Yani Helmi Wakil Rakyat Pertama Yang Berkunjung ke Kelumpang Selatan Kotabaru

KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjadi dewan perwakilan rakyat daerah satu-satunya dan yang paling pertama mengunjungi sejumlah desa, di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Sekretaris Camat Kelumpang Selatan, Akhamd Mawardi mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan oleh anggota dewan dari Dapil IV itu tentu sangat diapresiasi oleh warga, aparat kecamatan. Terlebih, kehadirannya pun sangat ditunggu-tunggu.

Sekcam Kelumpang Selatan saat menyambut kedatangan M. Yani Helmi pada pelaksanaan reses di ruang pertemuan Kecamatan Kelumpang Selatan, Minggu (24/10) siang.

“Keinginan kami akhirnya tercapai juga dan dapat bertatap muka langsung dan sebenarnya sudah lama menunggu kedatangan dari paman Yani,” ujarnya usai menyambut kedatang anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dalam pelaksanaan reses, yang di gelar di ruang pertemuan Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, belum lama tadi.

Bahkan, ia mengucapkan terima kasih atas pendistribusian vaksin di daerahnya tersebut untuk 1.000 orang dengan tambahan sebanyak 500 dari Dinas Kesehatan Kotabaru. Kendati melampaui target, bantuan yang diberikan cukup bermanfaat bagi warganya di seluruh kecamatannya menuju herd immunity.

“Semoga silaturahmi terus berlanjut dan kami berharap meski pengawasannya ditingkat provinsi setidaknya beliau tetap bisa membina dan mengarahkan dengan berkunjung di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, bahkan paman Yani juga orang pertama dan satu-satunya yang datang ke tempat ini,” ucapnya. 

Menanggapi itu, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi yang membidangi ekonomi dan keungan ini menyebut sudah sepantasnya daerah yang memenangkan dirinya mendapat perhatian khusus.

“Tentu kami sangat mengapresiasi. Terlebih, daerah ini juga merupakan dapil pemenangan saya dulu menjadi anggota DPRD Kalsel,” ungkap anggota dewan Kalsel yang akrab sering disapa paman Yani tersebut.

Meski begitu, anggota dewan Kalsel dari fraksi Golkar tersebut menyampaikan, kalau daerah pemilihannya yang lain pun diluar Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, juga akan tetap mendapat apresiasi penuh. Namun, dilakukan secara bertahap.

“Sabar dulu kan, nanti akan ada jadwalnya untuk didatangi. Tunggu saja, kecamatan mana saja nanti akan saya sambangi lagi,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Bijak Dalam Bersosial Media Bersama Literasi Digital

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak dalam Bersosial Media bersama Literasi Digital” di Kota Banjarmasin, Senin (25/10/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Lintang Ratri Rahmiaji dengan materi tentang Kecakapan Digital.

Lintang mengatakan, di era digital saat ini semuanya serba dimudahkan seperti mencari informasi dan sebagainya.

“Karena perkembangan internet kita saat ini sudah luar biasa, kita bisa memperoleh informasi dengan mudah melalui internet,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan baru di era digital saat ini bermacam-macam seperti, content provider, content creator, cyber security, jurnalis online, digital PR dan sebagainya.

Narasumber kedua, Desy Arnita Dewy yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”

Apa itu penipuan digital?

Ia memaparkan, penipuan digital merupakan penggunaan layanan internet yang terhubung dengan akses internet yang ditujukan untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban, misalnya mencuri data dan informasi pribadi.

“Modus penipuan dapat berupa sms, e-mail, dan telepon. Cara mengatasinya hindari upload foto yang memuat informasi pribadi, hindari memasukkan sata berlebihan, serta hindari memberikan kode OTP,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Nanda Candra yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Etika Digital”

“Cyberbullying merupakan kejahatan yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk fitnah, cemooh, kata-kata kasar, pelecehan, ancaman, dan hinaan,” tuturnya

“Ciri-cirinya biasanya antara pelaku dan korban sangat sedikit melibatkan kontak fisik, namun ia manfaatkan teknologi seperti media sosial untuk melakukan aksi bullynya,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Muhammad Budi Zakia Sani yang meyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Contoh kesenian yang ada di banjar adalah seni tari (tari radap rahayu dan baksa kambang, seni teater (mamanda dan japin carita), seni musik (panting dan gamalan banjar), dan seni rupa (topeng dan sasingaran),” jelasnya

“Agar kesenian banjar tetap eksis dan terjaga kita harus melakukan, seperti memanfaatkan teknologi untuk menjaga kelestariannya serta mengoptimalkan media sosial sebagai ruang promosi,” pungkasnya. (RILIS)

Festival E-Sport Piala Paman Birin Resmi Digelar

BANJARMASIN – Untuk mendukung perkembangan olahraga E-sport di Provinsi Kalimantan Selatan ini, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga-nya menggelar Festival E-sport Piala Paman Birin.

Peserta Festival E-sport Piala Paman Birin

Festival E-sport Piala Paman Birin Cup ini mulai dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin, Senin (25/10).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, dilaksanakannya Festival E-sport ini merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terhadap perkembangannya olahraga E-sport di Banua ini.

“Gubernur Provinsi Kalsel Sahbirin Noor memberikan dukungan terhadap peningkatan olahraga di provinsi ini, salah satunya E-sport,” ungkap Hermansyah.

Menurut Hermansyah, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melihat perkembangan olahraga E-sport ini cukup tinggi peminatnya dari kalangan generasi muda.

Sehingga, lanjutnya, perlu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan adanya Festival E-sport ini diharapkan dapat melahirkan atlet atlet berprestasi,” ucap Hermansyah.

Pada Festival E-sport Piala Paman Birin Cup ini, diselenggarakan pada 25 – 28 Oktober 2021 di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan total hadiah puluhan juta, kepada pemenang pertandingan tersebut.

*Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan total hadiah Rp 40 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Indonesia E-SPORT ASSOCIATION (IESPA) Kalsel memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah melaksanakan Festival E-sport Piala Paman Birin.

Ketua IESPA Kalimantan Selatan Syaripuddin mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah memberikan dukungan terhadap peningkatan dan perkembangan olahraga E-sport di Banua ini.

“Dengan adanya Festival E-sport Piala Paman Birin ini, kami dapat melihat bakat bakat dari peserta,” ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya Festival E-sport Piala Paman Birin ini, dipastikan pihaknya menambah jam tanding bagi atlet atlet E-sport di Provinsi Kalimantan Selatan. Sehingga, kemampuan mereka akan semakin meningkat lagi. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Satukan Bahasa, Budaya, dan Bangsa Indonesia!

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bersama Siberkreasi kembali menggelar Webinar Literasi Digital Nasional wilayah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/10/2021) Siang, melalui Zoom Meeting.

Salah satu narasumber Sri Astuty, Dosen Fisip ULM dan Japelidi menjelaskan terkait Keamanan Digital yaitu “Waspada kejahatan di ruang Digital”.

“Keamanan Digital (Digital Safety) yaitu kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari – hari”. jelas Sri Astuty.

Menurut Sri Astuty, ada 4 Pilar Aman Bermedia Sosial yakni Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics dan Digital Safety.

“Digital Skills (Cakap/terampil) keterampilan gunakan media digital secara optimal, Digital Culture (Budaya) wujud kewarga negaraan digital (hak kewajiban), Digital Ethics (Etis) panduan berprilaku terbaik di ruang digital dan Digital Safety (Aman) panduan bagi individu agar dapat menjaga keselamatan dirinya terkait instrumen hukum positif “. ungkapnya.

Ditambahkannya, Ada 5 yang menjadi Tantangan Keamanaan Digital Pertama Ancaman digital terus berkembang, pembaruan proteksi harus terus dilakukan, Kedua Kompleksitas identitas dan data pribadi makin sulit dilindungi, kesadaran akan pentingnya data menjadi penting, Ketiga Strategi penipuan makin beragam, kejelian mendeteksi upaya penipuan harus diasah, Keempat Rekam jejak sulit dihapus dan selalu menjadi incaran, Kelima konten digital yang semakin menarik dan makin terbatasnya ruang bermain meningkatkan risiko kecanduan pada anak.

Webinar yang bertema “Satukan Bahasa, Budaya dan Bangsa Indonesia” ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti dan menghadirkan narasumber yaitu Khairullah Anshari, Dosen dan ASN Pemkab Banjar tentang Budaya Digital, Risa Dwi Ayuni, Dosen Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari mengenai Etika Digital, Sri Astuty, Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) JAPELIDI terkait Keamanan Digital dan Key Opinion Leader Angel Meryci, Journalist dan Sosial Media Specialist tentang Kecakapan Digital. (RILIS)

Vaksinasi COVID-19 Dosis 2 Rampung, SMPN 1 Banjarbaru Siap PTM 50 Persen

BANJARBARU – Ratusan pelajar di SMPN 1 Banjarbaru divaksinasi COVID-19 dosis 2, Senin (25/10).

Vaksin sendiri merupakan bantuan dari PT. Arutmin dan Badan Intelijen Nasional (BIN) Banjarbaru yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.

Sebelumnya vaksinasi COVID-19 dosis pertama sudah dilakukan, 21 September lallu.

Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya mengatakan, dengan rampungnya rangkaian vaksinasi hari ini, maka total siswanya yang sudah divaksin mencapai sekitar 98 persen.

Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya

Dimana 2 persennya lagi kata Undi tidak divaksin dikarenakan belum bisa divaksin atau termasuk komorbid.

“Vaksinasi kedua ini jumlahnya ada 550 siswa,” ujarnya.

Dengan begitu, SMPN 1 katanya siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 50 Persen.

“Rencananya Senin pekan depan kami PTM 50 persen, ini masih perputaran PTM 30 persen sampai Jumat besok,” jelasnya.

Seperti diketahui, PTM di SMPN 1 Banjarbaru sebelumnya dilaksanakan maksimal 30 persen siswa dengan 2 mata pelajaran mulai dari jam 08.00 – 10. 00 WITA.

Adapun untuk rencana PTM kapasitas 50 persen dalam pelaksanaan nantinya, menjadi hingga pukul 12.00 WITA dengan 3 mata pelajaran per harinya.

Sementara kebijakan sekolah jelas Undi, untuk kantin tetap tidak dibuka walaupun jam PTM diperpanjang. Sehingga orang tua diimbau agar menyiapkan bekal makanan untuk anaknya.

“Dalam pekan ini kami akan mensosialisasikan PTM 50 persen ini kepada orang tua,” tuntasnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Arutmin Banjarbaru, Fitriansyah mengatakan, bantuan vaksin untuk pelajar tidak lain guna mendukung Pemerintah Kota mencapai target cakupan vaksinasi nasional.

“Ini kami berkolaborasi dengan BIN dan Dinkes Banjarbaru. Dengan vaksin ini kami berharap program Pemkot untuk PTM 50 persen bisa terealisasi, dan mampu mencapai target 70 persen,” katanya.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi pelajar oleh PT Arutmin dan BIN pada hari ini dilakukan di dua lokasi yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Banjarbaru. (RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Masyarakat Indonesia Paham Literasi di Era Digital

KOTABARU – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Masyarakat Indonesia Paham Literasi di Era Digital” di Kabupaten Kotabaru, Senin (25/10/2021) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Dika Putra Wijaya yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr H M Dimyati Huda yang membahas tentang “Etika Digital”

“Apa yang kita posting ke media sosial harus bisa kita pertanggungjawabkan, kalau nantinya kita tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang kita sebarkan maka nanti akan berakhir dengan hukum, kita harus cerdas, bijak, dan sopan dalam bermedia sosial,” tuturnya

“Konten yang kita sebarkan sebelumnya kita harus berpikir, apakah konten yang kita sebar itu bermanfaat bagi orang lain, hal ini sangat penting untuk diperhatikan,” tegasnya

Narasumber kedua, Muhammad Syaqif yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

“Keterampilan Digital adalah kemampuan untuk secara efektif dan kritis manavigasi, mengevaluasi dan membuat informasi dengan menggunakan berbagai teknologi digital,” paparnya

“Kita bisa memakasimalkan penggunaan media sosial untuk bisnis, dengan cara membuat konten yang menarik, kapan konten tersebut harus diposting dan ide konten yang membuat naiknya kunjungan akun media sosial serta memantau statistik media sosial,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Amanda Nadzario yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

“Perkembangan teknologi mempermudah seseorang untuk berbagi informasi melalui platform. Namun demikian bertambah pula oknum yang memafaatkan kemampuan teknologi untuk kejahatan. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kesasaran dan edukasi salam menggunakan perangkat digital,” tuturnya

“Tips agar terhindar dari pencurian data online, yakni jangan posting data pribadi ke media sosial. jangan sembarangan unduh aplikasi, jangan mudah tergiur dengan tawaran hadiah, serta lakukan fitur pengamanan ganda,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Surya Rachman yang meyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Pendidikan media merupakan bentuk pemberdayaan khalayak media. Hal ini sesungguhnya terkait dengan tujuan pendidikan media yang tidak lagi bertujuan untuk melindungu khalayak media sebagai konsumen produk yang dihasilkan industri media,” tuturnya

“Secara umum literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun begitu, banyak pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi,” pungkasnya. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Berkenalan dengan Seluk Beluk Dunia Digital

HULU SUNGAI TENGAH – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar Webinar Literasi Digital kali ini dengan tema ” Berkenalan Dengan Seluk Beluk Ruang Digital”untuk wilayah Hulu Sungai Tengah, Kalsel Senin (25/10/2021) pagi.

Salah satu narasumber Yunita memaparkan tentang ” Promosi Media Budaya Melalui Dunia Digital”menjelaskan bahwa dari data PBB populasi dari seluruh dunia ada 7,3 Milyar dimana 5,22 Milyar adalah pengguna mobile Phone, artinya lebih dari setengah populasi orang yang ada di dunia yaitu 66,6 persen dari populasi seluruhnya, ada juga pengguna internet yaitu 4,66 persen dari populasi yang ada.

“Yang disampaikan tadi adalah baru yang tercatat di PBB, jadi saat ini tidak menutup kemungkinan kita berkomunikasi dengan belahan dunia lain, komunikasi secara langsung di dunia digital, oleh karena itu terbuka kesempatan besar bagi kita mempromosikan budaya Indonesia di dunia digital” papar Yunita.

“Banyak waktu yang kita habiskan setiap harinya saat ini di dunia digital disinilah manfaat bisa diambil dengan mempromosikan budaya kita tadi, selanjutnya tentang eksistensi budaya Indonesia masih banyak promosi budaya Indonesia yang tidak disebarluaskan di dunia digital, jadi kita sebagai generasi muda, penerus bangsa, harus mempromosikan budaya agar dikenal bangsa luar atau bangsa kita sendiri dan jangan sampai budaya yang kita miliki justru diakui oleh bangsa lain” tekan

“Sebenarnya budaya sendiri dibagi dari beberapa poin yaitu, pikiran atau akal budi, sesuatu yang sudah berkembang, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar dirubah” ungkap Yunita.

“Kita ketahui bersama saat ini kita berada di era revolusi industri dimana juga berpengaruh terhadap perubahan budaya, pada era revolusi industri pertama sekitar abad ke 18 ditandai dengan penemuan mesin uap, saat itu alat tersebut digunakan sebagai industri tekstil saat itu, jadi kerja yang awalnya bergantung pada manusia dikerjakan oleh mesin uap ini, kemudian revolusi industri kedua sektar abad ke 20 ditandai dengan penemuan tenaga listrik perlahan tenaga uap pun digantikan oleh tenaga listrik, trus revolusi industri ketiga manusia tidak lagi memegang peranan penting dan ini dipicu oleh mesin yang berpikir dan bergerak secara otomatis yaitu komputer”tambahnya.

Webinar Literasi Digital wilayah Hulu Sungai Tengah menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, Bupati Hulu Sungai Tengah ,Moderator Ovi Darin
Key Opinion Leader Eka Nugraha Enterpreneur, Founder of Lohjinawi
Narasumber :

  1. Yunita Anggota LDK UKMM ULM
  2. Lintang Ratri Rahmiaji. Dosen Komunikasi UNDIP, JAPELIDI
  3. Rizali, Guru SMPN 6 Barabai. (RILIS)

Kuliner Kampung Pelangi Resmi Dibuka, Walikota : Ini Upaya Meningkatkan Perekonomian Warga

BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin membuka secara resmi Kuliner Kampung Pelangi yang berlokasi di Kampung Pelangi, Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru, yang ditandai dengan pemukulan gong, Sabtu (23/10).

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, dengan adanya Kuliner Kampung Pelangi ini diharapkan bisa mampu menjadi momentum kebangkitan sektor UMKM di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Keberadaan pusat kuliner ini sebagai langkah dan upaya dalam pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat untuk mencapai kemandirian, serta untuk lebih mengenalkan kuliner daerah dengan segala ciri khas atau keunikannya,” ucapnya.

Disampaikan Aditya pula, apresiasi dan dukungan yang tinggi atas dibukanya Kuliner Kampung Pelangi ini.

“Sore ini adalah yang kedua kuliner yang diresmikan. Dimana sebelumnya yang pertama bekerjasama dengan Bank Kalsel di Villa Mahatama Mandiri Juara di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin, dan hari ini yang kedua alhamdulillah di Kampung Pelangi, dan yang ketiga nantinya akan dibuka kawasan hutan pinus depan SMAN 2 Banjarbaru,” beber Wali Kota Banjarbaru.

Ia juga berharap dengan dibukannya kawasan kuliner di Kampung Pelangi ini, bisa membawa keberkahan untuk masyarakat sekitar dan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar Kampung Pelangi.

“Jika dulu diawal-awal adanya Kampung  Pelangi ini orang-orang datang cuman untuk foto-foto. tentu dengan adanya kuliner Kampung Pelangi ini dapat meningkatkan orang yang berkunjung sambil menikmati kuliner yang ada disini,” harapnya.

Dengan letaknya yang strategis yang berada di destinasi wisata Kampung Pelangi, menurut Aditya, diharapkan pembukaan kuliner Kampung Pelangi ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung ke Kampung ini.

Diakhir sambutan, tak lupa, Wali Kota Banjarbaru yang akrab disapa Ovie ini selalu mengingatkan  agar semua mematuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan dan akftifitasnya. Terlebih saat ini Kota Banjarbaru masih memberlakukan PPKM, yang berdampak pada aktifitas masyarakat mengalami pembatasan.

“Selalu patuhi protokol kesehatan, karena kita semua tidak ingin destinasi wisata di Banjarbaru menjadi klaster baru penyebaran COVID 19,” tutupnya.

Pada kesempatan itu Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin juga melepaskan ikan nila sebanyak 20 kilo gram di sungai sekitar Kuliner Kampung Pelangi yang juga menjadi rangkaian peresmian kuliner kampung pelangi tersebut.

Tampak hadir pada acara tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel  M. Lutfi Baihaqi, Kepala Bank Kalsel Cabang Banjarbaru Fachriza Noor Asli,  Kepala Dinas Pemuda olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Hidayaturahman, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru Muriani, Camat Banjarbaru Selatan Taufik Purwanto, Lurah Guntung Paikat  Tamsin serta undangan lainnya. (RDM/RH)

Kepiting Rajungan Tanjung Pangga Kotabaru Miliki Nilai Ekonomi Tinggi, Harga Tembus Jutaan

KOTABARU – Kepiting rajungan yang selama ini menjadi mata pencaharian warga di Desa Tanjung Pangga, Kotabaru, ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi bahkan menguntungkan.

Terlebih, komoditas itu juga diakui mampu menebus pangsa pasar dari ratusan hingga jutaan rupiah perkilogramnya.

M. Yani Helmi saat menyerahkan salinan perda kepada Kades Tanjung Pangga, Hendera Jainal Rahmadi.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menyampaikan, apabila pemanfaatan dapat dikelola secara baik dan maksimal. Maka, prediksi sebagai penyumbang dalam penerimaan di Desa Tanjung Pangga, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, bisa bernilai dolar.

“Seandainya komoditi ini bisa dimanfaatkan dari hulu ke hilir, mohon maaf harganya tidak segini, tetapi bisa bernilai harga ekspor. Jadi tidak Rp500.000 – Rp600.000 lagi, tidak menutup kemungkinan potensi tersebut sangat besar,” tuturnya, kepada Abdi Persada FM usai menjaring aspirasi (Reses) di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru, Jumat (22/10) kemarin.

Selaku anggota DPRD Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangan itu menyampaikan kepiting yang hidup di hutan bakau di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru,
mampu dimanfaatkan warga sekitar untuk bertahan hidup. Terlebih, mampu menghidupi kebutuhan sehari-hari para nelayan di daerah tersebut.

“Saya melihat memang wilayah ini sangat berpotensi besar untuk melakukan pembudidayaan kepiting rajungan bakau. Bahkan, kabarnya harga jual komoditi di sejumlah pasarnya pun juga bagus,” ucap anggota Komisi II DPRD Kalsel yang akrab disapa paman Yani.

Sementara itu, Kades Tanjung Pangga, Hendera Jainal Rahmadi mengungkapkan keuntungan yang didapatkan, diakuinya pernah mendapati harga hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

“Saya akui ini adalah komoditas yang sangat baik dan menjanjikan depannya bagi perekonomian masyarakat desa menuju pemulihan dimasa pandemi COVID-19. Bahkan, kepiting rajungan bakau ini perlu dilestarikan keberadaaan agar tetap bisa dinikmati hingga penerus kita,” ujarnya.

Meski sempat anjlok karena pandemi. Namun, dia mengungkapkan, kalau baru-baru tadi harga kepiting rajungan bakau kembali terjual normal di pasaran. Bahkan, berangsur-angsur mulai merangkak naik.

“Sempat harga perkilonya di pasaran sekitar Rp8.500 karena dampak dari COVID-19. Tetapi, setelah melandai dan berada di level 2, penjualannya naik secara drastis mulai dari Rp120.000 yang belum dikupas, kalau sudah dikupas cangkangnya untuk mendapatkan dagingnya mampu berkisar antara Rp550.000 – Rp650.000. Bahkan, bisa tembus diangka Rp1.000.000 apabila berhasil diborong oleh penikmat kepiting rajungan bakau,” paparnya.

Dirinya berharap, adanya uluran tangan atau bantuan serta pembinaan dari pemerintah daerah dalam mendorong pangsa pasar dari komoditi kepiting rajungan bakau tersebut. Supaya, perekonomian di desanya juga mampu bangkit dan pulih sesuai potensi hasil laut yang selama ini mampu dimanfaatkan.

“Mayoritas warganya disini selain memanfaatkan lahan untuk berkebun, sebagian juga ada nelayan jadi kami mengharapkan adanya penyuluhan hingga membina bagaimana agar budidaya ini mampu terealisasi secara baik dan berhasil,” ungkap Kades Tanjung Pangga. (RHS/RDM/RH)

Survei Membuktikan Tingkat Kesopanan Masyarakat Indonesia Bersosmed Terendah di Asia Tenggara

BANJARBARU – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar Webinar Literasi Digital kali ini dengan tema “Bijak Berinternet Jangan Asal Sebar “untuk wilayah Banjarbaru Kalimantan Selatan Sabtu ( 23/10/21) pagi.

Salah satu narasumber Yolanda Presiana Desi menjelaskan jika saat ini rata rata masyarakat Indonesia hampir 9 jam setiap hari menggunakan gedget dan lebih dari 3 jam digunakan di sosmed, itu lamanya lebih dari durasi masyarakat global, tentu ini merupakan waktu yang lama dari keseharian kita.

“Pertanyaannya sekarang, apakah dari durasi 9 jam tadi kita sudah menggunakannya dengan baik? maka kita diharuskan memahami Literasi Digital dalam berinternet, karena faktanya ada survei yang menyebutkan jika sosmed adalah tempat penyebaran Hoax paling tinggi dibandingkan media lainnya” ungkap Yolanda.

“Sungguh miris juga karena dari hasil survei Microsoft menyebutkan jika masyarakat Indonesia merupakan pengguna sosmed dengan tingkat kesopanan yang paling rendah di Asia Tenggara ,ini berbanding terbalik di survei lain mengatakan masyarakat Indonesia itu sopan,berubudaya, nah kenapa itu bisa terjadi? bisa dikarenakan meningkatnya Hoax yang bertebaran di sosmed”jelas Yolanda.

“Hasil survei juga menyebutkan jika Facebook menjadi media sosmed terbesar di Indonesia yang menjadi tempat penyebaran informasi Hoax, intinya bijaklah ketika bersosmed, saring sebelum sharing, cari data kebenaran sebuah informasi, jangan ikut memberikan komentar pada sebuah unggahan yang tidak jelas, dan perbanyak mencari fakta dari kebenaran berita di sosmed apalagi jika itu hanya kiriman atau postingan dari seseorang saja tanpa menyebutkan sumbernya” pesan Yolanda.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI wilayah Banjarbaru dengan : KEYNOTE SPEECH Wartono Wakil Walikota Banjarbaru
Moderator Ronald Andretti ,Key Opinion Leader Muhammad Faisal – Enterpreneur
NARASUMBER:
1.Radli Kurniawan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru
2. Yolanda Presiana Desi,Sekolah Tinggi Multimedia, JAPELIDI
3. Didin Iis Wahyu Wabibah, Guru SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru. (RILIS)

Exit mobile version