18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Tanda Syukur Sebagai Umat Muslim, LPPL Abdi Persada FM Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

2 min read

Suasana peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 di LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Sebagai tanda syukur serta kecintaan kepada junjungan umat muslim Nabi Muhammad SAW, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di kantor Abdi Persada FM, Sabtu (6/11) pagi.

Peringatan maulid nabi ini menghadirkan penceramah yang merupakan pimpinan Majelis Ta’lim, Dzikir dan Maulid Al Mubaraak, Al Ustadz M Fahriani.

Rangkaian peringatan diawali dengan melantunkan shalawat Habsyi oleh grup Maulid Himpora dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji dalam sambutannya mengharap dengan terlaksananya kegiatan ini, dapat memberikan berkah dan keselamatan dunia akhirat.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul bersama memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, kami selaku jajaran LPPL Abdi Persada FM mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan terutama Al Ustadz Muhammad Fahriani,” ucap Direktur yang akrab disapa Ibe.

Sementara dalam tausiahnya, M Fahriani yang aktab disapa guru Fahri menyampaikan bulan Rabiul Awal yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini jika diartikan yaitu bulan musim penghujan. Yang jika dikorelasikan bulan Rabiul Awal dapat memberikan hikmah dan manfaat bagi orang banyak.

Pimpinan Majelis Ta’lim, Dzikir dan Maulid Al Mubarak, M Fahriani (mic) saat memberikan tausiah

“Perumpamaannya, jika pohon ataupun tanaman yang ditanam pada musim hujan pasti akan tumbuh subur. Itulah keberadaan Nabi kita yang terlahir pada bulan Rabiul Awal, dimana hikmah dan akidahnya untuk memberikan manfaat bagi umatnya,” terang Fahriani.

Orang yang hidup di dunia, lanjut Fahriani, pasti selalu berada dalam masalah. Namun jika di hadapi dengan tenang, ungkap Fahriani, masalah sebesar apapun akan terasa ringan. Sebaliknya, sekecil apapun masalah jika dihadapi dengan kepanikan maka masalah tersebut akan terasa berat.

“Bahkan rumah tangga Nabi kita belum tentu sunyi dari masalah, namun karena beliau menghadapinya dengan tenang, maka masalah tersebut menjadi kecil,” ungkap Fahriani.

Dalam peringatan hari ini, kegiatan juga di rangkai dengan pembacaan Manaqib (riwayat hidup) Sunan Ampel. Seluruh tamu undangan yang hadir, khidmat mengikuti rangkaian kegiatan yang tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini. (TR21-01/RDM/HDR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.