Tanpa Dukungan APBD, Dekranasda Kota Banjarbaru Tampilkan Sasirangan di NYFW

BANJARBARU – Sasirangan dan tas purun Banjarbaru kembali mendunia. Bagaimana tidak, khas kota Idaman ini dibawa dan diperlihatkan langsung oleh Ketua Dekranasda Vivi Mar’i Zubedi Aditya Mufti Ariffin dalam perhelatan New York Fashion Week (NYFW), Spring Studio, Manhattan New York, Amerika Serikat, akhir pekan lalu.

Acara dunia ini dihadiri oleh Duta Besar Indonesia Untuk USA Rosana Roslan, Konjen Konsulatdi New York, Miss Universe dr indonesia laksmi Shari De Neefe Swardhana dan beberapa selebriti internasional, artis indonesia serta para lokal buyers dan penonton dari dalam dan luar negeri.

Sebelum bertolak dalam ajang ini, Ketua Dekranasda Vivi Zubedi menyampaikan harapannya dengan tampilnya kerajinan dan sasirangan di NYFW dapat membuat sasirangan semakin dikenal lagi dan bisa sejajar dengan batik.

“Saya juga berharap nantinya Kota Banjarbaru dilirik, dilihat, didengar paling tidak untuk skala nasional. Sehingga bisa menarik minat pengunjung ke Kota Banjarbaru untuk melihat langsung hasil karya pengrajin UMKM dibawah binaan Dekranasda,” ujarnya.

Mengetahui hal ini, Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin mengaku bangga, Dekranasda kota Banjarbaru dapat kembali memperkenalkan produk olahan UMKM kota ini di kancah internasional.

“Keikutsertaan Ketua Dekranasda dengan membawa produk lokal UMKM Banjarbaru ini patut diapresiasi. Apalagi Ibu Vivi Zubedi langsung membawa sendiri dan memperkenalkan Sasirangan yang merupakan produk olahan kota Banjarbaru,” ujarnya Kepada Abdi Persada FM, Kamis (15/9).

Diketahui, sebagai Volunteer Designer dari brand ViviZubedi, Istri Wali Kota Banjarbaru ini Memfasilitasi langsung tanpa sponsor maupun ditopang APBD dalam keikutsertaan pada ajang Internasional ini. (RDM/RH)

BKKBN RI Apresiasi Turunnya Angka Stunting di Banjarbaru

BANJARBARU – Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan seorang anak berada dibawah standar yang ditetapkan menteri kesehatan. Untuk mengatasi stunting di Kota Banjarbaru, berbagai kegiatan terus dilakukan demi target penurunan stunting oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, percepatan penurunan stunting ini harus dilakukan secara serentak, sehingga Pemerintah Kota Banjarbaru membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan instansi lainnya.

Kali ini, pemerintah Kota Banjarbaru melaunching 3 Program sekaligus, yakni launching bapak asuh anak stunting (BAAS), serta Launching dapur sehat atasi stunting (DASHAT), dan peresmian kampung keluarga berkualitas (Kampung KB), di Kampung KB Gunung Kupang Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Peresmian yang digelar pada Selasa (6/9), dihadiri langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Kota Banjarbaru.

Kepala BKKBN RI (Tengah) saat mengunjungi Kampung KB Kelurahan Cempaka

Dalam sambutannya Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin menyampaikan, stunting menjadi ancaman nyata bagi masa depan anak – anak generasi penerus bangsa, berbagai kegiatan terus dilakukan demi mencapai target penurunan stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

“Konsep program bapak asuh anak stunting (BAAS) sama dengan program orang tua asuh, yakni terdapat donatur yang membantu keluarga yang mempunyai bayi dibawah 2 tahun, keluarga yang akan mempunyai bayi, serta para calon pengantin, ” ungkap Aditya.

Ia menambahkan, angka stunting di Kota Banjarbaru hanya 19 Persen, dan hal ini merupakan suatu yang membanggakan, dikarenakan angka stunting Kota Banjarbaru dibawah angka Nasional.

“Survei terakhir di Kota Banjarbaru angka stunting diangka 10,4 Persen, hal ini menjadi kebanggaan sehingga diharapkan tahun 2024 Kota Banjarbaru akan bebas dari stunting.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo menyampaikan, pihaknya mengapresiasi penurunan angka stunting di Kota Banjarbaru, dan dengan dilauncingnya program bapak asuh anak stunting (BAAS), serta Launching dapur sehat atasi stunting (DASHAT), dan peresmian kampung keluarga berkualitas (Kampung KB), maka kesehatan anak-anak di Kota Banjarbaru akan terjaga.

“Kota Banjarbaru menjadi salah satu Kota di Provinsi Kalsel yang angka Penurunan Stunting terendah, dan hal ini patut di apresiasi, ” Ungkap Hasto Wardoyo.

Hasto Wardoyo menambahkan, angka stunting tertinggi di Provinsi Kalsel terdapat di Daerah Kabupaten Banjar yang mencapai angka 40 Persen, dan disusul Kabupaten Tapin dengan angka 33,9 Persen.

“Saya harapkan angka stunting di 2 Kabupaten tersebut dapat menurun,” tutup Hasto. (MRF/RDM/RH)

Meriahkan HUT RI ke-77, PAUD CTB Banjarbaru Gelar Lomba Untuk Anak Hingga Orang Tua

BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun 2022 ini. Berbagai pihak terlihat memeriahkannya dengan berbagai kegiatan menarik. Tak terkecuali PAUD Terpadu Citra Tunas Bangsa (CTB) Kota Banjarbaru.

Dengan melibatkan komite sekolah, PAUD CTB Banjarbaru menggelar berbagai lomba yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masjid Agung Al Munawarah Banjarbaru, Sabtu (13/8).


Kepada Abdi Persada FM, Kepala PAUD CTB Banjarbaru Lilis Tiati Noor mengaku senang bisa melaksanakan kegiatan ini, dan bangga dengan antusias anak didik bersama orang tuanya dalam mengikuti gelaran ini.


“Memeriahkan dirgahayu kemerdekaan tahun ini, kami menggelar banyak lomba. Lombanya bukan hanya untuk anak didik, tapi juga para orang tua,” ujarnya.

Kegiatan yang bertemakan merah putih ini pula menurut Lilis, untuk lebih mengakrabkan guru dan orang tua peserta didik.

“Bukan hanya menggelar lomba, dalam kegiatan ini juga kami tadi makan bersama lesehan dengan beralaskan daun pisang, yang makanannya semua dibawa oleh para orang tua. Sederhana, tapi akrab. Kebersamaan yang luar biasa,” ucap Lilis dengan senang.

Untuk diketahui, masih dalam rangkaian memeriahkan HUT RI ke-77 sebelumnya pada Rabu (10/8) peserta didik PAUD CTB Banjarbaru juga mengikuti Fashion Week menggunakan kostum daur ulang yang diselenggarakan di Perpustakaan Palnam Banjarmasin. (RDM/RH)

Banjarbaru Targetkan Prevelensi Stunting 2024 Harus Pada 14 Persen

BANJARBARU – Meski Kota Banjarbaru masuk predikat hijau persebaran stunting dengan prevalensi 18,6 persen. Namun, pemerintah pusat menekankan agar 2024 penurunan harus berada dikisaran 14 persen. Artinya, upaya Pemko Banjarbaru harus terealisasi.

Wakil Presiden RI, Ma’aruf Amin menegaskan, agar Puskesmas dan Posyandu seluruh Tanah Air berperan sebagai sentra percepatan penanganan stunting.

“Mungkin ada yang sudah, masih ada yang dalam proses, tapi Kemenkes (harus) menyiapkan Posyandu di seluruh Indonesia bisa melakukan pelayanan,” tegasnya saat mengunjungi Posyando Kenanga, Jalan Gotong Royong, Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru, Kamis (11/8) siang.

Menanggapi itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, sebagai langkah yang tepat dilakukan pemerintah daerah salah satunya adalah mengoptimalkan peran Sumber Daya Manusia serta memanfaatkan peran serta fungsi dari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

“Jadi kami sudah punya program Banjarbaru Singkirkan Stunting (BASINGSING). Ketuanya itu terdiri dari Wakil Wali Kota bekerjasama dengan PKK, penyuluh KB, penyuluh kesehatan dan kader posyandu agar stunting dapat ditekan,” ujarnya, usai mendampingi Wapres RI Ma’aruf Amin.

Menurutnya, saat ini Banjarbaru berada diangka hampir 18,6 persen. Artinya, ada sekitar 5 persen untuk bisa berada pada capaian 14 persen.

“Hampir 19 persen artinya dua tahun kedepan target 5 persen harus terealisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KBMP2A Kota Banjarbaru, Sri Lailana, mengatakan, upaya optimal lainnya yang bakal dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru sesuai komitmen kepala daerah melalui instruksi Wakil Presiden RI adalah menerapkan program Bapak Asuh Anak Stunting.

“Hal ini akan kami laporkan kepada Wali Kota Banjarbaru dan kami akan melakukan rapat. Tetapi, belum bisa menentukan waktunya. Nanti akan ada ayah asuh anak stunting, tak hanya dari Forkopimda melainkan seluruh kepala SKPD dan camat dapat menjadi orang tuanya,” bebernya. (RHS/RDM/RH)

Wartono Lounching Buku ‘Menderes Manisnya Takdir’

BANJARBARU – Buku autobiografi yang berjudul ‘Menderes Manisnya Takdir’ akhirnya resmi diluncurkan oleh Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, di Aula Gawi Sabarataan Setdako Banjarbaru, Selasa (9/8).

Wartono yang merupakan penulis langsung buku ini mengatakan bahwa penyelesaian penulisan buku tersebut kurang lebih satu tahun.

“Saya dibantu oleh Randu Alamsyah, akhirnya dapat menyelesaikan buku ini,” ujar Wartono.

Ya, dalam buku tersebut menceritakan dirinya yang berasal dari sebuah dusun kecil di pelosok Kulonprogo, dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, tinggal di sebuah rumah kecil, berlantai tanah dan berdinding gedhek di kawasan kaki gunung Manoreh. Kesehariannya membantu orang tua menjadi penderes, dan sambil berjulan jajanan kampung, hingga akhirnya kini ia menjabat sebagai Wakil Walikota Banjarbaru.

Menurut Wartono, prinsip yang ia pegang hingga saat ini adalah keterbukaan, kejujuran, dan bakti kepada orang tua.

“Kuncinya harus terbuka dan jujur. Yang utama jika masih memiliki orang tua, berbakti kepada keduanya, dan jangan pernah menyakiti orang tua. Kemana saja dan apa yang dilakukan, minta restu kepada orang tua serta bahagiakan mereka. Itulah yang saya lakukan hingga akhirnya saya berada di titik ini,” jelasnya.

Dikatakan Wartono, buku autobiografi dirinya ini ditulis berdasarkan kisah nyata semasa hidupnya, dari tinggal di perdesaan hingga kini berada di kota Idaman Banjarbaru sebagai wakil wali kota.

Diharapkan Wartono, buku ini nantinya dapat benar-benar menjadi inspirasi dan motivasi siapapun yang membacanya.

“Harapan saya, siapapun yang sudah membaca buku ini, dapat termotivasi untuk maju mengembangkan diri. Tak ada yang tak mungkin jika kita tekun gigih dan selalu semangat menjalani hidup,” ucapnya.

Untuk diketahui, lounching buku ‘Menderes Manisnya Takdir’ ini selain dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono bersama Istri dan keluarga tercinta serta para sahabat, juga dihadiri sang penulis buku Randu Alamsyah, perwakilan Forum RT RW, dan nampak pula beberapa kepala SKPD terkait serta undangan lainnya. (RDM/RH)

Kejuaraan Bola Basket Antar Pelajar SMA/SMK se Kalsel Resmi Digelar

BANJARBARU – Borneo Basketball Competition “High School Series” antar SMA/SMK se Kalsel resmi digelar di Banjarbaru, Rabu (27/7).

Dilaksanakan di GOR Bakula Spartans Arena, kompetisi yang diikuti oleh 10 sekolah dari 4 Kabupaten/Kota se Kalsel ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banjarbaru, Muhammad Aditya Mufti Ariffin, diwakili Asisten II Setdako Banjarbaru, Puspa Kencana.

Asisten II Setdako Banjarbaru, Puspa Kencana (kanan), saat secara resmi membuka acara kompetisi

Dalam sambutannya, wali kota mengaku bangga kepada seluruh pelajar yang bertanding.

“Terimakasih atas partisipasi kalian para pelajar untuk menyemarakkan kompetisi ini,” ucapnya.

Kompetisi ini sendiri menurutnya memiliki peran penting dalam menumbuhkan hal positif bagi pelajar. Seperti sportifitas, solidaritas dan daya saing.

“Semoga kompetisi ini dapat menjadi angin segar dalam membina prestasi olahraga bola basket di wilayah kita ini, dengan hadirnya potensi yang berprestasi,” harap wali kota dalam sambutannya.

Sementara itu Ketua Pelaksana, Anes Fikri Haekal mengatakan, kompetisi ini merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) Banjarbaru yang ingin meningkatkan jumlah atlet bola basket usia 18-20 tahun.

“Insyaallah sebelum akhir tahun kita akan laksanakan even ini lagi,” ungkapnya.

Anes membeberkan, kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini nantinya akan mendatangkan Guest Star pada malam finalnya.

“Kita masih rahasiakan siapa yang akan datang nanti, pokoknya malam final nanti pasti akan heboh,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

JPO Banjarbaru Ditargetkan Rampung 28 Desember 2022

BANJARBARU – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani Km 34, Banjarbaru, ditargetkan rampung pada 28 Desember 2022 sesuai kesepakatan kontraktor dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru, Muhammad Aditya Mufti Ariffin (masker putih), saat meninjau proses pembangunan JPO

Saat meninjau lokasi pembangunan JPO, Selasa sore (26/7), Wali Kota Banjarbaru, Muhammad Aditya Mufti Ariffin menilai, proses pembangunan JPO ini terbilang cepat.

Kendati demikian, Aditya meminta proses pengerjaannya jangan sampai membahayakan pengguna jalan yang hilir mudik di lokasi tersebut. Termasuk, siswa sekolah yang lalu lalang di sekitarnya.

“Jangan sampai membahayakan warga, apalagi ini lokasinya berdekatan dengan sekolah,” ucapnya.

Aditya menampik jika pembangunan JPO ini terkesan tergesa-gesa. Menurutnya, orientasi JPO ini tidak diperuntukkan pada saat hari ini saja, melainkan untuk proses jangka panjang.

“Jangan menunggu macet dulu. Jangan menunggu masalah muncul baru kita selesaikan masalahnya. Tetapi bagaimana masalah kedepan itu kita tanggulangi hari ini,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR, Eka Yuliesda, menyebut, jika proses pengerjaan pembangunan melebihi target 180 hari kerja sesuai kesepakatan, maka masih ada program tambahan pengerjaan selama 50 hari.

Kepala Dinas PUPR kota Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari

“Kita kan masih punya tenggat waktu, tetapi akan terus kita usahakan agar bisa rampung sesuai target,” ungkapnya.

Eka mengaku, pihaknya juga akan terus mengawal pembangunan JPO ini secara ketat hingga selesai sesuai dengan Visi Misi Wali Kota Banjarbaru.

“Makanya kita monitor terus ini. Disamping itu juga ada konsultan pengawasnya,” terangnya.

Untuk mempermudah serta memastikan keselamatan warga selama proses pembangunan, Eka mengungkapkan sudah bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan penutupan jalan.

“Masyarakat harap bersabar dulu, karena ini demi keselamatan juga. Untuk masalah kemacetannya nanti akan kita evaluasi terus bersama Polantas dan Dishub,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Walikota Banjarbaru Sumbangkan Darah di RSD Idaman, Bantu Pemenuhan Stok Darah Pasien Thalasemia

BANJARBARU – Setelah satu bulan lebih menjalani masa penyembuhan pasca operasi di bagian kaki, Walikota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin, akhirnya kembali memulai aktivitas lapangannya di tengah masyarakat.

Menariknya, mengawali kegiatan tersebut sang Walikota justru memilih melakukan aksi sosial dengan menyumbangkan darahnya di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, Selasa(19/7) pagi.

Turut didampingi Direktur RSD Idaman Banjarbaru, Dokter Danny Indrawardhana, Kabag Tata Usaha Budi Yulistianto dan Kasi Sarpras Medik Harun Arrasyid, satu kantong darah setidaknya disumbangkan oleh Walikota Banjarbaru untuk kebutuhan masyarakat yang berobat di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Diungkapkan Walikota Banjarbaru, pemenuhan stok darah di setiap fasilitas kesehatan menjadi hal yang perlu diperhatikan secara serius. Mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan, ujar Aditya, perlu dengan membangkitkan kesadaran masyarakat luas untuk ikut serta dalam aksi sosial donor darah yang kerap dilaksanakan di wilayah Banjarbaru.

“Donor darah secara sukarela perlu dimaknai dan diteladani oleh seluruh masyarakat karena dengan setiap tetesan darah dapat memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kehidupan orang lain yang membutuhkan,” katanya.

Menurut Aditya, donor darah merupakan tindakan kemanusiaan yang tidak ternilai serta merupakan penegasan akan arti penting persaudaraan, soliditas, dan kepedulian terhadap sesama. Sehingga diharapkannya aksi solidaritas yang kuat tidak muncul hanya saat terjadi bencana, tapi juga dalam keseharian.

“Saya berharap di Banjarbaru aksi solidaritas juga muncul dalam keseharian, dan donor darah adalah salah satu contohnya,” beber Walikota.

Sementara itu, Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, Dokter Danny Indrawardhana, mengungkapkan kunjungan Walikota Banjarbaru mengikuti program donor darah cukup membuat pihaknya terkejut. Pasalnya agenda ini belum pernah sekalipun dibahas atau direncanakan sebelumnya.

Selain itu, diakui Dokter Danny bahwa kedatangan Walikota Banjarbaru begitu tepat momentumnya yang mana pada hari ini banyak pasien thalasemia melakukan proses transfusi darah. Sehingga katanya dapat dipastikan bahwa darah yang telah disumbangkan Walikota, selanjutnya akan ditransfusikan terhadap pasien.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Walikota karena kepercayaan beliau dengan melakukan donor darah di RSD Idaman. Sedikit banyaknya akan memberikan dampak luar bisa bagi pasien kami, khusunya pasien thalasemia yang kami jadikan sebagai layanan unggulan,” terangnya.

Terkhusus pula, lanjut Dokter Danny, moment ini memberikan daya ungkit bagi jajaran manajemen RSD Idaman Banjarbaru untuk terus berinovasi ke depannya.

“Tentu sabgat memotivasi kami untuk terus mengembangkan layanan yang paripurna bagi para pasien,” tuntasnya. (RSDIdaman.Bjb-RDM/RH)

Hari Pertama Sekolah, 360 Peserta Didik Baru SMAN 3 Banjarbaru Ikuti PLS

BANJARBARU – Memasuki tahun ajaran baru periode 2022-2023, sebanyak 360 peserta didik baru di SMA Negeri 3 Banjarbaru mulai mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di hari pertama sekolah.

Suasana pengenalan lingkungan sekolah di SMAN 3 Banjarbaru

Pengenalan lingkungan sekolah atau yang biasa dikenal dengan Masa Orientasi Siswa ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung mulai 18-20 Juli 2022.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 3 Banjarbaru, Rahmah, melalui Wakasek Kurikulum, Elvi Soufiawati mengatakan, seluruh peserta didik sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, terlebih sekolah sudah diperkenankan melaksanakan PTM seratus persen dengan melandainya kasus pandemi saat ini.

“Siswa malah merasa senang ketika kembali ke sekolah, karena kan sudah satu tahun ini mereka banyak belajar melalui daring,” ucapnya di sela kegiatan, Senin (18/7).

Untuk mencegah penumpukan dalam satu ruang kelas, Elvi mengungkapkan pihaknya membatasi maksimal 35 siswa dalam satu kelas.

“Kalau ruang kelasnya kecil, kita akan membatasi jumlah siswa hanya sebanyak 30 orang saja,” ucapnya.

Selain itu, untuk mendukung upaya pemerintah dalam membentuk kekebalan kelompok di sekolah, Elvi mengaku SMA Negeri 3 Banjarbaru terus memotivasi peserta didiknya untuk mendapatkan dosis vaksinasi, baik dosis pertama, kedua, maupun dosis ketiga atau booster.
Bahkan dilanjutkannya, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Cempaka, Banjarbaru, untuk membantu pelaksanaan vaksinasi di sekolah ini.

“Kita siap menyediakan tempat untuk pelaksanaan vaksinasi bagi siswa,” lanjutnya.

Elvi membeberkan, pihaknya juga berencana menggelar berbagai macam kegiatan yang sempat tertunda akibat pandemi dalam tahun-tahun terakhir.

“Banyak sekali kegiatan yang biasa kita laksanakan, terutama pengembangan diri untuk siswa,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Puncak Hari Bhayangkara Ke-76, Polda Kalsel Ikuti Upacara Secara Virtual

Banjarbaru – Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-76 digelar melalui upacara di Akpol Semarang, yang diikuti seluruh Polda dan unsur Forkopimda seluruh Indonesia secara virtual, termasuk Polda Kalsel dari Gedung Wajra Cyena Sat Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, pada Selasa (5/7).

Upacara peringatan HUT Bhayangkara tersebut, dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo, didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Tema Hari Bhayangkara tahun ini adalah “Polri Yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural Untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh”.

Pada kegiatan di Sat Brimob Polda Kalsel, turut hadir Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Kajati Kalsel, Wakapolda Kalsel, Kepala Pengadilan Tinggi Banjarmasin, Kabinda Kalsel, Kepala BNN Kalsel, Kasrem Korem 101/Antasari, Kadispers Lanud Syamsuddin Noor, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel beserta Pengurus, dan Pejabat Utama Polda Kalsel maupun para tamu undangan lainnya.

Presiden RI Joko Widodo dalam amanatnya mengungkapkan, bahwa Polri harus tetap waspada dalam pengedalian virus COVID-19 yang masih perlu untuk dilakukan penanggulangan.

“Polri harus lebih maju dari pada para pelaku kejahatan. Keadilan dan kemanfaatan hukum harus dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat, jadikan penindakan hukum sebagai upaya terakhir,” pesan Presiden dalam arahannya.

Terkait pemindahan Ibukota Negara, Kegiatan KTT G20 di Bali, serta agenda besar Pemilu Serentak 2024, Presiden meminta peran aktif Polri untuk terus berinovasi dalam hal pemeliharaan Kamtibmas.

Usai pelaksanaan Upacara, kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-76 yang digelar Polda Kalsel berlanjut dengan acara Syukuran Hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022. Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolda dan Ketua Bhayangkari Polda Kalsel. Potongan tumpeng pertama dan kedua, diserahkan kepada personil paling senior dan paling muda. (RIW/RDM/APR)

Exit mobile version