Hasil seleksi Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abdi Persada periode tahun 2024-2029
Selamat yang terpilih atas nama :
Syarifah Norhani, S. Pd
“Semoga Amanah, Adil, & Bijaksana dalam mengabdi dan bertugas” Aamiin
Hasil seleksi Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abdi Persada periode tahun 2024-2029
Selamat yang terpilih atas nama :
Syarifah Norhani, S. Pd
“Semoga Amanah, Adil, & Bijaksana dalam mengabdi dan bertugas” Aamiin
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya kembali menggelar event nasional Banua Duathlon Challenge 2024, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel Hermansyah, di halaman Gedung Idham Chalid, kawasan perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Sabtu pagi (25/5).
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah menyampaikan, Banua Duathlon Challenge 2024 diikuti 179 peserta dari mancanegara termasuk sejumlah atlet Duathlon kebanggan Tanah Air.
“Ada sekitar 7 negara yang mengikuti Banua Duathlon hari ini dan turut serta pula sejumlah atlet Duathlon Nasional,” ujar Hermansyah.
Sejak pertama, lanjutnya, digelar pada tahun lalu, Banua Duathlon Challenge akan menjadi agenda rutin tahunan Kalsel untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.
“Sekaligus juga kita ingin mencari bibit atlet Duathlon Kalsel khususnya para pemuda,” ungkap Hermansyah.
Hermansyah mengaku, pihaknya juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan atletik lain tahun ini mulai dari lari Maraton hingga kejuaraan Triathlon.
“Insyaallah untuk lari Maraton akan kita selanggarakan saat Hari Jadi Kalsel Agustus nanti,” beber Hermansyah.
Untuk diketahui, Banua Duathlon Challenge 2024 diawali dengan lari sejauh 5 kilometer dilanjutkan dengan bersepeda sepanjang 30 kilometer.
Selain itu kegiatan akan dirangkai dengan Running 5K atau lari sejauh 5kilometer pada Minggu (26/5) dan akan diikuti oleh kurang lebih 600 peserta. (DISPORA.KALSEL/SRI/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi atau Paman Yani menginginkan kebersamaan dan kesatuan masyarakat tetap kokoh menjelang dan pasca Pilkada nanti.
Paman Yani menilai kepentingan politik seringkali membuat masyarakat menjadi terpecah belah. Hal itulah yang menurutnya harus diluruskan agar pesta demokrasi di Kalsel berjalan dengan aman terlebih menjelang Pilkada.
“Meskipun ada pergesekan nanti, tetapi saya tidak ingin perpecahan terjadi. Apalagi sebentar lagi kita akan menggelar Pilkada untuk Gubernur dan Kepala Daerah,” kata Paman Yani, usai menggelar Sosialiasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila, di Desa Bersujud, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (24/5).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terhasut oleh sosial media yang menyudutkan atau menjelekkan calon peserta Pilkada nanti.
Sebaliknya, legislator Daerah Pemilihan Tanah Bumbu dan Kotabaru itu menginginkan agar masyarakat lebih bijak dalam memberikan suara mereka tanpa mendapat paksaan dari pihak manapun.
“Lihat dan pilih sesuai hati nurani. Mari kita ramaikan Pilkada dan tetap damai setelah masa Pilkada. Siapapun pemimpinnya nanti, kita semua berharap bisa memberikan kemajuan terhadap Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalsel secara keseluruhan,” tutup Paman Yani. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor bersilaturahmi dengan Camat, Lurah dan Ketua RW/RT se Kota Banjarmasin dalam rangka mewujudkan Pilkada Tahun 2024 yang Damai dan Gembira, bertempat di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kamis (23/5).
Dalam sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh para Camat, Lurah Ketua RT/RW di Banua dalam menjalankan kinerja dan dedikasi selama ini.
“Terima kasih atas kerja keras buhan pian selama ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam kesuksesan kita menyelenggarakan pemilu legislatif dan pemilu presiden beberapa waktu yang lalu,” kata Paman Birin (sapaan akrabnya).
Paman Birin juga merasa dengan pertemuan silaturahmi ini dirinya seperti bernostalgia.
“Saya sangat senang sekali tentunya hari ini bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan pian-pian serataan, Ulun merasa sedang bernostalgia karena ulun pernah di posisi kalian menjadi ketua RT dan Lurah,” ujarnya.
Paman Birin menambahkan sinergitas dan kolaborasi harus dijaga dalam menjalankan roda pemerintahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat Banua.
“Menjadi apapun kita, baik menjadi ASN atau lainnya, kita harus menjalankan amanah dengan baik dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kita tidak tahu takdir kita kedepannya seperti apa kita hanya berdoa dan berusaha menjalaninya, bukan tidak mungkin suatu saat salah satu dari kalian bisa menjadi gubernur atau walikota atau bupati,” ucapnya.
Lebih lanjut, Paman Birin berharap keberhasilan Kalimantan Selatan dalam menyelenggarakan Pemilu juga dapat dilanjutkan dalam pelaksanaan Pilkada nantinya, yang mana dalam waktu dekat Kalimantan Selatan akan mengulang pesta demokrasi yaitu penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2024 untuk memilih Gubernur dan Bupati.
“Saya sangat meyakini dan percaya kita akan dapat melaksanakannya dengan baik, aman, damai, lancar dan kondusif, harapan ini tentunya dititipkan kepada bapak ibu semua yang memiliki peran penting di dalamnya,” ungkapnya.
Paman Birin juga menginginkan bagaimana pesta demokrasi di Banua benar-benar seperti pesta, dimana masyarakatnya senang dan gembira ketika menuju tempat pemungutan suara.
“Saya berharap tidak ada perselisihan apalagi perpecahan dikarenakan perbedaan pilihan dan terus kita jaga suasana kondusivitas dan mari kita jaga pesta demokrasi di Banua kita sebagaimana pesta rakyat untuk berdemokrasi,” tutupnya.
Untuk diketahui, pada kegiatan yang dihadiri ratusan Camat, Lurah dan Ketua RW/RT se Kota Banjarmasin ini Paman Birin memberikan hadiah Umroh kepada sejumlah orang yang hadir, pada kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan sejumlah Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan membuka secara resmi Turnamen Mini Soccer Danrem Cup Usia 11 (U11) dan Usia 13 (U13), di lapangan Upik Mini Soccer, Kamis (23/5).
Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas pelaksanaan turnamen ini.
“Pemerintah Provinsi memberi apresiasi atas digelarya Turnamen Mini Soccer usia dini ini,” ungkap Paman Birin (sapaan khas gubernur).
Pada turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, serta membangun rasa sportifitas antara semua.
“Turnamen Danrem Cup ini sebagai komitmen kita semua dalam memajukan olahraga di Kalsel,” ucapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen memberikan dukungan untuk perkembangan olahraga di Banua ini.
“Saya sebagai Gubernur tentunya memberikan dukungan untuk perkembangan olahraga tersebut,” ucapnya.
Paman Birin berharap, pada turnamen ini dapat melahirkan atlet atlet sepakbola yang dapat mengharumkan nama Provinsi Kalimantan Selatan, pada tingkat nasional maupun internasional dimasa yang akan datang.
Sementara itu, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto diwakili Dandim 1007 Banjarmasin Letkol Inf Sigit Purwoko mengatakan, pada turnamen ini diikuti sebanyak 44 tim mini soccer dari Provinsi Kalsel, Kalteng, serta Kaltim.
Terdiri dari Kelompok Usia 11 tahun sebanyak 20 tim, sedangkan Kelompok Usia 13 tahun 24 tim.
“Turnamen yang diselenggarakan ini sebagai bentuk dukungan Korem 101 Antasari, dalam peningkatan prestasi olahraga di Banua ini,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap produk di Banua, Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui Dinas Perdagangan menggelar Sosialisasi Bangga Buatan Indonesia.
Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan, usai pemaparan materi, pada Rabu (22/5) mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap produk dalam negeri serta dukungan terhadap kemajuan pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Ia berharap, setelah sosialisasi akan memberi minat yang tinggi untuk penggunaan produk lokal.
“Bentuk mencintai produk dalam negeri atau daerah, merupakan garda pertahanan, karena ramainya produk impor. Maka, hendaklah dipraktekkan dengan selalu menggunakan produk lokal,” pintanya.
Ia menyampaikan, produk-produk UMKM di Kalimantan Selatan sudah sangat bagus, baik pengemasan maupun khasiatnya. Sehingga, seluruh lapisan masyarakat harus turut mempromosikan dengan gerakan yang dapat memviralkan, agar dikenal tidak hanya luar daerah juga mancanegara.
“Mari kita gelorakan rasa bangga terhadap produk dalam negeri buatan indonesia,” jelasnya
Sementara itu, Ketua Bidang III Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kalsel, Sukmawati menambahkan, saat ini ada banyak produk dan beragam makanan dari luar negeri. Namun, mudah diketahui melalui media sosial, dengan demikian para generasi muda harus memiliki rasa Nasionalisme, yakni memiliki kecintaan terhadap produk sendiri, agar tidak lekang oleh zaman yang serba canggih.
“Produk lokal harus gencar disosialisasikan dan dipromosikan, baik berupa pakaian, minuman dan makanan khas masing-masing Kabupaten dan Kota,” tutupnya.
Untuk diketahui, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Bangga Buatan Indonesia, dibuka secara resmi Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, didampingi Kabid, Kasi dan jajaran Disdag Kalsel.
Sulkan dalam kegiatan tersebut juga sebagai narasumber yang menyampaikan tentang peningkatan penggunaan produk Daerah Dalam Negeri. Sementara Ketua Bidang III Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kalsel Sukmawati, menyampaikan materi tentang peran PKK. Kegiatan diikuti peserta ASN, TP PKK Kalsel, Para Pengajar, Dosen, Pelaku usaha UMKM, Mahasiswa dan Mahasiswi, serta Kalangan Pelajar, yang bertempat di salah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Provinsi Kalsel meluncurkan program inovasi Gerakan Pelajar, Remaja Sadar dan Peduli Stunting (Gelar Darling), bertempat di Gedung KH. Idham Khalid di Banjarbaru, Rabu (22/5).
Program inovasi tersebut sebagai upaya meningkatkan peran serta pelajar dan remaja dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kalimantan Selatan, dimana launching itu dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah
Dalam sambutannya Acil Odah (sapaan akrabnya) mengatakan program inovasi Gelar Darling menunjukkan perhatian serius Pemprov Kalsel terhadap penanganan permasalahan gizi pada kelompok usia sekolah dan remaja.
“Kami berkomitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan dalam mencegah terjadinya stunting dan gizi buruk di Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Acil Odah menyampaikan berdasarkan survey Indonesia terkait stunting, masyarakat yang mengalami stunting dengan jumlah sekitar 30,4 persen untuk usia 13-15 tahun, 28 persen untuk usia 16-18 tahun dan 11,1 persen untuk usia 19-22 tahun, dimana rata-rata karena kekurangan gizi anak.
“Peluncuran program inovasi Gelar Darling ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban masalah gizi, dengan cara menumbuhkan kesadaran kelompok usia sekolah dan remaja, diiringi dengan aksi-aksi strategis yang bersifat pencegahan dan membiasakan pola hidup sehat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi atas terselenggaranya program inovasi tersebut sehingga diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan inovasi program mengenai pencegahan dan penurunan stunting terus berkembang.
“Sehingga, gerakan ini perlu didukung bersama-sama, sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki, setiap program idealnya membutuhkan keterlibatan multisektor agar berjalan maksimal dan mencapai hasil yang diharapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Acil Odah juga mendorong masyarakat agar melakukan pencegahan dari pada penanganan sehingga anak Kalimantan Selatan menjadi generasi emas kedepannya.
“Melalui Gelar Darling ini budaya bersih dan sehat harus lebih ditingkatkan dan didorong, dimana perubahan perilaku untuk mewujudkan kebiasaan hidup yang baik sejak dini,” tutupnya.
Untuk diketahui, kegiatan ini melibatkan 300 peserta para pelajar dari berbagai satuan tingkat pendidikan dan remaja umum serta berbagai pihak lainnya, pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama stakeholder terkait mengenai pencegahan stunting di Banua. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, menggelar Workshop Film.
Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun, usai meninjau syuting, pada Rabu (22/5) sore mengatakan, Workshop Film ini memberi ruang kepada peserta didik khususnya di dunia perfilman, untuk menumbuhkan kreativitas dan mengedukasi dalam memaksimalkan media sosial di tengah kecanggihan teknologi.
“Kami ingin peserta didik dapat memberi karya-karya film terbaik nanti,” ucapnya
Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Sunjaya Adhiarsho, menyampaikan, workshop film ini merupakan program dalam rangka melakukan pengembangan, penggalian, aktualisasi dan unsur budaya. Dimana, zaman era digitalisasi film adalah media komunikasi yang sangat penting untuk dikuasai oleh para generasi muda.
“Film memiliki fungsi di bidang budaya, pendidikan, hiburan, informasi dan pendorong ekonomi kreatif,” jelasnya.
Lebih lanjut Sunjaya menambahkan, Workshop Film menghadirkan narasumber ahli di bidang perfilman yaitu Manajemen Produksi Film, Ade Hidayat, Visual, Zainal Muttaqin, Directing, Ridha Rezeqi Rahman, dan Editing, Munir Shadikin, diikuti peserta didik SMKN 2 jurusan Perfilman dan SMKN 3 jurusan Broadcasting Film.
“Para peserta tidak hanya dipaparkan materi, mereka akan langsung praktek membuat film pendek, agar semakin mengembangkan bakat di bidang perfilman,” tutupnya.
Untuk diketahui, Workshop Film dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Kalsel, Raudati Hildayati, pada Selasa 21 Mei 2024. kegiatan hingga tanggal 23 Mei, diikuti peserta didik SMKN 2 jurusan Perfilman dan SMKN 3 jurusan Broadcasting Film, bertempat disalah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menggelar Halal Bihalal sekaligus Pembagian Mushaf Al Qur’an kepada Pengurus Masjid dan Pondok Pesantren se-Kalsel yang berlangsung di Gedung Aula Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Rabu (22/5) siang.
Pembagian ribuan Mushaf Al-Qur’an bantuan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, secara simbolis diserahkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Solhan kepada perwakilan Pengurus Masjid dan Ponpes se Kalsel.
Solhan menyampaikan apresiasi dan penghargaan Gubernur dan Pemprov Kalsel kepada seluruh pengurus masjid dan ponpes se Kalsel Yang selama ini telah mencurahkan tenaga dan pikirannya, bahkan juga hartanya untuk mengurus maupun mengelola masjid dan ponpes.
“Sungguh amal dan dedikasi yang luar biasa yang layak kita teladani. Karena kita ketahui, masjid dan ponpes ini merupakan tempat untuk pembinaan umat,” jelasnya.
Melalui kesempatan ini, Solhan mengajak semua pihak untuk terus berikhtiar mengembangkan sarana ibadah dan sarana pendidikan untuk pengembangan dan pembinaan umat agar lebih baik dan lebih maju lagi.
“Ulun juga mengingatkan kepada pengurus masjid dan ponpes agar dapat mengelola keuangan dengan kehati-hatian dan ketelitian. Karena dana yang dikelola, bukan hanya dan bantuan dari pemerintah, tetapi juga dana dari umat yang mereka sumbangkan maupun sedekahkan,” ucapnya.
Solhan menambahkan Pemprov Kalsel terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pengembangan kehidupan beragama dan pendidikan, baik itu berupa dana hibah, maupun pembagian Mushaf Al-Qur’an yang diberikan saat ini.
Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, KH Darul Qutni menambahkan untuk masing-masing masjid dan ponpes mendapatkan 10 mushaf Al-Qur’an. Sementara di Kalsel sendiri untuk masjid terdapat kurang lebih 2.000 masjid dan ratusan pondok pesantren.
“Penyerahan tersebut hanya secara simbolis, dan mushafnya nanti sebagian masjid dan pondok pesantren nanti akan dikirimkan,” sebutnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selata mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintahan tahun 2024, di Command Center Setdaprov Kalsel, Rabu (22/5). Pada Rakornas tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar meminta Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) agar bisa lebih membina dan mengawasi SKPD dalam penyelenggaraan pemerintah yang jujur, bersih, akuntabel dan transparan.
Kepada sejumlah media, Inspektur Pembantu I Kalsel Yuni Barito menyampaikan, peran APIP harus efektif dan andal dalam perbaikan tata kelola, penerapan manajemen risiko yang efektif serta memberikan peringatan secara dini apabila terindentifikasi adanya potensi penyimpangan sehingga pencapaian target-target kinerja pembangunan daerah bisa cepat dan tepat sasaran.
“Sesuai arahan Sekda Provinsi Kalsel, Inspektorat Kalsel akan membina dan mengawasi SKPD dalam penyelenggaraan pemerintah yang jujur, bersih, akuntabel dan transparan,” ungkap Yuni usai menghadiri Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah secara virtual, di Ruang Command Center Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (22/5).
Sesuai arahan Sekda Provinsi Kalsel, APIP harus berani mengambil peran yang lebih strategis untuk dapat memberikan solusi yang inovatif, segar, cerdas dan bernilai tambah.
“Kemudian, diikuti dengan kerja sama yang sinergis dalam mengawal kepatuhan, memastikan kualitas layanan publik serta bertindak sebagai agen perubahan dan pentransformasi layanan publik yang mendorong inovasi dan perbaikan berkelanjutan,” lanjut Yuni.
Ditambahkan Yuni, APIP mampu menjadi barometer penegakan integritas dan profesionalisme yang memastikan keberhasilan program-program prioritas nasional. Selama ini Inspektorat sangat baik melakukan pembinaan, seperti sosialisasi bagi SKPD dalam pengelolaan keuangan agar terhindar dari tindak pidana korupsi.
“Perencanaan kegiatan selalu di review karena memang tugas dan kewajiban Inspektorat terhadap kegiatan yang ada di Pemprov Kalsel, terutama dalam pengelolaan keuangan,” tutup Yuni. (MRF/RDM/RH)