65 Pondok Pesantren di Kalsel Siap Jadi Role Model Ramah Anak

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalimantan Selatan menargetkan 65 pondok pesantren di tahun ini bakal menjadi program percontohan ramah anak.

Kepala Dinas PPPA Kalsel, Husnul Hatimah melalui Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kalsel, Adryan Anwary mengatakan, dilaksanakannya program pondok pesantren ramah anak ini merupakan instruksi langsung dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kabid Pemenuhan Hak DPPPA Kalsel, Adryan Anwary

“Tujuan dipilihnya pondok pesantren sebagai program ramah anak yakni membentuk karakter nyaman anak di dalam suasana belajar di sekolah dan tentu haknya pun harus terpenuhi,” ujarnya, belum lama tadi.

Berdasarkan statistik dan fakta lapangan, penduduk Kalsel yang berusia anak bahkan masih berstatus pelajar di sekolah sebagian besarnya banyak memilih mengenyam pendidikan di pesantren.

“Ada kondisi khusus di pondok pesantren, karena anak berada di tempat itu hampir 24 jam. Jadi, tidak salah apabila mereka juga mendapatkan hak dan perlakuan yang sama seperti sekolah ramah anak lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pemenuhan Hak Pendidikan dan Pengasuhan DPPPA Kalsel, Rahmawaty menyebutkan, pondok pesantren yang dicanangkan sebagai kaderisasi program ramah anak itu juga sudah dipetakan dan akan menjadi role model.

Kasi Pemenuhan Hak Pendidikan dan Pengasuhan DPPPA Kalsel, Rahmawaty

“Kita sudah memetakan ada sekitar 65 pesantren yang akan dijadikan percontohan dan mudah-mudahan ke depannya masuk dalam deretan kategori nasional,” bebernya.

Bahkan, Rahmawaty menyampaikan, salah satu pondok pesantren yang dicanangkan masuk dalam skala nasional sudah dibentuk.

“Itu adalah Pondok Pesantrean Al Falah Banjarbaru dan menjadi role model di Kalsel bahkan sudah di SK kan pada tahun 2019 kemarin,” ucapnya.

Terlebih, melalui hasil monitoring yang dilaksanakan pihaknya dalam beberapa bulan terakhir ini, indikator capaian menuju Pesantren Ramah Anak sudah berhasil naik diangka 70 persen.

“Iya, kami juga sudah mendatangi ke sejumlah pesantren yang pernah dilatih seiring dengan hasil evaluasi bahwa capaian ini cukup berhasil,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Selamat Datang di Era Baru Transformasi Digital Bank Kalsel

BANJARMASIN – Bank Kalsel sebagai salah satu bank pembangunan daerah, tidak lepas dari tuntutan untuk bertransformasi sebagai langkah mutlak dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan. Hal ini juga sebagai bentuk adaptasi dalam mengarungi persaingan dunia perbankan yang semakin kompleks dan masif. Kini, Bank Kalsel resmi memasuki era baru transformasi digital dalam rangka memperluas lingkup layanan sebagai
bank digital.

Era baru ini merupakan suatu tonggak perubahan yang besar bagi Bank Kalsel sebagai suatu bank daerah yang memiliki cita-cita luhur untuk berperan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah serta memiliki visi berkontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi regional maupun nasional.

Bank Kalsel tentunya tidak bisa berada di zona nyaman sebagai bank daerah yang merasa aman dengan bisnis yang ada, fase perubahan core banking system inilah yang menjadi gebrakan besar keluar dari zona nyaman tersebut untuk mewujudkan cita dan visinya.

Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, I G.K. Prasetya mengutarakan, bahwa cita-cita besar hanya akan terwujud apabila berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman dan mengambil langkah berani melakukan perubahan.

“Saat ini Bank Kalsel tengah melakukan inovasi besar dari traditional legacy system, kami bertransformasi menyuguhkan sistem digital yang mampu menjawab segala bentuk kebutuhan nasabah seiring dengan meningkatnya kebutuhan nasabah sebagai akibat dari disrupsi digital,” ucap Prasetya.

Tentunya suatu perubahan tidak bisa terwujud secara instan, perlu komitmen dan kerja keras yang dilakukan secara kontinuitas yang dilakukan sepenuh hati demi terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat. Bank Kalsel sangat memahami konsekuensi atas perubahan besar yang dilakukan akan ada hambatan-hambatan dalam fase transformasi digital ini yang pastinya akan mengganggu kenyamanan nasabah setia Bank Kalsel. Namun hal tersebut merupakan bagian atas suatu proses untuk suatu era baru yang jauh lebih baik.

“Kami menyadari transisi transformasi ini mengganggu kenyamanan Anda para nasabah setia Bank Kalsel. Kami berkomitmen untuk segera melakukan pembenahan-pembenahan agar proses transisi transformasi berjalan lancar dan optimal. Kesabaran dan pengertian serta kesediaan Anda untuk turut mengawal proses ini sangat kami apresiasi dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Anda akan disuguhkan pengalaman baru dengan layanan yang lebih cepat, mudah, aman dan nyaman,” jelas Prasetya.

Kepercayaan nasabah senantiasa menjadi energi yang selalu menggerakkan Bank Kalsel untuk terus memberikan layanan secara optimal. Bank Kalsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada nasabah setia yang telah berkenan jadi bagian proses dalam rangka layanan terbaik dimasa depan. Bank Kalsel akan selalu berkomitmen memberikan layanan terbaik dan tumbuh berkembang untuk melaju bersama masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RDM/RH)

DPR RI Kunker ke RSUD Ulin Banjarmasin

BANJARMASIN – Besarnya klaim pasien COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin, membuat Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke RSUD Ulin Banjarmasin, terkait pengawasan terhadap proses dan pembayaran klaim COVID-19 di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, Selasa (16/11).

Kedatangan anggota Komisi IX DPR RI tersebut disambut Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan diwaliki Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Faried Fakhmansyah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan M. Muslim, Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar, jajaran petinggi RSUD Ulin Banjarmasin, serta lainnya.

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin saat menyampaikan klaim pasien COVID-19 kepada Komisi IX DPR RI

Dalam sambutannya yang dibacakan Faried, diharapkan dengan adanya kunjungan dari DPR RI ini, maka klaim pembayaran COVID-19 dapat lebih baik lagi.

“Dengan kedatangan Komisi IX DPR RI ke RSUD Ulin Banjarmasin, diharapkan akan meningkatkan pelayanan dan pembayaran klaim pasien COVID-19,” ucapnya.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, untuk kasus COVID-19 saat ini untuk pasien semakin mengalami penurunan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Meski melandai tetapi seluruh warga tetap diminta untuk terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat, seperti terus memakai masker serta lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, kedatangan mereka ke RSUD Ulin Banjarmasin ini, dalam rangka untuk mengetahui kondisi klaim pembayaran pasien COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Setelah mendengar penjelasan langsung, maka Komisi IX DPR RI tentunya akan memberikan bantuan dan dukungan, untuk kelancaran dari pembayaran klaim pembayaran pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin,” ungkapnya.

Sedangkan Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar mengungkapkan, klaim pembayaran pasien COVID-19 yang tidak bisa dibayarkan karena secara klinis tidak memenuhi syarat sebesar Rp 6, 7 M.

“RSUD Ulin Banjarmasin telah menyampaikan hal tersebut kepada Komisi 9 DPR RI, mengingat klaim yang tidak bisa dibayarkan tersebut cukup besar, bagi RSUD Ulin Banjarmasin,” ucapnya.

Uzzak berharap, dengan kedatangan anggota Komisi 9 DPR RI tersebut, dapat menyelesaikan permasalahan klaim BPJS pasien COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Tentu kami berharap klaim pasien COVID-19 ini dapat segera terbayarkan,” ujar Izzak. (SRI/RDM/RH)

Bentuk Kecintaan Terhadap Alam, BPSDMD Kalsel dan LAN RI Laksanakan Penanaman di Gunung Kupang Banjarbaru

BANJARBARU – Badan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melakukan penanaman pohon di lahan seluas 19,7 hektar yang dihibahkan oleh Pemprov Kalsel, di Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Senin (15/11).

Kepala LAN RI, Adi Suryanto saat memberikan sambutan pada acara hibah lahan dari Pemprov Kalsel, di Cempaka, Banjarbaru.

Tak hanya diikuti oleh jajaran BPSDMD Kalsel dan LAN RI, kegiatan ini juga dihadiri anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda yang sekaligus menyaksikan rencana pembangunan tanah yang diketahui sekarang sudah menjadi hak kepemilikan LAN RI di Banjarbaru.

Kepala LAN RI, Adi Suryanto mengungkapkan, sangat mengapresiasi dengan kegiatan tersebut. Bahkan, menanam satu pohon sudah menyumbangkan satu oksigen untuk paru-paru dunia.

“Setidaknya membuat bermanfaat dan tidak bagi orang lain tidak salah. Ini merupakan gerakan yang sangat positif sekali dan mendukung dengan adanya program gerakan menanam pohon,” ungkapnya.

Bahkan, dirinya mengajak masyarakat Indonesia khususnya di Kalsel untuk mempertahankan kelestarian alam dengan cara melakukan reboisasi atau penanaman kembali.

“Ayo, sama-sama kita melakukan hal kebaikan. Karena ini merupakan langkah nyata sebagai bentuk kontribusi kita terhadap alam,” imbuhnya.

Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Muhammad Nispuani menghimbau, agar gerakan menanam pohon ini terus digalakkan. Bahkan, program tersebut merupakan langkah atau pencegahan dari berbagai macam bencana termasuk resiko banjir.

“Pohon yang kami tanam disini bersama Kepala LAN RI seluruhnya yang bisa menyerap air, seperti durian, kepala gading, durian dan lain-lain masih banyak lagi. Tentu, kita berharap ini menjadi manfaat baik bukan hanya bisa dinikmati tetapi juga dapat membantu mencegah banjir,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan. Menurutnya, tidak hanya gerakan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalsel yang diambil sebagai contoh. Namun, peran masyarakat saat ini juga dibutuhkan.

“Kerjasama ini diharapkan bisa terus tumbuh sehingga dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup selanjutnya, tentu anak dan cucu kita,” ujarnya.

Sementara itu, lahan yang dihibahkan Pemprov Kalsel untuk Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dengan luas 19,7 hektar, di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru dan disaksikan oleh Komisi II DPR RI itu akan dibangun kantor sekretariat, GOR, masjid, gedung pembelajaran, auditorium. (BPSDMD-RHS/RDM/RH)

DPRD Sambut Positif Aksi Unjuk Rasa KAKI Kalsel

BANJARMASIN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Kalsel, Senin (15/11).

Suasana Aksi Unjuk Rasa KAKI Kalsel ke DPRD Kalsel

Mereka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel untuk mengajukan gugatan atau uji materi terhadap Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020. Pasalnya, Undang-Undang yang dijanjikan akan menjadikan tata kelola pertambangan menjadi lebih baik dinilai tidak terealisasi.

“Kami ingin melalui DPRD Kalsel melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua KAKI Kalsel, Ahmad Husaini.

Selain itu, dengan undang-undang baru tentang tata kelola pertambangan ini, menurutnya, hak otonomi daerah dikebiri dan pengelolaan hasil bumi menjadi sistem sentralistik.

“Berdasarkan data yang kami dapat, ada 400 izin tambang di Kalsel. Sedangkan Kalsel hanya mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang jumlahnya kecil,” ungkapnya.

Husaini mengharapkan Kalsel jangan hanya tertimpa bencana alamnya saja sebagai dampak dari pertambangan. Karenanya, KAKI Kalsel akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga ke pemerintah pusat dengan melakukan unjuk rasa ke Kementerian ESDM dan Kemendagri.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyambut baik aksi unjuk rasa yang digelar oleh rombongan KAKI Kalsel tersebut. Pasalnya, ia menganggap penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar selama digelar secara sehat sebagai wujud pengawalan kebijakan pemerintah dari rakyat.

“Saya sudah melihat tuntutan-tuntutan yang diutarakan oleh teman-teman KAKI Kalsel. Apa yang disampaikan dinda Husaini tadi sangat positif. Karena sebagai pemerintah provinsi kita kehilangan otonominya dalam sektor pertambangan,” katanya.

Tentu juga, menurut Supian, momentum ini sangat baik untuk KAKI Kalsel menggugat dan mengevaluasi kebijakan pemerintah pusat terkait pengambil alihan kewenangan tersebut.

“Pada intinya saya mewakili seluruh rakyat di Provinsi Kalsel mengacungi jempol atas statement positif semacam ini, tentu jumlah kami sangat terbatas, karenanya perlu masukan-masukan dari para masyarakat atau para LSM,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Jaga Kerukunan dan Keharmonisan Masyarakat, Pemprov Kalsel Apresiasi FPK Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalsel yang ikut berperan dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Banua.

Suasana Seminar yang diselenggarakan FPK Kalsel

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kalsel, Fathurrahman pada acara pembukaan Seminar bertema “Peran FPK Dalam Memperkokoh Harmoni Nasional di Era Pandemi COVID-19” di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (15/11).

“Dinamika terkini yang perlu kita waspada adalah kewaspadaan terhadap pihak tertentu yang memanfaatkan situasi pandemi untuk memecah belah persatuan bangsa kita,” katanya.

Cukup banyak kebijakan dalam penanganan pendemi yang menimbulkan pro dan kontra, lanjut Gubernur, terkadang kebijakan penangangan pandemi digiring ke arah politik dan kekuasaan. Termasuk beredarnya berita-berita bohong atau hoax di tengah masyarakat yang ujung-ujungnya mereka ingin dibenturkan satu sama lain. Namun masyarakat tidak terpancing dengan “penggorengan” isu-isu pandemi sebagai sebuah rekayasa.

“Hingga saat ini, isu-isu tentang vaksin yang tidak aman dan tidak halal, tidak terbukti! Kenyataannya vaksin terbukti efektif untuk menangkal penyebaran COVID-19 sehingga kasusnya terus melandai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FPK Kalsel, Hasim Kadir mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan seminar ini, antara lain untuk memantapkan pemahaman tentang empat wawasan kebangsaan kepada para peserta yang terdiri dari para pengurus, tokoh masyarakat, tokoh agama dan mahasiswa.

“Sehingga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa tetap terjaga,” tambahnya.

Hadir sebagai Nara Sumber dalam kegiatan ini yaitu Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kalsel Heriansyah, Rektor UIN Antasari Prof Mujiburrahman dan Perwakilan Korem 101 Antasari. (NRH/RDM/RH)

Hadiri HUT ke-76 PGRI, Paman Birin Kenang Jasa Guru Semasa SMP

BANJARMASIN – Momen peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 tingkat Provinsi  Kalsel, yang digelar disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (15/11), membuat Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor secara spontan menyanyikan lagu Hymne Guru. Sontak para guru dan tamu undangan yang berhadir, menyanyikan bersama lagu untuk para guru tersebut.

Gubernur Kalsel (tengah) saat memotong kue HUT ke-76 PGRI

Bagi Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, lagu Hymne Guru ini sangat luar biasa, memiliki makna yang mendalam bagi dirinya. Karena guru memiliki jasa yang luar biasa bagi dunia pendidikan dan pembentukan pribadi siswa.

“Bagi saya, guru sangat luar biasa. Jasa-jasanya tidak akan pernah dilupakan. Saya dan kita semua yang berada di sini, tidak lepas dari peran dan jasa dari seorang guru,” ucapnya tulus.

Di momen ini pula, Paman Birin teringat waktu menjadi siswa SMP. Ia bercerita perjuangan untuk sekolah meski dengan keterbatasan ekonomi keluarganya.

Paman Birin bercerita, setiap hari hanya diberi uang jajan Rp50. Sementara untuk pergi ke sekolah saat itu, harus menggunakan transportasi getek dengan membayar Rp25 untuk satu kali naik. Sehingga uang sakunya habis untuk biaya pulang dan pergi sekolah.

Namun berkat kegigihan dan tekadnya untuk mengenyam pendidikan, Paman Birin tetap bersekolah. Ia tidak segan dan malu untuk membantu para gurunya mengerjakan sesuatu.

“Alhamdulillah, berkat saya rajin membantu guru, terkadang saya dapat uang jajan dari guru, bahkan SPP saya dibayarkan oleh guru,” kenangnya.

Paman Birin berharap, momen peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 tingkat Provinsi Kalsel, dapat menjadi semangat bagi para guru untuk terus mengabdi dan mendidik generasi banua.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional

Paman Birin juga terus mendorong kesejahteraan bagi para guru, khususnya bagi guru honorer maupun PTT.

Salah satunya bekeja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan bagi para guru honorer dan PTT yang tergabung dalam PGRI Provinsi Kalsel dan dalam naungan Dinas Pendidikan Provinsi  Kalsel.

Sementara itu, Ketua PGRI Prov Kalsel, HM Hatta HS menyampaikan terima kasih atas kepedulian Paman Birin terhadap para guru.

Ia bersama anggota akan terus berupaya untuk mengingkatkan kesejahteraan dan profesionalitas para guru di Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Terpilih Menjadi Ketua KORMI Kalsel

Pertama di Indonesia, Gubernur Menjabat Sebagai Ketua KORMI

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan.

Terpilihnya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, pada pelaksanaan Musproblub di Mahligai Pancasila, Minggu (14/11).

Musyawarah luar biasa KORMI Kalsel untuk memilih ketua

Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan M Nasir selaku penerima mandat pelaksana mengatakan, digelarnya Musproblub KORMI Kalimantan Selatan, untuk memilih Ketua KORMI Kalimantan Selatan.

“Digelarnya Musproblub ini untuk memilih Ketus KORMI yang baru,” ucapnya.

Menurut Nasir, setelah melalui sidang pemilihan Ketua KORMI maka terpilih secara aklamasi Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor sebagai Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan.

“Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terpilih berdasarkan musyawarah seluruh peserta, yang menunjuk gubernur secara aklamasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Madun, selaku Penerima mandat Gubernur Sahbirin Noor, untuk mewakili pada Pemilihan Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, Gubernur bersedia menjadi Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan, dan siap memajukan KORMI Kalimantan Selatan kedepannya.

“Gubernur bersedia menjadi Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Madun. untuk pelaksanaan pelantikan akan dilaksanakan pada pekan depan, yang rencananya akan dilakukan di Kiram.

“Kami meminta waktu untuk pelantikan,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua KORMI Nasional Hayono Isman mengatakan, terpilihnya Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor sebagai Ketua KORMI ini, merupakan sejarah pertama untuk KORMI di tanah air. Gubernur menjabat sebagai Ketua KORMI.

“Terpilihnya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini merupakan sejarah pertama di KORMI, gubernur menjabat sebagai ketua,” ujarnya.

Haryono berharap, dengan kepemimpinan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan ini, KORMI Provinsi Kalimantan Selatan akan semakin maju.

“Kami berharap masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan akan semakin gemar untuk berolahraga,” ucap Haryono. (SRI/RDM/RH)

Kalsel Raih Posisi 4 Besar Peparnas Papua, Paman Birin: Membanggakan!

BANJARBARU – Perhelatan akbar  Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, Sabtu (13/11) resmi ditutup langsung Presiden RI Joko Widodo.

Hasilnya tuan rumah Papua berhasil menjadi juara umum dengan meraih total 295 medali, dengan rincian 127 emas, 87 perak, dan 93 perunggu.

Angka ini mengungguli Jabar yang berada di posisi kedua dengan 110 emas, 92 perak, dan 75 perunggu. Jawa Tengah berada di urutan ketiga dengan 89 emas, 60 perak, dan 76 perunggu.

Dan paling mengejutkan posisi keempat ditempati Provinsi Kalimantan Selatan dengan rincian medali, 41 emas, 43 perak dan 47 Perunggu.

Untuk skala regional di Pulau Kalimantan, Kalsel tercatat satu satunya daerah yang berhasil masuk empat besar nasional peraih medali terbanyak.

Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor S.Sos, MH, atau Paman Birin, saat dikonfirmasi mengungkapkan syukur mendalam atas keberhasilan tim dan  para  atlet perparnas Kalsel hingga mengharumkan nama baik daerah.

“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh para atlet, dan pelatih atas perjuangan hebat, meski di tengah keterbatasan mampu meraih prestasi gemilang.  Kami semua bangga dan salut,”  ucapnya, pada Minggu (14/11).

Paman Birin memuji semangat dan perjuangan para atlet Peparnas 2021, hingga mampu menyabet peringkat empat, daerah peraih medali terbanyak.

Gubernur kelahiran 12 November 1967 ini mengapresiasi perjuangan tanpa kenal lelah seluruh atlet, meski di tengah segala keterbatasan.

Gubernur Kalsel ini juga memuji keberhasilan Tim PON Kalsel di Papua 2021,  yang juga telah menorehkan perjuangan terbaik untuk daerah.

Pariano, peraih emas untuk cabang angkat berat  di Peparnas Papua, atas nama atlet mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Proviisi Kalsel, khususnya Gubernur Paman Birin yang menurutnya sangat peduli.

“Beliau tidak hanya memberikan semangat atau pembinaan, tapi juga mengerti keinginan para atlet,” ucapnya.

Ketua National Paralympic Comitte (NPC) Kalimantan Selatan Ahmad Firdaus, mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kalsel dan seluruh pihak, atas perhatian nyata kepada seluruh tim dan  atlet hingga mampu meraih prestasi terbaik.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo pada saat menutup secara resmi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, mengucapkan selamat kepada seluruh para atlet paralimpik.

Presiden juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Papua  atas keberhasilan menggelar dua event besar,  Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional

“Selamat atas provinsi Papua atas semua prestasinya. Di Peparnas ini provinisi Papua juara umum, meraih medali terbanyak,” kata Jokowi dalam pidato penutupan di laman Sekretariat Presiden. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin : Lestarikan Olahraga Bernilai Sejarah dan Kepahlawanan

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengajak segenap komponen masyarakat untuk melestarikan olahraga bernilai sejarah kepahlawanan.

Hal itu disampaikan saat melepas peserta Gowes Ontel Joeang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, pada Sabtu (13/11) pagi.

Pelepasan ini berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalsel Banjarmasin.

Sebelum melepas peserta gowes, Sahbirin  menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas pecinta sepeda ontel yang menjadi peserta dalam kegiatan ini.

Menurut pria yang akrab disapa Paman Birin, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan untuk perjuangan para  pahlawan yang telah berkorban banyak hal demi kemerdekaan bangsa.

“Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Betapa luar biasa pahlawan dan pejuang kita yang telah mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, perasaan dan bahkan nyawa untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan gowes dalam rangka peringatan Hari Pahlawan ini dapat menjadi teladan untuk generasi penerus bangsa.

Karena menurut Paman Birin, meskipun saat ini berada di masa dan era yang berbeda,  semangat juang layaknya di era perjuangan harus tetap sama dan jangan sampai luntur.

Dirinya pun mengambil contoh pandemi COVID-19.

“Saat ini kita sedang menghadapi pandemi COVID-19. Kita butuh gotong royong, kerjasama serta tolong menolong, seperti yang dilakukan para pahlawan kita di masa yang lalu,” ingatnya.

Adapun rute kegiatan gowes hari ini dimulai dari titik 0 Kilometer, dan akan melewati tempat-tempat yang bersejarah bagi perjuangan para pahlawan Bumi Lambung Mangkurat.

Beberapa diantaranya adalah Monumen 9 November dan Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, yang juga merupakan makam Brigjen Hasan Basry. (BIROADPIM-RDM/RH)

Exit mobile version