Wali Kota Banjarbaru Canangkan Kampung Literasi Guntung Manggis

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin hadiri sekaligus mencanangkan Kampung Literasi Guntung Manggis Program Bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Kursus, Koordinator Fungsi Keaksaraan dan Budaya Baca, Kemendikbudristek yang berlokasi di KBM Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Tampak hadir Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus, Asisten Admintrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Arsi dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, Camat Landasan Ulin, Lurah Guntung Manggis, Ketua PKBM Kuranji dan undangan lainnya.

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin dalam sambutannya menyampaikan, acara Pencanangan Kampung Literasi Guntung Manggis, yang merupakan program bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, sebagai bentuk apresiasi semangat dan kreatifitas para penggiat literasi dalam upaya meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat.

“Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memodernisasikan diri,” jelasnya.

Keberliterasian dalam konteks ini menurut wali kota yang biasa disapa Ovie ini, bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan bersama.

“Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif, sehingga dapat memenangi persaingan global. Sebagai bangsa yang besar, kita harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21, melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat,” ucapnya lagi.

Penguasaan 6 literasi dasar yang disepakati oleh world economic forum, disampaikan Ovie menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

“Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ucap Ovie.

Diharapkannya, dengan meluasnya informasi kepada masyarakat tentang kampung literasi, akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangannya kedepan, untuk meningkatkan aktivitas pemenuhan pendidikan dan pembelajaran masyarakat.

Sementara itu, Ketua PKBM Kuranji Eva Febriany menyampaikan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama dalam upaya membangun dan meningkatan kualitas manusia Indonesia.

“Dalam upaya ini diperlukan sarana dan prasarana serta kemauan dan kesiapan setiap individu untuk melibatkan diri, berpikir maju dan mengembangkan kompetensi diri,” ujar Eva.

Kampung literasi disampaikannya, merupakan kawasan kampung atau desa yang dijadikan sasaran untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mewujudkan masyarakat yang memiliki 6 komponen literasi dan membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Kampung literasi Guntung Manggis di selenggarakan oleh PKBM Kuranji dibawah binaan Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan, dan PT AGM serta bekerjasama dengan organisasi mitra, penggiat budaya baca masyarakat dan pihak terkait lainnya,” tutupnya. (HUMPRO.BJB-RDM/APR)

Kalsel Targetkan 70 Persen Untuk Capaian Vaksinasi

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menargetkan capaian vaksinasi di provinsi ini mampu terealisasi hingga 70 persen pada Desember mendatang.
 
“Saya menaruh harapan besar kolaborasi yang terbangun antar komponen tetap terjalin kokoh. Dimana, untuk realisasi capaian vaksinasi di Kalsel hingga Desember 2021 bisa diangka 70 persen,” ungkap orang nomor satu di Kalsel yang baru mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) itu, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMA Negeri 2 Banjarbaru bersama Kadisdikbud Kalsel, M Yusuf Effendy dan Kadinkes Kalsel, M Muslim, Senin (8/11) siang.

Meski demikian, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini tetap mengingatkan betapa pentingnya menerapkan 5 M, meski telah mendapat suntikan vaksin.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan sekaligus menyapa siswa SMA Negeri 2 Banjarbaru pada pelaksanaan vaksinasi.

“Jangan lupa untuk tetap menerapkan prokes, dan kita jangan sampai lengah serta harus tetap waspada. Terutama, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan hingga mengurangi mobilitas,” imbaunya kepada peserta didik di SMA Negeri 2 Banjarbaru.

Usia menggelar Turun ke Desa (Turdes) di 13 kabupaten/kota di Kalsel, Paman Birin menyebutkan, kalau capainnya program vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 36,11 persen.

“Alhamdulilah, di Kalsel secara umum capaian vaksinasinya sudah berada pada angka 44,4 persen. Tentu, saya juga mengapresiasi untuk Kota Banjarbaru yang juga telah mencapai pada kisaran 62 persen lebih dan ini patut di apresiasi baik kepada Wali Kota beserta jajarannya atas kerja kerasnya selama ini,” ucapnya.

Ia optimis, sasaran 70 persen dapat tercapai hingga akhir Desember 2021 mendatang sesuai arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Tentu, ini bisa dicapai dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak,” tutupnya. (ADPIM-RHS/RDM/APR)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Pemerataan Serbuan Vaksinasi Maritim

BANJARBARU – serbuan vaksin maritim tersebut kali ini digelar di Desa Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Saat meninjau vaksinasi,Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut  Herbiyantoko M.Tr Hanla yang diwakili ketua penyelenggara Mayor Laut dr. Meutia Indrasakti menyampaikan, Vaksinasi massal ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Lanal Banjarmasin untuk mendukung dan mensukseskan program yang dicanangkan oleh Pemerintah secara totalitas, guna menghentikan laju pertumbuhan wabah COVID-19 dan segera memutus mata rantai penyebarannya.

“Dengan aksi kerja nyata ini, semoga pemerataan Vaksinasi terhadap warga cepat tuntas dan musim pandemi cepat berakhir, supaya tercipta tatanan kehidupan yang baru dan masyarakat Kalimantan Selatan bisa beraktifitas kembali normal seperti sedia kala,” ucap dr. Meutia

dr. Meutia menambahkan, saat ini angka kasus penderita wabah Covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan secara bertahap sudah mulai bersurut dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah turun di Level Dua, namun tidak menutup kemungkinan penyebaran Virus Corona itu tetap ada dilingkungan masyarakat.

“TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan, dalam hal ini Lanal Banjarmasin kembali menyelenggarakan Serbuan Vaksinasi Maritim secara massal terhadap masyarakat kota maupun warga pesisir, dari usia remaja, pelajar hingga para Manula untuk membangun Herd Immunity (Kekebalan Kelompok),” tutup dr. Meutia.

Sementara itu, salah satu penerima Vaksinasi maritim yakni Nenek Riyam menyampaikan, ia mengucapkan terima kasih kepada Lanal Banjarmasin yang telah bersedia dan berpartisapasi menggelar Vaksinasi massal, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga dan terlindungi dari serangan Virus Corona.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Serbuan Vaksinasi Maritim yang ke-57 ini, 148 peserta yang mendaftarkan diri mereke untuk divaksinasi, dengan demikian jumlah keseluruhan sejak awal dimulainya Serbuan Vaksinasi Maritim sampai dengan saat ini, Lanal Banjarmasin sudah berhasil memvaksinasi 18.245 orang. (HUMASTNI-AL-MRF/RDM/APR)

Sektor Pertambangan Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel mengadakan seminar nasional dengan tema Peran Geospacial Management terhadap potensi wisata dan pertambangan nasional, di Command Center Setaprov Kalsel, Senin (8/11). Mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat membuka seminar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalsel Syaiful Azhari menyampaikan bahwa Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan, masih didominasi Sektor Pertambangan.

Disampaikan Syaiful Azhari, Pertumbuhan ekonomi kalsel masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian selama beberapa puluh tahun terakhir, sehingga potensi sumber daya alam yang dimiliki kalsel memerlukan sistem pengelolaan data spasial yang optimal. Data pada sektor pertambangan yang terdiri dari perijinan kawasan, eksplorasi, pemetaan batas, hingga reklamasi, perlu disusun secara rapi, akurat, dan aman dalam penyimpanan.

“Sektor pertambangan saat ini menuju hilirisasi industri, hilirisasi sektor pertambangan memerlukan data spasial yang akurat, agar setiap pertimbangan dalam pengambilan keputusan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan,” ucap Saiful Azhari.

Mewakili Gubernur Kalsel, Syaiful Azhari juga turut menyampaikan,bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel, berencana mengembangkan Sektor Pariwisata menjadi sektor unggulan. Rencana pengembangan Sektor Pariwisaga menjadi sektor unggulan dilakukan untuk meningkatkan perekonomian provinsi kalsel, berbagai potensi wisata mulai wisata alam dan buatan, sudah memberikan kontribusi besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar obyek wisata.

“Dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan, maka diharapkan dapat mengejar sektor pertambangan dari segi pendapatan, ungkap Saiful Azhari.

Diungkap Saiful, pemanfaatan informasi Geospasial sangat berguna, sebagai sistem pendukung pengambilan kebijakan untuk mengoptimalkan pembangunan diberbagai sektor, khususnya dalam mengelola Sumber Daya Alam, Penyusunan rencana tata ruang, perencanaan lokasi investasi bisnis perekonomian, serta penentuan garis batas wilayah.

“Kami mengharapkan dengan diadakannya seminar Geospasial, maka pembangunan daerah di sektor pariwisata dan pertambambangan yang sedang dalam pemekaran, dapat lebih berkelanjutan,” tutup Saiful. (MRF/RDM/APR)

Webinar Literasi Digital Banjarbaru; Literasi Digital itu Mudah! Kenali Aturan Mainnya

BANJARBARU – Dunia maya atau Cyber Space saat ini sangat mudah terkoneksi dengan media elektronik melalui teknologi digital seperti adanya komputer dan internet sehingga bisa berkomunikasi langsung secara cepat tanpa bertatap muka.

Demikian dikatakan Andy salah satu narasumber webinar literasi digital untuk wilayah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (08/11/2021)pagi.

Webinar ini mengusung tema “Literasi Digital itu Mudah! Kenali Aturan Mainnya” dimoderatori Septi D Ajeng menghadirkan Keynote Speech Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, Key Opinion Leader Aktris Marsha Risdasari dan beberapa narasumber seperti Restu Triandy seorang Musisi, Vokalis Band/rif, Eko Suhartono seorang Kepala SMK Telkom Banjarbaru serta Valerian Ezra Vyanza yang juga seorang Guru SMK Telkom Banjarbaru.

Menurut Musisi Band Rif tersebut Rekam Jejak Digital adalah semua aktivitas kita yang ada di media sosial (medsos) berupa unggahan atau data secara nyata seperti konten konten, komentar bahkan transaksi digital bisa terekam menggunakan perangkat digital.

“Semua kegiatan kita yang menggunakan perangkat digital, tanpa kita sadari semuanya akan terekam dan tersimpan di internet”, ungkapnya.

Lebih jauh Andy mengimbau agar masyarakat menggunakan internet sebagai sarana untuk mencari, berbagi, bertukar informasi atau hiburan bahkan mengembangkan pengetahuan baik di dunia pendidikan dan pekerjaan serta unggah hal hal yang berbau positif, bermutu juga menarik.

“Apapun yang diunggah dan diinformasikan dalam berinternet harus selalu menggunakan etika, bahasa yang santun agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan”, tutupnya.

Adapun topik yang dibahas adalah tentang “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital” yang termasuk dalam kerangka literasi digital yaitu Keamanan Digital.(*)

Tanda Syukur Sebagai Umat Muslim, LPPL Abdi Persada FM Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

BANJARBARU – Sebagai tanda syukur serta kecintaan kepada junjungan umat muslim Nabi Muhammad SAW, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di kantor Abdi Persada FM, Sabtu (6/11) pagi.

Peringatan maulid nabi ini menghadirkan penceramah yang merupakan pimpinan Majelis Ta’lim, Dzikir dan Maulid Al Mubaraak, Al Ustadz M Fahriani.

Rangkaian peringatan diawali dengan melantunkan shalawat Habsyi oleh grup Maulid Himpora dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji dalam sambutannya mengharap dengan terlaksananya kegiatan ini, dapat memberikan berkah dan keselamatan dunia akhirat.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul bersama memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, kami selaku jajaran LPPL Abdi Persada FM mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan terutama Al Ustadz Muhammad Fahriani,” ucap Direktur yang akrab disapa Ibe.

Sementara dalam tausiahnya, M Fahriani yang aktab disapa guru Fahri menyampaikan bulan Rabiul Awal yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini jika diartikan yaitu bulan musim penghujan. Yang jika dikorelasikan bulan Rabiul Awal dapat memberikan hikmah dan manfaat bagi orang banyak.

Pimpinan Majelis Ta’lim, Dzikir dan Maulid Al Mubarak, M Fahriani (mic) saat memberikan tausiah

“Perumpamaannya, jika pohon ataupun tanaman yang ditanam pada musim hujan pasti akan tumbuh subur. Itulah keberadaan Nabi kita yang terlahir pada bulan Rabiul Awal, dimana hikmah dan akidahnya untuk memberikan manfaat bagi umatnya,” terang Fahriani.

Orang yang hidup di dunia, lanjut Fahriani, pasti selalu berada dalam masalah. Namun jika di hadapi dengan tenang, ungkap Fahriani, masalah sebesar apapun akan terasa ringan. Sebaliknya, sekecil apapun masalah jika dihadapi dengan kepanikan maka masalah tersebut akan terasa berat.

“Bahkan rumah tangga Nabi kita belum tentu sunyi dari masalah, namun karena beliau menghadapinya dengan tenang, maka masalah tersebut menjadi kecil,” ungkap Fahriani.

Dalam peringatan hari ini, kegiatan juga di rangkai dengan pembacaan Manaqib (riwayat hidup) Sunan Ampel. Seluruh tamu undangan yang hadir, khidmat mengikuti rangkaian kegiatan yang tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini. (TR21-01/RDM/HDR)

BANJARBARU AKAN BANGUN TPU NON MUSLIM

BANJARBARU – Untuk memberikan pelayanan yang merata kepada warganya, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru berencana mempersiapkan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemerintah Kota (Pemko), khusus untuk masyarakat beragama non muslim yang ada di kota ini.

“Kemarin ada proposal permintaan dari warga untuk pembangunan TPU non muslim ini dan sudah kita tindak lanjuti, pada prinsipnya pak wali kota juga setuju dengan pembangunan ini,” ucap Kepala Bidang Pertamanan Pemakaman dan PJU Disperkim kota Banjarbaru, Sartono pada Kamis (4/11).

Sartono menyebut rencana pembangunan akan beracuan pada kebutuhan dan permintaan warga yang memerlukannya. Termasuk ujarnya soal lokasi ataupun luasan lahan yang akan dibangun.

“Lokasinya akan kita koordinasikan ke warga yang non muslim, sehingga mereka sendiri yang menentukan dimana yang sekiranya kondusif,” katanya.

Karena sudah akan direncanakan, maka Pemko khususnya melalui Disperkim, lanjut Sartono setidaknya akan menyiapkan lahan seluas 2 hektare. Hal ini menurutnya juga telah diatur dalam Perda terkait pembangunan TPU baru milik pemerintah.

“Pada intinya Pemko akan menyiapkan dan menyesuaikan permintaan warga yang memerlukan. Kita pada dasarnya melayani semua warga di Banjarbaru, jadi tidak ada diskriminasi tertentu,” tegasnya.

Hingga saat ini, Pemko Banjarbaru sudah memiliki 3 TPU yang terletak di kecamatan Cempaka, Sungai Ulin, dan Landasan Ulin. Namun dijelaskan Sartono, saat ini yang sudah beroperasi yaitu TPU yang terletak di kecamatan Cempaka.

Dimana TPU Cempaka tersebut, ungkap Sartono memang bertujuan untuk melayani masyarakat, bahkan akan digratiskan untuk warga yang kurang mampu.

“Karena tidak ada unsur membebani masyarakat, keluarga yang kurang mampu asalkan mendapat surat keterangan dari RT dan Kelurahan akan digratiskan, dan bagi warga yang mampu hanya akan dikenakan biaya operasional,” bebernya.

Di lahan seluas 3,6 hektare, Sartono mengaku TPU di kecamatan Cempaka dapat menampung hingga 8.000 liang lahat dengan konsep modern yang ramah lingkungan, dan diperkirakan TPU tersebut akan penuh dalam waktu 15 tahun kedepan. (TR21-01/RDM/APR)

Aplikasi SIGNAL Dicanangkan di Kalsel

BANJARBARU – Aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) akan mulai dicanangkan di Kalsel. Layanan resmi milik Kops Lalu Lintas (Korlantas) Polri tersebut didesain untuk lebih memudahkan dalam melakukan transaksi pembayaran.

Sejak diluncurkan SIGNAL pertama kali di Jakarta. Aplikasi tersebut kini sudah diunduh lebih dari puluhan ribu pengguna di Indonesia.

Kepala Bidang Pengelolaan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji mengatakan, layanan aplikasi SIGNAL yang mampu terintegrasi secara baik melalui smartphone android diharapkan bukan hanya mampu digunakan oleh kaum millenial tetapi juga seluruh kalangan.

“Peluncuran aplikasi tersebut sudah mulai kami canangkan bersama mitra kerja dari Polda Kalsel, semoga cepat diresmikan agar layanan SIGNAL bisa digunakan masyarakat di banua Kalimantan Selatan,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Ia menyebutkan, aplikasi ini juga diakui sangat membantu penggunanya dalam melakukan transaksi pembayaran khusus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk satu tahunan dalam satu sentuhan melalui smartphone.

“Tentu ini tidak membuat susah payah wajib pajak untuk melakukan pembayaran, hanya tinggal satu klik sudah bisa dengan mudah digunakan oleh pengunduh aplikasi ini,” jelasnya.

Akan tetapi, khusus untuk Kalimantan Selatan, peresmian diluncurkannya aplikasi ini masih menunggu arahan dari Kepolisian Daerah (Polda) melalui Dirlantas Polda Kalsel.

“Hebatnya lagi pengesahan STNK tahunan sudah bisa melalui aplikasi SIGNAL ini,” pungkasnya.

Selain untuk transaksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), SIGNAL juga mampu dimanfaatkan sebagai pengesahan STNK tahunan. Bahkan, pembayaran Sumbangan Wajib Dana Lalu Lintas Angkutan Jalan (SWDKLLJ).

Untuk diketahui, aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) yang telah dilucurkan oleh Korlantas Polri ternyata merupakan hasil dari penyempurnaan aplikasi Samsat Online Nasional (SAMOLNAS) yang baru bisa digunakan 28 provinsi. (RHS/RDM/APR)

Keterlambatan Upah, Kesehatan dan Gaji Menjadi Pengaduan Layanan di BPKD Wilayah II

BANJARBARU – Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan mencatat sepanjang September – Oktober 2021 aduan yang sering diterima pihaknya adalah keterlambatan pembayaran upah dan gaji tidak sesuai aturan hingga permasalahan jaminan kesehatan.

Diakui Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel Tamrin, tak hanya dua bulan terakhir ini menjadi catatan pihak petugas pengawas tetapi masalah tersebut sebelumnya juga sudah terjadi pada 2019 lalu.

“Ada juga kelebihan jam kerja namun tidak mendapat upah, setelah itu, tidak adanya aturan perusahaan untuk memberikan jaminan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (4/11) siang.

Selanjutnya laporan lain yang juga sering menjadi aduan para pegawai atau karyawan perusahaan yang menjadi wilayah tanggung jawab Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan antara lain slip gaji tidak dibagikan hingga perjanjian kerja yang tidak sesuai.

“Itulah yang menjadi tuntutan mereka agar memberikan pembinaan kepada perusahaan agar dapat memberikan hak-hak pegawainya dengan harapan dapat dipenuhi,” jelasnya lagi.

Terkait tindaklanjut aduan, ia menuturkan akan difasilitasi oleh pihaknya untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

“Yang jelas, kami akan membuat kesepakatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya agar yang hak mereka tidak dirugikan dengan menerjunkan para petugas pengawas ketenagakerjaan,” tuturnya.

Tamrin juga mengungkapkan, lingkup tanggung jawab wilayah II Kalsel diketahui meliputi, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Tanah Laut dengan menugaskan 10 pengawas ketenagakerjaan yang tersebar di daerah tersebut.

“Rata-rata yang mengadukan hal ini kebanyakan dari karyawan yang bekerja di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (RHS/RDM/HDR)

HAMPIR SATU BULAN BERJALAN, PTM GELOMBANG 2 KOTA BANJARBARU BELUM DISETUJUI

BANJARBARU – Meskipun sudah hampir satu bulan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gelombang pertama, pelaksanaan PTM gelombang kedua di kota Banjarbaru masih belum mendapat persetujuan.

Kepala Dinas Pendidikan kota Banjarbaru, M Aswan mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sudah memberikan usulan kepada Wali kota M Aditya Mufti Ariffin terkait hal ini. Namun usulan tersebut menurutnya, masih belum mendapat persetujuan dari pemimpin kota ini.

“Kita sudah mengusulkan, namun Pak Wali kota masih meminta kita untuk mengevaluasi sekolah yang melaksanakan PTM pada gelombang pertama,” ungkap Aswan pada Kamis (4/11).

Evaluasi tersebut dijelaskan Aswan, tentunya agar pelaksanaan PTM di kota ini tidak menjadi pemicu munculnya klaster COVID-19. Terlebih, tidak sedikit sekolah di beberapa daerah lain yang sudah melaksanakan PTM akhirnya ditutup sementara akibat menjadi sarang virus yang belum ditemukan obatnya ini.

“Saat ini kita sudah melakukan pengevaluasian kepada sekolah yang sudah menggelar PTM, dan akan melaporkan hasilnya ke Wali kota,” ungkapnya lagi.

Meski belum mendapat persetujuan, Aswan mengaku pihaknya sudah melakukan persiapan dengan memverifikasi sekolah yang belum terverifikasi untuk mengikuti PTM pada gelombang pertama kemarin.

“Kita akan melakukan usulan kembali nantinya dengan menunjukkan hasil pembelajaran yang sudah dilaksanakan hampir satu bulan ini,” tutup Aswan.

Sebelumnya, sebanyak 54 sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Banjarbaru sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gelombang pertama sejak Senin 11 Oktober lalu. (TR21-01/RDM/HDR)

Exit mobile version