Dispar Kalsel Sharing ke Kepulauan Riau Untuk Gali Strategi Kunjungan Wisman

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan pada pekan lalu, melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, untuk menggali strategi, dalam rangka meningkatkan wisatawan mancanegara.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan pada Kamis (11/11), sharing ke Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, karena dinilai menjadi gerbang masuk wisatawan mancanegara, nomor dua di Indonesia setelah Bali.

“Kami sharing ke Kepri ini, untuk mengetahui strategi menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke banua,” ucapnya

Syarifuddin menjelaskan, dari hasil sharing
ke Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, untuk promosi pariwisata selalu menggandeng pelaku usaha pariwisata, salah satunya Generasi Pesona Indonesia (Genpi).
Kegiatan Genpi ini yang biasa memposting atau mempromosikan pariwisata, karena memiliki jaringan yang luas tersebar di seluruh Indonesia.

“Genpi disana sangat gencar promosi seluruh destinasi wisata,” jelasnya.

Syarifuddin menyampaikan, dengan strategi itu akan diimplementasikan, melalui semakin mempererat jalinan komunikasi dan koordinasi menggandeng para pelaku usaha pariwisata seperti, ASPPI, ASITA, PHRI, dan HPI untuk promosi pariwisata di Kalsel.

“Selama ini koordinasi sudah berjalan baik, kedepan sinergi ini akan ditingkatkan, yaitu lebih fokus promosi pariwisata, agar tidak hanya dikenal dalam daerah, atau provinsi lain, dan juga mancanegara,” harapnya.

Lebih lanjut Syarifuddin meminta, bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, hendaklah bersama-sama mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Banua, terutama di tiga belas Kabupaten dan Kota, melalui media sosial masing-masing.

“Jangan hanya destinasi wisata di luar daerah yang di posting. Seharusnya lebih bangga memposting destinasi wisata yang ada di Kalsel, agar lebih dikenal secara luas,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin : Tidak Ada Lagi Pengangguran dari Lulusan SMK

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan berharap tidak adalagi sumbangan pengangguran di Provinsi Kalimantan Selatan dari lulusan SMK di Banua ini. Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan M Yusuf Effendi saat menghadiri Pelaksanaan Komitmen SMKN 2 Banjarmasin dengan Dudika dan Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin, di aula SMKN 2 Banjarmasin, Kamis (11/11).

Menyaksikan penandatanganan Komitmen SMKN 2 Banjarmasin dengan Dudika serta Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin

Dalam sambutan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan M Yusuf Efendi mengatakan, hendaknya lulusan SMK yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan ini, dapat meningkatkan keterampilannya, sehingga ketika lulus maka akan langsung mendapatkan kerja.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi kepada SMKN 2 Banjarmasin yang telah melaksanakan kegiatan Komitmen SMKN 2 Banjarmasin dengan Dudika dan Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Paman Birin berharap, dengan semakin meningkatnya kemampuan siswa SMK, maka kedepannya tidak adalagi pengangguran yang disumbangkan dari lulusan SMK di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Berdasarkan laporan angka pengangguran di Provinsi ini salah satunya dari lulusan SMK,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Paman Birin, dengan adanya peningkatan kerjasama dengan pelaku usaha, maka diharapkan tidak adalagi pengangguran dari lulusan SMK.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Banjarmasin Almunawar mengatakan, dilaksanakan komitmen dengan Dudika dan Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin ini, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di SMKN 2 Banjarmasin.

“Tujuan dari komitmen ini maka diharapkan pengetahuan siswa semakin meningkat sehingga siap memasuki dunia kerja, ketika mereka lulus sekolah,” ucapnya.

Almunawar mengatakan, pihaknya juga mempersiapkan para siswa ketika lulus sekolah, untuk dapat membuka usaha mereka sendiri atau berwirausaha. (SRI/RDM/RH)

Gubernur : Fokus Kalsel 2022, Pemulihan Ekonomi

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kalimantan  Selatan, Kamis (11/11). Rapat paripurna tersebut mengagendakan Tanggapan atau Jawaban Gubernur Kalsel Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kalsel atas Raperda Provinsi Kalsel terhadap Pemandangan Umum terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2022.

Sahbirin Noor sebelum memaparkan tanggapan mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada lembaga  legislatif melalui fraksi-fraksi atas rekomendasi saran-saran yang disampaikannya.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

“Semua catatan dan rekomendasi dewan terkait upaya optimalisasi pendapatan daerah menjadi atensi kami (pemerintah daerah, red). Terima kasih atas usul dan sarannya,” ucapnya.

Dijelaskan Sahbirin, setelah dilakukan review dari saran  maupun evaluasi dewan terkait Raperda APBD 2022 ada beberapa catatan penting, yaitu optimalisasi, efektivitas dan efisiensi anggaran.

Salah satu rekomendasi dewan adalah  pengembangan PAD berbasis digitalisasi, intensifikasi dan ekstensifikasi. Saat ini upaya di atas terus disempurnakan melalui sistem aplikasi sederhana dan mudah serta mengedepankan aspek transparansi.

Kepala Daerah yang di akrab disapa Paman Birin ini mengatakan salah satu konsentrasi pembangunan di tahun 2022 adalah upaya berkelanjutan pemulihan ekonomi akibat pandemi.

Optimalisasi pendapatan PAD tetap dilakukan. Strategi yang dilakukan harus mengacu perundang undangan daerah dan  tidak membebani rakyat.

Paman Birin menegaskan, fokus RKPD Kalsel  2022 meliputi peningkatan pembangunan di bidang  kesehatan, pendidikan, keterampilan UMKM, investasi hilirisasi industri pertanian, pariwisata, penanganan banjir dan covid

Terkait dengan Raperda APBD Tahun Anggaran 2022, Pemerintah Provinsi Kalsel  fokus pada pembangunan yang mengarah pada inovasi kreatif.

“Muatan rancangan APBD Tahun 2022 ini tetap menitikberatkan pada apa yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2022 dan tetap mempertimbangkan dinamisasi perkembangan lingkungan strategis,” tekannya.

Gubernur Kalsel mengingakan Kepala SKPD untuk lebih kreatif dalam menyikapi tantangan perekonomian , terutama di masa pendemi.

Sementara itu Ketua DPRD Kalsel, Sufian HK memberikan apresiasi atas atas atensi Pemprov Kalsel dalam memberikan tanggapan terkait Raperda APBD 2022.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Gubernur Kalsel dan jajaran atas tanggapan dan jawaban terkait catatan catatan penting dari kami selaku  legislatif terhadap Raperda APBD 2022,” ucapnya.

Untuk diketahui, rapat Paripurna kali ini juga dihadiri Kepala SKPD  antara lain Kepala Dinas ESDM, Isharwanto, Kepala BKD Sulkan, Kadis Koperasi dan UKM Gustafa Yandi, Kadis Kelautan dan Perikanan Rusdi Hartono, Kepala Bakeuda, Kadinkes  M. Muslim, Agusdian Noor, Kadinsos Siti Nooriyani, Kadisnakertrans Siswansyah. Kadis Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Sipil, Irfan Sayuti.

Bahkan para Kepala SKPD yang berhadir terlihat menyimak serius serta mencatat tanggapan dan arahan Gubernur Kalsel. (BIROADPIM-NRH/RDM/RH)

Dahlan Resmi Jabat Ketua PAW KONI Batola

BANJARMASIN – Akhirnya setelah menunggu cukup lama, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan melantik dan mengukuhkan Ketua Umum Pengganti Antar Waktu (PAW) KONI Barito Kuala Masa Bakti 2018-2022.

Pelantikan Ketua KONI Batola dan Pengurus ini dilaksanakan, di Kantor KONI Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (11/11).

Ketua PAW KONI Batola Dahlan menerima bendera KONI

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Selatan Bambang Heri Purnama diwaliki Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Welny dan Sekertaris Umum KONI Kalimantan Selatan Enly Hadiyanor. Mereka mengukuhkan Dahlan sebagai Ketua Umum Pengganti Antar Waktu (PAW) KONI Kabupaten Batola periode 2018-2022. Menggantikan ketua sebelumnya M Saleh yang mengundurkan diri karena menjabat sebagai Ketua DPRD Batola.

Dalam sambutan Ketua Umum KONI Kalsel yang dibacakan Enly Hadiyanor mengatakan, pengukuhan ini seharusnya dilakukan pada awal tahun lalu. Namun karena berbagai kendala seperti pandemi dan bencana banjir yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan, maka prosesi pengukuhan baru bisa dilaksanakan saat ini.

“Seharusnya pelantikan dilakukan pada awal tahun lalu, namun karena masih pandemi serta musibah banjir, maka pelantikan baru bisa dilaksanakan hari ini,” ucapnya.

Bambang berharap, dibawah kepemimpinan Dahlan KONI Batola tetap solid, menjalankan Tupoksi organisasi dan baik, dan meningkat dari segi prestasi.

“Kami berharap dengan telah dilantik ketua baru KONI Batola, maka prestasi olahraga disana semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PAW KONI Kabupaten Batola Dahlan mengatakan, setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PAW KONI kabupaten Batola pertanggal 1 Januari 2021 lalu. Pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan, seperti pembenahan organisasi dan administrasi.

“Untuk perbaikan administrasi yang telah dilakukan seperti, penataan administrasi keuangan. Mengingat, dana hibah KONI ini bersumber dari APBD, jadi tata kelolanya sama seperti SKPD lain,” ungkap Dahlan.

Selain itu, lanjut Dahlan, pihaknya juga telah melakukan evaluasi terhadap 36 Cabang Olahraga. Hal ini sebagai upaya jelang keikutsertaan Batola di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 mendatang.

“Kami siap memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Batola,” ucap Dahlan. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Buka Lomba Olahraga dan Fotography Tingkat SMA

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel menggelar lomba olahraga dan fotography tingkat pelajar SMA, yang bertempat di Kiram Park Desa Kiram Kabupaten Banjar, Kamis (11/11), lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang diselenggarakan selama sehari ini memperlombakan olahraga tradisional seperti silat, enggrang, begasing, dan behadap yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai SMA di Kalsel.

Dalam sambutannya saat membuka, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan apresiasinya pada lomba olahraga dan fotography tingkat pelajar SMA, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kalsel.

“Ulun (Saya) berpesan kepada generasi muda di Banua agar jangan takut bermimpi, jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi dan jangan malas dalam belajar, inilah kesempatan terbaik kalian untuk menunjukan potensi dan prestasi di tingkat provinsi,” ucap Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor menambahkan, dengan adanya perlombaan ini, maka bisa untuk menggali potensi bidang olahraga tradisional, bahkan seni fotography yang dimiliki para pelajar.

“Dimasa sekarang kita dituntut untuk terus kreatif dalam melihat segala peluang. Sehingga generasi muda Banua perlu memiliki kreativitas tinggi dan bersaing dengan daerah lain,” lanjut Sahbirin Noor.

Selain perlombaan tradisional dan fotography, di tempat perlombaan juga terdapat tempat vaksinasi COVID-19, yang ditujukan kepada masyarakat sekitar serta para pelajar yang belum bervaksin.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Muhammadun menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini merupakan instruksi gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang dalam setiap kegiatan harus mengikut sertakan program vaksinasi untuk percepatan pemulihan.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Muhammadun 

“Vaksinasi massal ini merupakan kerjasama Disdikbud Kalsel, Dinkes Kalsel, serta Polda Kalsel, yang setiap instansi menurunkan personilnya untuk kegiatan vaksinasi,” ungkap Muhammadun.

Muhammadun melanjutkan, dengan adanya vaksinasi maka akan terdapat antivirus disetiap tubuh para pelajar yang telah bervaksin, sehingga dapat mempercepat proses pembelajara di banua ini, yang lebih dari setahun diadakan secara daring (online).

“Pelajar, guru dan para peserta didik harus divaksin. Momen – momen dimanapun bisa dilaksanakan vaksinasi untuk mengejar angka tinggi vaksinasi,” tutup Madun. (MRF/RDM/RH)

Pimpin Rakor Percepatan Vaksinasi COVID-19, Ini Instruksi Paman Birin

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) Sahbirin Noor menekankan,  ketersediaan vaksin di tingkat provinsi harus selalu ada. Ini sangat penting untuk meningkatkan capaian vaksinasi masyarakat.

Gubernur Kalsel saat memimpin rakor percepatan vaksinasi COVID-19

Penegasan itu disampaikan Gubernur Sahbirin Noor saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi COVID-19 di Gedung Idham Chalid,  Setda Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (10/11).

Berkaitan hal itu, lanjutnya,  pemantapan koordinasi menjadi kunci utama. Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota hingga di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa harus aktif berkoordinasi.

“Kita bersyukur pelaksananaan vaksinasi di Kalsel sangat terbantu dengan kerja bersama antarkomponen Baik TNI/POLRI, tenaga kesehatan, swasta, para ulama, unsur pers, swasta organisasi kemasyarakatan dan lainnya,” ucap Paman Birin sapaan akrabnya.

Jika ada kabupaten kota yang persediaan vaksinnya menipis atau habis, pihak provinsi bisa segera mendistribusikannya. Dan kalau di tingkat provinsi berkurang segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta penambahan.

Vaksinasi  menurutnya, merupakan ikhtiar yang terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan target tercapainya Herd Immunity di Kalsel.

“Segera kita perhatikan kabupaten kota yang stok vaksinnya hampir habis,”  ingatnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, 425 ribu dosis vaksin di Kalsel telah didistribusikan di 13 kabupaten kota, sedangkan sisa stok sebanyak 9.200 dosis tengah disiapkan untuk kegiatan vaksinasi yang sudah terjadwal.

Melihat data itu,  lanjut Paman Birin, sudah saatnya Pemerintah Provinsi Kalsel meminta stok vaksin kembali pada pemerintah pusat.

“Kita beberapa kali berjuang menurunkan PPKM Level IV di wilayah Kalsel. Alhamdulillah, level di beberapa wilayah terus menurun, bahkan ada yang mencapai level I,” ujarnya.

Kendati begitu, Paman Birin mengingatkan, perjuangan harus terus berlanjut. Capaian vaksinasi merupakan salah satu indikator yang diperhatikan KPC-PEN dalam menentukan level PPKM suatu daerah.

Dalam kesempatan tersebutm Kadinkes Kalsel Muhammad Muslim memaparkan, berdasarkan data KPC-PEN, capaian vaksinasi di Kalsel terhitung 9 November 2021 yakni dosis pertama sebesar 41.85 persen dan dosis kedua sebesar 25.68 persen.

Ia mengatakan, angka tersebut secara real-nya bisa saja berbeda, mengingat masih banyak data yang belum terinput.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel saat memaparkan data vaksin di Kalsel

“Capaian vaksinasi kabupaten kota sejak minggu pertama bulan November menunjukkan angka rata-rata  meningkat,” jelas Muslim.

Saat ini, ujar Muslim, Banjarbaru mencatatkan capaian vaksinasi terbesar di Kalsel, yaitu sekitar 63 persen. Sedangkan peringkat kedua terbanyak adalah Banjarmasin, yakni sekitar 61 persen. 

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin secara virtual menyampaikan, pihaknya berterima kasih dengan adanya Vaksinasi Bergerak.

Program vaksinasi yang dipimpin Paman Birin tersebut, diakuinya sangat meningkatkan laju capaian vaksinasi, tak terkecuali di Banjarbaru.

“Kami sudah mempersiapkan tiga bus bersama tim vaksinator untuk mendukung Vaksinasi Bergerak menuju tiap RT dan RW. Dalam satu hari, tiga sampai lima RT bisa terkejar,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan rakor antara lain Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, unsur TNI/POLRI, Kepala SKPD Pemprov Kalsel.

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, juga dihadiri lurah dan Kepala Desa se-Kalsel serta diikuti bupati walikota se-Kalsel secara virtual. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Terisak Bacakan Puisi di Hari Pahlawan

BANJARBARU –Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor membacakan dua buah puisi pada peringatan Hari Pahlawan 2021,  Rabu (10/11) di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel , di Banjarbaru.

Dua buah puisi yang mengingatkan bangsa ini agar menghargai pahlawan yang penuh dengan kegigihan dan pengorbanan itu, disampaikan Paman Birin (sapaan Sahbirin Noor) setelah membacakan pidato sambutan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini.

Peringatan Hari Pahlawan di Kalsel tahun ini digelar langsung, diikuti pejabat lingkup Pemprov Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto serta  undangan lain.

Paman Birin yang betindak selaku inspektur upacara bertema “Pahlawanku Inspirasiku” itu, tak kuasa menahan haru saat membacakan bait demi bait kedua puisi itu. Bahkan ia sempat terisak dan menarik nafas dalam-dalam.

Puisi pertama yang sampaikan Paman Birin berjudul : Nak, Belajarlah Mencintai Tanah Air dari Pahlawan Perang Banjar Barito !. Isi lengkap puisi adalah :

Nak, pernahkah ikam mendengar,

kisah tentang demang lehman? yang rela mengalami tiang gantungan demi cintanya pada bumi banua?

Nak ai, pernahkah ikam mencari tahu, apa yang diperjuangkan pangeran antasari? hingga beliau bertekad dalam perjuangannya mengusir penjajah belanda “haram manyarah, waja sampai kaputing!”.

Eh nak, nak ai, pernahkah ikam didongengkan oleh kuitan di rumah,
atau guru ikam di sekolah? kisah panglima wangkang atau Panglima Batur.juga ada kisah perjuangan Ratu Zaleha, Tumenggung Surapati, Tumenggung Abdul Jalil, dan pahlawan Perang Banjar Barito lainnya?

Nak, amun ikam belum pernah tahu kisahnya carilah di buku-buku sejarah, lajui baca semuanya supaya ikam paham kalau cinta tanah air itu, perlu perjuangan perlu pengorbanan dan bukan sekedar kata-kata yang dititipkan pada ingatan! (Banjarmasin, 25 Oktober 2020)

Selanjutnya Paman Birin membacakan puisi karya Khairil Anwar, berjudul Kerawang – Bekasi. Puisi ini berisi pesan moral yakni semangat melanjutkan perjuangan meskipun tidak dalam bentuk perang ataupun harus mati, tetapi lebih kepada memajukan Negara dan tetap mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah tiada.

Pesan lainnya,  bahwa perjuangan para pahlawan belum selesai hingga Chairil Anwar mencoba mengetuk hati kaum muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Puisi ini mengandung makna yang dalam, yang menggambarkan insan-insan yang rela mati muda demi perjuangan kemerdekaan yang meminta kesadaran serta simpati insan masa kini untuk tetap mengenang mereka dan melanjutkan perjuangan untuk membela Tanah Air.

Sementara itu, Menteri Sosial dalam amanatnya yang dibacakan Paman Birin, antara lain menyampaikan pesan bahwa kita berbeda–beda, tetapi jangan sampai terpecah–pecah oleh perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1928.
(ADPIM/RDM/RH)

Paman Birin: Jiwa Kepahlawan Harus Ada Dalam Diri Siapapun

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengingatkan bahwa jiwa kepahlawanan harus ada dalam diri siapapun dan bisa dari lingkup terkecil yakni pahlawan bagi ekonomi keluarga.

Pesan ini disampaikan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, pada peringatan Hari Pahlawan 2021 di Halaman Setdaprov Kalsel, Rabu (10/11).

Paman Birin menyebut, melalui momentum Hari Pahlawan ini, maka hendaknya nilai-nilai kepahlawanan dapat selalu menjadi inspirasi dalam setiap langkah yang penuh inovasi dan daya kreasi.

“Setiap orang bisa menjadi pahlawan di bidang apapun, bahkan bisa memulai menjadi pahlawan bagi ekonomi keluarga dan komunitasnya,” ujar Gubernur di podium Inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan 2021.

Sebagai Inspektur Upacara, Paman Birin juga membacakan amanat tertulis Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, yang mana secara garis besarnya untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan menghindari perpecahan oleh perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1982.

“Kita harus terus menggelorakan semangat gotong royong serta persatuan dan kesatuan. Perbedaan justru memperkaya dan memperkuat kita, Bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Paman Birin menyempatkan diri untuk membacakan dua buah puisi yang mengingatkan bangsa ini agar menghargai pahlawan yang penuh dengan kegigihan dan pengorbanan.

Puisi pertama yang sampaikan Paman Birin berjudul : Nak, Belajarlah Mencintai Tanah Air dari Pahlawan Perang Banjar Barito !

Adapun isi lengkap puisi yang dibacakan hingga membuat orang nomor satu di Kalsel ini tak kuasa menahan haru hingga sempat terisak dan menarik nafas dalam-dalam, adalah;

“Nak, pernahkah ikam mendengar, kisah tentang demang lehman? yang rela mengalami tiang gantungan demi cintanya pada bumi banua?

Nak ai, pernahkah ikam mencari tahu, apa yang diperjuangkan pangeran antasari? hingga beliau bertekad dalam perjuangannya mengusir penjajah belanda “haram manyarah, waja sampai kaputing!”.

Eh nak, nak ai, pernahkah ikam didongengkan oleh kuitan di rumah,
atau guru ikam di sekolah? kisah panglima wangkang atau Panglima Batur.juga ada kisah perjuangan Ratu Zaleha, Tumenggung Surapati, Tumenggung Abdul Jalil, dan pahlawan Perang Banjar Barito lainnya?

Nak, amun ikam belum pernah tahu kisahnya carilah di buku-buku sejarah, lajui baca semuanya supaya ikam paham kalau cinta tanah air itu, perlu perjuangan perlu pengorbanan dan bukan sekedar kata-kata yang dititipkan pada ingatan! (Banjarmasin, 25 Oktober 2020)”

Selanjutnya Paman Birin membacakan puisi karya Khairil Anwar, berjudul Kerawang – Bekasi. Puisi ini berisi pesan moral yakni semangat melanjutkan perjuangan meskipun tidak dalam bentuk perang ataupun harus mati, tetapi lebih kepada memajukan Negara dan tetap mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah tiada.

Diketahui Peringatan Hari Pahlawan di Kalsel tahun ini digelar secara langsung, setelah sebelumnya urung dilaksanakan karena masifnya penyebaran COVID-19 di Banua. Peringatan ini diikuti pejabat lingkup Pemprov Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto serta  undangan lainnya. (ASC/RDM/RH)

Komparasi Bidang Kehumasan, Sekwan DPRD Kalsel Kunjungi Diskominfosantik Kalteng

PALANGKARAYA – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (9/11).

Suasana Kunker Sekwan Kalsel ke Diskominfosantik Kalteng

Kepala Bagian Tata Usaha, Keprotokolan dan Kehumasan Sekretariat DPRD Kalsel, Riduansyah menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sharing mengenai pengelolaan peliputan dan informasi kedewanan serta persroom.

“Mengingat salah satu tugas kami yaitu melaksanakan pelayanan terhadap anggota Dewan, menyebarluaskan kegiatan dan produk hukum yang dibuat kepada masyarakat. Jadi kami juga sangat dibantu oleh para wartawan yang ada di persroom Dewan,” katanya.

Riduansyah menjelaskan dari pertemuan tersebut, ada beberapa hal dari Diskominfosantik Kalteng yang patut menjadi pertimbangan untuk diterapkan di Kalsel, antara lain mengenai sistem tanda tangan elektronik serta sistem kemitraan dengan media massa, baik itu cetak maupun elektronik dan media online.

“Sistem tanda tangan elektronik ini sangat baik untuk diterapkan, terlebih di masa pandemi saat ini, tentu untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selain itu, kemungkinan kita mencontoh pola Diskominfosantik Kalteng dalam menjalin hubungan kerja sama dengan media massa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswadi menerangkan ke depan pihaknya bersama semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD,) jajaran pemerintah provinsi menerapkan tanda tangan sistem elektronik.

“Karena tanda tangan elektronik lebih aman dan praktis kalau dibandingkan dengan tanda tangan basah,” jelasnya.

Mengenai hubungan kerja sama dengan media massa, Agus menyatakan, lebih cenderung menggunakan sistem kemitraan daripada kontrak.

“Dengan sistem kemitraan lebih manusiawi karena saling menguntungkan. Sedangkan dengan sistem kontrak terkesan kurang baik, karena si penerima kontrak harus mematuhi apa-apa dari pemberi kontrak,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekwan Kalsel juga mengikutsertakan para jurnalis yang tergabung dalam Persroom DPRD Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Peringatan di Kalsel, Hari Pahlawan Harus Jadi Momentum Bersejarah Kaum Millenial

BANJARBARU – Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Banjarbaru, Kalsel, Rabu (10/11), diharapkan menjadi momen paling bersejarah bagi generasi muda di provinsi ini.

Acara khidmat yang diisi dengan upacara dan tabur bunga itu, dihadiri oleh jajaran aparat TNI-Polri dan Pemprov Kalsel menjadi pelengkap pada kegiatan tersebut.

Staff Ahli Gubernur bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang mengerti akan adanya keberadaan pejuang kemerdekaan di zaman dulu tentu hal ini tidak boleh dilupakan.

Staff Ahli Gubenur Kalsel bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah (tengah) saat diwawancarai usai mengikuti upacara Hari Pahlawan Nasional.

“Yang kami harapkan generasi penerus seperti kaum millenial dapat memahami adanya perjuangan dari para pahlawan untuk merebut kemerdekaan di Indonesia terkhusus Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dalam melanjutkan perjuangan kemerdekaan RI, ia menyebutkan, generasi millenial harus mampu mendapatkan segudang prestasi dari berbagai bidang yang berlandaskan asas Pancasila.

“Tercapai Adil dan Makmur, memajukan kesejahteraan rakyat seuai dengan landasan negara kita,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat di Kalsel dapat memanfaatkan momentum peringatan Hari Pahlawan ini sebagai langkah dalam menumbuhkan rasa patriotisme dan menanamkan semangat untuk membangun daerah.

“Sehingga harapan masyarakat di Kalsel untuk adil dan makmur bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete, mengungkapkan, agar lebih meningkatkan sikap bela negara yang tinggi dikalangan generasi kaum millenial. Setidaknya, harus mengingat secara jelas tentang sejarah perjuangan pahlawan.

Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete

“Jangan pernah sesekali melupakan jas merah, artinya bagaimana para pahlawan kita memperjuangkan dan merebut kemerdekaan serta tanpa pamrih dan telah mengorbankan jiwa raganya. Maka, untuk generasi muda jadilah pahlawan di era saat ini,” papar mantan Kapolres Banjar ini.

Terkait dimasa pandemi yang kini masih berlangsung, ia mengajak masyarakat di Kalsel untuk bersama-sama agar tetap tegar menghadapi permasalahan tersebut. Dimana, salah satu langkah tepat yang bisa dilakukan adalah berikhtiar dan tidak terpuruk dengan keadaan ini.

“Terus berkarya dan buatlah prestasi-prestasi yang saat ini bisa dilaksanakan demi generasi yang akan datang,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version