Pemkab Banjar Petakan Lahan Kritis Untuk Antisipasi Dampak Banjir

BANJAR – Masyarakat Kabupaten Banjar diharapkan agar tidak panik saat terjadi bencana banjir di wilayahnya, kaji cepat banjir sangat bermanfaat untuk memetakan kerusakan lingkungan di suatu wilayah, termasuk lahan kritis mana yang perlu direboisasi atau diberi perlakuan yang berbeda. 

Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab Banjar Mursal, saat membuka secara resmi Rakoor Antisipasi dan Pengendalian Dampak Banjir, di  salah satu hotel berbintang di Kecamatan Gambut, Rabu ( 15/12).

Disampaiman Mursal,intensitas hujan saat ini sudah meningkat, dan diharapkan  durasi hujan kedepan tidak terlalu lama,  karena jika durasi hujan cukup lama maka akan rawan berakibat banjir. Dan kepada masyarakat jika terjadi banjir diharapkan agar tidak panik, jika terjadi banjir maka masyarakat diharapkan mengamankan barang berharga mereka seperti dokumen di tempat yang tinggi dan aman.

“Kaji cepat banjir sangat bermanfaat untuk memetakan kerusakan lingkungan di suatu wilayah, termasuk lahan kritis mana yang perlu direboisasi atau diberi perlakuan yang berbeda. Misalnya dengan merubah kawasan kebun sayur menjadi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman keras seperti kopi yang dampaknya cukup baik, karena mampu mengikat tanah sehingga bisa berfungsi sebagai pengendali banjir alami,” ungkap Mursal.

Ditambahkan Mursal, Diperlukan stakeholder yang memahami pentingnya perubahan iklim secara komprehensif terkait cuaca dampak dari bencana hidrometereologi pada kehidupan masyarakat di Kabupaten Banjar.

“Periode La Nina (musim dingin) yang dimulai sejak awal November hingga akhir Februari 2022 sesuai dengan prediksi IKLIM dari Sistem Informasi LIHAI (Layanan Informasi Handal untuk manajemen Lingkungan) DLH Kabupaten Banjar,” tutup Mursal. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Pemkab Banjar Resmikan Booster Pump Gambut

BANJAR – Permasalahan tingkat kebocoran air dan belum meratanya keberadaan jaringan sarana dan prasarana air bersih, membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar selalu berupaya melakukan pembenahan-pembenahan berdasarkan skala prioritas penanganan terutama pada kegiatan pengembangan unit distribusi dan unit pelayanan dengan pemanfaatan idle capacity.

Bertempat di Perumahan Guru Kecamatan Gambut, Pemerintah Kabupaten Banjar melaksanakan peresmian Booster Pump Gambut, Rabu (15/12). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Banjar Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Kab Banjar Said Idrus Al-Habsyie,  Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, serta sejumlah Pejabat SKPD Lingkup Banjar.

Dalam sambutannya Bupati Banjar Saidi Mansyur menjelaskan, pertumbuhan pelanggan dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan. Tahun 2021 ini jumlah pelanggan 100.088 Sambungan Langganan (SL) dibanding dengan tahun 2020 dengan pelanggan sebanyak +96.076 SL, maka PDAM Intan Banjar diharapkan akan terus meningkatkan kemampuan pelayanannya dari waktu ke waktu, mengikuti pertumbuhan penduduk dan kenaikan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Banjar.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Selatan dan Walikota Banjarbaru selaku pemilik atau sebagai penyerta modal PDAM Intan Banjar. Semoga kerjasama yang kita telah jalin ini dapat bermanfaat dalam melangkah kedepan,” ucap Saidi.

Saisi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banjar akan terus mendukung PDAM Intan Banjar dalam meningkatkan mutu dan pelayanannya kepada Masyarakat.

“Insya Allah dengan niat tulus seluruh masyarakat dan juga pemerintah akan selalu mendukung PDAM Intan Banjar dalam meningkatkan mutu pelayanannya,” tutupnya. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Pemkab Banjar Gelar Sosialisasi Migrasi Aman Perlindungan Pekerja Migran

BANJAR – Sosialisasi Migrasi Aman Perlindungan Pekerja Migran dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar di Aula Barakat Kantor Setda Banjar, Rabu (15/12). Sosialisasi ini bertujuan sebagai wadah komunikasi dalam tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja imigran dalam rangka pelaksanaan tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja imigran yang lebih baik lagi di Kabupaten Banjar di masa yang akan datang.

Saat membuka sosialisasi, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banjar Ikhwansyah menyampaikan, dengan digelarnya sosialisasi migrasi aman perlindungan pekerja migran ini, maka diharapkan dapat membangun keselarasan dan kesefahaman antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia.

“Sosialisasi ini sebagai wadah komunikasi dalam tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja imigran Indonesia. Merupakan sebuah momentum untuk dapat saling berkomunikasi, berkoordinasi, dalam rangka pelaksanaan tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja imigran Indonesia yang lebih baik lagi di Kabupaten Banjar di masa yang akan datang,” ucap Ikhwansyah.

Ikhwansyah menambahkan, sosialisasi ini sangatlah penting, mengingat bahwa sektor ketenagakerjaan dan kegiatan terkait hajat hidup orang banyak sesuai UUD 1945 pasal 27 ayat 2, yang berbunyi setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

“Sosialisasi ini sendiri dapat memberikan masukan-masukan kepada peserta yang umumnya dari desa-desa di Kabupaten Banjar, agar materi yang disampaikan disebarluaskan di daerahnya masing-masing, terutama calon Pekerja Migran Indonesia tidak lagi berniat untuk bekerja di luar negeri secara non-prosedural,” tutup Ikhwansyah. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Siap Bantu Pemkab Banjar Naikkan Capaian Persentase Vaksinasi

BANJAR – Pemerintah Pusat menargetkan capaian vaksinasi COVID-19 disemua Daerah 70 persen yang menerima vaksin dosis pertama. untuk meningkatkan capaian vaksinasi terutama di wilayah Kabupaten Banjar. Pemprov Kalsel Bersama Pemkab Banjar mencari berbagai strategi, berbagi peran dan bersama-sama mengejar capaian vaksinasi yang masih tertinggal.

Audiensi Pemprov Kalsel bersama Pemkab Banjar

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan M Muslim saat melakukan audiensi dengan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur, di Mahligai Sultan Adam belum lama tadi.

Disampaikan M Muslim, Untuk mencapai target yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat, maka Kab Banjar harus dipetakan sasaran-sasaran yang masih belum divaksin mulai dari tingkat RT, kelurahan sampai kecamatan. Sehingga orang-orang yang hendak divaksin sudah jelas informasinya.

“Target yang harus dicapai pada akhir Desember ini sebesar 70 persen, sehingga masyarakat kabupaten bisa memasuki herd imunity atau kekebalan kelompok,” ucap Muslim.

M Muslim menambahkan, BINDA, Kepolisian maupun TNI siap bersama-sama membantu untuk menaikkan capaian vaksinasi di Kabupaten Banjar, juga dengan memberikan berbagai macam stimulus agar masyarakat mau divaksin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kab Banjar Diauddin menambahkan, selain berkerjasama dengan Pemprov Kalsel, pihaknya juga melakukan kerjasama bersama UNICEF Indonesia perwakilan Kalimantan Selatan, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi COVID 19. kerjasama ini dilakukan, dengan tujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, terhadap manfaat vaksin COVID-19, sekaligus upaya Pemerintah Kabupaten Banjar, dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten ini, sehingga capaian target vaksinasi di akhir tahun dapat tercapai.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan persentase vaksinasi di daerah ini dapat mencapai 6p persen hingga akhir tahun,” ucap Diauddin.

Ditambahkan Diauddin, untuk meningkatkan pencapaian vaksinasi, pihaknya juga akan mengoptimalkan Program Nasional, salah satunya yakni memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya suntik vaksin COVID-19, sehingga masyarakat sadar dan mau bervaksin.

“Untuk memberikan pengetahuan vaksinasi kepada masyarakat, pihaknya akan menambah petugas, yang siap menginformasikam terkait vaksinasi COVID-19,” tutup Diauddin. (HUMASKABBANJAR-MRF/RDM/RH)

Penerimaan Relaksasi Pajak Kendaraan 21.21 Bauntung di Kabupaten Banjar Capai 2 M Lebih

BANJAR – Penerimaan pajak kendaraan bermotor, pada program kebijakan relaksasi 50 persen 21.21 BAUNTUNG Pemprov Kalsel untuk wilayah UPPD Samsat Martapura sudah mencapai Rp2 milyar lebih. Hal ini diungkapkan, Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli, kepada Abdi Persada FM, Jum’at (10/12).

Disampaikan Zulkifli,  penerimaan relaksasi pajak kendaraan bermotor sebesar 50 persen, di Kabupaten Banjar yang dilaksanakan mulai 21 Oktober – 21 November, mencapai 2 Milyar lebih. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah dua koma sembilan milyar rupiah.

“Program 21.21 BAUNTUNG pada bulan Oktober hingga November untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sudah mencapai lebih dari 140 Juta. Dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp2,09 milyar,” ungkap Zulkifli

Zulkifli menambahkan, banyaknya capaian  pendapatan pada relaksasi pajak 21.21 BAUNTUNG ini, juga dikarenakan adanya pembayaran pajak kendaraan Dinas yang pihaknya terima.

“Yang kami dapat dari kendaraan Dinas, pendapatannya sebesar lebih dari Rp31 Juta. Jadi total keseluruhan dari tanggal 21 Oktober hingga 21 November pendapatan di UPPD Samsat Martapura sebesar lebih dari Rp2 Milyar,” ungkap Zulkifli.

Ditambahkan Zulkifli, pendapatan relaksasasi PKB pada Program 21.21 Bauntung, terbilang lebih sedikit dibandingkan pendapatan relaksasi PKB pada Program 9.9 yang diadakan sebelumnya, hal ini dikarenakan menurunnya jumlah pelanggan wajib pajak dikarenakan masih banyak pelanggan wajib pajak di Kabupaten Banjar, yang kesusahan ekonomi akibat pandemi COVID-19. (MRF/RDM/RH)

Hingga November, Penerimaan PAP di Kabupaten Banjar Capai 1,5 M

BANJAR – Pendapatan Pajak Air Permukaan (PAP) di Kabupaten Banjar hingga bulan November ini, mencapai Rp1,5 Milyar. Pencapaian ini masih terbilang sedikit dikarenakan target yang diberikan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel untuk Target PAP sebesar Rp2,5 Milyar.

Pada Jum’at (10/12), Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli kepada Abdi Persada FM menyampaikan, total keseluruhan penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP) di UPPD Samsat Martapura hingga November 2021 ini sudah mencapai sekitar Rp1,5 Milyar atau sebesar 59,6 persen. Sedikitnya persentase pendapatan PAP di Kabuten Banjar ini, dikarenakan adanya perubahan target murni dari Rp1,3 milyar menjadi Rp2,5 milyar.

“Apabila tidak ada perubahan target yang ditetapkan Badan Keuangan daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel, maka persentase capaian PAP UPPD Samsat Martapura, sudah mencapai 100 persen lebih,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, untuk meningkatkan pencapaian pendapatan PAP di Kabupaten ini, pihaknya  terus melaksanakan program jemput bola, yang artinya petugas UPPD Samsat Martapura akan mendatangi perusahaan-Perusahaan dan rumah makan diwilayah ini, untuk mengimbau agar mereka dapat membayar PAP.

“Program jemput bola sudah kami laksanakan sejak diberlakukannya pembayaran PAP di daerah ini, adapun perusahaan-perusahaan yang diwajibkan membayar PAP, yakni perusahaan yang memanfaatkan air permukaan untuk usaha mereka,” lanjut Zulkifli.

Ditambahkan Zulkifli, diwilayah Kabupaten Banjar terdapat perusahaan-perusahaan besar yang menjadi penyumbang Pajak Air Permukaan (PAP) untuk Provinsi Kalsel, yakni PT PLN  dari PLTA waduk Riam Kanan, PDAM Intan Banjar, Perusahaan tambang batubara, serta rumah makan dan lesehan seperti yang ada di Bincau, dan dari usaha pertanian – perkebunan. (MRF/RDM/RH)

Ratusan PNS Banjar Dianugerahi Satyalancana Karya Satya 

BANJAR – Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (KDPSDM) Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany yang didampingi Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Pembinaan dan Kesejahteraan Gusti Muhammad Chandra Suryana, menyerahkan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah PNS, dengan masa kerja 30, 20 dan 10 tahun, di Aula Wisma Sultan Sulaiman, Kamis (2/11).

Penghargaan Satyalancana Karya Satya (SLKS) tersebut diberikan oleh pemerintah pusat kepada PNS  atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinannya dalam melaksanakan tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil selama 10 (sepuluh) tahun, 20 (dua puluh) tahun, atau 30 (tiga puluh) tahun lebih.

Selain mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan, Kepala BKDPSDM Banjar Rahkmat Dhany juga berharap, agar penghargaan yang diterima  dapat menjadi motivasi bagi para PNS untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya.

“Sehingga tercipta PNS professional yang mampu memberikan pelayanan secara maksimal terhadap masyarakat,” ucap Rakhmar Dhany

Rakhmat Dany menambahkan, dengan telah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS, yang menekankan pada larangan dan kewajiban. Munculnya regulasi terbaru itu, ASN tidak bisa lagi seenaknya dalam bekerja. Ketidakhadiran tanpa keterangan akan diakumulasikan dalam periode waktu tertentu, yang akan berimbas pada penjatuhan hukuman disiplin, mulai dari teguran, pemotongan tunjangan kinerja, penurunan jabatan hingga pemberhentian.

“Penghargaan SLKS ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 34/ TK/ Tahun 2021 Tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya,” tutup Rakhmat.

Untuk diketahui, adapun nama-nama PNS calon penerima  penghargaan di Lingkungan Pemkab Banjar yang terbit dan memenuhi syarat sebanyak 419 (Empat Ratus Sembilan Belas). Satyalancana Karya  Satyamasa kerja 30 tahun 71 orang, 20 tahun 37 orang dan  10 tahun 311 orang. (HUMASBANJAR/MRF/RDM/RH)

Desember, Pemkab Banjar Gelar 4 Kali Pasar Murah

BANJAR – Menjelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru) pada Desember ini, membuat harga bahan-bahan pokok mengalami kenaikan, sehingga untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Banjar dalam membeli bahan-bahan pokok, Pemerintah setempat menggelar pasar murah di empat titik lokasi.

Pasar murah di 1 lokasi yang bertempat di Kecamatan Astambul Kab Banjar merupakan hasil kerjasama Pemkab Banjar bersama Pemprov Kalsel, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banjar bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kab Banjar yang diselenggarakan pada Jum’at (3/12).

Pengadaan pasar murah di Kec Astambul Kab Banjar

Kepada Abdi Persada FM, Kabid Perdagangan Disperindag Banjar Jimmy menyampaikan, untuk membantu masyarakat Kab Banjar menjelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru) pada bulan ini (Desember) pihaknya telah menggelar kegiatan pasar murah sebanyak 4 kali, di kecamatan-kecamatan yang berbeda, pelaksanaan pasar murah juga disertai dengan protokol-protokol kesehatan COVID-19 yang ketat, sehingga penularan pandemi pada pelaksanaan pasar murah diharapkan tidak terjadi.

Kabid Perdagangan Disperindag Kab Banjar Jimmt

“Alhamdulillah kita sudah melaksanakan di 3 lokus di Kecamatan Aranio, Kecamatan Simpang Empat, dan Kecamatan Tatah Makmur, lokus yang ke 4 kami berkerjasama bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel yang terlaksana di Kecamatan Astambul,” ucap Jimmy.

Saat ditanya apakah Pemkab Banjar akan kembali mengadakan lokus pasar murah di bulan Desember ini, Jimmy menyampaikan bahwa dengan waktu yang semakin sempit menjelang Nataru, maka pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel menjadi pasar murah terakhir yang diadakan di Kabupaten ini.

“Karena waktu yang semakin sempit, kemungkinan pasar murah di Kecamatan Astambul menjadi yang terakhir diadakan,” tutup Jimmy. (MRF/RDM/RH)

Forwadek Banjarmasin Study Komparatif ke DPRD Kabupaten Banjar

BANJAR – Forum Wartawan Dewan Kota (Forwadek) Banjarmasin, melakukan study komparatif ke DPRD Kabupaten Banjar, Selasa (30/11).

Kasubbag Protokol dan Kehumasan Sekretariat DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Fahriansyah, kepada wartawan menyampaikan, selama ini jalinan kemitraan dengan media, khususnya di DPRD setempat berjalan sangat baik. Namun untuk lingkup Kabupaten, kemitraan menjadi satu dengan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Kasubbag Protokol dan Kehumasan Sekretariat DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Fahriansyah, (ditengah), saat memberikan komentarnya

“Jalinan sinergitas jadi satu dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik),” ucapnya.

Disampaikan Fahri, pola kemitraan selalu merangkul kebersamaan dengan media, baik cetak, elektronik, dan online, agar tetap terjaga dengan baik, kemitraan itu dituangkan dalam bentuk kontrak kerjasama. Kemudian mekanismenya relatif sama dengan yang dilaksanakan di DPRD Banjarmasin.

“Kami menyesuaikan anggaran dan tetap ada kesamaan persepsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Dewan Kota (Forwadek) Banjarmasin Bambang Santoso mengatakan, dari hasil study komparatif ini, sangat banyak informasi yang didapatkan, terutama terkait kerjasama dan kebijakan lembaga dalam menjaga kemitraan dengan media, supaya tetap terus berjalan dengan baik.

“Kita akan selalu menjaga hubungan kemitraan ini, untuk saling bersama-sama membangun kemajuan khususnya di kota seribu sungai,” tutupnya.

Foto bersama Forum Wartawan Dewan Kota Banjarmasin dengan Ketua DPRD Kabupaten Banjar dan media DPRD Kabupaten Banjar

Untuk diketahui, study komparatif Forum Wartawan Dewan Kota (Forwadek) Banjarmasin, diikuti sebanyak 17 media baik media cetak, elektronik, maupun online. (NHF/RDM/RH)

PGRI Banjar Harapkan Tunjangan Daerah Naik, Bupati : Insyaallah 2022

BANJAR – Mewakili seluruh Guru di Kabupaten Banjar, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banjar Zainal Arifin mengharapkan, ada kenaikan insentif guru atau tunjangan daerah untuk guru di kabupaten Banjar, hal ini dikarenakan tunjangan guru di Kab Banjar dinilai sangat sedikit dibanding Tunjangan Guru di Kabupaten-Kota lain. Hal ini disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 76) dan Hari Guru Nasional di Stadion Demang Lehman, Kamis (25/11) kemarin.

Diungkapkan Zainal, Saat ini tunjangan guru di Banjar memang di bawah dari Kabupaten lain, sehingga besar harapan adanya kenaikan untuk tahun ini yang dapat direalisasikan, karena saat ini para guru di Kab Banjar hanya menerima tunjangan daerah kurang lebih Rp400.000.

“Kenaikan tunjangan guru di kabupaten Banjar terjadi terakhir kali pada tahun 2019 lalu sebesar 20 ribu rupiah. Ini pun terjadi setelah sebelumnya tidak pernah mengalami kenaikan selama lebih 15 tahun,” ucap Zainal.

Zainal menambahkan, di Kabupaten Banjar sendiri, semua jenjang guru mendapatkan tunjangan sama rata sebesar Rp400.000. Tentu, menurutnya berbeda jika dibandingkan daerah lain yang memiliki perbedaan nominal disetiap jenjangnya.

“Kami sudah menyampaikan ke Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, dan meminta agar tunjangan guru disamakan dengan tenaga kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan. Karena disitu (Dinas Kesehatan) nama jabatan dan kelas jabatan sama, tapi tunjangannya beda, jadi kami (guru) minta disamakan,” tutup Zainal.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur menyampaikan, pihaknya sangat ingin sekali mengangkat kesejahteraan guru dengan menaikkan tunjangannya. Namun, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima dan pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat akibat pandemi COVID-19, menjadi faktor penyebab kenaikan tunjangan guru masih tak kunjung terealisasi.

Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur.

“Insya Allah tahun depan mudah-mudahan terealisasikan apabila tidak terdapat pemotongan anggaran, pandemi juga mudah-mudahan selesai dan kita bisa fokus dan anggaran juga kembali normal seperti semula, sehingga apapun yang menjadi keresahan maupun hajat para guru ini bisa kita realisasikan,” tutup Saidi Mansyur. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version