Festival Kuntau Akan Digelar Hingga ke Tingkat Internasional

BANJAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Silat Budaya Kalimantan Selatan (SBKS) menyelenggarakan Festival Kuntau Antar Perguruan se-Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (12/11).

Berpusat di Kiram Park, Kabupaten Banjar, kegiatan silat budaya ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diprogramkan oleh Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemuda Olahraga provinsi Kalsel ini diikuti oleh 200 peserta dari 20 perguruan se-Kalsel.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Kepala Dispora prov Kalsel Hermansyah disampaikan, berbagai macam seni bela diri di Indonesia termasuk Kuntau sangat baik untuk kembangkan. Karena di setiap ilmu bela diri juga diajarkan untuk membentuk karakter diri.

“Olahraga bela diri membentuk kita menjadi pribadi yang disiplin, pribadi yang tangguh, kuat dan memiliki daya saing,” katanya.

Olahraga Kuntau, lanjutnya, bukan sekedar seni bela diri tetapi juga merupakan bagian dari seni budaya Indonesia. Oleh karena itu pemuda di jaman sekarang harus terus melestarikan bela diri Kuntau ini, yang juga menjadi olahraga tradisional Kalimantan Selatan

“Mari kita lestarikan seni bela diri Kuntau dengan cara pembinaan atau event seperti festival yang kita laksanakan saat ini,” ajaknya.

Dalam sambutan tersebut pula, Gubernur Kalsel berharap pembinaan dan kejuaraan Kuntau di berbagai daerah di Kalsel dapat terus dilaksanakan. Sehingga dapat melahirkan bibit pesilat yang berprestasi dan nantinya dapat mengharumkan banua.

Disela kegiatan, Ketua Umum SBKS provinsi Kalimantan Selatan Supian HK mengatakan budaya lokal khususnya Kuntau, perlahan saat ini sudah mulai tergerus jaman. Oleh sebab itu Supian melanjutkan, pihaknya akan terus meningkatkan festival silat budaya ini hingga ke tingkat Internasional.

Ketua Umum SBKS prov Kalsel, Supian HK

“Agar tidak tergerus jaman maka akan terus kami tingkatkan, di tahun 2022 kita akan laksanakan festival tingkat Nasional lalu tingkat Internasional,” ucap Supian yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Kalsel ini.

Supian berpesan agar para peserta dan wasit dapat menjunjung sprotifitas dalam pertandingan. Karena festival Kuntau ini menurutnya, juga merupakan bentuk persahabatan antar perguruan se-Kalsel.

“Junjung sportifitas, jangan seperti gunting yang memisahkan, tetapi jadilah seperti kain yang menyatukan,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

KLHK Serahkan Hasil Kajian Pengamanan Lingkungan, Kalsel Diminta Segera Tindaklanjuti

BANJARMASIN – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, melalui Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, aktif  membantu daerah dalam upaya peningkatan pengamanan lingkungan hidup.

Para pemateri ekspos hasil kajian KLHK saat memberikan materi

Kementerian dibawah pimpinan Siti Nurbaya ini terus memantapkan sinergi dengan daerah dan para pemangku kepentingan.

Salah satunya adalah menyusun rencana aksi berbasis ekoregion di daerah.

Kegiatan KLHK terbaru adalah melakukan ekspos hasil Kajian Pengamanan Lingkungan Hidup Berbasis Ekoregion Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (12/11) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK RI, Hanif Faisol Nurafiq saat menyampaikan materi memaparkan, tindak lanjut dari kegiatan ekspos ini adalah terbangun sinergi lintas sektor secara menyeluruh.

“Pemerintah Pusat mengharapkan langkah-langkah strategis pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota dalam melakukan rencana aksi yang sudah ada” ujarnya.

Hanif  mencontohkan Kalsel yang sangat rawan terhadap banjir.  Langkah penting dilakukan adalah penerapan strategi manajemen kebencanaan yang terukur dan sesuai kondisi daerah.

Karena penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus menyeluruh melibatkan banyak pihak.

“Semua kegiatan tata kelola lingkungan terlebih penanganan bencana perlu ditangani secara kolaborasi melibatkan semua komponen,” tekannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, kajian KLHK bisa menjadi solusi atas bencana  banjir yang menimpa provinsi ini sebelumnya, termasuk banjir awal tahun 2021 yang menimbulkan kerugian cukup besar.

Dikatakan Roy, dalam kajian dijelaskan berbagai rencana aksi pengamanan lingkungan hidup berbasis ekoregion.

Rencana aksi ini dimaksudkan mengurangi dampak kerusakan banjir serta memberikan strategi pengamanan lingkungan hidup di Kalsel.

Adapun strategi khusus yang akan dilakukan, menargetkan pada pengurangan luas genangan, lama genangan, kerugian ekonomi, dan menghilangkan kerugian nyawa (zero victim).

Melihat dari hasil pemodelan banjir di DAS Barito yang terlah dilakukan berdasarkan Citra Sentinel, telah dapat dipetakan beberapa skenario dengan tingkat reduksi yang berbeda sesuai dengan intervensi yang dilakukan.

“Kajian ini penting karena rencana aksi yang termuat didalamnya akan menjadi rekomendasi terhadap kebijakan daerah,” ujar Roy.

Kebijakan itu antara lain  pengamanan lingkungan hidup, lebih fokus lagi  penanggulangan bencana banjir yang akan diintegrasikan pada rencana pola ruang, RTRW dan KLHS RPJMD Kalsel.

Upaya bersama yang telah dilakukan ini diharapkan terus terjalin dengan sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat akan taget-target yang ditetapkan tercapai.

Tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pengakuan dari kementerian/lembaga lain terhadap kajian ini.

“Saya harap kajian ini betul betul mengurai permasalahan mendasar dari sebab terjadinya banjir di awal 2021 lalu,” ujar Roy.

Pemprov Kalsel  lanjutnya, sudah melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan lingkungan melalui beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai sektor atau SKPD terkait.

Upaya dimaksud antara lain penataan, fokus pemulihan kerusakan lingkungan, penetapan prioritas lokasi pemulihan kerusakan lingkungan.

Kemudian pemulihan secara vegetatif, pemulihan secara sipil teknis, dan pendekatan sosial, serta pendekatan umum.

Ekspose diikuti para pimpinan SKPD terkait dari 13 kabupaten/kota se Kalsel, dan jajaran Pemprov Kalsel .

Dari Pemprov Kalsel hadir Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira, Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto, Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, dan pejabat lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

2022, Lomba Olahraga dan Fotography Tingkat SMA Diharapkan Dapat Kembali Diadakan

BANJAR – Pelaksanaan lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang digelar di Kiram Park Kabupaten Banjar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Kamis (11/11) terbilang sukses. Antusiasme para peserta yang mengikuti lomba terbilang tinggi, hal ini dikarenakan perwakilan pelajar tingkat SMA di 13 Kabupaten-Kota berkumpul untuk memeriahkan lomba tersebut.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel Muhammadun menyampaikan, dengan suksesnya perhelatan lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang diselenggarakan oleh pihaknya maka diharapkan ditahun mendatang lomba tersebut akan kembali diselenggarakan.

“Lomba olahraga dan fotography dinilai sukses memperkenalkan olahraga tradisional kepada kalangan pelajar, yang kebanyakan sudah tidak bisa melihat lagi jenis-jenis olahraga tradisional khas banua kalsel, sehingga kami mengharapkan pada tahun 2022 mendatang, lomba olahraga dan fotography tingkat SMA akan kembali digelar,” ungkap Muhammadun.

Muhammadun menambahkan, selain memperkenalkan jenis-jenis olahraga tradisional, saat lomba olahraga dan fotography tingkat SMA juga dapat mempererat tali silaturrahmi antara para pelajar, serta para tenaga pendidik.

“Semua pelajar tingkat SMA disini berkumpul, sehingga tali silaturrahmi tidak terputus, dan juga bisa mengubah pola pikir para pelajar saat pengetahuan mereka menjadi lebih luas,” tutup Muhammadun. (MRF/RDM/RH)

RSUD Ulin Berikan Penghargaan Kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

BANJARMASIN – Bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 ini, RSUD Ulin Banjarmasin menyerahkan penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di rumah sakit tersebut.

Foto bersama para pemenang lomba inovasi pelayanan publik RSUD Ulin Banjarmasin

Wakil Direktur SDM RSUD Ulin Banjarmasin Thaufik Hidayat mengatakan, pada Peringatan HKN ini diserahkan penghargaan kepada pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik.

“RSUD Ulin Banjarmasin memberikan apresiasi kepada para pemenang kompetisi inovasi tersebut,” ucap Thaufik, kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/11).

Thaufik mengatakan, lomba inovasi pelayanan publik ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh RSUD Ulin Banjarmasin.

“Karyawan di rumah sakit ini cukup banyak hampir seribu lebih, oleh karena itu diharapkan akan hadir inovasi inovasi pelayanan publik dari mereka,” tuturnya.

Menurut Thaufik, karya inovasi pelayanan publik yang menjadi pemenang merupakan, inovasi yang paling banyak manfaatnya bagi semua pihakya.

“Untuk pemenang inovasi pelayanan publik di RSUD Ulin Banjarmasin, tentunya yang paling banyak manfaatnya untuk rumah sakit dan publik,” ucapnya.

Pemenang juara 1 lomba inovasi pelayanan publik tahun 2021 di RSUD Ulin Banjarmasin, dari Instansi Farmasi dengan inovasinya pelayanan pengunaan obat obatan untuk pasien, yang transparan, serta lainnya. Juara 2 diraih Instalasi IPS RS, serta Juara 3 dari bidang SDM. Para pemenang berhak mendapatkan uang tunai dari RSUD Ulin Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel Ajukan Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Dalam penjelasan Komisi II DPRD Kalsel sebagai Komisi Pengusul yang dibacakan Dewi Damayanti Said, disampaikan pada Triwulan II Tahun 2020, sebagian besar sektor perekonomian Kalsel pertumbuhannya mengalami kontraksi akibat digerogoti pandemi COVID-19.

“Termasuk tiga sektor ekonomi paling besar yang nilainya hampir setengah dari nila PDRB Kalsel, yaitu pertambangan, pertanian dan industri juga mengalami pertumbuhan negatif. Bahkan sektor pertambangan memberikan sumbangan sebesar -1,5 persen dari -2,6 persen pertumbuhan Kalsel,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini dalam rapat paripurna Dewan, Kamis (11/11).

Kondisi ini hendaknya menjadi motivasi bagi Pemprov Kalsel untuk segera meletakkan pondasi transformasi ekonomi. Kalsel harus mengubah ketergantungan pada sumber daya alam menuju perekonomian yang mengandalkan sumber daya manusia dan teknologi.

“Bagi Kalsel, Ekonomi Kreatif memiliki arti penting dan kedudukan yang strategis dalam menopang ketahanan ekonomi masyarakat, mewujudkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan inovasi, kreativitas dan daya saing, serta penciptaan lapangan kerja guna memajukan pembangunan perekonomian di daerah,” jelasnya.

Ditambahkan Dewi, dibentuknya Raperda itu bertujuan antara lain memberikan landasan hukum bagi Pemprov serta masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan ekonomi kreatif, meningkatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk memajukan ekonomi kreatif di daerah, serta meningkatkan peran ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan ekonomi kreatif berbasis potensi Daerah menjadi tangguh, mandiri, dan berdaya saing sebagai pilar pengembangan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Mendorong terbentuknya kelembagaan Ekonomi Kreatif Daerah untuk melayani kepentingan pengembangan ekonomi kreatif, dan mendorong terwujudnya kota kreatif sebagai kota yang mampu melayani kepentingan pengembangan ekonomi kreatif dan memanfaatkan secara efektif aset kreatif, serta menggunakannya sebagai dasar pembangunan ekonomi, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Buka Jalur Terisolir Dusun Pematang Kanas – Desa Tanjung

BANJAR – Warga Dusun Pematang Kanas, dan berbagai desa di Kabupaten Banjar kini bisa bernafas lega.

Pasalnya Pemprov Kalsel membuka akses jalan yang menghubungkan beberapa desa, salah satunya Desa Kiram di Kabupaten Banjar dan Desa Tanjung Kabupaten Tanah Laut.

Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, menggandeng TNI untuk membuka akses melalui kegiatan Karya Bakti TNI.

Gubernur Kalsel (kiri) berfoto bersama Danrem 101/Ant (tengah) dan Kadis PMD (kanan) usai penandatanganan kerjasama pembukaan jalan

“Pembangunan infrastruktur antar desa sangatlah penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan yang lainya,” ucap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat membuka Karya Bakti TNI, di Dusun Pematang Kanas, Kabupaten Banjar, Kamis (11/11).

Menurut Paman Birin (sapaan akrabnya), pembukaan jalan dan pengembangan infrastruktur juga dibutuhkan untuk mengembangkan potensi pariwisata di pedesaan.

“Dengan dikembangkanya infrastuktur maka wisatawan akan semakin dimudahkan untuk berkunjung ke desa-desa wisata,” ujarnya.

Paman Birin, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada TNI yang terus menebar karya bakti untuk membangun daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI yang memiliki jiwa korsa yang sangat tinggi untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Paman Birin berharap, sinergi yang baik antara Pemerintah, TNI dan rakyat senantiasa terpelihara dan terus ditingkatkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan Zulkifli mengatakan, pembangunan ruas jalan ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat.

“Ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat, Gubernur Kalsel ingin Desa Kiram di Kabupaten Banjar dan Desa Tanjung di Kabupaten Tanah Laut terhubung,” katanya.

Disampaikanya, ruas jalan yang dibangun dari Dusun Pematang Kanas menuju Tapal Batas Banjar – Tanah Laut di Desa Tanjung sepanjang 12,4 Kilometer, dengan lebar 8 meter dengan biaya Rp2,9 miliar dari APBD Perubahan Provinsi.

Menurutnya, waktu pelaksanaan selama 45 hari dari 11 November – 25 Desember 2021.

Zulkifli mengatakan, pembangunan ruas jalan ini diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Pembangunan ruas jalan juga dapat menekan harga karena sudah adanya infrastruktur yang layak antar desa,” katanya.

Sementara itu, Pembakal Desa Kiram Iwar mengucapkan terima kasih atas bantuan infrastruktur yang diberikan Pemerintah Provinsi.

Menurutnya, masyarakatnya sudah sangat merindukan akses jalan yang layak untuk membawa hasil kebun mereka yakni karet.

Disampaikanya, di wilayahnya juga memiliki potensi wisata seperti gunung Pematang Kaca dan Air Terjun. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Lestarikan Seni, Taman Budaya Kalsel Selalu Buka Ruang Untuk Semua Kalangan

BANJARMASIN – Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, selalu memberikan ruang untuk semua kalangan, dalam melestarikan seni.

Disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, kepada Abdi Persada FM pada Kamis (11/11), pihaknya mengayomi dan merangkul seluruh kalangan, yang tersebar di 13 kabupaten dan kota, tidak hanya pelaku seniman yang senior. Namun juga para millenial, untuk bersama-sama melestarikan seni di daerah.

“Kita berikan ruang semua, dengan harapan mereka terus berinovasi dalam setiap karya yang ditampilkan,” ucapnya.

Suharyanti menjelaskan, untuk pergelaran juga diatur yang tampil, mulai dari para pelaku seni tradisional, agar kalangan millenial mengetahui. Begitupun seniman lain, sehingga penonton yang menyaksikan, tidak merasa kaku dan bosan.

“Pergelaran ini ada dua, selain bisa disaksikan langsung, juga melalui laman Youtube Tambud Kalsel, agar semakin mencintai karya seluruh seniman,” katanya

Suharyanti menjelaskan, pada November ini, masih dalam rangkaian hari Wayang Nasional, pihaknya kembali melanjutkan program Ragam Pesona Budaya Banjar 2021, yaitu Karasminan Banua, pada Jumat malam (12/11) menampilkan pergelaran Wayang Orang dari sanggar Parapatan Lampini dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan judul ratapan toyapamerta bunga kedaton. Kemudian pergelaran secara perdana tari sanggar kemilau intan dari Kabupaten Banjar, serta pergelaran musikalisasi puisi dara kampoeng seni boejaja dari ULM.

“Kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelasnya.

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, untuk setiap pekannya selalu digelar Ragam Pesona Budaya Banjar 2021, yaitu Karasminan Banua, pada Jumat malam pekan depan (19/11) yaitu pertunjukkan tari tradisonal, musik panting dangdut, musik panting simak dan musik jazz Banjar. Selanjutnya memperingati hari Guru Nasional pada Kamis (25/11) akan tampil tari kolosal perwakilan sekolah menengah atas (SMA) yang berlokasi di Banjarmasin, serta pada Jumat malam (26/11) akan ditampilkan seni pertunjukkan Bapantulan.

“Warga bisa melihat informasi sebelum pergelaran di medsos Tambud Kalsel,” pungkasnya. (NHF/RDM/RH)

Karya Bakti TNI di Desa Kiram Resmi Dibuka Gubernur Kalsel

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor secara resmi membuka Karya Bakti TNI, yang diselenggarakan Korem 101/Antasari bekerja sama dengan Pemprov Kalimantan Selatan, di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kamis (11/11).

Karya Bakti TNI bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta kemanunggalan TNI-Rakyat.

Sasaran kegiatan Karya Bakti TNI yang akan dilaksanakan sampai 17 Desember 2021, adalah penyiapan badan jalan sepanjang 8 x 12.400 meter dan pengerasan jalan sepanjang 5 x 3.556 meter, menghubungkan antara Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dengan Desa Tanjung Kecamatan Bajuin, Tanah Laut.

Kegiatan fisik ini diprioritaskan untuk membantu membuka daerah terpencil, dengan membuka akses yang lebih luas untuk pemasaran hasil bumi dan produk-produk yang ada di desa, guna mendukung pertumbuhan roda perekonomian masyarakat pedesaan.

Gubernur Kalsel dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Tentara Nasional Indonesia, dengan kegiatan Karya Bakti ini,

“Saat ini percepatan pembangunan dimulai melalui pinggiran, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Hingga saat ini masih banyak desa yang terisolir, oleh karena itu pembuatan dan pengembangan infrastruktur yang menghubungkan desa sangat diperlukan,” sebutnya.

Dengan terhubungnya akses antar desa, maka Paman Birin (sapaan akrabnya ) berharap, dapat meningkatkan daya tarik wisata dan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga untuk jalur pendekat bagi daerah terisolir.

Sementara itu, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, tujuan diadakannya Karya Bakti TNI Tahun 2021 di Kabupaten Banjar, adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar, serta mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dalam rangka akselerasi pembangunan di daerah.

“Kegiatan ini juga untuk menghubungkan jalan antara kabupaten Banjar dengan Kabupaten Tanah Laut, untuk jalan di Kabupaten Tanah Laut sudah dibuka hingga sampai di perbatasan kabupaten melalui pelaksanaan TMMD ke-111 yang dilaksanakan oleh Kodim 1009/Tanah Laut. Saat ini kita buka jalan dari Kiram tembus ke Desa Tanjung Bajuin, Tanah laut melalui Karya Bakti TNl,” pungkasnya. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Pemanfaatan Digital Meningkat, Kalsel Bakal Ikut Andil Dalam Bonus Demografi

BANJARBARU – Pengguna jejaring internet di Indonesia kini tercatat sebanyak 202,6 juta dari 270 juta penduduk dengan nilai ekonomi digital sebesar USD44 miliar atau setara dengan RP632 triliun.

Terkait data yang dirilis melalui Litbang Kemenkominfo RI itu diambi pada tahun 2020 lalu. Yang mana, Indonesia memiliki perkembangan ekonomi internet terbesar dan tercepat.

Melalui data dari Badan Litbang Kominfo RI untuk penggunaan internet, Indonesia diprediksi mampu mengalahkan Singapura dan Vietnam pada 2025 mendatang dengan realisasi 23 persen dari 1248.

Kepala Badan Litbang Kominfo RI, Hary Budiarto mengatakan, prediksi nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 mendatang diakui mampu terealisasi sebesar USD124 miliar. Terlebih, tahun 2030 mencapai USD315,5 miliar atau setara Rp4.531 triliun.

Kepala Badan Litbang Kominfo RI, Hary Budiarto saat menjadi keynote speech dalam rakor kewilayahan di Kalsel.

“Tahun 2025 prediksi nilai rupiah setara sekitar Rp1.781 triliun dan bandingkan dengan nilai pasar E-commerce tercatat hingga USD27,5 miliar atau Rp395 triliun,” ungkapnya saat menjadi keynote speech dalam kegiatan penyelenggaraan rakor kewilayahan yang diikuti tiga kabupaten/kota di Kalsel, Kamis (11/11) siang.

Sedangkan, ia menyebutkan, untuk nilai prediksi pasar E-commerce tahun 2030 berkisar hingga USD132,8 miliar.

“Atau bisa dilihat setara dengan angka dikisaran Rp1.908 triliun,” jelasnya.

Melalui sumber resmi Google, Temasek dan Brian Company untuk sektor informatika dan komunikasi di Indonesia dalam presentase laju pertumbuhan kumulatif di tahun 2020 lalu berada pada 10,58.

“Namun, pada tahun 2021 tepatnya di semester I (pertama) mencapai sekitar 7,78 persen (c to c),” ungkapnya.

Plt Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Adi Santoso mengungkapkan, saat ini industri perdagangan, UMKM, layanan kesehatan, publik hingga pendidikan harus masuk dalam lini ini.

Plt Assisten bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Adi Santoso saat meresmikan kegiatan rakor kewilayanan.

“Dimasa pandemi sekarang ini kita khusus di Kalsel dipaksa harus bisa berubah dan berinovasi dengan memanfaatkan industri digital dengan mengikuti dinamika yang terjadi,” ujarnya yang kini juga masih menjabat sebagai Assisten bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel.

Bahkan, ia membeberkan, kalau Kalimantan Selatan rencananya akan mendapatkan bonus demografi pada 2030 – 2040 mendatang.

“Saat ini kita harus bersiap-siap memasuki era tersebut. Maka dari itu, seluruh pemangku kepentingan harus melakukan upaya-upaya percepatan dalam peningkatan kualitas SDM di Provinsi Kalsel,” bebernya.

Jika dilihat melalui persentase ekonomi digital, nilai dan pertumbuhan terbesar di Indonesia terdapat pada penggunaan di industri E-commerce naik sekitar 23 persen, online travel 36 persen, online media 18 persen dan ride hailing sebesar 28 persen pada 2025 mendatang.

Tetapi, tahun 2019 – 2021 untuk E-commerce berada pada 54 persen, online travel 68 persen, online media sekitar 24 persen dan ride hailing sebesar 18 persen. (RHS/RDM/RH)

Simpeda KPE Tahun 2021 Bank Kalsel, Bagikan 39 Unit Motor

BANJARMASIN – Bank Kalsel gelar penarikan Undian Simpeda KPE (Kartu Pegawai Elektronik) di Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, pada Kamis (11/11). Gelaran ini merupakan periode VII dari agenda rutin tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2015, sebagai bentuk apresiasi Bank Kalsel kepada nasabah setia, khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS), pemegang Tabungan Simpeda (Simpanan Pembangunan Daerah) KPE.

Suasana saat penarikan undian Simpeda KPE Bank Kalsel

Penarikan undian tersebut dilakukan oleh Plt. Direktur Utama dan Dewan Komisaris Bank Kalsel, I. G.K. Prasetya dan Syahrituah Siregar, Head of Business dan Supporting Group, Fachrudin dan Mitra Damayanti serta Kepala Divisi Dana dan Jasa Bank Kalsel, Hambali. Penarikan undian disaksikan oleh Neddy Farmanto selaku notaris, Ipda Hasyim Al Ayubi selaku perwakilan dari pihak Kepolisian Republik Indonesia dan Rizdie Prima Surya selaku perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Kalsel. Kegiatan ini turut diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Cabang (KC) Bank Kalsel secara daring dan juga disiarkan secara langsung melalui instagram @bankkalsel.

Pada penarikan undian Simpeda KPE kali ini, Bank Kalsel menyuguhkan hadiah total sebanyak 39 unit sepeda motor dan 39 unit sepeda lipat yang akan dibagikan kepada nasabah Simpeda KPE Bank Kalsel di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Adapun rinciannya yaitu KC Utama dan KC Pembantu RSUD Ulin memperebutkan hadiah 7 unit sepeda motor. Kemudian untuk KC Pelaihari, KC Batulicin, KC Kotabaru, KC Barabai, KC Tanjung, KC Banjarbaru, KC Martapura dan KC Kandangan memperebutkan hadiah masing-masing 3 unit sepeda motor. Sedangkan untuk KC Amuntai, KC Paringin, KC Marabahan dan KC Rantau memperebutkan hadiah masing-masing 2 unit sepeda motor.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur Utama Bank Kalsel I G.K. Prasetya mengungkapkan bahwa undian Tabungan Simpeda KPE merupakan salah satu wujud apresiasi kepada para PNS sebagai nasabah terbesar Bank Kalsel.

“PNS merupakan nasabah terbesar Bank Kalsel baik untuk produk tabungan maupun kredit, sehingga kami patut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih salah satunya melalui Undian Simpeda KPE ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini semakin meningkatkan loyalitas nasabah khususnya PNS sehingga Bank Kalsel semakin eksis dan semakin dipercaya oleh nasabah,” ucap Prasetya.

Tabungan Simpeda KPE merupakan produk tabungan Bank Kalsel yang diperuntukkan bagi pengelolaan gaji PNS secara elektronik di seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Undian Simpeda KPE dikhususkan bagi nasabah Simpeda KPE yang berstatus PNS aktif maupun yang telah pensiun.

Prasetya menambahkan bahwa Tabungan Simpeda KPE Bank Kalsel menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun, baik dari jumlah nasabah, produk, maupun layanan. Peningkatan ini tak luput dari dukungan dan kepercayaan Pemerintah Daerah dan seluruh nasabah.

“Kepercayaan dan kesetiaan para Pemegang Saham serta nasabah diakui telah membawa Bank Kalsel tetap tumbuh di tengah ketatnya persaingan industri perbankan. Bank Kalsel akan terus menghasilkan kinerja dan prestasi yang baik, berkat apresiasi dan penghargaan dari seluruh nasabah yang telah mendukung dan menjadikan Bank Kalsel sebagai bank yang terpercaya dalam menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat,” terang Prasetya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version