24 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Inflasi Nasional Mulai Melandai, Pemprov Kalsel Tetap Fokus Pengendalian

2 min read

Asisten Administrasi Umum Kalsel, Subhan Noor Yaumil (tengah) bersama Kepala BPS Kalsel, Martin Wibisono (kiri) saat mengikuti rakor pengedalian inflasi

BANJARBARU – Inflasi secara nasional mulai mengalami penurunan. Sebelumnya 4,51 persen kini menjadi 4,25 persen. Hal tersebut pun memberikan kabar baik bagi seluruh daerah termasuk Kalimantan Selatan.

Sejumlah komoditi bahan pokok menjadi perhatian seluruh pemda se Indonesia saat rakor inflasi secara virtual

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, menyebut, atas kerja keras bersama inflasi akhirnya turun. Meski tak signifikan, namun, efektifitas pengendaliannya mulai membaik.

“Dari hasil rakor kami dengan Kemendagri, memang masih ada beberapa daerah di Indonesia yang mengalami inflasi,” ujarnya usai mengikuti rakor bersama Mendagri Tito Karnavian secara virtual yang diikuti pemda seluruh Indonesia, di ruang Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (20/2).

Kendati demikian, pihaknya akan tetap fokus dengan daerah yang memberikan andil terhadap inflasi bagi Kalimantan Selatan.

“Sesuai arahan Gubernur Sahbirin Noor, Pemprov Kalsel terus berupaya keras untuk menekan laju inflasi. Termasuk operasi pasar murah turut digencarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Martin Wibisono, mengakui, bahwa Banjarmasin dan Kotabaru cukup memberikan dampak terhadap lajunya pertumbuhan inflasi di Kalsel.

“Meski agak relatif tinggi, namun, masih bisa terkendali,” ungkapnya.

Yang perlu diantisipasi, menurut dia, pembelian kebutuhan pokok menjelang dan memasuki Bulan Ramadan serta Idul Fitri.

“Sehingga perlu upaya ekstra agar pengendalian inflasi dapat bisa ditanggulangi,” harapnya.

Perlu diketahui, Banjarmasin menjadi daerah dengan inflasi tertinggi akibat naiknya kebutuhan bahan pokok yang secara drastis merangkak tajam. Bahkan, penyumbang andil salah satunya komoditi beras.

“Selain itu, ada juga LPG (gas melon) yang mengalami kenaikan alias di atas harga eceran tertinggi,” tutupnya.

Meski begitu, inflasi di Kalsel pada Januari 2023 secara perbandingan diketahui mengalami penurunan. Data resmi Badan Pusat Statistik Provinsi, menyatakan, pada Desember 2022 angkanya mencapai 6,99 persen. Sedangkan, kini dikisaran 6,11 persen. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.