BANJAR – Kalimantan Selatan dinilai sukses menjadi tuan rumah yang baik pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX tahun 2022.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pengawas MTQ Nasional XXIX, Nasaruddin Umar, saat meninjau venue cabang Tilawah Anak dan Remaja, di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar, Senin (17/10).
Menurut Nasaruddin, dengan seluruh persiapan serta fasilitas yang diberikan mulai dari pembukaan acara hingga memasuki final lomba, Kalimantan Selatan sudah menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh tamu yang datang.
“Saya sudah mengunjungi seluruh venue lomba, dan sepertinya Kalimantan Selatan sangat siap menjadi tuan rumah (MTQ). Terutama pada saat saya mendapat laporan dari peserta dan dewan hakim terkait konsumsinya yang melimpah serta akomodasinya juga bagus,” tuturnya.
Kesuksesan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah, diakuinya patut menjadi contoh bagi Provinsi lain untuk menjadi tuan rumah pada MTQ Nasional di tahun-tahun mendatang.
“Saya rasa ini harus menjadi contoh bagi provinsi lain yang menjadi tuan rumah pada MTQ Nasional di tahun berikutnya,” ucapnya.
Nasaruddin juga mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta masyarakatnya yang menurut pengamatannya sukses melaksanakan kegiatan MTQ Nasional XXIX Tahun 2022.
“Semoga ini semua membawa manfaat baik dan keberkahan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Diharapkan pada Lomba Cabang Syarhil Qur’an MTQ Nasional ke 29 Tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan Putra dan Putri menghasilkan juara yang terbaik.
Ketua Koordinator Cabang Syarhil Qur’an MTQ Nasional Tahun 2022 Ahmad Sagir, kepada Abdi Persada FM mengatakan, pada Final cabang Syarhil Qur’an MTQ Nasional Putra dan Putri, di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin 17 Oktober 2022 ini, pihaknya menyerahkan semuanya kepada dewan hakim, untuk memberikan penilaian kepada para peserta, pada babak final ini.
Ketua Koordinator Lomba Syarhil Qur’an Ahmad Sagir
“Kami menyerah semua penilaian kepada dewan hakim,” ungkapnya.
Dewan hakim, lanjut Ahmad Sagir, tentu dapat memilih peserta yang terbaik sehingga berhak mendapatkan predikat juara.
Ahmad Sagir berharap, terpilih juara cabang Syarhil Qur’an pada MTQ Nasional ke 29 di Provinsi Kalimantan Selatan ini, yang terbaik.
“Kami berharap pada cabang Syarhil Qur’an ini, mendapat juara yang terbaik,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kafilah MTQ Nasional Provinsi Kalimantan Selatan Cabang Lomba Syarhil Qur’an memberikan penampilan terbaik mereka, pada babak final.
“Untuk Kafilah MTQ Nasional Provinsi Kalimantan Selatan pada lomba pada cabang Syarhil Qur’an memberikan penampilan terbaik mereka,” ujarnya.
Mengingat, lanjut Ahmad Sagir, sebelumnya mereka diberikan pelatihan diluar Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti di Jakarta serta lainnya. Sehingga, segala prosedur pelatihan telah mereka terima.
“Kita berharap penampilan kafilah MTQ Nasional dari Provinsi Kalimantan Selatan pada lomba cabang Syarhil Qur’an ini, dapat memberikan hasil yang terbaik,” ucap Ahmad Sagir. (SRI/RDM/RH)
BANJAR – Cabang Tilawah Anak dan Remaja MTQ Nasional XXIX 2022 di Kalimantan Selatan memasuki babak final, Senin (17/10). Qari-Qariah anak dan remaja dari 9 provinsi tunjukkan performa terbaiknya pada hari penentuan ini.
Ditemui di lokasi lomba tepatnya di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar, Qori remaja asal Sumatera Utara, Muhammad Daud Sitorus mengaku tidak menyangka hasil latihannya selama 3 bulan dalam cabang ini berbuah manis hingga masuk final. Apalagi diakuinya, ini merupakan kali pertamanya mengikuti lomba Tilawah Al-Qur’an di tingkat nasional.
Qari Remaja dari Sumatera Utara, Muhammad Daud Sitorus
“Alhamdulillah perasaan saya sangat senang dan tidak menyangka bisa masuk final, karena baru ini saya ikut lomba di tingkat nasional,” tuturnya.
Provinsi Sumatera Utara sendiri berhasil meloloskan 3 Qari dan Qariahnya pada cabang ini. Yakni 1 Qariah pada cabang anak, serta masing-masing 1 Qari dan Qariah pada cabang remaja.
“Mudah-mudahan kita (Sumatera Utara) semua bisa menang pada cabang ini,” ujar Daud.
Sementara itu, Qariah remaja dari Kalimantan Selatan yang lolos final pada cabang ini, Rumadun Najwa merasa terharu atas keberhasilannya melaju ke babak final ini. Apalagi, Najwa merupakan satu-satunya perwakilan dari tuan rumah yang berhasil lolos ke babak final pada cabang Tilawah Anak dan Remaja.
Qariah Remaja Tilawah Anak dan Remaja asal Kalsel, Rumadun Najwa (kiri), didampingi pelatih
“Tentu saja sangat bahagia dan sangat terharu, karena saya juga tidak menyangka bisa lolos ke babak final,” ucap remaja asal Ponpes Darussalam, Martapura ini.
Meski mengalami perasaan tegang saat membacakan Ayat Suci Al-Qur’an dihadapan para Dewan Hakim, Najwa optimis dapat meraih juara pertama pada cabang ini.
“Mudah-mudahan saya mendapatkan hasil yang terbaik dan berhasil meraih juara satu,” harapnya.
Najwa sendiri mengaku dari sejak kecil sudah mengikuti lomba Tilawah Al’Quran dan sudah sangat sering mendapat penghargaan.
Sebagai tambahan, Provinsi yang berhasil masuk babak final pada cabang Tilawah Anak dan Remaja MTQ Nasional XXIX di Kalimantan Selatan yakni Qari Anak dari Jawa Barat, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat. Sementara Qoriah anak dari Sumatera Utara, Jawa Timur dan Sumatera Barat. Qari remaja yakni, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Lalu untik Qoriah yakni, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Kalimantan Selatan. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa 9 kepala keluarga (KK) yang menempati 7 rumah di Karang Paci Jalan Ahmad Yani Kilometer 3,5 Banjarmasin pada Minggu (16/10).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.50 WITA itu, menyebabkan 34 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Tidak berselang lama setelah kejadian, Paman Birin (sapaan khas Gubernur) langsung mengutus petugas dari Dinas Sosial Provinsi Kalsel untuk mendatangi para korban kebakaran, dan memberikan bantuan tanggap darurat berupa mie instan, makanan balita, matras, terpal, alas lantai atau tikar dan barang keperluan lainnya.
Penyerahan bantuan kebakaran
Tujuh unit rumah yang menjadi korban kebakaran pada Minggu (16/10), 4 terdapat di jalan Karang Paci Gang Pintu Air RT 05 RW 02 dan 3 rumah lainnya di Jalan Tunjung Maya RT 03 Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Banjarmasin Timur KTA Banjarmasin.
Petugas pemadam kebakaran dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin sempat kesulitan memadamkan api, karena letak kebakaran berada di gang yang sempit.
“Data kita ada tujuh rumah yang terbakar. Empat rusak parah dan tiga lainnya ringan,” ujar Kepala BPBD Banjarmasin, Fahruraji. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan patut berbangga, dampak pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional 2022, menghasilkan nilai transaksi Rp 3 miliar lebih.
Suasana penutupan pameran MTQ Kalsel Expo 2022
Kepada sejumlah wartawan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, pada Minggu malam (16/10) menjelaskan, penyelenggaraan pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional 2022 ini, diikuti lebih banyak pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM), sehingga mampu membangkitkan perekonomian di Banua.
“Dari 190 stand pameran hampir 95 persen pelaku UMKM,” ungkapnya
Roy menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi berjalan lancar dan sukses, pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional 2022 di Kabupaten Banjar selama lima hari, karena mampu menghasilkan transaksi Rp 3 miliar lebih.
“Kami apresiasi ekonomi semakin bergerak khususnya di Kalsel,” ucap Roy
Sementara itu, Ketua Koordinator pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional 2022, Birhasani, mengatakan, hasil transaksi selama lima hari merupakan momentum yang baik, terlebih mulai pulih pasca pandemi COVID-19, yang melanda hampir dua tahun.
Ketua Koordinator pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional 2022, Birhasani, saat memberikan sambutan
“Ada banyak produk yang diminati diantaranya kain sasirangan, kerajinan dan produk makanan minuman yang herbal,” katanya
Lebih lanjut Kepala Dinas Perdagangan Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan ini menambahkan, adanya khusus Festival Halal Food, yaitu stand disediakan bagi produk yang sudah memiliki sertifikat halal, semakin memberikan dampak positif, karena membuat tinggi jumlah pengunjung.
“Semoga pameran MTQ Kalsel Expo 2022 memberikan keberkahan bagi kita semua,” tutup Birhasani.
Untuk diketahui, pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional 2022, resmi ditutup Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, berlokasi di Alun-Alun Ratu Zaleha Kota Martapura, Kabupaten Banjar.
Penutupan pameran dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, Kepala SKPD dilingkup Pemprov Kalsel, dan Kabupaten Kota, beberapa dari luar Provinsi serta unsur Forkopimda.
Pameran MTQ Kalsel Expo tingkat Nasional 2022 dibuka sejak Rabu – Minggu pada tanggal 12 -16 Oktober 2022, diikuti Pemerintah Provinsi Kalsel dan Luar Daerah, Kabupaten Kota, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, Badan Umum Milik Daerah, Badan Umum Milik Nasional dan Swasta, serta beberapa Organisasi.
Dalam penutupan pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional 2022, juga diumumkan peserta stand terbaik dengan tujuh kategori stand, Juara pertama kategori Pemerintah Provinsi Kalsel diraih Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, kategori Kabupaten dan Kota diraih Pemerintah Kabupaten Banjar, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dari pengrajin bambu Batu Malang, kategori BUMD dan BUMD diraih PT Adaro Indonesia, kategori Halal Food diraih Aba Coklat, kemudian organisasi sosial terbaik diraih Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan kategori instansi vertikal diraih dari Kementrian Agama RI, penilaian stand terbaik dilakukan oleh Tim Independen dari unsur Perguruan Tinggi, seniman dan budayawan daerah. (NHF/RDM/RH)
KOTABARU – Akses jembatan menuju Tanjung Semalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, sungguh memprihatinkan. Tak hanya poros utama infrastuktur jalan, sejumlah kendaraan roda dua dan empat yang melintas sering kesulitan menuju daerah ini.
Salah seorang warga Desa Sakalimau, Sabar Rohayati yang profesinya sebagai penjual sayur keliling, menceritakan bahwa dirinya sempat mengalami kejadian tragis yakni jatuh dari jembatan penghubung menuju Tanjung Semalantakan yang kondisinya diakui sangat parah dan membahayakan bagi pengendara.
“Sayuran saya semuanya hanyut, kendaraan juga ikut tercebur karena kondisi lantainya itu goyang. Ketinggian air laut yang pasang cukup dalam. Saking membuat saya trauma hingga ini adalah keberadaan buaya muara yang sempat lewat di hadapan syukurnya tidak diterkam,” ucapnya kepada awak media, Minggu (16/10) sore.
Akibat insiden mengerikan tersebut, Rohayati sempat mengalami cedera yang cukup serius. Bahkan, kini kesulitan untuk berjalan.
“Mudah-mudahan segera diperbaiki agar tidak memakan korban lagi,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Tanjung Semalantakan yang tak mau disebutkan namanya, mengungkapkan, ada tiga jembatan yang kondisinya dianggap sudah tak layak untuk dilintasi. Mengingat, rapuhnya lantai dan ditumpuknya dengan kayu seadanya sering membuat masyarakat khawatir dan takut.
“Kami berharap Pemkab Kotabaru bisa memperhatikan persoalan infrastruktur jembatan yang kondisinya sudah memprihatinkan,” harapnya.
Di lokasi berbeda, Kepala Desa Mulyodadi, Sarli mengatakan jembatan yang kondisinya mulai rapuh dan sering tenggelam itu sudah berumur lima tahunan lebih. Ditambah lagi, penyangga lantainya juga sudah tak kuat menahan beban.
“Kendaraan saja sulit untuk mengimbangi apalagi roda empat. Kalau diprakirakan tak bisa bertahan lama takutnya roboh,” bebernya.
Terkadang jembatan ini sering mengalami pasang surut air laut (rob) yang menyebabkan rata-rata kendaraan milik masyarakat terpaksa harus berdiam diri selama satu jam lebih untuk mengembalikan ke kondisi normal.
“Sering, menunggu surut dulu baru bisa melintas. Kalau kita terjang kasihan mesin motornya karena kalau terendam bisa mogok,” imbuhnya.
Kondisi ini diperparah pula, kendaraan roda dua dan empat yang memaksakan diri untuk melintas sering mengalami mogok bahkan ketinggian air pasang laut mencapai hampir 60 sentimeter (cm) atau setinggi paha orang dewasa.
“Beberapa warga kami sempat hendak tercebur. Selain itu, adanya keberadaan buaya di sana membuat kami khawatir,” ucapnya.
Saat menjaring aspirasi di Desa Tanjung Semalantakan, Wakil Ketua Komisi II Provinsi DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, juga memberikan komentar cukup pedas terhadap kondisi dari infrastruktur jembatan tersebut.
“Lihat saja sendiri kondisinya bagaimana. Hampir berjam-jam loh mulai dari jalan berlumpur sampai kita jumpai jembatan yang tak layak. Saya meminta dengan sangat kepada Pemkab Kotabaru dapat mendengar aspirasi ini. Apabila dipenuhi, manfaat dan amal jariah didapatkan karena posisinya membantu kesusahan orang lain,” ungkap legislatif Kalsel dari Dapil VI Kotabaru dan Tanbu.
Ditambah lagi, ia bersama Pemprov Kalsel sempat dibuat kesal dan bingung akibat terjebak di tengah jembatan karam itu hingga beberapa jam lebih untuk bisa menjangkau ke lokasi Desa Tanjung Simalantakan dalam kegiatan reses.
“Pantas saja banyak tidak mau kesini. Harusnya yang dari Dapil Kabupaten Kotabaru menyuarakan akan adanya hal ini. Melihat kondisinya tak hanya memprihatinkan tetapi sudah membahayakan keselamatan seluruh warga sekitar bahkan seluruh kecamatan yang melintas,” tutupnya.
Hingga kini, kondisi jembatan yang memprihatinkan itu terpaksa masih dimanfaatkan warga setempat sebagai jalur utama perekonomian. Bahkan, apabila tak direspon Pemkab Kotabaru, sejumlah pemerintah desa sepakat mengumpulkan bantuan dari hasil swadaya masyarakat untuk melakukan perbaikan secara gotong royong. (RHS/RDM/RH)
KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menaruh perhatian terhadap pedagang serta warga yang tinggal di sepanjang pesisir Rampa Cengal dan Sakadoyan Kotabaru, yang jarak tempuhnya harus menggunakan balapan (klotok).
“Ini harus didukung penuh. Hasil lautnya melimpah, tetapi, ada yang unik di sini menjual makanan ringan yakni kue khas hingga kerupuk udang asli buatan dari Desa Rampa Cengal untuk peningkatan ekonomi mereka,” ujarnya kepada awak media, Jumat (14/10) kemarin.
Tak hanya berkomentar, Yani Helmi juga ikut memborong semua dagangan dari pedagang di sekitar pesisir Rampa Cengal. Berbagai komoditi hasil tangkapan segar dari nelayan yang tinggal di wilayah itu juga ikut dibeli olehnya.
“Ini harus didukung. Selain segar guna mendongkrak perekonomian, mereka harus kita bantu juga. Keterpurukan atas pandemi ternyata tak menghalangi mereka untuk terus menghasilkan makanan khasnya,” bebernya.
Meski demikian, ia juga sempat menyerap aspirasi dari sejumlah warga di sana. Termasuk, kurangnya ketersediaan air bersih.
“Jadi di sini tadi masalahnya adalah pasokan air bersih, karena PDAM yang berwenang tidak dapat masuk. Tentu perlu mendapat perhatian dari Pemkab Kotabaru,” imbuhnya.
Saat bertandang ke Desa Sakadoyan, Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, dengan menggunakan transportasi yang sama (klotok) sekitar 45 menit mulai Tanjung Semalantakan (600 kilometer (KM) dari Banjarmasin) ini turut mendapat apresiasi dari warga yang ikut menjaring aspirasi.
“Nah, daerah ini juga harus mendapat hal yang sama atau seimbang. Ternyata, saya tak menyangka bahwa luar biasa penyambutannya. Perlu diberikan apresiasi serta dorongan agar desa yang jauh dari perkotaan turut diperhatikan. Sejauh ini, seperti internet di Sakadoyan ini masih blank spot tidak ada jaringan. Jadi, nanti tolonglah agar dapat dikoordinasikan supaya mereka bisa menikmati fasilitas seperti di kota,” paparnya.
Menurutnya mereka yang merupakan wilayah mayoritas berprofesi sebagai petani, pengelola perkebunan dan perikanan (tambak) itu turut membantu dan mendorong perekonomian. Sehingga, perlu mendapat perhatian lebih tak hanya dari kalangan legislatif tetapi juga dari eksekutif.
“Mereka sangat memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan ekonomi. Harusnya daerah pelosok ini mendapatkan perhatian. Sekali lagi, ingat loh ya mereka ini berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ucap legislatif DPRD Kalsel Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu.
Sementara itu, Kepala Desa Sakadoyan, Badrun bersama warganya sangat membutuhkan jaringan akses internet dalam berkomunikasi. Hampir puluhan tahun tak ada fasilitas ini.
“Mudah-mudahan bisa direalisasikan. Susah kadang kalau berkirim informasi tak hanya keluarga tetapi juga di luar sana,” papar Badrun.
Dengan adanya kedatangan dari legislatif Provinsi Kalsel ini, ia sangat menyambut antusias atas kedatangan rombongan legislatif dan eksekutif dari Provinsi Kalsel. Mengingat, Paman Yani (sapaan akrab) merupakan wakil rakyat pertama yang datang mengunjungi mereka.
“Kami berterima kasih sekali atas kedatangan dari paman Yani. Jujur, ini pertama kalinya seorang legislatif dari provinsi Kalsel datang kesini. Bahkan, jajaran lain dari Kabupaten Kotabaru belum sama sekali pernah berkunjung, wajar sekali kami sangat senang dan bahkan turut mengapresiasi kedatangan dari beliau,” bebernya.
Kepala desa yang berdomisili jauh dari perkotaan ini mengemukakan Yani Helmi menjadi orang pertama mengunjungi desa terjauh seperti Besuang, Papaan, Gunung Baru Besar, Sepapah, Sungai Betung, Talusi Sakalimau, Tanjung Semalantakan, Mulyodadi di Kecamatan Pamukan Selatan dan Sampanahan. (RHS/RDM/RH)
KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi mengkritisi soal jalan yang ada di Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru. Meski bukan kewenangannya, namun, akan tetap disampaikan melalui fraksi partai berlambang Beringin, Golkar.
Sebagian kecil kerusakan jalan di Desa Sei Betung, Sampanahan, Kotabaru
“Ini akan tetap kami sampaikan aspirasinya di DPRD Kabupaten Kotabaru melalui fraksi Partai Golkar,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Kamis (13/10) malam.
Yani Helmi saat memperlihatkan kondisi jalan di Sampanahan yang tak kujung di aspal
Dari setiap perjalanan yang dilewati, tak disangka seluruh titik lokasi pelaksaan reses (menjaring aspirasi) ke desa rata-rata tingkat kemulusan jalan hampir belum pernah dia dijumpai. Tak hanya kesulitan jarak tempuh melainkan beberapa tempat menuju kegiatan juga berlumpur.
“Mulai dari awal dititik pertama hingga sampai ini akses menuju desa selanjutnya cukup sulit. Bahkan, hal ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemkab setempat,” ucapnya.
Sempat terhambat, lanjutnya, kerusakan tak hanya infrastruktur jalan. Dia juga memperlihatkan rusaknya sejumlah jembatan penghubung antar desa hingga ke Kecamatan. Ditambah lagi beberapa jalur masih saja terdapat lumpur.
“Kami meminta tolong dan berharap agar segera diperbaiki sehingga dapat dinikmati masyarakat. Karena kita ketahui akses ini merupakan jalur utama menuju pelabuhan di Tanjung Semalantakan dan tempat perekonomian mereka,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Sementara itu, Kepala Desa Basuang, Khusyairin, juga mengeluhkan akses jalan yang tak kunjung dipermulus atau pun diperbaiki. Sehingga, aspirasi tersebut disampaikan kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi dalam pelaksanaan menjaring aspirasi (reses).
“Kita ketahui bahwa daerah di Kecamatan Sampanahan ini luas sehingga perlu mendapatkan infrastruktur yang baik termasuk jalan. Terlebih pula, penghubung vital perekonomian kami bertumpu pada akses utama itu,” keluhnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Sepapah, Yuli Alfiani mengungkapkan, bahwa aktivitas masyarakat di desanya cukup terhambat. Mengingat, jalan lintas yang dilalui mereka merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Kotabaru.
“Kami mengharapkan bisa menikmati jalan mulus seperti daerah lainnya di Kotabaru. Karena jalan lintas milik Pemkab ini merupakan satu-satunya akses perekonomian masyarakat di sini. Apalagi desa ini kan menjadi penghubung antara kecamatan lainnya. Serta pernah disampaikan hal itu kepada pemkab setempat,” ucapnya.
Di tengah keluh kesah desa lain, akses infrastruktur jalan di Desa Sungai Betung juga turut ikut terdampak. Bahkan, tak hanya kesulitan untuk dilintasi roda dua tetapi juga roda empat.
“Belum ada, sampai saat ini jalan yang dipergunakan untuk menuju kota satu-satunya ya di sini,” ucap warga Desa Sungai Betung yang tak mau disebutkan namanya.
Selanjutnya, setelah berhasil menembus Sampanahan Kotabaru, Yani Helmi yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini telah memasuki Kecamatan Pamukan Selatan. Namun, masih saja mendapati akses jalan yang cukup ekstrim dilintasi. Hal ini harusnya menjadi skala prioritas pemda setempat. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangkaraya.
Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami dan Kepala DLH Kota Palangkaraya, Achmad Zaini di ruang rapat Labkesda Kalsel, Jum’at (14/10).
Suasana Kunjungan Dinas LH Kota Palangkaraya ke Labkesda Kalsel di Banjarmasin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, Achmad Zaini mengatakan kedatangan kali ini bertujuan untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana serta ingin menjalin kerjasama dengan Labkesda Kalsel.
“Kerjasama ini dengan penandatanganan MoU untuk melakukan pengujian beberapa parameter yang saat ini memang belum ada di kota Palangkaraya,” jelasnya.
Zaini mengakui sangat terkesan dengan Labkesda Kalsel dan berharap dapat banyak belajar dan mengikuti jejak Labkesda Kalsel sehingga ke depan laboratorium di kota Palangkaraya dapat lebih maju.
Sementara itu, Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut sehingga Labkesda Kalsel sebagai menjadi rujukan untuk pemeriksaan kualitas lingkungan bagi pelaku-pelaku usaha di Kota Palangkaraya.
“Harapan kami, bukan hanya sekedar formalitas lisensi, tapi memang betul-betul Labkesda sebagai rujukan dalam hal ini penyusunan dokumen-dokumen lingkungan dan pemeriksaan kualitas lingkungan,” harapnya.
Untuk diketahui, Labkesda Kalsel sudah banyak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti pelaku usaha, instansi pemerintah, pihak swasta sampai perguruan tinggi, baik di dalam daerah maupun di luar Kalsel. Hal ini dalam rangka percepatan pengembangan Labkesda Kalsel yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mempromosikan produk ekonomi kreatif, untuk memeriahkan pameran Musabaqoh Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional ke -29.
Suasana pengunjung di stand Dispar Kalsel
Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, baru baru tadi menjelaskan, pihaknya turut berpartisipasi dengan mempromosikan berbagai produk ekonomi kreatif diantaranya kain sasirangan, boneka maskot bekantan, dan sejumlah aksesoris lain.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin
“Melalui pameran ini dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha ekonomi kreatif di Banua,” katanya
Disampaikan Syarifuddin, di stand Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya juga memberikan berbagai macam informasi destinasi wisata unggulan di Kabupaten dan Kota seperti wisata religi, susur sungai dan keindahan alam di Kalsel.
“Kami gandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kalsel, salah satu stakeholder Dispar, untuk mempromosikan paket perjalanan wisata,” jelasnya
Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, bagi para pengunjung ke stand Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian mengisi buku tamu dan angket berupa kuis, akan diundi pada penutupan pameran Musabaqoh Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional pada Minggu (16/10).
“Kita siapkan berbagai hadiah doorprize seperti sepeda gunung, dispenser, mesin cuci, dan kulkas,” tutup Syarifuddin. (NHF/RDM/RH)