Kakanwil Kemenkumham Kalsel Bantu Pelaku Usaha Mikro di Lapas Kelas IIB Banjarbaru

BANJARBARU – Bertempat di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendukung usaha dari UPT Pemasyarakatan Se-Banjar Raya kepada para pelaku usaha mikro yang merupakan klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Banjarmasin, Senin (11/4) sore.

Pemasyarakatan Peduli UMKM adalah salah satu rangkaian kegiatan HBP ke-58 tahun 2022 dengan harapan dapat membantu memajukan para pelaku usaha mikro khususnya yang berada disekitar Lapas.

Dalam Kegiatan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi yang didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Sri Yuwono dan Kepala Divisi Administrasi, Rifqi Adrian Kriswanto, menyerahkan secara langsung bantuan sarana pendukung usaha kepada 4 orang pelaku usaha mikro yang merupakan klien Bapas berupa 2 buah gerobak sampah, 1 buah washbak (kursi keramas), pengering, catok rambut, dan 1 buah wajan besar beserta saringan, toples dan bahan rempeyek.

Lilik berharap dukungan sarana usaha tersebut dapat memberikan manfaat yang baik bagi kemajuan usaha para pelaku usaha mikro yang dalam hal ini adalah klien Bapas Banjarmasin.

“Mudah-mudahan seluruh bantuan ini dapat bermanfaat dengan baik dan usaha yang dijalankan semakin lancar, sukses, dan berkah,” ungkapnya

Usai penyerahaan bantuan, Jaya sebagai salah seorang penerima bantuan berupa 2 buah gerobak sampah merasa sangat terbantu dengan pemberian bantuan sarana pendukung usahanya yaitu bank sampah.

“Terimakasih atas bantuan yang diberikan, bantuan gerobak sampah ini sangatlah bermanfaat bagi usaha saya yaitu bank sampah, selamat hari bakti pemasyarakatan yang ke-58 tahun 2022,” pungkasnya. (RILIS-RDM/RH)

Kunker ke Banjarmasin, Wakapolda Kalsel Sambut Kedatangan Kepala Basarnas RI

BANJARMASIN – Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono menyambut kedatangan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) RI Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.

Wakapolda Kalsel saat menyambut kedatangan Kepala Basarnas RI

Wakapolda menyambut Jenderal bintang tiga itu di VIP Room Pemda Bandara Syamsuddin Noor bersama Danrem 101/Antasari, Danlanud Syamsuddin Noor, Danlanal Banjarmasin, Staf Ahli Bidang Pemerintah Provinsi Kalsel, Kepala Kantor SAR Banjarmasin, Kepala BPBD Kalsel dan Kapolres Banjarbaru, pada Senin (11/4) siang.

Kedatangan Kepala Basarnas RI bersama rombongan ke Bumi Lambung Mangkurat dalam rangka kunjungan kerja mengecek kesiapan personel dan peralatan SAR di Banjarmasin.

Kepala Basarnas RI mengatakan, kedatangannya ini untuk melihat sejauh mana kesiapsiagaan yang dimiliki Kantor Basarnas Banjarmasin.

“Ini kan mau menjelang lebaran, jadi kita mau melihat kesiapsiagaan khususnya di Kalimantan Selatan dalam hal search (pencarian) dan rescue (pertolongan) kepada masyarakat yang sedang dalam kondisi emergency,” ujarnya.

Disisi lain, kedatangannya ini juga bermaksud mendengarkan aspirasi bawahannya dan mencek peralatan yang dimiliki daerah, terutama di Basarnas Banjarmasin.

Sementara itu Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono menerangkan sinergitas dan koordinasi yang telah dilakukan Polda Kalsel dan Basarnas selama ini diharapkan dapat terus terjalin, karena Basarnas tidak akan bisa dipisahkan dengan Polri dalam hal penanggulangan bencana di Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami ucapkan selamat datang di Kalimantan Selatan. Semoga hubungan ini terus terjalin dan dapat bersinergi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan, dalam hal penanggulangan bencana,” pungkasnya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

BKKBN Kalsel Terus Berupaya Turunkan Angka Stunting

BANJARMASIN – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya menurunkan angka stunting.

Menurut Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan, Ramlan, kepada Abdi Persada FM, baru baru tadi, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalimantan Selatan, untuk bersinergi dalam melakukan percepatan penurunan angka stunting.

“Kalsel merupakan tertinggi 10 besar yaitu rangking ke enam, dari 13 kabupaten dan kota, yang harus ditangani serius tiga kabupaten yakni kabupaten Banjar sebesar 40,2 persen, kabupaten Tanah Laut 33,5 persen, dan kabupaten Barito Kuala, juga bagi 10 kabupaten dan kota lain,” ungkapnya

Disampaikan Ramlan, penyebab tinggi angka stunting ini, karena kurangnya pengetahuan orangtua dalam memberi pemenuhan gizi yang seimbang, sejak janin dalam kandungan hingga anak dilahirkan. Padahal masa pertumbuhan anak itu dimulai dari embrio sampai berusia dua tahun, yakni masa tumbuh kembang otak anak, sehingga diatur sekarang mewajibkan calon pasangan pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan 3 bulan sebelum pernikahan, yaitu perempuannya harus diberikan pil penambah darah dan diberi asam folat, supaya sel telurnya betul-betul sehat dan siap dibuahi. Kemudian setelah hamil calon ibu penting untuk mengonsumsi zat yang bergizi sehingga anaknya lahir tidak mengalami stunting.

“Kita berikan edukasi kepada calon pengantin, agar nanti anak yang dilahirkan tidak stunting, karena kesehatan sangat penting, untuk mencegah gizi buruk sejak dini,” katanya

Lebih lanjut Ramlan menambahkan, saat ini pihaknya sudah membentuk tiga ribu tujuh puluh lima tim pendamping keluarga, setiap tim terdiri dari 3 orang, mewakili bidan desa, kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga atau (PKK) dan kader Keluarga Berencana atau (KB), tim ini menyesuaikan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana atau (Bangga Kencana). Satu desa tidak hanya satu tim namun bisa beberapa tim, ukuran standar tim menangani stunting ada sekitar enam ribu penduduk.

“Kita bentuk tim pendamping keluarga ini, bertugas mendampingi keluarga yang melahirkan anak beresiko stunting, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan balita di bawah 2 tahun, demi mempercepat penurunan angka stunting di Kalsel,” tutup Ramlan. (NHF/RDM/RH)

Kanwil Kemenag Kalsel Siap Berangkatkan Jamaah Haji Tahun 2022

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan, telah siap memberangkatkan jamaah haji di tahun 2022 ini, setelah Pemerintah Arab Saudi mengumumkan adanya pelaksanaan ibadah haji tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin mengatakan, pihaknya telah siap memberangkatkan jamaah haji Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami telah siap memberangkatkan jamaah haji di tahun 2022,” ungkapnya, pada saat menjadi narasumber pada program Topik Kita Hari Ini (TKHI) di Radio Abdi Persada FM, Selasa (12/4).

Untuk saat ini, lanjutnya, tinggal menunggu pengumuman jatah kuota haji untuk Provinsi Kalimantan Selatan oleh Pemerintah Pusat.

Menurut Muhammad Tambrin, setelah pengumuman dikeluarkan maka pihaknya langsung siap memberangkatkan jamaah haji asal Provinsi Kalimantan Selatan.

“Setelah mendapatkan pengumuman kuota haji oleh Pemerintah Pusat, maka kami siap memberangkatkan jamaah haji Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Mengingat, tambahnya, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan pengumuman resmi untuk jatah haji sebanyak 1 juta di tahun 2022. Yang akan dibagi bagikan ke seluruh negara.

Sedangkan, untuk Indonesia belum mengetahui mendapatkan jatah kuota haji. Setelah mendapatkan jatah kuota tersebut, maka Pemerintah Indonesia akan membagikan ke 34 provinsi yang ada di Indonesia termasuk ke Provinsi Kalimantan Selatan.

“Untuk itulah saat ini kami menunggu pengumuman tersebut,” ujarnya.

Sedangkan, untuk persiapan untuk keberangkatan jamaah haji di Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya telah melakukan rapat bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Imigrasi, Dinas Kesehatan, untuk pematangan keberangkatan jamaah haji Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Untuk calon jamaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah haji di tahun 2022 ini, merupakan jamaah haji yang dijadwalkan berangkat di tahun 2020,” ucap Muhammad Tambrin.

Pada kesempatan ini, Muhammad Tambrin menghimbau kepada calon jamaah haji Provinsi Kalimantan Selatan untuk dapat menjaga kesehatan mereka sejak saat ini. Mengingat, pelaksanaan ibadah haji merupakan ibadah yang melibatkan kegiatan fisik sebesar 80 persen. (SRI/RDM/RH)

Lanjutkan Vaksinasi Bergerak ke HST, HSS dan Tapin, Paman Birin Disambut Gembira Warga

HULU SUNGAI TENGAH – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor terus berkeliling kabupaten di Banua Enam, untuk melihat langsung kegiatan Vaksinasi Bergerak dalam upaya pencegahan COVID-19.

Pada Selasa (12/4), Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini, meninjau langsung kegiatan Vaksinasi Bergerak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin.

Dalam peninjauan langsung itu, Paman Birin pun terus memberikan semangat dan motivasi agar warga ikut vaksin untuk pencegahan virus COVID-19.

Tentu saja, kehadiran Paman Birin yang didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK serta sejumlah Kepala SKPD Pemprov Kalsel pun disambut gembira serta menambah rasa semangat warga yang sejak pagi sudah antre untuk di vaksin.

Warga yang didatangi dan dilihat dari dekat saat divaksin oleh Paman Birin tampak senang.

Dihadapan warga pun, Paman Birin menyampaikan, meski data menunjukan bahwa angka positif sudah jauh melandai, masyarakat tetap diminta jangan berhenti dan menyerah dalam berikhtiar menghadapi COVID-19 ini.

Gubernur Kalsel saat meninjau Vaksinasi Bergerak di HST, HSS dan Tapin

“Jangan menyerah terhadap COVID-19. Selalu mengucap syukur kepada Allah SWT, karena masih diberikan selamat hingga hari ini. Akan ada masanya kita bertemu dengan tidak menggunakan masker lagi,” kata Paman Birin dalam sambutannya di Kabupaten HST, HSS dan Tapin itu.

Dijelaskan Paman Birin, Vaksinasi Bergerak ini akan terus dilakukan untuk mengejar target vaksinasi dosis 1, dosis 2 dan booster.  Hal ini dilakukan karena menjadi salah satu cara melawan COVID-19 dengan menciptakan herd immunity yang dapat dicapai dengan vaksinasi.

Pada Vaksinasi Bergerak di tiga kabupaten itu, setidaknya ada 5.700 dosis yang disuntikan. Rinciannya 3.500 dosis di Kabupaten HST, 1.000 dosis di Kabupaten HSS dan 1.200 dosis di Kabupaten Tapin.

Sesuai data di Kabupaten HST, capaian vaksinasi per 9 April 2022 untuk dosis pertama adalah 92,32 persen, dosis kedua 67,77 persen dan 14,12 persen vaksin booster.

Untuk Kabupaten HSS, capaian vaksinasi sebanyak 93,18 persen (dosis pertama), 71,47 persen (dosis kedua), 95,3 (dosis pertama lansia), 60,38 (dosis kedua lansia). Lalu untuk dosis satu anak 76,25 persen dan 64,55 persen untuk dosis kedua anak.

Kemudian di Kabupaten Tapin, data per 11 April 2022 capaian vaksinasi untuk dosis pertama 93,60 persen, 75,7 persen (dosis kedua) dan 9,23 vaksin booster.

Sedangkan untuk lansia untuk dosis pertama 100,81 persen, 83 persen (dosis kedua). Lalu untuk vaksin abak 74,44 dosis pertama dan 56,36 persen untuk dosis kedua. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

UPTD Taman Budaya Kalsel Gelar Pesona Seni Ramadhan

BANJARMASIN – Selama bulan Ramadhan ini, Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pesona Seni Ramadhan.

Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (12/4) menjelaskan, di bulan puasa ini pihaknya tetap aktif menggelar kegiatan seni, yang tampil setiap satu pekan sekali yaitu pada Jumat Malam Jam 21.00 WITA. Program ini dibuat agar para seniman tetap terus memberikan karya terbaiknya.

“Setiap materi religi yang ditampilkan, berhubungan dengan keagamaan,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, program pesona seni Ramadhan ini, ditayangkan melalui live streaming channel youtube Taman Budaya Kalsel, dan juga digelar offline dengan tetap disiplin protokol kesehatan. Pada Minggu pertama tadi, tampil maestro Madihin yang berisikan pesan dakwah untuk saling menghargai antar manusia dalam melaksanakan bulan Ramadhan, dan Sanggar Ruhuy Rahayu sebuah Pertunjukan Musik Panting Islami.

“Minggu kedua ini akan tampil Nuansa Etnik Ansamble yaitu Musik Kolaborasi Religi), Group Habsy Albanyiuri serta pembacaan puisi karya Syahriel M. Noor,” katanya

Yanti menambahkan, pada minggu ketiga akan tampil pergelaran dari Pondok Pesantren Manba’ul Ulum berupa Nasyid Dakwah dan Solo Vokal, kemudian dari SMAN 7 Banjarmasin yaitu Musikalisasi Puisi Musik Akustik Religi Solo Biola, serta Minggu keempat Pertunjukan Tari, dari Sanggar Tari Anak Paris Barantai, Sanggar Tari Anak Nuansa, Sanggar Galuh Banjar, Sanggar Idaman Banjarbaru ditutup dengan Musik Gambus group Al-Barokah.

“Pergelaran seni religi ini juga pernah dilakukan seorang Ulama ternama Sunan Kalijaga, dalam menyebarkan agama dengan seni musik dan syair,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Sosper 4/2016, Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan Keluhkan Sepi Pengunjung Selama Ramadhan

BATOLA – Pedagang Pasar terapung Lok Baintan mengeluhkan sepinya wisatawan berkunjung selama bulan Ramadhan. Hal itu disampaikan salah seorang pedagang pasar terapung Lok Baintan, Arbainah usai mengikuti sosialisasi Perda tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah, Selasa (12/4).

Menurut Arbainah, hal itu kemungkinan disebabkan wisatawan menduga bahwa pasar terapung tutup selama bulan puasa. Padahal, ungkapnya, selama Ramadhan, para pedagang tetap berjualan di pasar terapung Lok Baintan setiap hari.

“Padahal pas bulan Ramadhan itu, acil-acilnya banyak yang jualan di Lok Baintan karena membeli sayur dan ikan. Subuh itu kami jualan sampai jam 9an pagi kalau pengunjung tidak ada. Tapi kalau ada wisatawan, kami tunggui,” katanya.

Suasana Sosper 4/2016 oleh Anggota DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah

Selain itu, Arbainah juga berharap agar pemerintah memberikan bantuan life jacket atau baju pelampung bagi para pedagang maupun penumpang agar kegiatan wisata di pasar terapung bisa lebih aman dan nyaman.

“Biar pengunjung aman dan kami yang membawa juga aman,” jelasnya.

Oleh karena itu, Arbainah berharap agar wakil rakyat Kalsel dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka kepada pemerintah tingkat provinsi maupun kabupaten kota di Kalsel sehingga dapat ditindaklanjuti.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah mengharapkan perhatian pemerintah daerah untuk hadir membantu dan memfasilitasi para pedagang pasar terapung Lok Baintan tersebut untuk meningkatkan sektor kepariwisataan di Kalsel.

“Kami harapkan perhatian pemerintah menanggapi aspirasi ini karena pasar terapung tersebut, selain tempat wisata, juga sebagai mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup,” harapnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosper tersebut juga menghadirkan Dosen Fakultas Hukum ULM Muhammad Erfa Redhani dan Lurah Kertak Hanyar Ramdhani sebagai narasumber. (NRH/RDM/RH)

Menuju Indonesia Emas, Mei 2022 Lemhannas RI Akan Gelar Dialog Wawasan Kebangsaan di Kalsel

BANJARBARU – Bekerjasama dengan Pemprov Kalsel, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar rapat koordinasi awal pelaksanaan talkshow dan sosialisasi/dialog wawasan kebangsaan Lemhannas RI di Iberani Sulaiman, Setdaprov Kalsel, Selasa (12/4).

Suasana rapat koordinasi awal dialog wawasan kebangsaan

Usai memimpin rapat, Direktur Sosialisasi dan Media Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Kedeputian Taplai Lemhannas RI, Laksma TNI Ir. Christianto Purnawan mengatakan, akibat dari tansformasi digital saat ini, berdampak pada perubahan era disrupsi (inoviasi) yang sangat cepat. Terlebih pemerintah saat ini ingin menyiapkan “Indonesia Emas” tahun 2045 nanti.

Sehingga dalam dialog yang akan dilaksanakan di Kota Banjarmasin pada 10-13 Mei mendatang tersebut, pihaknya akan menghadirkan 100 orang peserta dari organisasi masyarakat, mahasiwa, dan pemuda.

“Kita sadar bahwa anak muda ini kan pemilik masa depan. Anak muda ini juga kan biasanya berkecimpung dengan gadget, nah tugas kita mengingatkan bahwa masa depan milik mereka. Seperti kemajemukan, kebhinekaan, sehingga bangsa kita tetap berdiri tegak sebagaimana cita-cita pendiri bangsa,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, Lemhannas RI bersama dengan Pemprov Kalsel, ingin mensosialisasikan penerapan Pancasila dalam berkehidupan sehari-hari.

“Jadi tidak hanya hafal Pancasila, tetapi dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari agar meningkatkan kualitas mereka dalam bermasyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan menyambut baik terkait rencana dialog wawasan kebangsaan oleh Lemhannas RI ini.

Menurutnya, menjadi sebuah kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalsel. Selain itu, dialog ini juga dapat dijadikan sebagai ruang dan kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional agar mengetahui kondisi, dinamika sosial, serta keragaman yang dimiliki Kalsel.

“Dialog wawasan kebangsaan nanti harus bisa kita laksanakan sebaik-baiknya, sebagai wujud nyata kecintaan dan komitmen Kalimantan Selatan, yang setia terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kesbangpol Kalsel, Heriansyah mengaku berterimakasih atas kepercayaan Lemhannas RI yang telah menjadikan Kalsel sebagai tuan rumah dalam penyampaian sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini.

“Melalui rapat  koordinasi ini, diharapkan dapat memperkuat kesiapan masing-masing pihak, demi menjamin kelancaran pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan nanti,” harapnya. (SYA/RDM/RH)

Sejahterakan Nelayan, Perda Retribusi Jasa Usaha Jadi Acuan

TANAH BUMBU – Keberadaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2020 tentang Retribusi Jasa Usaha yang terus disosialisasikan bertujuan untuk mensejahterakan nelayan.

Puluhan warga Desa Bersujud, Simpang Empat, Tanbu, ikut antusias dalam kegiatan sosialiasi terkait Retribusi Jasa Usaha.

Pendapat ini dikemukakan anggota DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat menggelar Sosialisasi Perundang-undangan (Sosper), Senin (11/4) sore, di Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Yani Helmi saat menjelaskan maksud dan tujan Perda Nomor 8/2020

“Tentu, keberadaan Perda ini penting disampaikan kepada penggiat perikanan agar mengerti dan memahami,” ungkapnya.

Anggota legislatif dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru juga mengemukakan, Pelabuhan Perikanan (PPI) yang kini telah sah dialihkan kewenangannya ke Pemprov Kalsel sesuai Permen Kemenlautkan RI maka sewajarnya aturan yang dibuat harus diterapkan sesuai implementasinya.

“Di Tanah Bumbu, ada PPI Batulicin. Karena status instansinya sudah menjadi BLUD maka untuk penerapan penarikan jasa retribusi tentu menyesuaikan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2020 ini,” bebernya.

Ia menegaskan, secara keseluruhan aturan yang dimuat dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 tujuannya tak lain adalah demi mensejahterakan para nelayan pesisir Kalsel.

“Kita ketahui retribusi ini dipergunakan bukan hanya bagi kas daerah, tidak, tetapi, pembangunan fasilitas bagi nelayan jadi prioritas,” tegas Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Pria yang akrab disapa Paman Yani itu memaparkan, pemanfaatan kas dari retribusi yang diterima pelabuhan bahkan tertuang dalam aturan itu tentu sebagai wujud nyatanya ke depan adalah bangunan pabrik es.

“Adanya cold storage tentu memberikan dampak positif serta keuntungan lebih nelayan untuk menyegarkan hasil tangkapan laut. Sebaliknya, ada lagi fasilitas lain guna menunjang pelaksanaan aktivitas melaut warga pesisir ini,” papar Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Golkar di DPRD Provinsi Kalsel.

Semetara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani, menyampaikan, keberadaan Perda ini diakui sangat mendukung dalam aktivitas penerimaan.

“Memang Perda ini sempat mengalami perubahan, tetapi, kami juga masih menunggu Pergub tarif untuk menambah item-item baru dalam penerimaan retribusi. Kalau sebelumnya itu hanya menerima jasa fasilitas masuk, bongkar muat dan sewa lahan,” ujarnya.

Diantara item yang dimaksud, Syarwani menyebutkan, salah satunya adalah aturan penerimaan tarif jasa bagi kapal yang bermalam di lokasi Pelabuhan Perikanan Batulicin.

“Selain itu, kami juga akan menerapkan sewa bangunan. Hal tersebut dikarenakan aset yang dimiliki Pemkab Tanbu seluruhnya telah dihibahkan ke Pemprov,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tinjau Vaksinasi Bergerak di Tabalong, Balangan dan HSU, Paman Birin Kirimkan Fatihah Untuk Korban COVID-19

TABALONG – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi masyarakat yang menjadi korban meninggal dunia akibat COVID-19.

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin pun mengirimkan dan mengajak untuk berdo’a membacakan surah Al-Fatihah bagi mereka yang menjadi korban COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Paman Birin saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Bergerak di Kabupaten Tabalong, Kabupaten Balangan serta di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (11/4).

“Mari kita bersama-sama berdo’a, bagi mereka yang mendahului kita, semoga segala dosa mereka diampuni dan menjadapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Al-Fatihah” kata Paman Birin memimpin doa yang diikuti semua warga yang hadir dalam kegiatan Vaksinasi Bergerak.

Sesuai data yang ada, korban meninggal akibat COVID-19 untuk Kabupaten Tabalong sebanyak 51 orang, Kabupaten Balangan 106 orang dan Kabupaten HSU sebanyak 125 korban jiwa.

Gubernur Kalsel saat meninjau Vaksinasi Bergerak

Pada kesempatan itu, Paman Birin menyebut pentingnya vaksinasi dalam menghadapi masa pandemi COVID-19.

Vaksinasi Bergerak ini merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

“Bapak ibu semua yang hari ini mengikuti vaksin adalah pejuang untuk memerangi COVID-19. Sebagaimana halnya para pejuang lainnya, baik itu tenaga medis, aparat keamanan dan lainnya,” ungkap Paman Birin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version