Inflasi Nasional Mulai Melandai, Pemprov Kalsel Tetap Fokus Pengendalian

BANJARBARU – Inflasi secara nasional mulai mengalami penurunan. Sebelumnya 4,51 persen kini menjadi 4,25 persen. Hal tersebut pun memberikan kabar baik bagi seluruh daerah termasuk Kalimantan Selatan.

Sejumlah komoditi bahan pokok menjadi perhatian seluruh pemda se Indonesia saat rakor inflasi secara virtual

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, menyebut, atas kerja keras bersama inflasi akhirnya turun. Meski tak signifikan, namun, efektifitas pengendaliannya mulai membaik.

“Dari hasil rakor kami dengan Kemendagri, memang masih ada beberapa daerah di Indonesia yang mengalami inflasi,” ujarnya usai mengikuti rakor bersama Mendagri Tito Karnavian secara virtual yang diikuti pemda seluruh Indonesia, di ruang Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (20/2).

Kendati demikian, pihaknya akan tetap fokus dengan daerah yang memberikan andil terhadap inflasi bagi Kalimantan Selatan.

“Sesuai arahan Gubernur Sahbirin Noor, Pemprov Kalsel terus berupaya keras untuk menekan laju inflasi. Termasuk operasi pasar murah turut digencarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Martin Wibisono, mengakui, bahwa Banjarmasin dan Kotabaru cukup memberikan dampak terhadap lajunya pertumbuhan inflasi di Kalsel.

“Meski agak relatif tinggi, namun, masih bisa terkendali,” ungkapnya.

Yang perlu diantisipasi, menurut dia, pembelian kebutuhan pokok menjelang dan memasuki Bulan Ramadan serta Idul Fitri.

“Sehingga perlu upaya ekstra agar pengendalian inflasi dapat bisa ditanggulangi,” harapnya.

Perlu diketahui, Banjarmasin menjadi daerah dengan inflasi tertinggi akibat naiknya kebutuhan bahan pokok yang secara drastis merangkak tajam. Bahkan, penyumbang andil salah satunya komoditi beras.

“Selain itu, ada juga LPG (gas melon) yang mengalami kenaikan alias di atas harga eceran tertinggi,” tutupnya.

Meski begitu, inflasi di Kalsel pada Januari 2023 secara perbandingan diketahui mengalami penurunan. Data resmi Badan Pusat Statistik Provinsi, menyatakan, pada Desember 2022 angkanya mencapai 6,99 persen. Sedangkan, kini dikisaran 6,11 persen. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Narkotika 35 Kg Oleh Polda Kalsel

BANJARMASIN – Polda Kalsel kembali menggelar pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 35 kilogram, jaringan internasional Malaysia, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan, di Aula Mathilda Polda Kalsel, Senin (20/2).

Pemusnahan tersebut, dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian, serta Anggota DPR RI Komisi 3 Habib Aboubakar, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta lainnya.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian mengatakan, Polda Kalsel kembali melakukan pemusnahan barang bukti jenis sabu yang merupakan, jaringan internasional, serta lintas provinsi.

“Barang bukti sabu yang dimusnahkan sebanyak 35 kilogram. Yang dilakukan bersama sama dengan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),” ungkap Kapolda.

Andi mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengungkap segala macam tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kalimantan Selatan.

Narkotika Jenis Sabu yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil tangkapan, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel pada 14 Januari 2023 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sahbirin Noor memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Polda Kalsel dalam memberantas peredaran narkoba di Banua.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung, terhadap kinerja Polda Kalsel yang telah berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba di Banua,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur, kerjasama semua pihak untuk bersama sama bergandengan tangan, untuk bersama sama memberantas peredaran narkoba di Kalsel.

“Kami berharap Polda Kalsel dapat terus bekerja maksimal, untuk melakukan pemberantasan narkoba di provinsi ini,” ucap Gubernur. (SRI/RDM/RH)

Saksikan Pengukuhan Kepala KPw BI Kalsel, Ini Harapan Gubernur Kalsel

BANJARMASIN – Setelah resmi bertugas sejak Desember 2022, akhirnya Wahyu Pratomo resmi dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Pengukuhan dilakukan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, pada Senin (20/2) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Deputi Senior BI

Dalam sambutannya, Destry menyebutkan, prosesi pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan dan serah terima jabatan yang telah dilaksanakan pada 4 Januari 2023, oleh Gubernur Bank Indonesia kepada 26 pimpinan satuan kerja, baik di kantor pusat maupun di Kantor Perwakilan Dalam Negeri.

“Pengukuhan ini adalah hajatannya. Dengan begitu, resmilah rekan kami Wahyu Pratomo, menggantikan Imam Subarkah, yang mendapat promosi sebagai Kepala Departemen Hukum di kantor pusat,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Destry juga menyampaikan sejumlah arahan kepada Kepala Kantor Perwakilan BI yang baru dikukuhkan.

“Pertama, memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemangku kebijakan daerah untuk menjaga momentum pemulihan dan mengantisipasi dampak risiko stagflasi yang terjadi secara global, terhadap perekonomian nasional, tidak terkecuali di Kalimantan Selatan. Kedua, sumber pertumbuhan ekonomi baru perlu terus digali, terutama untuk mempersiapkan transisi ekonomi hijau, khususnya dari sisi pengembangan pariwisata dan pelestarian kebudayaan daerah seperti di Kawasan Kota Lama Banjarmasin, guna mendukung peran Kalimantan Selatan sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” paparnya.

Selanjutnya Destry juga berharap, adanya optimalisasi peran KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan, baik melalui pengembangan UMKM unggulan daerah, digitalisasi ekonomi, maupun dukungan pengendalian inflasi dalam kerangka perluasan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), guna meminimalisir risiko inflasi pangan yang bersumber dari sisi harga pangan bergejolak (volatile foods).

“Tiga langkah tersebut perlu dilakukan secara konsisten, inovatif, dan sinergis dengan Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan”, tutupnya.

Sementata itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan yang telah menjadi mitra pembangunan ekonomi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam tiga area pembangunan ekonomi, yaitu pengendalian inflasi, digitalisasi perekonomian, dan pengembangan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

Gubernur Kalsel

” Saya berharap, Wahyu Pratomo dapat melanjutkan estafet kepemimpinan KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan dengan baik, guna mendukung kemajuan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan yang lebih baik,” harapnya.

Diakhir acara, secara khusus Gubernur Sahbirin Noor dan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian H.K., juga memberikan piagam penghargaan kepada Imam Subarkah, sebagai tanda apresiasi atas kontribusi dan kinerja terbaik yang telah diberikan untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Selatan semasa menjabat sebagai Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan, terhitung Februari hingga Desember 2022.

Penetapan dan reposisi pemimpin baru di Bank Indonesia merupakan bagian dari transformasi organisasi dan sumber daya manusia guna memperkuat efektivitas organisasi dan pelaksanaan tugas di Bank Indonesia. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gencar Gelar Pasmur TPID Kendalikan Inflasi

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus menggelar pasar murah melalui gabungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, sebagai upaya mengendalikan Inflasi. Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, disela peninjauan langsung pasar murah di halaman eks Kantor Gubernur Banjarmasin, pada Senin (20/2).

Suasana operasi pasar murah TPID Kalsel

Sahbirin menjelaskan, kegiatan pasar murah dari gabungan TPID Kalimantan Selatan ini, merupakan arahan Presiden RI Joko Widodo, dalam rangka mengendalikan Inflasi. Salah satunya di Kota Banjarmasin.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat diwancara awak media

“Pak Presiden minta pemerintah daerah, melakukan langkah cepat pengendalian Inflasi, yakni operasi pasar murah,” katanya

Disampaikan Gubernur, dalam kegiatan operasi pasar murah, Kabupaten dan Kota di daerah ini, dapat menyelenggarakan untuk bersama – sama melakukan pengendalian Inflasi, sehingga masyarakat merasakan kemudahan mendapat bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Jangan sampai warga kesulitan mendapat bahan pokok, untuk memenuhi keperluan sehari-hari,” pinta Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani menjelaskan, dalam operasi pasar murah ini pihaknya bersama TPID se Kalsel, yang merupakan gabungan SKPD dan bekerjasama dengan Bulog serta pihak swasta. Ia berharap seluruh masyarakat, dapat memanfaatkan untuk membeli keperluan bahan pokok tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

“Operasi pasmur sebelumnya kami gelar di Kabupaten Kotabaru, dilanjutkan Kota Banjarmasin dan setelah itu Kabupaten Tabalong, masing-masing selama tiga hari,” katanya

Birhasani menambahkan, dalam kegiatan pasar murah pengendalian Inflasi Daerah ini, juga diberikan subsidi harga bervariasi, yang telah diperhitungkan antara sekitar 2 ribu – 5 ribu rupiah.

“Ini merupakan kebijakan Gubernur Kalsel, melalui biaya tidak terduga (BTT),” tutup Birhasani.

Untuk diketahui, Operasi Pasar Murah oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kalimantan Selatan, salah satu komoditi beras yang paling banyak dibeli warga, karena dari pembelian 10 kilogram, hanya 90 ribu rupiah.

Ada sebelas komoditi yang diperjualbelikan yaitu beras premium, bawang merah, daging sapi, daging ayam, gula pasir, ikan segar, tepung terigu, cabe rawit, telur ayam dan cabe merah keriting. (NHF/RDM/RH)

Bawa Nama Harum Sekolah, Tim Futsal SMAN 2 Kotabaru Raih Juara I se Kalsel

BANJARBARU – Tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru berhasil menyabet gelar juara pada laga pertandingan yang dihelat di lapangan Pernando 2, Banjarbaru, Sabtu (18/2) sore, setelah menumbangkan SMA Negeri 2 Banjarbaru dengan skor 4-2.

Turnamen sepak bola jarak pendek 25 – 42 meter yang diselenggarakan STIE Pancasetia tersebut dikhususkan bagi pelajar SMA/SMK dan MA se Kalimantan Selatan dan memperebutkan piala bergilir.

Kepala SMA Negeri 2 Kotabaru, Abdul Gapur, saat dikonfirmasi, menuturkan, sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai. Apalagi, kemenangan ini merupakan wujud semangat nyata oleh peserta didiknya.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan mitra kami Winmart. Serta arahan langsung pelatih didampingi alumni SMA Negeri 2 Kotabaru yaitu M Fauzan, M Dodi Anwari, Renaldi dan warga sekolah,” ucapnya.

Lanjut dia, torehan prestasi yang diraih tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru tak hanya sekali ini saja. Melainkan sudah beberapa kali menyabet gelar juara di daerah.

“Tingkat kabupaten sering juara 1 yakni di Kotabaru dan Tanah Bumbu. Ini juga sesuai dengan misi sekolah, berprestasi dibidang akademik dan no akademik,” ucapnya.

Dirinya membeberkan, sebagai bentuk apresiasi tentu bakal ada penghargaan yang diberikan pihaknya kepada tim futsal tersebut.

“Yang jelas, harapannya peserta didik tidak melihat dari jumlah nominalnya. Melainkan, perhatian serta dukungan lebih dari sekolah akan terus mengalir ,” bebernya.

Pada laga sebelumnya, SMA Negeri 2 Kotabaru juga berhasil menggagalkan SMK Negeri 1 Banjarmasin melaju ke pertandingan selajutnya di final. Bahkan, menorehkan skor 9 – 3.

Atas kemenangan itu, SMA Negeri 2 Kotabaru akhirnya melaju ke pertandingan berikutnya. Dibabak final pun, mereka semakin percaya diri dan tampil memukau. Hingga berhasil menjatuhkan lawannya di laga terakhir.

“Saya langsung menyaksikan keberhasilan yang didapatkan tim futsal kami. Sungguh, ini merupakan capaian luar biasa,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Satu Abad NU, Paman Birin : Jangan Lupakan Sejarah

BANJAR – Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Selatan (Kalsel), turut hadir pada puncak peringatan Hari Lahir ke 100 tahun (Satu Abad) NU di Kiram, Kabupaten Banjar, Sabtu (18/2).

Warga NU dan santri saat menghadiri peringatan 1 Abad NU

Peringatan diawali dengan kirab santri bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor serta warga NU yang dimulai di halaman Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura.

Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin foto bersama dengan Gubernur Kalsel usai menyerahkan jaket Banser

Kirab dengan kendaraan roda dua melewati Tugu Intan Banjarbaru, ke arah Jalan RO Ulin – Jalan Trikora – Jalan Mistar Cokrokusumo – Jalan Gunung Kupang, hingga finish di Kiram Park yang menjadi lokasi utama peringatan.

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan, perjalanan panjang NU hingga mencapai usia yang ke 1 abad ini patut dihargai, karena menurutnya, berdirinya NU erat kaitannya dengan berdirinya NKRI.

“Jas Merah, Jangan Lupakan Sejarah. Kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari peran serta pengorbanan para Ustadz, Kiai, Alim ulama,” ujarnya lantang.

Gubernur akrab disapa Paman Birin ini berharap, 1 abad hari lahir NU dapat lebih membuka pikiran warga NU dalam menghadapi zaman.

“Seperti kita tahu, narkoba banyak menyerang warga kita. Barang haram itu datang dari luar sana. Ini termasuk tugas Aswaja (Ahlusunnah Waljamaah) untuk membentengi,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengurus Pengkaderan Aswaja Center Pesantren Tebuireng, Syukron Makmun dalam tausyiahnya mengaku tidak menyangka dengan sejarah berdirinya NU di Kalsel yang hanya selisih 2 tahun setelah didirkan pertama kalinya di Jombang, Jawa Timur pada tahun 1926 lalu.

“Sebab itu, kalau di daerah lain tema peringatannya yakni membangun melestarikan budaya, kalau disini (Kalsel) yakni menyambung sanat jejak juang Muasis NU,” paparnya.

Organisasi keagamaan yang memiliki cabang di seluruh Indonesia bahkan hingga di dunia ini, pun diakuinya, selalu melaksanakan tradisi yang tidak henti-hentinya.

“Mulai dari yasinan, tahlilan, haul dan lain sebagainya,” bebernya.

Tak heran, jumlah warga NU hingga saat ini bahkan sampai tidak bisa di data dengan detail karena begitu banyak pengikutnya.

Syukron berharap, organisasi ini dapat lebih meningkatkan pendidikan yang dinaungi agar paham arti mendalam dari NU itu sendiri.

“Ajarkan tentang Ahlussunah Wal Jamaah, baik sejarah, akidah maupun fiqihnya. Ajarkan tentang argumentasi amaliyah warga NU,” pintanya.

Untuk diketahui, puncak peringatan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada keturunan ulama besar di Kalsel. Selain itu, Paman Birin juga mengadiahkan dua buah mobil operasional masing-masing kepada Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam serta Ponpes Darussalam Martapura, serta pemberian jaket Banser kepada Paman Birin oleh Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin. (SYA/RDM/RH)

Kominfo Kalsel Gelar Isra Miraj dan Haul ke-18 Guru Sekumpul

BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan silaturahmi antar pegawai, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar peringatan Isra Miraj yang dirangkai dengan Haul ke-18 Guru Sekumpul, pada Jum’at (17/2). Acara ini diisi ceramah agama oleh alumnus Pondok Pesantren Dalwa Bangil Pasuruan, Ustadz Abdul Aziz Muslim, Dan dihadiri seluruh karyawan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan adanya tema “Implementasi Sholat Akan Meningkatkan Kinerja dan Profesionalitas Yang Bertanggung Jawab”, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim ingin kembali mengingatkan bahwa sholat memiliki manfaat yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim

“Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari ibadah sholat ini, seperti kepemimpinan, ketaatan, aturan, dan lain sebagainya,” ucap Muslim usai menghadiri peringatan Isra Miraj.

Muslim menambahkan, dirinya mengharapkan agar ASN di lingkup Diskominfo Provinsi Kalsel terus menjaga sholat dan memetik hikmah dari pelaksanaan sholat tersebut.

“Semoga ini menjadi penguat kita dalam meningkatkan kinerja dan profesionalitas kita dalam berkinerja sehari-hari,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Peringati Isra Mi’raj, Wujud LPPL Abdi Persada Memuliakan Bulan Rajab

BANJARBARU – Isra Mi’raj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW., dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Perjalanan spiritual ini, terjadi pada hari ke-27 dari bulan ke-7 kalender Hijriyah, atau Rajab.

Tepat pada 25 Rajab 1444 Hijriyah atau Kamis (16/2), LPPL Abdi Persada FM menggelar peringatan Isra Mi’raj sekaligus haul ke-18 Guru Sekumpul, di kantornya lantai 2 kantor Diskominfo Provinsi Kalsel.

Hadir pada acara ini Sekretaris bersama sejumlah kepala bidang Diskominfo Provinsi, Dewan Pengawas dan Direktur Utama Abdi Persada, seluruh crew Abdi Persada FM, dan sejumlah pendengar setia Abdi Persada FM.

Sekitar pukul 09.00 WITA, acara dimulai dengan lantunan Maulid Al Habsyi yang dibawakan grup Al-Muhibbin (Himpora IAID Martapura) binaan Syaukani Candrawinata. Kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, yang dibacakan Muhammad Sya’rani, dan saritilawah oleh Endah Sari.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji mengucapkan terima kasih kepada semua undangan dan Insan Persada (sebutan untuk pendengar setia Abdi Persada), yang sudah berhadir mengikuti peringatan Isra Mi’raj dan haul abah Guru Sekumpul.

“Semoga kita semua mendapatkan rahmat dari Allah SWT, dan dengan peringatan ini semakin meningkatkan iman dan takwa kita serta kecintaan pada Rasulullah,” ujarnya.

Sementara itu, tausiyah agama disampaikan Ustad Muhammad Rusdi, penyuluh agama Islam KUA Martapura Kota, sekaligus pengasuh majelis ta’lim dan sholawat Asyiqol Musthafa Keraton Martapura. Dimana dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Rusdi menyampaikan kemuliaan bulan Rajab.

“Salah satu alasannya adalah karena peristiwa Isra Mi’raj terjadi di bulan Rajab. Dimana pada peristiwa spiritual ini, Nabi Muhammad SAW. menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

BKKBN RI Apresiasi Angka Stunting di Kalsel Turun

BANJARMASIN – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional RI, mengapresiasi tingginya penurunan stunting di Kalimantan Selatan.

Foto bersama

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, usai menghadiri rapat kerja daerah yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (15/2).

Bonivasius mengatakan, saat ini Kalimantan Selatan termasuk 12 Provinsi yang prioritas fokus utama sasaran stunting, berdasarkan data SSGI tahun 2021 lalu, angka stunting sebesar 30 persen, sekarang mengalami penurunan sebesar menjadi 24, 6 persen. Ini artinya terjadi penurunan sebesar 5,4 persen, ia menilai peran bapak asuh sangat besar dalam menurunkan kasus stunting di Kalsel, juga adanya dapur sehat atasi stunting.

“Program Dashat adalah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, untuk memenuhi gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, terutama dari keluarga kurang mampu,” katanya

Hal senada juga disampaikan, Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira. Ia menjelaskan, pencapaian penurunan stunting di Kalsel, merupakan upaya dan kerja keras, baik Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota hingga ke tingkat desa. Bahkan dukungan kerjasama dan kolaborasi dengan Kementrian maupun lembaga non kementrian serta mitra kerja.

Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira

“BKKBN Kalsel harus terus gencar, menggelar sosialisasi rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting hingga ke tingkat desa,” pinta Fajar

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan Ramlan, mengatakan, pihaknya menggelar rapat kerja daerah, dengan Tema “Bergerak Meningkatkan Kolaborasi dan Sinergitas untuk Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel. Hal itu dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kolaborasi dan sinergitas, para pemangku kepentingan baik di tingkat provinsi dan pemerintah Kabupaten/Kota, serta para mitra dalam percepatan pencapaian Sasaran Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel.

“Dengan Rakerda ini dapat dirumuskan kembali, strategi penurunan stunting tahun ini secara masif dan terarah,” tutupnya.

Untuk diketahui, BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah, dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, didampingi Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Kepala BKKBN Kalsel Ramlan, dihadiri Perwakilan Kepala Daerah di tiga belas Kabupaten dan Kota, unsur Forkopimda Kalsel, serta Satgas Stunting, bertempat di salah satu hotel berbintang Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Sesuaikan Dinamika Ketatanegaraan, Pemprov Kalsel Ajukan Raperda RTRWP 2023-2043

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajukan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalsel Tahun 2023-2043.

Pengajuan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin, Rabu (15/2).

Dalam sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Sekretaris Daerah-nya, Roy Rizali Anwar, disebutkan memang pada saat ini Kalsel memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2015 tentang RTRWP Tahun 2015-2035.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar

Namun dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang serta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang memberikan amanat bahwa perairan pesisir menjadi materi muatan dalam RTRWP.

“Maka Perda Nomor 9 Tahun 2015 tentang RTRWP 2015-2035 dan Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kalsel Tahun 2018-2038 perlu dilakukan perubahan agar dapat sejalan dengan dinamika ketatanegaraan saat ini,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Gubernur, pelaksanaan Perda Nomor 9 Tahun 2015 sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yang berpengaruh antara lain pengaruh kebijakan otonomi daerah kabupaten/kota, kebijakan regional dan kebijakan nasional. Sedangkan faktor internal yang berpengaruh antara lain peta dasar dalam pemetaan, kelengkapan data dan informasi, analisis dan rencana yang saling terkait, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.

“Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya Raperda tentang RTRWP Kalsel Tahun 2023-2043 ini dapat mengakomodir dinamika yang terjadi pada faktor internal dan eksternal tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan Gubernur, Raperda Tentang RTRWP Kalsel Tahun 2023-2043 memiliki peran penting dalam mendukung provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang ibukota negara dan dapat memberikan kepastian hukum dalam penyusunan kebijakan tata ruang provinsi Kalsel

“Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan perkembangan di Kalsel dengan tetap memperhatikan keseimbangan kelestarian alam,” tuturnya.

Dengan hadirnya Raperda RTRWP Kalsel Tahun 2023-2043 ini dapat memberikan pedoman bagi kabupaten dan kota se Kalsel dalam membangun daerah untuk beberapa tahun ke depan sehingga dapat bersinergi dalam membangun Kalsel.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripudin mengatakan pihaknya menginginkan fasilitas umum milik Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota bisa dikeluarkan dari kawasan hutan dalam RTRWP. Sehingga Dewan berharap nantinya pembahasan RTRWP ini bisa lebih rinci dan teliti sehingga pembangunan di Kalsel tidak lagi termasuk di zona kawasan hutan.

“Itu sih inti yang ingin juga nanti kami sampaikan kepada Pansus Raperda RTRWP,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version