Pemko Banjarmasin Bangun Drainase dan Pintu Air Untuk Tanggulangi Banjir Rob

BANJARMASIN – Untuk penanggulangan banjir rob di Kota Banjarmasin, maka pemerintah setempat melakukan berbagai upaya, diantarnya membangun drainase dikawasan pemukiman yang berada di pinggir Sungai Martapura. Seperti di kawasan Kelurahan Seberang Masjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Mengingat, kawasan ini salah satu daerah yang terdampak dari banjir rob tersebut.

Lurah Seberang Masjid Muhammad Subhan mengatakan, sejak dahulu kawasan Seberang Masjid ini, sudah menjadi langganan banjir rob.

Lurah Seberang Masjid Muhammad Subhan

“Kawasan pemukiman yang dihuni sekitar 6 ribu warga Kota Banjarmasin tersebut, berada dikawasan pinggir Sungai Martapura,” ungkap Subhan, kepada Abdi Persada, Rabu (4/1).

Daerah pemukiman Kelurahan Seberang Masjid ini, berada diposisi miring dengan kerendahan di bawah Sungai Martapura. Sehingga, apabila rob terjadi, maka kawasan ini terendam air l.

“Untuk menangani akibat banjir rob tersebut, maka saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan pembangunan drainase, peninggian jalan yang berada di sisi sungai tersebut, serta pembuatan pintu air,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Subhan, dengan adanya pembangunan tersebut, dampak dari rob tersebut dapat diminimalisir.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Subhan dan Ketua Dewan Kelurahan Seberang Masjid Zulkifli menghimbau, kepada masyarakat di Kalsel, untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Ketua Dewan Kelurahan Seberang Masjid Zulkifli (Jaket Hitam)

“Kami terus melakukan edukasi prilaku masyarakat untuk tidak lagi membuang sampahnya ke sungai,” ujar Zulkifli.

Salah satu penyebab naiknya air ke pemukiman warga, akibat banjir rob tersebut, dikarenakan masih adanya masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan, yang membuang sampah ke sungai.

“Untuk masyarakat dikawasan Kelurahan Seberang Masjid ini, tidak lagi membuang sampah ke sungai,” tambah Subhan.

Namun, lanjutnya, sampah sampah tersebut bisa datang dari mana saja. Sehingga diperlukan kerjasama semua pihak, agar dapat menjaga kebersihan sungai. (SRI/RDM/RH)

Bahas Raperda Fasilitasi Pesantren di Banjarmasin, Pansus Minta Masukan Pengurus Ponpes

BANJARMASIN – Rapat perdana pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, meminta masukan para pengurus pondok Pesantren.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Arufah Arif, pada Rabu (4/1) menjelaskan, rapat ini digelar untuk menerima masukan dan saran para pengurus pondok Pesantren, sehingga memudahlan dalam menyempurnakan draf Raperda, karena mengacu Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Ketua Pansus Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, Arufah Arif

“Kami ingin mendapat informasi dan masukan berkaitan dengan Fasilitasi Pesantren, karena Raperda ini merupakan inisiatif DPRD Banjarmasin,” ungkapnya

Arufah menyampaikan, dari hasil rapat pertama ini pihaknya sudah menerima berbagai saran dan pendapat para pengurus pondok Pesantren, diantaranya fasilitasi bidang pendidikan, bidang dakwah dan pemberdayaan di masyarakat. Rencananya pekan depan akan dibahas, lebih detail setiap subtansi draf perpasal tersebut. Selain itu juga hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama dan Kementerian Agama Banjarmasin.

“Dari 18 pengurus pondok Pesantren di kota ini, telah dihadiri delapan perwakilan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan pengurus pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah, Muhammad Sasi, mengatakan, sejak berdirinya tahun 2007 lalu, belum ada bantuan yang besar dari Pemerintah Daerah, padahal banyak persoalan seperti beberapa ruang kelas yang masih belum selesai dibangun, kemudian perpustakaan dan klinik kesehatan, tidak semua dimiliki pondok Pesantren, sehingga memerlukan dukungan yang besar untuk menyelesaikannya.

Perwakilan pengurus pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah, Muhammad Sasi

“Kita berharap dengan Raperda ini dapat memberikan kualitas pendidikan agama yang lebih baik bagi masyarakat, ditunjang fasilitas memadai,” tutupnya.

Untuk diketahui, pembahasan panitia khusus Raperda Fasilitasi Pesantren DPRD Kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Arufah Arif didampingi Wakilnya Hilyah Aulia, dengan anggota Mathari, Rahman Nanang Riduan, Gusti Yuli Rahman, Wakhid Husaini. Dihadiri Kabag Kesra, Kabag Hukum, Kemenag Kota, Ketua MUI Banjarmasin dan beberapa pimpinan pondok Pesantren, bertempat di ruang rapat Paripurna Dewan Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Akhirnya Resmikan Jalan Tembus Mataraman-Sungai Ulin

BANJAR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel akhirnya menuntaskan jalan tembus Mataraman-Sungai Ulin sepanjang 15 Kilometer. Bukti ini ditandai langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang juga meresmikan Jembatan Mali-Mali di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (4/1) siang.

Gubernur Kalsel meresmikan jembatan Mali-Mali ditandai dengan pemotongan kembang pita di ruas jalan tembus Mataraman-Sungai Ulin

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengaku bersyukur karena keinginan masyarakat ingin mendapat jalan mulus akhirnya terealisasi. Bahkan, dua jembatan lainnya menuju akses ke Mataraman yakni Jingah Habang dan Mundam juga diselesaikan.

“Yang jelas, dengan keberadaan infrastruktur ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. Sekaligus ini juga merupakan bentuk pemulihan,” ungkapnya.

Gubernur Kalsel bersama jajaran Forkopimda saat memantau lokasi jembatan dan jalan tembus Mataraman

Menurut Paman Birin (sapaan akrabnya), jalan tembus yang sudah bertahun-tahun dikerjakan hingga akhirnya berhasil rampung itu diharapkan infrastrukturnya mampu dijaga dengan baik sehingga bisa bermanfaaat.

“Ini juga tidak lepas dari hasil kerjasama dengan masyarakat sekitar,” beber orang nomor satu di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel Ahmad Solhan, menjelaskan, untuk lebar pengaspalan jalan tembus ini sekitar 7,5 meter melalui hasil kerjasama dengan berbagai stakeholder.

“Termasuk Balai Pelaksana Jalan Nasional beserta Satkernya bersama Pemkab Banjar,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, dengan adanya jalan ini tentu dapat menuntaskan permasalahan macet yang sering terjadi di Jalan Ahmad Yani di mulai dari Kota Banjarbaru hingga Kabupaten Banjar.

“Dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat yang ingin menuju banua enam,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala desa Sungai Arfat Mali-Mali Normarliansyah, menerangkan, dengan adanya akses jalan ini tentu semakin meringankan masyarakat menuju perkotaan baik ke Kota Banjarbaru maupun Martapura di Kabupaten Banjar.

“Akhirnya bisa terealisasi, kami berterima kasih sekali. Semoga semakin memperlancar perekonomian warga disini,” harapnya. (RHS/RDM/RH)

Paman Birin Kagumi Air Terjun Mandin Mangapan, Taman Bumi Meratus Yang Mempesona

BANJAR – Banua Kalimantan Selatan bagaikan selembar kain dari surga. Narasi inilah yang terkadang kita dengar dari seorang Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin yang disampaikan dalam berbagai sambutan pada setiap kegiatan.

Narasi tersebut memang benar adanya, jika melangkahkan kaki menuju ke kawasan tempat salah satu situs Geopark Meratus yang ada di Kabupaten Banjar yakni air terjun Mandin Mangapan.

Air terjun Mandin Mangapan yang mempunyai ketinggian kurang lebih 30 meter ini berada di hutan hujan tropis yang masih asri Gunung Ambilatau masuk wilayah Desa Paramasan Atas, Kecamatan Peramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan .

“Mandin itu ya air terjun. Karena setiap ada sungai di hulunya pasti ada Mandin,” jelas Sukron, warga yang mendampingi perjalanan Paman Birin di kawasan air terjun itu memang terlahir di daerah itu.

Dijelaskan lebih jauh oleh Sukron bahwa menikmati air yang jatuh dari ketinggian tersebut terkadang bisa termegap megap atau dalam pengertian bernapas pendek-pendek sambil membuka mulut.

Jadi menurut penjelasan salah satu tetuha yang asli Dayak Meratus tersebut itulah asal usul dan makna mengapa dinamakan “Mandin Mangapan”.

Untuk menuju obyek wisata ini beberapa jalan alternatif diantara nya bisa melalui jalan penghubung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu.

“Inilah salah satu pesona Indonesia yang kita miliki, bagian dari banyak situs Geopark Meratus dan wajib untuk dijaga dan dilestarikan,” ujar Paman Birin sembari menikmati segarnya kucuran Air Terjun “Mandin Mangapan” setelah melalui perjalanan panjang bersama rombongan dari Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu pada Minggu, 1 Januari 2023.

“Selamat Tahun Baru, semoga di tahun Masehi yang baru, Banua kita selalu diberikan keselamatan untuk terus membangun sesuai visi misi kita, menjadikan Banua Kalsel yang semakin Maju dan Sejahtera sebagai Pintu Gerbang Ibu kota Negara,” ujar Paman Birin menutup kekaguman nya dari salah satu aset wisata Maha Karya Taman Bumi Geopark Meratus. (BIROADPIM/RDM/RH)

Komisi III Tinjau Pembangunan Gedung Baru Dewan

BANJARMASIN – Rombongan Komisi III DPRD Banjarmasin, melakukan peninjauan pembangunan gedung baru, pada Selasa (3/1).

Suasana kunjungan Komisi III DPRD Banjarmasin ke gedung baru

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, kepada sejumlah wartawan mengatakan, kunjungan kerja ke lapangan ini merupakan kedua kali, setelah groundbreaking atau peletakan pondasi pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung tambahan DPRD Kota Banjarmasin, pada Agustus lalu.

“Kita lihat hasilnya sudah berjalan sekitar 52 persen, semoga dapat selesai tepat waktu,” pintanya.

Disampaikan Hilyah, sebelumnya melakukan kunjungan ke lapangan, terlebih dahulu digelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, untuk memberikan saran dan masukan dari masing-masing Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, supaya proyek pekerjaan itu tidak hanya selesai sesuai deadline, juga memberikan kualitas dan kuantitas bangunan yang sangat bagus.

Suasana kunjungan Komisi III DPRD Banjarmasin ke gedung baru

“Masukan dari rekan sesama dewan, nanti kalau air pasang dan biasa menggenangi halaman dewan Banjarmasin, ini menjadi perhatian, agar adanya gedung baru tidak lagi tergenang air,” jelas Hilyah panjang lebar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengatakan, hingga saat ini progress pembangunan proyek multiyears sudah mencapai lebih 52 persen, dibulan Maret 2023 dipastikan 75 persen dan akhir Juni 2023 mendatang ditargetkan akan selesai. Pekerjaan gedung baru DPRD Banjarmasin ini sesuai dengan spek yang sudah ditentukan, sehingga aman di lapangan.

“Adanya kunlap Dewan ini menjadi motivasi, kami terus upayakan selesai tepat waktu,” tutupnya.

Untuk diketahui, kunjungan kerja Komisi III DPRD Banjarmasin, ke pembangunan gedung baru, dipimpin Ketua Komisi III Hilyah Aulia didampingi Wakilnya Afrizaldi, Sekretaris Taufik Husin, dengan anggota Darma Sri Handayani, Syarifah Sakinah, Aliansyah, Hendra, Syafrullah, dan Ismail Ibrahim, turut serta Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, bahkan dihadiri langsung, Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, untuk meninjau langsung kondisi bangunan tersebut. (NHF/RDM/RH)

Kanwil Kemenag Kalsel Peringati Hari Amal Bakti ke 77

BANJARBARU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementrian Agama ke 77, di Halaman Asrama Haji Banjarmasin, di Banjarbaru, Selasa (3/1).

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, bertugas sebagai pembina pada upacara tersebut.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (coklat) saat menyematkan piagam Satya Lencana kepada salah satu penerima

“Semoga Kementrian Agama dalam pelaksanaan tugasnya, kewajibannya, pengabdiannya kepada rakyat semakin sukses di tahun 2023 ini,” ucap Paman Birin (sapaan akrab).

Paman Birin juga membacakan sambutan Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam sambutan tersebut, Menag menyebut, transformasi layanan umat yang digelorakan sejak tahun 2022 lalu secara bertahap sampai saat ini sudah mulai terwujud dan membuahkan hasil.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (tengah) didampingi Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin (kiri) saat menyerahkan penghargaan Humas Terbaik Kemenag Tahun 2022

Hal itu menurutnya, terlihat dari birokrasinya lebih gencar dan responsive, serta transformasi digital juga sudah mulai berjalan.

Lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag pun diakuinya terus membuahkan prestasi mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Bahkan di tahun 2022 lalu, Kemenag mendapat 22 macam penghargaan.

“Bukti bahwa Kemenag sudah mengalami perubahan dan diakui oleh Kementrian, lembaga serta publik,” akunya.

Pada peringatan ke 77 Hari Amal Bakti ini, Menag meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag mengingat dan menyadari pengabdian yang telah dilakukan kepada umat beragama.

“Pada peringatan hari ini saya meminta kepada seluruh ASN Kemenag untuk memperbaiki niat, pengabdian dan pelayanan kepada umat,” pintanya.

Peringatan Hari Amal Bakti ke 77 dirangkai dengan penyerahan penghargaan Satya Lencana kepada 28 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenag Kalsel yang dilakukan langsung oleh Paman Birin didampingi Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin.

Tak lupa, Paman Birin juga menyerahkan penghargaan Peringkat 1 Nasional kategori Humas Kemenag Terbaik Tahun 2022 kepada Kemenag Kalsel.

“Kami berterimakasih kepada rekan-rekan media, baik media cetak maupun elektronik atas penghargaan yang didapat,” ujar Tambrin.

Di tahun 2023 ini, Tambrin memastikan seluruh ASN Kemenag Kalsel mulai dari tenaga pendidik hingga Kanwil Kabupaten/Kota, dapat lebih memberikan rasa nyaman serta membuat kehadiran Kemenag selalu dirasakan oleh masyarakat Banua.

“Sekarang teman-teman Kemenag sudah melakukan program moderasi beragama yang intinya adalah bagaimana menjaga kebersamaan dan keberagaman dalam satu wadah NKRI,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin: Situs Goa Liang Bangkai Salah Satu Pesona Geopark Meratus

TANAH BUMBU – Sumber Daya Alam terbarukan merupakan salah satu program skala prioritas yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemerintah Kalsel di bawah kepemimpinan Paman Birin.

Pariwisata yang merupakan bagian dari program tersebut, menjadikan Geopark Meratus sebagai andalan ke depan dalam menjaga dan melestarikan Kekayaan Alam Maha Besar di Kalsel dan Indonesia.

Geopark atau Taman Bumi merupakan wilayah geografis tunggal yang menyatu, dimana situs geologi dan bentang alamnya dikelola secara holistik. Dimana komponen pengembangan Kawasan Geopark meliputi Pengembangan Masyarakat, Pembangunan Ekonomi dan Konservasi.

Dari sekian banyak situs yang dimiliki Geopark Meratus diantara nya, keberadaan situs Goa Liang Bangkai yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Memerlukan waktu kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat kota Batulicin, situs Goa Liang Bangkai menawarkan pesona alam sangat menarik bagi wisatawan yang suka dengan suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami.

Hal ini lah yang dilakukan Tim Geopark Meratus di penghujung tahun bersama Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar tepatnya Sabtu 31 Desember 2022.

Tempat yang menyimpan misteri kejadian alam beberapa ratus juta tahun yang lalu, akan ditemui banyak stalagnit2 di dinding goa, termasuk keberadaan karang yang menempel serta mahluk laut ( keong ) yang banyak tersebar.

Sensasi kotoran kelelawar yang banyak menggelantung di atas dinding sangat terasa dengan nuansa kelembaban sebuah goa.
Di kawasan ini pada sebuah goa yang lain pengunjung juga bisa mendapati kerangka manusia purba, dengan catatan se ijin petugas tempat tersebut karena kawasan ini betul2 dijjaga kelestarian nya.

“Kami ingin kawasan goa ini bisa terjaga keasrian nya, dan selalu kami awasi pengunjung yang datang agar tidak merusak nya baik flora maupun fauna yang ada,” jelas Kabayan, salah seorang petugas.

Kegiatan pengelolaan situs Goa Liang Bangkai inipun juga mendapat apresiasi dari Gubernur Kalsel Paman Birin yang juga terus mensosialisasikan pentingnya kita untuk menjaga kelestarian Maha Karya Taman Bumi atau Geopark Meratus yang sudah mendapat pengakuan secara Nasional dan saat ini tengah diperjuangkan ke tingkat Internasional atau Unesco.

“Kita saat ini tengah memperjuangkan 50 situs dari Geopark Meratus dari Unesco yang terbagi beberapa bagian seperti Intangible site, Cultural site, Infrastuktur site, Natural site, geological site dan socio economi,” jelas Paman Birin.

Apresiasi ini tentunya sebagai gambaran tentang seriusnya pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga aset Taman Bumi sebagai energi yang terbarukan untuk kedepannya. (RILIS-RDM/RH)

HUT ke 22 LPPL Abdi Persada FM, Paman Birin Ingin Suara Banua Terdengar ke Seluruh Dunia

BANJARBARU – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22, di Aula Dinas Kominfo Kalsel, Jumat (30/12) pagi.

Hadir pada kegiatan ini Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Wakil Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar, Forkopimda Kalsel, Kepala SKPD lingkup Pemprov, perwakilan Pemko Banjarbaru, pendengar setia LPPL Abdi Persada FM (Insan Persada), serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan, usia 22 tahun LPPL Abdi Persada FM ini sama dengan usia karirnya sebagai pegawai negeri.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Jadi dulu saya mengawalinya dari kesehatan, lalu ke Pemko Banjarmasin, hingga sampai sekarang sebagai Gubernur,” ungkap Paman Birin (sapaan akrab).

Paman Birin mengapresiasi seluruh pencapaian LPPL Abdi Persada FM. Ia berharap lembaga radio kebanggaan masyarakat Banua ini dapat terdengar hingga ke seluruh dunia.

“Karena saya sendiri baru saja di lantik sebagai ketua masyarakat Banjar se dunia, jadi saya ingin agar suara banua terdengar ke seluruh warga Banjar di mana saja berada,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan lembaga yang sudah beberapa kali mendapat penghargaan tingkat nasional ini.

Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji saat memberikan sambutan

“Ini semua tidak lepas dari kerja keras seluruh direksi, staf, dan tentunya dukungan dari seluruh pihak terutama Gubernur Kalimantan Selatan,” ungkap Ibe (sapaan akrab).

LPPL Abdi Persada FM sendiri sampai saat ini terus melakukan inovasi. Tidak hanya dapat didengarkan melalui frekuensi radio, tetapi juga bisa diakses melalui website, kanal youtube, serta media sosial facebook dan instagram.

“Kita juga sudah tergabung di lembaga penyiaran publik nasional IndonesiaPersada.id dan bukan hanya itu, rencananya suara kita akan tersiar hingga ke negeri jiran Malaysia,” bebernya.

Ibe berharap di tahun 2023 mendatang, jangkauan siaran LPPL Abdi Persada FM dapat lebih meluas hingga ke seluruh daerah.

“Karena Kalsel sebentar lagi jadi pintu gerbang IKN, jadi 26 program siaran yang kita miliki saya harap dapat terdengar ke seluruh penjuru tanah air,” harapnya. (SYA/RDM/RH)

Sekwan Kalsel Ikuti Lomba Pertanaman Cabai Antar SKPD Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti lomba pertanaman cabai antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

Tanaman Cabai di Polybag di Halaman Sekretariat DPRD Kalsel

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini menyampaikan, hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Kalsel yang diterima Sekwan, agar mengikuti kegiatan tersebut sebagai partisipasi dalam pengendalian inflasi yang saat ini sedang terjadi di Indonesia, termasuk Kalsel.

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini

“Dalam perlombaan ini, kami merawat sebanyak 50 polybag cabai. Karena tanaman ini diikutkan lomba, maka selalu dipantau oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel,” katanya, di ruang kerjanya, Kamis (29/12).

Jaini mengungkapkan, untuk penilaian sendiri dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama pada 19 hingga 23 Desember 2022 dan tahap kedua 20 Februari hingga 10 Maret 2023.

“Ada sekitar 38 SKPD lingkup Pemprov Kalsel, termasuk Sekretariat Dewan yang mengikuti lomba ini,” jelasnya.

Ditambahkan Jaini, pihaknya juga akan mensosialisasikan kepada para pegawai di lingkup Sekwan Kalsel agar menanam cabai di pekarangan rumah mereka masing-masing sebagai salah satu cara penanggulangan inflasi di Kalsel. (NRH/RIW/RH)

Kalsel Terbanyak Daftarkan Desa Proklim di Indonesia

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel memberikan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim), Sasangga Banua, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat se Kalsel di halaman kantor DLH Kalsel, di Banjarbaru, Kamis (29/12).

Proklim merupakan program prioritas nasional, untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, dalam melakukan penguatan dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Gubernur Kalsel melalui Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil berharap, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat loka sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

(ki-ka) Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana saat mendampingi penyerahan penghargaan oleh Asisten III Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil

“Seperti kegiatan lainnya semisal Adiwiyata dan Adipura, Proklim merupakan aksi dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup dimana masyarakat berperan sebagai ujung tombak,” ungkapnya.

Sasaran program, papar Gubernur, yakni meningkatkan kesejahetraan masyarakat dengan menggali potensi yang ada didaerahnya melalui aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Semoga penghargaan yang diterima meningkatkan kesadaran kita untuk lebih peka lagi terhadap lingkungan dan bisa menerapkan perilaku ramah lingkungan di kehidupan kita,” harapnya.

Kalsel sendiri diakui Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, berhasil memperoleh raihan tertinggi pada Proklim. Setidaknya ada 100 lebih desa yang terdaftar pada sistem register nasional Pengendalian Perubahan Iklim (PPI).

Kepala DLH Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, saat memberi keterangan kepada awak media

“Kita berhasil mendaftarkan 147 desa Proklim,” bebernya.

Diantara ratusan desa tersebut, Hanifah mengaku, 2 diantaranya berhasil dinobatkan sebagai Kampung Iklim Lestari, yakni Desa yang dapat mereplikasi Proklim ke 10 desa lainnya.

“Ini ada dua desa yakni desa Jaro dan desa Kambitin Raya keduanya dari Kabupaten Tabalong,” ungkapnya.

Penghargaan Sasangga Banua diberikan kepada penggiat dan pelaku yang berusaha melestarikan lingkungan hidup di Banua dengan kategori perorangan yang diterima Qosim dari Barabai, sementara kategori kelompok diterima bank sampah limbah dan kategori pemerintah diterima Pemerintah Kabupaten HSS.

Adapun 7 Proklim tropi utama terbagi di Kabupaten Banjar, Tabalong, Balangan, Tapin, Tanah Laut dan Kota Baru. Lima (5) kabupaten/kota juga mendapat penghargaan sebagai Pembina Proklim yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan Barito Kuala.

“Proklim sebenarnya program dari Kementrian LHK, kita berikan mereka penghargaan untuk memberikan semangat untuk terus melakukan aksi-aksi mitigasi dan pengendalian perubahan iklim,” terangnya.

Dengan adanya aksi Proklim ini, menurutnya, masyarakat dapat mengantisipasi bencana yang diakibatkan perubahan iklim, terbangunnya kesadaran lingkungan, dapat mengelola sampah dengan baik dan dari sisi ekologi dapat mengatasi persoalan pencemaran tanah, udara dan air.

“Dengan program ini banyak yang mereka dapatkan, mulai dari sisi ekonomi, ekologi hingga sosial,” tutupnya. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version