Meski Minim Anggaran, Napak Tilas Perdana di Kabupaten Banjar Berjalan Sukses

BANJAR – Terlepas minimnya anggaran, pelaksanaan Napak Tilas perdana yang dipelopori Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) berjalan sukses.

Pelaksanaan Napak Tilas ke I Kabupaten Banjar terlebih dahulu diisi dengan kegiatan apel bersama

Penyelenggaraan tersebut juga dimeriahkan oleh sejumlah organisasi pemuda seperti Orpala X Pas Borneo, Orpala Kadipa, Pawadahan Nanang Galuh, Mahipa IAI Darussalam, Purna Paskibraka dan pramuka di Kabupaten Banjar.

Suasana perjalanan peserta dalam kegiatan Napak Tilas ke I Kabupaten Banjar

Rute yang tercatat puluhan kilo itu dimulai dari kantor Disbudporapar menuju makam Sultan Adam. Kemudian ke PM Noor hingga Tamam Makam Pahlawan Bumi Mas Karang Intan.

Tak lupa, peserta juga menyempatkan diri untuk berziarah ke makam tim 7 (pendiri Kabupaten Banjar), makam Sultan Sulaiman di Desa Lihung dan berakhir di makam Datu Marlim.

Kepala Bidang Pemuda Disbudporapar Kabupaten Banjar, Noor Syawli Syahri, menyampaikan, kegiatan ini tak hanya sebagai ajang silaturahmi melainkan sebagai bentuk mengenalkan pemuda pada sejarah perjuangan kemerdekaan di bumi Barakat.

“Tentu yang kita laksanakan ini tak hanya sebagai pengingat sejarah perjuangannya saja. Melainkan, perlu kita ketahui ada pejuang kita yang menyiarkan pendidikan melalui Agama Islam,” tuturnya, kepada awak media, Rabu (30/11) sore.

Dirinya menegaskan, bahwa kegiatan ini hanya dilaksanakan satu hari dengan menggunakan alokasi anggaran yang cukup minimalis.

“Berbeda dengan daerah lain yang memakan waktu hingga tiga hari. Tetapi, kegiatan tersebut nantinya akan kita maksimalkan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Napak Tilas, Fathul Minan, mengaku, sangat bangga dengan adanya pelaksanaan ini. Namun, kata dia, ke depan bisa mengambil lingkup lebih luas lagi soal pengenalan sejarah perjuangan terkait syiar Islam di masa penjajahan. Tak kalah penting, sejarah berdirinya monumen di bumi Barakat.

“Harapannya di tahun selanjutnya bisa lebih diperluas lagi untuk lebih menjajal pengetahuan,” ungkapnya.

Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Orpala X Pas Borneo ini mengucapkan banyak terima kasih atas penyelenggaraan yang dipelopori oleh Disbudporapar Kabupaten Banjar.

“Terima kasih banyak terutama kepada bapak Kabid Pemuda Syawli yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatab Napak Tilas ini. Semoga, Disbudporapar Kabupaten Banjar dapat menggelar kegiatan serupa tahun depan,” tutur Minan. (RHS/RDM/RH)

Lestarikan Tanaman Eksotik, Gubernur Ajak Masyarakat Terus Menanam

BANJAR – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel melibatkan instansi dan stakeholder terkait untuk ikut melestarikan ribuan jenis tanaman eksotik khas provinsi ini. Bukti menjaga keberlangsungan itu, adalah dengan penanaman 4.000 batang pohon di Agrowisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar.

Acara yang berlangsung, pada Senin (28/11) siang tersebut, turut didukung PT PLN (Persero) melalui kepeduliannya terhadap kelestarian alam di Provinsi Kalimantan Selatan.

Tak hanya menanam, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama sejumlah perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta unsur pimpinan perusahaan, turut melepasliarkan burung langka secara simbolis di lokasi tersebut.

Penyerahan penghargaan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor secara simbolis kepada TNI AL atas kinerjanya melakukan perlindungan satwa endemik di perairan Kalsel

Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain sebagai wujud kepedulian terhadap alam, ini juga sebagai bukti bahwa program revolusi hijau terus dilakukan.

“Tentunya saya turut berterima kasih atas agenda yang dilakukan ini. Tentu, bantuan dari seluruh perusahaan dalam penyelenggaraan ini sangat berharga. Tanpa adanya mereka pelaksanaan tersebut bukan apa-apa,” ujarnya.

Apalagi, menurutnya, pelaksanaan ini tak hanya memberikan edukasi, tetapi juga sebagai proyeksi jangka panjang melestarikan keunikan dari tanaman khas daerah agar tidak mudah punah.

“Inilah kekayaan alam kita dan tentunya harus tetap dipertahankan,” tegas orang nomor satu di Kalsel itu.

Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra menerima penyerahan secara simbolis dari PT PLN untuk penanaman 3.000 batang buah-buahan eksotik khas Kalimantan

Sementara itu, Kepala Dishut Kalsel Fatimatuzzahra menuturkan, dari hasil kolaborasi bersama PT PLN, sedikitnya ada sekitar 3.000 bibit tanaman eksotik dan 1.000 batang mahoni yang siap ditanam di lokasi AgrowisataTahura Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, seluas empat hektare.

“Dari 3.000 ini merupakan jenis buah-buahan lokal di antaranya keledang, mundar, ginalu, kalangkala, jambu agung, kapul, kasturi, kuini, asam kandis, manggis hutan, ramania, rambai dmyang dibagi empat blok,” paparnya.

Selain didapuk sebagai areal konservasi unggulan, dirinya berharap, Agrowisata Tahura Sultan Adam dapat difungsikan sebagai lokasi wisata edukasi.

“Ini merupakan destinasi wisata baru di Tahura Sultan Adam. Perlu disampaikan, terselenggaranya kegiatan ini tentu atas kerjasama antara Dinas Kehutanan Kalsel dengan PT PLN,” tutupnya. (RHS/RIW/APR)

Tingkatkan Sisi Kemanusiaan, Dispora Kalsel Gelar Latihan Penanggulangan Kebencanaan Bagi Pemuda

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, secara resmi membuka latihan tanggap kebencanaan bagi pemuda, di Alam Roh 20, Kiram, Kabupaten Banjar, Senin (28/11).

Latihan ini berlangsung mulai 28 hingga 30 November 2022 dan diikuti 78 peserta dari organisasi pemuda se Kalsel.

Sahbirin menyebut latihan ini merupakan bagian penting dari upaya preventif dan mengurangi risiko bencana yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Bencana sendiri menurutnya bukan hanya terjadi dalam skala besar, melainkan bisa berupa sebuah kejadian yang terjadi di depan mata kepala kita.

Sebab itu melalui pelatihan ini, Ia berharap seluruh peserta dapat meningkatkan respon dan sisi kemanusiaannya dalam mencegah dan menanggulangi segala musibah.

“Kalau sudah terbuka hati kita, pasti reflek gerakan untuk membantu akan muncul sendiri, apapun bentuk kejadiannya,” ungkapnya.

Gubernur berpesan kepada seluruh peserta kegiatan ini untuk mengikuti seluruh rangkaian sebaik-baiknya.

“Kita bersama-sama mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kita bersama terkait isu bencana di Kalsel,” pesannya.

Sementara itu Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah mengatakan, kegiatan ini merupakan pertama kalinya yang dilakukan kepada organisasi kepemudaaan.

Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah

Hermansyah menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta partisipasi pemuda dalam mencegah dan menanggulangi bencana di wilayah sekitar mereka.

“Selama ini organisasi pemuda di bidang kebencanaan kan masih belum ada, oleh karena itu kami munculkan,” ucapnya.

Selain itu Hermansyah berharap, peran pemuda yang mengikuti kegiatan mampu memberikan bukti nyata untuk masyarakat khususnya terkait dengan masalah kebencanaan.

“Jadi ada sisi kemanusiaan yang kita tampilkan kepada pemuda,” tutupnya. (SYA/RIW/APR)

Ikuti Saprah Amal Ponpes Darul Falah Gambut, Paman Birin Tawarkan Kue Lelang

Banjar – Warga Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, Senin (28/11) pagi, dikagetkan dengan kedatangan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin yang memenuhi undangan kegiatan penggalangan dana (saprah amal) dan lelang di Pondok Pesantren Darul Falah di desa setempat.

Panitia kegiatan menghadirkan Guru Muhammad Yanor, pendakwah asal Desa Talan, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.

Guru Yanor memulai acara dengan membacakan doa untuk barang lelang berupa air mineral dan telur untuk dijual kepada penyumbang.

Pada kesempatan itu, kiswah penutup makam Rasulullah yang berusia sekitar 90 tahun, yang disumbangkan seorang donatur, juga dilelang dan dananya untuk pembangunan ponpes.

Tidak hanya membeli sejumlah barang lelang, Paman Birin pun didaulat ikut melelangkan kue kepada warga yang hadir.

Tidak mau ketinggalan, Guru Yanor pun berkenan menyumbangkan sorbannya untuk dilelang. Setelah ada tawaran tertinggi Rp15,5, akhirnya dibelinya sendiri senilai Rp21 juta .

Di hadapan ribuan warga yang hadir, Paman Birin menyampaikan bahwa bangsa ini sepatutnya berbahagia dan bersyukur, karena hingga saat ini bisa menikmati kehidupan yang merdeka.

Hal ini tentunya tidak lepas dari jasa para pahlawan melawan penjajah dan sebagai besar mereka berasal dari kalangan pondok pesantren.

Karenanya, Paman Birin menyatakan komitmennya terus memperhatikan dan mendorong kemajuan pondok pesantren khususnya di Banua Kalsel ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus pesantren yang mewariskan ilmu kepada anak-anak sebagai modal dasar mereka menempuh masa depan,” ujarnya.

Pimpinan Ponpes Darul Falah KH Bahruddin mendoakan Paman Birin mampu memimpin Provinsi Kalsel hingga akhir masa jabatannya dengan lancar segala urusannya.

Pondok Pesantren Darul Falah Keladan Baru merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Banjar yang menggunakan kurikulum berlaku, di tambah dengan ilmu agama serta kegiatan ekstrakulikuler sekolah untuk santri. Seperti karate, basket, futsal, grup belajar dan lainnya. (Biroadpim-RIW/APR)

Raih Poin Sempurna, Rider Bulgaria Juarai Uncle Hard Enduro 2022

BANJAR – Rider asal Bulgaria, Teodor Kabakchiev, menduduki peringkat pertama pada kategori race internasional kejuaraan Uncle Hard Enduro 2022, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Minggu (27/11).

Dengan hasil sempurna yakni 50 poin dari dua race yang diikuti, pebalap muda tersebut berhasil mengalahkan legenda enduro dunia Graham Jarvis yang bertengger diposisi ke empat. Sementara juara Uncle Hard Enduro 2019, Wade Young harus puas di posisi ke sebelas.

Atas keberhasilannya tersebut, Teodor berhak mendapatkan hadiah tropi serta uang tunai sebesar 4.000 Euro yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, didampingi Ketua Pelaksana, Waluyo.

“Selamat kepada para pemenang, semuanya sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Paman Birin juga mengapresiasi rider Banua, Wawan Kadri, karena berhasil menyelesaikan 2 race pada kelas internasional. Padahal trek yang dibuat di tahun ini jauh lebih sulit di banding 2019 lalu.

Sebab itu Wawan dihadiahi umroh gratis dan uang tunai sebesar Rp50 juta.

“Kami sangat bangga kepada Wawan yang mampu bersaing di kelas internasional. Ini bukti bahwa Kalsel memiliki rider berkelas internasional,” ungkapnya.

Paman Birin berharap keberhasilan Wawan dapat menjadi motivasi bagi rider nasional lain, untuk turut unjuk gigi di kelas internasonal pada Uncle Hard Enduro di tahun-tahun mendatang.

“Sehingga kita bisa menunjukkan bahwa rider Indonesia pun sangat luar biasa dan mampu. Mudah-mudahan kejuaraan ini akan lebih meriah di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Senada dengan Paman Birin, Ketua Pelaksana Waluyo juga berharap rider tanah air dapat memeriahkan race kelas internasional. Pasalnya Uncle Hard Enduro ini diakuinya merupakan ajang balap trail yang diciptakan sesuai standar internasional.

“Jadi kedepannya kita harus lebih banyak ke internasionalnya, baik itu peserta dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Uncle Hard Enduro 2022 berlangsung mulai 25 hingga 27 November 2022, di Kiram Park, dengan total hadiah sebesar Rp11 miliar.

Pada peringkat pertama race nasional ditempati rider Kota Banjarmasin, Adi Sucipto. Sedangkan kelas lokal diraih oleh Ahmad Regi Oktavian. Keduanya masing-masing membawa pulang uang tunai sebesar Rp 25 juta plus tropi.(SYA/RIW/APR)

Telan Anggaran Ratusan Juta, Pengembangan Jalan Menuju Desa Alalak Padang Capai 33,04 Persen

BANJAR – Rehabilitasi jalan di Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, progresnya kini mencapai 33,04 persen. Awalnya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) menargetkan tahapan proyek perbaikannya sebesar 28,62 persen.

Perbaikan ini merupakan akses utama Desa Banua Hanyar menuju Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar

Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi, melalui Kabid Bina Marga, Jimmy mengungkapkan, terhitung sejak 22 November 2022 tahapan proyek perbaikan jalan di Desa Alalak Padang, Cintapuri Darussalam, mengalami kemajuan pesat. Bahkan, definisi positif dari pengerjaan tersebut mencapai 4,42 persen.

Tahapan lanjutan, pemadatan diruas jalan Banua Hanyar menuju Desa Alalak Padang dengan menggunakan timbunan pilihan yang ditetapkan Dinas PUPRP Kabupaten Banjar

“Masa pelaksanaan sampai 28 Desember 2022 atau sekita 90 hari kalender,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (24/11) sore.

Dari pengerjaannya saat ini, ia menuturkan, masih berupa timbunan pilihan (basecourse) yang dipadatkan. Untuk melangkah ke tahap selanjutnya Dinas PUPRP Banjar akan kembali meninjau kecukupan anggaran perbaikan.

“Memang hanya sampai itu dulu. Dipadatkan, terus melihat anggaran yang ada apakah nanti bisa kami tingkatkan lagi ke lapisan pondasi bawah (LPB) setelah itu lapisan pondasi atas (LPA) sampai dengan tahap pengaspalan,” bebernya.

Nilai kontrak yang dikucurkan, sebut dia, sebesar Rp560.210.000 yang tahapannya dimulai dari Desa Banua Hanyar menuju Alalak Padang.

“Anggarannya sudah ditetapkan. Yang mengerjakan dari CV Anugerah Karya Air Mas,” tuturnya.

Bantuan rehabilitasi jalan yang sedang dikerjakan hingga saat ini, beber Jimmy, merupakan hasil ketuk palu dari Musrenbang tingkat desa yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Namun tidak bisa juga memberikan janji yang pasti, kami harus menyebar ke 20 kecamatan. Yang penting, kami sudah berusaha mengakomodir berupa penyediaan jalan di desa,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Berdiri di Lokasi Pertambangan, SDN Bawahan Selan 6 Mataraman Terancam Roboh

BANJAR – Berdiri di atas lahan pertambangan batu bara seluas 1.864 hektar (Ha), Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bawahan Selan 6, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, terancam roboh.

Meskipun telah berdiri sejak puluhan tahun atau mulai 1982, namun jarak antara sekolah dengan konsesi tersebut ternyata tak jauh, yakni hanya berkisar 10 meter. Bahkan, saat ini sudah dianggap membahayakan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Mursal, menuturkan, aktivitas pertambangan yang berdekatan dengan bangunan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) itu, berstatus legal mining atau boleh ditambang karena memiliki izin sah beroperasi.

“Kami telah menyurati pemegang izin usaha pertambangan (IUP) agar melakukan aktivitas sesuai dengan kaedah good mining practice (pertambangan yang baik dan benar). Nantinya akan dilakukan penindakan serta tak lupa pula kami terus memantau,” ujarnya dalam keterangan pers saat meninjau ke lokasi bersama awak media, Kamis (18/11) sore.

Padahal dalam peraturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanaan pertambangan yang baik, pemegang IUP diwajibkan untuk mempertimbangkan jarak aman terhadap bangunan perumahan penduduk, fasilitas umum (fasum), situs sejarah, cagar budaya, badan perairan umum dan perkebunan. Dengan jarak yang disepakati adalah 100 meter.

Terkait belum adanya tindakan sampai saat ini, Mursal mengaku masih ragu. Karena ranah pertambangan saat ini merupakan kewenangan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Namun beberapa hari lalu kami sudah berkonsultasi ke Kementerian terkait kewenangan pelanggaran terhadap lingkungan yang ada di sini. Kami mendapat informasi jika dokumen lingkungan yang dikeluarkan kabupaten itu kewenangannya tetap di kabupaten. Sedangkan untuk yang dikeluarkan oleh kementerian ya di kementerian juga,” beber Mursal.

Upaya kongkrit yang dilakukan pihaknya, agar kegiatan pertambangan yang berdekatan dengan fasum dan membahayakan, baik infrastruktur atau masyarakat, adalah sekiranya pemilik tambang dapat menutup (reklamasi) atau bisa melakukan penanaman (reboisasi) agar tak lagi menjadi kekhawatiran seluruh kalangan.

Sementara itu, Kasi Penanganan Hukum Lingkungan DPRKPLH Kabupaten Banjar, Imam Syafrizal, menyebut, kegiatan pertambangan yang dilakukan terkesan sebuah kelalaian. Terlebih, menurutnya, pelaksanaan di lapangan kemungkinan belum dikaji. Sehingga, kedekatan antara bangunan SDN Bawahan Selan 6 tak sempat diperhitungkan.

“Mereka kurang cermat, biasanya karena target produksi, lalai akan hal ini,” terangnya.

Dijelaskannya, terkait pidana, harus mengakibatkan pencemaran dan ada korban maka tindakan itu bisa dilakukan. Akan tetapi, saat ini belum ada, sehingga pihaknya lebih mengutamakan pembinaan.

“Jadi, Undang-Undang (UU) lingkungan hidup itu, ketika menyangkut korban dan harta benda tentu ada tindak pidananya,” tutupnya.

Dari data yang didapat, perusahaan tersebut sudah mendapatkan izin resmi menambang sejak 2015 lalu. Sementara proses produksi hasil alam dari batu bara diketahui baru berjalan 3 tahun. (RHS/RIW/RH)

Dana Banpol Diusulkan Naik, DPRD Banjar Ajukan Rp10 Ribu per Suara

BANJAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar melalui musyarawah Badan Anggaran (Banggar) mengusulkan kenaikan bantuan dana keuangan partai politik sekitar Rp10.000 per suara.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Banjar, Mokhamad Hilman menyampaikan, terkait usulan bantuan dana partai politik yang sebelumnya dialokasikan sekitar Rp4.000 per suara kini pengajuannya juga naik jadi Rp6.000. Bahkan, dianggap tidak membebani APBD karena hanya menambah Rp2.000.

Sekdakab Banjar, Mokhamad Hilman saat menjelaskan anggaran hibah banpol

“Namun, apabila per suara ditetapkan sebesar Rp10.000, secara otomatis Pemkab Banjar harus menambah dua kali lipat artinya kita harus menambah alokasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar,” ucapnya, usai mengikuti rapat bersama dengan Badan Anggaran, di ruang Rapat Paripura DPRD Kabupaten Banjar, Rabu (16/11) malam.

Meski belum disetujui, menurutnya, persoalan ini akan ditinjau serta dimusyarawahkan lagi dengan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Banjar.

“Nah, kami dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus melakukan penghitungan ulang berdasarkan hasil masukan Badan Anggaran terkait dengan belanja,” jelasnya.

Apabila alokasi Rp10.000 per suara berhasil direalisasikan, menurut dia, akan ada belanja daerah yang harus dilakukan efesiensi.

“Terkait angka, struktur APBD kita sudah rampung. Sehingga, belanjanya saja yang disesuaikan dengan kemampuan. Jadi, bila disisi lain dinaikan maka otomatis juga harus ada yang dipangkas,” beber mantan Kepala PUPR Kabupaten Banjar ini.

Secara total, Ia membeberkan, alokasi APBD Pemkab Banjar dalam pelaksanaan kegiatan keseluruhan sebesar Rp2,27 triliun.

“Yang masuk dalam tahun anggaran (TA) 2023,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi, mengungkapkan, bahwa partai politik memang dibiayai oleh negara. Tujuannya agar tak ada lagi penyimpangan anggaran.

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi, saat dijumpai awak media terkait Banpol dari Pemkab Banjar

“Beberapa daerah lain sudah ada yang Rp6.000, Rp8.000 bahkan Rp10.000. Harusnya, Kabupaten Banjar juga naik. Akan tetapi, kualitas dari parpol juga harus mengikuti,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, bantuan keuangan per surat suara selama ini yang diterima oleh sejumlah partai politik setempat melalui hibah Pemerintah Kabupaten Banjar dianggap rendah.

“Sekarang satu suara hanya dihargai sekitar Rp4.000 saja. Tadi saat rapat Banggar usulannya hanya Rp6.000. Saya malah mengusulkan Rp10.000. Tujuannya agar pembiayaan dari partai dapat berjalan secara mandiri dan tidak lagi mendapati anggota legislatifnya bermain-main terhadap proyek atau yang melanggar dengan Undang-Undang,” tutupnya. (RHS/RIW/RH)

Ratusan Personel Disiagakan Untuk Pengamanan Pilkades Serentak di Kabupaten Banjar

BANJAR – Ratusan personel TNI/Polri dan Lindungan Masyarakat (Linmas) siap mengawal pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2022 di Kabupaten Banjar.

Personel yang siap diterjunkan untuk pengamanan Pilkades di 117 desa di Kabupaten Banjar

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, mengungkapkan dengan adanya pesta demokrasi yang diselenggarakan sebanyak 117 desa di 20 kecamatan bisa menggunakan hak pilihnya.

“Diharapkan tidak golput. Terbesar diinginkan bisa melahirkan pembakal yang dapat memimpin desanya dengan baik,” ujarnya kepada awak media usai melaksanakan apel gelar pasukan kesiapan pemilihan Kades serentak di Kabupaten Banjar, di halaman Mapolres Banjar, Rabu (16/11).

Dirinya mengingatkan, agar aparat seperti TNI, Polri, Linmas dan ASN juga harus bisa bersikap netral. Serta ditekankan pula mampu meminimalisir adanya konflik saat berlangsungnya Pilkades.

“Semua pihak seluruhnya saya tegaskan untuk bersikap netral. Tadi, kesepakatan dan kesepahaman agar Pilkades serentak 2022 bisa berjalan dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso, menyampaikan, telah menyiapkan sebanyak 360 personel ditambah 46 orang dari Brimob di Bawah Kendali Operasi (KBO).

“Mereka langsung kami terjunkan ke desa sesuai arahan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menghimbau kepada masyarakat ikut bekerjasama untuk menjaga kestabilan keamanan agar tetap kondusif. Serta, ikut menyukseskan Pilkades 2022 secara damai.

“Mari bersama-sama kita sukseskan penyelenggaraan Pilkades dengan aman dan damai,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Berpotensi Bencana, Delapan Kecamatan di Kabupaten Banjar Diminta Waspada

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengidentifikasi delapan kecamatan di Kabupaten Banjar berpotensi banjir, longsor, puting beliung dan gelombang pasang air laut.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyatakan bahwa daerahnya rawan terhadap bencana. Apalagi, menurut prakiraan dari BMKG, Kabupaten Banjar telah memasuki musim penghujan.

Bupati Banjar saat memantau kesiapan logistik kesiapsiagaan bencana

“Kita ketahui Kabupaten Banjar sangat rentan bencana. Semoga dengan adanya personel gabungan mulai dari TNI/Polri, TAGANA, DAMKAR serta relawan dapar terjalin kerjasama baik,” ujarnya, kepada awak media, usai melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana yang digelar di halaman kantor BPBD Kabupaten Banjar, Selasa (15/11).

Maka dari itu, ia mengharapkan, agar seluruh personel gabungan bersiap-siap. Minimal, mitigasi serta pencegahan sudah harus dilakukan.

“Dan para relawan nanti juga bisa ditindaklanjuti oleh BPBD sehingga kesiapsiagaan kita dapat berjalan lebih optimal lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Saidi, upaya pencegahan serta penanggulangan bencana, menurutnya, hal utama saat ini semata-mata untuk masyarakat.

“Berikan juga pelayanan kepada mereka secara maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Warsita, mengungkapkan, delapan kecamatan yang terdeteksi rawan bencana, di antaranya meliputi Paramasan, Pengaron, Sungai Pinang, Marataman, Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk dan Aluh-Aluh.

“Ini sudah kami petakan bahkan sudah dilakukan kajian. Bahkan, kita juga mempunyai operator untuk melaporkan setiap kejadian atau tanda-tanda bencana,” kata dia.

Salah satu langkah percepatan penanggulangan, lanjut Warsita, pihaknya telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang seluruhnya dibagi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar. Hal ini pun bertujuan, supaya mitigasi dan pendeteksian bencana yang dilakukan dapat lebih efektif lagi.

“Biasanya satu hari diisi satu orang, kini sudah dibagi menjadi tiga orang dalam satu tim. Terkait data sudah ada juga Pusdalopsnya dan selalu kita pantau dan monitoring terus,” bebernya.

Selain itu, ia membeberkan, BPBD Kabupaten Banjar juga telah memiliki Early Warning System (EWS) atau alat pendeteksi dini bencana.

“Itu penganggaran langsung dari BNPB yang dipasang satu titik di Benteng Pengaron dan itu sudah aktif. Namun, kalau untuk bantuan dari PUPR kami masih menunggu ya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version