BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, mempersiapkan berbagai event bertaraf Internasional, tahun 2023.
Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, baru – baru tadi mengatakan, setelah sukses menggelar event bersifat nasional di Kalimantan Selatan, selama tahun tahun 2022 tadi, seperti Tour de Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan pasar terapung di Kabupaten Banjar, maka tahun 2023 mendatang dipersiapkan event internasional.
“Event nanti diikuti beberapa negara, untuk memperkenalkan destinasi wisata di Banua,” katanya
Disampaikan Syarifuddin, rencananya event internasional yang akan digelar, diantaranya kompetisi Triathlon, yang menggabungkan 3 cabang olahraga sekaligus. Yakni renang, lari, dan bersepeda. Lomba ini digelar di Kabupaten Tanah Bumbu. Ia berharap banyak atlet mancanegara yang mengikutinya.
“Melalui event itu kami akan mengenalkan destinasi wisata, salah satunya Goa Liang Bangkai yang menjadi salah satu Geosite dari Geopark Meratus,” ucapnya
Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, untuk Tour de Loksado, yang sebelumnya hanya bersifat nasional, juga direncanakan menjadi event Internasional, seiring dengan akan berakhirnya pandemi COVID-19, tentu akan banyak atlet yang ikut nanti.
“Kita targetkan tahun 2023 mendatang, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 ribu lebih dan Nusantara 5 ribu lebih, seperti tahun 2019 lalu,” tutup Syarifuddin. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menyarankan, kantor Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan, sebaiknya dilakukan pemindahan.
Menurut Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (28/12), dari penilaian selama ini untuk kantor Kelayan Timur masih kurang representatif, padahal sangat penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga sekitar.
Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah
“Letak kantor Kelurahan Kelayan Timur berada dalam gang, seharusnya di pinggir jalan,” ungkap Ali
Aliansyah menjelaskan, langkah Lurah Kelayan Timur saat ini bisa mengusulkan untuk pemindahahan ke lahan representatif, karena masih banyak lahan milik Pemerintah Kota dan sangat tepat dijadikan bangunan baru, sehingga masyarakat mendapat mendapatkan pelayanan secara maksimal.
“Kami siap dukung melalui APBD Kota,” jelasnya
Sementara itu, Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi, mengakui, memang untuk kondisi kantor tidak terlalu besar, setiap kegiatan kalau mengumpulkan warga yang banyak, biasanya menggunakan ruangan Dewan Kelurahan.
Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi
“Kita akan usulkan untuk pemindahan di tempat yang lebih luas,” tutupnya.
Untuk diketahui, kantor Lurah Kelayan Timur, berlokasi di Jalan Kelayan B, Gang Balai Desa RT 11-12, Kecamatan Banjarmasin Selatan. (NHF/RDM/RH)
BARITO KUALA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menyambangi pembangunan “Long Storage”, Selasa (27/12).
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring pembangunan yang berlokasi sangat strategis di daerah Kalimantan Selatan, bertepatan di Desa Ulu Benteng Kabupaten Batola.
Suasana pemantauan Komisi III DPRD Kalsel ke Long Storage di Batola
Setelah melakukan monitoring, proyek yang terpantau dalam pengerjaan secara umum yang hampir rampung mencapai 8 persen ini, menyisakan sedikit detail kecil yang belum terealisasikan, namun secara garis besar proyek ini sudah berjalan dengan baik.
Konsep pembuatan Long Storage ini pun jadi perhatian khusus Komisi III DPRD Kalsel, karena memiliki berbagai fungsi, diantaranya untuk menampung volume air ketika terjadi debit maksimum di sungai, serta sebagai penyediaan air ketika air di sungai tidak berjalan dengan baik, seperti terjadinya pengeringan air sungai yang disebabkan oleh cuaca dan mencegah terjadinya bahaya kebakaran hutan.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad menyampaikan, proyek ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Batola. Bukan hanya untuk pengendalian air saja, lanjutnya, tetapi dapat digunakan apabila keadaan air di Batola sedang meluap dan dapat dikendalikan dengan adanya Long Storage ini sehingga luapan sungai dapat tereduksi.
“Semoga dengan adanya Long Storage masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus memelihara dengan baik dan benar karena ini sangat banyak manfaat nya bukan hanya untuk pengendalian air saja tetapi ketika masyarakat kesulitan dalam menggunakan air agar dapat dialirkan kembali ke sungai-sungai di daerah tersebut sehingga juga dapat berfungsi sebagai penyalur atau distribusi air,” jelasnya.
Hasanuddin menambahkan bahwa proyek ini memang memakai dana APBN yang diberikan langsung oleh Kementrian PUPR, tetapi secara fungsional kemitraan kerja Komisi III DPRD Kalsel masih memiliki hubungan dan tanggung jawab terhadap proyek tersebut dan terus melakukan pemantauan. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Forum Komunikasi Putra/Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pendidikan dan latihan (diklat) kepada kader organisasi tingkat madya tahun 2022, di Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru, Rabu (28/12).
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diwakili Asisten I Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, dalam sambutannya mengatakan, pengembangan maupun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan modal utama dalam menghadapi era globalisasi saat ini.
Asisten I Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira (putih), saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel
“Jika tidak, maka kita tidak bisa bersaing atau bahkan tertinggal jauh,” ujarnya.
Dalam mengembangkan diri sebagai SDM yang berkualitas dan berdaya saing, Gubernur juga mengingatkan setiap individu agar tidak lupa membekali diri dengan wawasan kebangsaan.
“Jangan sampai kemampuan maupun keahlian yang kita miliki, justru merugikan bagi bangsa dan negara,” imbuhnya.
Jika hal itu dapat diwujudkan, maka menurutnya, berbagai hal negatif yang mampu memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa seperti hoax, radikalisme hingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba, tidak akan tumbuh subur.
“Jika hal tersebut pun masih ada, maka kita harus menjadi garda terdepan untuk menangkal dan melawannya,” tegasnya.
Di tempat sama, Ketua Pelaksana Diklat Rusdiansyah, menyebut kegiatan ini digelar rutin setiap tahun untuk membekali seluruh anggota FKPPI dengan jiwa korsa (daya juang) seperti yang dimiliki oleh orang tua maupun pendahulunya.
Ketua Pelaksana Diklat FKPPI Kalsel, Rusdiansyah (tengah), saat memberikan keterangan kepada wartawan
“Makanya kita rutin menggelar diklat ini setiap tahun. Dan ini merupakan diklat yang ketiga kalinya,” tuturnya.
Peserta diklat berjumlah 40 orang yang berasal dari FKPPI Kabupaten/Kota di Kalsel. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 3 hari, yakni dari 28 – 30 Desember 2022 mendatang.
“Rinciannya ada 19 putra dan 21 putri,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJAR – Sebanyak 1200 santri dari Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Darussalam Martapura, turut membantu pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui penanaman bibit pangan dan hortikultura. Penanaman dilaksanakan di kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, pada Rabu (28/12).
Keterlibatan para santri dalam mengendalikan inflasi ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, memimpin gerakan penanaman, diikuti oleh ribuan santri, Forkopimpda Kalsel, Alim Ulama serta Kepala SKPD dan 300 ASN lingkup Pemprov.
Paman Birin (sapaan akrab gubernur) mengatakan, gerakan menanam bibit pangan yang dilakukan oleh santri dan alim ulama ini menjadi momentum untuk membantu ketahanan pangan. Sehingga Kalsel dapat menjadi daerah yang mandiri di sektor pangan.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan
“Dengan melakukan penanaman bahan pangan dan hortikultura secara bertahap, Kalsel pada akhirnya tidak lagi ketergantungan bahan pangan dari provinsi lain,” ujarnya.
Jika bahan pangan hasil daerah tercukupi, menurutnya, Kalsel akan dapat mengendalikan inflasi di sektor pangan secara efektif.
“Untuk itu mari kita gelorakan semangat menanam, menanam dan menanam untuk terbentuknya ketahanan pangan,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan ada 2500 bibit yang disiapkan pada kegiatan ini. Diantaranya bibit cabe, jeruk, pepaya, mangga dan padi. “Jadi selain dengan menggelar pasar murah, membagikan beras dan lain sebagainya, ini juga jadi salah satu cara kita untuk mengendalikan inflasi di Banua,” bebernya.
Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman
Syamsir mengaku, setelah penanaman ini nantinya santri akan kembali diajak untuk melakukan pengecekan terhadap bibit yang telah ditanam.
“Jika ada bibit yang rusak, akan langsung kita ganti saat itu juga,” tutupnya.
Dengan banyaknya bibit yang ditanam pada kegiatan ini, rencananya kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, akan dijadikan sebagai kawasan wisata tanaman pangan dan hortikultura Kalsel. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kalangan legislatif menilai, saat ini masih ada jembatan titian dinilai kurang layak
Kepada Abdi Persada FM, Sekretaris Komisi III DPRD Banjarmasin, Taufik Husin, pada Selasa (27/12) menjelaskan, saat ini banyak terdapat jembatan titian di wilayah Alalak, Kecamatan Banjarmasin Utara kondisinya dinilai kurang layak, sehingga harus segera diperbaiki, karena merupakan jembatan kecil, sebagai penghubung yang cukup panjang dan hanya bisa dilalui pejalan kaki atau kendaraan roda dua antar satu rumah ke rumah lain.
“Kami ingin jembatan titian dapat prioritas diperbaiki,” pintanya
Taufik menjelaskan, jembatan titian itu kebanyakan sudah berusia belasan tahun, dan kondisi lantainya lapuk karena dari kayu ulin, maka perlu dilakukan renovasi total, untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan masih belum optimal untuk di pinggir kota,” katanya.
Lebih lanjut Taufik menambahkan, aspirasi warga ini akan terus diperjuangkan, karena sangat penting sebagai akses utama, bagi pemukiman padat penduduk yang berada di atas bantaran Sungai, sehingga kalau tidak layak,tentu sangat membahayakan bagi penggunanya yang melintas di jembatan titian tersebut.
“Jembatan titian itu merupakan akses jalan cukup vital, karena dimanfaatkan warga dalam kegiatan sehari-hari,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong peningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya dengan memberikan bantuan buku.
Melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, pihaknya menyerahkan ratusan eksemplar buku kepada tiga komunitas, yaitu Arkalitera, Kampung Buku Banjarmasin, dan Pojok Baca Polairud.
Pendiri Kampung Buku Banjarmasin Hajriansyah, menyampaikan terima kasih atas hibah buku ini untuk menunjang perpustakaan miliknya.
“Terima kasih pada Perpusnas. Kami memang mengajukan permohonan buku ini kepada Dispersip Kalsel beberapa waktu lalu, hingga langsung dimintakan pada Perpusnas oleh Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie,” ungkapnya melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Selasa (27/12).
Hajri pun berkomitmen untuk ikut membantu peningkatan akses baca dan memajukan literasi di Kalsel, lewat Kampung Buku Banjarmasin yang didirikannya sejak 2018.
“Ini bakal menambah akses bacaan baru bagi kalangan pengunjung Kampung Buku, semoga memberi semangat baru,” harapnya.
Sementara itu, pengurus Arkalitera Musa Bastara, juga mengucapkan terima kasih atas pemberian hibah ini.
Penyerahan Hibah Buku Perpusnas RI melalui Dispersip Kalsel kepada Komunitas Literasi
“Selanjutnya bakal kami buktikan, bahwa buku itu berguna dalam menunjang kegiatan dari komunitas Arkalitera,” pungkasnya. (HUMASDISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan dianugerahi Penghargaan Citrawicaksana Perfilman Daerah pada Usmar Ismail Award 2022.
Penghargaan ini diterima Paman Birin yang diserahkan oleh Ketua Badan Perfilman Indonesia (BFI) Gunawan Paggaru, di Gedung Perfilman Usmar Ismail Jakarta, pada Senin (26/12) malam.
Paman Birin dinobatkan sebagai salah satu tokoh penerima Anugerah Usmar Ismail Awards 2022, atas jasanya dalam memajukan perfilman daerah di Kalimantan Selatan.
Usmar Ismail Awards sendiri merupakan penghargaan bagi insan perfilman atau para tokoh yang dinilai berjasa dalam memajukan karya karya seni dan budaya di bidang perfilman nasional.
Perlu diketahui, Paman Birin telah mengagas berbagai film kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Mulai Film Perjuangan Pangeran Antasari dan Film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Matahari dari Bumi Banjar
Suasana nonton bersama film Arsyad Al-Banjari
Pada film Syekh Muhammad Al Banjari yang mengisahkan sejarah hidup ulama legendaris Banua, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, yang juga dikenal dengan julukan Datu Kalampayan ini, Paman Birin ikut tampil sebagai cameo atau bintang tamu di pertengahan film berdurasi sekitar dua jam tersebut.
Paman Birin memerankan karakter bernama Khalifah Sahbirin, tokoh yang mengenalkan sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari pada warga desa.
Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan
“Alhamdulillah. Kami sampaikan ucapan terima kasih untuk Yayasan Usmar Ismail, Badan Perfilman Indonesia dan seluruh pihak yang telah menganugerahkan penghargaan ini kepada saya,” ucap Paman Birin usai menerima penghargaan.
Penghargaan ini, kata Paman Birin, dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Kalsel, terutama para generasi muda dan para penggiat seni.
Di hadapan insan perfilman, Paman Birin juga mengungkapkan, sosok Datu Kalampayan telah melahirkan warisan ilmu untuk dunia terlebih akhirat.
“Dengan diputarnya film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di sini, mudah-mudahan memicu datu kita agar disematkan gelar pahlawan nasional,” harap Paman Birin.
Diketahui, pemerintah daerah masih memperjuangkan usulan gelar pahlawan nasional untuk Datu Kalampayan.
Pada pemutaran film ini, turut menyaksikan bersama Paman Birin, adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel Muhammadun, Ketua Badan Perfilman Indonesia Gunawan Paggaru, Staf Khusus Gubernur Achmad Maulana beserta insan pers nasional.
Ketua Badan Perfilman Indonesia Gunawan Paggaru memuji Kalsel yang telah membuat deretan film bertemakan sejarah tokoh Banua, dimulai dari Pangeran Antasari (2018), Demang Leman (2019), Kaminting Pidakan (2022), serta baru-baru ini Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (2022).
“Semoga Kalsel tidak berhenti melahirkan karya-karya film yang berkualitas,” harapnya.
Pemutaran film Datu Kalampayan ini dilakukan dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB, terbuka untuk umum.
Antusiasme masyarakat dalam menikmati film daerah terlihat dari banyaknya bangku yang terisi. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) provinsi Kalsel satu dari 54 lembaga/instansi di seluruh provinsi ini yang berhasil menerima penghargaan dari Balai Bahasa.
Kadis Kominfo Kalsel saat menerima kunjungan dari Balai Bahasa Provinsi Kalsel
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh Balai Bahasa Provinsi. Dengan harapan, instansi ini terus meningkatkan prestasinya agar kedepan bisa memberikan contoh bahasa yang baik.
Kadis Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, saat menerima penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi
“Dengan adanya penghargaan yang kami terima ini bisa meningkatkan prestasi lebih baik lagi, terlebih dalam penggunaan bahasa Indonesia,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (27/12) usai menerima penghargaan.
Ia berharap, dengan adanya ini bisa mengaplikasikan bahasa secara luas yang benar agar dapat mengedukasi secara baik.
“Sekali lagi terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami,” ucapnya.
Sementara itu, Widya Bahasa pada Balai Bahasa Kalsel, Musdalifah, menuturkan, penilaian yang selama tiga tahun berturut-turut itu merupakan hasil dari sejumlah rangkaian program nasional. Kebetulan, Diskominfo Kalsel terpilih karena telah memenuhi standar kaidah bahasa penulisan.
“Kami juga meminta data baik itu surat dinas, kemudian wajah bahasa seperti papan nama dan tulisan di instansinya,” ungkapnya.
Sehingga, Instansi ini wajar menerima penghargaan kategori kegiatan pengutamaan bahasa negara yang sebelumnya telah mendapat pendampingan dari pihak Balai Bahasa Provinsi Kalsel.
“Pada 2024, nanti ada finalnya. Disana akan pemberian peringkat ke instansi mana yang layak mendapatkan penghargaan tertinggi berdasarkan nilai kebahasaannya,” bebernya.
Dari 54 instansi/lembaga di Kalsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi dan Setdaprov Kalsel juga turut andil dalam penganugerahan tersebut. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – PT Bangun Banua Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menerima dua buah penghargaan tingkat nasional di akhir tahun 2022 ini. Hal itu disampaikan, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel, Bayu Budjang kepada wartawan, Senin (26/12).
“Penghargaan yang kami terima merupakan apresiasi dari masyarakat, khususnya tim independen dari Jakarta yang melihat kerja keras dan ketulusan kami untuk meraih target-target tertentu dalam meningkatkan pendapatan asli daerah,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya.
Menurut Bayu, dalam dua bulan terakhir ini yaitu November dan Desember 2022, ada dua penghargaan yang diterima PT Bangun Banua Kalsel yaitu Number 1 The Most Trusted Company 2022-2023 dan The Indonesia Winner Awards Tahun 2022.
Penghargaan ini, lanjut Bayu, akan menjadi motivasi bagi jajaran Direksi dan seluruh karyawan PT Bangun Banua untuk selalu bekerja keras dan solid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kalsel.
“Tentu penghargaan ini tidak hanya sekedar simbol, tapi ini merupakan motivasi kami sebagai Direksi, Komisaris maupun seluruh karyawan untuk semakin bekerja keras dan solid,” jelasnya.
Bayu menambahkan saat ini PT Bangun Banua Kalsel sudah membentuk Divisi Pangan untuk dapat membantu mengatasi inflasi dan ketersediaan bahan pokok di Kalsel. Rencananya, divisi ini akan segera bergerak di tahun 2023 mendatang.
“Divisi ini nanti akan bekerjasama dengan para petani dan nelayan di Kalsel untuk membeli hasil pertanian dan perikanan mereka serta membantu memasarkannya. Diharapkan dengan kerjasama tersebut, kesejahteraan para petani dan nelayan bisa lebih meningkat,” terangnya.
Selain itu, PT Bangun Banua Kalsel juga bertekad untuk berkontribusi lebih besar lagi terhadap PAD demi pembangunan di Kalsel. Saat ini, kata Bayu, PT Bangun Banua sudah berkontribusi terhadap PAD sebesar Rp1 miliar lebih. Oleh karena itu, pihaknya berencana akan menaikkan target pendapatan dua kali lipat di tahun 2023.
“Tidak muluk-muluk, kita mematok di angka Rp2 miliar di tahun 2023. Mudah-mudahan bisa tercapai,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Bangun Banua Kalsel juga meraih beberapa penghargaan tingkat nasional, diantaranya Top BUMD Award 2022 untuk kategori BUMD Aneka Usaha Bintang Tiga dari Top Business.
Bahkan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menerima penghargaan sebagai Top Pembina BUMD karena kemajuan dan prestasi yang diraih PT Bangun Banua atas arahan dan petunjuk orang nomor satu di Kalsel tersebut. (NRH/RDM/RH)