BANJARBARU – Pemanfaatan dan pengelolaan irigasi di Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi salah satu upaya Pemerintah di provinsi ini, untuk meningkatkan hasil produksi petani.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira, mengatakan dalam empat tahun terakhir, pihaknya telah melaksanakan program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP), yang berfokus pada sektor pertanian dalam hal pengelolaan irigasi.
“Dananya berasal dari APBN, sedangkan sumber dananya melalui Loan (pinjaman) Bank,” ucap Fajar, Kamis (6/1).
Program IPDMIP, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani serta memperbaiki sistem irigasi dari sisi pengelolaan dan pengembangannya yang lebih baik dan efisien.
“Program ini membantu petani dalam memperbaiki sistem irigasi di persawahan sehingga mampu menghasilkan produksi tani lebih meningkat dan sejahtera,” terangnya.
Saat ini 4 Kabupaten di Kalsel sudah melaksanakan program ini. Diantaranya Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tapin, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Bumbu.
“Jadi program ini dilaksanakan di 4 Kabupaten dengan menggerakan Komunitas Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) agar mereka terlibat aktif dalam pemeliharaan saluran irigasi kemudian memelihara fisik bangunan saluran air irigasi dan infrastruktur lainnya,” ungkapnya.
Agar komunitas P3A lebih aktif, Fajar menyebut pihaknya juga mengirimkan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) sebanyak 32 orang yang tersebar di 4 Kabupaten tersebut.
“TPM berkontribusi dalam mengamalkan informasi data terkait kondisi jaringan irigasi yang di mana nantinya menjadi acuan dalam menetapkan kebijakan pengelolaan irigasi,” jelasnya lagi.
Program IPDMIP sendiri merupakan program yang melibatkan 3 instansi pemerintah yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pertanian. Dimana pelaksanaan program IPDMIP berada di 16 Provinsi dan 74 Kabupaten termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Tahun 2021 ditutup dengan manis, seiring dengan terpenuhinya target vaksinasi COVID-19 70 persen, di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Namun program vaksinasi tidak berhenti begitu saja, mengingat Kalsel masih harus mengejar target vaksinasi 60 persen dikalangan lansia. Mengapa? Karena pencapaian ini, menjadi salah satu syarat, dapat dimulainya vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6 – 11 tahun.
“Saat ini setidaknya masih ada 3 kabupaten kota yang belum mencapai target 60 persen itu. Salah satunya kota Banjarmasin, yang capaian vaksinasinya masih di bawah 50 persen,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muhamad Muslim, kepada Abdi Persada FM baru – baru ini.
Muslim menyebut, persiapan untuk program vaksinasi COVID-19 dikalangan anak – anak ini, sudah dilakukan pemerintah provinsi. Mulai dari koordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat hingga ke kabupaten/kota, hingga kesiapan vaksin yang akan digunakan.
“Total ada 400 ribu lebih dosis yang kita miliki, baik jenis Sinovac, Astra Zeneca dan Pfizer. Khusus untuk Sinovac yang dipakai untuk program ini, masih kita hitung persediannya. Tapi kita akan mintakan tambahan ke pemerintah pusat, jika dosis yang ada tidak cukup. Jumlah anak yang menjadi sasaran program ini, sebanyak 440.853 dosis,” papar Muslim.
Lebih jauh Muslim optimis, pada Januari ini, seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat menjalankan program vaksinasi anak. Asalkan seluruh jajaran yang terlibat, dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi dikalangan lansia. Seperti akhir tahun lalu, saat seluruh pihak di Kalsel, bekerjasama mempercepat capaian vaksinasi COVID-19 kalangan umum, sehingga target 70 persen untuk suntikan pertama dapat tercapai pada akhir tahun 2021. (RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Capaian realisasi pendapatan daerah (PAD) Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disdag Provinsi Kalsel telah menyentuh 112,13 persen dengan besaran Rp728 juta lebih.
Kepala BPSMB Disdag Kalsel, Tanwiriah, menuturkan, besaran untuk pencapaian tersebut berasal dari hasil jasa usaha pelayanan khusus Pengujian dan Kalibrasi.
“Alhamdulillah, hasil ini merupakan capaian terbaik. Meski, sempat mengalami penurunan jumlah karena kondisi COVID-19 kala itu sedang tinggi-tingginya. Namun, pada Desember 2021 angkanya tercapai 100 persen lebih,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.
Sebelumnya, ia menyampaikan, dalam target perubahan khusus realisasi yang harus dicapai diketahui naik dengan besaran 48 persen hingga 31 Desember 2021 lalu.
“Memang kami ditargetkan dalam perubahan dengan nilai presentase ini. Tetapi, akhirnya sesuai rekapitulasi yang diterima ternyata berhasil terkumpul melebihi angka yang ditetapkan,” ungkapnya.
Keberhasilan dalam merealisasikan pendapatan ini, dia merincikan, untuk layanan pengujian terealisasi sekitar Rp100 juta lebih. Sedangkan kalibrasi tercapai Rp627 juta lebih.
“Secara rinci untuk keseluruhan pada Januari 2021 sebesar Rp43 juta, Februari Rp19 juta lebih, Maret sekitar Rp48 juta lebih, April sebanyak Rp54 juta lebih, Mei Rp56 juta lebih, Juni Rp50 juta lebih, Juli Rp32 juta lebih, Agustus sebesar Rp47 juta lebih, September Rp54 juta lebih, Oktober berhasil menyentuh Rp90 juta lebih, November Rp112 juta lebih dan 15 Desember 2021 terealisasi hingga Rp188 juta lebih,” paparnya.
Terlebih, Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang sempat ditargetkan sekitar Rp650 juta. Akan tetapi, tercatat pada 15 Desember 2021 lalu berhasil mengumpulkan pendapatan daerah sebanyak Rp728 juta lebih.
“Kalau dihitung rata-rata menjadi 112,13 persen. Artinya, capaian realisasi PAD BPSMB Kalsel melebihi target,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Setelah mendapatkan perawatan selama 2 pekan setelah menjalani operasi jantung terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin, akhirnya kedua pasien Fadlan Nursin warga Kota Banjarmasin serta H Abdul Mukti warga Binuang, diperbolehkan pulang ke rumah.
Foto bersama pada saat pelepasan kepulangan pasien
Pelepasan kepulangan pasien operasi jantung terbuka pertama tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (5/1).
Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi dan dukungan kepada keberhasilan RSUD Ulin Banjarmasin dibantu RS Jantung Harapan Kita, telah berhasil melakukan operasi pada pasien jantung di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini.
“Tentunya keberhasilan operasi jantung terbuka tersebut merupakan hal yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Paman Birin.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta agar RSUD Ulin Banjarmasin terus menindaklanjuti pelayanan operasi jantung terbuka ini, untuk masyarakat di Banua ini.
“Pemprov Kalsel meminta agar RSUD Ulin Banjarmasin terus meningkatkan SDM tenaga medis untuk operasi jantung terbuka,” ucapnya.
Menurut Paman Birin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki harapan kepada RSUD Ulin Banjarmasin, agar dapat terus meningkatkan kualitas kemampuan RSUD Ulin Banjarmasin, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Banua ini.
Begitu juga, lanjutnya, untuk kualitas SDM agar terus ditingkatkan seperti kemampuan tenaga medis operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin. Bantuan peningkatan SDM seperti, peningkatan kemampuan melalui pelatihan berkala, peningkatan pendidikan, serta lainnya.
“Maka dengan begitu operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin ini kedepannya, dapat dilakukan secara mandiri,” ucap Paman Birin.
Sementara itu Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar mengatakan, saat ini merupakan hari yang menggembirakan bagi kedua pasien operasi jantung terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin. Setelah melalui perawatan dan pengobatan pasca operasi jantung terbuka yang dilakukan, 23 Desember 2021 lalu dan saat ini telah dinyatakan boleh pulang untuk kedua pasien jantung tersebut, yaitu Fadlan Nursin warga Kota Banjarmasin serta H Abdul Mukti warga Binuang.
“Pasien diperoleh pulang, namun tetap melakukan pengobatan rawat jalan,” ucap Izzak.
Dalam kesempatan tersebut, Izzak juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang telah memberikan bantuan dan dukungan penuh sehingga operasi jantung terbuka dapat dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atas dukungan yang telah memberikan,” ujarnya.
Sedangkan, kedua pasien jantung terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin mengungkapkan, rasa gembira atas keberhasilan operasi yang mereka jalani tersebut.
Pasien Jantung Terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin Abdul Mukti mengatakan, ia merasa gembira ketika diberitahu jika operasi jantung terbuka dapat dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin. Dan, saat ini tidak perlu lagi untuk pergi ke Jakarta untuk melakukan operasi tersebut.
“Sebelum dilakukan operasi kami mendapat penjelasan mengenai operasi jantung terbuka tersebut. Sehingga, kami pun memutuskan untuk melakukan operasi jantung terbuka di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ungkap Fadlan Mukti.
Hal senada juga disampaikan pasien Jantung Terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin Fadlan Nursin warga Kota Banjarmasin. Ia pun memutuskan untuk menjalankan operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Warga di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki penyakit jantung seperti kami, agar dapat menjalankan operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin seperti kami berdua,” ucapnya.
Menurut Fadlan Nursin, setelah melakukan operasi jantung yang ia rasakan saat ini lebih nyaman dan tidak merasakan sakit lagi. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menghadirkan dua perusahaan, yakni PT Tapin Coal Terminal (TCT) dan PT Antang Gunung Meratus (AGM), terkait penutupan akses jalan hauling kilometer 101 Soato Tatakan Kabupaten Tapin.
Pertemuan yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK di ruang Ismail Abdullah Gedung B DPRD Kalsel, Rabu (4/1) tersebut berjalan dengan alot. Bahkan kegiatan yang semula diadakan di lantai 4 Gedung DPRD Kalsel, pindah ke lantai 3 dengan diikuti orang terbatas.
Suasana RDP terkait penyampaian aspirasi penutupan akses jalan Hauling Km 101 Tapin
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK meminta waktu sekitar satu jam untuk berdiskusi terbatas, namun molor dimana seharusnya selesai pukul 16.00 wita menjadi pukul 17.00 WITA. Kemudian Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani membacakan hasilnya atas permintaan ketua dewan.
“Proses hukum akan tetap berlanjut, dan selama tidak ada proses pekerjaan PT TCT menjamin kesejahteraan masyarakat dengan memberi kompensasi atau jalur lainnya. Selain itu kedua perusahaan akan terus mencari solusi terbaik untuk penyelesaian masalah,” kata Sahrujani.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel bersama DPRD Kalsel berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke pemerintah pusat untuk mencari solusinya.
Sementara Asosiasi Pengusaha Tongkang Muhammad Safi’i menyatakan terima kasih atas fasilitas DPRD Kalsel. Namun dirinya mengaku kecewa dengan keputusan DPRD Kalsel yang tidak ada hasilnya. Tuntutan pihaknya agar portal di jalan Hauling yang bersengketa di wilayah Kabupaten Hauling bisa dilepas, nyatanya tak ada jawaban.
“Karena ini berkaitan dengan kehidupan kami maka dalam minggu ini disetujui atau tidak, kami akan melakukan aktifitas sebagaimana lazimnya. Kami minta agar PT AGM bisa kembali mengisi tronton kami dan kami akan melintasi jalan nasional, bukan jalan provinsi,” jelasnya.
Perlu diketahui, RDP ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, pihak kepolisian, perwakilan Kejati Kalsel, Dinas ESDM Kalsel, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, serta sejumlah anggota Komisi III DPRD Kalsel. Sedangkan dari pihak perusahaan hadir jajaran direksi dan komisaris serta kuasa hukumnya dari PT AGM, sementara dari pihak PT TCT diwakili kuasa hukumnya. Hadir juga perwakilan Asosiasi Pengusaha Tongkang dan Angkutan Batubara, kuasa hukum serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). (NRH/RDM/RH)
BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri Hari Jadi ke-62 Kabupaten Barito Kuala di Stadion 5 Desember, Marabahan, Selasa (4/1).
Paman Birin (sapaan akrabnya) hadir didampingi Ketua TP PKK Kalimantan Selatan Raudatul Jannah.
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengucapkan selamat hari jadi yang ke-62, Kabupaten Barito Kuala dan seluruh lapisan masyarakat.
Suasana Harjad ke-62 Batola yang dihadiri Gubernur Kalsel
“Mudah-mudahan, melalui momentum peringatan hari jadi ini, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Barito Kuala, makin mantap dalam memperkokoh semangat dan tekad, untuk bersama-sama bergerak membangun daerah,” ucapnya.
Disampaikan Paman Birin, Kabupaten Barito Kuala, dengan segala potensi dan keunggulannya, menjadi bagian penting dalam kerangka pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Paman Birin, Kalimantan Selatan terus bekerja, mengambil peran sentral dengan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Negara baru.
Berbagai program telah, sedang, dan akan terus dikerjakan bersama, terutama terkait pembangunan infrastruktur penunjang, mendorong kemajuan sektor industri, membangun jalur distribusi logistik, serta membangun ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Barito Kuala memiliki berbagai keunggulan geografis, potensi, serta modal penting, yang dibutuhkan untuk memajukan Kalimantan Selatan.
Disisi lain, Paman Birin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala telah menunjukkan kinerja positif selama ini, dengan berbagai raihan prestasi, baik dari Pemerintah Pusat dan Provinsi.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas upaya keras dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, untuk ikut menyukseskan Vaksinasi COVID-19 sepanjang tahun 2021.
Hal ini penting, dalam menjaga ketahanan masyarakat, serta menjadi modal dalam upaya pemulihan perekonomian daerah dan nasional di masa depan.
Sebelumnya, Bupati Barito Kuala Noormiliyani AS dalam sambutannya, menyampaikan progres capaian kinerja sepanjang tahun 2021 yang umumnya mengalami kemajuan.
Beberapa capaian yang dimaksudkan seperti program dan kegiatan prioritas di antaranya kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur khususnya Program Kutabamara, Bedah Kampung Terintegrasi (BKT), Jejangkit Ecopark, serta program-program lainnya.
Puncak Harjad Batola ini dihadiri Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Kemen LHK Rosa Vivien Ratnawati, Anggota DPR RI Bambang Heri Purnama, Bupati Wali Kota se Kalsel serta tamu undangan lainya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BATOLA – Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali meresmikan Gedung Olahraga (GOR) Setara di kabupaten Barito Kuala, Selasa (4/1).
Menpora saat meresmikan GOR Setara Batola
Gedung Olahraga Tipe B yang pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenpora tahun 2020. GOR ini, merupakan satu dari tiga GOR lainnya yang dibangun bersamaan. Yakni di Papua dan Sulawesi Barat.
“Alhamdulillah gedung ini bisa kita resmikan, GOR Tipe B seperti ini adalah yang terakhir sudah tidak ada lagi di tempat kami, semua sudah dipindah ke Kementerian PU,” kata Menpora saat memberikan sambutan.
Zainudin Amali berharap Kabupaten Barito Kuala (Batola) mampu menyumbangkan atlet berprestasi tingkat nasional bahkan internasional untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.
“Saya berharap kedepan dari Batola harus menyumbang atlet atlet baik di tingkat provinsi, nasional bahkan tingkat internasional,” katanya.
Menpora juga mengapresiasi atlet Kalimantan Selatan yang mampu meraih peringkat 4 pada Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, DR (HC) H Sahbirin Noor berharap, GOR Setara yang diresmikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali, dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya untuk melahirkan atlet berprestasi.
Hal ini disampaikan Paman Birin (sapaan akrabnya) di sela peresmian Gedung Olahraga Setara.
“Kita berharap gedung olahraga ini dapat dimanfaatkan atlet dengan sebaik-baiknya untuk melahirkan atlet berprestasi,” katanya.
Disampaikan Paman Birin, dibangunnya GOR Setara ini bukti komitmen pemerintah untuk membina atlet di daerah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Berdasarkan catatan KPA Provinsi Kalimantan Selatan terhadap angka kasus HIV/AIDS selama Tahun 2021 didominasi oleh usia produktif.
Sekretaris KPA Kalimantan Selatan Mursalin mengatakan, kasus HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan di Tahun 2021.
“Dari Januari hingga September 2021 untuk angka kasus HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan berjumlah 3.360 kasus,” ungkap Mursalin, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.
Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Kota Banjarmasin menjadi penyumbang terbanyak kasus HIV/AIDS di Provinsi ini.
“Sedangkan mayoritas penularan masih dipicu oleh hubungan seks, dengan persentase mencapai 95 persen,” ucapnya.
Mursalin menyarankan, agar Pemerintah Daerah seperti Pemerintah Kota Banjarmasin agar dapat mengurangi faktor resiko penularan HIV/AIDS tersebut, dengan memperhatikan faktor hubungan seks tersebut. Seperti terus menghimbau, agar warganya tidak melakukan seks bebas dengan sering berganti ganti pasangan serta lainnya.
Sedangkan untuk penyandang HIV/AIDS didominasi usia produktif. Dengan kisaran usia 20 – 30 tahun.
Menurut Mursalin, tentu hal tersebut mengkhawatirkan. Oleh karena itu, pihaknya terus merupakan untuk menemukan kasus HIV/AIDS sedini mungkin. Agar pengobatan dapat cepat dilakukan. Dan, tidak menularkan kepada yang lain.
“Kami mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan agar tidak malu untuk memeriksakan diri, apabila menemukan adanya dugaan gejala HIV/AIDS kepada pusat layanan kesehatan terdekat di tempat tinggal mereka,” ucap Mursalin. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto didampingi Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono serta Pejabat Utama (PJU) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Selasa (4/1), memimpin langsung serah terima jabatan (Sertijab) beberapa PJU Polda Kalsel dan Kapolres Jajaran. Sertijab yang dilaksanakan di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri itu digelar dengan protokol kesehatan ketat.
Suasana Sertijab PJU Polda Kalsel
Ada enam Pejabat Utama Polda Kalsel dan tiga Kapolres Jajaran yang mengikuti Sertijab. Keenam Pejabat Utama Polda Kalsel itu yakni Karo Ops Polda Kalsel akan dijabat oleh Kombes Pol Nurhandono menggantikan Kombes Pol Moch. Noor Subchan Karo SDM Polda Kalsel yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Nanang Masbudi digantikan oleh Kombes Pol Muhammad Arif Sugiarto.
Dir Binmas Polda Kalsel dari Kombes Pol Widiatmoko kepada Kombes Pol Fadly Samad Dir Intelkam Polda Kalsel dari Kombes Pol Nur Romdhoni kepada Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan.
Kemudian ada Kabid Propam Polda Kalsel dari Kombes Pol Dudy Iskandar kepada Kombes Pol Djaka Suprihanta, dan Kabid Keu Polda Kalsel dari Kombes Pol Hermawan kepada Kombes Pol Erwin Fardiansyah Tossin.
Sementara tiga Kapolres yang berganti, ada Kapolresta Banjarmasin dari Kombes Pol Rachmat Hendrawan kepada Kombes Pol Sabana Atmojo Kapolres Tapin dari AKBP Pipit Subiyanto kepada AKBP Ernesto Saiser, dan Kapolres Tanah Bumbu dari AKBP Himawan Sutanto Saragih kepada AKBP Tri Hambodo.
Dalam sambutannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, kepada seluruh Pejabat yang dilantik agar secepat mungkin beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru.
“Dan untuk sedini mungkin mengerti dan memahami situasi dan kondisi Kamtibmas di wilayahnya,” pesan Kapolda Kalsel saat memberikan sambutan.
Sedang kepada Pejabat yang lama, Kapolda menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasinya selama ini yang telah memberikan kontribusi terbaik untuk kebaikan Polda Kalsel.
“Mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dan sebagai penyegaran dalam tubuh organisasi Polri. Hal ini merupakan kebutuhan organisasi serta bagian dari kebijakan program Kapolri dalam hal yang siap melaksanakan transformasi menuju Polri yang Presisi atau akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan,” tutupnya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Ibnu Sina akhirnya resmi menduduki jabatan sebagai Ketua DPD Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2021-2026 mendatang. Usai dilantik secara virtual oleh Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, di salah satu hotel berbintang, di Kota Banjarmasin, Selasa (4/1). Agus Harimurti Yudhoyono yang biasa disapa AHY ini meminta kepada yang baru dilantik ini, dapat memajukan Partai Demokrat di Provinsi Kalimantan Selatan.
Ibnu Sina dilantik sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel secara virtual
“Kami meminta kepada yang baru dilantik ini, agar dapat memajukan Partai Demokrat,” ucap AHY.
Selain itu, AHY juga mengucapkan selamat atas dilantiknya Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan Ibnu Sina beserta pengurus. Agar kedepannya dapat bekerja lebih giat lagi, untuk masyarakat dan Partai Demokrat.
Sementara itu Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan Ibnu Sina mengatakan, siap memenangkan Partai Demokrat di Kalimantan Selatan.
“Kami bersyukur atas kepercayaan Partai Demokrat untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu yang juga menjabat Walikota Banjarmasin ini, meminta dukungan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat untuk kemajuan Partai Demokrat di Banua ini.
“Kami juga senantiasa meminta arahan kepada ketua umum agar dapat selalu memajukan Partai Demokrat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, tidak hanya Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan yang dilantik, tetapi juga DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo. (SRI/RDM/RH)