Tempuh Jarak Lebih 500 KM, Turdes Gubernur Kalsel Akan Tercatat MURI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) akan kembali melakukan kegiatan Kepala Daerah Turun ke Desa (Turdes) mulai 3-6 November ini. Dengan total jarak lebih dari 500 Km, Turdes kali ini akan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Turdes akan dimulai dari Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, pada Kamis (3/11), dan finish di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Senin (7/11).

Usai memimpin rapat kesiapan Turdes, di Aula Bappeda Kalsel, Senin (31/10), Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor mengungkapkan, rute perjalanan akan menyinggahi beberapa Kabupaten. Diantaranya Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, HSS, Tabalong, dan HSU.

Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor

“Dengan menempuh jarak lebih dari 500 Kilometer, Turdes ini menjadi spesial karna akan masuk dalam Rekor MURI,” ungkapnya.

Kegiatan Turdes diakui Ariadi, tidak hanya sekedar kunjungan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, ke masyarakat. Melainkan juga untuk memberikan bantuan langsung berupa sembako, bibit tanaman, serta kebutuhan sosial lainnya.

“Jadi nanti juga akan ada bantuan kebutuhan pendidikan untuk pelajar SMA, lalu ada penanaman pohon, pembagian bibit tanaman, kebutuhan olahraga, dan nanti juga ada pasar rakyat,” bebernya.

Ariadi berharap seluruh perangkat daerah yang terlibat, mampu mensukseskan kegiatan ini.

“Karena ini spesial jadi kita berharap seluruh perangkat daerah dapat memberikan support yang maksimal untuk kegiatan ini,” harapnya. (SYA/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Komitmen Kembangkan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

BANJARMASIN – Dalam rangka transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di aula Dispersip Kalsel, Senin (31/10).

Kegiatan yang mengangkat tema “Menggali Peluang Usaha Diversifikasi Produk Olahan Berbahan Ubi Jalar Ungu” diikuti 50 peserta dari perwakilan PKK Provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan mahasiswa dari sejumlah universitas.

Suasana Bimtek Yang Diselenggarakan Dispersip Kalsel

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar mengatakan, bimtek ini sebagai bukti nyata komitmen Dispersip Kalsel dalam konteks transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Saat ini perpustakaan tidak hanya sebagai wadah untuk mencerdaskan, tetapi juga sebagai wadah menyejahterakan masyarakat, dan Bimtek adalah bukti kami mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut,” katanya.

Melalui kegiatan ini, lanjut Wildan, pihaknya menginginkan masyarakat mampu memaksimalkan potensi-potensi lokal yang ada disekitarnya guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Diharapkan para peserta bisa belajar mengolah ubi jalar ungu ini menjadi sebuah produk yang akhirnya bisa dijual dan akan meningkatkan kesejahteraan mereka,” harapnya.

Sementara itu, Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Susi Lesmayati mengapresiasi kegiatan Bimtek yang diinisiasi oleh Dispersip Kalsel untuk membantu menyejahterakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi dari ubi jalar ungu.

Menurut Susi, potensi ubi jalar di Kalsel cukup banyak, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diolah menjadi berbagai macam produk pangan.

“Banyak yang bisa kita kembangkan dari ubi jalar, salah satunya ubi ungu yang memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi dan bermanfaat menjaga kesehatan tubuh,” jelasnya.

Susi menambahkan, pengembangan ubi jalar sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara yakni pemanfaatan ubi jalar segar dengan olahan rumah tangga seperti ubi rebus atau goreng.

Kemudian pengembangan ubi jalar siap santap, pengembangan ubi jalar siap masak dalam bentuk instan atau quick cooking product seperti flake, mi, dan lainnya, serta terakhir pengembangan ubi jalar setengah jadi seperti gula fruktosa, aneka tepung atau pati.

“Tentunya pengembangan ubi jalar tidak lepas dari kreativitas dan inovasi masing-masing individu agar menjadi produk olahan yang menarik,” tambahnya.

Selain mengurangi ketergantungan pada salah satu jenis bahan pangan pokok, tambah Susi, pengembangan program produk olahan ubi jalar ini juga akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja, serta meningkatkan ketahanan pangan di Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Pencak Silat Kalsel Berhasil Loloskan 9 Kelas ke Popnas 2023 Bangka Belitung

BANJARMASIN – Ajang Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Zona III di Kalsel, telah menorehkan prestasi bagi kontingen Provinsi Kalimantan Selatan. Yang telah berhasil meloloskan banyak atletnya ke Popnas 2023 di Bangka Belitung dan Palembang.

Salah satunya cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat yang saat ini, berhasil meloloskan 9 kelas pada ajang tersebut.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, Senin (31/10).

Kadispora Kalsel Hermansyah mengalungkan medali emas pada cabor tinju

“Untuk cabang olahraga pencak silat kontingen Provinsi Kalimantan Selatan, pada ajang Pra Popnas Zona III ini, telah berhasil meloloskan 9 kelas, untuk dapat mengikuti Popnas Tahun 2023 di Bangka Belitung,” tuturnya.

Menurut Hermansyah, pihaknya memberikan apresiasi, kepada cabang olahraga pencak silat yang telah meloloskan banyak atlet ke Popnas tersebut.

“Kami berharap cabang olahraga pencak silat dapat meloloskan sebanyak banyaknya atlet mereka ke ajang Popnas Tahun 2023 di Bangka Belitung dan Palembang mendatang,” ucapnya.

Selain pencak silat, cabang olahraga sepak bola juga memastikan lolos pada Popnas 2023.

“Melihat hasil yang diperoleh pada ajang Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Zona III ini, sudah dapat dipastikan cabang olahraga sepakbola Provinsi Kalimantan Selatan lolos pada Popnas Tahun 2023 di Bangka Belitung dan Palembang mendatang,” ungkapnya.

Menurut Hermansyah, hasil yang telah diperoleh dari Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan ini, membanggakan Banua.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya, memberikan apresiasi, atas prestasi tersebut,” ucap Hermansyah.

Sementara itu, pada cabang olahraga tinju telah menyelesaikan babak final sebanyak 16 partai, dengan keberhasilan kontingen Kalsel mendominasi perolehan medali, dengan 6 medali emas, 2 perak, serta 1 perunggu. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Tinjau Proyek Siring dan Normalisasi Sungai

BANJARMASIN – Rombongan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin meninjau ke lokasi pembangunan Siring Jalan RK Ilir dan Normalisasi Sungai Jalan Jafri Zam-zam, Senin (31/10).

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, kepada wartawan menjelaskan, pihaknya melaksanakan kunjungan kerja ke lapangan ini, untuk melihat perkembangan pekerjaan Siring dan pemeliharaan Normalisasi Sungai di dua lokasi tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia

“Kami minta proyek Siring dapat selesai tepat waktu, begitupun normalisasi sungai,” ucapnya.

Disampaikan Hilyah, pihaknya juga ingin memastikan setiap proyek pembangunan dilaksanakan sesuai aturan dan rencana kerja yang telah diprogramkan. Mengingat sungai jalan Jafri Zamzam dinilai sering menjadi langganan banjir.

“Kami sangat mendukung dilakukan kedua proyek itu,” ungkap Hilyah

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah mengatakan, pekerjaan proyek Siring di Jalan RK Ilir masih berjalan, hal yang sama pemeliharaan normalisasi sungai sebagai kegiatan rutin tahunan, apalagi di musim penghujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah

“Pekerjaan ini diupayakan segera rampung,” katanya.

Suri menambahkan, untuk pekerjaan normalisasi sungai dengan cara mengeruk lumpur sepanjang sekitar 8 ribu meter kubik sudah mencapai hampir 80 persen, untuk mengantisipasi sejak dini permasalahan banjir.

“Penataan sungai dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi sungai,” tutup Suri.

Untuk diketahui, kunjungan kerja ke lapangan ini dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Hilyah Aulia, didampingi Wakilnya Afrizaldi Sekretaris Taufik Husin bersama anggota Aliansyah, Darma Sri Handayani, Hendra, Muhammad Isnaini dan Muhammad Syafrullah, bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah. (NHF/RDM/RH)

Paman Yani Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Pada Siswa SMA Terisolir di Kotabaru

KOTABARU – Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) terus digalakkan. Salah satunya yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, kepada peserta didik SMA Negeri 1 Pamukan Selatan Kotabaru.

Peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan Soswasbang yang digelar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel M Yani Helmi

Setelah menyambangi SMA Negeri 1 Sampanahan Kotabaru. Secara linear, kali ini ia bersama rombongan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalsel kembali menyiarkan gerakan yang sama melalui sosialisasi dibalut edukasi supaya kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mampu terjaga baik dan tidak mudah luntur.

“Betapa besarnya negeri ini dan di luar sana sudah ada negara yang tentu telah berkembang pesat baik pendidikan dan ilmu pengetahuannya. Maka dari itu, kami mendorong agar generasi muda melalui Soswasbang ini mampu menjadi penerus dan setara dengan negara tersebut,” ujarnya kepada awak media, Senin (31/10).

Secara garis besar, materi yang disampaikan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalsel masih seputar tentang penegakan kesadaran supaya tidak mudah terhasut aksi kejam terorisme dan berbagai macam tantangan yang dapat membuat hancur bagi NKRI sendiri.

“Tentunya hadirnya kami di sini mengharapkan selain dapat menumbuhkan sikap cinta tanah air dan bela negara. Peserta didik yang mengikuti kegiatan ini saya yakin mereka dapat menjadi putra/putri terbaik di banua,” harapnya.

Legislatif Daerah pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu biasa disapa Paman Yani itu juga menyuarakan dan sekaligus memberikan nasehat untuk tidak mudah percaya atas informasi yang belum tentu kebenarannya alias hoax.

“Tadi, kami juga memberikan motivasi untuk peserta didik di sini agar bermanfaat bagi negara. Selain itu, banyak sekali hal positif yang kami dorong termasuk bijak menggunakan sosial media. Apabila dapat menyaring dengan baik, jelas, mereka adalah generasi muda yang cerdas,” tutur legislatif dari fraksi Partai Golkar.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Pamukan Selatan, Suyoto, memberikan apresiasi atas kesediaan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, untuk membagikan pengalaman serta ilmunya tentang bagaimana cara menghargai dan menjaga keharmonisan antar sesama.

“Saya selaku kepala sekolah di sini mengucapkan terima kasih atas materi dan kesediaannya menjadi narasumber. Semoga pula dengan adanya ini prestasi pun juga mampu diraih. Bahkan, pemberian wawasan kebangsaan saat ini penting ditanamkan ke peserta didik,” bebernya.

Begitu pula, sambung dia, kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang saat ini masih tetap dipijak. Bahkan, menjadi keharusan generasi muda untuk tetap mempertahankan hal tersebut sebagai penerus bangsa kedepan.

“Mereka yang mengikuti ini dapat mengharumkan nama baik daerah ini, tentu secara lokalnya atau pun nasional,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

LPPL Abdi Persada FM Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444H

BANJARBARU – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, di Kantor LPPL Abdi Persada FM, Banjarbaru, Sabtu (29/10) pagi.

“Ini adalah bukti cinta kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW,” ucap Direktur LPPL Abdi Persada FM , Ibnu Min Haji.

Selain dihadiri seluruh karyawan LPPL Abdi Persada FM, kegiatan juga mengundang para pendengar setia “Insan Persada”.

“Terimakasih untuk Insan Persada yang hadir pada kegiatan ini. Saya harap kegiatan ini dapat lebih meningkatkan tali silaturahmi karyawan LPPL Abdi Persada FM dengan pendengar setia,” harapnya.

Ibnu juga berharap dengan wujud kecintaan kepada Nabi Besar Umat Islam lewat kegiatan ini, dapat memberikan berkah baik di dunia maupun di akhirat kelak.

“Semoga melalui kegiatan ini kita dapat mendapat syafaat dari beliau (Nabi Muhammad SAW) di akhirat nanti,” tutupnya.

Sementara itu, Ustadz Muhammad Rusdi dalam tausyiahnya pada kegiatan ini menyebut, sebagai umat muslim, kita harus bersyukur menjadi umat Rasulullah dibanding umat Nabi lainnya. Sebab amal ibadah yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW, diberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda dibanding umat Nabi lainnya.

“Contohnya saja ketika memasuki Bulan Ramadhan, ada malam Lailatul Qadar atau seribu bulan. Yang mana ketika kita mengerjakan ibadah pada malam itu. Kita diganjar ibadah pahala yang setara dengan seribu bulan atau kurang lebih 83 tahun,” ujarnya.

Wujud kecintaan, menurutnya tidak hanya ditunjukkan dengan merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW saja. Tetapi juga harus mengenali dan menteladani sifat yang dimiliki Rasulullah.

“Perbanyak juga melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Diantaranya Sholat berjamaah di masjid atau musholla,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta, Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

BANJARMASIN – Musim hujan mulai sering terjadi di kota ini, dengan demikian warga harus selalu memprioritaskan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Sekretaris Komisi III DPRD Banjarmasin Taufik Husin, pada Jumat (28/10) di ruang persroom Dewan mengatakan, tingginya intensitas hujan menjelang akhir tahun ini, warga bukan hanya waspada bahaya banjir, terutama yang bermukim di kawasan pinggiran sungai. Namun yang di tengah kota, mengingat kondisi geografis menjadi langganan genangan air, karena berada dibawah permukaan laut.

“Masyarakat harus punya kesadaran tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan,” pintanya

Disampaikan Taufik, warga Banjarmasin jangan lagi membuang sampah ke sungai dan aliran drainase, agar kejadian banjir seperti tahun 2021 lalu tidak lagi terulang, dan tercipta kebersihan serta keindahan di kota seribu sungai. Motto Barasih wan Nyaman harus betul-betul direalisasikan.

“Sungai dan drainase harus kita rawat dengan baik,” pintanya.

Lebih lanjut Taufik menambahkan, selama ini pihaknya terus mendorong perbaikan sarana infrastruktur, terutama drainase, dan pengelolaan sungai, agar tidak terjadi lagi kejadian musibah banjir.

“Mari bersama – sama gencarkan jaga dan rawat lingkungan sekitar,” imbau Politisi PDI Perjuangan DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Dit Intelkam Polda Kalsel Bersama Ma’had Almanshuroh Gelar Kajian Islam Ilmiah

BANJARMASIN – Paham radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, lembaga pendidikan keagamaan juga tidak luput dari dinamika ini. Oleh karena itu, Polda Kalsel melalui Dit Intelkam dan Ma’had Almanshuroh Banjarbaru menggelar kajian islam ilmian bersama Ustad Ahmad Khodim pengasuh Ponpes Asunah dari Batu Malang, Kamis (27/10).

Kegiatan kajian islam ilmiah tersebut mengusung tema, Mewujudkan Ketaatan Kepada Pemerintah Dan Mewaspadai Gerakan Radikalisme.

Dalam ceramah/kajian disampaikan oleh Ustad Ahmad Khodim, Islam mengecam seluruh perbuatan kemungkaran yang membuat seluruh tatanan di lingkungan masyarakat menjadi tidak kondusif baik dari segi keamanan ketertiban maupun dalam setiap aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

“Dalam prinsip islam wajib hukumnya untuk taat kepada pemerintah,” ucapnya.

Menurutnya, berbagai macam peristiwa meliputi kekacauan, kerusuhan, premanisme, radikalisme, terorisme dan berbagai macam bentuk huru hara yang terjadi di sebabkan karena tidak taat nya kepada pemerintah, dan islam mengecam segala bentuk hal tersebut.

Kajian Islami tangkal radikalisme ditengah masyarakat

Dan jika ada seorang muslim yang tidak taat kepada pemerintah dan melakukan berbagai tindakan tersebut maka dia bukan seorang golongan ahlusunnah.

“Kita harus mendukung pemerintah dalam mencegah gerakan radikalisme dan Terorisme dengan cara, mempelajari ilmu yang Haq bersumber dari Al-Qur’an dan as sunah,” tuturnya lebih lanjut.

Dan, tambahnya, dari sumber yang benar, menghindari pergaulan yang dapat merusak akidah, mengarah kepada intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Kajian ilmiah tersebut, dihadiri oleh seluruh pengurus Ma’had Almanshuroh, para Jemaah dan warga masyarakat sekitar 350 orang turut hadir dalam acara yang digelar di Masjid Masjid Al – Mabrur di Jl Kawamara 2 No 3 RT 04 RW 02 Komplek Adhi Upaya Landasan Ulin Banjarbaru Timur Kota Banjarbaru. (POLDA-KALSEL/SRI/RDM/RH)

Pemkab Banjar Akan Telaah Soal Penerapan Aturan Media Harus Terverifikasi Dewan Pers

SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menelaah aturan soal rencana kebijakan media mainstream wajib terverifikasi Dewan Pers. Sebagai penguatan, bakal didiskusikan bersama Bupati Banjar, Saidi Mansyur, terkait penerapannya nanti yang dituangkan ke dalam peraturan daerah.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, Aidil Basith, mengungkapkan, meski secara aturan belum dituangkan ke dalam perda. Namun, pihaknya sementara menjalankan sesuai apa yang sama diterapkan seperti Pemkot Surabaya.

“Karena belum ada yang mengatur seperti Perbup atau perdanya. Sama halnya dengan Pemko Surabaya yang tak semua media terverifikasi Dewan Pers,” ujarnya kepada awak media, Kamis (27/10) sore.

Soal penerapannya atas adanya kebijakan ini, dirinya memaparkan, belum bisa memastikan kapan peraturan tersebut bakal dilaksanakan.

“Yang jelas, kami akan menggodok aturan ini nantinya. Tetapi, kalau pun telah menjadi aturan, kemungkinan Pemkot Surabaya juga bakal ikut menerapkan kebijakan,” paparnya.

Namun secara birokratis, Pemerintah Kabupaten Banjar tetap mengikuti secara disiplin atas prosedur terkait kebijakan dari Dewan Pers.

“Agar ke depannya dapat menjalin kerja sama dengan seluruh media di Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Informasi Pelayanan Publik dan Statistik Diskominfo Kota Surabaya, Indrianto Heryawan, membeberkan, ada sekitar 170 media yang tercatat. Namun, untuk Pokja Pemkot Surabaya hanya terdaftar sebanyak 150 jurnalis.

“Namun, yang tereverifikasi Dewan Pers ada sekitar 70 media saja,” bebernya.

Apalagi, menurut Indrianto, saat ini jumlah persebaran media mainstream (online) mulai menjamur. Bahkan, sangat mudah membuatnya.

“Tetapi, untuk mendapatkan advetorial pemberitaan di Pemkot Surabaya cukup memenuhi beberapa syarat dan harus dipenuhi termasuk NIB, akta pendirian dan  sebagainya,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Rachmah Dorong Penguatan LKS di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias mendorong penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang ada di Provinsi Kalsel, khususnya di kota Banjarmasin. Mengingat, keberadaan LKS untuk membantu pemerintah dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Karena itu, kami melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Hal ini sebagai upaya untuk menyamakan pemahaman dan pengetahuan LKS dalam melayani masyarakat yang membutuhkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (26/10).

Rachmah menilai perhatian dari pemerintah baik di tingkat provinsi kabupaten kota di Kalsel, dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sudah cukup baik. Namun ia berharap hal tersebut lebih ditingkatkan lagi ke depannya.

“Untuk di kota Banjarmasin, ada bantuan rantangan bagi lansia dan untuk provinsi ada bantuan sembako. Diharapkan ini bisa lebih meningkatkan lagi,” tambahnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi Perda yang menghadirkan narasumber yaitu Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana ini diikuti pengurus Yayasan Uma Kandung dan beberapa LKS yang ada di kota Banjarmasin. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version