DPRD Banjarmasin Klaim Target Prolegda 2021 Tidak Tercapai Maksimal

BANJARMASIN – Kalangan legislatif mengklaim, target program legislasi tahun 2021, tidak tercapai dengan maksimal.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau (Bapemperda) DPRD Kota Banjarmasin Arufah Arif, kepada wartawan pada Kamis (11/11).

Arufah menjelaskan, tahun 2021 ini pihak Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menargetkan pembahasan perda sebanyak 21 buah. Namun tidak mampu tercapai maksimal, disebabkan masih dalam suasana pandemi COVID-19.

“Dari 21 buah raperda hanya terealisasi 10 buah,” ucapnya

Disampaikan Arufah, selain pandemi COVID-19, juga ketatnya aturan Pemerintah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level empat, sejak Juli hingga Oktober 2021, dengan demikian otomatis membuat kesulitan dalam setiap menggelar rapat.

“Seluruh kegiatan masyarakat hingga legislatif telah dibatasi, untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona,” katanya

Arufah menambahkan, dari 10 buah yang dibahas, dan sudah disahkan, karena dinilai sangat penting diantaranya, Raperda APBD Perubahan 2021, Raperda APBD murni 2022, Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 dan Perda Revisi rencana tata ruang wilayah atau (RTRW).

“Sebagian Raperda yang berproses dibahas, yaitu Revisi Perda nomor 13 tahun 2008 tentang penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran Kota Banjarmasin, Perda Revisi perubahan status PDAM Bandarmasih menjadi Perseroda, dan Revisi Perda nomor 9 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas. Kita berupaya sebelum akhir tahun 2021 ini, akan menjadi Perda,” tutupnya panjang lebar. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Ajukan Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Dalam penjelasan Komisi II DPRD Kalsel sebagai Komisi Pengusul yang dibacakan Dewi Damayanti Said, disampaikan pada Triwulan II Tahun 2020, sebagian besar sektor perekonomian Kalsel pertumbuhannya mengalami kontraksi akibat digerogoti pandemi COVID-19.

“Termasuk tiga sektor ekonomi paling besar yang nilainya hampir setengah dari nila PDRB Kalsel, yaitu pertambangan, pertanian dan industri juga mengalami pertumbuhan negatif. Bahkan sektor pertambangan memberikan sumbangan sebesar -1,5 persen dari -2,6 persen pertumbuhan Kalsel,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini dalam rapat paripurna Dewan, Kamis (11/11).

Kondisi ini hendaknya menjadi motivasi bagi Pemprov Kalsel untuk segera meletakkan pondasi transformasi ekonomi. Kalsel harus mengubah ketergantungan pada sumber daya alam menuju perekonomian yang mengandalkan sumber daya manusia dan teknologi.

“Bagi Kalsel, Ekonomi Kreatif memiliki arti penting dan kedudukan yang strategis dalam menopang ketahanan ekonomi masyarakat, mewujudkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan inovasi, kreativitas dan daya saing, serta penciptaan lapangan kerja guna memajukan pembangunan perekonomian di daerah,” jelasnya.

Ditambahkan Dewi, dibentuknya Raperda itu bertujuan antara lain memberikan landasan hukum bagi Pemprov serta masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan ekonomi kreatif, meningkatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk memajukan ekonomi kreatif di daerah, serta meningkatkan peran ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan ekonomi kreatif berbasis potensi Daerah menjadi tangguh, mandiri, dan berdaya saing sebagai pilar pengembangan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Mendorong terbentuknya kelembagaan Ekonomi Kreatif Daerah untuk melayani kepentingan pengembangan ekonomi kreatif, dan mendorong terwujudnya kota kreatif sebagai kota yang mampu melayani kepentingan pengembangan ekonomi kreatif dan memanfaatkan secara efektif aset kreatif, serta menggunakannya sebagai dasar pembangunan ekonomi, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. (NRH/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Barito Kuala; Bekali Diri dengan Literasi Digital di Era 4.0

BARITO KUALA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar literasi digital dengan topik pembahasan Bekali Diri dengan Literasi Digital di Era 4.0 untuk Kabupaten Barito Kuala,selaku Moderator Septi Diajeng,Jum’at (12/11) pagi.

Webinar ini menghadirkan Narasumber berkompeten yaitu H. Mahfudh, M.Pd.I- Dosen Institut Agama Islam Tribakti & Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri,H.Hormuzi, S.Ag., M.M-Kepala SMKN 1 Marabahan,Fauriah, S.Ag-Guru SMKN 1 Marabahan dan Indi Arisa-MC,Host, Presenter & Podcaster.

Salah satu Narasumber Indi Arisa memaparkan materinya tentang Media Sosial Sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi.Dia menjelaskan media sosial sebagai strategi komunikasi politik merupakan alternatif baru dan menjadi fenomena yang hangat hingga kini.

Indi Arisa mengutip dari Charta Politika,menyebutkan bahwa informasi di media sosial berpengaruh terhadap responden dalam menentukan pilihannya saat Pemilihan Umum 2019 lalu.Dari survey tersebut 24,4% responden mengatakan media sosial sangat berpengaruh terhadap pilihan mereka serta 37,8% mengatakan cukup berpengaruh.

“Hujatan dan hasutan yang dilontarkan sangat mudah sekali mempengaruhi para netizen.Ada yang menanggapi dengan sikap positif,namun tidak sedikit yang ikut terpancing dan bersikap negatif.Masalah yang ada di media sosial justru terbawa hingga ke dalam kehidupan masyarakat”katanya.

“Kebebasan dalam sebuah negara demokrasi,bukanlah kebebasan seperti bebas melontarkan hujatan,celaan atau provokasi terhadap pihak lain khususnya di media sosial”ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa masyarakat harus semakin dewasa di era digital dengan menumbuhkan sikap toleransi karena kita hidup berdampingan dalam keberagaman baik agama,suku dan ras.

“Toleransi dapat menumbuhkan sikap antara lain menerima perbedaan dan mengubah penyeragaman menjadi keberagaman,mengakui hak orang lain dan menghargai eksistensi orang lain serta mendukung secara antusias terhadap perbedaan budaya dan keragaman ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”ungkapnya. (RILIS)

Pemprov Kalsel Buka Jalur Terisolir Dusun Pematang Kanas – Desa Tanjung

BANJAR – Warga Dusun Pematang Kanas, dan berbagai desa di Kabupaten Banjar kini bisa bernafas lega.

Pasalnya Pemprov Kalsel membuka akses jalan yang menghubungkan beberapa desa, salah satunya Desa Kiram di Kabupaten Banjar dan Desa Tanjung Kabupaten Tanah Laut.

Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, menggandeng TNI untuk membuka akses melalui kegiatan Karya Bakti TNI.

Gubernur Kalsel (kiri) berfoto bersama Danrem 101/Ant (tengah) dan Kadis PMD (kanan) usai penandatanganan kerjasama pembukaan jalan

“Pembangunan infrastruktur antar desa sangatlah penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan yang lainya,” ucap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat membuka Karya Bakti TNI, di Dusun Pematang Kanas, Kabupaten Banjar, Kamis (11/11).

Menurut Paman Birin (sapaan akrabnya), pembukaan jalan dan pengembangan infrastruktur juga dibutuhkan untuk mengembangkan potensi pariwisata di pedesaan.

“Dengan dikembangkanya infrastuktur maka wisatawan akan semakin dimudahkan untuk berkunjung ke desa-desa wisata,” ujarnya.

Paman Birin, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada TNI yang terus menebar karya bakti untuk membangun daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI yang memiliki jiwa korsa yang sangat tinggi untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Paman Birin berharap, sinergi yang baik antara Pemerintah, TNI dan rakyat senantiasa terpelihara dan terus ditingkatkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan Zulkifli mengatakan, pembangunan ruas jalan ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat.

“Ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat, Gubernur Kalsel ingin Desa Kiram di Kabupaten Banjar dan Desa Tanjung di Kabupaten Tanah Laut terhubung,” katanya.

Disampaikanya, ruas jalan yang dibangun dari Dusun Pematang Kanas menuju Tapal Batas Banjar – Tanah Laut di Desa Tanjung sepanjang 12,4 Kilometer, dengan lebar 8 meter dengan biaya Rp2,9 miliar dari APBD Perubahan Provinsi.

Menurutnya, waktu pelaksanaan selama 45 hari dari 11 November – 25 Desember 2021.

Zulkifli mengatakan, pembangunan ruas jalan ini diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Pembangunan ruas jalan juga dapat menekan harga karena sudah adanya infrastruktur yang layak antar desa,” katanya.

Sementara itu, Pembakal Desa Kiram Iwar mengucapkan terima kasih atas bantuan infrastruktur yang diberikan Pemerintah Provinsi.

Menurutnya, masyarakatnya sudah sangat merindukan akses jalan yang layak untuk membawa hasil kebun mereka yakni karet.

Disampaikanya, di wilayahnya juga memiliki potensi wisata seperti gunung Pematang Kaca dan Air Terjun. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Lestarikan Seni, Taman Budaya Kalsel Selalu Buka Ruang Untuk Semua Kalangan

BANJARMASIN – Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, selalu memberikan ruang untuk semua kalangan, dalam melestarikan seni.

Disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, kepada Abdi Persada FM pada Kamis (11/11), pihaknya mengayomi dan merangkul seluruh kalangan, yang tersebar di 13 kabupaten dan kota, tidak hanya pelaku seniman yang senior. Namun juga para millenial, untuk bersama-sama melestarikan seni di daerah.

“Kita berikan ruang semua, dengan harapan mereka terus berinovasi dalam setiap karya yang ditampilkan,” ucapnya.

Suharyanti menjelaskan, untuk pergelaran juga diatur yang tampil, mulai dari para pelaku seni tradisional, agar kalangan millenial mengetahui. Begitupun seniman lain, sehingga penonton yang menyaksikan, tidak merasa kaku dan bosan.

“Pergelaran ini ada dua, selain bisa disaksikan langsung, juga melalui laman Youtube Tambud Kalsel, agar semakin mencintai karya seluruh seniman,” katanya

Suharyanti menjelaskan, pada November ini, masih dalam rangkaian hari Wayang Nasional, pihaknya kembali melanjutkan program Ragam Pesona Budaya Banjar 2021, yaitu Karasminan Banua, pada Jumat malam (12/11) menampilkan pergelaran Wayang Orang dari sanggar Parapatan Lampini dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan judul ratapan toyapamerta bunga kedaton. Kemudian pergelaran secara perdana tari sanggar kemilau intan dari Kabupaten Banjar, serta pergelaran musikalisasi puisi dara kampoeng seni boejaja dari ULM.

“Kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelasnya.

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, untuk setiap pekannya selalu digelar Ragam Pesona Budaya Banjar 2021, yaitu Karasminan Banua, pada Jumat malam pekan depan (19/11) yaitu pertunjukkan tari tradisonal, musik panting dangdut, musik panting simak dan musik jazz Banjar. Selanjutnya memperingati hari Guru Nasional pada Kamis (25/11) akan tampil tari kolosal perwakilan sekolah menengah atas (SMA) yang berlokasi di Banjarmasin, serta pada Jumat malam (26/11) akan ditampilkan seni pertunjukkan Bapantulan.

“Warga bisa melihat informasi sebelum pergelaran di medsos Tambud Kalsel,” pungkasnya. (NHF/RDM/RH)

Karya Bakti TNI di Desa Kiram Resmi Dibuka Gubernur Kalsel

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor secara resmi membuka Karya Bakti TNI, yang diselenggarakan Korem 101/Antasari bekerja sama dengan Pemprov Kalimantan Selatan, di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kamis (11/11).

Karya Bakti TNI bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta kemanunggalan TNI-Rakyat.

Sasaran kegiatan Karya Bakti TNI yang akan dilaksanakan sampai 17 Desember 2021, adalah penyiapan badan jalan sepanjang 8 x 12.400 meter dan pengerasan jalan sepanjang 5 x 3.556 meter, menghubungkan antara Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dengan Desa Tanjung Kecamatan Bajuin, Tanah Laut.

Kegiatan fisik ini diprioritaskan untuk membantu membuka daerah terpencil, dengan membuka akses yang lebih luas untuk pemasaran hasil bumi dan produk-produk yang ada di desa, guna mendukung pertumbuhan roda perekonomian masyarakat pedesaan.

Gubernur Kalsel dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Tentara Nasional Indonesia, dengan kegiatan Karya Bakti ini,

“Saat ini percepatan pembangunan dimulai melalui pinggiran, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Hingga saat ini masih banyak desa yang terisolir, oleh karena itu pembuatan dan pengembangan infrastruktur yang menghubungkan desa sangat diperlukan,” sebutnya.

Dengan terhubungnya akses antar desa, maka Paman Birin (sapaan akrabnya ) berharap, dapat meningkatkan daya tarik wisata dan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga untuk jalur pendekat bagi daerah terisolir.

Sementara itu, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, tujuan diadakannya Karya Bakti TNI Tahun 2021 di Kabupaten Banjar, adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar, serta mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dalam rangka akselerasi pembangunan di daerah.

“Kegiatan ini juga untuk menghubungkan jalan antara kabupaten Banjar dengan Kabupaten Tanah Laut, untuk jalan di Kabupaten Tanah Laut sudah dibuka hingga sampai di perbatasan kabupaten melalui pelaksanaan TMMD ke-111 yang dilaksanakan oleh Kodim 1009/Tanah Laut. Saat ini kita buka jalan dari Kiram tembus ke Desa Tanjung Bajuin, Tanah laut melalui Karya Bakti TNl,” pungkasnya. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Pemanfaatan Digital Meningkat, Kalsel Bakal Ikut Andil Dalam Bonus Demografi

BANJARBARU – Pengguna jejaring internet di Indonesia kini tercatat sebanyak 202,6 juta dari 270 juta penduduk dengan nilai ekonomi digital sebesar USD44 miliar atau setara dengan RP632 triliun.

Terkait data yang dirilis melalui Litbang Kemenkominfo RI itu diambi pada tahun 2020 lalu. Yang mana, Indonesia memiliki perkembangan ekonomi internet terbesar dan tercepat.

Melalui data dari Badan Litbang Kominfo RI untuk penggunaan internet, Indonesia diprediksi mampu mengalahkan Singapura dan Vietnam pada 2025 mendatang dengan realisasi 23 persen dari 1248.

Kepala Badan Litbang Kominfo RI, Hary Budiarto mengatakan, prediksi nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 mendatang diakui mampu terealisasi sebesar USD124 miliar. Terlebih, tahun 2030 mencapai USD315,5 miliar atau setara Rp4.531 triliun.

Kepala Badan Litbang Kominfo RI, Hary Budiarto saat menjadi keynote speech dalam rakor kewilayahan di Kalsel.

“Tahun 2025 prediksi nilai rupiah setara sekitar Rp1.781 triliun dan bandingkan dengan nilai pasar E-commerce tercatat hingga USD27,5 miliar atau Rp395 triliun,” ungkapnya saat menjadi keynote speech dalam kegiatan penyelenggaraan rakor kewilayahan yang diikuti tiga kabupaten/kota di Kalsel, Kamis (11/11) siang.

Sedangkan, ia menyebutkan, untuk nilai prediksi pasar E-commerce tahun 2030 berkisar hingga USD132,8 miliar.

“Atau bisa dilihat setara dengan angka dikisaran Rp1.908 triliun,” jelasnya.

Melalui sumber resmi Google, Temasek dan Brian Company untuk sektor informatika dan komunikasi di Indonesia dalam presentase laju pertumbuhan kumulatif di tahun 2020 lalu berada pada 10,58.

“Namun, pada tahun 2021 tepatnya di semester I (pertama) mencapai sekitar 7,78 persen (c to c),” ungkapnya.

Plt Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Adi Santoso mengungkapkan, saat ini industri perdagangan, UMKM, layanan kesehatan, publik hingga pendidikan harus masuk dalam lini ini.

Plt Assisten bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Adi Santoso saat meresmikan kegiatan rakor kewilayanan.

“Dimasa pandemi sekarang ini kita khusus di Kalsel dipaksa harus bisa berubah dan berinovasi dengan memanfaatkan industri digital dengan mengikuti dinamika yang terjadi,” ujarnya yang kini juga masih menjabat sebagai Assisten bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel.

Bahkan, ia membeberkan, kalau Kalimantan Selatan rencananya akan mendapatkan bonus demografi pada 2030 – 2040 mendatang.

“Saat ini kita harus bersiap-siap memasuki era tersebut. Maka dari itu, seluruh pemangku kepentingan harus melakukan upaya-upaya percepatan dalam peningkatan kualitas SDM di Provinsi Kalsel,” bebernya.

Jika dilihat melalui persentase ekonomi digital, nilai dan pertumbuhan terbesar di Indonesia terdapat pada penggunaan di industri E-commerce naik sekitar 23 persen, online travel 36 persen, online media 18 persen dan ride hailing sebesar 28 persen pada 2025 mendatang.

Tetapi, tahun 2019 – 2021 untuk E-commerce berada pada 54 persen, online travel 68 persen, online media sekitar 24 persen dan ride hailing sebesar 18 persen. (RHS/RDM/RH)

Simpeda KPE Tahun 2021 Bank Kalsel, Bagikan 39 Unit Motor

BANJARMASIN – Bank Kalsel gelar penarikan Undian Simpeda KPE (Kartu Pegawai Elektronik) di Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, pada Kamis (11/11). Gelaran ini merupakan periode VII dari agenda rutin tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2015, sebagai bentuk apresiasi Bank Kalsel kepada nasabah setia, khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS), pemegang Tabungan Simpeda (Simpanan Pembangunan Daerah) KPE.

Suasana saat penarikan undian Simpeda KPE Bank Kalsel

Penarikan undian tersebut dilakukan oleh Plt. Direktur Utama dan Dewan Komisaris Bank Kalsel, I. G.K. Prasetya dan Syahrituah Siregar, Head of Business dan Supporting Group, Fachrudin dan Mitra Damayanti serta Kepala Divisi Dana dan Jasa Bank Kalsel, Hambali. Penarikan undian disaksikan oleh Neddy Farmanto selaku notaris, Ipda Hasyim Al Ayubi selaku perwakilan dari pihak Kepolisian Republik Indonesia dan Rizdie Prima Surya selaku perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Kalsel. Kegiatan ini turut diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Cabang (KC) Bank Kalsel secara daring dan juga disiarkan secara langsung melalui instagram @bankkalsel.

Pada penarikan undian Simpeda KPE kali ini, Bank Kalsel menyuguhkan hadiah total sebanyak 39 unit sepeda motor dan 39 unit sepeda lipat yang akan dibagikan kepada nasabah Simpeda KPE Bank Kalsel di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Adapun rinciannya yaitu KC Utama dan KC Pembantu RSUD Ulin memperebutkan hadiah 7 unit sepeda motor. Kemudian untuk KC Pelaihari, KC Batulicin, KC Kotabaru, KC Barabai, KC Tanjung, KC Banjarbaru, KC Martapura dan KC Kandangan memperebutkan hadiah masing-masing 3 unit sepeda motor. Sedangkan untuk KC Amuntai, KC Paringin, KC Marabahan dan KC Rantau memperebutkan hadiah masing-masing 2 unit sepeda motor.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur Utama Bank Kalsel I G.K. Prasetya mengungkapkan bahwa undian Tabungan Simpeda KPE merupakan salah satu wujud apresiasi kepada para PNS sebagai nasabah terbesar Bank Kalsel.

“PNS merupakan nasabah terbesar Bank Kalsel baik untuk produk tabungan maupun kredit, sehingga kami patut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih salah satunya melalui Undian Simpeda KPE ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini semakin meningkatkan loyalitas nasabah khususnya PNS sehingga Bank Kalsel semakin eksis dan semakin dipercaya oleh nasabah,” ucap Prasetya.

Tabungan Simpeda KPE merupakan produk tabungan Bank Kalsel yang diperuntukkan bagi pengelolaan gaji PNS secara elektronik di seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Undian Simpeda KPE dikhususkan bagi nasabah Simpeda KPE yang berstatus PNS aktif maupun yang telah pensiun.

Prasetya menambahkan bahwa Tabungan Simpeda KPE Bank Kalsel menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun, baik dari jumlah nasabah, produk, maupun layanan. Peningkatan ini tak luput dari dukungan dan kepercayaan Pemerintah Daerah dan seluruh nasabah.

“Kepercayaan dan kesetiaan para Pemegang Saham serta nasabah diakui telah membawa Bank Kalsel tetap tumbuh di tengah ketatnya persaingan industri perbankan. Bank Kalsel akan terus menghasilkan kinerja dan prestasi yang baik, berkat apresiasi dan penghargaan dari seluruh nasabah yang telah mendukung dan menjadikan Bank Kalsel sebagai bank yang terpercaya dalam menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat,” terang Prasetya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Dispar Kalsel Sharing ke Kepulauan Riau Untuk Gali Strategi Kunjungan Wisman

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan pada pekan lalu, melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, untuk menggali strategi, dalam rangka meningkatkan wisatawan mancanegara.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan pada Kamis (11/11), sharing ke Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, karena dinilai menjadi gerbang masuk wisatawan mancanegara, nomor dua di Indonesia setelah Bali.

“Kami sharing ke Kepri ini, untuk mengetahui strategi menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke banua,” ucapnya

Syarifuddin menjelaskan, dari hasil sharing
ke Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, untuk promosi pariwisata selalu menggandeng pelaku usaha pariwisata, salah satunya Generasi Pesona Indonesia (Genpi).
Kegiatan Genpi ini yang biasa memposting atau mempromosikan pariwisata, karena memiliki jaringan yang luas tersebar di seluruh Indonesia.

“Genpi disana sangat gencar promosi seluruh destinasi wisata,” jelasnya.

Syarifuddin menyampaikan, dengan strategi itu akan diimplementasikan, melalui semakin mempererat jalinan komunikasi dan koordinasi menggandeng para pelaku usaha pariwisata seperti, ASPPI, ASITA, PHRI, dan HPI untuk promosi pariwisata di Kalsel.

“Selama ini koordinasi sudah berjalan baik, kedepan sinergi ini akan ditingkatkan, yaitu lebih fokus promosi pariwisata, agar tidak hanya dikenal dalam daerah, atau provinsi lain, dan juga mancanegara,” harapnya.

Lebih lanjut Syarifuddin meminta, bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, hendaklah bersama-sama mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Banua, terutama di tiga belas Kabupaten dan Kota, melalui media sosial masing-masing.

“Jangan hanya destinasi wisata di luar daerah yang di posting. Seharusnya lebih bangga memposting destinasi wisata yang ada di Kalsel, agar lebih dikenal secara luas,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin : Tidak Ada Lagi Pengangguran dari Lulusan SMK

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan berharap tidak adalagi sumbangan pengangguran di Provinsi Kalimantan Selatan dari lulusan SMK di Banua ini. Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan M Yusuf Effendi saat menghadiri Pelaksanaan Komitmen SMKN 2 Banjarmasin dengan Dudika dan Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin, di aula SMKN 2 Banjarmasin, Kamis (11/11).

Menyaksikan penandatanganan Komitmen SMKN 2 Banjarmasin dengan Dudika serta Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin

Dalam sambutan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan M Yusuf Efendi mengatakan, hendaknya lulusan SMK yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan ini, dapat meningkatkan keterampilannya, sehingga ketika lulus maka akan langsung mendapatkan kerja.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi kepada SMKN 2 Banjarmasin yang telah melaksanakan kegiatan Komitmen SMKN 2 Banjarmasin dengan Dudika dan Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Paman Birin berharap, dengan semakin meningkatnya kemampuan siswa SMK, maka kedepannya tidak adalagi pengangguran yang disumbangkan dari lulusan SMK di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Berdasarkan laporan angka pengangguran di Provinsi ini salah satunya dari lulusan SMK,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Paman Birin, dengan adanya peningkatan kerjasama dengan pelaku usaha, maka diharapkan tidak adalagi pengangguran dari lulusan SMK.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Banjarmasin Almunawar mengatakan, dilaksanakan komitmen dengan Dudika dan Forum Ekonomi Kreatif Banjarmasin ini, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di SMKN 2 Banjarmasin.

“Tujuan dari komitmen ini maka diharapkan pengetahuan siswa semakin meningkat sehingga siap memasuki dunia kerja, ketika mereka lulus sekolah,” ucapnya.

Almunawar mengatakan, pihaknya juga mempersiapkan para siswa ketika lulus sekolah, untuk dapat membuka usaha mereka sendiri atau berwirausaha. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version