Pemprov dan DPRD Kalsel Terus Perjuangkan Pemenuhan SPM Pendidikan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperjuangkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kalsel bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) beserta UPTD-UPTD yang ada di bawah naungannya, pada Rabu (25/10).

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin menyampaikan dalam rapat kerja untuk harmonisasi rencana kerja pada tahun 2024 mendatang, pihaknya menyoroti beberapa hal, salah satunya terkait pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan (SPM Pendidikan), yakni mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar pendidikan yang wajib dan berhak diperoleh setiap Peserta Didik secara minimal.

“Kami ingin mengajak teman-teman di Dinas Perdidikan Provinsi Kalsel untuk sama-sama berjuang. Bahwa, di tahun akhir masa jabatan Gubernur Kalsel, ini bisa betul-betul terpenuhi SPM Pendidikan ini,” harapnya.

Apalagi, menurut Lutfi, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, adalah kepala daerah yang mendapatkan penghargaan nasional sebagai kepala daerah yang sangat konsen terhadap dunia pendidikan. Sehingga, ia yakin Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu juga mendukung hal tersebut.

“Namanya juga minimum ya, jadinya harus terpenuhi. Sehingga nantinya setelah kepemimpinan Paman Birin meninggalkan kenangan yang manis untuk dunia pendidikan di Kalsel,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun menegaskan pihaknya terus berupaya untuk memenuhi SPM bidang pendidikan, terutama pada tahun anggaran 2024 mendatang.

“Secara garis besar, ada sekitar 7 item SPM termasuk sarana prasarana sekolah dan lain-lain yang akan kita penuhi di 2024 nanti,” tegasnya.

Untuk diketahui, SPM Pendidikan bertujuan untuk memberikan panduan kepada Pemerintah Daerah dalam pemenuhan kebutuhan dasar Peserta Didik sesuai dengan jenjang dan jalur Pendidikan. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Akan Gelar Event Banua Triathlon

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, akan menggelar Event Banua Triathlon.

Kepada Abdi Persada, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui rilisnya pada Kamis (26/10) mengatakan, guna memperkenalkan dan mengembangkan potensi pariwisata Banua, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebentar lagi, akan menggelar Event Banua Triathlon, yang diagendakan pada tanggal 29 Oktober 2023.
Dimana, Event ini akan berfokus pada salah satu destinasi wisata di Kalsel.

“Kegiatan digelar di Kebun Raya Banua, yaitu dekat pusat Perkantoran Pemprov Kalsel, Kota Banjarbaru,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, Triathlon sendiri merupakan event sport tourism yang menggabungkan tiga macam olahraga, yaitu renang, lari, dan bersepeda. Hal ini merupakan perdana dilaksanakan di Kalsel. Ia berharap, dapat berjalan lancar dan sukses nantinya. Dimana, bertujuan sebagai pengembangan dan promosi wisata daerah, serta memanfaatkan kondisi dan track lintasan yang memadai, seperti danau air buatan Kebun raya banua untuk lomba berenang.

“Selain juga lebar dan luasnya jalan untuk jalur Lari, dan kondisi kultur permukaan tanah yang menurun dan mendaki pada track bersepeda,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, para peserta yang mengikuti Event Banua Triathlon
tidak hanya dari Kalsel, tetapi sebagian besar berasal dari luar daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur , Sulawesi, Sumatra, bahkan dari mancanegara berkebangsaan Inggris dan Irlandia. Total jumlahnya ada sebanyak 120 orang.

“Olahraga wisata yang memacu adrenalin dan fisik ini, akan dibagi menjadi tiga kategori sprint (750 m renang, 10 km sepeda, 5 Km lari), kategori standard (1500 m renang, 20 Km sepeda, 10 Km lari) dan kategori relay sprint (750 m renang, 10 km sepeda, 5 Km lari) dengam berhadiah puluhan juta rupiah,” tutup Pj Bupati Tapin. (NHF/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Penggunaan Aplikasi E-Katalog dan SIRUP

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan sosialisasi tata cara penggunaan aplikasi E-Katalog dan SIRUP dalam pengadaan barang dan jasa dilingkungan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (26/10).

Kepala Diskominfo Kalimantan Selatan Muhammad Muslim menyampaikan, bahwa pentingnya aplikasi E-Katalog dan SIRUP untuk mengawal hal-hal yang berkaitan dengan efektivitas, efisiensi, maupun akuntabilitas terhadap barang dan jasa.

Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim

“Kita memantapkan lagi pemanfaatan aplikasi E-Katalog dan SIRUP untuk kebutuhan pengadaan barang dan jasa,” ungkap Muslim.

Aplikasi E-Katalog dan SIRUP juga akan memberikan dampak terhadap para produsen, yang akan lebih transparan, komoditif, sehingga Diskominfo Kalsel akan mendapatkan barang yanf berkualitas tinggi dan bagus.

“Aplikasi E-Katalog dan SIRUP ini mengawal terhadap operasi perangan daerah (OPD),” lanjut Muslim.

Aplikasi E-Katalog dan SIRUP memiliki hubungan langsung dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Yakni peningkatan Indeks SPBE dengan cara pemanfaatan-pemanfaatan aplikasi umum seperti E-Katalog dan SIRUP. Sehingga pemanfaatan aplikasi menjadi sebagai indikator, untuk pemanfaatan digitalisasi didalam sistem pemerintahan.

“Digitalisasi akan kita manfaatkan sebanyak mungkin didalam sistem pemerintahan,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Pajak Kendaraan Bermotor di Kalsel Sudah Capai 684 M Lebih

BANJARBARU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel merilis penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 80,94 persen atau Rp684 miliar lebih. Nilai yang menjadi kas daerah ini merupakan realisasi minggu ke 2 Oktober 2023.

Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil, melalui Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, Riandy Hidayat, menyebutkan, penerimaan ini akan dimaksimalkan pihaknya agar pendapatan asli daerah bisa tercapai sesuai target.

“Capaian yang kita terima pada 24 November 2023 itu merupakan target murni,” ungkapnya, Kamis (26/10) siang.

Dalam sisa dua bulan ini, melalui Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) yang tersebar di kabupaten/kota itu terus berusaha. Harapannya, penerimaan dapat terus berjalan baik.

“Mudah-mudahan bisa terkejar semuanya. Karena ini akan menjadi tugas yang cukup ekstra bagi tim yang ada di UPPD Samsat se Kalimantan Selatan,” bebernya.

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang secara total sudah terkumpul sebesar 80,94 persen itu setidaknya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel harus mencari 19,06 persen untuk mampu mencapai angka penerimaan 100 persen dalam dua bulan di tahun ini.

“Kita terus semangat agar target yang sudah ditentukan Bapenda Kalsel bisa tercapai,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Gelar Bioskop Keliling

HSS – Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Bioskop Keliling.

Suasana Nonton Film berjudul, Matahari dari Bumi Banjar

Hal itu disampaikan, Kasi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, kepada wartawan, pada Rabu (25/10)

Kasi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, saat memberikan komentarnya

Nita mengatakan, kegiatan Bioskop Keliling ini untuk pertama kalinya digelar ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu untuk peserta didik SMAN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta masyarakat umum yang berlokasi di lapangan Murjani Lambung Mangkurat Kota Kandangan. Film yang diputar berjudul Matahari dari Bumi Banjar yang didalamnya terdapat tokoh ulama kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyaraka, untuk mengenal lebih dekat biografi Datu Kelampayan, yang menceritakan ajaran Islam dalam kesatuan spiritual dan keterkaitan historis,” ucapnya

Disampaikan Nita, kegiatan Bioskop Keliling ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, tetapi terhenti karena Pandemi COVID-19, untuk Tahun 2023 ini kembali menggelar. Rencananya setelah ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan akan dijadwalkan di tiga belas Kabupaten dan Kota secara bertahap.

“Kegiatan ini kami mengoperasikan salah satu sarana mobil bioskop keliling,” jelasnya

Lebih lanjut Nita menambahkan, dalam kegiatan Bioskop Keliling, UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, juga memberikan cinderamata berupa buku cetakan naskah mamanda dan pantun madihin lamut, guna menambah wawasan peserta didik di Banua.

“Kita ingin mereka generasi muda, dapat mengenal dan melestarikan kesenian khas daerahnya,” tutup Nita. (NHF/RDM/RH)

Berhasil Tingkatkan Kinerja, DPRD Kalsel Kaji Tiru BK Award di Jabar

BANDUNG – Pelaksanaan Badan Kehormatan (BK) Award oleh Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, rupanya menarik perhatian DPRD Provinsi Kalimantan Selatan untuk menerapkan hal serupa.

Inovasi yang dimulai sejak tahun 2020 itu, dinilai mampu meningkatkan kinerja anggota legislatif sebagai wakil rakyat dan penyerap aspirasi masyarakat, khususnya di daerah pemilihan masing-masing.

Ketua BK DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Kanapi, mengungkapkan bahwa adanya penghargaan atau apresiasi itu dapat mendorong anggota dewan untuk memaksimalkan kinerja mereka dalam hal menyejahterakan masyarakat.

“Di tempat kita ini belum pernah dilaksanakan dan ternyata bagus untuk ditiru,” jelasnya kepada wartawan, baru-baru tadi.

Imam menilai, dengan adanya BK Award, akan ada evaluasi dari banyak arah dengan berbagai indikator.

Sehingga koreksi dan penilaian dapat dilakukan untuk mengangkat marwah dan kinerja mereka sebagai legislator.

Di sisi lain, kinerja anggota dewan juga akan semakin terlihat, apakah terjadi penurunan atau peningkatan lewat penilaian yang dilakukan selama kurun waktu tertentu.

Sementara itu, Analis Sidang Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, Irma Febriani, menjelaskan bahwa dasar penilaian dalam BK Award ditentukan oleh masing-masing sekretariat di daerah.

“Kalau kita sudah beberapa kali melakukan perubahan kriteria, tapi tujuannya sama, yakni untuk menghasilkan kinerja terbaik dari anggota legislatif di daerah pemilihannya masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, penilaian tidak hanya dari tingkat kehadiran saat rapat, tapi juga ada penilaian dari Ketua Fraksi, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) maupun staf lainnya.

Namun yang paling utama adalah kehadiran saat Rapat Paripurna yang jadi kunci penilaian, karena saling terkoneksi kelanjutannya di beberapa forum rapat.

“Penilaiannya berdasarkan presentase, nanti ada penilaian kehadiran di Rapat Paripurna, kemudian penilaian dari Ketua Fraksi, tiap pimpinan AKD dan melibatkan penilaian dari stafnya juga,” tambah Irma.

Dari informasi yang didapat, penilaian pada BK Award yang selama ini dilaksanakan oleh DPRD Provinsi Jawa Barat menggunakan metode kuisioner yang diisi oleh pihak eksternal BK. Mulai dari staf komisi, pansus hingga pimpinan DPRD.

Sehingga hasilnya juga dapat dipertanggungjawabkan karena dilakukan berjenjang dan penilaian murni dilakukan tanpa mengurangi nilai atau menambah nilainya. (DPRD.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Kejuaraan Menembak

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati hari jadi korps Brimob POLRI ke 78 Tahun, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kejuaraan menembak Kapolda Kalsel Championship yang dilaksanakan di lapangan tembak teratai satbrimob polda Kalsel, pada Rabu (25/10). Kejuaraan menembak tersebut juga dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sulkan.

Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sulkan

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan, kejuaraan menembak ini dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun Brimob Polri ke 78, yang diikuti atlet menembak dari kesatuan TNI, Polri, persatuan menembak indonesia (Perbakin), hingga masyarakat umum. Kejuaraan menembak ini juga bertujuan, untuk mempererat hubungan antar pemangku kepentingan khususnya di Kalimantan Selatan, serta meningkatkan keterampilan para peserta menembak.

“Kejuaraan menembak ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, namun juga untuk melatih dan sebagai wadah untuk menyaring bibit-bibit unggul dalam kelas menembak Kalimantan Selatan,” ungkap Andi.

Andi Rian menuturkan, bahwa pentingnya perayaan Hari Jadi Korps Brimob yang telah berkontribusi besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia khususnya wilayah Kalimantan Selatan. Ia juga menekankan pentingnya olahraga menembak dalam pengembangan keterampilan anggota.

“Kejuaraan ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan keterampilan tembak anggota. Keahlian ini sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas, terutama dalam situasi yang memerlukan presisi dan kecepatan,” lanjut Andi.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Sulkan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada korps brimob, yang selama 78 tahun terakhir telah secara konsisten memberikan dedikasi yang luar biasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Terima kasih atas kehadiran korps brimob yang telah memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat, ” ungkap Sulkan.

Kapolda kalsel championship merupakan kejuaraan yang tidak hanya sekadar sebuah event olahraga biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengasah potensi dan kemampuan atlet-atlet menembak di kalimantan selatan. melalui event ini, para atlet memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka sekaligus meraih pengalaman berharga yang akan membawa mereka ke level prestasi yang lebih tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan untuk terus mendorong perkembangan olahraga di daerah,” tutup Sulkan.

Untuk diketahui, terdapat beberapa Kategori pada perlombaan menembak Kapolda Kalsel Championship, yakni kategori menembak, seperti Kelas Eksekutif, Kelas International Practical Shooting Confederation (IPSC) / Tembak Reaksi, Kelas PCC (Pistol Caliber Carbines) dengan materi yang dilombakan Metal celuid dan Ring target 3 posisi. (MRF/RDM/RH)

Gubernur Dorong Wisudawan Jadi SDM Yang Dapat Diandalkan

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah menghadiri acara Sidang Terbuka Senat STIE Indonesia Wisuda ke 38 Program Sarjana Manajemen dan Wisuda ke 36 Program Sarjana Akuntansi yang bertempat di salah satu hotel berbintang, Rabu (25/10).

Suasana Wisuda STIE Indonesia

Dalam sambutannya yang dibacakan Husnul Khatimah, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini bahwa Banua Kalsel merupakan salah satu daerah dengan potensi dan keunggulan yang sangat berpeluang untuk melakukan percepatan pembangunan, baik secara geografis maupun dari segi Sumber Daya Alam (SDA).

“Akan tetapi, semua itu tidak akan memberikan keunggulan kompetitif jika kita tidak cerdas dalam mengelolanya, tidak terampil dalam memanfaatkannya, apalagi jika sikap mental kita tertanam rasa pesimis,” katanya.

Oleh karena itu, Paman Birin mendorong generasi masa kini, terutama para wisudawan agar mampu tampil sebagai sumber daya manusia (SDM) yang dapat diandalkan serta mampu mengelola dan memanfaatkan potensi yang tersedia sebagai kekuatan daya saing di tingkat lokal, nasional dan bahkan di tingkat global.

“Dalam momentum wisuda kali ini, saya harapkan dapat menjadi energi positif bagi lahirnya generasi harapan dan generasi impian yaitu generasi yang unggul secara intelektual, spiritual dan berbekal keahlian yang dapat diandalkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua STIE Indonesia Banjarmasin, Yanuar Bachtiar mengungkapkan dalam wisuda ini, STIE Indonesia melepas lulusan baru yang terdiri dari program sarjana manajemen sebanyak 115 orang dan program sarjana akuntansi sebanyak 85 orang.

“Sehingga pada tahun akademik 2022/2023, STIE Indonesia telah berhasil meluluskan sekitar 8.870 orang yang terdiri dari 7.993 orang sarjana, 289 ahli madya akuntansi dan 588 orang magister manajemen,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Kejuruan Nasional Banjarmasin, Faisal Rizani Said mengharapkan dukungan dan bantuan pemerintah kepada perguruan tinggi swasta (PTS).

“Kami harapkan bantuan pemerintah terhadap pengelolaan PTS karena pembiayaan PTS lebih bertumpu kepada SPP mahasiswa, sementara perguruan tinggi lainnya bersumber dari negara dan SPP mahasiswa,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Gelar Syukuran Panen Padi Bibit Unggul

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar syukuran panen padi bibit unggul di musim kemarau ini, dikawasan lahan pertanian Tatah Belayung, Rabu (25/10). Dipimpin oleh Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman.

Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman didampingi Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarmasin Yuliansyah

“Panen padi yang dilaksanakan saat ini, menghasilkan sebanyak 5,9 ton gabah,” ungkapnya.

Panen padi tersebut, lanjut Ikhsan, merupakan hasil penanaman di lahan pertanian milik Pemerintah Kota Banjarmasin. Dengan usia tanam selama 100 hari.

“Pemerintah Kota Banjarmasin bangga atas terlaksananya panen tersebut, dengan kondisi cuaca panas saat ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan juga mengatakan, jika beras merupakan salah satu penyumbang inflasi di Kota Banjarmasin.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya untuk menekan laju inflasi di kota ini,” ujarnya.

Karena beberapa waktu lalu beras merupakan salah satu penyumbang inflasi. Maka, dengan adanya panen beras di Kota Banjarmasin. Maka komoditi beras tidak lagi termasuk dalam bahan pokok penyumbang inflasi di Kota Banjarmasin.

“Meski hasil panen tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pasokan beras di Kota Banjarmasin. Namun, panen ini dapat menekan laju inflasi tersebut,” ucap Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Yuliansyah mengatakan, bibit unggul ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Bibit padi ini dengan masa tanam selama 100 hari,” ucapnya.

Dengan masa pendek tersebut, lanjut Yuliansyah, maka dalam setahun petani dapat beberapa kali melakukan penanam.

“Untuk jenis beras yang dihasilkan hampir sama dengan beras lokal, yang disukai oleh warga Kota Banjarmasin,” ujar Yuliansyah. (SRI/RDM/RH)

Paman Yani Apresiasi Langkah Disdikbud Kalsel Lestarikan Gamelan Banjar

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi upaya Pemprov Kalsel dalam mewariskan nilai kesenian budaya kepada generasi muda.

Apresiasi ini disampaikan wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani itu, saat menghadiri penyerahan bantuan seperangkat alat musik Gamelan Banjar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, di SMK Negeri 2 Simpang Empat, Tanah Bumbu, Rabu (25/10).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (peci) secara simbolis menyerahkan alat musik tradisional kepada Kepala Sekolah SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu Ika Yuliana (abu)

Menurut Paman Yani, Kalsel memiliki beragam budaya dan kesenian yang sudah sepatutnya dirawat dan dilestarikan.

“Budaya itu memiliki makna yang luas. Salah satunya yakni kesenian musik. Sebagai masyarakat Banjar, kita harus bangga dengan kesenian musik yang diciptakan oleh leluhur kita,” ujar Paman Yani.

Lesgislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, menilai di tengah gempuran teknologi seperti sekarang, generasi muda khususnya para pelajar harus mengetahui tentang beragam jenis musik yang ada di Kalsel seperti Gamelan Banjar dan Musik Panting.

Terlebih, Gamelan Banjar sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2021 lalu.

“Ini tentunya menjadi kewajiban kita sebagai pemangku kebijakan untuk terus melestarikannya dan mengimplementasikannya kepada para pelajar,” imbuh Paman Yani.

Foto Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (tengah) bersama perwakilan Disdikbud Kalsel serta warga SMK Negeri 2 Simpang Empat Tanah Bumbu

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudhati Hildayati, mengatakan, ada 4 sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu, yang menjadi lokus mereka dalam pengadaan alat musik Gamelan Banjar, yakni SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu, SMKN 1 Simpang Empat, SMAN 1 Sungai Loban dan SMAN 1 Angsana.

“Dengan pemberian satu paket Gamelan Banjar ini tentunya memberikan sarana dan prasarana siswa untuk mempelajari, mempraktekkan, dalam rangka melestarikan budaya Banjar melalui alat musik tradisional Gamelan Banjar,” katanya.

Di lokasi sama, Kepala Sekolah SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu, Ika Yuliana, berterimakasih kepada Disdikbud Kalsel karena telah memberikan bantuan dalam upaya melestarikan budaya Banjar yang diciptakan oleh nenek moyang.

“Untuk seni budaya dan seni musik itu masuk salah satu mata pelajaran. Kebetulan juga nilai kesenian disini sangat kental, karena antusias pelajar sangat tinggi terhadap seni,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version