Paman Birin Satu-Satunya Gubernur Penerima Anugerah Perkebunan Indonesia 2023

JAKARTA – Terobosan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin di bidang perkebunan kembali mendapat penghargaan dari pemerintah pusat.

Para penerima Anugerah Perkebunan berfoto bersama

Kali ini, Gubernur Kalimantan Selatan meraih penghargaan Anugerah Perkebunan Indonesia 2023 kategori Pemerintah Daerah dalam Mengembangkan Inovasi Permodelan Kerja Sama Integrasi Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dengan Usaha Lainnya.

Gubernur Kalsel berfoto bersama tim pendamping ke BUNEX 2023

Inovasi itu ialah Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KUINTIP).

Penghargaan ini terasa begitu spesial karena Gubernur Kalimantan Selatan, Paman Birin, menjadi satu satunya gubernur yang menerima penghargaan. Selain itu, hanya ada 3 Bupati yakni Bupati Mempawah, Bupati Ogan Komering Ilir dan Bupati Wajo.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam Perkebunan Indonesia Expo (BUNEX) 2023 di Tangerang, pada Kamis (7/9) siang.

Menurut Paman Birin, penghargaan ini berkat kerja keras dan sinergi stakeholders terkait dalam memajukan sektor perkebunan.

Paman Birin mengatakan, dirinya menggagas program sistem integrasi kelapa sawit sapi berbasis kemitraan usaha ternak inti plasma (SISKA KUINTIP) untuk peningkatan produksi dan populasi sapi melalui pemanfaatan lahan sawit inti-plasma, pemanfaatan limbah industri sawit dan pelepah sawit untuk pakan ternak, penguatan pembiayaan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan penguatan rantai pasok ternak dan hasil ternak.

Disampaikan Paman Birin, penghargaan yang diperolehnya menjadi spirit bagi semua, khususnya para pelaku perkebunan untuk bisa terus mengembangkan potensi perkebunannya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Republik Indonesia Sahrul Yasin Limpo mengatakan, Bunex 2023 merupakan momentum untuk mendorong hilirisasi perkebunan.

Menurut SYL, hilirisasi adalah icon baru dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia.

“Hilirisasi adalah kekuatan Indonesia sekaligus icon baru yang harus kita ciptakan bersama. Paling tidak biodiesel dari perkebunan itu bisa membuat biodiesel impor tidak berkutik,” ujar SYL

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel drh Suparmi menambahkan, program SISKA KUINTIP ini sudah menjadi role model untuk pengembangan sapi potong di Indonesia.

“Program SISKA KUINTIP itu, dimaksudkan untuk melakukan percepatan swasembada sapi di daerah ini, terlebih Kalimantan Selatan, merupakan pintu gerbang menuju Ibu Kota Negara baru yang berlokasi di kawasan Penajam Kabupaten Paser Utara, Kalimantan Timur,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Andi Nur Alamsyah mengatakan, bahwa sejauh ini sektor perkebunan berhasil menjadi penyumbang terbesar ekspor pertanian dengan kontribusinya mencapai 93,20 persen atau dengan nilai transaksi sebesar 209,4 triliun.

Sebagai informasi, Bunex kedua tahun ini sedikitnya melibatkan 123 peserta yang terdiri dari 67 UMKM dan 56 perusahaan BUMN, swasta lembaga dan asosiasi. Mereka bergerak pada bidang produsen benih, sarana dan prasarana teknologi serta alat dan mesin perkebunan.

Di samping itu, kegiatan ini juga diisi dengan launching pabrik pupuk organik mandiri yang akan dikembangkan di kawasan perkebunan kelapa sawit rakyat Indonesia, serta launching penguatan hilirisasi perkebunan pabrik turunan minyak asiri dan pameran teknologi. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Apresiasi Dua Raperda Inisiatif DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor memberikan apresiasi dan dukungan terhadap dua raperda inisiatif DPRD Provinsi Kalsel, yaitu Raperda Tentang Penyelenggaraan Penyiaran dan Raperda Tentang Inovasi Daerah.

Suasana rapat paripurna DPRD Kalsel

Hal itu disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Hermansyah pada Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila, pada Kamis (7/9).

Asisten III Setdaprov Kalsel, Hermansyah

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menyambut baik Raperda tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Menurutnya, pada era pesatnya perkembangan teknologi, konten-konten dengan kearifan lokal semakin tergerus, khususnya pada penyiaran daerah. Ia juga meyakini melalui perda tersebut, akan mampu menghadirkan solusi akan permasalahan tersebut.

“Untuk menangani hal tersebut, kita memerlukan sebuah landasan hukum yang mengatur penyelenggaraan penyiaran di daerah, agar tetap dapat memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal dan mewadahi lembaga penyiaran di daerah,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Paman Birin terhadap Raperda tentang Inovasi Daerah. Ia berharap nantinya akan mampu menjadikan Kalsel lebih berkembang dan menciptakan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kalsel merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya, sehingga perlu didukung dengan berbagai inovasi daerah yang dapat mendukung perumusan kebijakan dalam perencanaan pembangunan daerah, serta menjadi solusi dalam permasalahan pembangunan,” terangnya.

Paman Birin sependapat untuk mensinergikan berbagai inovasi daerah yang akan dirancang tersebut. Maka, diperlukan sebuah landasan hukum yang jelas untuk memayungi berbagai kegiatan yang bersifat inovatif, melalui Raperda Inovasi Daerah.

Dalam Rapat Paripurna ini, juga dilaksanakan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalsel terhadap tiga buah raperda, yakni pertama tentang Pajak dan Retrebusi Daerah, kedua tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Kalsel Nomor 19 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalsel Tahun 2018-2038, serta yang ketiga, tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023.

Secara umum, fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalsel mendukung ketiga raperda tersebut sepanjang dilandasi untuk kepentingan dan kesejahteraan daerah serta masyarakatnya. Wakil Rakyat “Rumah Banjar” mendukung raperda tersebut untuk di bahas ke tingkat selanjutnya sebagaimana aturan yang berlaku. (NRH/RDM/RH)

Ribuan Masyarakat Padati Masjid Al Karomah Martapura Laksanakan Sholat Istisqa

BANJAR – Ribuan masyarakat beserta para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura, dan Ponpes Darussalam Martapura memadati Masjid Al-Karomah Martapura pada Kamis (7/9) pagi. Ribuan Masyarakat beserta para santri tersebut memenuhi masjid guna melaksanakan sholat Istisqa (salat sunah yang dikerjakan untuk memohon diturunkannya hujan), yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), untuk memohon pertolongan kepada Tuhan YME agar diturunkannya rahmat (hujan) di banua Kalsel. 

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para alim ulama, tokoh agama, beserta seluruh masyarakat ummat Islam, yang turut serta melaksanakan sholat Istisqa. 

Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar

“Dalam beberapa bulan terakhir ini, cuaca yang panas dan menyengat akibat musim kemarau telah dirasakan seluruh masyarakat, sehingga dengan adanya ikhtiar, dapat memberikan apa yang diinginkan seluruh masyarakat,” ucap Roy usai mengikuti Sholat Istisqa di Masjid Al Karomah Martapura, Kamis (7/9). 

Roy menambahkan, akibat dari musim kemarau yang melanda, memicu terjadinya berbagai peristiwa, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Kalsel bersama jajaran TNI/Polri, dan berbagai unsur masyarakat terus siaga dan bergerak cepat untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh karhutla. 

“Namun kita juga sadar sebagai manusia tentu memiliki keterbatasan, banyaknya lahan yang terbakar membuat kita tidak bisa menjaga semua, tetapi tim yang ada di lapangan akan terus berkerja semaksimal mungkin,” lanjut Roy. 

Dengan segala kerendahan hati, Roy meminta Kepada seluruh lapisan masyarakat, agar memohon kepada Tuhan YME, untuk meminta Banua Kalsel senantiasa dijaga dari segala macam bentuk bahaya. 

Untuk diketahui, sholat Istisqa di Imami langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura, KH. Wildan Salman, dan Khutbahnya disampaikan oleh KH. Hasanuddin Badruddin. (MRF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Penerapan Aplikasi Srikandi

JAWA TENGAH – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Nurliani Dardie, menerima penghargaan Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi), dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor

Penghargaan tersebut diberikan Kepala ANRI, melalui Kepala Bidang Pembinaan Kearsipan Desi Pratiwi, pada kegiatan Pemberian Penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang Secara Aktif Mengimplementasikan Srikandi, pada salah satu Hotel Berbintang di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (6/9).

Penghargaan itu diberikan karena keberhasilan penerapan Aplikasi Srikandi di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, dengan indikator jumlah Organisasi Perangkat Daerah yang menggunakan, jumlah surat masuk dan keluar, serta jumlah disposisi, sebagaimana telah diamanatkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.4.41/8557/SJ tentang Implementasi Srikandi ANRI.

Selain itu sebagai apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan penuh dan pengaruh yang besar, terhadap penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, khususnya Aplikasi SBPE Bidang Kearsipan Srikandi.

“Ini tidak dapat dicapai sendiri, untuk itu saya ucapakan terimakasih atas dukungan dan kerjasama yang baik Diskominfo Kalsel dan seluruh Kepala SKPD beserta admin Srikandi, Serta seluruh Kabupaten/kota,” kata Nurliani, dalam rilisnya, Rabu (6/9).

Selain Gubernur Kalsel, ada tiga Kepala Daerah lagi di Kalsel yang juga mendapat penghargaan yang sama, yaitu Bupati Tanah Bumbu, Bupati Tabalong dan Bupati Banjar. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Siap Bantu Tangani Karhutla, Setwan Kalsel Sediakan Armada Damkar

BANJARMASIN – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Armada Damkar Yang Disiapkan Sekwan Kalsel

Kepada wartawan, Rabu (6/9), Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan hal tersebut sesuai intruksi Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor agar seluruh SKPD lingkup Pemprov Kalsel hadir di tengah masyarakat turut membantu penanganan karhutla di Banua.

Sekwan Kalsel, M. Jaini

“Jadi kami siapkan tandon air, mesin pompa, mobil operasional dan sumber daya manusianya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Jaini, pihaknya juga akan hadir dalam apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang dijadwalkan pada Sabtu (9/9) mendatang. (NRH/RDM/RH)

2024, Pemprov Kalsel Tidak Adakan Penerimaan CPNS

BANJARBARU – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi merilis jadwal penerimaan CPNS 2023 dan PPPK 2023. Jadwal penerimaan CPNS 2023 dan PPPK 2023 dimulai pada 16 September 2023.

Berkaitan dengan penerimaan CPNS, Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kabupaten-Kota, dan Provinsi lainnya diseluruh Indonesia, tidak mengusulkan jumlah formasi CPNS, namun hanya mengusulkan jumlah formasi penerimaan PPPK.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel Dinansyah menyampaikan, penerimaan CPNS hanya dibuka untuk formasi di Kementerian saja, dan tidak dibuka untuk formasi di Pemerintah Daerah (Pemda).

“Berkaitan dengan penerimaan CPNS, seluruh Kabupaten-Kota di Indonesia tidak ada menerima CPNS untuk tahun 2024 yang pendaftarannya dimulai ditahun 2023 ini. Jadi totalnya itu kita cuman menerima PPPK saja,” ungkap Dinansyah saat menghadiri pemberian penghargaan satyalencana karya satya, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, baru-baru tadi.

Penerimaan CPNS hanya ditujukan untuk Instansi Kementerian, dan Pemerintah Daerah (Pemda) hanya membuka pendaftaran untuk formasi PPPK.

“Jadi Kalsel juga tidak menerima CPNS, namun hanya PPPK saja dengan formasi guru, tenaga kesehatan (Nakes), dan tenaga teknis,” lanjut Dinansyah.

Dinansyah menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengusulkan sebanyak 1626 formasi untuk penerimaan PPPK ditahun 2024 yang pendaftarannya akan dimulai ditahun 2023 ini. Namun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya menyetujui sebanyak 1564 formasi penerimaan PPPK untuk Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Dengan rincian guru 505 orang, tenaga kesehatan (nakes) 737 orang, dan tenaga teknis 322 orang,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajak Seluruh Masyarakat Sholat Minta Hujan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar sholat Istisqa (salat sunah yang dikerjakan untuk memohon diturunkannya hujan) di Masjid Al-Karomah Martapura, Kabupaten Banjar pada Kamis (7/9). Sholat Istisqa nantinya akan dipimpin oleh KH. Wildan Salman atau Guru Wildan, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura, dan bagi seluruh Masyarakat yang ingin turut serta dan mengikuti sholat Istisqa, bisa berdatang ke Masjid Al Karomah di hari Kamis (7/9) pada jam 07.00 WITA. 

Rapat persiapan sholat istiqsa

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kalsel Berkatullah menyampaikan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam pelaksanaan Sholat Istisqa, dengan menggunakan pakaian putih, membawa perlengkapan salat seperti sajadah serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Dalam menyiapkan kelancaran kegiatan tersebut, kita juga telah koordinasi dengan pihak keamanan, baik itu TNI/Polri, Dishub dan Satpol PP untuk mengamankan acara tersebut,” ungkap Berkatullah usai menghadiri rapat persiapan sholat Istisqa di ruang rapat Biro Kesra Sekdaprov Kalsel, Selasa (5/9) sore. 

Selain digelar di Masjid Al Karomah Martapura, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menghimbau kepada Bupati/Walikota se- Kalsel untuk turut melaksanakan Sholat Istisqa di daerahnya masing-masing.

“Selain mengundang warga, diminta kepada kepala SKPD dan seluruh jajarannya untuk ikut serta melaksanakan Sholat Istisqa,” lanjut Berkat. 

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan Syahrizal Aufa menyampaikan, terselenggaranya sholat Istisqa di Masjid Al-Karomah Martapura, merupakan bentuk dukungan KH. Wildan Salman kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk berdoa bersama kepada Allah SWT, agar dapat menciptakan hujan dimusim kemarau seperti sekarang ini. 

“Beliau (KH. Wildan Salman) khawatir kalau terjadi apa-apa seperti kebakaran lahan dimusim kemarau ini,” ungkap Aufa. 

Dasar dilaksanakannya sholat Istisqa berasal dari sebuah hadits, dimana sholat Istisqa harus ada perintah yang berasal dari Umara (pemimpin), yang merupakan hajat dari Umara yang ditujukan langsung kepada masyarakat. 

“Insya allah sholat Istisqa akan di Imami langsung oleh KH. Wildan Salman, dan Khutbahnya akan disampaikan oleh KH. Hasanuddin Badruddin,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Taman Budaya Disdikbud Kalsel Tampilkan Seni Aruh Adat Dayak Meratus di TKTB se-Indonesia

BANJARMASIN – Guna semakin memperkenalkan tarian khas di Banua, Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, telah menampilkan kesenian aruh besar yang merupakan adat suku Dayak Meratus, melalui Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia.

Kepada wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Suharyanti, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (5/9) mengatakan, pada pekan lalu pihaknya menghadiri kegiatan Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia ke XXII, di Provinsi Jawa Barat. Dalam rangka meningkatkan semangat dan ketahanan budaya melalui pertunjukan seni dari seluruh peserta di 28 Provinsi. Sehingga, membangun pondasi yang kuat dalam pemajuan kebudayaan daerah.

“Kalsel telah menampilkan pergelaran dengan mengemas dalam bentuk musik dan divisualisasikan berjudul “Mamang” yaitu mengangkat aruh besar suku dayak Meratus,” ungkapnya

Disampaikan Suharyanti, pergelaran musik berjudul Mamang, dalam bentuk visual ini merupakan rasa syukur dari warga disuatu desa setelah berhasil panen. Ia berharap, setelah kegiatan Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia ke XXII, dapat semakin mempererat tali silaturahmi antar pelaku seni budaya dari seluruh penjuru Tanah Air.

“Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia ini merupakan event Nasional,” jelasnya

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, dengan mengangkat tema “Rakit” dimaksudkan menyatukan keragaman jenis budaya dan kesenian yang terdapat di Indonesia, mulai dari tarian, musik, sastra hingga teater. Setelah sukses digelar di Provinsi Jawa Barat, Tahun 2024 akan dilaksanakan ke Provinsi Banda Aceh, dan direncanakan Tahun 2025 mendatang, akan dihelat ke Kalimantan Selatan.

“Tahun 2023 kita perdana menggelar Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke 1 dan berjalan sukses, maka ini menjadi tolak ukur untuk persiapan nanti,” tutup Yanti. (NHF/RDM/RH)

Gelar Sholat Istisqo, Kalsel Berharap Hujan Atasi Karhutla

BANJARMASIN – Pekan ini, tepatnya pada Kamis (7/9) mendatang, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Sholat yang akan dihadiri sejumlah ulama, di Kalimantan Selatan itu, akan digelar di masjid Al Karomah Martapura, pada pukul 07.00 WITA. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur, Sahbirin Noor beserta jajarannya. Masyarakat Kalsel juga diundang untuk bersama – sama hadir, dan mendoakan agar hujan segera turun diseluruh wilayah Kalimantan Selatan. 

Dua hari sebelum pemerintah provinsi menggelar sholat Istisqa, tepatnya pada hari ini Selasa (5/9), Korem 101/Antasari sudah menggelar sholat khusus ini. Sholat yang diimami ustadz Ahmad Sufian Al Banjari ini, diikuti seluruh prajurit Korem 101/Antasari, termasuk Komandan Korem (Danrem), Brigjend TNI Ari Aryanto.

Suasana sholat Istisqa di Makorem 101/Antasari pada Selasa (5/9)

Pada kesempatan ini, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto, menyampaikan, bahwa berbagai upaya telah ditempuh bersama pemerintah daerah, Polri, BPBD dan instansi terkait untuk mencegah dan mengatasi karhutla di Kalimantan Selatan. Namun ternyata hasilnya belum optimal, mengatasi karhutla. 

“Sebagai umat beragama,  kita juga tetap harus berusaha dengan berdo’a memohon minta hujan, dengan menggelar sholat Istisqo ini,” jelasnya.

Danrem juga mengimbau, jajaran Dandim, Danramil dan Babinsa agar tidak henti-hentinya menyampaikan kepada masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lahannya agar tidak terbakar apalagi dibakar.

Sebelumnya pada Minggu (3/9) malam, kepada Abdi Persada FM, Gubernur, Sahbirin Noor mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk mengikuti sholat Istisqa yang akan digelar di masjid Al Karomah Martapura, pada Kamis (7/9) mendatang.

“Saya juga meminta seluruh pemerintah daerah di Kalsel untuk menggelar sholat Istisqa di daerah masing – masing. Dengan doa yang tulus dari seluruh masyarakat Kalsel, semoga Allah segera menurunkan hujan untuk mengatasi musim kemarau kering tahun ini,” tutup Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel).

Data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan, hingga Senin (4/9), terdapat 13.983 titik panas dan 1.297 titik api. Dari 1.297 titik api yang terpantau, hanya kota Banjarmasin yang tidak ditemukan adanya titik api.

Terdata titik api terbanyak ditemukan di Tanah Laut dengan 380 titik api. Disusul kabupaten Banjar dengan 293 titik, dan kota Banjarbaru 212 titik serta Hulu Sungai Selatan dengan 190 titik api. 
Selain karhutla, musim kemarau kering kali ini juga sudah menimbulkan kabut asap yang menganggu aktivitas masyarakat. Termasuk lalu lintas penerbangan, yang sempat mengalami penundaan pada Selasa (5/9) akibat pendeknya jarak pandang, karena terhalang kabut. Bahkan sejumlah daerah di Kalsel, juga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. (RIW/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama Respon Isu Dengan Kepala SKPD Lingkup Pemprov

BANJARMASIN – Dalam rangka menyamakan persepsi dalam menyikapi isu yang berkembang di masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan penandatanganan komitmen bersama respon isu dengan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel dan Diskominfo se-kabupaten/kota di Kalsel.

Suasana Kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Respon Isu

Penandatanganan komitmen bersama tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar dan Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar memberikan apresiasi atas dilaksanakannya penandatanganan komitmen bersama ini. Ia meminta kepada seluruh kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel untuk merespon isu yang berkembang di masyarakat, baik itu bersifat positif maupun negatif.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar (kiri) didampingi Kepala Diskominfo Kalsel, M. Muslim (kanan)

“Kepala SKPD wajib menanggapi (isu-isu yang beredar) dengan catatan di media mana yang isu tersebut beredar. Sehingga pemberitaan yang sampai ke masyarakat dapat berimbang,” katanya kepada wartawan, Selasa (5/9).

Roy memberikan contoh, misalnya isu yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang saat ini sedang terjadi. Menurutnya, SKPD terkait, khususnya yang memiliki urusan teknis wajib memberikan tanggapan terkait upaya mitigasi yang sudah dilakukan, mengingat musim panas di prediksi hingga pertengahan hingga akhir bulan November mendatang.

“SKPD yang berkaitan harus menyampaikan upaya apa saja yang dilakukan dan bagaimana hasilnya. SKPD jangan acuh tak acuh, namun kita harus pastikan untuk menyampaikan upaya kita apa saja, kemudian kendalanya bagaimana,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Roy mengimbau kepada Diskominfo Provinsi Kalsel untuk melakukan evaluasi kepada semua SKPD agar lebih aktif dalam menanggapi isu-isu yang berkembang di masyarakat.

“Kepada Diskominfo Kalsel, tolong lakukan evaluasi dan monitoring SKPD mana saja yang aktif dalam merespon isu-isu yang berkembang, agar bisa menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim menambahkan bahwa pihaknya siap melaksanakan arahan dari Sekda Provinsi Kalsel terkait monitoring dan evaluasi keaktifan SKPD dalam merespon isu yang berkembang.

“Kita akan lakukan penilaian secara objektif, dimana hasil evaluasi ini akan kita jadikan indikator bagaimana kecepatan respon, dan bagus tidaknya respon yang diberikan, sehingga respon yang diberikan bisa memberikan penjelasan ataupun pemecahan masalah isu yang berkembang di masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya juga akan memberikan apresiasi penghargaan kepada SKPD yang aktif dalam merespon isu-isu tersebut.

“Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya kita akan memberikan anugerah penghargaan, khususnya terkait kecepatan respon isu oleh SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel,” pungkasnya.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) Rekomendasi Isu dengan tema “Isu Mau Dibawa Kemana?” yang menghadirkan beberapa narasumber. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Teater Kisdam Malapi dari Kelompok Kasumba Entertainment, yang menampilkan drama berjudul “Jarum Jadi Meriam”. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version