Lestarikan Tari Topeng, Pemprov Kalsel Gelar Workshop

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel bidang Kebudayaan, Seksi Kesenian menggelar Workshop Tari Topeng.

Kepada wartawan, Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarso, pada Kamis (6/6) mengatakan, Workshop Tari Topeng ini dimaksudkan dalam rangka mengembangkan pemetaan seni budaya di daerah dan memperluas pengetahuan kekayaan budaya khususnya seni tari Topeng di Banua. Di mana, menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian daerah, agar tetap tetap terpelihara dan berkembang di Kalimantan Selatan.

Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarsho, saat diwancara

“Kami ingin generasi muda dapat semakin melestarikan tarian khas yang dimiliki didaerah ini,” ucapnya

Disampaikan Sunjaya, Workshop Tari Topeng ini menghadirkan narasumber Mukhlis Maman menyampaikan Sejarah Tari Topeng, Heriyadi Haris tentang Tari Topeng Panji Banjarmasin. Kemudian digelar praktek Tari Topeng Panji Banjarmasin oleh Putri Yunita Kumalasari, dan praktek Tari Topeng Panji Bakumpai dari Arbadiun. Diikuti sebanyak 30 orang peserta terdiri dari 10 orang mahasiswa/i Prodi Pendidikan Seni Tari Universitas PGRI Kalimantan Selatan, 10 orang mahasiswa/i Prodi Seni Pertunjukan Universitas Lambung Mangkurat, Sanggar Seni Nuansa, Sanggar Seni Sinar Pusaka, Sanggar Seni Ija Jela, Sanggar Seni Kemilau Intan dan Komunitas Manopeng yang Banyiur sanggar/komunitas diwakili 2 orang masing-masing.

“Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 5 – 7 Juni 2024,” jelas Jaya (sapaan akrabnya)

Sementara itu, Dosen Prodi Seni Pertunjukan ULM Putri Yunita Kumalasari, menambahkan, dalam gelaran Workshop Tari Topeng ini, pihaknya menyampaikan materi tentang Tari Topeng Panji Banjarmasin, sekaligus mempraktekkan, agar para peserta dapat mengetahui setiap gerakan tarian, dari menyesuaikan musik hingga cara menggunakan topeng. Ia berharap, para peserta menjadi penerus dan sebagai ujung tombak untuk mempromosikan hingga ke tingkat Nasional.

Dosen Prodi Seni Pertunjukan ULM, Putri Yunita Kumalasari, saat memberikan komentarnya

“Selama ini masyarakat belum banyak mengenal adanya tari Topeng yang dimiliki di Kalsel, maka peran generasi muda harus gencar promosi, supaya tetap selalu terjaga kelestarian tarian, ditengah banyaknya tari topeng dari luar daerah,” tutup Putri.

Untuk diketahui, Workshop Tari Topeng dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, diwakili Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya Adhiarso, didampingi Perwakilan Taman Budaya Kalsel, Sekretaris Dewan Kesenian Kalsel dan Jajaran Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, bertempat di salah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Jaga Ketahanan Budaya, Lutfi Usulkan Perda Perlindungan Budaya Banjar

BARITO KUALA – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin menggelar acara Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Di Provinsi Kalimantan Selatan di kawasan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala, Rabu (5/6).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para pengurus Tutus Asli Banjar (TABAS), Lutfi menekankan tentang pentingnya menjaga ketahanan budaya dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Kami menyampaikan Perda tentang Penanggulangan Bencana kemudian berdiskusi terkait bagaimana pentingnya kita mempunyai sebuah ketahanan kebudayaan dalam menghadapi bencana ataupun tantangan di masa depan,” jelasnya.

Sosialisasi Perda 6/2017 oleh Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M. Lutfi Saifuddin

Lebih lanjut, Lutfi menyampaikan bahwa kehadiran organisasi masyarakat seperti TABAS sangat diperlukan terutama terkait penanggulangan bencana untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

“Namun, kita perlu kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. InsyaAllah berkat aspirasi dari TABAS, kita akan segera mengusulkan sebuah perda tentang kebudayaan asli Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW Kalsel, M. K. Effendy menyatakan pihaknya sangat mendukung rencana Perda yang akan diusulkan karena terdapat rasa khawatir akan semakin pudarnya Adat Asli Banjar.

“Maka dari itu kami sangat memerlukan adanya perlindungan budaya melalui perda tersebut untuk tetap dapat melestarikan adat dan budaya Kalimantan Selatan khususnya Adat Banjar. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Pak Lutfi untuk TABAS,” tutupnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Kemenkes RI Sosialisasi Kerjasama RS Daerah Dengan RS Luar Negeri Di RSUD Ulin

BANJARMASIN – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melakukan sosialisasi kerjasama rumah sakit daerah dengan rumah sakit luar negeri di RSUD Ulin Banjarmasin, di Aula 1 Gedung Ulin Tower RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (6/6).

Kedatangan rombongan Kemenkes RI ini diterima Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin.

Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenkes RI Wita Nursanti menjelaskan, kedatangan mereka ke RSUD Ulin Banjarmasin ini dalam rangka penguatan kerjasama rumah sakit, dan kerjasama internasional yang telah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI dengan beberapa negara dan mendukung optimalisasi pengembangan layanan unggulan rumah sakit Indonesia.

Analisis kebijakan Ahli Madya Kemenkes RI Wita Nursanti didampingi Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“Rumah Sakit Ulin ini merupakan rumah sakit unggulan dengan tipe A, sehingga kerjasama dengan rumah sakit luar negeri kemungkinan besar dapat dilakukan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Kedatangan mereka ke RSUD Ulin Banjarmasin, untuk melakukan evaluasi dan monitoring, apakah rumah sakit ini sudah menjalin kerjasama dengan rumah sakit di luar negeri tersebut.

“Apabila belum terjalin kerjasama maka Kemenkes RI siap memfasilitasi,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Wita, Kemenkes RI melakukan memaparkan program tersebut di RSUD Ulin Banjarmasin.

Saat ini Kemenkes RI telah menjalin jejaring kerjasama dengan rumah sakit yang ada di Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, UK, serta Jerman.

Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, pihaknya menyambut baik program yang ditawarkan oleh Kementerian Kesehatan terhadap kerjasama dengan Rumah Sakit di luar negeri.

“RSUD Ulin Banjarmasin tentu menyambut baik adanya rencana kerjasama dengan rumah sakit di luar negeri tersebut,” ucapnya.

Tentunya dengan adanya kerjasama tersebut untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Bank Kalsel Kembali Bagikan Rombong Gratis UMKM

BANJARMASIN – Bank Kalsel terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan Selatan. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Bank Kalsel kembali berikan bantuan berupa 5 (lima) Rombong Barakah kepada pelaku UMKM di Kota Banjarmasin.

Bantuan ini diserahkan langsung secara bergantian oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada 5 (lima) penerima Rombong Barakah yaitu Raudhatul Jannah (usaha minuman dan makanan ringan), Ridha Haryati (usaha jual telur gulung), M. Rafi’e (usaha kopi keliling), M. Hidayat (usaha pentol), dan M. Ramadhani (usaha pentol).

Acara penyerahan berlangsung di Basement Kantor Pusat Bank Kalsel pada Rabu (5/6) dengan didampingi Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa pemberian rombong gratis ini didasarkan pada hasil tinjauan lokasi dan tempat tinggal penerima yang termasuk dalam kategori 8 asnaf.

“Bantuan Rombong Barakah yang kami serahkan hari ini, bersumber dari dana sebagian gaji pegawai Bank Kalsel yang dipotong setiap bulannya serta donasi masyarakat yang dikumpulkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Salah satunya adalah untuk pelaku UMKM yang membutuhkan prasarana jualan yang layak,” ujar Fachrudin.

Lebih lanjut, Fachrudin menjelaskan, bahwa Bank Kalsel juga menyalurkan dana Zakat Infaq Shadaqah kepada yang membutuhkan, seperti kaum masjid, panti asuhan, rumah tahfiz Alqur’an, hingga bantuan untuk warga yang terdampak akibat kebakaran.

“Kami berharap bantuan Rombong Barakah ini dapat membawa keberkahan bagi usaha para pelaku UMKM, sehingga dagangan mereka laris manis. Dalam hal ini juga, saya mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk mendoakan agar bisnis Bank Kalsel semakin maju dan sukses, sehingga kami dapat terus memberikan keberkahan bagi Banua,” tambah Fachrudin.

Sementara itu, Perwakilan pelaku UMKM penerima rombong barakah, M. Rafi’e yang merupakan penjual kopi keliling, mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel melalui UPZ atas rombong baru yang diterimanya. Setelah lima tahun berjualan dengan prasarana tidak memadai, bantuan ini sangat berarti baginya.

“Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bank Kalsel melalui UPZ atas bantuan rombong ini. Saya biasanya berjualan menggunakan sepeda, namun berhenti karena sepeda rusak dan termos kopi keliling juga pecah akibat tertabrak. Dengan bantuan ini, saya akhirnya kembali berjualan,” pungkas Rafi’e. (ADV-RIW/RDM/RH)

Kawasan Terpencil di 11 Kabupaten, Jadi Sasaran Kurban Berkah BAZNAS

BANJARMASIN – Idul Adha semakin dekat, dan BAZNAS Kalsel telah mempersiapkan diri dengan matang untuk menyelenggarakan program Kurban Berkah BAZNAS.
Termasuk dengan telah melakukan rapat koordinasi online dengan BAZNAS daerah se-Kalimantan Selatan untuk menentukan titik-titik pelaksanaan ibadah kurban.

Sebanyak 11 BAZNAS Kabupaten dan Kota di Kalsel menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam program ini.
Beberapa wilayah terpencil yang akan menjadi sasaran program Kurban Berkah BAZNAS Kalsel antara lain Dusun Tariban Hulu Banyu Loksado Hulu Sungai Selatan, Desa Layuh Batu Benawa Hulu Sungai Tengah, Desa Sungsum Tebing Tinggi Balangan, Desa Hariang Banua Lawas Tabalong, Desa Kersik Putih Tanah Bumbu dan lain-lain.

Momen penyerahan kurban BAZNAS di kawasan terpencil di Kalsel

Noor Huda Fikri, Kepala Bagian Pendistribusian BAZNAS Kalsel, dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM pada Kamis (6/6) menjelaskan, bahwa pendistribusian hewan kurban ke daerah terpencil selalu memberikan kesan mendalam bagi BAZNAS Kalsel dan tentunya bagi para mudhohi.

“Tahun ini Insya Allah rasa bahagia itu akan kembali terpancar di sanubari mereka dengan kehadiran kita BAZNAS menyalurkan daging kurban para mudhohi, semoga berkah,” harap Huda.

BAZNAS Kalsel telah menerima amanah hewan kurban dari berbagai pihak, baik perorangan maupun mitra, seperti perbankan, UPZ Rumah Amal Ukhuwah, PT. Jhonlin dan lain-lain.

Saddam Nurhidayat, Ketua Panitia Pelaksana Kurban Berkah BAZNAS Kalsel memastikan, bahwa persiapan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini telah matang.

“Insya Allah kita akan laksanakan sesuai dengan waktu yang telah disepakati,” ujarnya.

Saddam juga berpesan bahwa penerimaan amanah kurban dari masyarakat Kalsel masih dibuka sampai 10 Juni 2024.

“Hal ini memudahkan kita panitia untuk menyiapkan hewan kurban yang berkualitas,” terangnya.

BAZNAS Kalsel menyediakan layanan konsultasi, jemput zakat, infak, sedekah, dan kurban melalui pesan WA ke 0811 5133 613 atau website https://kalsel.baznas.go.id/. Masyarakat juga dapat mengikuti informasi terbaru melalui media sosial Instagram dan Facebook @baznaskalsel. Mari bersama BAZNAS Kalsel tebarkan kebahagiaan di Idul Adha 1445 Hijriah. (BAZNASKalsel-RIW/RDM/RH)

Pembangunan Gedung DPRD Kalsel Yang Baru Diharapkan Dapat Berjalan Lancar

BANJARBARU – Pembangunan gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang baru di komplek perkantoran Gubernur Kalsel yang berada di kawasan Trikora diharapkan dapat berjalan lancar.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK kepada wartawan, usai menghadiri acara “Ground Breaking” pembangunan gedung DPRD Kalsel dan peletakan batu pertama rumah jabatan Gubernur Kalsel, Rabu (5/6).

Penekanan tombol sirene oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor

Supian HK menjelaskan pembangunan gedung DPRD yang baru tersebut seiring dengan telah ditetapkannya kota Banjarbaru sebagai ibukota Provinsi Kalsel sehingga semua aktivitas pemerintahan, akan banyak terkonsentrasi di Banjarbaru.

“Jadi jarak gedung DPRD Kalsel akan berdekatan dengan perkantoran Pemprov Kalsel sehingga bisa lebih fleksibel,” jelasnya.

Ketua DPRD Kalsel, Anggota DPRD Kalsel dan jajaran Sekwan Kalsel berfoto usai acara

Supian HK mengungkapkan gedung DPRD Kalsel yang baru ini berbeda dengan gedung lama di Banjarmasin. Di gedung baru ini juga disiapkan ruangan-ruangan untuk masing-masing anggota dewan.

“Tempatnya disiapkan disiapkan 65 ruangan untuk masing-masing anggota dewan,” terangnya.

Penambahan ruangan anggota DPRD Kalsel yang saat ini berjumlah 55 orang menjadi 65 orang tersebut, lanjut Supian HK, untuk antisipasi kalau nanti jumlah kursi di DPRD Provinsi Kalsel bertambah seiring dengan jumlah penduduk di Kalsel yang terus bertambah.

Selain itu, fasilitas satu ruangan untuk satu anggota dewan tersebut disesuaikan kebutuhan anggota dewan nantinya, khususnya saat menerima kedatangan para konstituennya di masing-masing daerah pemilihan (Dapil).

“Nanti saat anggota dewan menerima tamu yang menyampaikan aspirasi atau usulan dari masing-masing dapilnya dapat berkolaborasi dan sebagainya untuk bisa diperjuangkan,” terangnya.

Supian HK juga berharap, selain dibangun kantor baru, nantinya akan dibangun pula rumah anggota dewan di area sekitar.

“Hal ini untuk memudahkan mobilisasi wakil rakyat bekerja,” ucapnya.

Untuk diketahui, Ground Breaking pembangunan gedung DPRD Kalsel dan peletakan batu pertama pembangunan rumah jabatan Gubernur Kalsel secara resmi dimulai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Ground Breaking dan peletakan batu pertama ditandai dengan pemancangan tiang pancang dan disaksikan oleh tokoh ulama Martapura KH Wildan Salman, jajaran Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Anggota DPRD Kalsel, Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini beserta jajarannya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Ground Breaking Kantor DPRD Provinsi dan Rumdin, Awali Kelanjutan Pembangunan di Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Pembangunan di komplek perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di kota Banjarbaru kembali dilanjutkan tahun 2024 ini. Pembangunan ditandai dengan ground breaking dan peletakan batu pertama, gedung kantor DPRD Provinsi dan rumah dinas Gubernur Kalimantan Selatan, pada Rabu (5/6). Ground breaking kantor DPRD Provinsi, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, didampingi Ketua TP PKK Provinsi, Raudatul Jannah, Guru Wildan, Ketua DPRD Provinsi, serta jajaran Forkopimda Provinsi dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel.

Sementara peletakan batu pertama pembangunan rumah dinas Gubernur Kalimantan Selatan di kawasan berdekatan, dilakukan Paman Birin bersama Guru Wildan.

Gubernur Kalsel saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah dinas jabatan di Banjarbaru

Kepada wartawan usai ground breaking pembangunan kantor DPRD Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Gubernur memaparkan, bahwa tahun ini akan ada lagi pembangunan sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah provinsi, di lokasi komplek perkantoran di Banjarbaru ini.

“Kita akan bangun kantor Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Samsat dan juga kantor lembaga penyelenggara pemilu KPU serta Bawaslu Provinsi Kalsel,” urai Paman Birin.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan

Gubernur berharap, pembangunan ini berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan, kepada wartawan menyampaikan, bahwa luas daerah kawasan gedung DPRD yang mulai dibangun tahun ini kurang lebih 2,9 hektar. Desain bangunan berkonsep modern namun mengadaptasi kearifan lokal “Rumah Adat Gajah Baliku” dengan penerapan Green Building.

“Dengan keterbatasan anggaran pemerintah saat ini, maka pembangunan gedung DPRD tahun 2024 ini pelaksanaan pekerjaannya hanya sampai pondasi dan struktur dengan nilai kontrak 48,7 miliar,” ujarnya.

Nantinya menurut Solhan, pembangunan dikerjakan selama 225 hari kalender dengan kontraktor PT. Wiratama Graha Raharja perusahaan asal Surabaya Jawa Timur.

Sementara pembangunan rumah dinas jabatan Gubernur dan fasilitas pendukung lainnya, pengerjaan pondasi dan struktur bangunan akan dikerjakan dalam waktu 225 hari kalender dengan nilai kontrak Rp29 miliar oleh PT. Putra Hari Mandiri.

“Tahun 2025 mendatang, akan dibangun rumah jabatan ketua DPRD Kalsel dan gedung Komando Daerah Militer X Lambung Mangkurat di kawasan ini. Dan semoga Ground Breaking dan peletakan batu pertama ini, dapat membawa dampak yang baik untuk pembangunan serta kesuksesan infrastruktur di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Kalsel : Momen Untuk Meningkatkan Kesadaran

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel menggelar upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, bertempat di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (5/6).

Suasana Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024

Dalam sambutannya saat memimpin upacara tersebut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini dapat mengingatkan kita sekaligus mengajak untuk menyelesaikan akar masalah dari krisis iklim dan lingkungan hidup terutama di Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran global dalam mengambil tindakan yang positif bagi perlindungan alam dan bumi,” ucapnya.

Paman Birin (sapaan akrabnya) menyampaikan bahwa perubahan iklim, polusi dan kerusakan alam adalah masalah nyata yang membutuhkan perhatian serius.

“Gerakan yang dilakukan dalam menjaga lingkungan harus dilakukan secara konsisten untuk memberikan penyadaran, sehingga nantinya akan memperhatikan aspek lingkungan hidup di sekitar,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak dan mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Dalam menjaga lingkungan dan pelestarian alam di Kalimantan selatan semua pihak dan masyarakat berperan aktif untuk berpartisipasi sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala DLH Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan tema yang diangkat dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini yaitu Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan.

“Dari tema ini mengingatkan kita semua untuk menyelesaikan akar masalah krisis iklim yang harus dilakukan dengan inovasi dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan dimanaharus mengedepankan prinsip keadilan dan inklusivitas,” kata Hanifah.

Ia menyebutkan, Indonesia telah meningkatkan ambisinya dalam komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca begitu juga untuk Kalimantan Selatan.

“Kalsel telah melakukan penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun 2022 sebesar 25,4 persen. Kemudian di tahun 2023, capaian penurunan emisi gas rumah kaca meningkat sebesar 38,3 persen dari target sebesar 28,15 persen,” sebutnya.

Untuk diketahui, dalam rangkaian peringatan tersebut juga dilakukan penyerahan apresiasi lomba bersih sungai dan pembagian sejumlah 250 bibit pohon kepada seluruh SKPD di Lingkup Pemprov Kalsel, komunitas pegiat lingkungan dan akademis serta diakhiri dengan aksi bersih-bersih di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

Turut hadir menjadi peserta upacara ini, seluruh SKPD Lingkup Pemprov Kalsel, Forkopimda, Komunitas Lingkungan serta yang lainnya. (BDR/RDM/RH)

Di Kalsel Terjadi Peningkatan Capaian Penuruan Emisi Gas Rumah Kaca

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menggalakkan program untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di banua ini. Salah satu program yang digalakkan yakni penanaman Revolusi Hijau oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada lahan kritis dengan target 22.000 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, capaian penurunan emisi gas rumah kaca di Kalimantan Selatan tahun ini mencapai 25,4 Persen. Hal ini membuktikan terjadi peningkatan capaian penurunan emisi gas rumah kaca tahun 2023 sebesar 38,3 persen, dari target yang hanya sebesar 28, 15 persen.

“Gubernur Kalsel Sahbirin Noor terus berupaya meningkatkan ambisi mengurangi gas rumah kaca. Capaian penurunan emisi gas rumah kaca di Banua mengalami peningkatan dari sebesar 25,4 persen pada 2022 menjadi 38,3 persen pada 2023 dari target sebesar 28,15 persen,” ungkap Hanifah Dwi Nirwana, usai menghadiri peringatan hari lingkungan hidup sedunia, di halaman kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru, Rabu (5/6).

Hanifah menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya dalam meningkatkan capaian penurunan emisi gas rumah kaca di banua ini. Hal ini membuktikan bahwa seluruh upaya yang dilakukan berhasil meningkatkan capaian untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Segala capaian ini tentu dukungan dari semua pihak yang ikut terlibat baik SKPD hingga Instansi Vertikal yang ikut terlibat,” tutup Hanifah. (MRF/RDM/RH)

Buka Jambore Kader Posyandu se Kalsel, Paman Birin Apresiasi Kinerja Para Kader Hingga Pelosok Desa

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Provinsi bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Jambore Kader Posyandu se Kalsel Tahun 2024. Jambore digelar di kota Banjarmasin, pada Rabu (5/6). Tercatat ratusan kader posyandu hadir, dan mengikuti sejumlah lomba yang digelar tahun ini. Diantaranya lomba penyuluhan kesehatan, cerdas cermat dan juga lomba penimbangan. Seluruh kabupaten kota di Kalsel, dipastikan mengirimkan perwakilannya pada lomba-lomba tersebut.

Jambore yang mengangkat tema Bergerak Bersama Kader Posyandu se Kalsel Mewujudkan Transformasi Kesehatan Menuju Banua Maju ini, dibuka langsung Gubernur, Sahbirin Noor. Pembukaan ditandai dengan penyentuhan layar oleh Gubernur, didampingi perwakilan Kementrian Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas PMD Provinsi, plt Kepala DP3AKB Provinsi, dan juga Kepala BKKBN Provinsi Kalsel. Pembukaan Jambore Kader Posyandu ini, juga sekaligus menandai dimulainya Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2024.

Gubernur Kalsel usai pembukaan Jambore Kader Posyandu Tahun 2024 dan peluncuran Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tingkat Provinsi Kalsel

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah memaparkan, bahwa Jambore Kader Posyandu ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK serta sejumlah SKPD terkait di lingkup pemerintah provinsi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada kader posyandu yang telah bekerja secara tulus ikhlas penuh tanggung jawab dan tidak mengenal lelah, melaksanakan kegiatan pemberdayaan sesuai kebutuhan dan sasaran posyandu,” papar Acil Odah (sapaan khas Raudatul Jannah).

Gubernur Kalsel berfoto bersama usai pembukaan Jambore Kader Posyandu Tahun 2024

Lebih lanjut, Acil Odah yang juga Ketua TP PKK Provinsi Kalsel ini mengatakan, bahwa jambore ini juga sebagai upaya meningkatkan semangat dan motivasi para kader posyandu, agar lebih giat lagi untuk mendukung kelancaran atau keberhasilan dan capaian program integrasi layanan kesehatan primer. Dimana hal ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, usai pembukaan Jambore Kader Posyandu se Kalsel, kepada wartawan Gubernur, Sahbirin Noor menyampaikan penghargaan setinggi – tingginya terhadap kinerja para kader posyandu.

“Kader posyandu kita saat ini semangatnya luar biasa. Dan inilah yang mendasari perjalanan keberadaan posyandu, dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel) juga menegaskan, bahwa peran kader posyandu juga sangat penting, dalam perubahan status desa tertinggal di Kalsel.

“Keberadaan mereka terutama sangat membantu program pembangunan bidang kesehatan. Salah satunya pengentasan stunting,” tutup Gubernur.

Pada kesempatan ini, sejumlah kader posyandu mendapat apresiasi dari Paman Birin berupa hadiah yang uang tunai dan juga umroh. Selain itu, diberikan pula hadiah door prize, dengan hadiah utama satu unit sepeda motor. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version