DPRD Banjarmasin : Perda Revisi Penanggulangan Kebakaran Dimasukkan Nomenklatur Baru

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin menggelar rapat dengar pendapat, bertempat di ruang Rapat Paripurna, pasca insiden tabrakan mobil Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), saat menuju lokasi kebakaran belum lama tadi.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali, Rabu (19/1) menjelaskan, dari hasil rapat dengar pendapat ini, sangat tepat karena panitia khusus masih melakukan pembahasan revisi Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran, dengan demikian ada beberapa nomenklatur baru yang nanti sebaiknya dimasukkan dalam Perda.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, saat memberikan komentarnya pada awak media

“Kita sarankan pembagian zonasi yang diatur oleh batas sungai, armada BPK wajib KIR, dan memaksimalkan fungsi Damkar Banjarmasin sebagai koordinator lapangan ketika terjadi musibah kebakaran,” pintanya

Matnor mengatakan, dalam pembahasan revisi Perda tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran, tentunya banyak pihak yang dilibatkan seperti Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, Satpol PP, Dinas Damkar, Ormas Barisan Pemadam Kebakaran, serta Dinas Perhubungan.

“Revisi Perda ini mengatur BPK saat terjadi musibah kebakaran, agar layak bertugas dilapangan,” jelasnya

Menanggapi hal itu, Kasatlantas Polresta Banjarmasin, Kompol Gustaf Adolft Mamuaya, meminta kedepannya semua pengguna jalan termasuk Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang sedang bertugas, tetap mematuhi aturan, sesuai Undang-Undang yang berlaku. Dengan cara semua pengguna jalan memperhatikan batas kecepatan, agar tidak terjadi kecelakaan berlalu lintas.

Kasatlantas Polresta Banjarmasin, Komisaris Polisi Gustaf Adolft Mamuaya

“Kita minta pengemudi armada BPK, wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dan mengimbau warga memberi jalan, ketika BPK melintas menuju lokasi kebakaran,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

RDP Rencana Revitalisasi Pasar Batuah, Belum Ada Titik Temu

BANJARMASIN – Kalangan legislatif menggelar rapat dengar pendapat (RDP), bertempat di ruang mini DPRD Kota Banjarmasin, terkait rencana revitalisasi Pasar Batuah ditahun 2022 ini.

Salah satu perwakilan Aliansi Kerukunan Warga Batuah Syahriannor, kepada wartawan pada Rabu (19/01) mengatakan, rencana Pemerintah Kota dalam melakukan revitalisasi Pasar Batuah, dinilai tidak berpihak kepada warga, yaitu ada sekitar 700 jiwa, yang berjualan hanya 20 persen, sisanya 80 persen hunian warga. Biasanya digelar pembebasan lahan yang berdiri ratusan rumah warga.

Perwakilan Aliansi Kerukunan Warga Batuah, Syahriannor

“Kami resah, kalau Pasar itu direvitalisasi, otomatis akan direlokasi, sedangkan tidak mendapat ganti rugi, kemana lagi warga bermukim,” ucapnya

Disampaikan Syahriannor, selama ini warga menempati lahan Pasar Batuah dengan cara membeli tanah, harganya sekitar Rp 400 ribu dengan tuan tanah, dan sudah menempati puluhan tahun.

“Kita warga RT 11 dan 12 menolak keras Pasar Batuah direvitalisasi,” katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan, revitalisasi Pasar Batuah perlu dilakukan sebagai salah satu program Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Perdagangan untuk menata menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Dana pembangunan bersumber dari APBN sebesar Rp 3miliar lebih dan APBD Banjarmasin Rp 1 miliar lebih.

Kepala Disperindag Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar

“Pasar Batuah menjadi salah satu contoh Pasar di Banjarmasin, yang bersih dan sehat, dengan lahan seluas 7.320 meter persegi,” jelasnya

Lebih lanjut Tezar (sapaan akrabnya) menambahkan, untuk tuntutan ganti rugi yang diminta warga, sesuai aturan tidak bisa diberikan, karena rumah warga yang berdiri itu diatas lahan milik Pemerintah kota Banjarmasin.

“Hasil RDP ini akan dikoordinasikan kembali,” tutupnya

Untuk diketahui, pasar Batuah ini berdiri cukup lama, sehingga bangunannya terlihat sangat tua, berlokasi di kawasan Veteran Kelurahan Kuripan Kecamatan Banjarmasin Timur. (NHF/RDM/RH)

Susun RKPD, Pemko Banjarmasin Akan Sinkronkan Arah Pembangunan Dengan Pemprov dan Nasional

BANJARMASIN – Dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Tahun 2023, Pemerintah Kota Banjarmasin diminta untuk mensinkronkan arah pembangunan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Nasional.

Hal ini terungkap, pada saat Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Orientasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Rabu (19/1), yang dibuka langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Pada RKPD ini tetap arah pembangunan di Kota Banjarmasin mengemban pembangunan yang menjadi prioritas, seperti, penanganan dan pemulihan pandemi COVID-19, pembangunan pemulihan ekonomi, serta lainnya,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan.

Sedangkan, lanjutnya, untuk pembangunan di tahun kedua kepemimpinannya di Kota Banjarmasin, tetap pada peningkatan pertumbuhan UMKM yang saat ini memasuki masa digitalisasi, pembenahan sungai sungai di Kota Banjarmasin, serta lainnya.

“Semua program pembangunan yang menjadi visi dan misi mereka, diharapkan terlaksana semuanya di tahun 2023 tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Bappeda Litbangda Kota Banjarmasin Rian Utama mengatakan, pada Orientasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 di Kota Banjarmasin, saat ini mendatangkan dua narasumber dari Kementrian Dalam Negeri serta Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Bappeda Litbangda Kota Banjarmasin Rian Utama

“Berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, agar pada Penyusunan RKPD Tahun 2023 di Kota Banjarmasin tetap berdasarkan arah dari Pembangunan Nasional serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Rian mengungkapkan, berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat, untuk pembangunan tersebut tetap berorientasi pada penanganan varian baru dari COVID-19, penanganan alur distributor pangan, pertumbuhan ekonomi, serta penanganan pengangguran, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Omicron Dipastikan Belum Masuk Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengklaim, hingga saat ini varian Omicron belum masuk ke kota berjuluk Seribu Sungai ini.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menerima laporan dari Kepala Dinas Kesehatan setempat, untuk varian Omicron belum ditemukan di Banjarmasin.

“Kami menerima laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, bahwa sampai saat ini Omicron belum ditemukan,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan, di Balaikota Banjarmasin, Senin (17/1).

Maka dengan begitu, lanjut Ibnu, pihaknya dapat menegaskan belum ada Omicron di kota ini.

Menurut Ibnu, meski angka kasus nasional untuk varian Omicron memang ada lonjakan. Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kasus Omicron bisa dicegah di Banjarmasin.

“Kami berharap Omicron tidak ditemukan di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Meski begitu, tambah Ibnu, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan antisipasi, untuk penanganan kasus Omicron dengan merekrut tenaga kesehatan (Nakes).

“Untuk mengantisipasi masuknya Omicron di Kota Banjarmasin, maka Pemko Banjarmasin merekrut tenaga kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin,” kata Ibnu.

Ditambahkan Ibnu, tenaga kesehatan tersebut nantinya, untuk ditempatkan di RSUD Sultan Suriansyah.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin mempersiapkan segala sesuatunya, untuk menghadapi Omicron.

“Kami berharap Omicron tidak seperti Delta, varian baru tersebut lebih mudah ditangani,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Angka Capaian Vaksinasi Lansia di Banjarmasin Capai 47 Persen

BANJARMASIN – Kenaikan angka capaian vaksinasi lansia di Banjarmasin mengalami kenaikan, sebesar 47 persen sampai Jumat 14 Januari 2022.

Walikota Banjarmasin saat meninjau pelaksanaan lansia di Kelurahan Telawang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, setelah Pemerintah Kota Banjarmasin mengadakan vaksinasi lansia di Kota Banjarmasin, yang dimulai pada 10 sampai 14 Januari 2022, berdampak pada kenaikan angka capaian vaksinasi lansia di Kota ini.

“Kenaikan capaian angka vaksinasi lansia tersebut, sebesar 47 persen,” ungkap Machli, kepada sejumlah wartawan, Jumat (14/1).

Menurut Machli, sebelumnya untuk angka capaian vaksinasi sebesar 44 persen.

“Setelah Pemko Banjarmasin menggelar vaksinasi lansia, terjadi kenaikan sebesar 0,8 sampai 1 persen setiap harinya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan bantuan berupa paket sembako agar lansia mau bervaksin,” tutur Machli.

Sementara itu, untuk angka capaian vaksinasi COVID-19, untuk keseluruhan di Banjarmasin sudah mencari 80 persen.

Seperti yang disampaikan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengenai, capaian angka vaksinasi COVID-19 di Kota Banjarmasin saat ini sudah diatas 70 persen atau sudah berada di angka 80 persen.

“Tentunya, hal tersebut sudah cukup untuk membentuk kekebalan kelompok di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Meski, lanjutnya, sudah berada di angka capaian 80 persen, namun Pemerintah Kota Banjarmasin tetap gencar dalam melaksanakan suntik vaksinasi, untuk masyarakat.

“Masyarakat di Kota Banjarmasin tetap diminta untuk bervaksin,” ujar Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Disdik dan Disdag Banjarmasin Dukung Pelaksanaan Vaksinasi Lansia

BANJARMASIN – Dalam rangka mendukung percepatan capaian vaksinasi lansia di Kota Banjarmasin, maka Dinas Pendidikan serta Perdagangan Kota Banjarmasin memberi dukungan untuk pelaksanaan vaksinasi lansia tersebut.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi mengatakan, setelah mendapatkan surat edaran dari Walikota, untuk SKPD membawa lansia untuk di vaksin. Maka Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin saat ini membawa puluhan lansia untuk disuntik vaksin di Balaikota Banjarmasin.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi

“Setelah mendapatkan surat edaran dari Walikota Banjarmasin maka kami pun turut memberikan dukungan,” ucap Nuryadi, kepada sejumlah wartawan, di Balai Kota Banjarmasin, Rabu (12/1).

Menurut Nuryadi, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin saat ini juga terus melakukan penyisiran ke sekolah sekolah, untuk para siswa yang memiliki kakek dan nenek untuk diajak bervaksin.

“Untuk di sekolah-sekolah tersebut, telah disampaikan kepada Kepala Sekolah, agar dapat menyampaikan kepada siswa siswi mereka,” ujarnya.

Maka, lanjut Nuryadi, dengan begitu diharapkan, capaian angka vaksinasi untuk lansia di Kota Banjarmasin akan mengalami kenaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin Ichroom Mutezar mengatakan, Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin mewajibkan ASN dan Tenaga Kontrak mereka untuk membawa lansia mereka bervaksin.

“Untuk ASN dan Tenaga Kontrak yang ada dilingkup Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin agar mengajak dan membawa lansia kenalan mereka, untuk bervaksin di Balaikota Banjarmasin,” ucapnya.

Menurut Tezar, sejak tanggal 11 – 12 Januari 2022 ini pihaknya telah membawa lansia sebanyak 18 orang, untuk divaksin.

“Kami juga meminta Kabid Pasar untuk mengajak tenaga kontrak mereka yang berusia 60 tahun keatas, untuk di vaksin,” ujar Tezar. (SRI/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Berikan Paket Sembako Untuk Vaksinasi Lansia

BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan angka capaian vaksinasi COVID-19 untuk lansia di Kota Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan paket sembako.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, digelarnya vaksinasi untuk lansia ini dalam rangka meningkatkan angka capaian vaksinasi lansia di Kota Banjarmasin, yang saat ini masih berada dibawah 60 persen.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Saat ini angka vaksinasi lansia di Kota Banjarmasin berada dikisaran 45 persen. Sehingga, Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan untuk capaian angka vaksinasi mendatang, berada diatas 60 persen,” ungkap Ibnu, di Balaikota Banjarmasin, Selasa (11/1).

Untuk meningkatkan minat lansia agar mau bervaksin tersebut, maka Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan bantuan paket sembako.

Dengan adanya bantuan paket sembako tersebut diharapkan mampu menarik minat Lansia untuk bervaksin.

“Bantuan paket sembako tersebut disediakan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin melalui bantuan CSR,” ucapnya.

Seperti diketahui, untuk pelaksanaan vaksinasi lansia di lobby Balaikota Banjarmasin dilaksanakan mulai 10 – 14 Januari 2022 mendatang. (SRI/RDM/RH)

Capaian Angka Vaksinasi Lansia di Banjarmasin Rendah

BANJARMASIN – Untuk angka capaian vaksinasi COVID-19 untuk lansia di Kota Banjarmasin sampai saat, ternyata masih rendah.

“Untuk capaian angka vaksinasi untuk lansia di Kota Banjarmasin masih rendah, mengingat untuk target vaksinasi lansia untuk Kota Banjarmasin lebih tinggi, di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, kepada sejumlah wartawan, Kamis (6/1).

Kadinkes Kota Banjarmasin Machli Riyadi

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini melakukan percepatan capaian vaksinasi untuk di lansia di Kota Banjarmasin ini.

“Pemko Banjarmasin bersama pihak pihak terkait lainnya telah melaksanakan rapat untuk percepatan capaian vaksinasi untuk lansia tersebut,” ucapnya.

Menurut Machli, untuk capaian angka vaksinasi lansia di Kota Banjarmasin saat ini masih berada dikisaran dibawah 60 persen.

Untuk meningkatkan minat lansia untuk bervaksin, maka Pemerintah Kota Banjarmasin akan membagikan paket sembako.

“Berdasarkan hasil rapat percepatan vaksinasi untuk lansia di Kota Banjarmasin. Maka, Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil strategi untuk menarik minat lansia, agar mau bervaksin COVID-19. Dengan memberikan paket sembako untuk para lansia tersebut,” ungkap machli.

Sedangkan, lanjutnya, paket sembako untuk vaksinasi lansia tersebut, akan disediakan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

“Penyediaan paket sembako nanti disediakan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin,” ucap Machli. (SRI/RDM/RH)

2022, Kecamatan Banjarmasin Tengah Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

BANJARMASIN – Memasuki 2022 ini, Kecamatan Banjarmasin Tengah yang berlokasi di kawasan Pulau Laut, akan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik terbaik

Kepada Abdi Persada FM, Camat Banjarmasin Tengah Diyannor, Kamis (6/1) mengatakan, pihaknya mengedepankan pelayanan prima tepat dan cepat kepada seluruh lapisan masyarakat. Selain tetap rutin mengedukasi warga, agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Prinsip pelayanan yang diterapkan, kalau bisa cepat, jangan diperlambat, kalau bisa mudah, tidak harus dipersulit, dan kalau bisa hari ini, maka jangan ditunda,” ucapnya

Disampaikan Diyannor, jalinan koordinasi dan komunikasi terus disinergikan, bersama para Lurah sebagai ujung tombak, babinsa, bhabinkamtibmas serta Ketua RT, agar selalu tercipta keamanan dan ketertiban,
untuk mewujudkan progress di tahun 2022 lebih baik dan maju terdepan.

“Peran semua pihak sangat membantu, karena mereka ini bersentuhan langsung dengan warga dilapangan,” katanya

Lebih lanjut Diyannor menambahkan, selain pelayanan publik, pihaknya mendukung pengembangan destinasi wisata yang ada di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Saat ini sudah ada tujuh spot andalan wisata yang dimiliki, diantaranya taman siring dan menara pandang di jalan Piere Tandean, Kampung Biru di jalan tepatnya di kelurahan Kampung melayu.

“Kita apresiasi berbagai macam kuliner di jalan Hasanuddin HM, dikenal sebagai kota lama, beberapa cafe berdiri, dan langkah kelompok sadar wisata (pokdarwis) di jalan Antasan Kecil Barat, yang akan dibuka secara resmi, pada Jumat (7/1) menyediakan menu masakan khas arab. Setelah sempat ditutup awal pandemi COVID-19,” tutup Diyannor. (NHF/RDM/RH)

Petugas Medis Puskesmas Terminal Kilometer 6 Kota Banjarmasin Gagalkan Joki Vaksin

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengakui bahwa di Kota Banjarmasin terdapat perjokian vaksin disalah satu puskesmas yang ada di Kota ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin telah mendapatkan laporan adanya aksi joki vaksin di Puskesmas Terminal Kilometer 6, beruntungnya joki tersebut berhasil digagalkan oleh petugas medis setempat.

“Petugas medis merasa curiga mengingat oknum tersebut, memaksa minta di vaksin. Setelah dilakukan pemeriksaan seperti diminta melepas masker dan mencocokkan foto di KTP berbeda. Maka, oknum tersebut langsung meninggalkan puskesmas setempat,” ungkap Machli, kepada sejumlah wartawan, Kamis (6/1).

Untungnya, lanjut Machli, aksi joki vaksin tersebut tidak sempat terjadi. Dan, belum diberikan suntik vaksinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menghimbau seluruh tempat pelaksanaan vaksinasi, untuk lebih teliti dalam pemeriksaan penerimaan vaksin.

“Saat ini kami terus memberikan himbauan kepada seluruh tempat pelaksanaan vaksinasi seperti puskesmas. Agar petugas dapat lebih teliti lagi pada saat melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Menurut Machli, yang terpenting untuk melakukan pemeriksaan pencocokan wajah calon penerima vaksin dengan foto KTP yang dibawa.

“Kepada seluruh warga Kota Banjarmasin, untuk tidak menggunakan jasa Joki mengingat hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan baik untuk joki sendiri atau warga yang tidak bervaksin COVID-19,” ujar Machli. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version