Cabang Syarhil Qur’an Tidak Hanya Membaca Tetapi Juga Memahami Arti

BANJARBARU – Lomba Cabang Syarhil Qur’an pada MTQ Nasional ke 29 di Provinsi Kalimantan Selatan, diharapkan lebih memahami arti ayat yang dibaca.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Panitia Lomba Syarhil Qur’an MTQ Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Sagir, kepada Abdi Persada FM, Jumat (14/10).

Ketua Koordinator Lomba Syarhil Qur’an MTQ Nasional di Kalsel Ahmad Sagir

Ahmad Sagir mengatakan, lomba cabang Syarhil Qur’an dimulai pada Kamis 13 Oktober 2022 diikuti oleh 16 peserta serta dihari ke dua ini diikuti 16 peserta.

“Lomba Syarhil Qur’an sudah dimulai pada Kamis 13 hingga Senin 17 Oktober 2022,” ungkapnya

Menurut Ahmad Sagir, lomba cabang Syarhil Qur’an ini dimulai sejak pagi, dengan pembagian 8 grup pada pagi hari serta 8 grup di siang hari.

“Peserta lomba yang mengikuti cabang Syarhil Qur’an ini, dari perwakilan provinsi di Tanah Air, hanya satu provinsi saja yang tidak mengikuti,” ucapnya.

Ahmad Sagir menjelaskan, Cabang Syarhil Qur’an ini, tidak hanya membaca tetapi juga memahami arti dari ayat yang dibaca.

“Pada lomba Syarhil Qur’an ini, peserta lomba tidak hanya membaca, tetapi menjelaskan apa yang mereka baca tersebut,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Ahmad Sagir, dari adanya penjelasan tersebut, masyarakat lebih memahami isi dari ayat yang dibaca tersebut.

Ia mengharapkan, cabang Syarhil Qur’an ini, semakin dikenal oleh masyarakat.

Seperti diketahui MTQ Nasional ke 29 dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 10 – 19 Oktober 2022. Melomba 12 cabang diantaranya cabang lomba Syarhil Qur’an. (SRI/RDM/RH)

30 Kafilah Ikuti Lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram Hari Kedua MTQ Nasional 2022

BANJAR – Sebanyak 34 Provinsi mengirim Khafilahnya dalam cabang lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an golongan remaja dan dewasa, pada gelaran MTQ Nasional ke 29 di Kalimantan Selatan, yang terpusat di Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan Kiram Kabupaten Banjar dari tanggal 13 – 17 Oktober 2022.

Masjid Bambu Kiram tempat dilaksanakannya lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an

Hal ini disampaikan, Koordinator kegiatan Lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram Kabupaten Banjar Muhammad Khairuddin, Jum’at (14/10). Khairuddin menyampaikan, pada hari pertama pelaksanaan lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an golongan remaja dan dewasa, di Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan Kiram Kabupaten Banjar, terdapat sebanyak 14 peserta Qira’at golongan remaja dan dewasa yang mengikuti perlombaan ini, dan pada hari kedua, lomba diikuti sebanyak 30 peserta golongan remaja dan dewasa.

Koordinator kegiatan Lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram Kabupaten Banjar Muhammad Khairuddin

“Pelaksanaan lomba ini dibagi menjadi dua sesi, pertama dari pukul 08.00 sampai 12.00 WITA khusus golongan remaja, Kemudian disambung dengan peserta golongan dewasa, dari pukul 13.00 sampai 17.00 WITA,” ucap Khairuddin.

Khairuddin mengharapkan, perlombaan Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram dapat berjalan dengan lancar sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh panita.

Sementara itu Annisa Amalia, peserta lomba asal Kafilah Jawa Tengah, merasa puas karena sudah tampil di MTQ Nasional ke 29. Untuk memberikan penampilan terbaik, pihaknya telah melakukan persiapan selama 6 bulan lamanya.

“Persiapan sudah dilakukan sejak April lalu, kalau dihitung-hitung enam bulan latihannya,” ungkap Annisa.

Annisa mengharapkan, dirinya dapat memberikan penampilan terbaik pada event MTQ Nasional ke 29 di Kalimantan Selatan, dan mengharumkan nama Daerah Provinsi Jawa Tengah. (MRF/RDM/RH)

Kalsel Expo 2022, Stand Disperin Kalsel Fasilitasi Sertifikasi Halal

BANJAR – Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut memeriahkan pergelaran Pameran MTQ Nasional ke-29 yang diadakan di Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura Kabupaten Banjar yang dilaksanakan sejak 12 hingga 16 Oktober 2022. Dalam pameran MTQ Nasional ini, Disperin Kalsel menampilkan berbagai macam produk olahan para pelaku IKM dan UMKM asal Banua. Selain produk IKM dan UMKM, juga ditampilkan hilirisasi industri berupa Kepala sawit yang diolah menjadi Minyak Goreng kemasan. Selain itu, Stand Disperin Kalsel juga dilengkapi dengan fasilitas pendaftaran sertifikasi halal bagi pelaku IKM dan UMKM yang kesulitan mendaftarkan produk mereka.

Pengunjung yang mengunjungi stand Disperin kalsel

Dengan banyaknya produk yang ditampilkan di Stand Disperin Kalsel pada Kalsel Expo 2022 dalam rangkaian pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29, diharapkan dapat turut memeriahkan rangkaian MTQ Nasional ke 29 di Kalimantan Selatan.

“Salah satunya yakni Kain Sasirangan yang memakai pewarna alami, dan berbagai macam produk makanan yang menjadi souvenir untuk para khafilah MTQ Nasional seperti bumbu soto Banjar original, amplang, kacang jaruk, minuman buah kasturi, dan lain sebagainya,” ungkap Kasi Promosi Investasi dan Industri Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan selatan Dodi Habibie Norbah, kepada Abdi Persada FM, Kamis (13/10) sore.

Habibie Norbah menambahkan, selain souvenir peserta Khafilah MTQ Nasional, pihaknya juga menampilkan berbagai macam kerajinan hasil olahan Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Disperin Kalsel, salah satunya olahan Industri logam menjadi produk rumah tangga, serta olahan Industri Kayu yang dibuat menjadi berbagai kerajinan kayu dengan desain semenarik mungkin.

“Kerajinan kayu para pelaku IKM ini ramah lingkungan dan tahan lama dikarenakan terbuat dari kayu ulin,” ucap Habibie.

Di tempat yang sama, Kabid KP2I Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan selatan Fitridani menyampaikan, stand Disperin Kalsel untuk menyemarakkan Event MTQ Nasional ke 29 Di Kalimantan Selatan, juga dilengkapi dengan fasilitas pendaftaran sertifikasi halal bagi pelaku IKM dan UMKM yang ingin mendaftarkan produk mereka.

“Bagi pelaku IKM dan UMKM yang merasa kesulitan mendaftarkan produk mereka, maka dapat mengunjungi stand Disperin Kalsel di Kalsel Expo 2022,” ucap Fitridani.

Pada bilik fasilitasi sertifikasi produk halal di Stand Disperin Kalsel, para pengunjung dapat melihat tata cara pendaftaran produk, serta dapat berkonsultasi kepada para petugas Disperin Kalsel, apabila tidak mengerti tata cara pendaftaran sertifikasi halal.

“Fungsi fasilitasi sertifikasi halal ini untuk memudahkan pelaku IKM dan UMKM dalam Mendaftarkan produk mereka untuk mendapatkan sertifikasi halal,” tutup Fitridani. (MRF/RDM/RH)

Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Bagikan 3 Buku Untuk Kafilah MTQN ke 29

BANJARMASIN – Turut serta memeriahkan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29, Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin membagikan souvenir kepada seluruh kafilah yang bertanding.

Paket Buku Yang Dibagikan Kepada Seluruh Kafilah MTQN ke 29

Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni mengatakan souvenir yang dibagikan berupa satu paket buku terdiri dari tiga buah judul yaitu buku “Masjid Raya Sabilal Muhtadin”, buku “Sejarah Keunikan dan Sebarannya Sholawat Al-Banjari” dan buku “Batamat Al-Qur’an”.

Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni

Hal ini bertujuan untuk mengenalkan tradisi agama dan warisan budaya khas Banjar kepada masyarakat secara luas dalam upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal.

“Buku yang dibagikan itu mengenai sejarah Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang merupakan kebanggaan Kalsel. Kemudian, buku Sholawat Al-Banjari berisi sejarah sholawat yang dilakukan oleh tokoh-tokoh orang Banjar yang bermukim di Jawa Timur. Sehingga menyebar di luar daerah Banua dan disebut Sholawat Al-Banjari. Sedangkan buku “Betamat Al-Qur’an” sebagai salah satu warisan budaya Kalsel yang merupakan simbol telah membaca 30 juz kitab Al-Qur’an,” jelasnya kepada wartawan, Jum’at (14/10).

Lebih lanjut, Darul Quthni menjelaskan souvenir berupa paket buku tersebut dibagikan langsung ke kafilah-kafilah MTQ Nasional ke 29 dengan mendatangi tempat-tempat penginapan mereka.

“Ada sekitar dua ribu buku yang dibagikan,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Wapres Serahkan Bantuan Rehabilitasi Sosial Untuk Disabilitas dan Lansia

BANJARBARU – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja dan penyerahan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada penyandang disabilitas dan lansia Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan di Panti Sosial Budi Luhur Banjarbaru di Jalan Ahmad Yani kilometer 30, Banjarbaru pada Kamis (13/10).

Kedatangan Wapres sekitar pukul 09.50 WITA, di tempat penyerahan bantuan disambut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Raudatul Jannah Sahbirin Noor.

Bantuan Atensi untuk wilayah regional Kalimantan berupa peralatan sekolah untuk anak, sepeda gunung, alat pemanas nasi, blender, kompor gas, tempat tidur atau kasur, peralatan kecantikan, sarung, pakaian, dan lainnya dengan total nominal mencapai Rp1.972. 800.000 untuk 638 penerima.

Penyerahan secara simbolis di Panti Sosial Budi Luhur dilakukan kepada Rahmat Rafli yang mendapatkan sepeda, perlengkapan sekolah dan usaha anak.

Selain itu juga, bantuan diberikan kepada Turiyah berupa perlengkapan pijat dan perlengkapan sekolah.

Sedangkan Adelia mendapatkan laptop dan perlengkapan kuliah, lalu Melda Yanti menerima sepeda, perlengkapan sekolah dan perlengkapan tempat tidur.

Bantuan juga diberikan kepada keluarga almarhum Ibrahim, berupa usaha kelontong serta usaha jajanan anak sekolah makanan ringan.

Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, apa yang dilakukan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi mereka yang tergolong kurang mampu miskin.

“Selain bantuan, bagi mereka yang bisa diberdayakan, akan dilakukan usaha ke arah itu dalam rangka upaya menurunkan angka kemiskinan, ” ujar Wapres saat melakukan konferensi pers usai menyerahkan bantuan.

Apalagi, tambahnya, Indonesia saat ini juga terkenda dampak kondisi global, sehingga pemerintah berusaha mengatasi kondisi tersebut.

Program Atensi merupakan layanan Rehabilitasi Sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas atau residensial melalui kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial atau anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

Sasaran yang mendapatkan pelayanan ini adalah merujuk pada Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 16 Tahun 2019 tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial, yang dimaksud dengan program rehabilitasi sosial adalah program yang bersifat holistik, sistematik, dan terstandar guna mengembangkan fungsi sosial yang meliputi kapabilitas sosial dan tanggung jawab sosial untuk klaster anak, usia lanjut, penyandang disabilitas, tuna sosial dan korban perdagangan orang, serta korban narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Penyerahan bantuan yang dilakukan Wapres ini, adalah bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja (kunker) Wapres Ma’ruf Amin ke Kalimantan Selatan setelah pada Rabu (12/10) malam, membuka pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Provinsi Kalsel, di Astaka Utama Kiram Park, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalsel. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Yani Helmi Dukung Sektor Ekonomi Perkebunan di Desa Suka Maju

KOTABARU – Perekonomian di Desa Suka Maju, Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, mayoritas bertumpu pada sektor perkebunan sawit. Hanya saja, harga jual dari komoditi itu diharapkan turut seimbang dengan pendapatan.

Suasana menuju lokasi Desa Suka Maju

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, di tengah pemulihan pasca COVID-19 diharapkan tak memukul geliat harga sawit yang dikelola masyarakat. Terlebih, saat ini penopang utama mereka masih bertumpu pada sektor perkebunan.

Yani Helmi (tengah) saat menjaring aspirasi sekaligus bersilaturahmi Ke Desa Suka Maju disambut Kades Suka Maju, TNI/Polri

“Memang diakui bahwa mayoritas masyarakat di Suka Maju ini adalah pekebun sawit dan rata-rata lokasinya tak jauh dari tempat tinggal mereka. Mudah-mudahan harga sawit juga stabil disertai permintaan dari luar tinggi kan lebih bagus,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/10).

Apalagi, dikatakannya, Pemprov Kalsel telah memiliki Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kewenangan penuh terkait peningkatan efektivitas pendapatan dari bisnis komoditi kelapa sawit. Terlebih lagi, kemajuan pertumbuhan positif dari Desa Suka Maju harus benar-benar didukung dan direalisasikan penuh keberadaannya oleh pemerintah.

“Ini keterkaitan juga dengan mitra kerja kami di Komisi II DPRD Kalsel yakni Dinas Perkebunan dan Peternakan agar kesejahteraan masyarakat dapat terayomi dengan baik,” bebernya.

Kendati demikian, dari hasil diskusi dengan masyarakat aspirasi positif yang disampaikan melalui Kepala Desa Suka Maju akan diupayakan dan disuarakan dalam pokok pikiran (pokir) legislatif di DPRD Provinsi Kalsel.

“Yang pasti saya akan terus keliling, melihat kondisi dan menyerap aspirasi dari para warga di Dapil VI Kabupaten Tanbu dan Kotabaru. Kemarin di Kotabaru seberang sekarang di daratan biar serapan dari masukan masyarakat ini dapat berimbang,” papar Paman Yani yang membidangi Ekonomi dan Keuangan di DPRD Kalsel.

Sementara itu, Kepala Desa Suka Maju, Supriyudin mengatakan, mengapresiasi atas kunjungan yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi untuk menyambut aspirasi dari sejumlah masyarakat yang hadir.

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangannya. Semoga silaturahmi ini dapat berjalan baik,” harapnya.

Dengan kedatangannya itu, ia mengharapkan, selain terjalin silaturahmi, keberadaan dari Yani Helmi dapat memberikan angin segar bagi pertumbuhan perekonomian mereka.

“Semoga aspirasi yang disampaikan dapat terealisasi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kunjungan yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi ke Desa Suka Maju merupakan kegiatan menjaring aspirasi (reses). Di mana, Desa Suka Maju, Kecamatan Sampanahan, Kecamatan Kotabaru (400 Kilometer lebih dari Kota Banjarmasin) merupakan titik pertama dalam pelaksanaan reses tahun 2022. (RHS/RDM/RH)

Kalsel Expo 2022, Stand Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin Layani Pembuatan Paspor

BANJAR – Stand Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin melayani paspor bagi pengunjung Kalsel Expo 2022 yang merupakan rangkaian event Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29.

Hal itu disampaikan, Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Muhammad Yamin kepada wartawan di sela kegiatan pameran di alun-alun Ratu Zaleha Martapura Kabupaten Banjar pada Rabu (12/10).

Kasi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Karena ini hanya stand pameran maka para pengunjung yang ingin membuat paspor dapat mengisi formulir, sesi wawancara dan pengambilan foto. Sedangkan buku paspor akan diproses dan bisa diambil di kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin selama tiga hari kerja setelah pembayaran,” jelasnya.

Terkait biaya pembuatan paspor, menurut Yasmin, untuk paspor non elektronik dikenakan biaya Rp350 ribu dan untuk paspor elektronik dikenakan biaya Rp650 ribu.

“Mulai terhitung sejak 12 Oktober 2022, masa berlaku paspor dari lima tahun menjadi 10 tahun. Sementara untuk biaya tetap, belum ada perubahan,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin pelayanan paspor tanpa perlu mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bisa menggunakan layanan “Eazy Pasport”. Hal ini dalam rangka memberikan kemudahan kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan paspor.

“Dengan layanan ini, kami melayani pembuatan paspor secara kolektif di lokasi pemohon,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

Bakeuda Kalsel Sosialisasikan Pembebasan Denda Pajak di Kalsel Expo 2022

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan sosialisasi mengenai pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Pameran Kalsel Expo 2022 dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29.

Hal itu disampaikan, Kepala Bakeuda Kalsel, Dinansyah kepada wartawan di sela kegiatan Kalsel Expo di Alun-Alun Ratu Zaleha Martapura Kabupaten Banjar, Rabu (12/10).

Kepala Bakeuda Kalsel, Dinansyah (tengah) didampingi pejabat Bakeuda lainnya

Selain turut memeriahkan Kalsel Expo dan MTQ Nasional ke 29, menurut Dinansyah, Bakeuda Kalsel juga melakukan sosialisasi kepada para pengunjung terkait program pajak kendaraan bermotor (PKB) yaitu pemberian diskon, pembebasan denda pajak dan pembebasan bea balik nama.

“Program ini dilaksanakan mulai 3 Oktober sampai 24 Desember 2022 sesuai arahan Gubernur Kalsel,” jelasnya.

Melalui program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terlebih adanya kenaikan harga BBM dan kondisi perekonomian yang masih belum pulih pasca pandemi COVID-19.

“Stand Bakeuda Kalsel buka dari jam 09.00-21.00 WITA mulai 12 hingga 16 Oktober 2022,” tambahnya.

Di stand ini, para pengunjung dapat melakukan pembayaran PKB dan bagi yang beruntung juga akan disediakan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan membayar pajak. (NRH/RDM/RH)

Warung Gratis di Masjid Jami Banjarmasin Ramaikan Lomba MTQN

BANJARMASIN – Adanya warung gratis di halaman Masjid Jami Banjarmasin, turut serta berpartisipasi mensukseskan lomba di venue Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke – 29 untuk Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz.

Kepada sejumlah wartawan, Pendiri warung gratis halaman Masjid Jami Banjarmasin, Ahmad Syarbini, pada Kamis (13/10) mengatakan, pihaknya sangat senang Masjid Jami terpilih sebagai salah satu venue dalam menyelenggarakan lomba MTQN, sehingga warung gratis yang dikelola pihaknya dengan relawan terus dilaksanakan, untuk meramaikan event Nasional di Kota Religi.

Pendiri warung gratis halaman Masjid Jami Banjarmasin, Ahmad Syarbini

“Kita buka warung gratis ini buka sejak enam bulan yang lalu, sebelumnya di depan Masjid Jami, sekarang pindah ke belakang,” katanya

Disampaikan Syarbini, untuk dana membuka warung gratis melalui sumbangan Ikatan Persaudaraan Jemaah Subuh, sekarang sudah berkembang dari banyak donator, bahkan pihaknya mendapat bantuan pribadi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, untuk mensukseskan lomba di venue Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke – 29 untuk Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz, berupa gula teh dan kopi, karena ke warung ini tidak hanya pengunjung sekitar, pasti dari kafilah provinsi lain serta Panitia Pusat MTQN.

“Kita sediakan minuman teh, kopi, air mineral, untuk kue seperti roti, apam, serta nasi bungkus, biasanya sumbangan dari warga, warung ini buka dari pagi hingga Jam 21.00 WITA,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktorat Bimbingan Masyarakat Kemenag RI, Gufron menilai, warung gratis menyajikan teh, kopi, air mineral, ini baru pertama kalinya ada di Kota besar, dan sangat diapresiasi untuk menyemarakkan event Nasional lomba di venue Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke – 29 untuk Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz yaitu di Masjid Jami Banjarmasin. Ia berharap dapat ditiru bagi Masjid lain nantinya.

Direktorat Bimbingan Masyarakat Kemenag RI, Gufron

“Semoga menjadi ladang amal jariah bagi yang menyumbang dan relawan yang bekerja untuk melayani,” tutup Gufron

Untuk diketahui, Masjid Jami ini berlokasi di Jalan Masjid Jami RT 03 RW 01 Nomor 01, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Tahap ke Lima Dibuka, BLK Kalsel Harapkan Siswa Lulusannya Dapat Terjun ke Dunia Kerja

BANJARBARU – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kalimantan Selatan (Kalsel), Balai Latihan Kerja (BLK) Kalsel terus menerus memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar mampu menjadi tenaga kerja yang andal.

Terbukti pada Kamis (13/10), BLK Kalsel kembali menggelar pelatihan untuk yang ke lima kalinya di tahun 2022 ini. Setelah sebelumnya menyelesaikan 4 pelatihan yang dimulai sejak Maret lalu.

Kepala BLK Kalsel, Muhammad Yusfiansyah mengungkapkan, ada 6 jenis kejuruan yang diajarkan oleh pihaknya pada tahap ke 5 ini, yakni Computer Operaror Assistant, Teknisi Perawatan AC Residential, Teknisi Audio Video, Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi, Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Pengoperasian Mesin Bubut.

Setiap kejuruan disebutkannya ada 16 siswa yang akan dididik selama kurang lebih satu setengah bulan, ditambah dua bulan masa magang.

“Tapi kalau mereka sudah mendapatkan tawaran kerja setelah mengikuti pelatihan, (mereka) tidak perlu lagi mengikuti masa magang,” terangnya.

Yusfiansyah berharap seluruh siswa yang mengikuti pelatihan di BLK Kalsel, dapat langsung terjun ke dunia kerja maupun usaha. Apalagi diakuinya, sejumlah perusahaan seringkali meminta karyawan lulusan dari BLK Kalsel.

“Ya Insyaallah (siswa) sudah pasti terserap (ke dunia kerja), tinggal menunggu (lulus) aja lagi, karena selain kita berikan surat kelulusan dan sertifikat, kita juga melampirkan hasil ujian setiap siswa,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada pembukaan pelatihan tahap ke 5 ini memberikan kesan yang berbeda dibading sebelumnya. Sebab pada tahap ini, kegiatan dirangkai dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diikuti oleh seluruh peserta di Masjid BLK Kalsel.

“Karena kan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, jadi kita juga ingin mengambil berkah, karena kita juga kan tidak hanya hidup di dunia saja melainkan juga di akhirat,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Exit mobile version