MenPAN-RB Dorong Pemda Bangun MPP

BANJARMASIN – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Abdullah Azwar Anas mendorong Pemerintah Daerah untuk menyediakan Mal Pelayanan Publik (MPP) di tempat masing-masing.

Penyediaan MPP ini, menurutnya tidak harus dengan gedung yang besar, yang penting ada integrasi pelayanan yang bisa memberikan kecepatan dan kemudahan bagi masyarakat.

“Bapak bisa kunjungi di beberapa tempat, kalau saya bikin namanya pasar layanan publik, ruko dua tempat kita sewa, sudah ada 94 layanan,” katanya, saat menyampaikan arahan kepada para Kepala Daerah di Kalsel, Biro Organisasi Setdaprov Kalsel dan pejabat ASN, Selasa (18/10).

Kedatangan Menteri PAN RB didampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik, Diah Natalisa ini, sekaligus menyaksikan penandatanganan Komitmen Pembangunan MPP dan Komitmen Bersama Keberlanjutan LAPOR! di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Turut hadir, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Sekdaprov Roy Rizali Anwar, kepala SKPD terkait lingkup Pemprov, para bupati/walikota atau yang mewakilinya bersama kepala biro terkait, dari 13 kabupaten/kota se Kalsel.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, tujuan kehadiran MPP pada prinsipnya untuk memberi kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.
Karenanya, Pemprov Kalsel saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas birokrasi, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

“Kami juga terus mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama, salah satunya melalui pembangunan mal pelayanan publik,” sebut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

Paman Birin mengungkapkan saat ini di Kalsel terdapat tiga MPP yakni di Kota Banjarbaru, Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Selatan, dan menyusul Barito Kuala yang diresmikan, Selasa (18/10).

“Saya tentu menyambut positif
upaya responsif peningkatan dan pengembangan layanan publik yang diimplementasikan oleh pemerintah kabupaten/kota yang telah memiliki mall pelayanan publik,” jelasnya.

Selanjutnya, Pemprov juga mendorong Pemkab/Pemko yang belum memiliki MPP agar segera menyediakannya seperti empat daerah yang sudah memiliki MPP.

Ditambahkan Paman Birin, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dari Pemprov Kalsel dalam melakukan peningkatan kualitas pelayanan publik di Banua, sebagai perwujudan misi ke 4 RPJMD Kalsel yaitu tata kelola pemerintah yang lebih berfokus kepada pelayanan publik. (NRH/RDM/RH)

Haryanto Gelar Reses Diselingi Edukasi

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kegiatan reses diselingi edukasi.

Suasana Reses Anggota DPRD Kalsel, Haryanto

Hal itu sebagaimana yang dilakukan Anggota Komisi I DPRD Kalsel, Haryanto yang melaksanakan reses bersama warga Komplek Kelapa Gading RT 34 Kecamatan Banjarmasin Timur, Minggu (16/10). Menyusul aspirasi yang kerap disampaikan warga, menurutnya, tidak masuk dalam ranah pemerintah provinsi.

“Secara khusus, aspirasi yang disampaikan belum ada karena biasanya aspirasi yang disampaikan lebih banyak menjadi kewenangan pemerintah kota, seperti jalan lingkungan dan kesehatan. Jadi forum-forum seperti ini lebih banyak ke edukasi yang tidak langsung, seperti kuis-kuis berupa wawasan kebangsaan dan Pancasila,” jelasnya kepada wartawan.

Wakil rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan jikapun aspirasi masyarakat tersebut masuk dalam ranah pemprov, akan sulit terakomodir di dalam pokok pikiran (pokir) dewan karena keterbatasan anggaran. Sehingga komunikasi dan silaturahmi dinilai menjadi tujuan utama dalam kegiatan reses.

“Harapannya komunikasi anggota dewan dan warga melalui reses ini bisa lebih nyaman,lebih tersalurkan karena komunikasi tidak harus berupa bantuan atau mengontrol anggaran, yang penting silaturahmi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 34 Komplek Kelapa Gading, Mursikin mengucapkan terimakasih atas kedatangan Wakil Rakyat Provinsi Kalsel, Haryanto. Ia mengaku warga setempat sangat antusias dengan kegiatan reses ini.

“Dengan adanya reses ini, warga bisa bersilaturahmi dengan anggota Dewan. Itu yang penting,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Haryanto turut membagikan sembako kepada warga. Ia juga berdiskusi dengan jajaran RT setempat terkait kondisi lingkungan. (NRH/RDM/RH)

DKP Provinsi Kalsel Turut Serta Pada Pasar Murah Gerakan Pengendalian Inflasi Daerah

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan turutserta, dalam pelaksanaan Pasar Murah untuk pengendalian laju inflasi di daerah, salah satunya di Kota Banjarmasin.

Pasar murah dilaksanakan di Lapangan Kamboja, Kota Banjarmasin, Selasa (18/10).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya saat ini mendukung penanggulangan laju inflasi di daerah, dengan turutserta pada pelaksanaan Pasar Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono

“Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan turutserta pada Pasar Murah untuk pengendalian laju inflasi di daerah,” ungkapnya.

Menurut Rusdi, pihaknya pada Pasar Murah ini, memberikan subsidi untuk ikan yang dijual di Pasar Murah tersebut, sebesar Rp 10 ribu perkilo.

“Ikan yang dijual pada Pasar Murah tersebut, seperti ikan haruan, patin, serta tongkol. Mengingat, ketiga jenis ikan ini merupakan salah satu faktor pemicu laju inflasi di daerah yang ada di daerah,” jelas Rusdi.

Pada pelaksanaan Pasar Murah di Kota Banjarmasin ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan, 55 kilo ikan segar bersubsidi.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Wahdah.

“Pada kegiatan Pasar Murah dalam rangka gerakkan pengendalian inflasi daerah dilaksanakan di Kota Banjarmasin, kami menyediakan, ikan basah atau segar serta produk olahan ikan seperti kerupuk ikan haruan, abon ikan, serta lainnya,” tuturnya.

Menurut Wahdah, untuk ikan basah pihaknya menyediakan sebanyak 55 kilo, serta menyediakan jasa untuk membersihkan ikan tersebut.

Untuk ikan basah yang dijual seperti ikan patin untuk harga awal sebesar Rp 35 ribu per kilo, setelah mendapatkan subsidi Rp 10 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilo. Begitu juga ikan tongkol dari Rp 40 ribu per kilo dijual Rp 30 ribu per kilo, serta ikan haruan dari Rp 60 ribu sampai Rp 75 ribu per kilo dijual Rp50 ribu per kilo.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin memberikan apresiasi dan dukungan kepada Pelaksanaan Pasar Murah dalam rangka gerakan penurunan inflasi di daerah, yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Seperti yang dikatakan Kabid Perdagangan Rahman Noorrahim.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin Rahman Noorrahim

“Untuk pelaksanaan Pasar Murah oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, sudah digelar untuk yang kedua kalinya di Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin pada kegiatan ini, menyediakan tempat serta perizinannya. Sedangkan, terkait distributor barang serta lainnya dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tentunya Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan dukungan terhadap Pasar Murah yang digelar untuk menjaga inflasi daerah,” ucap Rahman. (SRI/RDM/RH)

Siswa SMAN 1 Pamukan Selatan Kotabaru Masih Rasakan Ruang Kelas Beratap Terpal

KOTABARU – Lokasi II Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pamukan Selatan, di Desa Gunung Calang, Kabupaten Kotabaru, kondisinya memprihatinkan. Bahkan bangunannya dianggap tak layak untuk standar belajar.

Dua ruang kelas yang perlu mendapat perhatian ini merupakan hasil dana swadaya dari masyarakat Desa Gunung Calang dan Guru setempat.

Hal tersebut diketahui, saat Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi bertandang langsung ke sekolah itu setelah melakukan kegiatan menjaring aspirasi (reses), Selasa (18/10) sore, bersama jajaran Pemprov Kalsel.

Paman Yani saat dikonfirmasi awak media soal sarana prasarana usai memantau Lokasi II SMA Negeri 1 Pamukan Selatan Kotabaru

Sembari mata berkaca-kaca, dirinya menyatakan kekecewaannya atas kondisi tersebut. Meski tak bisa menyalahkan SKPD pengampunya, namun, idealnya, Lokasi II SMA Negeri 1 Pamukan Selatan bisa mendapat bantuan yang layak agar proses belajar mengajar bisa lebih nyaman.

“Kalau ditanya, tentu saya kecewa. Mau bagaimana lagi kondisinya terlihat seperti ini. Harus dibawa ke mana dunia pendidikan. Jujur, kalau saya di posisi bersekolah dengan keadaan seperti ini membuat hati sangat sedih,” cetusnya.

Mirisnya lagi, satuan pendidikan yang merupakan cabang induk SMA Negeri 1 Pamukan Selatan di Desa Tanjung Semalantakan Kotabaru ini hanya beratapkan terpal, beralas semen, kursi dan meja kayu seadanya. Terlebih, pengadaan dua kelas baru merupakan hasil bantuan swadaya guru dan keikhlasan dari warga setempat.

“Yang jelas saya malu. Apakah ini sudah terinformasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel atau tidak? kayanya belum. Tapi, saya tidak mau menyalahkan. Namun, sudah dilihat sendiri kan kondisi miris itu,” tegas legislatif DPRD Kalsel dari Dapil VI Kotabaru dan Tanbu. 

Selain jarak tempuh lokasi ini cukup jauh dari sekolah induk. Dua kelas di Lokasi II hasil swadaya guru dan masyarakat ini ternyata kondisinya juga memprihatinkan bahkan hanya berdinding plafon gipsum yang sudah mulai rapuh.

“Tetapi ada yang lebih parah lagi dan di bawah kolong rumah. Bayangkan mereka sangat niat mau belajar, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Atas nama rakyat untuk Kotabaru daratan saya minta tolong fasilitas ini dibenahi karena infrastrukturnya tidak standar,” jelasnya.

Di samping tingginya keinginan mengenyang pendidikan, dia mengemukakan, keadaan ini harus segera ditindaklanjuti. Apalagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel perlu benar-benar turun ke lokasi agar mengetahui apa saja permasalahan yang tengah dihadapi.

“Saya tak bisa membayangkan mereka belajar dalam keadaan kehujanan atau kondisi alam sebagainya. Lihat saja atap dan dindingnya terpal, lantainya juga tidak dipasang ubin, bagaimana peserta didik mau belajar dengan nyaman,” tuturnya paman Yani (sapaan akrab).

Kondisi ruang kelas ini sudah berlangsung lebih dari 5 tahun

Sementara satu ruangan beratap dan berdinding terpal ini digunakan oleh kelas XII untuk mengikuti setiap mata pelajaran. Serta rata-rata seluruh pembinanya adalah tenaga pendidik yang kini masih berstatus sebagai honorer.

“Sekali lagi saya meminta dan memohon agar kondisi ini dapat segera ditindaklanjuti. Kalau perlu Disdikbud Kalsel langsung turun ke lapangan. Mereka mesti melihat sendiri keadaannya,” ungkap wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Provinsi Kalsel.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Calang, M Arafah, menuturkan, supaya layak dan sesuai standar. Pemerintah desa setempat telah menghibahkan lahan seluas 2 Hektar (Ha) untuk membangun baru lokasi dua SMA Negeri 1 Pamukan Selatan Kotabaru.

“Sebenarnya untuk hibah lahan di lokasi II sudah kami lakukan. Alhamdulillah, kami sangat mendukung dunia pendidikan. Bahkan, bangunan tersebut sempat bercampur dengan Tsanawiyah dan TK Al Quran namun digunakannya secara bergantian” bebernya.

Soal bangunan yang ada, ia menjelaskan, dua kelas dan satu ruang guru ini sebelumnya merupakan hasil swadaya puluhan tahun silam dari Pemerintah Desa Gunung Calang. Total yang dikeluarkan mereka kala itu sebesar Rp180 juta.

“Kalau fasilitas ini dibangun sekitar tahun 90an dan anggarannya murni dari APBDesa hasil dari retribusi tambang dan sisanya dari swadaya masyarakat. Jujur, kami tak mengambil keuntungan dari situ karena hajat keseluruhan untuk membangun sekolah,” paparnya.

Terkait keadaan ruang kelas XII Lokasi II SMA Negeri 1 Pamukan Selatan dengan bangunan yang terbuat dari terpal itu diprakirakan sudah berjalan sekitar lima tahunan lebih. Serta kondisinya terpaksa harus dinikmati seadanya.

“Semoga setelah paman Yani melihat kondisi, aspirasi kami ingin mendapatkan hak pendidikan yang sama dapat terwujud termasuk pembenahan infrastrukturnya pula,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Pantau Venue Lomba di Asrama Haji, Paman Birin Sempatkan Belanja Produk UMKM

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor meninjau langsung lomba tafsir Al Qur’an Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di Asrama Haji Banjarbaru, pada Senin (17/10) siang.

Kedatangan Paman Birin (sapaan akrab Gubernur) Kalsel ini, untuk mendukung langsung kafilah Kalsel yang berlomba di babak final tafsir Bahasa Indonesia.

“Saat ini ada final di asrama haji, dan Alhamdulillah dari Kalsel ada yang masuk final dan kita doakan mudahan berhasil ya,” sebut Paman Birin.

Lebih jauh Paman Birin mengimbau kepada seluruh kafilah, untuk tetap berjuang di jalan Allah SWT.

“Untuk kafilah tetap semangat ya. Tetap berjuang demi Allah SWT bukan untuk MTQ-nya, namun semangatnya yang penting untuk pengabdian kepada Allah SWT serta mensyiarkan Islam,” pesan Paman Birin.

Tidak hanya mendukung kafilah Kalsel yang berlomba pada babak final tafsir Bahasa Indonesia, Paman Birin juga menyempatkan untuk membeli berbagai produk UMKM, yang menggelar dagangannya di areal asrama haji. Baik pakaian maupun makanan, kemudian membagikannya kepada masyarakat, terutama yang datang langsung menonton jalannya lomba di asrama haji.

Tentu saja, kedatangan Paman Birin membeli aneka produk UMKM ini, disambut bahagia para pedagang.

Paman Birin membeli aneka souvernir dan diberikan kepada para pengunjung di sekitar lokasi acara.

“Terimakasih Paman Birin yang telah membeli aneka souvernir. Sekali lagi terimakasih,” ucap Adam Mutakkin, pedagang kaos dan aneka souvernir.

Selain itu, kedatangan Paman Birin juga dimanfaatkan pengunjung dan petugas di asrama haji untuk berfoto dengan orang nomor satu di Kalsel itu. (RIW/RDM/RH)

Pelaksanaan Lomba MTQN ke 29 Dapat Disaksikan Secara Langsung, Jadi Ajang Edukasi Siswa

BANJARMASIN – Para Dewan Guru mengapresiasi lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional ke-29 tahun 2022, dapat disaksikan secara langsung.

Kepada Abdi Persada FM, salah satu Dewan Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab dari MA Siti Mariam Bahrah, pada Senin (17/10) mengatakan, sejak dimulai lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional ke-29 tahun 2022, pihaknya membawa sebanyak 50 orang siswa siswi, baik di Masjid Jami dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, sejak lomba dimulai baik di Masjid Jami untuk cabang Hifzil Quran golongan 10 dan 20 Juz, serta ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Salah satu Dewan Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab dari MA Siti Mariam, Bahrah

“Kami edukasi langsung kepada para pelajar,” jelasnya

Koordinator Lomba Cabang Hifzil Quran, Muhammad Zuhdi Mahfudz, mengatakan, selama pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional ke-29 tahun 2022 ini, memang terbuka untuk umum yang ingin menyaksikan secara langsung, terlebih para kafilah ini usianya berkisar dari 14 tahun hingga 19 tahun.

Koordinator Lomba Cabang Hifzil Quran, Muhammad Zuhdi Mahfudz

“Semoga para pelajar di Banjarmasin setelah menyaksikan akan tertarik untuk menjadi Hafiz dan Hafizah,” harapnya

Zuhdi Mahfudz menambahkan, selama lima hari pelaksanaan lomba, yang berhasil masuk final 12 peserta lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional 2022, cabang Hifzil Qur’an dan saat ini masih bersaing sangat ketat, dari 130 peserta di seluruh provinsi di Indonesia.

“Untuk lomba Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz yang masuk final diantaranya dari Provinsi Sulsel, Jabar, Lampung, sedangkan golongan 20 Juz dari Provinsi Jawa Timur, Sumatera Barat dan DKI Jakarta,” tutupnya

Untuk diketahui, lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional ke -29 tahun ini ada 12 cabang lomba diantaranya Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz di Masjid Jami Banjarmasin, dan cabang lomba Fahmil Qur’an di pusat perkantoran Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru. (NHF/RDM/RH)

Finalis Lomba Hifzil Qur’an dan Tafsir Al-Qur’an Bersaing Ketat di Babak Final MTQN ke 29

BANJARMASIN – Peserta lomba Hifzil Qur’an 30 Juz dan Lomba Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab Bersaing ketat di babak final yang dilaksanakan di aula gedung serba guna Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Senin (17/10). Mengingat nilai yang diperoleh para finalis di babak penyisihan sangat tipis.

Penanggungjawab Venue di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Aspihani Nurhasani mengatakan tata cara penilaian terhadap peserta di babak final ini sama seperti babak penyisihan. Tetapi, lanjutnya, Dewan Hakim harus ekstra ketat dalam memberikan penilaian karena hasil yang diperoleh para finalis di babak penyisihan sangat tipis.

“Kita melihat dari hasil finalis ini, angkanya berdekatan sekali dan Dewan Hakim perlu ekstra ketat menilai sehingga finalis yang terpilih menjadi juara nasional dan dapat mewakili Indonesia di berbagai MTQ tingkat internasional nantinya,” harapnya.

Aspihani mengungkapkan hasil babak final Lomba Hifzil Qur’an 30 Juz dan Lomba Tafsir Al-Qur’an Berbahasa Arab akan diumumkan secara resmi pada malam penutupan MTQN yang dijadwalkan pada Rabu (19/10).

“Hasil lomba validnya setelah disahkan Dewan Hakim setelah mereka rapatkan dan diumumkan secara resmi pada malam penutupan,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada babak final lomba Hifzil Qur’an 30 Juz, ada enam finalis yang tampil yaitu untuk putra dari Sumatera Barat, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sedangkan untuk putri dari Jawa Timur, Aceh dan Sulawesi Selatan.

Sementara untuk Babak Final Lomba Hifzil Qur’an dan Tafsir Al-Qur’an Berbahasa Arab, para finalis untuk putri yaitu dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sedangkan finalis putra yaitu Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. (NRH/RDM/RH)

Jaga Profesionalitas dan Netralitas, Anggota Tim Dewan Hakim Diubah Pada Babak Final MTQN ke 29

BANJARMASIN – Untuk menjaga profesionalitas dan netralitas, Anggota Tim Dewan Hakim diubah memasuki babak final lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke 29.

Suasana Babak Final MTQN ke 29 di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Penanggungjawab Venue Di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Aspihani Nurhasani mengatakan semua anggota tim Dewan Hakim diubah atau berganti, baik itu lomba Hifzil Qur’an 30 Juz maupun lomba Tahfiz Qur’an dan Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab.

“Jadi anggota tim Dewan Hakim antara babak penyisihan dan babak final itu berbeda sehingga diharapkan hasil penilaian benar-benar valid, jujur dan adil,” katanya kepada wartawan, Senin (17/10).

Selain itu, lanjut Aspihani, Dewan Hakim yang berjumlah 12 orang tersebut tidak boleh memegang handphone agar mereka benar-benar fokus memberikan penilaian kepada para finalis lomba.

“Kemudian setiap anggota dewan hakim diperiksa secara fisik, apakah ada gangguan pendengaran dan lain-lain. Termasuk juga diperhatikan makanan dan minumannya oleh panitia untuk memastikan mereka dalam kondisi fit dan prima ketika memberikan penilaian,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Aspihani, tempat duduk Dewan Hakim juga diberi sekat sehingga tidak ada komunikasi atau juga hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi mereka ketika menilai peserta lomba.

“Dewan Hakim harus benar-benar fokus terhadap bacaan peserta,” tambahnya.

Untuk diketahui, Dewan Hakim MTQN ke 29 ditunjuk secara nasional serta dipilih dari latar belakang, pendidikan dan pengalaman mereka yang berkaitan dengan penilaian lomba yang diberikan. (NRH/RDM/RH)

Kalsel Patut Jadi Contoh Provinsi Lain Sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional

BANJAR – Kalimantan Selatan dinilai sukses menjadi tuan rumah yang baik pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX tahun 2022.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pengawas MTQ Nasional XXIX, Nasaruddin Umar, saat meninjau venue cabang Tilawah Anak dan Remaja, di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar, Senin (17/10).

Menurut Nasaruddin, dengan seluruh persiapan serta fasilitas yang diberikan mulai dari pembukaan acara hingga memasuki final lomba, Kalimantan Selatan sudah menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh tamu yang datang.

“Saya sudah mengunjungi seluruh venue lomba, dan sepertinya Kalimantan Selatan sangat siap menjadi tuan rumah (MTQ). Terutama pada saat saya mendapat laporan dari peserta dan dewan hakim terkait konsumsinya yang melimpah serta akomodasinya juga bagus,” tuturnya.

Kesuksesan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah, diakuinya patut menjadi contoh bagi Provinsi lain untuk menjadi tuan rumah pada MTQ Nasional di tahun-tahun mendatang.

“Saya rasa ini harus menjadi contoh bagi provinsi lain yang menjadi tuan rumah pada MTQ Nasional di tahun berikutnya,” ucapnya.

Nasaruddin juga mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta masyarakatnya yang menurut pengamatannya sukses melaksanakan kegiatan MTQ Nasional XXIX Tahun 2022.

“Semoga ini semua membawa manfaat baik dan keberkahan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Syarhil Qur’an MTQ Nasional Diharapkan Menghasilkan Juara Yang Terbaik

BANJARBARU – Diharapkan pada Lomba Cabang Syarhil Qur’an MTQ Nasional ke 29 Tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan Putra dan Putri menghasilkan juara yang terbaik.

Ketua Koordinator Cabang Syarhil Qur’an MTQ Nasional Tahun 2022 Ahmad Sagir, kepada Abdi Persada FM mengatakan, pada Final cabang Syarhil Qur’an MTQ Nasional Putra dan Putri, di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin 17 Oktober 2022 ini, pihaknya menyerahkan semuanya kepada dewan hakim, untuk memberikan penilaian kepada para peserta, pada babak final ini.

Ketua Koordinator Lomba Syarhil Qur’an Ahmad Sagir

“Kami menyerah semua penilaian kepada dewan hakim,” ungkapnya.

Dewan hakim, lanjut Ahmad Sagir, tentu dapat memilih peserta yang terbaik sehingga berhak mendapatkan predikat juara.

Ahmad Sagir berharap, terpilih juara cabang Syarhil Qur’an pada MTQ Nasional ke 29 di Provinsi Kalimantan Selatan ini, yang terbaik.

“Kami berharap pada cabang Syarhil Qur’an ini, mendapat juara yang terbaik,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kafilah MTQ Nasional Provinsi Kalimantan Selatan Cabang Lomba Syarhil Qur’an memberikan penampilan terbaik mereka, pada babak final.

“Untuk Kafilah MTQ Nasional Provinsi Kalimantan Selatan pada lomba pada cabang Syarhil Qur’an memberikan penampilan terbaik mereka,” ujarnya.

Mengingat, lanjut Ahmad Sagir, sebelumnya mereka diberikan pelatihan diluar Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti di Jakarta serta lainnya. Sehingga, segala prosedur pelatihan telah mereka terima.

“Kita berharap penampilan kafilah MTQ Nasional dari Provinsi Kalimantan Selatan pada lomba cabang Syarhil Qur’an ini, dapat memberikan hasil yang terbaik,” ucap Ahmad Sagir. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version