14 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Wali Kota Banjarbaru Canangkan Kampung Literasi Guntung Manggis

3 min read

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin hadiri sekaligus mencanangkan Kampung Literasi Guntung Manggis Program Bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Kursus, Koordinator Fungsi Keaksaraan dan Budaya Baca, Kemendikbudristek yang berlokasi di KBM Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Tampak hadir Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus, Asisten Admintrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Arsi dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, Camat Landasan Ulin, Lurah Guntung Manggis, Ketua PKBM Kuranji dan undangan lainnya.

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin dalam sambutannya menyampaikan, acara Pencanangan Kampung Literasi Guntung Manggis, yang merupakan program bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, sebagai bentuk apresiasi semangat dan kreatifitas para penggiat literasi dalam upaya meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat.

“Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memodernisasikan diri,” jelasnya.

Keberliterasian dalam konteks ini menurut wali kota yang biasa disapa Ovie ini, bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan bersama.

“Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif, sehingga dapat memenangi persaingan global. Sebagai bangsa yang besar, kita harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21, melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat,” ucapnya lagi.

Penguasaan 6 literasi dasar yang disepakati oleh world economic forum, disampaikan Ovie menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

“Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ucap Ovie.

Diharapkannya, dengan meluasnya informasi kepada masyarakat tentang kampung literasi, akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangannya kedepan, untuk meningkatkan aktivitas pemenuhan pendidikan dan pembelajaran masyarakat.

Sementara itu, Ketua PKBM Kuranji Eva Febriany menyampaikan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama dalam upaya membangun dan meningkatan kualitas manusia Indonesia.

“Dalam upaya ini diperlukan sarana dan prasarana serta kemauan dan kesiapan setiap individu untuk melibatkan diri, berpikir maju dan mengembangkan kompetensi diri,” ujar Eva.

Kampung literasi disampaikannya, merupakan kawasan kampung atau desa yang dijadikan sasaran untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mewujudkan masyarakat yang memiliki 6 komponen literasi dan membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Kampung literasi Guntung Manggis di selenggarakan oleh PKBM Kuranji dibawah binaan Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan, dan PT AGM serta bekerjasama dengan organisasi mitra, penggiat budaya baca masyarakat dan pihak terkait lainnya,” tutupnya. (HUMPRO.BJB-RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.