Antisipasi Banjir, DPRD Banjarmasin Gelar RDP

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin, menggelar rapat dengar pendapat (RDP) mengantisipasi banjir sejak dini.

Suasana rapat dengar pendapat, di ruang Komisi IV DPRD Banjarmasin

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Noor Latifah, kepada wartawan pada Kamis petang (18/11), rapat dengar pendapat ini sangat penting untuk mengetahui kesiapan dua dinas, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kota Banjarmasin, dalam rangka meantisipasi bencana banjir dari sekarang, karena berkaca pada pertengahan Januari 2021 lalu, dinilai kurang maksimal.

“Kami gelar RDP ingin mengetahui, cara penanganan, pencegahan dan kesiapan dana,” ucapnya.

Noor Latifah menyampaikan, saat ini intensitas hujan di kota seribu sungai mulai semakin tinggi, belum lagi terjadi air sungai pasang, dengan demikian harus disiapkan secara matang oleh pemerintah kota, seperti sarana dan prasana mengangkut korban banjir, serta nanti didirikannya posko berupa dapur umum di lima Kecamatan.

“Dari penjelasan BPBD dan Dinsos Kota Banjarmasin, sudah siap siaga bencana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarmasin Fahruraji menyampaikan, memang saat ini sudah dinaikkan statusnya menjadi siaga darurat bencana banjir. Hal itu berdasarkan hasil rapat dengan Walikota melalui laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca hujan ekstrim sejak bulan Desember dan Januari, meski kondisi masih normal, namun kesiap siagaan harus ditingkatkan.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Fahruraji

“Kita minta warga terus waspada, apalagi wilayah provinsi tetangga sudah ada yang banjir,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Warga Kuin Kacil Divaksin COVID-19

BANJARMASIN – Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan merata hingga ke daerah pinggiran, maka Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menggelar Vaksinasi Banua, untuk warga Kuin Kacil. Vaksinasi tersebut dilaksanakan, Kamis (18/11).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dilaksanakan vaksin didaerah pinggiran Kota Banjarmasin ini, dalam rangka memberikan layanan kesehatan yang merata untuk warga pinggiran tersebut.

“Pada kegiatan vaksinasi ini bekerjasama dengan REI dan Kadin,” ucapnya.

Menurut Machli, pihaknya berterimakasih dengan para pengusaha tersebut, yang telah membantu pemerintah untuk memberikan layanan vaksinasi bagi warga Kota Banjarmasin, khusus didaerah pinggiran kota ini.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan vaksin ini untuk meningkatkan angka capaian vaksinasi di Kota Banjarmasin.

“Kami menargetkan hingga akhir tahun ini capaian angka vaksinasi COVID-19 mencapai angkat 80 persen,” ujarnya.

Machli mengatakan, untuk target vaksinasi dikawasan Kuin Kacil ini sebanyak 200 orang. Mengingat, warga yang tinggal dikawasan pinggiran Kota Banjarmasin tersebut, tidak terlalu banyak.

“Karena penduduk di Kuin Kacil sedikit, maka kami menargetkan sebanyak 200 orang,” ucap Machli.

Sementara itu, salah satu warga Kuin Kacil Ahmad Riyadi mengatakan, ia bersyukur vaksinasi COVID-19 ini dilaksanakan di tempat mereka.

“Kami mau bervaksin karena saat ini untuk kemana mana diperlukan kartu vaksin,” ucap Ahmad Riyadi. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Gelar Uji Publik 5 Raperda

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, menggelar uji publik lima raperda, untuk Prolegda tahun 2022.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banjarmasin, Arufah Arif, kepada wartawan pada Kamis (18/11) menyampaikan, ada sebanyak lima rancangan peraturan daerah (Raperda) yang dilakukan uji publik, untuk dimasukkan pada Program Legislasi (Prolegda) tahun 2022 mendatang. Kelima raperda itu tentang pengembangan budaya literasi, pengembangan ekonomi kreatif, fasilitasi penyelenggaraan pesantren, pemberdayaan perlindungan lanjut usia, dan penanggulangan wabah penyakit menular.

Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin, Arufah Arif, saat memberikan komentar pada awak media

“Lima raperda ini merupakan inisiatif DPRD Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Arufah menjelaskan, lima raperda ini sangat tepat diusulkan, menyesuaikan kondisi terkini di Banjarmasin, yakni dapat dibahas tahun depan. Namun syaratnya harus diuji publik, untuk melihat respon seluruh lapisan masyarakat, dan menerima pendapat dari berbagai kalangan, dengan harapan setelah dibahas menjadi peraturan daerah, maka harus ditaati semua.

“Hasil uji publik kami menerima banyak saran, kritik dan masukan, untuk nanti dilanjutkan dalam pembahasan payung hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubbag Produk Hukum Kabupaten dan Kota Wilayah II Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel Andik Mawardi, yang menjadi salah satu narasumber pada uji publik lima raperda menyampaikan, pihaknya sangatlah mengapresiasi inisiatif ini, karena bukan hanya menyangkut kepentingan umum, juga dapat memberi rasa aman dan nyaman, bagi warga di kota seribu sungai.

Kasubbag Produk Hukum Kabupaten dan Kota Wilayah II Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel, Andik Mawardi

“Kita banyak memberi masukan dan saran, dan Pemprov siap membantu untuk kelancarannya,” tutup Andik.

Untuk diketahui, lima raperda yang diuji publik, mengundang Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin, Akademisi, dan puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), bertempat di ruang rapat paripurna. (NHF/RDM/RH)

Kini, Tagihan Pajak Parkir di Kota Banjarmasin Dipungut Oleh Bakeuda

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin menggelar sosialisasi pajak parkir dan pajak reklame tahun 2021.

Sosialisasi yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (18/11) ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Arifin mengatakan, digelarnya sosialisasi ini bertujuan untuk memberi tahukan kepada wajib pajak, adanya perubahan atau perpindahan pengelolaan pajak parkir di Kota Banjarmasin.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor saat menyampaikan sambutan

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Bakeuda Kota Banjarmasin, yang telah melaksanakan sosialisasi pajak parkir ini,” ucapnya.

Menurut Arifin, jika sebelumnya pajak parkir dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin kini berpindah ke Bakeuda Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan undang-undang maka saat ini pajak parkir dipungut oleh Bakeuda, sedangkan retribusi parkir tetap dipungut Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Arifin berharap, dengan adanya perpindahan pengelolaan pajak tersebut, nantinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan beralih ke Bakeuda maka pendapatan asli daerah dari pajak parkir, akan mengalami peningkatan,” katanya.

Namun, lanjut Arifin, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta untuk layanan parkir, untuk konsumen hendaknya dapat diperbaiki.

“Jangan sampai ada kendaraan yang hilang, sehingga konsumen merasa nyaman ketika menggunakan fasilitas parkir tersebut,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Terus Gencarkan Serbuan Vaksinasi Maritim

BANJARMASIN – TNI AL dan Lanal Banjarmasin kembali menggelar serbuan vaksinasi maritim di Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin pada Rabu (17/11). Vaksinasi ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam rangka mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 secara totalitas di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam serbuan vaksinasi kali ini, TNI AL – Lanal Banjarmasin menurunkan sebanyak 13 Tenaga Kesehatan (Nakes) Tim Vaksinator yang diharapkan mampu melayani para masyarakat yang ingin bervaksin.

Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko M.Tr. Hanla melalui ketua penyelenggara Mayor Laut (K/W) dr Meutia Indrasakti menyampaikan, Lanal Banjarmasin kembali menggelar vaksinasi maritim, mengingat antusiasme warga untuk mendapatkan Vaksin belum surut, sehingga Lanal Banjarmasin akan terus menggalakkan pemerataan Vaksinasi massal dilapisan masyarakat, khususnya bagi warga pesisir, guna meningkatkan imhm tubuh agar terhindar dari serangan Wabah COVID-19 dan meminimalisir bertambahnya angka penderita COVID-19.

“Kepada warga yang belum terjamah, jangan merasa kwatir ataupun ragu untuk bervaksin demi menjaga kesehatan, supaya musim pandemi ini segera berlalu dan berakhir dengan tuntas, menuju tatanan kehidupan yang baru dan normal,” ucap dr Meutia

Untuk diketahui, vaksinasi maritim yang ke 59 kali ini  menggunakan Vaksin berjenis Sinovac, dengan data sebanyak 89 orang peserta yang berdomisili di Kec Banjarmasin Selatan dan Kec Banjarmasin Barat telah mendaftar untuk ikut bervaksin. Dari 59 kali vaksinasi maritim diadakan, Lanal Banjarmasin telah berhasil memvaksin sebanyak 18.574 warga. (TNI.AL-MRF/RDM/RH)

TP PKK Kota Banjarmasin Peringati HKG PKK ke 49

BANJARMASIN – Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin menggelar Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 49 Tahun 2021 di Lobby Balaikota Banjarmasin, Rabu (17/11).

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasilah mengatakan, pihaknya bersyukur bisa melaksanakan peringatan HKG di Kota Banjarmasin. Dalam memperingati kegiatan ini, menurutnya, dilaksanakan kegiatan vaksinasi untuk ibu hamil serta lansia di Panggung Siring Balaikota Banjarmasin.

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasila

“Pada peringatan HKG tahun ini diisi dengan kegiatan vaksinasi ibu hamil dan lansia, juga memberikan bantuan kepada ibu hamil dan lansia yang tidak mampu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Fathul Jannah Muhidin mengatakan, jika pihaknya bersyukur dapat menghadiri pelaksanaan Peringatan Hari Persatuan Gerak (HKG) PKK ke 49 di Kota Banjarmasin.

Menurut Fathul Jannah, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan berharap, TP PKK Kota Banjarmasin dapat terus bersinergi dengan pihaknya di Provinsi.

“TP PKK Kota Banjarmasin dapat terus menjalankan program program PKK dengan sukses,” ucapnya.

Sedangkan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengucapkan, selamat memperingati HKG untuk TP PKK.

“Kami mengharapkan TP PKK dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, karena TP PKK Kota Banjarmasin ini merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Banjarmasin,” harapnya.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Plh Sekda Kota Banjarmasin Sugito Said, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Mukhyar, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

DPPPA Banjarmasin Masih Koordinasikan Soal Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, masih melakukan koordinasi dalam menangani anak yatim piatu, diakibatkan pandemi COVID-19.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Iwan Fitriadi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/11), pihaknya masih menjalin koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam hal pendataan.
Data sementara yang terhimpun di 52 Kelurahan ada sebanyak 129 anak, yang mengalami yatim piatu, akibat pandemi COVID-19, sejak tahun 2020 lalu.

“Dari 5 Kecamatan, paling banyak terdapat di Kecamatan Banjarmasin Utara,” katanya.

Iwan menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengalami kendala, dari 129 anak yatim piatu, hanya sebagian memiliki nomor induk keluarga, padahal dalam syarat pemberian bantuan, wajib memiliki NIK, sehingga ini akan terus diupayakan, dalam pendataan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banjarmasin, agar nanti tidak mengalami persoalan dikemudian hari, ketika disalurkan bantuan.

“Bentuk bantuan bukan dalam uang, namun berupa makanan bergizi, dan keperluan alat tulis sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut Iwan menyampaikan, dari 129 anak yatim piatu, rata rata lebih banyak berusia antara 4 – 9 tahun, dan yang paling sedikit berkisar berumur 15 – 16 tahun. Terkait yang merawat anak yatim piatu, kebanyakannya nenek dan saudara dari salah satu orangtua mereka, sedangkan bagi anak yatim ataupun piatu, masih tetap dirawat baik ayah maupun ibu kandungnya masing-masing.

“Kita apresiasi dengan warga di kota ini, kebanyakan anak yatim piatu dari warga tidak mampu. Namun salah satu baik dari orangtua, atau nenek, tetap peduli sepenuh hati untuk merawat, karena perkembangan anak sangat penting, dengan orang terdekat, untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” tutup Iwan. (NHF/RDM/RH)

Tingginya Harga Minyak Goreng, Disperindag Banjarmasin Langsung Koordinasi dengan Bulog

BANJARMASIN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, menjalin koordinasi dengan Bulog, terkait tingginya harga minyak goreng di pasaran.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Senin (15/11), saat ini memang terjadi kenaikan harga minyak goreng secara signifikan, disebabkan naiknya harga bahan baku minyak mentah sawit atau CPO di pasar internasional.

“Kenaikan CPO ini mempengaruhi harga minyak goreng dalam negeri,” ucapnya

Ichrom menjelaskan, di pasaran harga minyak goreng bervariasi sesuai jenis dan merk, yaitu sebelumnya minyak goreng curah seharga Rp14.500per liter kini menjadi Rp17.000 perliter, begitupun dengam minyak goreng kemasan dulunya Rp15.000 perliter, kini dikisaran Rp18.000 – Rp19.000 perliter.

“Kami biasanya melakukan pemantauan di 13 pasar rakyat yang menjual sembako setiap hari Senin, dan sementara ini tidak ada ditemukan kecurangan, untuk harga minyak goreng,” jelasnya

Lebih lanjut Tezar (sapaan akrabnya) menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan surat ke Bulog, terkait jalinan koordinasi untuk membantu dalam waktu dekat ini, agar digelar operasi pasar, yang diprioritaskan bagi tujuh kelurahan.

“Ke 7 Kelurahan itu diantaranya Pasar Lama, Sungai Lulut, Teluk Dalam, Pelambuan, Kelayan Dalam, Kuripan dan Kuin Cerucuk,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

HKN ke 57, Pemko Banjarmasin Launching Ambulan Terapung

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 57 secara sederhana dengan melaunching ambulan terapung. Upacara peringatan dilaksanakan panggung Siring Pemko Banjarmasin, Jumat (12/11). Dengan mengangkat tema peringatan HKN tahun ini Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku.

Ambulan Terapung

Pada Peringatan HKN di Kota Banjarmasin dihadiri langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin, setelah berkorban memberikan waktu, tenaga, bahkan nyawa, dalam berjuang memerangi penyebaran COVID-19 di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang telah berjuang untuk bersama Pemerintah dalam penanganan COVID-19 di Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin juga melaunching ambulan terapung di Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dengan dilaunching ambulan terapung di Kota Banjarmasin ini, maka ambulan terapung siap beroperasi didaerahnya perairan di kota ini.

“Tentu keberadaan ambulan terapung ini diperlukan di Kota Banjarmasin, untuk memberikan pelayanan kesehatan ke daerah daerah pinggiran sungai di Kota Banjarmasin,” ucap Machli.

Machli berharap, keberadaan ambulan terapung ini dapat dimanfaatkan oleh warga Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

RSUD Ulin Berikan Penghargaan Kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

BANJARMASIN – Bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 ini, RSUD Ulin Banjarmasin menyerahkan penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di rumah sakit tersebut.

Foto bersama para pemenang lomba inovasi pelayanan publik RSUD Ulin Banjarmasin

Wakil Direktur SDM RSUD Ulin Banjarmasin Thaufik Hidayat mengatakan, pada Peringatan HKN ini diserahkan penghargaan kepada pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik.

“RSUD Ulin Banjarmasin memberikan apresiasi kepada para pemenang kompetisi inovasi tersebut,” ucap Thaufik, kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/11).

Thaufik mengatakan, lomba inovasi pelayanan publik ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh RSUD Ulin Banjarmasin.

“Karyawan di rumah sakit ini cukup banyak hampir seribu lebih, oleh karena itu diharapkan akan hadir inovasi inovasi pelayanan publik dari mereka,” tuturnya.

Menurut Thaufik, karya inovasi pelayanan publik yang menjadi pemenang merupakan, inovasi yang paling banyak manfaatnya bagi semua pihakya.

“Untuk pemenang inovasi pelayanan publik di RSUD Ulin Banjarmasin, tentunya yang paling banyak manfaatnya untuk rumah sakit dan publik,” ucapnya.

Pemenang juara 1 lomba inovasi pelayanan publik tahun 2021 di RSUD Ulin Banjarmasin, dari Instansi Farmasi dengan inovasinya pelayanan pengunaan obat obatan untuk pasien, yang transparan, serta lainnya. Juara 2 diraih Instalasi IPS RS, serta Juara 3 dari bidang SDM. Para pemenang berhak mendapatkan uang tunai dari RSUD Ulin Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version