Jumlah Pecandu Narkoba Turun, BNN Kota Banjarbaru Jalankan Program Rehabilitasi Hingga ke Tingkat RT

BANJARBARU – Jumlah pecandu narkoba di kota Banjarbaru, terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan data BNN kota Banjarbaru, di tahun ini jumlah rujukan ke BNN kota ini hanya sebanyak 69 orang, di banding tahun lalu sebanyak 85 orang.

Konselor Klinik BNN Kota Banjarbaru Anwar Radi mengatakan, penurunan ini bahkan terjadi dua kali lipat di banding dengan tahun 2019.

“Jika dibandingkan dengan dua tahun ke belakang, angkanya menurun. Di 2020 target 50 orang, dan yang terealisasi berjumlah 85, sedangkan pada 2019 mancapai 175 orang pecandu,” katanya.

Kendati demikian, Anwar membeberkan, pecandu narkoba di kota ini masih didominasi usia produktif. Usia di mana setiap individu masih bisa melakukan aktivitas sosial secara optimal.

“Berdasarkan data Oktober 2021 yang paling banyak adalah usia 25 hingga 40 tahun ada sekitar 36 orang, sedangkan yang di bawah 25 tahun sebanyak 21 orang,” bebernya.

Dirinya juga mengungkapkan, BNN kota Banjarbaru memiliki beberapa program untuk mencegah, mengurangi serta menyembuhkan para pecandu.

“Program kita diantaranya program rawat jalan, rehabilitasi rawat inap, serta program pasca rehabilitasi,” ungkapnya.

Program pasca rehabilitasi sendiri lanjutnya, bertujuan untuk memperpanjang masa pemulihan usai melakukan program rawat jalan.

“Pasca rehabilitasi ini kita lakukan dengan pemantauan via telepon atau berkunjung langsung ke rumah pasien yang dinyatakan boleh pulang,” jelasnya.

BNN kota Banjarbaru juga turut melibatkan peran serta masyarakat dalam menekan laju penyalahgunaan narkoba di kota ini melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Dimana program ini dilakukan melalui pembentukan Agen Pemulihan (AP), dengan melibatkan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.

“IBM ini merupakan bentuk respon masyarakat terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba di wilayah RT hingga kelurahan,” pungkasnya. (TR21-01/RIW/RH)

PMI Banjarbaru Beri Perhatian Terhadap Banjir HST

BANJARBARU – Banjir masih menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tidak sedikit warga harus mengungsi di beberapa tempat pengungsian akibat debit air yang relatif tinggi. Hal ini yang mendasari tim relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarbaru bersama PMI Kalsel memberikan Layanan Kesehatan (Yankes) ke beberapa desa yang terdampak.

PMI kota Banjarbaru saat melakukan evakuasi kepada warga

Melalui sambungan telepon, Kamis (2/12), Staf Penanggulangan Bencana PMI Kota Banjarbaru Aiman mengatakan, di Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan, pihaknya mendatangi dua titik tempat pemeriksaan yakni RT 01 dan RT 02.

“Langkah awal kami melakukan assesment. Data yang masuk langsung kami eksekusi bersama untuk melakukan layanan kesehatan,” ucap Aiman.

Walau dapat ditempuh dengan roda empat, jalan masih belum bisa untuk dilewati akibat genangan air yang masih terbilang tinggi.

“Kami melakukan yankes ke lokasi harus berjalan kurang 3 kilometer karena akses jalan masih tertutup banjir ketika menuju lokasi,” terang Aiman.

Kendati demikian, tidak kurang 50 warga yang sudah terobati dengan berbagai macam keluhan. Seperti kutu air hingga darah tinggi.

“Bila ada penyakit berkelanjutan maka akan kami arahkan ke Puskesmas setempat,” ungkap Aiman.

Hingga saat ini tidak sedikit warga masih mengungsi di akibat permukiman yang masih tergenang.

“Di Desa Jaranih hingga saat ini masih banyak warga yang mengungsi, karena debit air masih sepaha orang dewasa kalau di Masiraan hampir sepinggang,” beber Aiman.

Kedepannya lanjut Aiman, PMI Kalsel akan mendatangkan bantuan ke HST berupa perlengkapan kebersihan, perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya. (TR21-01/RDM/RH)

Sempat Ditutup Sementara, Wisata Danau Seran Kembali Buka

BANJARBARU – Meski sempat ditutup akibat memakan korban jiwa beberapa waktu lalu, wisata air Danau Seran kota Banjarbaru kini kembali dibuka, Rabu (24/11).

Menurut Pengelola Danau Seran sekaligus Ketua RW setempat Abdul Hadi mengatakan, pihak pengelola sudah mematuhi serta mengikuti apa yang menjadi aturan pemerintah. Termasuk menerapkan penutupan sementara dan mewajibkan penerapan keamanan, juga protokol kesehatan bagi pengunjung, pedagang dan tim pengelola.

Kendati demikian, hingga saat ini pengunjung yang datang ke wisata ini masih terbilang sepi.

“Masih belum banyak pengunjung yang datang. Terlebih, saat ini juga masih belum banyak yang tahu bahwa Danau Seran sudah kembali dibuka,” jelas Hadi.

Hadi juga memahami situasi dan kondisi saat ini. Juga kepedulian pemerintah akibat insiden tenggelamnya mahasiswa beberapa minggu lalu yang mengharuskan Danau Seran ditutup sementara.

“Lokasi tenggelam tidak termasuk lokasi wisata, maka kami meminta agar tetap dibuka kecuali tempat yang lain dibiarkan ditutupi pagar,” terang Hadi.

Membenarkan hal tersebut, Lurah Palam kota Banjarbaru Ciptadi Sunaryo mengatakan, sejak terjadi insiden beberapa waktu lalu, Wali kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, meminta untuk menutup sementara wisata air kebanggaan warga kota ini.

Lurah Palam kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo

“Intinya Wali kota cuman meminta agar kejadian kemarin tidak sampai terulang kembali,” tegas Ciptadi.

Setelah melakukan mediasi dengan pengelola dan pihak berwenang, akhirnya disepakati wisata ini diperbolehkan untuk beroperasi kembali dengan persyaratan pengamanan yang ketat.

“Sudah kita sepakati keamanan di wisata itu lebih ditambahkan, seperti memberi pagar di lokasi danau yang tidak terpantau oleh pengawas, ditambah poster bertuliskan larangan berenang, pos pengawas, dan keamanan lainnya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Problematika Magang Mendapat Perhatian dari KNPI Banjarbaru

BANJARBARU – Problematika waktu magang yang seringkali overtime atau lewat dari batas waktu yang telah disepakati. Mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Banjarbaru.

Meski belum ditemukan laporan, pekerja magang terkadang seakan dimanfaatkan dengan status yang tidak jelas.

“Isunya memang tidak terlalu hangat, tetapi hal ini seringkali terjadi. Dan ini sifatnya aktual karena setiap tahun mahasiswa dan yang lainnya selalu melaksanakan kegiatan magang,” ujar Ketua DPD KNPI kota Banjarbaru, Gusti M Adam Maulana, usai memberikan sambutan dalam kegiatan seminar problematika magang di Amanah Borneo Park pada Sabtu (20/11) sore.

Secara spesifik, menurut Adam, hingga saat ini pihaknya belum menemukan atau menerima laporan dari rekan-rekan di Banjarbaru yang mengikuti program magang.

Kendati demikian, KNPI Banjarbaru ingin memberikan pemahaman kepada peserta magang, berupa solusi dan motivasi terkait program magang itu sendiri. Dalam hal ini melalui seminar yang di ikuti oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di kota ini.

“KNPI kota Banjarbaru, ingin menitik beratkan kepada peserta magang agar dapat memahami apa yang mereka dapatkan dan siapa yang nantinya akan dirugikan ketika melaksanakan kegiatan magang,” tegasnya.

Senada dengan Adam, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemko Banjarbaru, Lesa Fahriana, turut menyatakan belum menerima laporan terkait penyalahgunaan ataupun pemanfaatan pekerja magang.

“Kendala dalam kegiatan magang itu pasti ada, tetapi kita harapkan kita dapat menemukan suatu kesepakatan dan solusi terbaik untuk pekerja magang sebelum terjun ke dunia kerja,” harap Lesa.

Pemko Banjarbaru sendiri, lanjut Lesa, saat ini sudah memiliki Perda tentang kepemudaan, dan sedang ditindaklanjuti untuk dituangkan dalam Perwali sebagai langkah konkrit.

“Jika memang terjadi penyalahgunaan, kita akan bersama sama mensosialisasikan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Pemko Banjarbaru Bangun Landmark Dengan Hiasan Akuarium di Tengah Kota

BANJARBARU – Pemerintah kota Banjarbaru membangun landmark Lapangan Murdjani, alun alun kota Idaman ini semakin menarik dengan adanya penambahan landmark baru yang berdiri megah di lapangan depan Balai Kota.

Landmark seringkali digunakan sebagai penanda sebuah kota atau tempat, kemudian berfungsi sebagai pengingat akan kenangan yang ada di satu wilayah.

Dengan tagline “Lapangan dr Murdjani” dan akuarium yang hampir seratus persen telah rampung, menjadi wajah baru yang akan menghiasi kota ini.

Kepala Bidang Pertamanan Pemakaman dan PJU Disperkim kota Banjarbaru, Sartono mengatakan, pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Banjarbaru.

“Saat ini kita masih dalam tahap finishing dan netralisir bak akuarium dengan cacahan batang pohon pisang untuk menghilangkan racun-racun yang masih menempel di dinding akuarium,” ungkap Sartono baru baru tadi.

Dijelaskannya, bola beton yang terdapat di depan landmark berfungsi sebagai hiasan, juga bisa jadi tempat bersantai serta pembatas jarak antara akuarium dengan pengunjung.

“Landmark ini tidak sekedar untuk berswafoto, tapi juga dalam rangka edukasi bagi anak untuk mengenalkan ikan endemik Kalimantan dan beberapa ikan hias yang akan mengisi ketujuh sekat akuarium tersebut,” jelasnya.

Akuarium yang memiliki tujuh sekat ini, lanjut Sartono, akan diberikan informasi-informasi tentang ikan yang ada di dalam akuarium tersebut.

“Pembuatan ini juga untuk lebih mengenalkan lapangan Murjani kepada masyarakat di luar Kota Banjarbaru,” ungkapnya

Diharapkan dengan adanya landmark ini bisa menjadi tempat refreshing masyarakat Banjarbaru. Selain itu, pembangunan landmark ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam hal pengelolaan RTH. Serta sebagai penguat identitas lapangan Murdjani itu sendiri. (TR21-01/RDM/RH)

Layanan Vaksinasi Keliling Juara Mendapat Apresiasi Dari Kelurahan Palam

BANJARBARU – Pemerintah kota Banjarbaru mengerahkan armada bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai sarana operasional Layanan Vaksin Keliling Juara. Setidaknya untuk saat ini, ada 3 unit bus yang telah disiapkan dan dimodifikasi untuk mulai beroperasi.

Gebrakan yang digagas Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin ini bertujuan untuk memberikan akses kemudahan serta layanan yang dapat lebih luas menjangkau masyarakat di setiap RT di 20 kelurahan yang ada di Banjarbaru.

Di Kelurahan Palam, layanan vaksinasi keliling ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Lurah Palam, Ciptadi Sunaryo.

Lurah Palam Kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo

Dimana Ciptadi mengaku, antusias masyarakat di kelurahan ini terhadap vaksinasi sangat tinggi. Namun akibat jarak menuju fasilitas pelayanan vaksin yang dinilai cukup jauh, membuat warga menjadi enggan menyambangi.

“Dengan adanya fasilitas bus keliling ini sangat membantu bagi masyarakat di kelurahan ini. Buktinya dengan dalam beberapa jam, 300 dosis vaksin yang telah disiapkan langsung habis di serbu warga,” ucapnya.

Ciptadi berharap kegiatan layanan vaksinasi seperti ini dapat terus dilaksanakan, agar penyebaran vaksin dapat menembus hingga ke daerah pelosok kota Banjarbaru.

“Mudah mudahan bisa terus berlanjut sampai seluruh warga di kota ini bisa tervaksin hingga membentuk herd immunity,” harapnya.

Layanan vaksinasi keliling, tak hanya di nikmati oleh masyarakat diusia produktif, tetapi juga warga yang sudah lanjut usia (lansia). Seperti salah satunya, Nini (nenek) Kapsiah berusia 80 tahun. Meski diusianya yang sudah hampir satu abad, Kapsiah mengaku tetap ingin menjalani hidup sehat dengan salah satunya mengikuti kegiatan vaksinasi ini.

“Saya masih ingin hidup sehat makanya saya vaksin,” terangnya.

Kapsiah juga menghimbau kepada warga lansia lainnya untuk tidak takut terhadap vaksin. Karena selain tidak menimbulkan efek samping, vaksin juga berguna untuk mencegah terpaparnya virus COVID-19 terutama di usia yang terbilang rentan.

“Kakek Nenek dirumah jangan takut di vaksin, tidak sakit, saya saja berani,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

5.600 Hektare Lahan di Banjarbaru, Disiapkan Untuk Kawasan Aerocity

BANJARBARU – Meski saat ini pembangunan konsep Aero City tidak menjadi prioritas dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN), Pemerintah kota Banjarbaru terus mendorong terciptanya kawasan ini dalam Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) kawasan Banjarbakula, Selasa (9/11).

Diketahui, dalam pengembangannya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menetapkan bahwa kawasan ini akan mengiring tema “Aero City” sejak tahun 2018 silam, Aero City ini merupakan kawasan yang akan terintegrasi dan memanfaatkan keberadaan bandara sebagai daya ungkit pertumbuhan wilayah.

Kepala Bidang Fisik Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarbaru Erwin mengungkapkan, konsep ini nantinya akan dibangun di lahan seluas kurang lebih 5.600 hektare, yang akan di bagi menjadi beberapa Sub Bagian Wilayah Perencanaan (Sub BWP).

Kepala Bidang Fisik Prasarana BAPPEDA kota Banjarbaru, Erwin

“Dari total keseluruhan total lahan 5.600 hektare kami bagi menjadi 6 Sub BWP dengan tema masing-masing terhadap pengembangannya,” ungkapnya.

Dijelaskannya dari 6 Sub BWP, pihaknya sudah menyusun perencanaan di 3 Sub BWP.  Dimana di tahun ini, pihaknya akan melakukan penyusunan masterplan dan siteplan pada sub BWP 4 dan 1.

“Secara keseluruhan konsep sudah jadi masterplannya yang disusun Kementerian, karena diawal ada beberapa konsep yang dibantu oleh pusat terkait infrastruktur pemukiman pada kawasan Aero City,” jelasnya.

Pada tahun 2022, Erwin menyebut, berdasarkan kajian terdahulu, pihaknya akan memfokuskan pada pembangunan pada Sub BWP 1, karena menjadi bagian utama dari jalan Lingkar Utara dan jalan utama masuk ke Bandara.

“Pembangunan akan kita lakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Dalam pembangunannya, konsep Aero City di kota ini akan meliputi tiga Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang dan sebagian Kecamatan Banjarbaru Utara. (TR21-01/RDM/RH)

Wali Kota Banjarbaru Canangkan Kampung Literasi Guntung Manggis

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin hadiri sekaligus mencanangkan Kampung Literasi Guntung Manggis Program Bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Kursus, Koordinator Fungsi Keaksaraan dan Budaya Baca, Kemendikbudristek yang berlokasi di KBM Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Tampak hadir Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus, Asisten Admintrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Arsi dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, Camat Landasan Ulin, Lurah Guntung Manggis, Ketua PKBM Kuranji dan undangan lainnya.

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin dalam sambutannya menyampaikan, acara Pencanangan Kampung Literasi Guntung Manggis, yang merupakan program bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, sebagai bentuk apresiasi semangat dan kreatifitas para penggiat literasi dalam upaya meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat.

“Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memodernisasikan diri,” jelasnya.

Keberliterasian dalam konteks ini menurut wali kota yang biasa disapa Ovie ini, bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan bersama.

“Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif, sehingga dapat memenangi persaingan global. Sebagai bangsa yang besar, kita harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21, melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat,” ucapnya lagi.

Penguasaan 6 literasi dasar yang disepakati oleh world economic forum, disampaikan Ovie menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

“Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ucap Ovie.

Diharapkannya, dengan meluasnya informasi kepada masyarakat tentang kampung literasi, akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangannya kedepan, untuk meningkatkan aktivitas pemenuhan pendidikan dan pembelajaran masyarakat.

Sementara itu, Ketua PKBM Kuranji Eva Febriany menyampaikan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama dalam upaya membangun dan meningkatan kualitas manusia Indonesia.

“Dalam upaya ini diperlukan sarana dan prasarana serta kemauan dan kesiapan setiap individu untuk melibatkan diri, berpikir maju dan mengembangkan kompetensi diri,” ujar Eva.

Kampung literasi disampaikannya, merupakan kawasan kampung atau desa yang dijadikan sasaran untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mewujudkan masyarakat yang memiliki 6 komponen literasi dan membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Kampung literasi Guntung Manggis di selenggarakan oleh PKBM Kuranji dibawah binaan Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan, dan PT AGM serta bekerjasama dengan organisasi mitra, penggiat budaya baca masyarakat dan pihak terkait lainnya,” tutupnya. (HUMPRO.BJB-RDM/APR)

Kalsel Targetkan 70 Persen Untuk Capaian Vaksinasi

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menargetkan capaian vaksinasi di provinsi ini mampu terealisasi hingga 70 persen pada Desember mendatang.
 
“Saya menaruh harapan besar kolaborasi yang terbangun antar komponen tetap terjalin kokoh. Dimana, untuk realisasi capaian vaksinasi di Kalsel hingga Desember 2021 bisa diangka 70 persen,” ungkap orang nomor satu di Kalsel yang baru mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) itu, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMA Negeri 2 Banjarbaru bersama Kadisdikbud Kalsel, M Yusuf Effendy dan Kadinkes Kalsel, M Muslim, Senin (8/11) siang.

Meski demikian, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini tetap mengingatkan betapa pentingnya menerapkan 5 M, meski telah mendapat suntikan vaksin.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan sekaligus menyapa siswa SMA Negeri 2 Banjarbaru pada pelaksanaan vaksinasi.

“Jangan lupa untuk tetap menerapkan prokes, dan kita jangan sampai lengah serta harus tetap waspada. Terutama, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan hingga mengurangi mobilitas,” imbaunya kepada peserta didik di SMA Negeri 2 Banjarbaru.

Usia menggelar Turun ke Desa (Turdes) di 13 kabupaten/kota di Kalsel, Paman Birin menyebutkan, kalau capainnya program vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 36,11 persen.

“Alhamdulilah, di Kalsel secara umum capaian vaksinasinya sudah berada pada angka 44,4 persen. Tentu, saya juga mengapresiasi untuk Kota Banjarbaru yang juga telah mencapai pada kisaran 62 persen lebih dan ini patut di apresiasi baik kepada Wali Kota beserta jajarannya atas kerja kerasnya selama ini,” ucapnya.

Ia optimis, sasaran 70 persen dapat tercapai hingga akhir Desember 2021 mendatang sesuai arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Tentu, ini bisa dicapai dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak,” tutupnya. (ADPIM-RHS/RDM/APR)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Pemerataan Serbuan Vaksinasi Maritim

BANJARBARU – serbuan vaksin maritim tersebut kali ini digelar di Desa Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Saat meninjau vaksinasi,Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut  Herbiyantoko M.Tr Hanla yang diwakili ketua penyelenggara Mayor Laut dr. Meutia Indrasakti menyampaikan, Vaksinasi massal ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Lanal Banjarmasin untuk mendukung dan mensukseskan program yang dicanangkan oleh Pemerintah secara totalitas, guna menghentikan laju pertumbuhan wabah COVID-19 dan segera memutus mata rantai penyebarannya.

“Dengan aksi kerja nyata ini, semoga pemerataan Vaksinasi terhadap warga cepat tuntas dan musim pandemi cepat berakhir, supaya tercipta tatanan kehidupan yang baru dan masyarakat Kalimantan Selatan bisa beraktifitas kembali normal seperti sedia kala,” ucap dr. Meutia

dr. Meutia menambahkan, saat ini angka kasus penderita wabah Covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan secara bertahap sudah mulai bersurut dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah turun di Level Dua, namun tidak menutup kemungkinan penyebaran Virus Corona itu tetap ada dilingkungan masyarakat.

“TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan, dalam hal ini Lanal Banjarmasin kembali menyelenggarakan Serbuan Vaksinasi Maritim secara massal terhadap masyarakat kota maupun warga pesisir, dari usia remaja, pelajar hingga para Manula untuk membangun Herd Immunity (Kekebalan Kelompok),” tutup dr. Meutia.

Sementara itu, salah satu penerima Vaksinasi maritim yakni Nenek Riyam menyampaikan, ia mengucapkan terima kasih kepada Lanal Banjarmasin yang telah bersedia dan berpartisapasi menggelar Vaksinasi massal, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga dan terlindungi dari serangan Virus Corona.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Serbuan Vaksinasi Maritim yang ke-57 ini, 148 peserta yang mendaftarkan diri mereke untuk divaksinasi, dengan demikian jumlah keseluruhan sejak awal dimulainya Serbuan Vaksinasi Maritim sampai dengan saat ini, Lanal Banjarmasin sudah berhasil memvaksinasi 18.245 orang. (HUMASTNI-AL-MRF/RDM/APR)

Exit mobile version