Gempa Dirasakan Warga SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin

BANJARMASIN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Jingah 5 Banjarmasin merasakan gempa magnitudo 4.8, yang terjadi dibeberapa wilayah di Kalsel, Selasa (13/2).

Salah satunya dirasakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Jingah 5, di Jalan Sungai Andai, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Gempa yang terjadi pada jam 09.22 WITA tersebut, membuat para pengajar sempat berlarian keluar ruang dewan guru.

Guru Olahraga setempat Panji Rifki Maulana mengatakan, pihaknya sempat merasakan getaran yang membuat lemari hingga kursi bergoyang.

Guru Olahraga SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin Panji Rifki Maulana

“Ketika hendak istirahat di ruang kantor, kami diberi tahu salah satu guru kenapa bergoyang, ketika melihat lemari dan kursi bergoyang maka kami lari keluar,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjutnya, ia membuka whatsapp melihat status guru guru di sekolah lain, merasakan hal yang sama.

“Ketika membuka google ternyata memang telah terjadi gempa di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Akibat gempa tersebut, terdapat retakkan pada dinding di Ruang Dewan Guru di SDN tersebut. Termasuk bagian depan pintu.

“Sebenarnya sudah ada retakan di kantor, namun telah ada gempa tadi malah bertambah, begitu juga dibagian pintu,” ungkapnya.

Menurut Panji, akibat gempa tadi sempat pembelajaran terhenti sebentar. (SRI/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Terima Bantuan Pupuk Bersubsidi Dari Kementerian Pertanian

BANJARMASIN – Pada Tahun 2024 ini Pemerintah Kota Banjarmasin kembali mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin Yuliansyah, kepada sejumlah wartawan, Selasa (6/2).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Banjarmasin Yuliansyah

“Pemko Banjarmasin tahun ini menerima bantuan pupuk bersubsidi sebanyak 65.314 kilogram,” ungkapnya.

Yuliansyah menjelaskan, bantuan pupuk bersubsidi tersebut untuk empat kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin.

Kecamatan Banjarmasin Selatan mendapatkan sebanyak 40.348 kilogram, Kecamatan Banjarmasin Timur sebanyak 18.863 kilogram, Kecamatan Banjarmasin Utara sebanyak 5.578 kilogram, serta Banjarmasin Barat sebanyak 5.25 kilogram.

“Bantuan pupuk bersubsidi ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian. Untuk petani yang telah terdaftar pada sistem Kementerian Pertanian. Sehingga, bukan daerah yang menentukan tetapi langsung dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Sedangkan, pada penyaluran pupuk bersubsidi di Kota Banjarmasin menurutnya diawasi oleh Penyuluh Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin.

“Dengan adanya pengawasan tersebut, maka penyaluran bantuan pupuk bersubsidi dapat berjalan dengan lancar kepada petani penerima bantuan,” jelasnya.

Selain itu, pada saat pengambilan pupuk bersubsidi oleh petani penerima bantuan, disampaikan Yulian harus diketahui oleh para penyuluh pertanian yang bertugas. (SRI/RDM/RH)

Legislatif Minta DLH Banjarmasin Kerahkan Pasukan Turbo Atasi Eceng Gondok

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, mengerahkan pasukan turbo untuk mengatasi eceng gondok di bawah Jembatan di kota ini.

Permintaan itu disampaikan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, kepada sejumlah wartawan, pada Minggu (4/2).

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali

Matnor menjelaskan, guna menangani berbagai macam sampah di sungai diantaranya eceng gondok dan kayu, Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, hendaklah mengerahkan pasukan Turbo untuk lebih memberikan kinerja maksimal lagi di lapangan, agar tidak semakin banyak menumpuk di bawah Jembatan, salah satunya menghubungkan Kelurahan Pasar Lama dan Kelurahan Seberang Masjid Kecamatan Banjarmasin Tengah.

“Eceng gondok dan kayu ini di sangat mengganggu arus transportasi di sungai,” jelasnya

Disampaikan Matnor, saat ini beberapa kuliner wisata, tidak hanya bisa ditempuh melalui jalur darat, juga menggunakan kelotok yaitu sebuah perahu menggunakan mesin. Sehingga, kalau aliran air sungai dipenuhi eceng gondok dan kayu, otomatis akan menghambat warga, yang ingin berwisata sambil menikmati kuliner di sepanjang sungai tersebut.

“Kuliner yang berada di pinggir sungai dan ramai dikunjungi diantaranya kawasan Benua Anyar Kecamatan Banjarmasin Timur,” ungkapnya

Lebih lanjut Matnor menambahkan, wisata susur sungai merupakan salah satu ikon terkenal di Banjarmasin, maka alat transfortasi yaitu kelotok, tidak boleh terganggu akibat enceng gondok dan kayu, supaya tidak mengecewakan para wisatawan.

“Wisata susur sungai yang ramai dikunjungi seperti Kampung Biru, Pasar Terapung Lok Baintan, Pulau Kembang, dan Kampung Hijau,” tutup Matnor. (NHF/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Gelar Penyuluhan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menggelar penyuluhan pencegahan dan deteksi dini kanker serviks, di Poliklinik Kebidanan (Kandungan) RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (5/2).

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan serta Konsultan Onkologi RSUD Ulin Setyo Teguh mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Peringatan Kanker Sedunia Tahun 2024.

Dokter Spesialis Kebidanan (Kandungan) RSUD Ulin Banjarmasin Setyo Teguh

“Oleh karena itu, pada penyuluhan ini mengambil tema, kanker serviks,” ungkapnya.

Karena kanker ini, lanjut Setyo Teguh, banyak diderita oleh wanita yang ada di Tanah Air termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dalam peringatan Hari Kanker Sedunia ini, kami mengajak wanita di Provinsi Kalimantan Selatan untuk dapat menjaga kesehatan reproduksi dan mau memeriksa diri secara sejak dini, untuk pencegahan kanker serviks tersebut,” tuturnya.

Menurutnya kanker serviks di dunia ini berada di peringkat ke tiga. Namun di Indonesia berada diurutan pertama.

“Begitu juga untuk di Provinsi Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarmasin, dimana Rumah Sakit Ulin ini merupakan, rujukan dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur,” ungkapnya lagi.

Menurut Setyo, setiap harinya di dari hampir 80 persen penderita kanker ginekologi ditempat mereka 70 persen merupakan kanker serviks.

“Pada saat pasien kanker serviks datang ketempat mereka, sudah dalam keadaan stadium lanjut. Sehingga kami tidak bisa berbuat apa apa,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, apabila kanker serviks dapat ditemukan lebih awal, maka pengobatan dapat dilakukan, dan bisa sembuh. (SRI/RDM/RH)

Jumlah Pasien DBD di RS Sultan Suriansyah Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) Sakit Sultan Suriansyah mengalami peningkatan.

Diungkapkan Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah Muhammad Syaukani, kepada sejumlah wartawan, Kamis (1/2), saat ini sudah ada 32 kasus yang dirawat dan ditangani, pada periode 1 hingga 31 Januari 2024.

Direktur RS Sultan Suriansyah Muhammad Syaukani

Menurut Syaukani, jumlah pasien yang dirawat tersebut mengalami peningkatan dari Desember 2023 lalu, yang hanya 19 kasus.

“Rata rata kasus DBD ini diderita pada anak anak rentang usia 5 sampai 13 tahun. Sedangkan pada balita hanya sedikit jumlahnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Syaukani juga mengatakan, kesiapan RS Sultan Suriansyah dalam menghadapi jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD dk Kota Banjarmasin.

Terkait adanya salah satu daerah di Kalimantan Selatan yaitu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menetapkan KLB DBD.

“Untuk mengantisipasi terjadi KLB DBD jika terjadi di Kota Banjarmasin, maka Rumah Sakit telah memiliki 3 Dokter Spesialis Anak,” ujarnya.

Serta, lanjut Syaukani, untuk pasien dewasa terdapat 3 Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Begitu juga untuk tenaga perawat.

“Sehingga, secara Sumber Daya Manusia (SDM) RS Sultan Suriansyah sudah mencukupi,” katanya.

Begitu juga, tambah Syaukani, untuk kamar atau ruangan untuk penanganan kasus KLB DBD akan dipersiapkan.

“Kami berharap KLB DBD tidak terjadi di Kota Banjarmasin,” ucap Syaukani. (SRI/RDM/RH)

Legislatif Minta Anggaran Pokir Tidak Dilakukan Refocusing

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta, anggaran Pokok Pikiran dari para Wakil Rakyat, tidak dilakukan Refocusing. Permintaan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi.

Menurut Yamin, pihaknya yakin Pemerintah Kota Banjarmasin, saat ini berkonsentrasi membayar utang proyek-proyek tahun 2023, kepada para kontraktor dan terpaksa melakukan refocusing APBD 2024. Ia berharap tidak merubah anggaran pokok pikiran (porkir) dewan yang telah ditetapkan.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, saat diwancara awak media

“Kami sarankan jangan sampai direfocusing,” ucapnya

Yamin menjelaskan, refocusing memang merupakan solusi untuk mengatasi masalah defisit anggaran. Namun, pokir juga menjadi prioritas, karena merupakan realisasi aspirasi masyarakat dari hasil reses yang dilaksanakan oleh anggota dewan, tersebar lima puluh dua Kelurahan di Kota ini.

“Saat ini masih ada pokok pikiran dewan dari hasil melaksanakan reses, hingga sekarang belum terakomodir,” ungkap Yamin

Yamin menambahkan, langkah Pemerintah Kota Banjarmasin, terpaksa harus mengambil kebijakan refocusing APBD 2024. Dimana, berdampak pada program atau proyek yang tidak prioritas akan ditunda melalui APBD Perubahan 2024 mendatang. Mengingat, DPRD sesuai tupoksinya, memiliki kewajiban melakukan pengawasan kepada eksekutif, dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Realisasi anggaran harus optimal, maka ditentukan skala prioritas,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Di Banjarmasin Kini Ada Layanan Panggilan Darurat 112

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan layanan panggilan darurat (Call Center 112) Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (1/2). Peluncuran dilakukan langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini telah meluncurkan layanan panggilan darurat 112. Satu nomor untuk semua layanan kegawatdaruratan di Kota Banjarmasin,” ungkap Ibnu.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

Terwujudnya layanan kegawatdaruratan tersebut, menurut Ibnu berkat adanya kerjasama semua pihak terkait.

“Layanan ini ada berkat dukungan dari Kementerian Kominfo, kepolisian, serta lainnya,” ucap Ibnu.

Layanan kedaruratan 112 untuk panggilan kebakaran, kecelakaan lalulintas, binatang buas seperti ular, bencana alam seperti banjir, serta lainnya.

Oleh karena itu, Walikota Banjarmasin mengingatkan warganya untuk tidak melakukan panggilan iseng ke layanan panggilan darurat 112.

“Untuk warga Kota Banjarmasin diminta agar tidak melakukan panggilan iseng ke nomor layanan panggilan darurat 112,” ucap Ibnu.

Ibnu menegaskan, apabila pihaknya menemukan adanya panggilan iseng tersebut. Akan mendapatkan saksi. Sehingga, tambah Ibnu, panggilan darurat hanya digunakan untuk keadaan darurat yang dialami oleh masyarakat. (SRI/RDM/RH)

Aset Plaza Smart City Menara Pandang Resmi Diserahkan ke Disbudporapar Banjarmasin

BANJARMASIN – Penyerahan Aset Plaza Smart City Menara Pandang dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) ke Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, telah digelar di Menara Pandang, Rabu (31/1).

Penyerahan aset tersebut, disaksikan Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman.

Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman (Tengah)

“Dengan diserahkannya aset ini, diharapkan dapat digunakan serta dimanfaatkan dengan baik oleh Disbudporapar Kota Banjarmasin,” ungkap Ikhsan.

Pada tahap awal, lanjut Ikhsan, Plaza Smart City Menara Pandang akan digunakan untuk tempat diskusi masyarakat umum, serta lainnya.

“Maka dengan begitu, aset plaza Banjarmasin smart city ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Banjarmasin,” ujar Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin Puryani menjelaskan, pihaknya akan segera memanfaatkan Plaza Smart City di Menara Pandang tersebut.

“Dengan membuka layanan untuk masyarakat. Namun, untuk tahap awal tidak dapat dilakukan setiap hari. Hanya dibuka pada akhir pekan saja,” ungkapnya.

Menurut Puryani, dengan adanya layanan Plaza Smart City Menara Pandang ini, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawa di kawasan tersebut.

Hadir pada penyerahan aset tersebut, Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin Windiasti Kartika, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin Puryani, Kepala UPT Pariwisata Kota Banjarmasin Naziza, serta pejabat dilingkup Disbudporapar Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Kasus Meningkat, Kalsel Pertimbangkan Status KLB DBD

Banjarmasin – Tercatat 1.062 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan, hingga 27 Januari 2024. Dimana 8 diantaranya sudah menyebabkan kematian. Tertinggi di kabupaten Tapin dengan 3 kematian dan di Tanah Laut dengan 2 kasus kematian.

Meski begitu, hingga saat ini, pemerintah provinsi masih belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr. Diauddin, kepada wartawan belum lama tadi di Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel

Ditemui dikantornya, Diauddin mengatakan, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi sebelum suatu kasus penyakit, dinyatakan KLB. Diantaranya adalah, peningkatan kasus di atas 50 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Saat ini kabupaten kota masih menghitung peningkatan kasus didaerahnya masing-masing, dan baru kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sudah menetapkan status KLB,” ujar Diauddin.

Meski belum berstatus KLB, namun dokter anak ini tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peningkatan penyakit ini. Apalagi kondisi saat ini, hujan diselingi cuaca panas, memungkinkan munculnya genangan air.

“Aksi bersih – bersih harus digalakkan, terutama untuk memastikan tidak ada tempat potensial bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak,” tegasnya.

Data kasus DBD di Kalsel hingga 27 Januari 2024

Bahkan menurut Diauddin, setiap anggota keluarga harus menjadi juru pemantau jentik (Jumantik), untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak disekitar areal tempat tinggal. Minimal satu rumah terdapat satu Jumantik.

“Jumantik lebih efektif mencegah peningkatan kasus DBD. Sementara fogging atau pengasapan yang sering diminta warga, hanya mampu membunuh nyamuk dewasa,” tutup Diauddin.

Data Dinas Kesehatan Provinsi menyebutkan, kasus DBD tertinggi pada Januari 2024 ini, terjadi di kabupaten Banjar dengan 222 kasus. Disusul Hulu Sungai Tengah 155 kasus, Tapin 148 kasus dan Hulu Sungai Selatan dengan 147 kasus, serta kota Banjarbaru dengan 106 kasus. Sementara kabupaten kota lainnya, mencatatkan kasus di bawah angka 100. (RIW/RDM/APR)

Warga Banjarmasin Minta Pasar Murah Lebih Sering Digelar

Banjarmasin – Warga kota Banjarmasin meminta agar operasi pasar atau pasar murah lebih sering digelar untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Lutfi Saifuddin, permintaan warga tersebut disampaikan ketika dirinya melaksanakan reses di jalan Simpang Jagung Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Banyak sekali masukan yang saya terima, tidak jauh dari kebutuhan hidup dan ini terkait mahalnya bahan-bahan pokok sehingga warga mengharapkan lebih seringnya kita melaksanakan operasi pasar atau pasar murah di lingkungan sekitar, bukan hanya sesekali tapi rutin dilakukan,” jelasnya, Senin (29/1).

Selain itu, lanjut Lutfi, warga juga mengeluhkan susahnya mencari lahan untuk pemakaman (Alkah) yang memerlukan biaya cukup tinggi, bahkan ada yang mencapai harga jutaan untuk satu lubang. Oleh karena itu, ia berharap agar keluhan warga ini bisa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Sekarang ada yang harganya minimal Rp3 juta untuk satu lubang. Nah ini dirasakan sangat berat bagi masyarakat. Sehingga mungkin disini perlu kehadiran pemerintah untuk mengatasi keluhan masyarakat. Apalagi masalah yang terkait pemakaman ini adalah fardhu kifayah. Jadi, intinya tugas pemerintah ini sangat kita diperlukan, ” tambahnya. (NRH/RDM/APR)

Exit mobile version