Nilai EPSS 2026 Meningkat, Diskominfo Kalsel Target Raih Kategori Baik

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan optimis nilai Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026, akan meningkat. Optimisme tersebut muncul setelah proses pemenuhan bukti dukung seluruh indikator berhasil diselesaikan sesuai jadwal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, Muhammad Hidayatullah mengatakan, seluruh proses pengunggahan bukti dukung telah rampung pada 7 Juni 2026.

Kasi Pengelolaan Data Statistik, Diskominfo Kalsel, Muhammad Hidayatullah saat diwawancara

“Alhamdulillah, sampai dengan 7 Juni seluruh proses pemenuhan bukti dukung telah kami selesaikan. Dari total 38 indikator EPSS, lebih dari 90 persen telah kami penuhi beserta dokumen pendukungnya,” katanya, Kamis (2/7).

Menurut Hidayatullah, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai EPSS Kalimantan Selatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu nilai EPSS Kalimantan Selatan masih berada pada kategori cukup. Tahun ini kami menargetkan minimal dapat meningkat ke kategori baik,” katanya.

Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya adalah proses penilaian yang dilakukan tim Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat dan dijadwalkan selesai pada pertengahan Juli 2026.

“Setelah proses penilaian selesai, akan ada masa sanggah sekitar satu minggu. Pada tahap itu kami dapat menyampaikan klarifikasi apabila terdapat bukti dukung yang belum sesuai atau masih ada dokumen yang perlu dilengkapi sehingga dapat mendukung peningkatan nilai EPSS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hidayatullah menegaskan bahwa peningkatan nilai EPSS bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi indikator keberhasilan tata kelola statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia berharap seluruh perangkat daerah terus memperkuat koordinasi dan konsistensi penyelenggaraan statistik sektoral sehingga kualitas data pemerintah semakin baik, akurat, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

“Kami optimis target kategori baik dapat tercapai. Ke depan, sinergi seluruh perangkat daerah akan terus diperkuat agar kualitas statistik sektoral di Kalimantan Selatan semakin meningkat,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

DLH Kalsel Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Banjarbaru – Pengenalan dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026 resmi digelar sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dan Universitas Lambung Mangkurat dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo mengatakan, pelaksanaan KKN Tematik Lingkungan Hidup menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Menurut Rahmat, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Kalimantan Selatan sehingga penyelesaiannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber, mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, memperkuat peran bank sampah dan TPS3R, serta mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Rahmat, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan, berdasarkan data tahun 2025, timbulan sampah di Kota Banjarbaru mencapai sekitar 199 ton per hari, sedangkan Kabupaten Tanah Bumbu sekitar 198 ton per hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Sebanyak 534 mahasiswa akan diterjunkan ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Bumbu selama 30 hari.

Sebelum melaksanakan KKN, para mahasiswa mendapatkan pembekalan yang memadukan teori dan praktik lapangan agar memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan sampah.

Rahmat menambahkan, materi pembekalan meliputi kebijakan pengelolaan sampah berbasis 3R, strategi pengelolaan sampah, penghitungan timbulan sampah, hingga kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas pengelolaan sampah seperti PDU Guntung Paikat, Bank Sampah, TPS 3R, dan TPA Regional Banjarbakula.

“Dengan pembekalan ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman nyata mengenai sistem pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan sehingga mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih efektif,” katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pembekalan dengan sungguh – sungguh, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta meninggalkan program yang berkelanjutan agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat setelah KKN berakhir.

Rahmat berharap melalui KKN Tematik Lingkungan Hidup Tahun 2026 akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, integritas, dan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (DLHKALSEL-MRF/RIW/APR)

Hari Jadi ke-76 Kalsel Digelar Sederhana, Dipusatkan di Masjid dan Perkuat Nuansa Religi

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang akan mengusung konsep lebih sederhana dengan menonjolkan nuansa religius.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala SKPD, biro, badan, dan para asisten di Ruang H Maksid, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kamis (2/7).

Suasana rapat koordinasi persiapan Hari Jadi Kalsel ke-76

Muhidin mengatakan, peringatan Hari Jadi Kalsel tahun ini mengalami penyesuaian jadwal karena 14 Agustus bertepatan dengan hari Jumat. Oleh karena itu, puncak peringatan direncanakan digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026, sedangkan rapat paripurna bersama DPRD diusulkan berlangsung sehari sebelumnya.

Berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, pelaksanaan Hari Jadi Kalsel kali ini tidak lagi menggunakan panggung utama yang megah. Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang sekaligus akan diresmikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Setelah rangkaian acara Hari Jadi dan peresmian masjid, kita langsung melaksanakan Salat Zuhur berjemaah. Besoknya juga Salat Jumat di masjid tersebut,” ujar Muhidin.

Ia menjelaskan, seluruh SKPD juga akan diarahkan untuk ikut memakmurkan masjid dengan mengajak para pegawai menghadiri kegiatan tersebut.

Menurutnya, konsep ini dipilih agar peringatan Hari Jadi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan nilai spiritual bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah tetap menggelar Kalsel Expo sebagai salah satu agenda utama. Bahkan, area pameran akan diperluas karena tidak lagi digunakan untuk panggung utama seperti pada pelaksanaan sebelumnya.

“Di kawasan expo juga akan disediakan dua panggung hiburan yang menampilkan pertunjukan bernuansa religi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi,” bebernya.

Untuk memudahkan masyarakat mengunjungi lokasi pameran, Pemprov Kalsel menyiapkan layanan bus antar jemput gratis yang akan beroperasi selama penyelenggaraan expo.

Armada tersebut akan melayani rute melingkar dari kawasan Simpang Empat menuju area pameran melalui sejumlah ruas jalan utama di Banjarbaru, dengan jumlah armada yang akan ditambah sesuai kebutuhan.

Muhidin menambahkan, peringatan Hari Jadi ke-76 Kalsel juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan perangkat daerah maupun masyarakat.

“Sejumlah cabang yang disiapkan di antaranya tinju, sambo, padel, sepeda, jalan sehat, lomba lari, hingga pushbike untuk anak-anak,” ungkapnya. (SYA/RIW/EPS)

Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Banua, Museum Lambung Mangkurat Gelar Lomba Bagasing

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional melalui Lomba Bagasing Adu Pukul yang digelar di halaman museum, Kamis (2/7).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Sepekan Cinta Museum 2026 tersebut diikuti 12 tim dari berbagai kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat saat menyampaikan sambutan

Para peserta menampilkan kemampuan memainkan bagasing dalam suasana kompetitif sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas pecinta olahraga tradisional.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, lomba bagasing diharapkan menjadi agenda tahunan museum sebagai salah satu upaya melestarikan warisan budaya Banua.

Menurutnya, bagasing merupakan permainan tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami ingin lomba bagasing ini menjadi wadah untuk mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan Kalimantan Selatan sekaligus mempertemukan komunitas-komunitas bagasing dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ady menuturkan, ke depan museum tidak hanya melibatkan komunitas yang telah lama menggeluti olahraga tradisional tersebut, tetapi juga akan membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak untuk ikut mengenal dan memainkan bagasing melalui kategori perlombaan khusus.

Penyerahan gasing oleh pecinta olahraga Bagasing kepada Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Langkah tersebut dinilai penting agar regenerasi pelestari permainan tradisional dapat terus berlangsung di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kami berharap bagasing bisa kembali dikenal anak-anak. Saat ini mereka lebih akrab dengan permainan berbasis teknologi, sehingga permainan tradisional seperti bagasing perlu terus diperkenalkan agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

BPS Kalsel Siapkan Ribuan Petugas, Gubernur Muhidin Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk memperoleh data ekonomi akurat dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Pencanangan yang berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (1/7) siang, dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiwan, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, serta seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin

Pada kesempatan tersebut, Gubernur, Muhidin mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha, berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan akurat kepada petugas sensus.

Menurut Muhidin, data akurat menjadi fondasi utama menghasilkan informasi statistik yang berkualitas. Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari pengembangan sektor usaha, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

“Keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan data yang sebenarnya kepada petugas sensus agar hasil pendataan benar – benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah,” ujar Muhidin.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 3.989 petugas sensus yang akan melaksanakan pendataan di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, seluruh petugas telah mendapatkan pelatihan teknis dan dibekali surat tugas, tanda pengenal resmi, serta perlindungan asuransi kecelakaan kerja agar dapat menjalankan tugas secara profesional sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan Mukhamad Mukhanif

“Petugas juga akan memperoleh dukungan upah sekitar 10 juta selama masa penugasan kurang lebih dua setengah bulan. Kami berharap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sehingga proses pendataan berjalan lancar,” kata Mukhanif.

Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat memberikan data valid dan lengkap.

“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” lanjutnya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, BPS, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan berkualitas sebagai landasan pembangunan daerah yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (MRF/RIW/EPS)

Tuntaskan Penerbangan Haji 2026, Bandara Internasional Syamsudin Noor Sambut Kloter Terakhir

Banjarbaru – Kloter terakhir debarkasi haji Kalimantan Selatan tiba kembali di tanah air melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor, Rabu (1/7).

Kloter 19 penerbangan haji tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada pukul 13.03 WITA. Membawa 344 jemaah, kedatangan pesawat ini berjalan dengan aman, lancar, dan penuh rasa haru.

“Kami bersyukur keseluruhan proses penerbangan haji mulai keberangkatan hingga kedatangan telah tuntas hari ini. Senang sekali dapat menjadi bagian dari pelayanan para jemaah haji dalam menjalani ibadah di tanah suci. Selamat kembali ke tanah air dan menjadi haji yang mabrur”, ungkap Stephanus Millyas Wardana, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor telah melayani 6.758 jemaah selama periode haji tahun ini.

Melalui pelayanan prima dan spesial pada momentum haji seperti penggunaan garbarata untuk seluruh proses keberangkatan dan kedatangan jemaah, pelayanan pemeriksaan keamanan di asrama haji, hingga seamless process secara operasional.

Untuk mewujudkan pengalaman penerbangan yang mudah, nyaman, dan aman selama musim haji ini, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) juga secara intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para pihak yang terlibat, antara lain Kementerian Haji dan Umrah, CIQ ( Customs, Imigration, and Quarantine ), maskapai, maupun ground handling.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para jemaah haji atas sikap kooperatif selama proses embarkasi dan debarkasi. Kami juga sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan penerbangan haji 2026 atas keikhlasan, kontribusi, dan dedikasinya. Semoga seluruh proses ini memberikan manfaat dan menjadi nilai ibadah,” tutupnya. (APSyamsudinNoor-RIW/EPS)

Jabat Ketua DPRD Banjarbaru Sisa Masa Jabatan 2024–2029, Muhammad Syahrial Siap Perkuat Sinergi

Banjarbaru – Muhammad Syahrial resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Banjarbaru sisa masa jabatan 2024 – 2029. Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru yang digelar di Graha Paripurna Gedung DPRD Banjarbaru, Rabu (1/7).

Rapat paripurna turut dihadiri Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, diwakili Plh. Sekretaris Daerah Banjarbaru, Kanafi, jajaran Forkopimda Banjarbaru, anggota DPRD, Gubernur Kalsel 2019-2024, Sahbirin Noor, serta tamu undangan lainnya.

Ket : Penyerahan palu sidang kepada Ketua DPRD Banjarbaru, Muhammad Syahrial

Usai resmi dilantik, Muhammad Syahrial mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin lembaga legislatif Kota Banjarbaru.

Menurutnya, jabatan tersebut bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan syukur atas amanah yang telah diberikan. Jabatan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus saya emban sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat Kota Banjarbaru,” ujarnya.

Syahrial menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan guna mendukung pembangunan daerah.

“Ke depan kami akan terus membangun kolaborasi yang erat dengan jajaran eksekutif agar program-program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banjarbaru agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan publik dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Banjarbaru. Semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan hati nurani, penuh tanggung jawab, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Syahrial menegaskan DPRD Banjarbaru akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program kerja dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ke depannya kami akan menyinkronkan program-program, sehingga setiap program pembangunan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada di Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Ajak Generasi Muda Cintai Museum, Sepekan Cinta Museum 2026 Resmi Dibuka

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai sejarah dan budaya daerah melalui Sepekan Cinta Museum 2026 yang digelar Museum Lambung Mangkurat.

Kegiatan bertema “Melestarikan Budaya Banua, Generasi Hebat Cinta Seni dan Tradisi” itu dibuka Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Rabu (1/7).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim saat membuka kegiatan.(foto : MuslamKalsel)

Abdul Rahim menegaskan, museum memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pelestarian warisan budaya, dan penguatan karakter bangsa.

Ia mengapresiasi Museum Lambung Mangkurat beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Sepekan Cinta Museum sebagai upaya nyata memperkuat pelestarian sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Kalimantan Selatan.

“Melalui kegiatan ini, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi destinasi edukasi sekaligus rekreasi budaya yang diminati semua kalangan,” ujarnya.

Menurut Abdul Rahim, Museum Lambung Mangkurat merupakan salah satu aset budaya penting Kalimantan Selatan karena menyimpan berbagai koleksi bersejarah dan cagar budaya yang merepresentasikan perjalanan sejarah serta identitas masyarakat Banua.

Karena itu, Ia mengajak pelajar, mahasiswa, guru, hingga keluarga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar sepanjang hayat.

“Dengan mencintai museum, sesungguhnya kita juga sedang menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan identitas daerah kita sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, Sepekan Cinta Museum merupakan program strategis untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kalimantan Selatan.

“Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah, meningkatkan kunjungan masyarakat, memperkuat fungsi museum sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan, serta menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ady menjelaskan, Rangkaian Sepekan Cinta Museum telah dimulai sejak 18 Juni 2026 melalui Pameran Temporer dan kegiatan Belajar Bersama.

Pada hari pembukaan, museum menggelar Lomba Mewarnai tingkat PAUD sebagai sarana mengenalkan museum kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus mengembangkan kreativitas mereka melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Berbagai kegiatan lain juga telah disiapkan hingga 4 Juli 2026, di antaranya Lomba Bagasing atau adu pukul yang melibatkan komunitas pecinta olahraga tradisional sebagai upaya melestarikan permainan rakyat Kalimantan Selatan.

“Selanjutnya akan digelar Lomba Menyanyi Lagu Tradisional yang terbuka untuk masyarakat umum guna memperkuat pelestarian seni musik daerah, sebelum ditutup dengan Lomba Tari Kreasi Tradisional yang diikuti sekolah, sanggar seni, dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” bebernya.

Ady berharap seluruh rangkaian Sepekan Cinta Museum mampu memperkuat fungsi Museum Lambung Mangkurat sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, sekaligus ruang kreatif yang mampu mendekatkan masyarakat dengan sejarah dan tradisi Banua.

“Seluruh kegiatan Sepekan Cinta Museum 2026 dilaksanakan di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Bagi yang ingin menyaksikan bisa datang langsung tanpa dipungut biaya,” pungkasnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/EPS)

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalsel Perkuat Profesionalisme dan Tegaskan Komitmen Pelayanan Masyarakat

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, di Lapangan Satuan Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (1/7).

Peringatan tersebut menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, serta kepercayaan masyarakat.

Upacara dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan selaku inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalsel, Muhidin, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, jajaran Forkopimda serta sejumlah tamu undangan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, upacara parade menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 setelah sebelumnya Polda Kalsel melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan upacara parade sebagai puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Sebelumnya, kami telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, hingga perlombaan yang mengangkat kearifan lokal sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kapolda, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Bhayangkara, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta memperkuat kolaborasi, menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Selatan.

Ia berharap, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh jajaran Polri untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Memasuki usia pengabdian yang ke-80 tahun, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme, dan menjaga kepercayaan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.

Ket : Suasana Upacara Hari Bhayangkara ke 80 Polda Kalsel

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi pengabdian Polri yang telah memasuki usia ke-80. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, Polda Kalsel, dan Forkopimda selama ini telah berjalan baik, menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“Selama 80 tahun Polri telah menunjukkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara melalui pelayanan kepada masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi tersebut dan berharap semangat itu terus dipertahankan,” kata Muhidin.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Polda Kalsel dan seluruh unsur Forkopimda untuk menjaga situasi daerah tetap aman, damai, dan kondusif.

“Kami akan terus bersinergi dengan Kapolda dan seluruh Forkopimda agar Kalimantan Selatan tetap menjadi daerah yang aman, damai, tenteram, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel Matangkan Persiapan Apel Siaga Karhutla Hadapi Dampak El Nino

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau dan dampak fenomena El Nino.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempersiapkan pelaksanaan Apel Siaga Karhutla melalui rapat koordinasi yang akan digelar pada Selasa (2/7).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra mengatakan, rapat persiapan tersebut akan melibatkan berbagai instansi terkait sebagai upaya mematangkan seluruh kesiapan sebelum pelaksanaan Apel Siaga Karhutla.

“Persiapan tidak hanya difokuskan pada pelaksanaan apel, tetapi juga memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta mekanisme koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi salah satu faktor penting agar seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla selama musim kemarau.

“Rapat persiapan akan kami laksanakan pada 2 Juli mendatang untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Apel Siaga Karhutla berjalan optimal. Kami ingin seluruh instansi yang terlibat memiliki kesiapan yang sama sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu apabila terjadi kebakaran,” ujar Ronny.

Ia menjelaskan, rapat tersebut juga akan menjadi forum penyamaan persepsi antarlembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi karhutla di Kalimantan Selatan.

“Pelaksanaan Apel Siaga Karhutla merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, terutama setelah adanya arahan dari pemerintah pusat terkait kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino,” tutupnya.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan dampak bencana selama musim kemarau tahun 2026. (MRF/RIW/EPS)

Exit mobile version