Warga Banjarmasin Dinilai Masih Tidak Disiplin Waktu Membuang Sampah di TPS

BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin sampai saat ini masih banyak tidak tertib, pada waktu membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.

Menurut Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Marzuki, Senin (19/2), sampai saat kami masih menemukan warga yang tidak disiplin dalam membuang sampah, padahal waktu pembuangan sampah di TPS tersebut, telah ditetapkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin.

Kabid Kebersihan DLH Banjarmasin Marzuki

“Seharusnya jam membuang sampah ke TPS di Kota Banjarmasin jam 8 malam hingga jam 6 pagi,” jelasnya.

Namun, lanjut Marzuki, pihaknya masih menemukan adanya warga yang membuang sampah di siang hari.

Ia mencontohkan, TPS Navigasi Belitung saat ini masuk ke dalam TPS yang tidak tertib waktu membuang sampah di Kota Banjarmasin.

“Untuk TPS yang tidak tertib dalam waktu pembuangan sampah di Kota Banjarmasin, salah satunya di TPS Navigasi Belitung,” ungkapnya lagi.

Sampah masih menumpuk hingga jam 11 siang, padahal di pagi hari sudah dibersihkan oleh petugas kebersihan DLH Kota Banjarmasin.

Karena itu, pihaknya mempertanyakan permasalahan pada TPS tersebut, hingga masih saja, sampah sampah menumpuk di waktu siang hari.

“Kami terus berupaya untuk pengangkutan sampah sampah di seluruh TPS yang ada di Kota Banjarmasin, demi kebersihan lingkungan di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Namun, tambahnya, untuk itu semua diperlukan kerjasama dan kedisiplinan warga Kota Banjarmasin, dalam membuang sampah di TPS, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Kami menghimbau kepada warga untuk disiplin waktu membuang sampah di TPS,” ucap Marzuki. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Lakukan Koordinasi Sambut Penilaian Geopark Meratus

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, akan terus menjalin koordinasi dalam rangka menyambut penilaian Geopark Meratus oleh UNESCO Global Geopark (UGG).

Kepada wartawan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata Kalsel, Musrefinah Lediya pada Kamis (15/2) mengatakan, berdasarkan arahan dari Badan Pengelola Geopark Meratus, pihaknya akan mengadakan penguatan koordinasi dan sinkronisasi program pelatihan. Dimana,
menfokuskan 17 titik rute timur Geopark Meratus. Dalam bentuk menggandeng penulis hasilnya akan dicetak sebuah buku yang menceritakan sejarah dari setiap geosite.

“Untuk rute timur, kita akan gelar story telling kepada masyarakat sekitar, menceritakan bagaimana terbentuknya destinasi wisata atau geosite,” katanya

Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Dispar Kalsel, Musrefinah Lediya, saat diwancara

Disampaikan Lediya, pihaknya akan mengadakan sosialisasi khusus bagi masyarakat sekitar di 15 destinasi wisata prioritas, yang telah ditentukan oleh tim Badan Pengelola Geopark Meratus sebelumnya. Karena direncanakan menjadi titik penilaian untuk rute timur oleh tim UGG.

“Destinasi prioritas diantaranya pembuatan kain sasirangan Sungai Jingah, Desa Belangian, dan Penambangan Tradisional Intan Cempaka, Desa Tiwingan Riam Kanan, serta SMK Karang Intan,” ungkapnya

Lebih lanjut Lediya menambahkan, dalam pelaksanaan nanti, pihaknya menggandeng stakeholder terkait. Misalnya pembuatan kain sasirangan Sungai Jingah, berkolaborasi dengan SKPD lain untuk pelatihan ECO print, begitupun pengolahan limbah hasil pembuatan kelotok di Desa Sewangi.

“Kami berharap dapat menambah pengetahuan warga sekitar untuk nanti dilakukan penilaian Geopark Meratus,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

POLDA KALSEL BERHASIL MENANGKAP PELAKU PEMBAJAK KAPAL DI LAUT KALSEL

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel menggelar pengungkapan tindak pidana pembajakan kapal di laut disertai pencurian dengan tindak kekerasan, di Aula Mathilda Polda Kalsel, Jumat (16/2). Dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto.

Kapolda menyampaikan, kejahatan di laut ini merupakan yang pertama terjadi di laut Kalsel. Pengungkapan kasus ini berhasil dilakukan oleh Tim Ditpolairud Polda Kalsel serta lainnya.

“Setelah mendapatkan laporan adanya kejadian kejahatan di laut Kapal yang dibajak yaitu TB Royal 27, pada Kamis 1 Februari 2024, di perairan Provinsi Kalimantan Selatan. Polda Kalsel langsung bergerak,” ungkap Kapolda.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto saat memberikan keterangan pengungkapan kasus

Kapal tersebut membawa muatan fame milik PT Musim Mas, berlayar dari Sampit, Kalteng, menuju Karang Asem, Bali. Namun, ditengah pelayaran di perairan Tanah Laut – Kalsel, kapal tersebut dibajak dan dicuri dengan kekerasan.

Polairud Polda Kalsel mendapatkan laporan adanya kejahatan di laut tersebut, pada 6 Februari 2024.

“Dengan dibantu Jatanras dan Resmob Polda Kalsel serta Polda Kalteng, Polda Kepri, serta Polda Sulsel, dan berhasil mengamankan 13 orang pelaku,” ungkap Kapolda.

Penangkapan tersebut, tambahnya, dalam waktu dalam tiga hari. Sedangkan, tiga pelaku lainnya masih dalam pencarian. Namun, pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku yang belum ditangkap tersebut.

“Total kerugian yang dialami oleh korban sebanyak 8 Miliar Lebih,” ucap Kapolda.

Pada kesempatan tersebut Kapolda menjamin saat ini, untuk pelayaran di laut Kalimantan Selatan sudah aman dari kejahatan di laut.

“Polda Kalsel memberikan apresiasi terhadap personil Polairud Polda Kalsel, Polda Kalteng, Polda Kepri, yang telah membantu pengungkapan kasus ini,” ucap Kapolda.

Sementara itu, apresiasi yang sama juga disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas keberhasilan pengungkapan kasus kejahatan di laut tersebut.

Seperti disampaikan, Gubernur Kalsel melalui Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Fajar Desira, usai pengungkapan kasus pembajakan kapal di laut oleh Polda Kalsel tersebut.

“Tentunya, keberhasilan ini patut diberikan apresiasi atas kerja keras Tim Polda Kalsel dalam berhasilan penangkapan tersebut,” ungkap Fajar.

Dengan adanya keberhasilan ini kedepannya situasi kelautan di Provinsi Kalimantan Selatan akan semakin aman, dari pembajakan ataupun kejahatan di laut. (SRI/RDM/APR)

Pengembangan Perpustakaan Diharapkan Manfaatkan Perkembangan Teknologi Informasi

Banjarmasin – Pengembangan Perpustakaan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan Teknologi Informasi (TI).

Harapan itu disampaikan dalam sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nurul Fajar Desira pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan se Kalsel, di salah satu hotel berbintang, Kamis (15/2) malam.

Asisten I Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan pemanfaatan teknologi informasi bagi pengembangan perpustakaan, baik untuk meningkatkan kualitas perpustakaan dari segi sarana dan prasarana, juga dengan meningkatkan pelayanan maupun kemudahan untuk mendapatkan bahan-bahan pustaka.

“Seperti istilah Buku Merupakan Gudang Ilmu, maka membaca sebenarnya membuka cakrawala berpikir dan wawasan seseorang tentang dunia dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Paman Birin, Kalsel menempati posisi strategis sebagai gerbang Ibukota Negara (IKN) Nusantara yang tentunya harus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompeten dan berdaya saing.

Oleh sebab itu, dalam rangka mendukung visi Kalsel Tahun 2021-2026 yaitu Kalsel Maju (Kalimantan Selatan Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan sebagai Gerbang IKN) yang terangkum dalam salah satu misi membangun SDM yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur maka pengembangan perpustakaan mutlak dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan visi dan misi tersebut.

“Banyak harapan dari kegiatan rakor hari ini, agar diperoleh pengetahuan, pemikiran dan gagasan baru untuk menggali potensi perpustakaan di Kalsel, terutama dalam membangun kesamaan pandangan terhadap permasalahan dan tantangan masa depan pengelolaan perpustakaan,” harapnya.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyampaikan laporannya

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Nurliani menyampaikan penyelenggaraan rakor merupakan upaya koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota dalam mensinergikan berbagai program dan kegiatan bidang perpustakaan di daerah.

“Pada tahun 2024 ini, perpustakaan dituntut untuk memiliki inovasi, kreativitas serta perubahan pola pikir. Mengingat perpustakaan menjadi sektor pendukung dalam memberikan solusi terkait pengembangan ekonomi,” jelasnya.

Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, menurut Bunda Nunung (sapaan akrabnya) diperlukan pemahaman, dukungan serta pembinaan dan pengembangan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing Dispersip Kabupaten/Kota di Kalsel

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Plt Kepala Perpusnas RI, Prof E Aminuddin Aziz, pejabat Bank Indonesia, pejabat Bank Kalsel, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel serta Dispersip Kabupaten/Kota di Kalsel. (NRH/RDM/APR)

Wujudkan Wisata Tertata Kelola Yang Baik, Pemprov Kalsel Gelar Pelatihan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata, dan Potensi Masyarakat Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota yang ibuka secara resmi oleh
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel yang diwakili Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Musrefinah Lediya di salah satu Hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (15/2).

Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata, dan Potensi Masyarakat Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Mugeni mengatakan, pelatihan ini dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemampuan Sumber Daya Manusia, mewujudkan kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara, serta menggerakkan roda perekonomian, guna mensejahterakan objek wisata di sekitar. Ia berharap, dapat menjadi motivasi dan kolaborasi untuk berkomitmen membangun kepariwisataan.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan, melibatkan Pokdarwis sebagai garda terdepan dalam mengelola destinasi wisata di wilayah masing-masing,” katanya

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel, Musrefinah Lediya

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Musrefinah Lediya, menjelaskan, pelatihan ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten diantaranya, Kabid Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Andrian Anwary. Dimana, menyampaikan Pembebasan Anak dari Eksploitasi Seksual di Destinasi Wisata, dan Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Olahraga Banjarmasin. Emil Salim. Selanjutnya, HRD Grand Qin Hotel Banjarbaru, Raden Agoes Salim Joko Supriyanto, membahas Pengelolaan Pariwisata Berbasis Halal Tourism, serta Bayu Bastari Setiawan tentang Story Telling Budaya dari Cerita Rakyat.

“Pelatihan ini sangat penting memperkuat kemitraan, antara organisasi pengembangan destinasi dengan Pemerintah Daerah,” jelasnya

Menanggapi hal itu, salah satu Narasumber, Kabid Pemenuhan Hak Anak, Dinas PPPA-KB Kalsel, Andrian Anwary menambahkan,
dalam rangka memberikan pengalaman liburan anak-anak menjadi lebih berkesan, ada beberapa kriteria destinasi wisata yang ramah diantaranya, sarana dan prasarana harus mumpuni, lingkungan sekitar aman, dan penyedia atraksi membuat wahana bermain berbasis edukasi. Selain itu, pengelola hotel dan tempat penginapan, juga hendaklah memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi anak-anak dalam berwisata.

“Kami apresiasi pelatihan ini, untuk memajukan kepariwisataan dan roda perekonomian,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

Lagi, Tiga RTH Diresmikan Pemko Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan tiga fasilitas publik yang dipusatkan di RTH Kemiri, Kelurahan Sungai Andai, Kamis (15/2) oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan tiga fasilitas Ruang Terbuka Hijau, yang dipusatkan di RTH Kemiri ini. Dua lainnya, RTH Bawah Jembatan Patih Masih, serta Ruang Bermain Ramah Anak Jahri Saleh,” ungkap Ibnu.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina (Tengah) pada saat menandatangani prasasti peresmian

Menurut Ibnu, dengan diresmikannya fasilitas publik tersebut, kepada warga dipersilahkan untuk memanfaatkannya.

“Kami berharap kepada warga sekitar fasilitas taman tersebut, agar dapat menjaga, dan tidak merusak keberadaan taman,” ucap Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Banjarmasin ini juga mengajak warga Sungai Biuku, Kelurahan Sungai Andai untuk dapat melestarikan keberadaan pohon khas setempat.

“Di Sungai Biuku masih terdapat kawasan hijau seperti hutan kota, sehingga perlu dilestarikan bersama,” ungkap Ibnu.

Kawasan ini masih terdapat tamanan keras serta tanaman bakau. Serta berada dipinggiran sungai. Bahkan, di daerah ini terdapat tanaman khas yaitu pohon amas intan. Yang perlu dilestarikan bersama sama.

“Kawasan Sungai Biuku ini telah dijaga oleh Pencinta lingkungan dan Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk kelestarian keberadaan sungai dan tanaman setempat,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/APR)

Apresiasi Petugas KPPS, Paman Birin Pastikan Pemilu Kalsel Berjalan Aman dan Damai

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor sangat mengapresiasi kinerja para petugas Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024. Bagaimana tidak. KPPS sudah menjalankan tugasnya sejak pagi hingga malam hari pemungutan suara, pada Rabu (14/2). Bahkan tugas perhitungan suara masih berlanjut hingga Kamis (15/2) dinihari.

“Kita sangat apresiasi KPPS yang bertugas dari pukul 07.00 dan mereka harus bisa berperilaku jujur, adil, tegas dan cermat. Jangan lupa untuk jaga kesehatan,” ungkap Paman Birin (sapaan khas Gubernur).

Gubernur Kalsel berfoto bersama petugas KPPS di TPS 002 Tungkaran kabupaten Banjar

Apresiasi ini disampaikan Gubernur, saat melakukan peninjauan jalannya hari pemungutan suara Pemilu 2024, disejumlah TPS di Kalimantan Selatan pada Rabu (14/2). Tercatat ada dua TPS yang didatangi langsung rombongan Gubernur dan unsur Forkopimda Provinsi bersama KPU dan Bawaslu Provinsi Kalsel. Yakni TPS 002 Tungkaran kabupaten Banjar, dan TPS 033 Kemuning kota Banjarbaru.

“Dari beberapa TPS yang kita datangi tadi, proses pemungutan suara berjalan dengan aman dan lancar,” jelas Paman Birin saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor KPU Provinsi Kalsel.

Gubernur Kalsel disambut Walikota Banjarbaru saat tiba di TPS 033 Kemuning

Antusias pemilih juga terbilang tinggi, menurut Paman Birin. Saat peninjauan dilakukan jelang siang hari, rata – rata jumlah pemilih yang datang ke TPS sudah melebihi 70 persen dari total pemilih yang terdaftar di TPS tersebut.

“Melihat dari antusias masyarakat yang datang ke TPS untuk mencoblos juga sangat baik, itu karena mereka ingin melihat pemimpin yang terpilih nantinya adalah pemimpin yang amanah dan sesuai harapan masyarakat,” tutupnya. (RIW/RDM/APR)

Dukung Kelancaran Pemilu 2024, Pusat Krisis Kemenkes Regional Kalsel Periksa Kesehatan KPPS

Banjarmasin – Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/menkes/133/2024 tentang Dukungan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan pada Pemilihan Umum 2024, maka Pusat Krisis Kementrian Kesehatan Regional Kalimantan Selatan, menerjunkan tim untuk meninjau sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekaligus memeriksa kesehatan Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan (KPPS), pada hari pemungutan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2).

Ditemui Abdi Persada FM, saat berada di kantor KPU Provinsi Kalsel pada Rabu (14/2), Koordinator Pusat Krisis Kemenkes Regional Kalsel, Sri Wahyuni menjelaskan, peninjauan dan pemeriksaan kesehatan di TPS itu atas imbauan Kepala Pusat Krisis Kemenkes RI, Dr Sumarjaya.

“Beliau mengimbau seluruh regional untuk mempersiapkan personel dalam menghadapi bencana alam, non alam atau konflik sosial serta kegawatdaruratan yang berpotensi terjadi, termasuk di regional Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Tim Pusat Krisis Kemenkes Regional Kalsel

Tercatat ada 9 personel Pusat Krisis Kemenkes Regional Kalsel, yang melakukan peninjauan dan memeriksa kesehatan para petugas KPPS. Tim ini mendatangi sejumlah TPS di kabupaten Banjar dan kota Banjarbaru.

“Tim mendatangi TPS di wilayah Antasan Senor dan Murung Mesjid Martapura di kabupaten Banjar, kemudian wilayah Cempaka dan Mentaos kota Banjarbaru,” tambahnya.

Kegiatan yang dilakukan,
adalah pemeriksaan tekanan darah dan pembagian vitamin pada petugas KPPS. Dimana tercatat ada 15 petugas KPPS yang memeriksakan kesehatannya.

“Rata-rata mereka mengalami kelelahan, dan diberikan vitamin oleh petugas kami,” tutup Sri. (RIW/RDM/APR)

MUI dan Forkopimda Kalsel, Suarakan Pemilu Damai dan Anti Politik Uang

Banjarmasin – Sehari jelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar jumpa pers Taujihat terkait pemilu 2024 di kantornya kawasan komplek mesjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pada Selasa (13/2) siang. Turut hadir unsur Forkopimda Provinsi Kalsel, diantaranya Gubernur Kalsel, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, Kapolda Kalsel dan Kajati Kalsel. Tidak ketinggalan, Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Kalsel, serta Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel.

Setidaknya ada 8 poin penting yang disampaikan MUI Kalsel, terkait penyelenggaraan Pemilu 2024. Dua diantaranya adalah terjadi money politics atau politik uang dan golput.

“Besok datanglah ke TPS. Berikanlah suara dan pilihlah sesuai hati nurani. Jangan golput,” tegas Ketua MUI Provinsi Kalsel, Husin Nafarin kepada wartawan usai jump pers.

Selain itu, Husin Nafarin juga menegaskan, bahwa Islam mengharamkan tindakan politik uang atau money politics.

“Yang memberi dan yang menerima uang sama – sama haram. Ini sudah masuk kategori siap,” ucapnya lagi.

Maklumat dari MUI Provinsi Kalsel ini, mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur Forkopimda Provinsi. Termasuk Gubernur Kalimantan Selatan,. Sahbirin Noor.

“Pemilu ini hanyalah jalan bukanlah tujuan. Oleh karena itu, jangan sampai terpecah belah hanya karena beda pendapat dan pilihan. Tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Itulah bukti Kalsel Babussalam,” ujar Paman Birin dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Pesan yang sama juga disampaikan Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Winarto. Bahwa kondisi keamanan yang sudah sangat terjaga, perlu untuk dipertahankan dengan menghindari hoax dan ujaran kebencian. (RIW/RDM/APR)

Gempa Dirasakan Warga SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin

BANJARMASIN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Jingah 5 Banjarmasin merasakan gempa magnitudo 4.8, yang terjadi dibeberapa wilayah di Kalsel, Selasa (13/2).

Salah satunya dirasakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Jingah 5, di Jalan Sungai Andai, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Gempa yang terjadi pada jam 09.22 WITA tersebut, membuat para pengajar sempat berlarian keluar ruang dewan guru.

Guru Olahraga setempat Panji Rifki Maulana mengatakan, pihaknya sempat merasakan getaran yang membuat lemari hingga kursi bergoyang.

Guru Olahraga SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin Panji Rifki Maulana

“Ketika hendak istirahat di ruang kantor, kami diberi tahu salah satu guru kenapa bergoyang, ketika melihat lemari dan kursi bergoyang maka kami lari keluar,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjutnya, ia membuka whatsapp melihat status guru guru di sekolah lain, merasakan hal yang sama.

“Ketika membuka google ternyata memang telah terjadi gempa di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Akibat gempa tersebut, terdapat retakkan pada dinding di Ruang Dewan Guru di SDN tersebut. Termasuk bagian depan pintu.

“Sebenarnya sudah ada retakan di kantor, namun telah ada gempa tadi malah bertambah, begitu juga dibagian pintu,” ungkapnya.

Menurut Panji, akibat gempa tadi sempat pembelajaran terhenti sebentar. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version