Meski Libur Nasional, Paman Birin Tetap Semangati Anak Agar Mau Divaksin

Banjar – Berikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 melalui kegiatan vaksinasi, terus digelorakan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin.Noor atau Paman Birin.

Meski di hari libur, Paman Birin tetap turun ke desa untuk memantau langsung kegiatan vaksinasi bergerak sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat dan tim yang  bertugas

Seperti dilakukan pada Senin (28/2),  dimana oleh pemerintah ditetapkan sebagai  hari libur nasional,  yakni Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,  kepala daerah  dikenal dekat dengan rakyatnya itu tetap memanfaatkan waktu libur dengan menyapa masyarakat.

Gubernur Sahbirin Noor  meninjau vaksinasi bergerak di Desa Sungai Alang, dan Awang Bangkal Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Vaksinasi Bergerak di dua tempat tersebut difasilitasi Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur H Sahbirin Noor mengatakan, Vaksinasi  Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

“Melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya”, ujar Gubernur.

Suasana saat Gubernur Kalsel meninjau Vaksinasi Bergerak

Paman juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat seperti TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan yang lainya.

Kepala Desa Sungai Alang, Miftahul Khair mengucapkan terima kasih kepada Paman Birin yang telah menyempatkan hadir dan meninjau langsung proses vaksinasi.

Menurutnya, hingga siang hari sudah lebih dari 200 orang yang melakukan vaksinasi.

Disampaikanya, vaksinasi kali ini mencakup anak dari umur 6 sampai dengan 11 tahun, dewasa hingga lansia.

Selanjutnya, Paman Birin meninjau vaksinasi bergerak di Desa Awang Bangkal Barat dengan sasaran 1.000 orang.

Di Desa Awang Bangkal Barat dosis 1 sebanyak 2.057 dari sasaran 2, sebanyak 118 dosis.
Hari ini kali pertama dilakukan vaksin dosis ke 2.

Pada peninjauan tersebut Paman Birin didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Sukamto, dan Kasatpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan Zakly Aswan.

Saat berkunjung di desa Awang Bangkal, oleh kepala desa setempat, Paman Birin dijamu makan siang dan ramah tamah dengan masyarakat dan aparatur pemerintahan desa

Selain Satpol PP dan Damkar, kegiatan Vaksinasi Bergerak inisiasi Gubernur Kalsel ini juga digelar SKPD lain di lingkungan Pemprov Kalsel.

Di hari yang sama Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Biro Administrasi Pimpinan, Biro Organisasi dan Biro Perekonomian Setda Kalsel bekerja sama dg stakeholder terkait juga menggelar kegiatan vaksinasi di beberapa titik atau tempat.

Lokasi tersebut Pasar Bauntung Lama Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Pajak Perhotelan Jadi Penyumbang PAD Terbesar Ketiga di Kabupaten Banjar

BANJAR – Pajak perhotelan menjadi penyumbang terbesar ketiga bagi Pemerintah Kabupaten Banjar. Sektor ini diakui mampu melampaui target penerimaan di 2020 lalu dari semula berkisar Rp3,3 miliar berhasil terealisasi Rp3,8 miliar dengan nilai perolehan 106 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, Dzulyadaini, menyebutkan, menyusul selain PBHTB dan PBB sebagai penyumbang terbesar pertama. Pajak perhotelan ternyata juga ikut mengalami pergerakan yang cukup positif terutama bagi penerimaan kas daerah di wilayah Kabupaten Banjar.

“Seiring keberadaan perhotelan di Kabupaten Banjar capaian ini naik bahkan melebih target,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Meningkatnya penerimaan, tutur Dzulyadaini, tentu merupakan imbas pertumbuhan ekonomi masyarakat yang mulai membaik seiring menurunnya penyebaran COVID-19. Meski, saat ini lonjakan kasus mulai kembali alami kenaikan.

“Kalau presentasenya 106 persen dari Rp3,3 menjadi Rp3,8 miliar naiknya cukup signifikan,” bebernya.

Apabila angka perolehan ini melebihi target. Tentu kalkulasinya dari kenaikan 106 persen disederhanakan berubah menjadi 1,06. Artinya, penerimaan pajak perhotelan sudah mulai merangkak naik.

“Tentu, kalau dilihat data yang didapatkan sudah melebihi dari angka normal di tahun 2019,” ucap Dzul.

Kepala BPKPAD Kabupaten Banjar, Dzulyadaini

Selain perhotelan, restoran juga ikut menjadi pendamping ketiga dalam sektor penerimaan pajak daerah di Kabupaten Banjar.

“Nah, ini yang juga ikut berpengaruh signifikan karena ada pemasangan alat perekaman pajak dari akhir tahun 2020 ada sekitar 25, 2021 ada 46 secara keseluruhan sebanyak 71 dan ini terus dipantau oleh tim di lapangan. Bahkan, kontribusinya sangat baik ini dan naik secara signifikan,” ungkap Kepala BPKPAD Banjar, Dzulyadaini.

Bahkan, ungkap Dzul, capaian angka keseluruhan penerimaan di 2021 kemarin, menurutnya hampir mendekati normal atau sama persis seperti realisasi 2019.

“Mudah-mudahan bisa tercapai tahun ini melebihi dari target yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

20 Unit R2 Diamankan Dalam Operasi Jaran Intan 2022

BANJAR – Sebanyak 20 unit kendaraan curian (curanmor) berhasil diamankan di Mapolres Banjar. Sedikitnya 10 orang menjadi tersangka dalam target Operasi Jaran Intan 2022.

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kabag Ops Polres Banjar Kompol Abdul Mufid mengungkapkan, 6 dari 10 diantaranya merupakan target operasi (TO) Polres Banjar yang diduga sering melakukan pencurian dan 4 tersangka lainnya merupakan non TO.

Saat pelaksanaan Konfrensi Pers di belakang halaman Mapolres Banjar

“Operasi ini digelar selama 12 hari. Selain berhasil mengamankan puluhan motor curian, 10 orang ini merupakan total yang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya, saat menggelar konfrensi pers kepada sejumlah awak media, di halaman belakang Mapolres Banjar, Rabu (23/2) siang.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Banjar, Iptu Fransiskus Manaan, menyampaikan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan pencurian motor (ranmor) masih berada disekitar wilayah Kabupaten Banjar.

“Kota Martapura, Mataraman, Karang Intan dan lain-lain,” ucapnya.

Sederet tersangka dalam melakukan pencurian motor (ranmor) di sekitar kewilayahan di Kabupaten Banjar

Mengenai modus, lanjut Fransiskus, para tersangka antara lain mencuri motor yang terparkir tanpa kunci pengaman serta ada yang berpura-pura meminjam lalu kabur.

“Ini karena masyarakat tidak berhati-hati ketika meninggalkan motor,” ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar dapat segera menghubungi jajaran dari Polres Banjar.

“Beberapa sudah ada yang mengkonfirmasi ke sini,” pungkas Fransiskus. (RHS/RDM/APR)

Dinas PUPRP Banjar Akan Ditinjau Kembali Kerusakan Jalan di Aluh-Aluh

BANJAR – Rusaknya insfrastruktur jalan di tiga desa yakni Tambak Sirang, Bunipah dan Simpang Warga, Kecamatan Aluh-Aluh, bakal segera ditinjau dan langsung dikaji oleh tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

Plt Kepala PUPRP Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly, mengungkapkan, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu lokasi mana saja yang mengalami kerusakan parah dan menjadi skala prioritas untuk mendapat perbaikan.

“Khususnya dibidang Bina Marga di Dinas PUPRP Banjar akan mencek kembali dimana saja yang perlu mendapatkan penanganan apabila misalnya Aluh-Aluh memiliki daya ungkit tinggi tentu akan mendapat perbaikan,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Rusaknya jalan di Desa Bunipah menuju Simpang Warga, Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar

Ia menyadari jalan di tiga desa yang mengalami kerusakan itu merupakan akses utama perekonomian masyakarat sekitar dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana pun hasil perikanan tangkap laut sentralnya ada di Kecamatan Aluh-Aluh,” ungkap Riza.

Kendati begitu, ia menegaskan, untuk memastikan apabila kondisi akses jalan di tiga desa di Aluh-Aluh itu memang rusak parah tentu akan melalui kajian secara komprehensif agar ke depan kualitasnya mampu bertahan lebih lama.

“Nah ini yang coba kami kaji lagi dalam skema kewilayahan. Tentu daerah mana saja yang memerlukan intevensi cepat dan memiliki daya ungkit tinggi apabila program tersebut dilaksanakan,” paparnya.

Apabila diukur secara keseluruhan, dijelaskan Riza, dimulai dari kewilayahan serta dampak positif terhadap perkembangan pembangunan di Kabupaten Banjar.

“Tentunya juga berdampak terhadap sektor perekonomian masyarakat di wilyahnya,” jelasnya.

Hingga kini, kondisi jalan di tiga desa tersebut masih bergelombang dan berlubang bahkan menunggu perbaikan. Mengingat, insfrastruktur ini satu-satunya akses utama menuju Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. (RHS/RDM/APR)

Aktivitas Warga Normal, Banjir di Tunggul Nangka Pengaron Berangsur-Angsur Surut

BANJAR – Banjir yang sempat melanda Desa Tunggul Nangka, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, kini berangsur-angsur surut. Ketinggian debit air yang sebelumnya dikisaran 90 cm sudah diangka 65 cm.

Ketinggian titik air terendah di Desa Tunggul Nangka, Pengaron, Banjar kini sudah berada diangka 60 cm

“Penurunan ini diprakirakan terjadi sekitar jam 06.00 WITA dengan kondisi cuaca yang cukup kondusif. Bahkan, jarak surutnya banjir dikisaran kurang lebih 25 cm dari 90 cm ke 65 cm,” ujar Kalak BPBD Banjar, Ahmad Solhan, diruang kerjanya, Kamis (10/2).

Meski ketinggian banjir cukup mengkhawatirkan, Solhan menyebut, kondisi tersebut ternyata tak mempengaruhi aktivitas warga yang bermukim di wilayah itu.

“Alhamdulillah, berjalan normal dan sementara tidak terjadi hujan,” ungkapnya.

Ia membeberkan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, puncak intensitas curah hujan cukup tinggi di Kalimantan Selatan diketahui pada akhir Februari 2022.

“Harapan kita mudah-mudahan banjir ini tidak terjadi lagi,” harapnya.

Kendati banjir sudah mulai surut. Namun, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjar berhasil diterjunkan dan masih tetap berada di lapangan hingga kondisi dipastikan aman.

“Kami menurunkan tim lapangan beserta mobil operasional siaga bencana BPBD,” ucapnya.

Selain Tunggul Nangka, Pengaron. Desa Sungai Raya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar juga terdampak, tetapi beruntungnya hanya tergenang.

“Hanya menggenangi jalan, namun, tidak tinggi kalau diprakirakan setinggi mata kaki,” ungkap Solhan.

Adapun sebelumnya, data BPBD Banjar menyebutkan ketinggian muka air titik terendah di Tunggul Nangka, Pengaron, Banjar, sempat mengalami kenaikan dari 87 cm menjadi 90 cm. (RHS/RDM/RH)

Dua Orang Terpapar Omicron, Dinkes Banjar Klaim Masih Diidentifikasi

BANJAR – Kasus varian baru Omicron kini melanda Kota Intan, Martapura, Kalimantan Selatan. Dua orang dinyatakan terpapar setelah mengetahui hasil sampel yang diujikan di RSJ Sambang Lihum.

Kadinkes Banjar, Yasna Khairina, menyebut, dua orang yang terkonfirmasi positif itu, ditegaskannya belum diketahui jelas domisili asal pasien yang saat ini juga masih mendapat perawatan khusus di rumah sakit milik Pemprov Kalsel.

“Memang terkonfirmasi dua orang dan ini merupakan pasien baru di RSJ Sambang Lihum. Kami juga masih mengkonfirmasi yang bersangkutan tinggal dimana,” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (9/2) siang.

Kembali ia menegaskan, dua orang yang terpapar itu belum bisa dipastikan sebagai warga yang berdomisi di Kabupaten Banjar.

“Belum diinformasikan kepada kami dan masih ditelusuri. Tetapi, mereka adalah pasien baru di RS Sambang Lihum,” bebernya.

Meski baru mengetahui dua orang terpapar Omicron. Justru, lonjakan jumlah kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Banjar sedikitnya kini telah mencapai 150 orang.

“Ini kan baru dua yang ketahuan ya,” ungkap Yasna.

Mantan Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura ini menghimbau kepada warga Kabupaten Banjar yang belum menerima suntikan vaksin pertama dan kedua agar segera mendatangi fasyankes terdekat. Hal ini sebagai bentuk murni pencegahan.

“Yang belum vaksin agar segera bervaksin. Bagi yang berhasil mendapatkan dosis pertama hingga kedua bisa ikut melaksanakan vaksin ketiga (booster). Kemudian, diharapkan orang tua peserta didik dapat memberikan izin kepada anaknya untuk ikut berpartisipasi dalam rangka program vaksinasi anak dan jangan abaikan prokes seperti pentingnya penggunaan masker,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Banjar, Masruri, mengungkapkan, dari jumlah 150 kasus aktif ada sekitar 145 yang menjalankan isoman, 2 pasien di RSUD Ratu Zalecha dan 3 orang lainnya di RSUD Ulin Banjarmasin.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar, Masruri

“Ketersediaan tempat tidur (TT) isolasi saat ini berjumlah 60 secara rinci diantaranya 8 TT dipakai 2 pasien COVID-19 dan 6 dicurigai. Sedangkan, isolasi terpusat 26 TT di Guest House Sultan Sulaiman serta terkonfirmasi Omicron ada 2 orang di RS Sambang Lihum Provinsi Kalsel,” jelasnya.

Terkait cakupan vaksin, ia menjabarkan, untuk kategori umum sekitar 77,90 persen, lansia 63,21 persen dan anak baru mencapai 25,47 persen.

“Umum sebanyak 344.500 orang, lansia sekitar 21.789 orang dan anak sudah tercapai 25.247,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

PD PBB Martapura Akan Benahi Infrastruktur Pasar Batuah Secara Bertahap

BANJAR – Sejumlah infrastruktur di daerah kawasan Pasar Batuah, Martapura, Banjar, secara bertahap akan dibenahi. Langkah ini sebagai wujud agar penata kelolaannya tak lagi terkesan semrawut.

Dirut PD Pasar Bauntung Batuah (PBB) Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, mengatakan, dengan adanya pembenahan ini, tentu, salah satu daya tariknya bagi pengunjung ke depan adalah reseprentativenya.

Dirut PD Pasar Bauntung Batuah (PBB), Rusdiansyah

“Kedepan, dalam hal ini kami akan melakukan upaya penata kelolaan terhadap infrastruktur di dalam pasar yang nantinya akan merubah wujud daripada pasar tradisional serta akan menjadi salah satu daya tarik untuk di kunjungi,” tuturnya kepada Abdi Persada FM, Senin (7/2) pagi.

Meski demikian, ia mengungkapkan, pembenahan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap itu, sementara bakal difokuskan di lokasi Pasar Batuah, Martapura.

“Baik di dalam sisi bangunan di depan Pasar Batuah dan sisi jalan dilakukan perbaikan serta drainase dan sebagainya,” bebernya.

Dia menjelaskan, pembenahan tata kelola di sekitarnya diakui sudah berjalan termasuk di depan teras dan di dalam lokasi Pasar Batuah.

“Mudah-mudahan penyelesaiannya berjalan tepat waktu atau mungkin sebelum berakhirnya masa kegiatan dapat selesai seluruhnya. Terpenting, penata kelolaan terhadap tempat-tempat berjualan khususnya di dalam pasar itu akan menjadi bagian perhatian kami,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Rusdiansyah, langkah ini sebagai bentuk sinergi antara visi dan misi Bupati Banjar, Saidi Mansyur, dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah.

“Terpenting dalam hal ini adalah sinerginitas kami dengan pak Bupati Banjar untuk mewujudkan maju, mandiri serta agamis,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, selain berfokus menata infrastruktur pasar agar ke depan terlihat reseprentative. PD Pasar Bauntung Batuah juga mendukung dalam rangka peningkatan kas pendapatan daerah.

“Terkait perubahan bentuk badan hukum PD PBB tidak hanya ke arah infrastruktur saja. Tetapi, bagaimana upaya kami dalam mendukung meningkatkan pendapatan asli daerah merubah dari pada penata kelolaan terhadap retribusi dengan beralih ke sistem digitalisasi semoga bisa segera terwujud di tahun ini,” ucap Rusdiansyah.

Selain itu, dirinya menyampaikan, agar realisasi program yang akan diwujudkan ini tercapai, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah tinggal menunggu pengesahan badan hukum baru sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang diteken bersama DPRD Kabupaten Banjar.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat pengesahan perubahan bentuk badan hukum baru PD Pasar Bauntung Batuah yang tadinya perusahaan daerah menjadi Perumda bisa disahkan legislatif,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Pedagang Minyak Goreng di Kabupaten Banjar Mulai Jalankan Kebijakan Satu Harga

BANJAR – Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang dijual ditingkat pengecer dan pedagang di Kabupaten Banjar kini mulai menjalankan kebijakan satu harga yang ditetapkan Kemendag RI.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, mengatakan, penetapan satu harga minyak goreng yang diketahui seluruhnya berjenis premium serta curah itu sepenuhnya telah dituangkan dalam Permendag RI Nomor 66 Tahun 2022.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati

“Sejak Februari 2022, HET minyak goreng curah itu harus dijual Rp11.500 dan untuk yang sederhana sekitar Rp13.500 per liternya. Sedangkan, premium dikenakan Rp14.000,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, diruang kerjanya, Jumat (4/2) siang.

Ia mengakui, kini para pedagang yang menjajakan minyak gorengnya di Kabupaten Banjar sudah berangsur-angsur mulai menyesuaikan HET yang ditetapkan.

“Mereka (pedagang) sudah mengikuti harga yang diatur oleh pemerintah,” bebernya.

Sebagai langkah menekan lonjakan harga, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar sudah beberapa kali menggelar operasi pasar minyak goreng dengan kebijakan sati harga yang disesuaikan aturan dari Kementerian Perdagangan.

“Kami kemarin juga sudah menggelar kegiatan tersebut dan bekerjasama dengan Dekranasda Banjar. Hal ini tentu, menyikapi adanya kebijakan yang dikeluarkan Kemendag RI,” ujar Made.

Adapun pelaksanaan operasi pasar minyak goreng dengan menerapkan kebijakan satu harga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar setidaknya sudah lebih dari satu titik.

“Kegiatan pertama di depan Gedung Dekranasda, setelah itu di Kecamatan Karang Intan, Sambung Makmur, Martapura Kota, dan nanti akan berlanjut pada 28 Februari 2022 di Kecamatan Peramasan,” paparnya.

Operasi pasar minyak goreng yang dijajakan sesuai harga standar Kemendag RI itu, sambung Made, penyelenggaraannya menyesuaikan permintaan masyarakat yang disampaikan langsung dari jajaran aparat kecamatan.

“Untuk programnya, kita lihat dari kecamatan mana saja yang masih tetap menginginkan adanya pelaksanaan operasi pasar minyak goreng. Tentu, tujuannya adalah agar kestabilan harga di pasaran secara pelan-pelan berangsur-angsur kembali normal,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Pemkab Banjar Mampu Realisasikan Kas Daerah Hingga 217 M

BANJAR – Sepanjang 2021, Pemerintah Kabupaten Banjar mampu merealisasikan pendapatan sebesar Rp217 miliar. Bahkan, nominal ini melampaui target yang ditetap bersama DPRD Banjar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, Dzulyadaini, mengungkapkan, meski COVID-19 cukup memukul perekonomian masyarakat. Namun, tak disangka hasil penerimaan restribusi daerah di 2021 meningkat tajam.

“Untuk capaian realisasi tahun lalu, Alhamdulillah, dari angka yang ditargetkan Rp212 miliar ternyata mengalami peningkatan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Kamis (3/2) siang.

Dia merincikan, dari hasil realisasi capaian yang diterima Pemkab Banjar dengan besaran hingga Rp217 miliar itu diantaranya didapatkan melalui penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB), perhotelan, parkir, restoran dan lain-lain. Tetapi, Bea Perolehan Hasil atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ternyata juga cukup besar mempengaruhi.

“Kebetulan, kami berkorelasi dengan penetapan perda RT/RW Kabupaten Banjar, pendapatan dari BPHTB saja mencapai Rp30,5 miliar dari target Rp25 miliar pada tahun lalu. Akan tetapi, pada 2022 dinaikan menjadi Rp34,9 miliar. Sedangkan, untuk PBB di 2021 sesuai dengan arahan serta kebijakan dari Bupati Banjar itu ada tiga zona penyesuaian Martapura dan Kertak Hanyar, otomatis seiring dengan keberadaan itu juga mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Terlebih, ia mengungkapkan, Rp212 miliar diakui menjadi target yang dirancang bersama dengan DPRD Kabupaten Banjar sebagai penerimaan kas daerah tahun 2021. Namun, karena imbas ekonomi sudah mulai membaik maka pendapatan pun mengalami peningkatan secara positif.

“Ini juga merupakan imbas dari hasil aktivitas perekonomian masyarakat juga yang bergerak bisa berjalan lancar dan baik otomatis penerimaan pajak juga turut berdampak positif atau mendapatkan nilai yang lebih juga,”

Dibeberkan Dzulyadaini, setelah melewati hasil rapat internal bersama dengan DPRD Banjar. Maka, retribusi daerah di tahun 2022 dinaikkan menjadi Rp221 miliar.

“Sesuai dengan perencanaan dan telah disepakati oleh anggota legislatif di DPRD pada APBD Tahun 2022,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Pemkab Banjar Minta Dukungan Orang Tua Untuk Sukseskan Percepatan Vaksinasi Anak

BANJAR – Pemkab Banjar mencanangkan akhir Februari 2022 vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun untuk dosis pertama rampung. Terlebih meminta kepada orang tua agar ikut memberikan dukungan supaya pelaksanaan program percepatan tersebut berjalan sukses.

Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak dihadiri camat se Kabupaten Banjar

Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Banjar, Masruri, mengungkapkan, meski stok vaksin dan nakes diakui siap. Namun, untuk merealisasikan pencanangan ini agar mampu terlaksana tentu dukungan orang tua sangat diperlukan.

Pelaksanaan Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak yang dipimpin Assisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Banjar, Masruri (tengah) didampingi Plt Kadisdik Banjar, Liana Penny (kiri).

“Harapan kami tentunya orang tua paham dan mengerti kenapa pemerintah mewajibkan warga negara Indonesia seluruhnya untuk di vaksin,” ungkapnya saat mempimpin Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun 2022, di Aula Kantor Bakesbangpol Kabupaten Banjar, Kamis (27/1) siang.

Dihadapan para Camat dan kepala SKPD dilingkup Kabupaten Banjar, ia menekankan, bahwa upaya ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam membentuk Herd Immunity (kekebalan tubuh).

“Tentu memperluas antibodi untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengatakan, berdasarkan SKB 4 Menteri Pemerintah wajib melaksanakan vaksinasi bagi pendidik dan peserta didik.

“Tujuan dilaksanakan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi anak-anak, perlu gerakan serius untuk pelaksanaan ini,” paparnya.

Saat menjawab pertanyaan para camat tentang kekhawatiran para orang tua terhadap suntikan vaksin, dirinya pun menyebut, yang bertanggung jawab tentu adalah negara.

“Semoga target capaian vaksinasi anak tercapai dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa dilaksanakan 100 persen nantinya,” harap Penny.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, Syahrialuddin, mengatakan, akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk desa terkait dukungan program percepatan vaksinasi ini.

“Delapan persen alokasi dana desa akan tetap diperuntukkan untuk penanganan COVID-19 dan pelaksanaannya tetap diserahkan ke tingkat desa masing-masing,” paparnya dalam laporan kegiatan Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun 2022, di Aula Badan Kesbangpol Banjar. (PEMKAB.BJR-RHS/RDM/RH)

Exit mobile version