Pemko Banjarmasin Terima Bantuan 10 Perahu Jukung Untuk Wisata Pasar Terapung

BANJARMASIN – Dalam rangka memberikan dukungan untuk peningkatan pariwisata Pasar Terapung di Kota Banjarmasin. Maka, PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin menyerahkan bantuan 10 Perahu Jukung kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

Foto bersama usai penyerahan bantuan

Bantuan diserahkan langsung oleh General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin Dony Subardono kepada Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di kawasan Siring Piere Tendean, Kota Banjarmasin, Selasa (26/10).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, yang telah memberikan dukungan untuk peningkatan pariwisata Pasar Terapung di Kota Banjarmasin.

“Bantuan 10 Perahu Jukung tersebut diserahkan kepada UPTD Kawasan Siring Wisata serta langsung diserahkan kepada Acil Acil Pasar Terapung Siring Piere Tendean,” ucap Ibnu.

Ibnu berharap, dengan adanya bantuan ini akan lebih mendekatkan PT Angkasa Pura dengan masyarakat Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan turunnya level PPKM di Kota Banjarmasin ini, maka perekonomian di Kota Banjarmasin akan segera menggeliat kembali,” ujar Ibnu.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin Dony Subardono mengatakan, untuk bantuan 10 Perahu Jukung kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. Bantuan tersebut, bentuk dukungan PT Angkasa Pura untuk peningkatan pariwisata di Kota Banjarmasin.

“Bantuan ini berasal dari dana TJSL PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor,” ucapnya.

Mengingat, lanjut Dony, bantuan 10 jukung ini sebagai bentuk dukungan PT Angkasa Pura kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, dalam peningkatan perekonomian di bidang Pariwisata. (SRI/RDM/RH)

LPPL Abdi Persada FM Terima Audiensi DPC PAPPRI Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM menerima audiensi yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik (DPC PAPPRI) Kota Banjarbaru, Selasa siang (26/10).

Pertemuan resmi itu diterima langsung oleh Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji bersama jajaran direksi di ruang kerjanya. Selain menyambut gembira, audiensi yang digelar DPC PAPPRI Kota Banjarbaru juga mendapat apresiasi.

Disampaikan Ketua DPC PAPPRI kota Banjarbaru Ahmad Samsuri Barak, audiensi tersebut menindaklajuti telah terbentuknya organisasi PAPPRI Kota Banjarbaru yang ditandai dengan dikeluarkannya SK dari DPD PAPPRI Provinsi Kalsel.

“LPPL Abdi Persada FM termasuk dalam pembina di organisasi ini, untuk itulah kami melakukan audiensi ke media radio milik Pemerintah Provinsi ini, agar silaturrahmi dalam lebih terjalin,” harap Uwi (sapaan akrabnya).

Direktur LPPL Abdi Persada FM bersama jajaran direksi menjelaskan program unggulan di radio stationnya.

Uwi juga berharap, kerjasama dapat ada antara PAPPRI Banjarbaru dengan Radio Abdi Persada.

“Mudah-mudahan kita bisa bekerjasama dalam mengembangkan dunia permusikan di Banjarbaru,” ucapnya lagi.

Sementara itu, apresiasi yang luar biasa disampaikan Direktur Abdi Persada FM Ibnu Min Haji. Disampaikan Ibe (sapaan akrabnya) pihaknya menyambut baik dan mengaku senang dipercaya turut mendukung keberadaan organisasi yang menaungi para artis, penyanyi, pencipta lagu dan pemusik di PAPPRI ini.

“Kami siap mendukung program yang dilakukan PAPPRI untuk mengembangkan permusikan di banua khususnya Banjarbaru,” kata Ibe.

Diakhir pertemuan ketua DPC PAPPRI Banjarbaru berkesempatan menyerahkan SK DPD PAPPRI Kalimantan Selatan tentang Susunan Pengurus DPC PAPPRI Banjarbaru masa bakti 2021 – 2026 kepada Direktur Abdi Persada FM selaku Pembina dalam SK kepengurusan tersebut. (RHS-RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tapin; Kenali Aplikasi Yang Menguntungkan di Era Pandemi

TAPIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar literasi digital bertema “Kenali Aplikasiyang Menguntungkan di Era Pandemi“ untuk Kabupaten Tapin,secara resmi dibuka oleh Bupati Tapin H.M.Arifin Arpan dan sebagai Moderator Ronald Andretti,Selasa (26/10) pagi.

Webinar ini menghadirkan Narasumber berkompeten antara lain Mislani,Guru SMKN 1 Binuang,Grandika Primadani,Oil and Gas Professional dan Fitria Sulviana,M.Pd,Guru SMAN 1 Binuang.

Salah satu Narasumber Fitria Sulviana membahas mengenai kecakapan digital.Menurutnya kecakapan digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital baik hardware atau software untuk memudahkan pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Manfaat dari kecakapan digital yaitu tidak ketinggalan zaman,membuat pelajaran lebih bermakna dan menarik,mengelola data semakin mudah,melindungi dari serangan siber, meningkatkan produktivitas perusahaan,membantu mengembangkan bisnis,banyak lapangan pekerjaan di bidang IT dan membuat orang semakin kaya akan informasi”katanya.

“Salah satu kecakapan digital dalam dunia pendidikan yaitu pembelajaran daring yang efektif sehingga peran teknologi dalam pembelajaran membuka banyak cara untuk belajar seperti teknologi interaktif membantu menciptakan peluang komunikasi,hal ini dapat mendorong guru dan siswa untuk lebih banyak berkomunikasi,berbagi dan mendiskusikan gagasan serta saling berkolaborasi”ujarnya.

“Kemudian Fitria menjelaskan bahwa metode pembelajaran daring menjadi efektif dan bervariasi karena pembelajaran daring berbasis teknologi dapat menumbuhkan anak untuk berfikir kritis dan kreatif serta berkomunikasi diantara siswa dan bekerjasama untuk memecahkan masalah”lanjutnya.

Diakhir pembahasannya Fitria mengungkapkan bahwa walaupun anak belajar daring tetap ada peran orang tua selain peran guru di sekolah seperti memastikan anak belajar dengan nyaman,untuk mengetahui perkembangan anak dapat menghubungi guru atau pihak sekolah,memberikan semangat ketika anak sedang malas,dan membantu mengerjakan tugas. (RILIS)

Paman Birin Review Pesan Penting Jokowi, Soal Metode Gas dan Rem Dalam Penanganan COVID-19

JAKARTA – Kalimantan Selatan tetap siaga dalam mencegah terjadinya potensi lonjakan kasus COVID-19, meski angka kasus  sudah menurun signifikan.

Metode gas dan rem yang dinamis,  selalu waspada, siaga dan kecepatan bertindak, harus makin dimantapkan.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor,  mereview arahan atau pesan penting Presiden Joko Widodo kepada para kepala daerah, melalui rapat secara virtual, di Kantor Badan Penghubung Kalsel, di Jakarta, Senin (25/10).

Dikemukakan Paman Birin (sapaan akrabnya), Presiden mengingatkan daerah untuk tetap mewaspadai potensi lonjakan COVID-19 gelombang tiga

“Potensi itu bisa terjadi di hari hari libur nasional, seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun baru,” jelasnya.

Paman Birin mengatakan, Presiden juga meminta kepada seluruh daerah agar tetap waspada terhadap peningkatan kasus COVID-19, meski dalam beberapa waktu terakhir kasusnya melandai.

“Kita semua diminta untuk tetap waspada, jangan sampai lengah meski kasus COVID-19 mulai melandai,” jelasnya.

Selain itu, sebut Paman Birin, kepala negara juga mengingatkan pentingnya kolaborasi kerja sama segenap komponen dalam upaya percepatan capaian vaksinasi.

“Dalam rapat tadi Presiden Jokowi mengingatkan capaian vaksinasi di Desember harus 70 persen,” terangnya.

Paman Birin mengatakan, Presiden juga meminta kepada seluruh daerah agar tetap waspada terhadap peningkatan kasus COVID-19, meski dalam beberapa waktu terkahir kasusnya melandai.

“Bersama Forkopimda dan segenap komponen, kami  akan siap melaksanakan arahan Presiden, untuk mempercepat capaian vaksinasi, dan antisipasi potensi lonjakan kasus di Hari Natal dan Tahun Baru,” ucapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Tes Urine ASN/Tenaga Kontrak

BANJARMASIN – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PTT di lingkungan Pemprov Kalimantan Selatan mengikuti tes urine anti narkoba, pada Senin (25/10).

Tahap awal percontohan dilakukan kepada seluruh ASN/ PTT Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalsel.
Hasilnya, semua pegawai yang dites urine pada hari itu, yakni berjumlah 46 orang dinyatakan Non Reaktif.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Provinsi Kalsel. 

Tes urine ini sebagai  bagian dari komitmen Gubernur Kalsel, mendukung gerakan  bebas dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang secara nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar saat dikonfirmasi mengatakan, uji urine di kalangan ASN/PTT  digelar secara bertahap.

“Kegiatan uji urine di kalangan ASN dan PTT di lingkungan Pemprov Kalsel ini,  bagian dari implementasi dan komitmen Gubernur Kalsel mendukung gerakan  bebas dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang,” terangnya.

Pelaksanaan tes urine merupakan program nasional Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan Bela Negara.

Dasar yuridis Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) Tahun 2018 – 2019 Kementerian/Lembaga.

Kemudian Surat Edaran Menteri PANRB No. 50 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Dan Prekursor Narkotika Di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Dikatakan, ASN sebagai pelayan masyarakat harus bisa menjadi contoh bagi seluruh masyarakat untuk menjauhi narkoba.

“Imbauan saya kepada seluruh ASN/PTT  jangan sampai mencoba-coba untuk menggunakan narkoba dalam bentuk apapun. Karena dengan narkoba masa depan akan hancur,” tutupnya

Uji Urine di kalangan ASN dan PTT, sebut Sekda  telah dilakukan beberapa kali, bahkan dirancang dadakan.

Kepala Labkesda  Kalsel, dr Susi Hermina menjelaskan, pelaksanan tes urine sebagai kebijakan gubernur menindaklanjuti regulasi pusat.

Menurut Susi, kegiatan yang dirancang dadakan ini sebagai upaya untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh ASN dan tenaga kontrak lingkup Pemprov  Kalsel.

Jika ada pegawai yang terkena dampak awal dari penyalahgunaan narkoba akan dilakukan pembinaan dan pantauan serta pemberian edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Semua SKPD akan kami sasar, tanpa pemberitahuan dilakukan pemeriksaan,” tegasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Masalah Ekonomi Akibat COVID-19 Masih Jadi Keluhan Warga Banjarmasin Utara

BANJARMASIN – Kegiatan penelaahan dan aspirasi masyarakat atau dikenal masa reses, untuk konstituen Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, telah menerima berbagai aspirasi dari warga.

Seperti yang disampaikan Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara, DPRD Kota Banjarmasin Ismail Ibrahim, kepada wartawan, pada Minggu (24/10) menyampaikan, dari hasil pertemuannya dengan warga, baik secara tertulis dan lisan, sebagian mengusulkan perbaikan jalan, titian, dan dampak dari pandemi COVID-19 dalam pendapatan ekonomi.

Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara, DPRD Kota Banjarmasin Ismail Ibrahim

“Warga meminta ada bantuan dari dinas sosial Banjarmasin, usulan ini akan kita tindaklanjuti,” ucapnya.

Ismail menjelaskan, selain infrastruktur dan persoalan ekonomi, sebagian warga juga meminta bantuan gerobak sampah, dan tempat sampah, di setiap lingkungan RT.

“Setiap usulan ini kami sampaikan, dan pemko nanti yang akan menentukan untuk skala prioritas,” jelasnnya

Sementara itu, Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, menyampaikan, dalam masa reses ini, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat, agar ikut vaksin COVID-19, khususnya bagi yang tidak mempunyai riwayat penyakit membahayakan, untuk bersama sama mencegah penyebaran virus corona.

Anggota Dapil Banjarmasin Utara, yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim

“Dari keterangan sebagian warga sujing, sudah banyak vaksin satu, sehingga kalau jadwal vaksin dua, jangan ada yang lupa, karena dosis vaksin itu harus dua kali,” katanya

Lebih lanjut Hakim menambahkan, menjelang di bulan Nopember 2021 nanti hari kesehatan nasional, diharapkan target vaksinasi dapat terpenuhi, dan di akhir tahun 2021 COVID-19 bisa melandai, seiring menurunbya angka kasus.

“Kami imbau warga meski sudah vaksin, tetap disiplin prokes,” tutupnya

Untuk diketahui, DPRD Kota Banjarmasim kembali menggelar kegiatan penelaahan dan aspirasi masyarakat atau dikenal masa reses, mulai 24 – 26 Oktober 2021. Dapil Banjarmasin Utara, beranggotakan Syarifah Sakinah, Bambang Yanto Permono, Muhammad Isnaini, Amalia Handayani, Taufik Husin, Sukrowardhi, Zainal Hakim, Ismail Ibrahim, Hendra dan Hari Kartono. (NHF/RDM/RH)

Ratih Juarai Lomba Cerpen Wisata 2021 Yang Digelar Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Ratih Ayuninggrum menjadi jawara dalam Lomba Cerpen Wisata Tahun 2021. Cerpennya berjudul Neptunus berhasil menyisihkan 118 cerpen lainnya pada lomba yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dewan juri yang terdiri dari para sastrawan dan jurnalis wisata memilih cerpen Ratih karena penggarapan yang apik serta kemampuannya menggabungkan dua konsep dalam sebuah cerita.

“Realis dan surealis bertemu padu dalam cerpennya,” kata salah seorang juri Aliansyah Jumbawuya, dalam rilisnya, Senin (25/10).

Sementara itu, Ratih mengaku sangat terharu setelah mendengar pengumuman yang dirilis Dewan Juri pada Minggu (24/10) malam.

“Alhamdulillah, terima kasih, saya terharu,” ucap perempuan yang berprofesi sebagai guru ini.

Selain Ratih, dua pemenang lainnya adalah Meutia Swarna Maharani yang berhasil menempati juara II dengan cerpennya Minggu Ujian. Sementara peringkat ketiga diisi oleh penulis asal Gambut, Kabupaten Banjar Zulfan Fauzi yang memukau juri dengan cerpennya Loksado dan Romansa Perjalanan.

Masing-masing para juara berhak atas hadiah Rp5 juta, Rp3,5 juta dan Rp2 juta. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada Senin (25/10) di aula Dispersip Kalsel.

Sedangkan Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan lomba ini adalah salah satu agenda dan kegiatan Dispersip Kalsel dalam memajukan literasi dimana belum lama tadi, Kalsel mendapat penghargaan sebagai provinsi dengan Indeks Pembangunan Literasi (IPL) tertinggi se-Indonesia.

“Selamat kepada para pemenang, kepada yang belum berhasil jadi pemenang, terimakasih sudah mengikuti lomba ini, teruslah berkarya, suatu saat karya kalian akan menemukan waktunya,” pungkasnya. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

PAUD Omah Kepompong Diharapkan Jadi Role Model Sekolah di Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kota Banjarbaru mengapresiasi pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Omah Kepompong Banjarbaru, Senin (25/10).

Suasana simulasi pembelajaran yang diterapkan di PAUD Omah Kepompong Alam Eco School Banjarbaru

Dalam sambutannya pada peresmian sekaligus perayaan ulang tahun perama PAUD Omah Kepompong Banjarbaru, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan Faturrahman mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan  awal yang fundamental bagi pembentukan karakter bangsa.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh pengurus PAUD Omah Kepompong atas kontribusinya dalam pembangunan anak usia dini,” ucapnya.

Menurut Faturrahman, perkembangan kehidupan manusia dimulai dan didasari oleh pertumbuhan perkembangan anak sejak usia dini yang berlangsung sejak usia lahir hingga berusia 6 tahun. Karena pada umur tersebut ditambahkannya, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek.

“Kami pemerintah provinsi Kalimantan Selatan menginginkan agar PAUD Omah Kepompong dapat terus konsisten dalam membangun dunia pendidikan, terutama sebagai wadah terbaik pertumbuhan maupun perkembangan jasmani dan rohani anak agar siap memasuki tahapan pendidikan Sekolah Dasar,” pinta Faturrahman.

Dengan jumlah sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia dikatakan Faturrahman, anak merupakan potensi besar yang tidak boleh disia-siakan. Bahkan harus dipersiapkan sejak dini agar kualitas pembangunan manusia dapat terjaga dengan baik.

“Dengan dibangunnya PAUD Omah Kepompong ini saya harapkan dapat menjadi wujud awal untuk terus memberikan kontribusi kualitas pembangunan banua,” harap Faturrahman.

Di tempat yang sama, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin mengatakan PAUD Omah Kepompong memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana yang sudah sangat bagus bahkan melebihi standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya harap PAUD Omah Kepompong dapat menjadi role model bagi sekolah lain di Kalimantan Selatan dan kota Banjarbaru,” harap Aditya.

Sementara itu ketua Yayasan PAUD Omah Kepompong Amalia Rahmawati menjelaskan sekolah yang menerapkan konsep Eco School (Sekolah Alam) ini selain menerapkan kurikulum yang diberikan oleh Dinas Pendidikan, juga menerapkan kurikulum akar alam dari School of Universe yang mengajarkan akhlak, logika, kepemimpinan serta bisnis yang menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia dini.

“Dengan konsep pembelajaran seperti ini kami harapkan anak anak dapat belajar dengan merdeka di alam terbuka sehingga dapat berfikir kristis dan kreatif,” terang Amalia.

Tak hanya pendidikan formal Paud dan TK, yayasan yang terletak di Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan ini, juga melayani penitipan balita yang orang tuanya sibuk bekerja. (TR21-01/RDM/RH)

Dispar Kalsel Sukses Menggelar Tiga Event Untuk Bangkitkan Pariwisata

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, sukses menggelar tiga event sekaligus pada Oktober 2021 ini.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, dalam sambutannya di Panggung Colloseum, kantor Gubernur lama Banjarmasin, pada Minggu petang (24/10) sekaligus menutup Festival wisata budaya pasar terapung, ketiga event itu South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), Travel Fair, dan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, yang digelar telah berjalan sukses.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan kepala daerah kabupaten dan kota, SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi serta kabupaten dan kota, yang turut serta berpartisipasi dalam event ini,” ucapnya.

Syarifuddin menyampaikan, melalui event Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, yang berlokasi di siring nol kilometer kota Banjarmasin, dan Travel Fair dipusatkan di salah satu hotel ternama Banjarbaru yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 22 – 24 Oktober 2021. Kemudian event South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), sejak 21 – 24 Oktober 2021, sebagai langkah tonggak kebangkitan di sektor pariwisata, karena paling besar yang terdampak akibat pandemi COVID-19, sejak tahun 2020 lalu.

“Event ini akan menghidupkan kembali destinasi wisata dan perekonomian di Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti sebagai salah satu mitra kerja Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, selama empat hari dalam event South Kalimantan Travel Mart (SuKa Travel Mart) telah berjalan lancar. Para buyer di bawa berkeliling ke sejumlah destinasi wisata unggulan Kalimantan Selatan. Hari pertama berkeliling ke danau Riam Kanan, dilanjutkan naik bukit Matang Kaladan, yang terkenal seperti raja ampat Papua, serta menyaksikan kesenian bakuntau dan madihin. Tidak sampai disitu para buyer, juga diajak berkunjung ke destinasi wisata Loksado, untuk menikmati keindahan alam Geopark Meratus, bambu rafting yang memacu adrenalin, serta hari terakhir ke pasar terapung.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti

“Para tamu mengaku sangat senang, dalam menikmati pariwisata, namun ada beberapa saran yang disampaikan diantaranya peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata, ke depan pemerintah setempat, dapat membantu memberikan pelatihan,” katanya panjang lebar.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum DPP ASPPI, Rudi Indriawan, peran dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) nantinya akan mampu meningkatkan pelayanan dan transportasi, untuk infrastruktur sudah baik.

“Sekarang ini sudah cukup baik, namun tidak ada salahnya ditingkatkan lebih baik lagi, kami siap membantu promosi di media sosial,” tutupnya.

Rombongan buyer setelah berkunjung ke pasar terapung

Untuk diketahui, dalam rangkaian penutupan, Dinas Pariwisata Kalsel, mengumumkan pemenang berbagai lomba Festival Budaya Pasar Terapung di antaranya, juara kelotok (perahu) hias antar SKPD dimenangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, lomba Kampung Banjar dimenangkan oleh Kota Banjarbaru. Kemudian, lomba acil jukung (perahu) dimenangkan oleh Nor Aisah, dan lomba jukung ber-6 dimenangkan oleh tim Buaya Kuning. Sedangkan lomba foto dan video akan diumumkan pada 5 November mendatang. (NHF/RDM/RH)

Dukung Program Peningkatan Produksi, Petani di Tapin dan HSS Minta Alat Mesin Padi Combine

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Wahyudi Rahman turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel IV yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST) untuk menjemput aspirasi masyarakat.

Wakil Rakyat yang akrab disapa Gabas ini mengatakan, dalam reses kali ini, dirinya menyambangi ke beberapa titik kelompok pertanian yang ada di kabupaten Tapin dan HSS yang menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satu diantaranya petani memerlukan alat mesin padi atau Combine yang memiliki banyak keunggulan.

“Combine adalah mesin panen yang sangat canggih cara kerjanya, hanya memerlukan waktu satu jam, bisa mencapai luas panen sekitar satu hektar,” katanya kepada wartawan, Senin (25/10).

Saat ini combine selalu dicari para petani karena sangat membantu dari segi biaya panen, dibanding mesin perontok padi atau Power Thresher yang dikerjakan secara manual.

“Kalau dilihat dari segi biaya ada selisih, menggunakan combine dalam satu karung biayanya sekitar Rp35 ribu dan yang secara manual dalam satu karung sekitar Rp50 ribu,” jelasnya.

Selain itu, hasil panen dari mesin Combine tersebut lebih bersih dibanding menggunakan Power Thresher. Disamping itu, cara kerja mesin Combine sangat cepat dan tepat untuk mendukung program pemerintah peningkatan produksi.

“Dengan cara peningkatan IP 100 menjadi IP 200, yang IP 200 menjadi IP 300 dan yang sudah IP 300 menjadi IP 400,” ucapnya.

Keuntungan selanjutnya dari mesin Combine yang dirasakan para petani yaitu jerami (limbah panen) secara tidak langsung kembali ke lahan, sehingga lahan tidak banyak memerlukan salah satu unsur yaitu unsur Nitrogen (N), karena unsur N secara tidak langsung akan terbentuk melalui pelapukan jerami di lahan tersebut.

Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap ke depan, pemerintah baik di provinsi atau kabupaten di Kalsel harus lebih fokus terhadap infrastruktur pertanian, perkebunan dan peternakan dalam rangka pemulihan perekonomian.

“Infrastruktur itu seperti jalan usaha tani atau jalan produksi serta juga peralatan yang menunjang pertanian terhadap pemulihan ekonomi setelah terdampak pandemi meskipun Covid-19 ini belum berakhir,” harapnya.

Aspirasi masyarakat ini akan dihimpun dan disampaikan kepada pemerintah baik di Provinsi maupun Kabupaten untuk ditindaklanjuti.

Diketahui, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Wahyudi telah melaksanakan reses selama delapan hari, yakni pada 17-24 Oktober 2021. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Balai Pertanian Kecamatan Padang Batung Kabupaten HSS, Endah Susilowati. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version