Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Pemerintah Luncurkan Gerakan Pangan Murah

BANJARMASIN – Badan Pangan Nasional, meluncurkan program Gerakan Pangan Murah di Jakarta, pada Senin (26/6). Peluncuran program ini, diikuti secara daring 300 daerah lebih di Indonesia, termasuk provinsi Kalimantan Selatan.

Tercatat ada sejumlah SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, yang mengikuti peluncuran program ini secara daring, dari kantor Gubernur di Banjarmasin. Diantaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, dan juga Kantor Perwakilan Bank Indonesia serta Bulog Kanwil Kalsel.

Usai peluncuran, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Kalsel, Husnul Khatimah mengatakan, pemerintah provinsi sangat mendukung gerakan nasional ini, terutama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Alhamdulillah, provinsi Kalimantan Selatan juga mendapat bantuan dana ABT untuk program ini,” tambahnya.

Terkait dana bantuan ini, Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah mengatakan, bahwa pemerintah memberikan dana sebesar 20 juta rupiah, untuk sayu kali kegiatan. Dimana dijadwalkan ada 18 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kalsel.

“Untuk kabupaten kota juga mendapatkan dana yang sama, namun dengan besaran 15 juta rupiah per kegiatan,” jelasnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan, dana bantuan ini lebih ditujukan untuk operasional persiapan, dan bukan untuk subsidi bahan pangan bagi keluarga tidak mampu.

“Soal waktu dan dimana saja pelaksanaan program ini nantinya di Kalsel, masih menunggu instruksi dari pimpinan,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Kecuali Safari Wukuf, Jemaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan ke Arafah

ARAB SAUDI – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah, malam tadi, atau Senin (26/6) malam, melakukan penyisiran hotel-hotel jemaah. Penyisiran dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia yang tidak mengikuti safari wukuf sudah diberangkatkan ke Arafah.

Penyisiran dilakukan secara berjenjang oleh petugas perlindungan jemaah dan petugas akomodasi pada 122 hotel jemaah di Makkah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman ikut memimpin proses penyisiran. Ikut bergabung, Sekretaris Daker Makkah Tawwabuddin, Kasi Pelindungan Jemaah Daker Makkah Rijal Karni, dan Pelaksana Pelindungan Jemaah Daker Makkah Khasan Syukur.

“Alhamdulillah, kami bergerak sejak sekitar pukul 02.00 WAS, melakukan proses penyisiran hingga pukul 06.00 WAS. Semua jemaah haji Indonesia yang tidak ikut safari wukuf sudah ke Arafah,” terang Khalilurrahman di Makkah, Selasa (27/6)

Pemberangkatan bus terakhir sekitar pukul 04.15 WAS dari sektor tujuh, hotel 707.

Menurut Khalilurrahman, saat ini masih ada sekitar 240 jemaah lansia dan disabilitas yang akan mengikuti safari wukuf. Mereka adalah jemaah lansia atau difabel yang memiliki keterbatasan dalam pergerakan, sehingga tidak bisa melakukan apa-apa atau memiliki keterbatasan kemampuan fisik berat.

Mereka menempati lima hotel pada empat wilayah, yaitu Syisyah (2), Jarwal, Misfalah, dan Raudhah.

“Jemaah safari wukuf lansia dan disabilitas ini mulai dipersiapkan naik bus sekitar pukul 10.00 WAS. Selanjutnya mereka akan diantar menuju Arafah untuk safari wukuf,” papar Khalilurrahman.

Selain jemaah lansia dan disabilitas, lanjurnya, Daker Makkah juga mensafariwukufkan lebih 200 jemaah yang sakit dan dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan RA Arab Saudi. Mereka juga akan diberangkatkan ke Arafah pada sekitar pukul 11.00 WAS.

“Semoga seluruh jemaah haji Indonesia sehat dan dapat menjalani puncak haji dengan baik,” harapnya. (KemenegRI-RIW/RDM/RH)

Sambut Idul Adha, Pelindo Sub Regional Kalimantan Tebar Hewan Kurban

BANJARMASIN – Menyambut Idul Adha 1444 Hijriah, sejumlah lembaga pemerintah, perusahaan maupun swasta, berlomba menebar hewan kurban. Termasuk salah satunya PT Pelindo Sub Regional Kalimantan, yang merupakan salah satu perusahaan plat merah.

Sebanyak 14 ekor sapi dan 14 ekor kambing, dibagikan kepada warga sekitar lokasi kantor PT Pelindo Sub Regional Kalimantan, di kawasan Trisakti Banjarmasin pada Selasa (27/6) pagi.

“Hewan kurban ini merupakan partisipasi bersama Pelindo Group,” ujar Fariz Haryoso, CEO PT Pelindo (Persero) Sub Regional Kalimantan dalam sambutannya saat penyerahan hewan kurban.

Fariz mengatakan, penyaluran hewan kurban ini merupakan program TJSL Pelindo yang rutin tiap tahun dilaksanakan. Tujuan dari berbagi ini, tidak lain sebagai bentuk kepedulian Pelindo kepada warga kota Banjarmasin, khususnya mereka yang tinggal disekitar wilayah pelabuhan.

“Jumlah hewan kurban yang disalurkan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Semoga tahun depan kembali meningkat,” tambahnya.

Hewan kurban yang disalurkan PT Pelindo Sub Regional Kalimantan tahun ini, diterima berbagai kalangan. Mulai pengurus masjid dan mushalla di lingkungan perusahaan, hingga forum jurnalis yang selama ini menjadi mitra dalam membantu publikasi pemberitaan positif kegiatan Pelindo. (RIW/RDM/RH)

Paman Yani : Pelayanan Kesehatan Adalah Hak Dasar Masyarakat

KOTABARU – Desa Serongga Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Kotabaru, menjadi lokasi dalam Sosialisasi Propem, Perda, Rancangan Perda dan Peraturan Perundang-undangan (Sosper), Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yang digelar oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, Senin (26/6).

Legislatif yang membidangi ekonomi dan keuangan tersebut pun lebih menekankan bahwa pemerintah provinsi (pemprov) wajib memberikan layanan terbaik kepada masyarakat seiring telah tertuang dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Baju Putih) saat memberikan paparan

“Kita sampaikan, perda ini jelas adanya keterjaminan kesehatan dari Pemprov Kalsel khusus bagi masyarakat sesuai haknya,” paparnya.

Ia menyebut, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus didapatkan oleh masyarakat, yang setara dengan layanan pendidikan.

“Kita tidak ingin mendengar adanya masyarakat yang mau berobat di Rumah Sakit kemudian terlantar hanya karena persoalan uang. Jangan sampai. Berikan dulu lah pelayanan maksimal,” tegasnya.

Selain itu, Paman Yani juga menyampaikan rasa bangganya terhadap Pemprov Kalsel yang mempunyai Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin dengan kelas tertinggi yakni Tipe A.

“Bahkan Rumah Sakit di ini menjadi rujukan bagi Rumah Sakit di Regional Kalimantan. Sampai ada pelayanan bedah jantung di RSUD Ulin ini,” katanya.

Selain RSUD Ulin, Paman Yani juga menyebut pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, yang saat ini mempunyai berbagai fasilitas pelayanan terutama rehabilitasi bagi pecandu narkoba dan ODGJ.

“Bagi masyarakat jangan ragu jika ingin membawa keluarga yang bermasalah secara mental. Mengingat RSJ Sambang Lihum mempunyai pelayanan yang bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan RSJ Sambang Lihum, Indra Husnul Huda, membeberkan, rumah sakit milik Pemprov Kalsel ini mempunyai 14 jenis layanan dengan 2 pelayanan utama yakni penyembuhan bagi ODGJ serta rehabilitasi narkoba.

“Untuk ODGJ, kita lakukan pengobatan, perawatan sampai pada rehabilisasi, hingga sembuh dan terjun di masyarakat dengan suatu keahlian tertentu,” paparnya.

Adapun jumlah kapasitas di RSJ Sambang Lihum dikatakan Indra saat ini ada sekitar 500, dengan keterisian hampir setengahnya. (ASC/RDM/RH)

Produksi Cabai Hiyung dan Hilirisasi Ikan Gabus Terkendala Lahan

BANJARBARU – Lahan pertanian dan perikanan di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih belum dimanfaatkan dengan maksimal. Imbasnya permintaan dalam jumlah banyak belum bisa dipenuhi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Endri mengatakan, keterbatasan lahan ini memaksa petani cabai hiyung di kabupaten Tapin harus panen dengan jumlah seadanya.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri

Padahal dia mengaku, salah satu perusahaan ternama tanah air siap membeli cabai itu sebanyak satu ton perminggu.

“Sementara ini petani hanya bisa menyuplai 60 kilogram perminggu ke perusahaan bersangkutan,” ujarnya, Senin (26/6).

Endri memastikan lahan masih tersedia luas untuk penanaman salah satu cabai terpedas di Indonesia itu. Tinggal bagaimana Pemkab setempat memanfaatkannya.

“Kami sudah melihat langsung bagaimana kondisi disana. Ini kesempatan yang sangat bagus bagi Pemkab Tapin,” tuturnya.

Sektor perikanan pun demikian. Endri menyebut perlu lahan seluas 100 hektare untuk membangun pembibitan dan pengolahan hilirisasi ikan gabus dalam satu wadah.

“Bagi Pemkab atau Pemko yang siap menyediakan lahan kami persilakan. Investornya sudah ada,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Songsong IKN, PARI Pengda Kalsel Yang Baru Terpilih Diharapkan Siapkan SDM Berkualitas

BANJARMASIN – Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Pengurus Daerah (Pengda) Indonesia yang baru terpilih diharapkan dapat menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Langkah tersebut dalam rangka menopang Provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Suasana Seminar Nasional dan Musda ke 6 PARI Pengda Kalsel di Banjarmasin

Harapan itu disampaikan, Ketua PARI Pengda Kalsel Periode 2019-2023, Imam Muttakin kepada wartawan, di sela kegiatan Seminar Nasional dan Musyawarah Daerah (Musda) ke 6 PARI Pengda Kalsel di salah satu hotel berbintang, pada Minggu (25/6).

“Ada beberapa “Pekerjaan Rumah” yang akan diampu oleh teman-teman yang terpilih. Karena Kalsel jadi gerbangnya IKN, ini menjadi program yang harus disiapkan, yaitu kemampuan radiografer untuk menopang IKN, baik dari segi pendidikan, teknologi dan fasilitas rumah sakitnya,” jelasnya.

Imam juga berharap nanti masing-masing kabupaten/kota di Kalsel bisa membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) untuk pengembangan PARI.

“Karena memang masih terbatas Radiografer, jadi harapannya ke depan, mudah-mudahan teman-teman yang memenuhi kriteria bisa membuat Pengcab di Kabupaten/Kota di Kalsel,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Ahmad Yani memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, setiap organisasi profesi termasuk PARI Kalsel diharapkan melaksanakan seminar nasional minimal satu tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk memperbaharui pengetahuan Radiografer guna meningkatkan kompetensi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi pelayanan kita akan lebih akurat karena ini misalnya menyangkut dengan diagnostik harus tepat, penggunaan alat harus dikuasai dan update terus menerus,” tuturnya.

Yani juga berharap agar Pengurus Daerah yang terpilih dalam Musda ke 6 PARI Pengda Kalsel dapat benar-benar melayani anggotanya dan juga mampu beregenasi.

“Kita harapnya kalau sudah jadi pengurus betul-betul melayani anggota karena keperluan mereka banyak, antara lain berkaitan dengan rekomendasi STR dan lain-lain,” tambahnya lagi.

Sedangkan, Ketua Panitia, Muhammad Fahmian Noor menambahkan Seminar Nasional ini mengangkat tema “Pemeriksaan CT Scan dan Jenjang Karir Radiologi Indonesia” dengan tujuan agar para peserta bisa mengetahui dan memahami materi yang disampaikan.

Seminar ini menampilkan beberapa Keynote Speaker yaitu Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Radiografer Indonesia (AIPRI), Jeffri Ardiyanto, RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta, Kukuh Nurcahyo dan RSUD Idaman Banjarbaru, Mohammad Rizal.

“Untuk Musda, di Kalsel ada lima Pengcab, yaitu Pengcab Banjarmasin-Batola, Pengcab Banjarbaru-Tanah Laut, Pengcab Tanah Bumbu-Kotabaru, Pengcab Banua Empat dan Pengcab Hulu Sungai Selatan-Tapin. Setiap Pengcab mengirimkan masing-masing satu nama calon ketua dan kemudian dilakukan pemilihan,” jelasnya.

Dalam Musda ke 6 PARI Pengda Kalsel, terpilih Rifna Muthmainnah dari Pengcab Banjarmasin – Batola sebagai Ketua PARI Pengda Kalsel Periode 2023-2027. (NRH/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Buka Tournament Kapolresta Cup Tahun 2023 Vol II

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan dukungan terhadap, kegiatan olahraga Basket yang dilaksanakan oleh Polresta Banjarmasin. Dukungan tersebut, dengan dibukanya Tournament Kapolresta Cup Tahun 2023 Vol II Bola Basket, oleh Gubernur, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Senin (26/6).

Dalam sambutannya Gubernur Kalimnatan Selatan, Sahbirin Noor mengatakan, Pemerintah memberikan dukungan terhadap Tournament Kapolresta Cup 2023 Vol II bola basket. Karena tournament ini merupakan kompetisi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 77.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Kami berharap pelaksanaan Tournament ini dapat berjalan lancar, hingga menghasilkan atlet atlet bola basket yang handal kedepan,” ujar Paman Birin.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian mengatakan, Polda Kalsel tentunya memberikan apresiasi kepada Polresta Banjarmasin, yang telah menyelenggarakan Tournament Bola Basket ini.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian

“Tournament ini salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke 77,” ucapnya.

Acara ini, lanjut Andi Rian, untuk mencari atlet atlet Bola Basket yang dapat berprestasi untuk Provinsi Kalsel kedepannya.

“Kami berharap dengan adanya Tournament ini menunjukkan Polri makin presisi, dan lebih dekat dengan masyarakat,” ucap Andi Rian.

Pada pembukaan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Forkopimda Kalsel, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel Hermansyah, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Ketua KONI Kota Banjarmasin Hermansyah, Forkopimda Kota Banjarmasin, serta lainnya. Pada kegiatan tersebut, diserahkan bantuan kepada anak yatim-piatu, serta pembagian hadiah doorprize untuk perserta serta penonton. (SRI/RDM/RH)

Balai Bahasa Provinsi Kalsel Gelar Sosialisasi Bahasa dan Hukum

BANJARBARU – Mulutmu adalah harimaumu, merupakan pribahasa yang sekarang membuat semua orang harus berhati-hati dalam bermedia sosial apabila tidak mau berurusan dengan hukum. Pada Senin (26/6), UPT Kementerian Pendidikan, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi layanan bahasa dan hukum. Sosialisasi tersebut digelar disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru.

Pada sosialisasi tersebut, Kepala Bidang Kominikasi Publik, Dinas Komunikasi Dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Jajang Markoni menyampaikan, pepatah mulutmu adalah harimaumu, menjadi salah satu bahasa yang mencerminkan sikap masyarakat bermedia sosial. Sehingga penulisan kalimat, serta tutur kata dalam berucap harus dapat dijaga agar tidak menyakiti perasaan orang lain.

Ia juga menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi sosialiaasi yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, karena tidak jarang ditemukan di media sosial yang pada akhirnya berurusan dengan hukum disebabkan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas postingan.

“Kepada peserta sosialiaasi diharapkan agar bisa menyerap apa yang disampaikan oleh pemateri, terutama untuk kepentingan pribadi kemudian menyebarluaskan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel Armiati Rasyid menyampaikan, sosialisasi dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan memberitahukan kepada penegak hukum bahwa ada balai bahasa yang siap untuk memberikan keterangan ahli pada penegak hukum pada suatu kasus. Dikatakan, perkembangan teknologi informasi ada segmen yang tidak bisa dikendalikan yakni masyarakat dengan bebas menggunakan medsos sesuai keinginannya, hingga merugikan diri sendiri.

Kepala Balai Bahasa Kalsel Armiaty Rasyid

“Mereka tidak memiliki pengetahuan bahwa tidak boleh mengumpat, menghina hingga mencemarkan nama baik orang atau lembaga,” ungkap Armiary.

Ia menambahkan, meski sedang marah atau jengkel, seseorang bisa memanfaatkan medsosnya dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan santun, sehingga apa yang menjadi unek-unek bisa tersampaikan dengan baik agar tidak terjadi konflik.

“Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber dengan peserta dari para penyidik kepolisan, Kejaksaan, Pengadilan, Provinsi Kalsel dan masyarakat,” tutup Armiaty. (MRF/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Sosialisasi dan Rakor TTE

BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan administrasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel menggelar Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) di OPD dan UPTD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel. Yang bertempat disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Senin (26/6).

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, tanda tangan elektronik ini mampu meningkatkan efesiensi dan efektifitas administrasi surat menyurat. Selain itu, TTE mudah dan praktis untuk digunakan, serta bisa dimana saja dilakukan. Penerapan TTE sendiri sudah memiliki dasar hukum diantaranya Undang-Undang Informasi dan Elektronik No 11 Tahun 2008, Perpres No 95 Tahun 2018 tentang SPBE, dan Pergub Kalsel No 097 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sertifikat Elektronik dan Lingkungan Pemerintah Daerah.

“Sejauh ini pihaknya mencatat dari 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 46 diantaranya aktif menggunakan TTE dan 3 OPD yang masih belum. Selain itu, dari 68 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), 29 aktif menggunakan TTE dan 39 yang belum,” ungkap Muslim.

Ia mengharapkan, semua OPD dan pejabat mulai dari Eselon II hingga Eselon IV dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bisa memanfaatkan TTE ini lebih optimal.

“Kita berharap semua UPD dan UPTD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel aktif menerapkan TTE. Kedepan kita akan targetkan semua pejabat dari Eselon II, III, IV, dan pejabat fungsional bisa memanfaatkan TTE ini. Dan sesuai arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kita akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan TTE ini,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Baksos di Pasar Terapung Siring Piere Tendean Banjarmasin

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan melaksanakan, Bakti Sosial (Baksos) di Kawasan Pasar Terapung Siring Piere Tendean, Kota Banjarmasin, Senin (26/6). Baksos ini dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian.

Andi Rian mengatakan, pada pelaksanaan Baksos saat ini, pihaknya menyerahkan bantuan kurang lebih 400 sampai 500 paket Sembako kepada Penjual Pasar (Acil Jukung) Terapung, Motoris Kelotok, serta lainnya.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian

“Baksos kali ini dilaksanakan untuk para penjual acil jukung, motoris kelotok, yang ada di kawasan Pasar Terapung Kota Banjarmasin ini,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan, lanjut Andi Rian, berupa paket sembako sebanyak 400 sampai 500 paket.

“Penjual dan Motoris Kelotok tersebut merupakan warga yang tinggal di pesisir Sungai Martapura, serta Lokbaintan, Kabupaten Banjar,” ujarnya lebih lanjut.

Bahkan, tambah Andi Rian, ada juga warga dari Kandangan yang mencari nafkah di Pasar Terapung di Kota Banjarmasin tersebut.

“Bantuan yang kami berikan tersebut, apabila masih kurang bantuan tersebut akan ditambah,” ujarnya.

Diharapkan, tutur Andi Rian, bantuan yang diberikan ini untuk membantu warga ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapi saat ini.

“Baksos ini bentuk keperdulian Polri terhadap para pelaku ekonomi rakyat di Pasar Terapung Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Tentunya, lanjut Andi Rian, kegiatan Baksos ini diharapkan mendapatkan berkah bagi Polri dalam memperingati Hari Jadi ke 77.

“Baksos ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Bhayangkara ke 77, yang digelar oleh Polda Kalsel, untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujar Andi Rian. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version