Beragam Benda Koleksi dipamerkan Museum Wasaka Kalsel Melalui Pameran Temporer

BANJARMASIN – Untuk memperkenalkan beragam benda-benda koleksi peninggalan bersejarah di Kalimantan Selatan, Museum Wasaka menggelar Pameran Temporer.

Pemaparan materi tentang pengenalan Museum oleh Slamet triyanto, dalam Belajar Bersama di Museum

Kepada wartawan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, usai pembukaan pada Kamis (20/6) mengatakan, Pameran Temporer ini bekerjasama dengan Museum Kayuh Baimbai kota Banjarmasin, Museum Candi Agung dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Museum Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Museum Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin dan Komunitas Wasaka, gelaran dilaksanakan selama enam hari, sejak 20 – 25 Juni mendatang.

Foto bersama

“Kami ingin Pameran Temporer tidak hanya memperkenalkan dan mempublikasikan kepada generasi muda, tetapi dapat dimanfaatkan untuk rekreasi, interaksi baik sesama pengunjung dan komunitas di Banua,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah menyampaikan, selama Pameran Temporer berlangsung pihaknya menggelar Belajar Bersama di Museum selama tiga hari tanggal 20, 21 dan 24 Juni, bagi peserta didik dari 6 sekolah, yakni SMA PGRI 1, SMAN 5, SMKN 3, SMKN 5, SMA DAN SMK Sabilal Banjarmasin, satu sekolah diikuti 30 siswa dan siswi, dengan menghadirkan narasumber Slamet triyanto.

“Kita juga gelar Lomba Drama Petilan Perjuangan tanggal 21 dan 22 Juni malam Jam 19.00 WITA. Sedangkan Lomba Mewarnai untuk anak usia 7 – 8 tahun pada Minggu 23 Juni 2024, kegiatan dipusatkan di halaman Museum Wasaka Kalsel, Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara,” jelasnya

Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk kegiatan Belajar Bersama di Museum ini dimaksudkan, generasi muda dapat semakin melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di Kalimantan Selatan, agar dikenal masyarakat secara luas. Para peserta didik tidak hanya diberikan materi tentang pengenalan Museum secara umum, tetapi melihat langsung berbagai benda-benda koleksi peninggalan bersejarah.

“Mereka mengunjungi ke stand-stand Pameran Temporer, ke pandai besi, dan pengumpangan, serta ke Museum Wasaka Kalimantan Selatan,” tutupnya

Untuk diketahui, Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pameran Temporer, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, didampingi Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, dan jajaran Museum Wasaka Disdikbud Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Besok Polda Kalsel Resmi Bermarkas di Banjarbaru

BANJARBARU – Seluruh anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) akan berkantor di Markas Komando (Mako) Polda Kalsel yang baru di Banjarbaru.

Peristiwa penting ini akan ditandai dengan Upacara Pemindahan Pataka Polda Kalsel “Tunggal Dharma Visuda” dari Mako Polda lama di Banjarmasin ke Mako Polda baru di Banjarbaru.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, upacara pemindahan ini dijadwalkan berlangsung Jumat 21 Juni 2024, dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto, dihadiri Wakapolda, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Kalsel.

“Pemindahan ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Polda Kalsel, Pataka Tunggal Dharma Visuda, yang selama ini menjadi simbol kehormatan dan semangat juang Polda Kalsel akan diarak dari markas lama ke markas baru,” ungkap Adam.

Pemindahan pataka tersebut, sebagai bagian dari serangkaian prosesi seremonial yang telah dipersiapkan dengan matang.

“Pemindahan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang lebih modern dan lokasi yang lebih strategis di Banjarbaru, pihanya berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Upacara pemindahan markas ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur dan efisiensi operasional di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Dengan pemindahan ini, seluruh kegiatan operasional Polda Kalsel akan resmi dilaksanakan di Mako Polda yang baru, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk mendukung tugas tugas kepolisian.

“Semoga dengan adanya markas baru ini, Polda Kalsel dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Adam. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Setelah Cabai Hiyung, Kemenkumham RI Berikan Sertifikat Indikasi Geografis Untuk Kain Sasirangan Kalsel

BANJARMASIN – Kementrian Hukum dan HAM RI kembali menggelar Mobile Intelectual Property Clinic di Kalimantan Selatan tahun 2024. Penyelenggaraan tahun ketiga ini, dilaksanakan pada 19-21 Juni 2025, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Dimana opening ceremony atau pembukaannya, dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada Rabu (19/6) malam.

Pada kesempatan ini, Gubernur menyampaikan dukungannya terhadap perlindungan kekayaan intelektual. Sebab kekayaan intelektual memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Di era globalisasi ini, kekayaan intelektual merupakan aset yang sangat berharga dan memiliki peran strategis, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi,” ujar Paman Birin dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov.

Menurut Paman Birin, kegiatan ini menunjukkan sebuah konsistensi usaha dalam rangka peningkatan dan perkembangan kekayaan intelektual kepada pemda dan masyarakat Kalsel.

Tidak lupa, Paman Birin menyampaikan harapannya, terkait pelaksanaan kegiatan Mobile IP Clinic yang sudah terselenggara untuk ketiga kalinya hingga tahun ini.

“Semoga melalui Mobile IP Clinic ini, masyarakat Kalsel akan semakin memahami pentingnya melindungi karya dan inovasi mereka, serta memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai alat untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal,” harap Gubernur.

Pada pembukaan Mobile IP Clinic Tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis untuk produk kain Sasirangan.

Gubernur yang diwakili Sekdaprov Kalsel mengangkat sertifikat Indikasi Geografis Sasirangan diapit Kakanwil Kemenkumham (kiri) dan Staf Ahli Menkumham (kanan)

Sertifikat yang diterbitkan Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM RI tersebut, diserahkan Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM RI Bidang Ekonomi, Lucky Agung Binarto, kepada Sekda Provinsi Kalsel.

Sertifikat ini merupakan yang kedua diperoleh Kalsel, setelah sebelumnya menerima sertifikat untuk produk cabai Hiyung.

“Pemberian sertifikat Indikasi Geografis ini merupakan pengakuan atas keunikan dan kualitas produk Sasirangan asal Kalsel. Saya harap tidak berhenti di sini, mengingat Kalsel masih menyimpan banyak potensi yang luar biasa,” tutup Paman Birin.

Pada malam pembukaan ini, juga diserahkan penghargaan South Borneo Intellectual Property tahun 2024, kepada sejumlah pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kalsel. Yakni untuk kategori Jumlah Permohonan Kekayaan Intelektual Terbanyak, kepada 3 pemda di Kalsel, dengan peringkat satu diberikan kepada Kota Banjarmasin. Kemudian tiga daerah lainnya mendapat penghargaan kategori Fasilitasi Layanan Kekayaan Intelektual Terbaik, dengan Hulu Sungai Selatan sebagai peringkat pertama.

Sementara penghargaan untuk Perguruan Tinggi atas kontribusi pembentukan Intellectual Property Corner pertama di Kalsel, diberikan kepada Politeknik Tanah Laut.

Usai menyerahkan penghargaan, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM, Lucky Agung Binarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah di Kalsel.

“Kami sampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada pemda di Kalsel, untuk capaian pendaftaran kekayaan intelektual di Kalsel yang sudah mencapai angka 3.790 pada tahun 2023 sampai dengan Mei 2024,” sampainya.

Hal ini menurut Lucky, tak terlepas dari sinergitas dan kolaborasi seluruh pemda di Kalsel dengan Kanwil Kemenkumham Kalsel.

Dirinya juga menyampaikan harapan agar terselenggaranya kegiatan ini mampu mendorong upaya menumbuhkan semangat masyarakat untuk melindungi kekayaan intelektualnya.

“Kekayaan intelektual menunjukkan bahwa setiap kreativitas dan inovasi memiliki nilai ekonomi, oleh karena itu penting untuk didaftarkan agar dapat memperoleh perlindungan hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Taufiqurrahman, melalui laporan pelaksanaan kegiatan, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman seluruh elemen akan pentingnya kekayaan intelektual.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian menunjukkan komitmen untuk terwujudnya sustainable development goal, yang merupakan agenda pembangunan global untuk meningkatkan kesejahteraan, melalui implementasi sistem kekayaan intelektual yang komprehensif,” sampainya.

Seluruh peserta Mobile IP Clinic Tahun 2024 berfoto bersama

Mobile IP Clinic dengan mengusung tema “Bergerak Memperkuat Identitas Budaya Kalsel di Mata Dunia, melalui Indikasi Geografis” ini, dihadiri setidaknya 100 peserta yang berasal dari berbagai satuan kerja di wilayah Kalsel, perguruan tinggi dan UPTD terkait, serta perkumpulan masyarakat peduli Indikasi geografis. (RIW/RDM/RH)

Paman Birin Terima Penghargaan dari Institut Kesenian Jakarta, Dedikasi Terhadap Dunia Seni Peran di Kalsel

JAKARTA – Kepedulian Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin terhadap dunia kesenian khususnya seni peran di Banua, mendapatkan apresiasi dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Gubernur Kalsel saat didaulat naik ke panggung IKJ

Pada anugerah Penghargaan IKJ 3 Tahun 2024 bertajuk Seni untuk Kehidupan yang digelar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Rabu (19/6) malam, Paman Birin menerima penghargaan yang diserahkan langsung Rektor IKJ, Indah Tjahjawulan.

Gubernur Kalsel diantara tamu – tamu IKJ 3 tahun 2024

Suasana malam itu meriah, terlihat Paman Birin duduk disamping Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana dan tokoh seniman Yadi Muryadi, serta sejumlah pengurus Yayasan Seni Budaya Jakarta (YSBJ).

Begitu diumumkan meraih Anugerah IKJ, Paman Birin diperkenankan naik ke atas panggung dan dikelilingi aktor teater sembari membawa microphone

“Selamat malam untuk kita semua, senantiasa diberi kesehatan. Alhamdulillah, saya tak menyangka dan sungguh luar biasa. Sebuah penghargaan yang bergengsi, tentu saya wajib datang pada malam ini,” ucap Paman Birin di atas panggung Teater Besar, TIM.

Paman Birin juga mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap IKJ atas terselenggaranya acara yang ketiga ini. Sehingga, Paman Birin menginginkan eksistensi dunia seni peran terus tumbuh di kalangan masyarakat.

Dalam hal itu, Paman Birin berharap dalam dunia kesenian makin diminati banyak orang, terlebih kalangan mudah yang menjadi generasi akan datang.

“Bidang seni peran sangat berguna di masyarakat. Karena menghibur warga Indonesia maupun daerah,” tutur Paman Birin yang merupakan inisiator Kiram Arts Festival Kalsel 2023 itu.

Dukungan Gubernur Kalsel dalam dunia kesenian, khususnya dunia keaktoran tak lepas dalam mengenalkan kesenian ke kancah internasional.

Pada ajang event bergengsi Kiram Art Festival Kalsel 2023 itu pernah mengundang seniman asal Malaysia, Philipina, Kamboja, Thailand, Jepang, Hongkong, Taiwan, India, Zimbabwe, Ghana, Australia, New Caledonia, New Zealand, Inggris, Swedia, Italia, Jerman, Colombia dan Belanda.

Bagaimana tidak, dengan dukungan itu, Paman Birin sangat peduli terhadap dunia kesenian di Banua. Dalam kesempatan itu, dirinya sangat tersanjung atas penghargaan IKJ terhadap anugerah kesenian dalam kategori pejabat publik tersebut.

“Saya salut dan merasa istimewa pada malam ini. Terimakasih kepada pengurus IKJ dan panitia atas undangannya dan kami akan terus mendorong perfilman di Kalimantan Selatan,” tutup Paman Birin.

Penghargaan itu turut disaksikan dan dihadiri sejumlah aktor, sutradara, dan pelawak, diantaranya Indro Warkop, Prilly Latuconsina, Joko Anwar, serta artis lainnya.

Tampak hadir juga Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Tenaga Ahli Gubernur Rizal Akbar dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan, Zainal Helmie dan sebagainya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

BKD Kalsel Terus Gencar Sosialisasikan Kesejahteraan Bagi ASN

BANJARBARU – Dalam rangka untuk memberikan perhatian kesejahteraan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi kesejahteraan pegawai bagi ASN di lingkup Pemprov Kalsel.

Kepada Abdi Persada FM Kepala BKD Provinsi Kalsel, Dinansyah melalui Kasubbid Penghargaan, Kartika Kumala mengatakan tujuan dari sosialisasi tersebut agar seluruh ASN di Kalsel mengetahui bagaimana informasi dari program pemerintah daerah untuk menunjang kesejahteraan baik yang berstatus aktif maupun nantinya akan memasuki masa purna tugas.

Kasubbid Penghargaan BKD Kalsel, Kartika Kumala saat diwawancarai

“Untuk sosialisasi kesejahteraan ini merupakan program dari BKD Kalsel yang setiap tahun di laksanakan dengan bekerjasama dari berbagai pihak, untuk tahun ini diantaranya PT. Taspen dan BPJS kesehatan sebagai narasumber,” ucapnya, Rabu (19/6).

Kartika menambahkan pihaknya juga menggandeng Badan Pusat Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk mensosialisasikan kesejahteraan bagi ASN dikarenakan masih belum banyak mengetahui secara detail dari program tersebut.

“Kita ingin ASN Pemprov Kalsel mengetahui hak-hak atau manfaat apa saja yang mereka dapatkan melalui Program Tapera atau dulu yang dikenal Bapertarum PNS ini,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi Tapera bagi ASN lingkup Pemprov Kalsel

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, selain gaji dan tunjangan yang sudah melekat dari awal bagi ASN, pemerintah juga menyiapkan program kesehatan yang di cover oleh BPJS dan juga program jaminan hari tua serta kecelakaan kerja yang dicover oleh PT Taspen.

“Dengan adanya sosialisasi ini ASN di lingkup Pemprov Kalsel mengetahui hak-hak untuk menunjang kesejahteraan, baik itu yang ada di BPJS, PT. Taspen dan juga Tapera,” ujarnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi kesejahteraan bagi ASN lingkup Pemprov Kalsel Tahun 2024 dibagi menjadi beberapa angkatan dimana angkatan pertama dan kedua dilakukan pada bulan Mei serta angkatan ketiga dan keempat dilaksanakan pada 10-11 Juni secara Offline maupun Online atau daring. (BDR/RDM/RH)

Untuk Konsumsi, Di Kalsel Didominasi Beras Padi Lokal

BANJARBARU – Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Banua Kalimantan Selatan, berbagai varian beras didatangkan ke Banua ini, seperti padi lokal ( beras unus, mayang, pandak) terus dikembangkan di banua ini. Selain itu, padi jenis unggul (beras jawa) juga turut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono menyampaikan, meskipun berbagai macam padi jenis unggul telah pihaknya kembangkan di banua ini, namun masyarakat di Banua ini yang mayoritasnya adalah masyarakat Banjar, lebih dominan mengkonsumsi beras jenis lokal dibandingkan beras jenis unggul.

Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Saptono

Hal ini dikarenakan, selain dominan masyarakat banjar, beras jenis lokal memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Konsumsi beras masyarakat Kalsel masih didominasi oleh padi jenis lokal. Namun, dari sisi penjualan, terpantau padi jenis unggul juga mendominasi penjualan beras di pasaran,” ungkap Saptono, yang juga menjabat sebagai Kabid Ketahanan Pangan ini.

Ia menambahkan, mayoritas pedagang nasi yang didominasi masyarakat banjar di banua, juga sangat banyak memakai bahan nasi dari beras jenis lokal.

“Ini juga yang membuat beras jenis lokal digandrungi masyarakat Banjar,” tutup Saptono.

Seperti diketahui, beras jenis lokal hanya dapat dipanen sekali dalam 1 tahun, berbading dengan padi jenis unggul yang dapat dipanen 2 kali dalam setahun. Meskipun dengan berbagai keunggulan yang dimiliki beras jenis unggul, dengan mayoritas masyarakat banjar yang ada di Kalimantan Selatan, membuat para petani masih mempertahankan membudidayakan padi (beras) jenis lokal. (MRF/RDM/RH)

2024, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Miliki Berbagai Inovasi

BANJARMASIN – Guna meningkatkan pelayanan, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan tahun 2024 ini memiliki berbagai Inovasi.

Kepada wartawan, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi mengatakan, hingga saat ini ada sebanyak 10 inovasi yang sudah dimiliki rumah sakit dalam melayani pasien, terutama memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, dengan menggunaan teknologi modern. Beragam aplikasi inovasi yang sudah dijalankan diantaranya “Sikepo” yang berguna untuk mengetahui kepuasan pasien “Rileks” yang berguna untuk pengingat kontrol gigi pasien, dan “M banking pro” yaitu mobil dental keliling penyuluhan kesehatan, serta “Peri Gigi Bunda” dalam bentuk perawatan gigi keliling ibu dan anak guna mencegah stunting sejak dini. Selanjutnya “Si Gulati Cakrani” yaitu skrining gigi mulut serta “Ka Naga” yakni pengendalian plak dengan buah naga.

Mobil Dental RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

“Kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Banua,” ucapnya

Teguh menjelaskan, di tahun 2024 ini pihaknya mengikuti lomba inovasi daerah ada empat aplikasi inovasi sebagai upaya untuk semakin memajukan pelayanan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel, hingga ketingkat Nasional. Ia berharap, masyarakat di seluruh Kabupaten dan Kota akan terus mendapatkan pelayanan lebih maksimal.

“Inovasi yang sudah dinilai yaitu Si Gulati Cakrani, M bangking Pro, dan Ka Naga,” jelasnya

Hal senada juga disampailan, Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi. Menurutnya, dalam rangka memperkenalkan ke masyarakat secara luas, pihaknya setiap kali menggelar Bakti Sosial, dan Kalsel Expo, selalu membawa secara langsung “M banking Pro” yaitu mobil dental keliling penyuluhan kesehatan. Ia berupaya, dapat memberi edukasi tentang pentingnya merawat gigi dan mulut sejak dini, agar tercipta kesehatan hingga dimasa tua nanti.

Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi, saat diwancara awak media

“Alhamdulillah tingkat kunjungan terus bertambah, ini artinya kesadaran warga sudah tinggi,” tutupnya

Untuk diketahui, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, berlokasi di Jalan Simpang Ulin Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Terima Audiensi HMI Kalsel Terkait Raperda Fasilitasi Penguatan Pendidikan Karakter

BANJARMASIN – Seiring perjalanan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Fasilitasi Penguatan Pendidikan Karakter yang sedang dalam proses penyempurnaan, Komisi IV DPRD Provinsi Kaimantan Selatan menerima audiensi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Kalsel beserta Pengurus Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Kota Banjarmasin, diruang Rapat Komisi IV Gedung DPRD Kalsel, Rabu (19/6).

Selain menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kedatangan para mahasiswa, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin, juga sekaligus memberikan tanggapan terhadap berbagai usulan dan masukan yang disampaikan, baik lisan maupun tertulis terkait raperda tentang pendidikan tersebut.

“Alhamdulillah banyak sekali masukan yang disampaikan dari BPL HMI cabang Kota Banjarmasin. Ini untuk menambah, memperkaya Perda agar betul-betul bisa sesuai dengan kebutuhan di Kalsel,” terangnya.

Lutfi berharap, usulan tertulis yang disampaikan nantinya bisa terakomodir dan masuk ke dalam raperda sehingga bisa memberi manfaat bagi mahasiswa Kalsel.

Sementara itu, Ketua BPL HMI Kota Banjarmasin, Rizki Khoiru Rizal mengatakan, ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian HMI, seperti bagaimana tata kelola teknis dan mekanisme dalam pembentukan karakter serta bagaimana pengelompokkan beasiswa-beasiswa yang diadakan oleh Provinsi Kalsel. Ia menilai, bahwa perda ini belum menyentuh bagian-bagian yang diperlukan mahasiswa.

“Ada beberpapa poin terkhusus, seperti mahasiswa difabel, mahasiswa aktivis dan mahasiswa yang bergerak dibidang sosial. Karena itu yang kita lihat kurang diperhatikan di bagian perdanya,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Kalsel, Abdi Aswadi mengharapkan kehadiran HMI Kalsel bisa mendukung penambahan usulan poin-poin penting dalam raperda seperti beasiswa untuk para mahasiswa difabel, beasiswa untuk para aktivis dan lain-lain.

“Mudah-mudahan hal itu bisa dimasukan ke dalam perda dan diterima dengan baik serta terwujud dapat meningkatkan kualitas pemuda dan pendidikan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Sampaikan Pokok-Pokok Penjelasan Empat Raperda Usulan Eksekutif

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin memberikan penjelasan mengenai empat usulan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (19/6).

Sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Pada Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian tersebut, diterangkan sejumlah alasan ataupun tujuan yang mendasari diusulkannya empat Raperda yang diajukan oleh pihak eksekutif tersebut.

Paman Birin menjelaskan empat Raperda usulan Pemprov tersebut yaitu Raperda tentang Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Menjadi Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda, Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel Kepada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor Menyampaikan 4 Raperda Usulan Pemprov

“Kemudian, Raperda tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, dan Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2025-2045. Adapun naskahnya telah kami sampaikan kepada DPRD Provinsi Kalsel melalui surat nomor 100.3.2/586.1/kum/2024 tanggal 16 Mei 2024,” jelasnya.

Untuk Raperda Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel menjadi Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda adalah untuk memenuhi amanat ketentuan pasal 402 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mewajibkan Badan Usaha Milik Daerah yang telah ada untuk menyesuaikan bentuk hukumnya paling lama 3 (tiga) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.

“Selain itu, Raperda ini diharapkan menjadi landasan hukum dalam mendorong optimalisasi pengelolaan dan peningkatan kapasitas badan usaha milik daerah dalam menjalankan misi badan usaha milik daerah. Salah satunya, sebagai agent of development melalui kegiatan pemberian jaminan kredit kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, serta meningkatkan pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja,” jelas Gubernur Kalsel.

Kemudian, mengenai Raperda kedua, yakni tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel Kepada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda, diharapkan Raperda ini dapat mengoptimalisasi pendapatan daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah disegala bidang.

Lebih lanjut, berkenaan dengan Raperda yang ketiga, yaitu tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Paman Birin membeberkan empat tujuan utama dari pengusulan Raperda tersebut.

“Pertama, memberikan landasan hukum yang jelas dan terinci mengenai pengelolaan pendapatan daerah yang berasal dari sumber-sumber di luar pajak dan retribusi; kedua, mendorong optimalisasi pengelolaan aset dan potensi ekonomi daerah guna meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan; ketiga, memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan pendapatan daerah untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat; dan yang keempat ialah menjamin keberlanjutan pendapatan daerah dalam jangka panjang melalui diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan yang efisien,” papar Paman Birin.

Terakhir, Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2025-2045, Paman Birin berharap ini akan menjadi pedoman bagi pembangunan Kalsel selama 20 tahun ke depan, yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama dengan unsur non pemerintah daerah lainnya.

“Raperda ini diharapkan dapat menjadi pedoman seluruh pihak terkait, untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi yang berkelanjutan untuk mewujudkan visi rencana pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Kalsel 2025-2045, yakni Kalsel Sebagai Gerbang logistik Kalimantan yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan Menuju Babussalam,” ucap Paman Birin.

Menindaklanjuti pokok-pokok penjelasan Gubernur Kalsel tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK mengatakan pihaknya akan memproses sesuai dengan prosedur yang berlaku yaitu pandangan fraksi-fraksi pada Rapat Paripurna selanjutnya.

“Kami menyambut baik sejumlah penjelasan dan tujuan dari diusulkannya empat Raperda tersebut. Segala bentuk kebijakan yang berorientasi pada kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, harus didukung melalui kolaborasi semua pihak,” tegasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Fase Mina Selesai, Jemaah Bersiap Tawaf Ifadhah

ARAB SAUDI – Hingga Rabu (19/6) atau 13 Zulhijah 1445 Hijriah, jemaah haji Indonesia sudah mengambil Nafar Tsani, melakukan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Sesuai jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), jemaah melakukan lontar jumrah pada pukul 05.00 – 17.00 WAS.

Jemaah haji Indonesia usai menyelesaikan wukuf Arafah

Sebelumnya, pada 12 Dzulhijjah, jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam dan kembali ke hotel masing-masing di Mekah.

Suasana di Masjidil Haram

Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, dalam siaran persnya Rabu (19/6) mengatakan, setelah menyelesaikan fase mabit di Mina dan melontar jumrah, jemaah akan melakukan tawaf Ifadhah dan Sa’i sebagai rangkaian rukun haji.

“PPIH mengimbau agar jemaah dapat memulihkan kondisi dan stamina fisik terlebih dahulu sebelum pelaksanaan tawaf Ifadhah dan ibadah lainnya,” kata Widi.

Disampaikan Widi, Masjidil Haram saat ini juga kondisinya padat jemaah dari berbagai belahan dunia yang akan tawaf Ifadhah. Karenanya, kata dia, jemaah harus mempertimbangkan kondisi kepadatan Masjidil Haram saat akan tawaf Ifadhah.

“Tidak perlu tergesa-gesa untuk langsung tawaf Ifadhah setelah dari Mina, dengan stamina prima fisik setelah istirahat, jemaah dapat menjalankan tawaf dan ibadah lainnya dengan aman dan lancar,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, tawaf Ifadhah dilaksanakan setelah bus shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya kembali beroperasi. Bus Shawalat kembali beroperasi pada 14 Dzulhijjah, atau Kamis (20/6) mulai pukul 00.30 Waktu Arab Saudi.

“Selama tidak ada layanan bus shawalat, jemaah dapat menjalankan salat 5 waktu di masjid sekitar hotel sembari mempersiapkan diri untuk tawaf Ifadhah dan tawaf Wada,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 13.17 WIB, jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 165 orang. Sedangkan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang meninggal dunia, terdata 4 orang. Yakni:

  1. Sirun Mucheri Sarkawi (79 thn) Kloter 7 Barito Selatan – Kalteng, Wafat pada Sabtu 8 Juni 2024 di RS Mekah, Pukul 13:14 WAS, Penyebab, (Infeksi Paru dan Gangguan Jantung).
  2. Hidayatussibyan (50 thn) Kloter 18 Tabalong – Kalsel, Wafat Pada Jumat 14 Juni 2024, di RS Arafah, Pukul 18:15 WAS, Penyebab (Syok Kardiogenic, Heart Failure, Hipertensi, DM Non Insuli)
  3. H. Supian Suri Syarkawi (57 thn) Kloter 14 Hulu Sungai Selatan – Kalsel, Wafat Pada Minggu 16 Juni 2024 di Mina, Pukul 06.00 WAS, Penyebab (Cardiac Arrest).
  4. Ristina Ahmadsyah Aun (57th) kloter 15 Kabupaten Tapin – Kalsel. Wafat pada Senin,17 Juni 2024 di Mina, pukul 11.30 WAS, Penyebab shock cardiogenic.
    (KemenagRI-RIW/RDM/RH)
Exit mobile version