Samsat Banjarbaru Berhasil Kumpulkan Pendapatan Relaksasi Hingga Rp4 M

BANJARBARU – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Banjarbaru berhasil mengumpulkan realisasi penerimaan sebanyak Rp4,9 miliar lebih dalam pemberlakuan kebijakan relaksasi 50 persen.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Tommy Hariadi, mengatakan, tercapainya pendapatan ini juga dipengaruhi adanya program kebijakan relaksasi yang diinisiasi oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

“Program ini masih berjalan hingga 21 Desember 2021 mendatang. Yang mana, geliat perekonomian sudah mulai tumbuh, bahkan animo masyarakat dalam memanfaatkan relaksasi ini sudah terlihat,” ujarnya, Kamis (9/12) siang.

Ia merincikan, sebanyak 2.500 unit lebih kendaraan berjenis roda dua, tiga dan empat di Banjarbaru telah terdaftar sebagai wajib pajak yang terhitung dari Oktober – November lalu.

“Dari Oktober, kendaraan roda dua dan tiga mencapai 560 unit lebih sedangkan roda empat 180 unit. Kalau kita lihat November 2021 kemarin mengalami pergerakan positif sebanyak 1.900 unit lebih, sisanya masih roda empat dengan realisasi sekitar 660 unit lebih,” paparnya.

Agar bisa menutupi pendapatan yang menjadi target Pemprov Kalsel sebanyak Rp100 miliar. Minimal, UPPD Banjarbaru harus mampu mengumpulkan penerimaan minimal sekitar Rp2 – Rp3 miliar.

“Setidaknya sampai 31 Desember mendatang, pendapatan di Samsat Banjarbaru bisa mencapai Rp8 miliar agar mampu menutupi capaian untuk akhir tahun 2021,” ucapnya.

Ia menghimbau, agar masyarakat dapat memanfaatkan program kebijakan relaksasi yang tinggal menyisakan beberapa hari lagi.

“Kami mengharapkan agar wajib pajak khususnya berdomisili di Banjarbaru untuk mempergunakan waktu program ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Bantu Cegah Hipertensi, Mahasiswa FK ULM Terjun ke Masyarakat

BANJARBARU – Dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat.

Salah satu lokasi yang disambangi adalah kegiatan di Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru. “Kami Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat FK ULM membuat Program Germas Pensi dalam rangka penyuluhan pencegahan penyakit hipertensi,” kata M Naufal Hibbatullah , Ketua Pelaksana Germas Pensi, Selasa (7/12).

Germas Pensi adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Penyuluhan, Senam dan Konseling Hipertensi.

“Tujuan kegiatan adalah menurunkan angka kejadian hipertensi di masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurutnya, Hipertensi adalah salah satu penyakit yang bisa mematikan.

Penyebabnya oleh banyak faktor seperti konsumsi makanan tinggi garam, pola.makan yang kurang sehat dan kurang aktifitas fisik.

Kegiatan dilakukan di kawasan Guntung Paikat karena diketahui ada beberapa kasus hipertensi di sana.

“Khususnya di RT 003 RW 001 Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru,” kata Naufal.

Adapun mahasiswa yang melaksanakan Germas Pensi adalah M Naufal Hibbatullah , Erma Fitriani, Mulyana Safitri, dan Noor Hakiki.

Germas Pensi dilakukan dengan 3 cara yang pertama melakukan penyuluhan kepada para warga agar meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi. Kedua melakukan konseling mengenai keluhan warga yang mengalami hipertensi sekaligus pengecekan tekanan darah.

Terakhir adalah senam hipertensi yang dilakukan warga secara mandiri dengan melihat gerakan pada halaman kalender yang telah diberikan.

“Untuk mengetahui apakah sudah terjadi penurunan atau belum maka dilakukan pengecekan tekanan darah yang dilakukan 2 kali secara berkala,” Naufal.

Naufal dan teman-temannya sangat berharap kegiatan ini akan berhasil menurunkan kasus hipertensi yang terjadi, mereka juga berharap agar warga tetap melakukan senam dan menjaga makan secara rutin. (RILIS/RDM/RH)

Kementerian PAN-RB Resmi Buka MPP Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banjarbaru resmi dibuka. MPP Kota Banjarbaru merupakan MPP yang ketiga di Kalimantan dan menjadi MPP ke-49 di Indonesia, Selasa (7/12).

Pembangunan MPP ini mendapat apresiasi dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Apresiasi tersebut disampaikannya melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Banjarbaru yang terus melakukan inovasi dan terobosan disektor pelayanan publik secara berkelanjutan,” ucapnya.

Hubungan antar pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan masyarakat, menurutnya harus dibangun dan dikembangkan guna mewujudkan kondisi yang lebih baik.

“Kita semua harus berkomitmen dalam memperjuangkan terpenuhinya kebutuhan dasar pelayanan secara berkeadilan, serta mensejahterakan keadilan bagi seluruh masyarakat,” imbaunya.

Sementara itu, Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa mengatakan, kehadiran MPP harus mampu mendukung pertumbuhan investasi di daerah agar ikut menyokong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Kota Banjarbaru sebagai pintu gerbang Kalimantan Selatan perlu memperkuat dan meningkatkan capaian positif seperti meningkatkan pertumbuhan investasi guna percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya

Diah berpesan, MPP kota Banjarbaru juga harus bisa memberikan wajah baru terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Jangan hanya bangunannya saja yang baik tetapi seluruh aspek di dalamnya juga harus baik. Berikan layanan yang nyaman, terjangkau, cepat, mudah dan ramah,” pesannya.

Untuk diketahui, masyarakat dapat memperoleh 46 jenis layanan dari 13 instansi di MPP Kota Banjarbaru. Berbagai fasilitas gedung yang memadai, sarana prasarana yang modern hingga sistem yang terintegrasi disediakan untuk memberikan kenyamanan untuk masyarakat.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri PANRB bidang Pelayanan Publik dan Umum Saifuddin Latief, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin beserta Wakilnya Wartono, sejumlah Kepala Daerah, Forkopimda kota Banjarbaru, SKPD terkait dan instansi vertikal lainnya. (TR21-01/RDM/RH)

Jumlah Pecandu Narkoba Turun, BNN Kota Banjarbaru Jalankan Program Rehabilitasi Hingga ke Tingkat RT

BANJARBARU – Jumlah pecandu narkoba di kota Banjarbaru, terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan data BNN kota Banjarbaru, di tahun ini jumlah rujukan ke BNN kota ini hanya sebanyak 69 orang, di banding tahun lalu sebanyak 85 orang.

Konselor Klinik BNN Kota Banjarbaru Anwar Radi mengatakan, penurunan ini bahkan terjadi dua kali lipat di banding dengan tahun 2019.

“Jika dibandingkan dengan dua tahun ke belakang, angkanya menurun. Di 2020 target 50 orang, dan yang terealisasi berjumlah 85, sedangkan pada 2019 mancapai 175 orang pecandu,” katanya.

Kendati demikian, Anwar membeberkan, pecandu narkoba di kota ini masih didominasi usia produktif. Usia di mana setiap individu masih bisa melakukan aktivitas sosial secara optimal.

“Berdasarkan data Oktober 2021 yang paling banyak adalah usia 25 hingga 40 tahun ada sekitar 36 orang, sedangkan yang di bawah 25 tahun sebanyak 21 orang,” bebernya.

Dirinya juga mengungkapkan, BNN kota Banjarbaru memiliki beberapa program untuk mencegah, mengurangi serta menyembuhkan para pecandu.

“Program kita diantaranya program rawat jalan, rehabilitasi rawat inap, serta program pasca rehabilitasi,” ungkapnya.

Program pasca rehabilitasi sendiri lanjutnya, bertujuan untuk memperpanjang masa pemulihan usai melakukan program rawat jalan.

“Pasca rehabilitasi ini kita lakukan dengan pemantauan via telepon atau berkunjung langsung ke rumah pasien yang dinyatakan boleh pulang,” jelasnya.

BNN kota Banjarbaru juga turut melibatkan peran serta masyarakat dalam menekan laju penyalahgunaan narkoba di kota ini melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Dimana program ini dilakukan melalui pembentukan Agen Pemulihan (AP), dengan melibatkan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.

“IBM ini merupakan bentuk respon masyarakat terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba di wilayah RT hingga kelurahan,” pungkasnya. (TR21-01/RIW/RH)

PMI Banjarbaru Beri Perhatian Terhadap Banjir HST

BANJARBARU – Banjir masih menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tidak sedikit warga harus mengungsi di beberapa tempat pengungsian akibat debit air yang relatif tinggi. Hal ini yang mendasari tim relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarbaru bersama PMI Kalsel memberikan Layanan Kesehatan (Yankes) ke beberapa desa yang terdampak.

PMI kota Banjarbaru saat melakukan evakuasi kepada warga

Melalui sambungan telepon, Kamis (2/12), Staf Penanggulangan Bencana PMI Kota Banjarbaru Aiman mengatakan, di Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan, pihaknya mendatangi dua titik tempat pemeriksaan yakni RT 01 dan RT 02.

“Langkah awal kami melakukan assesment. Data yang masuk langsung kami eksekusi bersama untuk melakukan layanan kesehatan,” ucap Aiman.

Walau dapat ditempuh dengan roda empat, jalan masih belum bisa untuk dilewati akibat genangan air yang masih terbilang tinggi.

“Kami melakukan yankes ke lokasi harus berjalan kurang 3 kilometer karena akses jalan masih tertutup banjir ketika menuju lokasi,” terang Aiman.

Kendati demikian, tidak kurang 50 warga yang sudah terobati dengan berbagai macam keluhan. Seperti kutu air hingga darah tinggi.

“Bila ada penyakit berkelanjutan maka akan kami arahkan ke Puskesmas setempat,” ungkap Aiman.

Hingga saat ini tidak sedikit warga masih mengungsi di akibat permukiman yang masih tergenang.

“Di Desa Jaranih hingga saat ini masih banyak warga yang mengungsi, karena debit air masih sepaha orang dewasa kalau di Masiraan hampir sepinggang,” beber Aiman.

Kedepannya lanjut Aiman, PMI Kalsel akan mendatangkan bantuan ke HST berupa perlengkapan kebersihan, perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya. (TR21-01/RDM/RH)

Sempat Ditutup Sementara, Wisata Danau Seran Kembali Buka

BANJARBARU – Meski sempat ditutup akibat memakan korban jiwa beberapa waktu lalu, wisata air Danau Seran kota Banjarbaru kini kembali dibuka, Rabu (24/11).

Menurut Pengelola Danau Seran sekaligus Ketua RW setempat Abdul Hadi mengatakan, pihak pengelola sudah mematuhi serta mengikuti apa yang menjadi aturan pemerintah. Termasuk menerapkan penutupan sementara dan mewajibkan penerapan keamanan, juga protokol kesehatan bagi pengunjung, pedagang dan tim pengelola.

Kendati demikian, hingga saat ini pengunjung yang datang ke wisata ini masih terbilang sepi.

“Masih belum banyak pengunjung yang datang. Terlebih, saat ini juga masih belum banyak yang tahu bahwa Danau Seran sudah kembali dibuka,” jelas Hadi.

Hadi juga memahami situasi dan kondisi saat ini. Juga kepedulian pemerintah akibat insiden tenggelamnya mahasiswa beberapa minggu lalu yang mengharuskan Danau Seran ditutup sementara.

“Lokasi tenggelam tidak termasuk lokasi wisata, maka kami meminta agar tetap dibuka kecuali tempat yang lain dibiarkan ditutupi pagar,” terang Hadi.

Membenarkan hal tersebut, Lurah Palam kota Banjarbaru Ciptadi Sunaryo mengatakan, sejak terjadi insiden beberapa waktu lalu, Wali kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, meminta untuk menutup sementara wisata air kebanggaan warga kota ini.

Lurah Palam kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo

“Intinya Wali kota cuman meminta agar kejadian kemarin tidak sampai terulang kembali,” tegas Ciptadi.

Setelah melakukan mediasi dengan pengelola dan pihak berwenang, akhirnya disepakati wisata ini diperbolehkan untuk beroperasi kembali dengan persyaratan pengamanan yang ketat.

“Sudah kita sepakati keamanan di wisata itu lebih ditambahkan, seperti memberi pagar di lokasi danau yang tidak terpantau oleh pengawas, ditambah poster bertuliskan larangan berenang, pos pengawas, dan keamanan lainnya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Problematika Magang Mendapat Perhatian dari KNPI Banjarbaru

BANJARBARU – Problematika waktu magang yang seringkali overtime atau lewat dari batas waktu yang telah disepakati. Mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Banjarbaru.

Meski belum ditemukan laporan, pekerja magang terkadang seakan dimanfaatkan dengan status yang tidak jelas.

“Isunya memang tidak terlalu hangat, tetapi hal ini seringkali terjadi. Dan ini sifatnya aktual karena setiap tahun mahasiswa dan yang lainnya selalu melaksanakan kegiatan magang,” ujar Ketua DPD KNPI kota Banjarbaru, Gusti M Adam Maulana, usai memberikan sambutan dalam kegiatan seminar problematika magang di Amanah Borneo Park pada Sabtu (20/11) sore.

Secara spesifik, menurut Adam, hingga saat ini pihaknya belum menemukan atau menerima laporan dari rekan-rekan di Banjarbaru yang mengikuti program magang.

Kendati demikian, KNPI Banjarbaru ingin memberikan pemahaman kepada peserta magang, berupa solusi dan motivasi terkait program magang itu sendiri. Dalam hal ini melalui seminar yang di ikuti oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di kota ini.

“KNPI kota Banjarbaru, ingin menitik beratkan kepada peserta magang agar dapat memahami apa yang mereka dapatkan dan siapa yang nantinya akan dirugikan ketika melaksanakan kegiatan magang,” tegasnya.

Senada dengan Adam, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemko Banjarbaru, Lesa Fahriana, turut menyatakan belum menerima laporan terkait penyalahgunaan ataupun pemanfaatan pekerja magang.

“Kendala dalam kegiatan magang itu pasti ada, tetapi kita harapkan kita dapat menemukan suatu kesepakatan dan solusi terbaik untuk pekerja magang sebelum terjun ke dunia kerja,” harap Lesa.

Pemko Banjarbaru sendiri, lanjut Lesa, saat ini sudah memiliki Perda tentang kepemudaan, dan sedang ditindaklanjuti untuk dituangkan dalam Perwali sebagai langkah konkrit.

“Jika memang terjadi penyalahgunaan, kita akan bersama sama mensosialisasikan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Pemko Banjarbaru Bangun Landmark Dengan Hiasan Akuarium di Tengah Kota

BANJARBARU – Pemerintah kota Banjarbaru membangun landmark Lapangan Murdjani, alun alun kota Idaman ini semakin menarik dengan adanya penambahan landmark baru yang berdiri megah di lapangan depan Balai Kota.

Landmark seringkali digunakan sebagai penanda sebuah kota atau tempat, kemudian berfungsi sebagai pengingat akan kenangan yang ada di satu wilayah.

Dengan tagline “Lapangan dr Murdjani” dan akuarium yang hampir seratus persen telah rampung, menjadi wajah baru yang akan menghiasi kota ini.

Kepala Bidang Pertamanan Pemakaman dan PJU Disperkim kota Banjarbaru, Sartono mengatakan, pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Banjarbaru.

“Saat ini kita masih dalam tahap finishing dan netralisir bak akuarium dengan cacahan batang pohon pisang untuk menghilangkan racun-racun yang masih menempel di dinding akuarium,” ungkap Sartono baru baru tadi.

Dijelaskannya, bola beton yang terdapat di depan landmark berfungsi sebagai hiasan, juga bisa jadi tempat bersantai serta pembatas jarak antara akuarium dengan pengunjung.

“Landmark ini tidak sekedar untuk berswafoto, tapi juga dalam rangka edukasi bagi anak untuk mengenalkan ikan endemik Kalimantan dan beberapa ikan hias yang akan mengisi ketujuh sekat akuarium tersebut,” jelasnya.

Akuarium yang memiliki tujuh sekat ini, lanjut Sartono, akan diberikan informasi-informasi tentang ikan yang ada di dalam akuarium tersebut.

“Pembuatan ini juga untuk lebih mengenalkan lapangan Murjani kepada masyarakat di luar Kota Banjarbaru,” ungkapnya

Diharapkan dengan adanya landmark ini bisa menjadi tempat refreshing masyarakat Banjarbaru. Selain itu, pembangunan landmark ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam hal pengelolaan RTH. Serta sebagai penguat identitas lapangan Murdjani itu sendiri. (TR21-01/RDM/RH)

Layanan Vaksinasi Keliling Juara Mendapat Apresiasi Dari Kelurahan Palam

BANJARBARU – Pemerintah kota Banjarbaru mengerahkan armada bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai sarana operasional Layanan Vaksin Keliling Juara. Setidaknya untuk saat ini, ada 3 unit bus yang telah disiapkan dan dimodifikasi untuk mulai beroperasi.

Gebrakan yang digagas Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin ini bertujuan untuk memberikan akses kemudahan serta layanan yang dapat lebih luas menjangkau masyarakat di setiap RT di 20 kelurahan yang ada di Banjarbaru.

Di Kelurahan Palam, layanan vaksinasi keliling ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Lurah Palam, Ciptadi Sunaryo.

Lurah Palam Kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo

Dimana Ciptadi mengaku, antusias masyarakat di kelurahan ini terhadap vaksinasi sangat tinggi. Namun akibat jarak menuju fasilitas pelayanan vaksin yang dinilai cukup jauh, membuat warga menjadi enggan menyambangi.

“Dengan adanya fasilitas bus keliling ini sangat membantu bagi masyarakat di kelurahan ini. Buktinya dengan dalam beberapa jam, 300 dosis vaksin yang telah disiapkan langsung habis di serbu warga,” ucapnya.

Ciptadi berharap kegiatan layanan vaksinasi seperti ini dapat terus dilaksanakan, agar penyebaran vaksin dapat menembus hingga ke daerah pelosok kota Banjarbaru.

“Mudah mudahan bisa terus berlanjut sampai seluruh warga di kota ini bisa tervaksin hingga membentuk herd immunity,” harapnya.

Layanan vaksinasi keliling, tak hanya di nikmati oleh masyarakat diusia produktif, tetapi juga warga yang sudah lanjut usia (lansia). Seperti salah satunya, Nini (nenek) Kapsiah berusia 80 tahun. Meski diusianya yang sudah hampir satu abad, Kapsiah mengaku tetap ingin menjalani hidup sehat dengan salah satunya mengikuti kegiatan vaksinasi ini.

“Saya masih ingin hidup sehat makanya saya vaksin,” terangnya.

Kapsiah juga menghimbau kepada warga lansia lainnya untuk tidak takut terhadap vaksin. Karena selain tidak menimbulkan efek samping, vaksin juga berguna untuk mencegah terpaparnya virus COVID-19 terutama di usia yang terbilang rentan.

“Kakek Nenek dirumah jangan takut di vaksin, tidak sakit, saya saja berani,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

5.600 Hektare Lahan di Banjarbaru, Disiapkan Untuk Kawasan Aerocity

BANJARBARU – Meski saat ini pembangunan konsep Aero City tidak menjadi prioritas dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN), Pemerintah kota Banjarbaru terus mendorong terciptanya kawasan ini dalam Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) kawasan Banjarbakula, Selasa (9/11).

Diketahui, dalam pengembangannya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menetapkan bahwa kawasan ini akan mengiring tema “Aero City” sejak tahun 2018 silam, Aero City ini merupakan kawasan yang akan terintegrasi dan memanfaatkan keberadaan bandara sebagai daya ungkit pertumbuhan wilayah.

Kepala Bidang Fisik Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarbaru Erwin mengungkapkan, konsep ini nantinya akan dibangun di lahan seluas kurang lebih 5.600 hektare, yang akan di bagi menjadi beberapa Sub Bagian Wilayah Perencanaan (Sub BWP).

Kepala Bidang Fisik Prasarana BAPPEDA kota Banjarbaru, Erwin

“Dari total keseluruhan total lahan 5.600 hektare kami bagi menjadi 6 Sub BWP dengan tema masing-masing terhadap pengembangannya,” ungkapnya.

Dijelaskannya dari 6 Sub BWP, pihaknya sudah menyusun perencanaan di 3 Sub BWP.  Dimana di tahun ini, pihaknya akan melakukan penyusunan masterplan dan siteplan pada sub BWP 4 dan 1.

“Secara keseluruhan konsep sudah jadi masterplannya yang disusun Kementerian, karena diawal ada beberapa konsep yang dibantu oleh pusat terkait infrastruktur pemukiman pada kawasan Aero City,” jelasnya.

Pada tahun 2022, Erwin menyebut, berdasarkan kajian terdahulu, pihaknya akan memfokuskan pada pembangunan pada Sub BWP 1, karena menjadi bagian utama dari jalan Lingkar Utara dan jalan utama masuk ke Bandara.

“Pembangunan akan kita lakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Dalam pembangunannya, konsep Aero City di kota ini akan meliputi tiga Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang dan sebagian Kecamatan Banjarbaru Utara. (TR21-01/RDM/RH)

Exit mobile version