Gelaran Bazar UMKM Bangkitkan UMKM Banua Bersama Bank Kalsel

BANJARMASIN – Bank Kalsel mengajak para pelaku UMKM kembali menggeliatkan perekonomian daerah melalui satu program yang tidak hanya sekadar menunjukkan eksistensi UMKM daerah, namun juga beriringan dengan legitimasi Bank Kalsel sebagai bank digital.

Program yang diusung adalah BAZAR UMKM Bank Kalsel dengan tema “Bangkitkan UMKM Banua Bersama Bank Kalsel”, bentuk komitmen untuk berperan aktif dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi secara lebih efektif dan diakselerasi dengan cepat, khususnya dalam mengoptimalkan sektor UMKM melalui transformasi digital.

BAZAR UMKM Bank Kalsel dilaksanakan pada 9 – 13 November 2022 dengan mengambil venue Halaman Eks Kantor Gubernur Kalsel dan Siring 0 Kilometer, Banjarmasin. Secara umum, BAZAR berisikan Stand Pelaku UMKM Binaan Bank Kalsel, Stand Kuliner, Stand Komunitas, Pojok Kopi, dan Stand Bank Kalsel Information Centre.

Selain itu juga, para pengunjung akan disajikan suguhan entertainment, dalam bentuk Band Performance, Stand Up Comedy, Panting Show, Opera Komedi Banjar, hingga penampilan Artis Nasional yang tentunya menarik untuk disaksikan.

Pada momen ini juga akan dilakukan kegiatan Literasi Keuangan dan Kuis Ranking 1 untuk Pelajar SD, Sosialisasi Pengelolaan Keuangan kepada Pelaku UMKM, Sosialisasi Produk dan Layanan Syariah, Lomba
Mewarnai untuk Tingkat Pelajar TK dan SD, dan tentunya sayang untuk dilewatkan adalah kegiatan JALAN SEHAT yang menyajikan total hadiah puluhan juta rupiah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, menyampaikan bahwa BAZAR UMKM Bank Kalsel digelar sebagai bentuk komitmen untuk menggeliatkan kembali UMKM Banua seiring dengan optimalisasi Transformasi Digital Bank Kalsel.

“Pada gelaran BAZAR UMKM Bank Kalsel, kami menerapkan sistem transaksi non tunai/cashless yang artinya seluruh transaksi yang dilakukan dalam BAZAR dengan melakukan mobile banking AKSEL by Bank Kalsel. Hal ini dilakukan agar UMKM Banua semakin melek digitalisasi, sehingga kedepannya mampu mendukung optimalisasi usahanya menjadi lebih berkembang” terangnya.

Sebagai informasi, bagi para pengunjung yang nantinya bertransaksi menggunakan mobile banking AKSEL by Bank Kalsel, akan memperoleh kesempatan meraih hadiah doorprize yang diundi dalam dua periode. Khusus untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pada gelaran BAZAR UMKM Bank Kalsel nantinya melakukan pinjaman melalui aplikasi ReadyCash, akan memperoleh kesempatan hadiah Grand Prize berupa satu unit sepeda motor ataupun hadiah elektronik lainnya.

“Kepada seluruh nasabah setia Bank Kalsel dan juga masyarakat Kalimantan Selatan, ayo berhadir ke acara Bazar UMKM Bank Kalsel, yang Insya Allah digelar pada 9 hingga 13 November 2022, di siring 0 km Banjarmasin. Akan banyak suguhan hiburan dan hadiah yang tentunya sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa aktivasi mobile banking AKSEL by Bank Kalsel dan penggunaan layanan ReadyCash serta raih hadiahnya. Mari kita hadiri beramai-ramai menuju Siring 0 Km untuk menyaksikan BAZAR UMKM Bank Kalsel,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

215 Sekolah di Kabupaten Banjar Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

BANJAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar mengklaim 215 sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Bahkan, implementasinya mulai dilaksanakan Tahun Ajaran 2022/2023.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengatakan, setelah pelaksanaan ini berhasil digelar di 30 sekolah penggerak. Di mana, kurikulum tersebut ternyata bagus diterapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny

“Sejak awal Januari 2022 lalu, sekolah penggerak langsung dibiayai oleh pemerintah pusat dan diwajibkan menjalankan Kurikulum Merdeka,” kepada Abdi Persada FM, Senin (8/11) siang.

Sementara ratusan sekolah di Kabupaten Banjar yang menerapkan Merdeka Belajar dilakukan secara mandiri, baik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Guru bisa lebih leluasa untuk mengambil metode apa dalam mengukur minat bakat peserta didik di sekolah supaya tetap terlihat senang,” ucap Kadisdik Kabupaten Banjar, Liana Penny.

Kurikulum Merdeka Belajar, menurut dia, untuk metode proses belajar mengajarnya lebih berfokus kepada peserta didik. Meski diketahui, Kurikulum 2013 guru lebih banyak menjelaskan ketimbang memperlihatkan minta bakat mereka.

“Kita melihat dalam pelajaran tertentu. Siswa secara berkelompok ditugaskan membuat suatu project agar setiap guru bisa secara langsung dapat mengetahui sejauh mana minat dan bakatnya. Ini merupakan kemerdekaan dari mereka,” paparnya.

Namun, dijelaskannya, Kurikulum 2013 atau pun Merdeka Belajar tak jauh berbeda.

“Merdeka Belajar itu merupakan hasil evaluasi dari Kurikulum 2013. Jadi, guru dituntut untuk bisa membawa pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik,” ungkap dia.

Perlu diketahui lagi, Kemendikbudrestek RI, memang mencanangkan Tahun Anggaran (TA) 2022/2023 Kurikulum Merdeka Belajar di setiap satuan pendidikan di daerah harus diimplementasikan. (RHS/RDM/RH)

Raperda Perumahan Kawasan Pemukiman, DPRD Banjarmasin Atur Teknis Pembangunan di Sepadan Sungai

BANJARMASIN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Perumahan dan Kawasan Pemukiman DPRD Banjarmasin, dipastikan akan mengatur teknis pembangunan di sepadan sungai.

Ketua Pansus Raperda Perumahan dan Kawasan Pemukiman DPRD Banjarmasin, Hendra, kepada Abdi Persada FM baru-baru tadi mengatakan, saat ini pembanguan Kota Banjarmasin sudah sangat pesat, dengan demikian harus diatur rapi, untuk menciptakan hunian lingkungan yang sehat, indah, aman, nyaman dan serasi, agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

“Dalam Raperda ini akan mengatur teknis pembangunan perumahan, terutama di sepadan sungai,” ucapnya

Disampaikan Hendra, melalui payung hukum ini akan mengatur rumah susun, kawasan perumahan yang baru akan dibangun dan fasilitas umum (fasum), supaya dapat saling berkesinambungan dengan pembangunan dan terkelola dengan baik, yaitu izin serta syaratnya yang ketat untuk dipenuhi menyesuaikan aturan tertuang di dalam perda nantinya.

“Dari beberapa kali rapat pembahasan bersama Dinas terkait, mengatur pengembangan berkelanjutan,” ungkap politisi PKS DPRD Banjarmasin.

Lebih lanjut Hendra menambahkan, rencananya pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman DPRD Banjarmasin, satu kali pertemuan akan difinalisasi, ia berharap kehadiran Perda ini menjadi pilot project dalam pembangunan yang lebih baik di kota seribu sungai.

“Penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman bertujuan untuk memenuhi hak warga Negara, terkait tempat tinggal yang layak,” tutup Hendra

Untuk diketahui, Raperda Perumahan dan Kawasan Pemukiman DPRD Banjarmasin, merupakan usulan dari Pemerintah Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Dekranasda Kalsel Gelar Pelatihan Fashion Desainer Berbasis Sasirangan

BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan produk sasirangan maka Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, Pelatihan Desain Fashion Berbasis Sasirangan Se Kalimantan Selatan, di Aula Gedung Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (8/11). Dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah.

“Pelatihan ini dilaksanakan, untuk meningkatkan kemampuan para perajin sasirangan di Provinsi Kalimantan Selatan, untuk peningkatan produk kain sasirangan, dari bahan menjadi produk jadi,” ungkap Istri Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor ini.

Menurut Raudatul Jannah, peningkatan produk sasirang tersebut, dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi. Sehingga, dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi lagi.

“Kami berharap perajin sasirangan di provinsi ini dapat lebih kreatif dalam meningkatkan produk sasirangan mereka, apalagi saat ini peluang produk jadi sasirangan cukup terbuka, karena disukai pasar nasional dan internasional,” ungkapnya.

Pada pelatihan tersebut menghadirkan, narasumber dari Fashion Desainer dari Jogjakarta Indra Gunawan, serta Fashion Desainer Kalsel Katherin Ambarsari. Serta diikuti 20 orang perajin sasirang yang terdiri dari 14 orang Desainer, serta 4 orang penjahit.

Sementara itu, Fashion Desainer Katherin Ambarsari siap memberikan ilmu pengetahuannya untuk membantu peningkatan produk sasirangan para pengrajin sasirangan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Fashion Desainer Kalsel Katherin Ambarsari

Pada pelatihan yang dilaksanakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk peningkatan fashion desainer berbasis Sasirangan, maka ia akan memberikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, kepada para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

“Berdasarkan pengalamannya sebagai fashion desainer, untuk konsumen milenial lebih menyukai motif motif terbaru, seperti kupu kupu, angrek, serta lainnya,” ucapnya.

Katherin berharap, pada pelatihan ini akan muncul ide ide kreatif para peserta, yang dapat meningkatkan produk sasirangan ke depannya lagi. (SRI/RDM/RH)

Tim Futsal Samarinda ‘Pesut Tonk Cool’ Berhasil Meraih Juara Umum Paman Birin Cup

BANJARMASIN – Tim Samarinda, Pesut Tonk Cool meraih juara umum Pada Festival Kejuaraan Nasional Futsal Antar Klub Paman Birin Cup 2022, di Kota Banjarmasin.

Penyerahan Piala kepada pemenang

Kemenangan tersebut berhasil diraih setelah, mengalahkan Kancil WHW di partai Final dengan skor 5-3 di Borneo Futsal Banjarmasin, Minggu (6/11).

Penyerahan penghargaan dan tropi langsung dilakukan Gubernur Kalsel diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel, Hermansyah didampingi Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Anwar Hadimi serta Plt Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Budiono.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Festival Futsal Nasional Piala Paman Birin Cup,” ungkap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, Senin (7/11).

Selain itu, lanjut Hermansyah, pada Festival Futsal Nasional Piala Paman Birin Cup, peserta sangat antusias mengikutinya.

“Kami bersyukur telah berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ini membuktikan olahraga Futsal sangat diminati generasi muda,” ujarnya lebih lanjut.

Kegiatan ini, tambah Hermansyah,akan terus dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan para pemain futsal di Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Hermansya, para pemain futsal di provinsi ini, sangat luar biasa, melalui kegiatan ini, tentunya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraganya dapat mengasah kemapuan pemain futsal tersebut.

Sedangkan, Ketua AFP KalselAnwar Hadimi mengatakan, festival futsal nasional ini sangat bagus sekali dilaksananan untuk membangkitkan kejayaaan futsal di kalsel.

“Festival Kejuaraan Futsal tingkat nasional ini sangat bagus dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, dapat memberikan jalan untuk pemain daerah untuk dapat bertanding dengan pemain futsal nasional tersebut.

Pemenang pada Festival Futsal Nasional Paman Birin Cup Tahun 2022 ini, juara 1 diraih Tim Futsal Pesut Tonk Coll, Juara 2 diraih Kancil WHW, Juara 3 diraih Arutmin, serta Juara 4 diraih Borneo Samudra Jaya. (SRI/RDM/RH)

Bank Kalsel Jalin MoU Dengan Kejaksaan Tinggi Kalsel

BANJARMASIN – Bertempat di Aula Anjung Papadaan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (KEJATI KALSEL), Banjarmasin, Bank Kalsel jalin kesepakatan bersama dengan KEJATI KALSEL tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, akhir pekan tadi. Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, dan Kepala KEJATI KALSEL Mukri.

Dirut Bank Kalsel (kiri) dan Kajati Kalsel (kanan) usai penandatanganan MoU

Kegiatan disaksikan Wakil Kepala KEJATI KALSEL, Ahmad Yani beserta unsur-unsur pimpinan di KEJATI KALSEL; Plt. Komisaris Utama dan Komisaris Independen Bank Kalsel, Hatmansyah dan Syahrituah Siregar, Direktur Kepatuhan Bank Kalsel , IGK Prasetya, beserta jajaran Kepala Divisi Bank Kalsel.

Foto bersama usai penandatanganan MoU

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya mengutarakan, bahwa semakin berkembangnya industri perbankan, tentu berimbas pada peningkatan potensi terjadinya permasalahan hukum yang timbul dari aktivitas yang dilakukan Bank. Atas hal ini, maka jalinan kesepakatan bersama menjadi perlu untuk dilakukan.

“Dengan kerjasama ini, kami berharap diberikan bimbingan atau arahan dari KEJATI KALSEL agar terhindar dari permasalahan – permasalahan hukum, mengingat rentannya aktivitas perbankan dengan masalah hukum. Lebih lanjut, diharapkan dapat membantu kinerja termasuk menjaga insan Bank Kalsel agar terhindar dari masalah hukum, serta membantu mengawal Bank Kalsel dalam menjalankan roda bisnis agar tetap di koridor hukum yang patut” tutur Hanawijaya.

Lebih lanjut, Kepala KEJATI KALSEL, Dr. Mukri, SH., MH, menyampaikan apresiasinya kepada Bank Kalsel, atas kepercayaan kepada KEJATI KALSEL untuk berkerjasama dalam penanganan hukum bidang perdata dan tata usaha negara yang dituangkan dalam kesepakatan bersama ini.

“Melalui kesepakatan bersama ini, Bank Kalsel nantinya dapat meminta bantuan hukum kepada Jaksa Pengacara Negara dalam hal pendapat hukum (legal opinion) maupun pendampingan hukum (legal assistance) dalam berbagai masalah hukum perdata dan tata usaha negara yang dihadapi Bank Kalsel. Kami harap, kesepakatan bersama ini dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan, sehingga visi misi kita untuk bersama memajukan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera dapat kita wujudkan dengan baik” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Rawan Kriminalitas, Warga Minta DPRD Kalsel Bina Para Pemuda

BATOLA – Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan meminta Wakil Rakyat agar membina para pemuda di daerah-daerah yang rawan kriminalitas. Di samping itu, mereka juga meminta agar Dewan menggalakkan kegiatan karang taruna untuk merangkul para pemuda berkegiatan positif.

Permintaan tersebut disampaikan salah satu warga Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur, Syamsul Arifin kepada wartawan, usai mengikuti sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Haryanto di salah satu rumah makan di kawasan Handil Bakti, Minggu (6/11).

Warga Kelayan Tengah, Ahmad Bahrani (kiri) dan Warga Pekapuran Raya, Syamsul Arifin

“Kami sangat berterimakasih dengan adanya sosialisasi ini sehingga mendapatkan pengetahuan dan bisa berdiskusi dengan anggota dewan mengenai pembinaan para pemuda sehingga permasalahan yang terjadi di wilayah kami seperti narkoba, miras dan sebagainya bisa berkurang,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan warga Kelayan Tengah, Ahmad Bahrani. Menurutnya pembinaan terhadap para pemuda itu penting agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.

“Mudah-mudahan wakil rakyat bisa menyampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk membina para pemuda karena kalau dibiarkan kasihan anak-anak di lingkungan sekitar bisa jadi terpengaruh dan ikut-ikutan,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel, Haryanto menuturkan, selain ke daerah yang rawan angka kriminalitas, sosialisasi juga kerap menyasar kalangan pelajar yang termasuk diantaranya adalah remaja. Hal itu, lanjutnya, bertujuannya agar generasi muda menguasai makna dari Pancasila dan mengamalkannya dalam kegiatan sehari hari

Anggota DPRD Kalsel, Haryanto

“Saya pikir ini masukan yang bagus dari teman-teman di lapangan. Insha Allah kedepan kita akan banyak agenda-agenda, baik kegiatan sosialisasi seperti ini maupun kunjungan di lapangan, terutama pemberdayaan pemuda di karang taruna atau pembinaan pemuda di lingkungan sekitar.

Dalam sosialisasinya, Haryanto menghadirkan dua anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PKS yakni Awan Subarkah dan Aliansyah. (NRH/RDM/RH)

Ujung Tombak Keamanan, Rachmah Bekali Wasbang Kepada Satpol PP

BANJARMASIN – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Rachmah Norlias membekali anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin mengenai ideologis Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan itu dilaksanakan di Rumah Alam Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara, Minggu (6/11).

Suasana Sosialisasi Wasbang oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias

Rachmah mengungkapkan dirinya sengaja mengundang anggota Satpol PP tersebut menjadi peserta kegiatan sosialisasi karena tugas dan fungsi mereka sangat penting, diantaranya membantu aparat kepolisian dalam pemeliharaan ketentaman dan ketertiban umum.

Oleh karena itu, menurutnya penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi mereka sangat diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tupoksinya.

“Alhamdulillah mereka menyambut baik dan antusias dalam mengikuti materi-materi yang disampaikan oleh narasumber dalam sosialisasi ini,” ungkapnya.

Selain anggota Satpol PP, Rachmah juga mengundang Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kota Banjarmasin. Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, mereka dapat meningkatkan pengamalan dan kecintaannya terhadap Pancasila dan menyebarluaskan ke orang-orang sekitarnya. (NRH/RDM/RH)

Raperda Pajak Daerah, DPRD Banjarmasin Sederhanakan Jadi 5 Item Penarikan Pajak

BANJARMASIN – Pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, kini disederhanakan menjadi 5 (lima) item pajak.

Ketua Pansus Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono, kepada wartawan baru baru tadi menjelaskan, sebelumnya dilakukan pembahasan ada 9 (sembilan) item pajak daerah yaitu pajak restoran, rumah makan, sarang burung walet, reklame, parkir, pajak hiburan malam dan pajak bumi bangunan.

Namun sekarang menyesuaikan dengan Undang Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah menjadi 5 item pajak, diantaranya pajak makan dan minum, hiburan, restoran serta rumah makan.

“Untuk tarif ada perbedaan bagi rumah makan dan pelaku UMKM pendapatan yang dibawah Rp5 juta perbulan tidak dikenakan pajak,” ucapnya

Disampaikan Bambang, rencananya Pajak untuk restoran, hiburan dan tontonan di kota Banjarmasin akan dinaikan, 40 – 50 persen, meski sebelumnya 30 persen, dengan tujuan untuk menambah pendapatan Asli Daerah (PAD). Beberapa anggota pansus masih belum sepakat, sehingga akan dibahas lebih detail lagi sebelum finalisasi.

“Kita upayakan dua kali pembahasan akan selesai,” kata politisi Demokrat DPRD Kota Banjarmasin.

Lebih lanjut Bambang menambahkan, dalam pembahasan panitia khusus juga akan mengatur bagi warga Banjarmasin, yang melakukan pemesanan makanan secara online, akan dikenakan pajak 10 persen,untuk penarikan pajak bekerjasama dengan Bank Kalsel.

“Ini khusus pajak makanan, sedangkan pembelian berupa produk barang akan dibahas ke tahap berikutnya,” tutup Bambang.

Untuk diketahui, Raperda Pajak Daerah ini merupakan usulan dari Pemerintah Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Turdes 1.000 KM, Gubernur Kalsel Pecahkan Rekor MURI

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Gubernur turun ke desa dengan jarak terjauh mengendarai motor trail.

Rekor MURI didapatkan usai Gubernur Kalsel berhasil menyelesaikan rute sepanjang 1.000 kilometer mengelilingi 13 Kabupaten/Kota se Kalsel pada kegiatan turun ke desa (turdes) yang dilaksanakan sejak 3 – 7 November 2022.

“Ini salah satu rekor terbaru di Indonesia, sebelumnya ada aksi serupa oleh Kapolda Sumut tetapi menggunakan jet ski,” ujar Customer Relation Director MURI, Andre Purwandono, di Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Senin (7/11).

Andre pun mengapresiasi ketangguhan Gubernur Kalsel menempuh perjalanan yang penuh tantangan dengan kondisi yang tetap sehat hingga akhir.

“Motor trail ini diibaratkan sebagai cara menjangkau daerah yang sulit dijangkau, semoga cara ini dapat menjadi inspirasi bagi Kepala Daerah lain, dan kami harap Pak Gubernur dapat terus memberikan manfaat untuk rakyatnya di masa yang akan datang,” terangnya.

Sementara itu Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor berterimakasih kepada MURI yang sudah memberi apresiasi terhadap programnya ini bersama seluruh rombongan yang sudah berjuang untuk mengunjungi desa-desa.

“Perjalanan kita cukup jauh, kita jalan terus, alhamdulillah sampai hari ini tidak ada laporan yang kecelakaan dan lain sebagainya. Kita berterima kasih, kawan-kawan di jalan pengendalian dirinya luar biasa, sehingga kita selamat sampai finish,” ucapnya.

Tujuannya sendiri diakui Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini adalah untuk menggali aspirasi dan memberikan sesuatu yang dapat bermanfaat untuk masyarakat, terlebih ditengah tingginya inflasi saat ini.
 
“Yang banyak kita dapatkan, aspirasi infrastruktur, jalan, jembatan yang di desa yang mereka butuh dibantu,” ungkapnya.

Desa Kiram merupakan tujuan akhir dari kegiatan Turdes ke 8 yang diawali di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, pada Kamis (3/11). Rute yang dilewati kurang lebih sebanyak 154 Kecamatan serta ribuan Desa dan Kelurahan.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengaku hasil dari turdes ini nantinya akan berguna dalam Musrenbang Pemprov Kalsel bersama DPRD, untuk lebih memajukan pembangunan di Banua.

“Dengan turun langsung ke lapangan seperti ini akan diketahui pendanaan pembangunan nanti akan masuk ke ranah mana, kalau perlu dana dari Pusat nanti bisa kita ajukan ke Pusat, agar pembangunan Kalsel jadi merata,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version