Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Yang Ada di Banua

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki komitmen tinggi bagi peningkatan mutu pendidikan yang ada di Banua.

Suasana Wisuda Universitas Terbuka Banjarmasin Tahap II

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah, pada acara Wisuda Tahap II Universitas Terbuka Banjarmasin, Selasa (31/10).

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah membacakan sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor

Husnul menjelaskan Pemprov Kalsel akan terus mendorong dari semua jenjang dan semua jenis pendidikan supaya terus berbenah dan dapat melahirkan alumni-alumni yang hebat, visioner dan tidak kalah dengan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.

“Melalui acara yang spesial ini, saya juga ingin mengajak kepada semua pihak, baik orang tua, guru sampai dosen dan guru besar di perguruan tinggi, untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita yang luhur itu, di pundak kitalah beban besar ini kita pikul bersama,” ajaknya.

Husnul menambahkan Pemprov Kalsel akan memastikan bahwa semua anak Banua mengenyam pendidikan, baik di perkotaan maupun di pelosok desa.

Sementara, Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin, Mochamad Priyono mengharapkan Universitas Terbuka dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dan instansi-instansi yang peduli dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Karena kelebihan Universitas Terbuka mampu menjangkau sampai ke pelosok dan biaya yang terjangkau dengan kualitas yang bisa diandalkan,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua Senat Universitas Terbuka, Hanif Nurcholis menegaskan pihaknya berkomitmen terus mengawal, terutama pada kebijakan akademik yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

Pada wisuda tahap II, Universitas Terbuka Banjarmasin meluluskan sebanyak 545 mahasiswa dan sejumlah 374 orang mengikuti wisuda ini. Hingga saat ini, jumlah alumni Universitas Terbuka di Kalsel telah mencapai 41.338 alumni. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Kemitraan Dunia Usaha

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan, menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) kemitraan atau matchmaking dunia usaha lingkup Kalimantan Selatan tahun 2023, yang dilaksanakan disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Selasa (31/10).

Kegiatan Rakor kemitraan atau matchmaking dunia usaha ini bertujuan, untuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi bagi masing-masing para pelaku usaha, disertai dengan terciptanya kemandirian dan kualitas tata kelola berusaha yang profesional.

Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel Endri menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel akan senantiasa memberi dukungan dan doronhan kepada para pelaku usaha, untuk selalu dapat mengangkat peran dan potensi yang dimiliki, agar dapat bisa bersaing Secara regional, nasional, serta global.

“Sangatlah diharapkan peran serta dan kontribusi seluruh lapisan masyarakat, dalam kaitannya untuk memacu laju percepatan pembangunan daerah,” ungkap Endri.

rapat koordinasi (Rakor) kemitraan atau matchmaking dunia usaha ini diharapkan, dapat menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan sinergis antar kedua belah pihak, karena UMKM terbukti sangat berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di masyarakat.

“Kami apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan para pelaku usaha besar kepada pada pelaku UMKM Kalsel,” tutup Endri. (MRF/RDM/RH)

Hadiri Rakernas di Jakarta, Paman Birin Terima Dua Penghargaan Reforma Agraria

JAKARTA – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menerima anugerah penghargaaan Reforma Agraria dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Gubernur Kalsel (paling kanan) berfoto bersama penerima anugerah dan Menko Bidang Perekonomian RI

Anugerah penghargaan diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Rapat Kerja Nasional Reforma Agraria di Jakarta pada Selasa (31/10).

Paman Birin menerima anugerah ini atas keberhasilan Provinsi Kalsel menjadi yang Terbaik pada pelaksanaan Reforma Agraria.

Gubernur Kalsel (sasirangan kuning) saat menghadiri rakernas Reforma Agraria

Penyerahan penghargaan yang dirangkai dengan kegiatan rakernas itu, dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Wamen Menteri LHK Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, yang juga selaku Ketua Harian Percepatan Reforma Agraria Nasional.

Turut hadir langsung dalam rakernas, para kepala daerah sebagai finalis penerima penghargaan, salah satunya Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor atau Paman Birin yang mendapat penghargaan di dua kategori sekaligus.

Pemerintah Provinsi Kalsel dinobatkan sebagai juara pertama di kategori Legalisasi Aset Tanah Transmigrasi Terbaik 2015 – 2023, disusul Provinsi Lampung dan Riau.

Penghargaan Reforma Agraria di Kategori Penataan Akses Terbaik 2021 – 2023, Provinsi Kalsel berada di posisi ketiga setelah Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Usai menerima anugerah penghargaan Reforma Agraria, Paman Birin menyampaikan rasa terimakasih atas apresiasi pemerintah pusat.

“Terimakasih atas apresiasi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam mendorong penataan aset di Kalimantan Selatan,” kata Paman Birin.

Disampaikan Paman Birin, Pemprov Kalsel akan terus mendukung program dan kebijakan penataan aset serta berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam mensukseskan reforma agraria sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penataan aset dan akses yang lebih merata.

Sebelum penyerahan piagam pemenang, dalam rakor, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto juga selaku Ketua Tim Reforma Agraria Nasional, memberikan sejumlah arahan kepada kepala daerah.

Salah satunya, akan menindaklanjuti laporan Gubernur Kalsel yang menyebutkan bahwa pelepasan kawasan hutan di Kalsel sudah masuk dalam Perpres.

Dikatakan Airlangga, KLHK akan akan menyediakan data, juga dari Kementerian ATR berupa data HGU, dan Kementerian Pertanian menyediakan izin dan usaha.

Acara ditutup dengan Kick Off Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023, tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria, dan dilanjutkan sesi gelar wicara.

Acara juga diikuti lebih dari 800 orang secara luring yang terdiri dari berbagai stakeholder, mencakup 19 Kementerian lembaga, 38 pemerintah provinsi, 12 pemerintah kabupaten/kota, Kantor Wilayah Pertanahan, Kementerian serta Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan seluruh Indonesia. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Momen Sumpah Pemuda, Paman Yani Tegaskan Jaga Keutuhan Bangsa

TANAH BUMBU – Momen Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, untuk semakin memicu semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Suasana sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai ideologi Pancasila oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi

Hal itu dibuktikannya melalui kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Idelogi Pancasila bertajuk “Pancasila dan Semangat Persatuan”, di Desa Mekar Sari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (30/10) sore.

“Tentu saja selain memang untuk melaksanakan tugas kedewanan, kehadiran kami di sini untuk menanamkan sekaligus memberikan penguatan terhadap nilai Pancasila sebagai landsan dasar kita dalam bernegara,” ujar wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani itu.

Melihat maraknya kasus kejahatan geng motor yang terjadi belakangan ini, legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamaan lingkungan sekitar.

“Dampak ketakutan yang disebarkan oleh geng motor itu memang sangat luas. Untungnya belum sampai ke Tanah Bumbu. Inilah tugas dewan untuk tetap menjaga kokohnya persatuan,” tutur Paman Yani.

Dewan yang membidangi ekonomi dan keuangan itu juga menyayangkan aksi yang membuat gaduh itu. Menurutnya, hal itu jelas berdampak pada perekonomian para pedagang yang biasa mangkal malam hari. Apalagi, sebagian besar anggota geng motor itu berusia remaja yang akan memimpin bangsa kelak.

“Perilaku seperti itu memang tidak patut dicontoh, tetapi jangan juga sampai tersulut emosi. Kita serahkan semuanya kepada aparat Polisi. Tugas kita tetap waspada dan jauhi segala tindak kejahatan,” pesan Paman Yani.

Sementara itu, melihat antusias warga menyambut kehadiran dan paparan yang disampaikan Paman Yani, Ketua RT 004 Desa Mekar Sari, Jariansyah, mengaku sangat bersyukur.

Sebab diakuinya, wawasan tentang kebangsaan yang disampaikan oleh Paman Yani sangat diperlukan oleh warganya di tengah maraknya berita hoax dan kisruh yang terjadi, terlebih menjelang tahun politik seperti sekarang.

“Saya atas nama warga, akan sangat berbahagia dan menyambut baik jika Paman Yani kembali untuk berkunjung kesini,” katanya.

Tidak lupa dalam kegiatan, Paman Yani memberikan kuis untuk memastikan apa yang disampaikannya benar-benar diserap oleh seluruh masyarakat yang hadir. (SYA/RDM/RH)

Wakil Rakyat Kalsel Akan Perjuangkan Bantuan Bibit dan Pelatihan Budidaya Ikan Bagi Warga Desa Limamar

BANJARMASIN – Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan memperjuangkan bantuan bibit ikan dan pelatihan budidaya ikan bagi warga Desa Limamar Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar.

Hal itu seperti yang dilakukan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel tersebut mengatakan dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumberdaya Ikan yang dilaksanakan di Desa Limamar, warga setempat yang menjadi peserta kegiatan tersebut mengemukakan harapan mereka agar mendapatkan bantuan bibit ikan dan pelatihan budidaya ikan.

Suasana Sosialisasi Perda 24/2008 oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail

“Ada beberapa hal yang disampaikan dari warga kelompok perikanan yang meminta bantuan bibit dan juga bimbingan tentang cara melakukan pembibitan/pemeliharaan ikan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Isra memastikan akan memperjuangkan aspirasi warga kepada pihak-pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti. Ia berharap ke depan, dengan adanya bantuan bibit dan pelatihan budidaya ikan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa setempat.

“Mudah-mudahan ke depan, melalui bantuan dan pelatihan budidaya ikan ini, kesejahteraan warga bisa lebih meningkat,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir juga tokoh ulama setempat dan Kepala Desa Limamar, Syaiful Akrabin. (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Akan Bangun Gedung Baru Berkonsep Rumah Adat Gajah Baliku

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan akan membangun gedung baru yang memiliki konsep Rumah Adat Gajah Baliku.

Hal itu terungkap dalam ekspos rencana pembangunan gedung baru DPRD Kalsel yang digelar di ruang rapat lantai 3 gedung B DPRD Kalsel, Senin (30/10).

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan gedung baru DPRD Kalsel itu akan mengusung kearifan lokal (local wisdom) yaitu berkonsep Rumah Ba’anjung Gajah Baliku yang merupakan salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar di Kalsel.

“Termasuk juga ornamen-ornamen yang digunakan khas Banjar yang dipadukan dengan desain modern,” tuturnya.

Jaini mengungkapkan rencana pembangunan gedung baru DPRD Kalsel itu seiring dengan ditetapkannya Banjarbaru sebagai ibukota provinsi Kalsel.

“Seiring dengan itu maka otomatis gedung pemerintahan termasuk DPRD Kalsel harus berada di Banjarbaru,” jelasnya.

Suasana Ekspos Rencana Pembangunan Gedung Baru DPRD Kalsel di Banjarbaru

Lebih lanjut, menurut Jaini, lahan yang diperlukan untuk pembangunan gedung baru tersebut sekitar tiga hektar. Sedangkan gedungnya terdiri dari gedung utama, gedung rapat paripurna, gedung aula, gedung olahraga, musholla, genset dan pos jaga.

“Tadi sudah diekspos, dari konsultan perencananya, dari aspek DED-nya,” katanya.

Ditambahkan Jaini, rencananya pembangunan akan dilaksanakan dengan sistem multiyears, dimulai pada tahun 2024 mendatang dengan pagu untuk fisiknya sebesar Rp48,9 miliar.

“Diperkirakan secara keseluruhan memerlukan biaya pembangunan fisiknya sekitar Rp180 miliar,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Cegah Kehabisan Blanko, Pemprov Kalsel Dorong Masyarakat Untuk Pengakifan IKD

BANJARBARU – Masyarakat di Kalsel diminta beramai-ramai untuk aktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pasalnya, selain data yang dimiliki terjamin keamanannya, akses adminduknya pun cukup didapatkan lewat gengaman dari satu aplikasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kalsel, Zulkifli, mengungkapkan, seiring tuntutan digitalisasi menjadi hal wajib untuk direalisasikan. Terlebih, masyarakat yang tertarik atau berminat mengaktifkan IKD bisa mendatangi kantor Disdukcapil di kabupaten/kota untuk melakukan registrasi.

Kepala Dinas Dukcapil Kalsel, Zulkifli, saat meminta masyarakat untuk ikut miliki IKD lengkap

“Jadi, masyarakat yang mempunyai waktu luang bisa untuk memanfaatkan ini sebagai kelengkapan adminduk,” ujarnya, baru-baru tadi.

Zulkifli menyarankan, masyarakat setidaknya memiliki IKD. Selain tak khawatir hilang, melalui IKD proses pencetakan ulang seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) dapat dilakukan.

“Selama ada didalam smartphone maka data penting seperti identitas kita ya aman,” ungkapnya.

Sebagai contoh, beralihnya kartu fisik seperti e KTP ke digital, ia membeberkan, anggaran yang dikeluarkan untuk blanko cukup besar. Maka, salah satu solusinya agar pelayanan tak terhambatnya IKD justru membantu.

“Satu lembar blanko itu harganya Rp10 ribu lebih . Bayangkan, kalau hanya sekedar merubah muka atau pun tak berhijab lagi mau tidak mau kita ganti dengan yang baru dan itu biayanya sekitar Rp11 ribuan,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

UPTD Taman Budaya Kalsel Lestarikan Kesenian Khas Banjar

BANJARMASIN – Guna melestarikan kesenian khas Banjar, Taman Budaya Kalimantan Selatan, menggelar Workshop tentang Wayang Kulit Banjar, Minggu (29/10), bertempat di Gedung Wargasari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

Kepada wartawan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, usai membuka dialog atau workshop Wayang Kulit mengatakan, Workshop kali ini mengangkat tema “Belajar Wayang Bersama Generasi Z”, kegiatan bertujuan untuk lebih memperkenalkan kesenian khas yang dimiliki Kalsel, karena selama ini warga hanya mengenal wayang kulit dari pulau Jawa. Sehingga, harus mengetahui perbedaan mulai dari bahan pembuatan wayang, cerita wayang dan dapat langsung mempraktekkan cara mewayang.

Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel (kacamata) didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi

“Peserta yang kita undang mulai mahasiswa hingga para pelajar dari SMA/SMK kabupaten/kota, agar dapat memiliki pengetahuan dan melestarikan untuk terus menyebarluaskan kesenian yang dimiliki kesenian khas di Kalsel,” pintanya

Disampaikan Suharyanti, setelah Workshop dilanjutkan Pergelaran Wayang Kulit Banjar, salah satu seniman lokal oleh Dalang Saidi Rahman, dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan bersama Group Arjuna Srikandi, berjudul “Hilang Satu Tumbuh Seribu” pada malam harinya. Hal itu dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan secara langsung kesenian khas Kalsel, agar banyak regenerasi mencintai melestarikan dan menjadi penggiatnya.

Sementara itu, Dalang Wayang Kulit dari Yogyakarta, Ki Catur Benyek Kuncoro, menambahkan, pihaknya mengapresiasi digelarnya Workshop oleh Taman Budaya Disdikbud Kalsel ini. Mereka diperkenalkan keseluruhan wayang, mulai dari lakon, cerita hingga bahan membuat wayang. Mengingat selama ini, wayang kulit hanya ada saat hajatan seperti sunatan dan perkawinan, itupun bukan di Kota besar, otomatis telah berdampak generasi muda tidak mengenal beragam jenis wayang, terutama perbedaan dengan pewayangan khas di Jawa dengan Kalimantan Selatan.

Penyampaian materi Dalang Wayang Kulit dari Yogyakarta, bersama
Dalang Taupik Rahmad Hidayat, Ketua Pepadi Kalsel (kika)

“Workshop ini, sebagai tahapan pertama kepada generasi muda, untuk mencintai kesenian sendiri, ditengah kecanggihan teknologi,” tutupnya

Dialog atau workshop Wayang Kulit ini, menghadirkan Narasumber yaitu Dalang Wayang Kulit dari Yogyakarta, Ki Catur Benyek Kuncoro dan Dalang Taupik Rahmad Hidayat, sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia Kalsel. Diikuti peserta dari ULM, STKIP PGRI Banjarmasin, perwakilan SMAN dan SMKN dari Kabupaten dan Kota, serta seniman. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Banjarmasin Gelar Goes To Campus

BANJARMASIN – Guna meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum Banjarmasin menggelar “KPU Goes To Campus” melalui Nonton Bareng Film berjudul “Kejarlah Janji” di STKIP PGRI Banjarmasin, Sabtu (28/10).

Foto bersama Komisioner KPU, Sekretaris KPU, Ketua, Dosen, Mahasiswa dan Mahasiswi STKIP PGRI Kota Banjarmasin

Kepada wartawan, Komisioner KPU Banjarmasin, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Azhari Fadli mengatakan, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, pihaknya menggelar Sosialisasi Goes to Campus, yang bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat luas, tidak terkecuali mahasiswa dan mahasiswi. Mengingat, selain untuk meningkatkan kehadiran dalam penggunaan hak memilih, juga bagian dari demokrasi.

Komisioner KPU Banjarmasin, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, (peci) didampingi Komisioner KPU Banjarmasin, Ketua Divisi hukum dan pengawasan (sasirangan)

“Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95 tahun, dapat menjadi spirit bagi generasi muda, terutama sebagai pemilih pemula, untuk hadir dan memberikan hak suaranya pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang,” ucapnya

Disampaikan Azhari, kegiatan yang bersifat Nasional oleh KPU RI dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Dengan agenda Nonton Bareng Film berjudul “Kejarlah Janji”, pesan yang disampaikan adalah menjadi pemilih yang cerdas dalam menentukan hal pilih, tidak terpancing isu Hoaks, dan memilih bukan karena ada motivasi lain. Sehingga, generasi muda lebih paham dalam Pemilihan Umum 2024 mendatang.

“Dalam Pemilu 2024 nanti terdiri dari Pemilu Legislatif, yaitu memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Kota, serta secara bersamaan dilaksanakan Pilpres yakni memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2024-2029,” jelas Ayay (sapaan akrabnya)

Sementara itu, Ketua Divisi hukum dan pengawasan, Heri Wijaya menambahkan, selain di Universitas menggelar Goes To Campus, pihaknya juga melaksanakan ke Pondok Pesantren yang ada di Kota ini, bertepatan di Hari Santri, dalam rangka meningkatkan jumlah partisipasi pemilih.

“Film ini mengandung selera humor yang tinggi dan syarat nuansa ajakan datang ke TPS menggunakan hak pilih, mari sama-sama kita sukseskan Pemilu 2024,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Kalsel Pecahkan Rekor Muri Pencak Silat 10 Ribu

BANJARBARU – Bertepatan pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95, Pemecahan Rekor MURI Pencak Silat 10 Ribu Peserta terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Halaman Perkantoran Gubernur, di Banjarbaru, Sabtu (28/10), yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Gubernur menyampaikan, pihaknya tidak menyangka peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai lebih dari 10 ribu pesilat

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Kami bersyukur atas pemecahan rekor MURI ini, tidak hanya dengan peserta terbanyak di Tanah Air, tetapi juga sedunia,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini dalam rangka mengangkat harkat dan martabat budaya bangsa, yaitu Pencak Silat.

“Keberhasilan ini tentunya tidak hanya untuk Banua, tetapi juga Indonesia,” ujar Sahbirin.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah mengatakan, total peserta yang terlibat sebanyak 10 ribu 165 pesilat, dari 40 perguruan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Kami berharap, cabang olahraga pencak silat di Banua ini, semakin berjaya kedepannya. Dan, budaya bangsa ini terus dilestarikan,” ucap Hermansyah.

Untuk diketahui, sebelum dilaksanakan pemecahan rekor MURI tersebut, digelar pengukuhan pengurus Ikatan Pencak Silat Imdonesia (IPSI) Kalsel dan selaku Ketua Umum IPSI Kalsel Sahbirin Noor. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version