengaku terkejut, terjadinya kenaikan angka kasus HIV AIDS. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Hendra, kepada wartawan pada Rabu (3/11), setelah menerima hasil audiensi dengan Koalisi Peduli HIV AIDS Kalimantan Selatan. Dalam dokumen yang diserahkan, diketahui data kasus HIV AIDS Kalsel per 30 Agustus 2021 mencapai 3.319 kasus, dan Kota Banjarmasin menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 2514 kasus atau 75 persen dari total kasus dengan penambahan kasus terjadi di usia produktif yaitu 20 – 29 tahun.

“Saya pribadi terkejut terjadi kenaikan kasus ini, disaat gencar-gencarnya menurunkan angka kasus COVID-19,” ucapnya.

Hendra menjelaskan, Kota Banjarmasin sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda), yakni Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang penanggulangan HIV AIDS. Dengan demikian Pemerintah Kota dapat lebih giat lagi menggelar sosialisasi serta penyuluhan ke masyarakat, terutama ke seluruh sekolah dan perguruan tinggi, agar peringatan hari AIDS sedunia setiap 1 Desember, bukan hanya sekedar acara ceremony.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Hendra

“Melalui data ini, kami yakin ada oknum warga yang tidak ingin terbuka, bahwa terpapar virus HIV, sehingga sosialisasi dan penyuluhan harus ditingkatkan,” pintanya.

Sementara itu, anggota Koalisi Peduli HIV AIDS Kalimantan Selatan Faizah menjelaskan, pihaknya menyampaikan audiensi ini berdasarkan hasil peninjauan ke lapangan, dengan adanya kenaikan ini, maka ke depan eksekutif dan legislatif, dapat saling bersinergi untuk menurunkan angka kasus HIV AIDS tersebut.

“Pemerintah dan Dewan tidak hanya fokus menangani virus corona,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Gencarkan Sosialisasi Pendaftaran Pasien Online

BANJARMASIN – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya pengunjung RSUD Ulin Banjarmasin yang mau berobat. Maka, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mengencarkan sosialisasi pendaftaran pasien secara online.

Pada saat melakukan peninjauan di ruang pendaftaran

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar didampingi Wadir Keperawatan Yudhi Riswandhy Noora, Kepala Bidang Keperawatan Heru Yuli Arifin, mengatakan, saat ini RSUD Ulin Banjarmasin gencar melakukan Sosialisasi Pendaftaran Pasien Online. Dengan tujuan, untuk mengurai antrian panjang pada saat pendaftaran pasien berobat di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Pendaftaran online tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien disaat pandemi COVID-19 ini menurun,” ucap Izzak kepada sejumlah wartawan, Rabu (3/11).

Izzak mengatakan, memang diperlukan waktu untuk mengedukasi masyarakat agar terbiasa melakukan pendaftaran secara online tersebut.

“Untuk pendaftaran online ini, tentunya memerlukan waktu hingga mereka terbiasa,” ucapnya.

Namun, lanjut Izzak, untuk pemberlakuan instan yang diberlakukan mulai besok hari. Pasien yang akan berobat ke RSUD Ulin Banjarmasin, tidak lagi perli antri di loket pendaftaran, mereka cukup duduk di depan masing masing poliklinik yang dituju.

“Saat ini, untuk pendaftaran pasien berobat tidak lagi menungggu di loket pendaftaran, tetapi pasien langsung duduk di depan poliklinik yang dituju. Nanti petugas masing masing poliklinik yang melakukan pendaftaran, untuk para pasien tersebut,” ungkap Izzak.

Izzak mengharapkan, pola jemput bola yang dilakukan RSUD Ulin ini, agar tidak terjadi lagi antrian panjang pada saat pendaftaran pasien.

“Kami berharap pola jemput bola ini, untuk memudahkan masyarakat pada saat berobat di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Menjaga Ruang Digital dengan Literasi Yang Tepat

KOTABARU – Dengan tema “ Menjaga Ruang Digital dengan Literasi yang Tepat “ Kabupaten Kotabaru menggelar kembali Webinar Literasi Digital kerjasama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI dengan Siberkreasi. Rabu, (03/11/2021) Siang.

Keynote Speech Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc  Direktur Jenderal Aplikasi Informafika
dipandu Moderator Ovi Darin, Key Opinion Leader Novi Andriaty Miss Indonesia Gorontalo 2017 dengan Narasumber Alvi Syahrin Founder Yutaka Fotografi, Dr. Andiek Widodo, M.M. Widyaiswara Kemenag, M. Satria Ayubkhan IT Consultant of neuhost.co.id.

Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Seperti yang kita ketahui literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Menurut salah satu narasumber Dr. Andiek Widodo mengatakan bahwa jika seseorang yang tidak mengerti arti sebenarnya literasi digital, maka penggunaan internetpun menjadi salah dipergunakan.

“Sebagai pengguna dalam memanfaatkan media digital, kita harus lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi tersebut seperti sebagai alat komunikasi, maka berinteraksilah secara bijak dan cerdas. ” tambahnya.

Kemudian Alvi Syahrin narasumber lainnya menambahkan etika adalah suatu ucapan dan tindakan mengenai baik dan buruk, dan mengapa menggunakan internet itu harus bijak dan beretika, karena. masyarakat semakin pluralistik, transformasi masyarakat, perubahan sosial budaya dan moral dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan etika adalah akhlak, di mana ilmu itu ujungnya berbuah akhlakmulia. Karena kalau berilmu saja tapi akhlak tidak bagus, bisa-bisa menyulut konflik, pertengkaran dengan pihak lain.

Alvi juga menyampaikan beberapa etika dan norma dalam menggunakan media sosial diantaranya : hindari penyebaran SARA, hindari penyebaran pornografi dan kekerasan, hindari menggunakan identitas palsu dan teliti kebenaran suatu berita.

“ Jika kita paham etika dalam menggunakan media sosial, maka segala bentuk kejahatan dan ujaran kebencian dari pengguna lain tidak akan tejadi, manfaatkan media sosial kalian dengan baik” tutupnya. (RILIS)

Paman Birin Kunjungi Pelaksanaan Vaksinasi Bergerak di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengunjungi Kecamatan Banjarmasin Selatan, untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan vaksinasi bergerak dengan Baiman.

Paman Birin saat meninjau vaksinasi bergerak di Kecamatan Banjarmasin Selatan

Kedatangan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, disambut Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, di Kota Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (3/11).

Dalam sambutannya Paman Birin mengajak, warga Kota Banjarmasin untuk mau bervaksin sehingga dapat bersama sama membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di Kota ini.

“Diperlukan kerjasama atau bersama sama bergotong royong dalam melawan COVID-19,” ucap Paman Birin.

Menurut Paman Birin, warga Kota Banjarmasin agar tidak takut untuk bervaksin. Mengingat, vaksin merupakan salah satu jalan untuk melawan keberadaan COVID-19.

“Warga diminta untuk tidak takut untuk bervaksin, karena masih ada yang takut dengan jarum suntik atau lainnya. Mengingat, bervaksin itu hanya sebentar tidak sampai hitungan ke 5 sudah selesai,” tuturnya.

Selain memantau pelaksanaan vaksinasi bergerak, Paman Birin juga menyerahkan bantuan paket sembako untuk warga Kota Banjarmasin.

Sementara itu Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah melaksanakan, vaksinasi bergerak dengan Baiman di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini memberikan motivasi kepada seluruh warga Kota Banjarmasin, untuk mau bervaksin. Dengan, melaksanakan vaksinasi bergerak dengan Baiman di Kota Banjarmasin,” ucap Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, atas dukungannya terhadap Kota Banjarmasin dalam memerangi penyebaran COVID-19, serta dalam pembentukan kekebalan kelompok.

“Untuk di Kota Banjarmasin sampai saat ini sudah sebanyak 63 persen warga Kota Banjarmasin telah divaksin,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)

Gelar Vaksinasi Bergerak Jilid II, Paman Birin Targetkan 67 Ribu Suntikan Dalam 4 Hari

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Vaksinasi Bergerak jilid 2 pada awal November 2021. Tujuannya masih sama dengan Vaksinasi Bergerak awal Oktober lalu, yakni untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Banua hingga akhir tahun nanti.

Gubenur Kalsel saat memberikan keterangan kepada awak media

Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor memimpin langsung monitoring Vaksinasi Bergerak bersama Fokopimda dikuti seluruh Kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang dimulai dari gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (3/11) pagi.

Gubernur Kalsel mengatakan, Vaksinasi Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19. Karena melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya.

“Melawan COVID-19 tidak semudah membalikkan telapak tangan perlu segenap usaha nyata, termasuk kolaborasi TNI, Polri, media dan masyarakat itu sendiri,” sebut Paman Birin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Selatan Muhamad Muslim mengatakan, banyak usaha yang dilakukan untuk melawan COVID-19. Diantaranya, penerapan 5M, peningkatan kapasitas 3T dan percepatan vaksinasi.

“Gubernur Kalimantan Selatan menargetkan 67 ribu penerima suntikan atau dosis vaksin per hari dalam rangkaian Vaksinasi Bergerak ini,” ujarnya kepada wartawan.

Dengan target tersebut, maka harapan cakupan 70 persen sasaran mendapatkan vaksin COVID-19 hingga akhir tahun nanti, dapat terwujud.

Menurut Muslim, Vaksinasi Bergerak bertujuan untuk memotivasi Kabupaten Kota untuk meningkatkan capaian vaksinasi.

“Capaian vaksinasi untuk dosis pertama, saat ini sudah mencapai 38 persen dan 23 persen untuk dosis kedua,” tutupnya.

Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi di 13 kabupaten/kota, selama 4 hari kegiatan Vaksinasi Bergerak, rombongan Gubernur dan Forkopimda Kalsel juga membagikan paket sembako kepada warga yang terkena dampak pandemi COVID-19. Tidak lupa juga, pembagian masker juga dilakukan di titik – titik peninjauan vaksinasi, sebanyak 1.500 masker. Total ada 20.000 masker yang akan dibagikan selama kegiatan Vaksinasi Bergerak berlangsung. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Utara; “Manfaat Literasi Digital di Internet”

HULU SUNGAI UTARA – Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan topik bahasan “Manfaat Literasi Digital di Internet” dilaksanakan secara virtual, Rabu, 3 November 2021. Moderator webinar ini MC & Presenter Septi Diajeng dengan Keynote Speech disampaikan oleh Bupati Hulu Sungai Utara H. Abdul Wahid. Key Opinion Leader MC, Singer & Announcer Nadya Diptya beserta narasumber Musisi/Pencipta Lagu Pongki Barata, Pj Dekan Fakultas Hukum & Bisnis yoUCB Syahrial Shaddiq, dan Guru PAI & Budi Pekerti SMAN 1 Amuntai.

Musisi/Pencipta Lagu Pongki Barata mengatakan pentingnya mengutamakan etika di internet dalam konten ataupun kegiatan promosi.

“Berinternet yang positif dan aman salah satunya ialah menyadari adanya etika. Etika ini luas. Kalau kita bicara mengenai aman, konten yang kita upload di internet bisa aman bisa tidak, dari hal copyright, ketika kita jadi content creator. Atau contoh kita berjualan produk sebagai UMKM, lalu kita posting dengan lagu yang kita suka. Ini kan sudah terjadi kegiatan komersil, ada produknya, tetapi kita tidak membayar lisensi atau izin dari lagu dan kita pakai untuk promo itu, itu adalah kategori tidak aman, sering kali muncul tanpa kita sadari. Penggunaan lagu atau gambar di dalam konten kita harusnya kita lebih berhati-hati. Yang ingin saya highlight adalah kita sadar etika dulu, etika itu menjadi pagar sehingga kita menghasilkan atau mengunduh konten yang positif” ujarnya.

Pj Dekan Fakultas Hukum & Bisnis yoUCB Syahrial Shaddiq dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan mengenai Belajar Agama di Dunia Maya. Ia memberikan tips membangun karakter diri di era 4.0 dengan mendahulukan memperbaiki perilaku/adab disertai dengan menambah ilmu. Key Opinion Leader MC, Singer & Announcer Nadya Diptya di lain sisi menjabarkan mengenai kekurangan dan kelebihan belanja offline dan online di era digitalisasi. (RILIS)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kebut Serbuan Vaksinasi Maritim Dosis Pertama dan Kedua

BANJARMASIN – TNI AL-Lanal Banjarmasin kembali mengadakan Vaksinasi Maritim yang diselenggarakan di Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin pada Rabu (3/11). Serbuan Vaksinasi Maritim dosis pertama dan kedua ini menggunakan Vaksin jenis vaksin Sinovac, dengan jumlah pendaftar sebanyak 76 orang.

Untuk diketahui, Sejauh ini, Lanal Banjarmasin sudah menyelenggarakan Serbuan Vaksinasi maritim massal yang ke-55 dengan jumlah keseluruhan sudah berhasil dan sukses mencapai 18.883 dosis.

Vaksinasi ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan melibatkan 15 tenaga kesehatan segaligus sebagai Tim Vaksinator dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Saat meninjau, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut  Herbiyantoko Hanla mengatakan, gelar Vaksinasi ini sebagai  bentuk komitmen dalam mendukung dan mensukseskan program Pemerintah untuk memerangi penyebaran dan penanggulangan wabah COVID-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

“Lanal Banjarmasin akan selalu siap siaga dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan Vaksinasi, seperti terlihat saat ini masih menunjukkan antusiasme warga untuk bervaksin,” ungkap Herbiyantoko.

Herbiyantoko melanjutkan, Demi percepatan memutus mata rantai COVID-19, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang belum bervaksin, untuk mendatangi tempat – tempat yang telah menyediakan vaksinasi dengan tetap mempedomani protokol kesehatan. (HUMASTNIAL-MRF/RDM/RH)

Petugas TKSK dan Pendamping PKH Diajak Perdalam Perda 5/2016

BARITO KUALA – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme kerja pemerintah terkait pemberian pelayanan, perlindungan, dan penjaminan sosial kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial, khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), menjadi salah satu perhatian Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasanuddin Murad.

Dengan menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, mantan Bupati Batola 2 periode ini melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, di Aula Serbaguna Bahalap Marabahan, Selasa (2/11).

Suasana Sosper 5/2016 oleh Anggota DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad

Wakil Rakyat dari Dapil III ini menerangkan, penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.

Untuk itu, Hasan berharap kepada puluhan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) se Kabupaten Barito Kuala agar mempelajari perda ini secara mendalam sehingga dapat dijadikan pedoman saat berinteraksi dengan masyarakat dalam upaya penanganan permasalahan sosial di wilayah kerjanya masing-masing.

“Harapan saya, saudara-saudara sekalian dapat memberikan pemahaman yang baik kepada mereka (para penerima Bansos). Terlebih lagi bila kita mengetahui penerima bansos tersebut ternyata kehidupannya lebih baik dari warga lainnya, sehingga mereka bisa menyadari bahwa tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (menerima),” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, Fuad Syech, selain mengungkapkan rasa terimakasihnya atas terlaksananya kegiatan sosper terkait kesejahteraan sosial, juga berjanji akan memperbanyak materi Perda tersebut untuk dibagikan kepada petugas TKSK dan Pendamping PKH se Kabupaten Barito Kuala.

“Masyarakat harus benar-benar tahu hak-hak mereka. Perda ini sangat menyentuh terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan perlu kita pelajari bersama, khususnya terkait 5 (lima) standar pelayanan sosial yakni pertama rehab sosial dasar penyandang disabilitas terlantar, kedua rehab sosial dasar anak terlantar, ketiga rehab sosial lanjut usia terlantar, keempat rehab sosial dasar gelandangan dan pengemis, dan kelima perlindungan sosial korban bencana alam dan bencana sosial. Ini yang harus kita tangani bersama,” ucap Fuad. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version