DPRD Banjarmasin Sarankan Bonus Peparprov NPC Dianggarkan Pada APBD P 2023

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menyarankan, Pemerintah Kota dapat menganggarkan bonus bagi para atlet National Paralympic Commite (NPC), melalui APBD Perubahan tahun 2023. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, pada Rabu (8/3).

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah

Awan menjelaskan, dari hasil Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi II DPRD Banjarmasin dengan pengurus National Paralympic Commite (NPC), pihaknya menerima aspirasi, ternyata anggaran bonus untuk atlet dalam Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) di Hulu Sungai Selatan tahun 2022, yang meraih medali emas, perak dan perunggu hanya Rp1,9 miliar, belum lagi operasional, maka menjadi sekitar Rp1,5 miliar, melalui APBD murni tahun 2023.

“Sebelumnya NPC Banjarmasin ini telah mengusulkan anggaran tahun 2023 sebesar Rp6 miliar,” katanya

Disampaikan Awan, dengan adanya kekurangan sekitar Rp4 miliar, pihaknya menyarankan Pemerintah Kota dapat menganggarkan kembali melalui APBD Perubahan tahun 2023. Selain itu besaran bonus atletnya disama ratakan yaitu peraih medali emas sebesar Rp25 juta, perak Rp15 juta dan perunggu Rp10 juta.

“Kami fasilitasi pertemuan Disbudporapar Banjarmasin dengan NPC ini, di Komisi II DPRD Banjarmasin sepakat kekurangan anggaran diusulkan pada APBD P 2023,” pintanya

Sementara itu, Sekretaris NPC Kota Banjarmasin Jumri mengatakan, anggaran yang disampaikan Pemerintah kota Banjarmasin untuk atlet National Paralympic Commite (NPC) hanya sebesar Rp1,9 miliar, tentulah sangat kurang. Pada Peparprov tahun 2022, para atlet NPC Banjarmasin meraih 209 medali, hingga meraih juara umum, dengan rincian, medali emas sebanyak 99 medali, medali perak 62 medali dan medali perunggu sebanyak 48 medali.

Sekretaris NPC Kota Banjarmasin Jumri, didampingi Ketua NPC Kota Banjarmasin Mohd Husaini

“Melalui aspirasi disampaikan ke DPRD Banjarmasin, dapat disetujui di APBD Perubahan 2023 ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan pengurus Atlet National Paralympic Commite kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi Dua DPRD Banjarmasin Awan Subarkah, bersama anggota. Dihadiri Ketua NPC Banjarmasin dan Sekretaris, sedangkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, hanya diwakili Kepala Bidang Olahraga Roenissa. Rapat digelar di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pasien Cuci Darah Gagal Ginjal di RSUD Ulin Sebanyak 300 Orang Per Bulan

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin Memperingati Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023. Peringatan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara, di Halaman RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (9/3). Dipimpin langsung Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar.

Izzak menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan ini sebagai pengingat, bahwa saat ini penderita ginjal semakin banyak.

“Tentunya Peringatan ini sebagai bentuk pengingat bagi kita semua,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Oleh karena itu, lanjut Izzak, masyarakat diimbau untuk dapat menjaga kesehatan ginjal, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

“Saat ini pasien ginjal terus mengalami peningkatan, dan membuat anggaran pemerintah semakin membengkak, untuk membantu perawatan dari pasien ginjal tersebut,” jelas Izzak.

Karena itu, tambahnya, masyarakat diminta untuk bersama sama menjaga kesehatan ginjal tersebut.

“RSUD Ulin Banjarmasin terus memberikan sosialisasi serta pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara menjaga kesehatan ginjal,” tutur Izzak.

Sementara itu Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rahmawati mengatakan, saat ini jumlah pasien penyakit ginjal terus mengalami kenaikan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar bersama Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rakhmawati

Bahkan, lanjutnya, untuk pasien gagal ginjal yang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin cukup banyak.

“Kami menerima pasien cuci darah akibat gagal ginjal kurang lebih 300 orang,” ungkapnya.

Masing masing pasien tersebut menjalani cuci darah, sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.

“Untuk usia penderita gagal ginjal dari usia anak anak hingga orang dewasa,” ucap Enita.

Pada peringatan Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023 dibagikan bingkisan kepada pasien gagal ginjal yang sedang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin. Bekerjasama dengan Darma Wanita serta TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Masuki Usia ke 20 Tahun, SMA Negeri 1 Karang Intan Bidik Akreditasi A

BANJAR – SMA Negeri 1 Karang Intan, Kabupaten Banjar, diminta terus berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menyiapkan generasi berkualitas dan unggul.

Permintaan itu disampaikan Bupati Banjar Saidi Mansyur, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan, Ikhwansyah, saat menghadiri puncak peringatan HUT SMA Negeri 1 Karang Intan, Kamis (9/3).

Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan Setdakab Banjar, Ikhwansyah, saat membacakan sambutan Bupati Banjar

Menurut Bupati, peserta didik yang saat ini menimba ilmu di sekolah itu merupakan generasi milenial yang 10 sampai 15 tahun mendatang, merupakan generasi yang sangat produktif.

Selain harus memiliki kecerdasan dan keahlian, generasi milenial ini menurutnya harus produktif serta berjiwa kreatif dan inovatif, agar memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di masa mendatang.

“Ini jadi tanggung jawab besar bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), untuk menjadikan mereka sebagai generasi yang mampu berkiprah dan memberikan peran terbaik dalam pembangunan,” ucapnya.

Seluruh jajaran sekolah, menurutnya, juga harus turut berkontribusi mencari langkah strategis dalam mengatasi berbagai problema dunia pendidikan di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan.

“Sekolah Penggerak SMA Negeri 1 Karang Intan harus terus berkarya dan berinovasi dalam menyiapkan generasi yang berkarakter religius, berbudaya, cerdas, kreatif, dan inovatif serta mengutamakan akhlak yang mulia,” pintanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Karang Intan, Ayu Herlina Rustam mengaku, domisili sekolah yang memiliki tingkat sosial serta budaya yang kuat, menjadi salah satu tantangan bagi PTK untuk membentuk kualitas peserta didiknya.

Kepala SMAN 1 Karang Intan, Ayu Helina Rustam, saat memberikan keterangan kepada wartawan

Komitmen dan keyakinan yang tinggi, serta kerjasama dan pendekatan yang berkelanjutan kepada peserta didik maupun orang tua/wali, menurutnya menjadi kunci kesuksesan sekolah yang berstatus sebagai Sekolah Penggerak di Kalsel ini.

“Dengan kasih sayang, dengan pembelajaran yang fokus pada anak. Kami yakin anak-anak kami akan bisa dirangkul dengan penuh kemandirian dan juga akan menjadikan manusia yang berkualitas,” ungkapnya.

Adapun di usia ke 20 tahun ini, Ayu bertekad menjadikan akreditasi SMA Negeri 1 Karang Intan menjadi A. Ia mengaku sudah membentuk tim yang beranggotakan PTK sekolah untuk bisa menyelesaikan dan mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kita sampai saat ini masih akreditasi B, jadi tahun ini kita ingin tingkatkan menjadi A,” bebernya.

Di sisi lain, sekolah yang juga dianugerahi penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun 2022 lalu itu, berencana untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional Mandiri di tahun ini.

“Kami tahun ini adalah target Adiwiyata Nasional Mandiri, kita nanti akan mengelola beberapa sekolah binaan. Nah kedepannya beberapa sekolah akan kita bina terutama di daerah Kecamatan Karang Intan ini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Raih 2 Penghargaan Dari Pemprov Kalsel, MPP Banjarbaru Diganjar Predikat Terbaik

BANJARBARU – Pemko Banjarbaru menyabet dua kategori penghargaan Pelayanan Publik, Reformasi Birokrasi, dan SAKIP yang diberikan oleh Pemprov Kalimantan Selatan. Pemberian penghargaan itu berlangsung saat agenda Rakornis dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, di Gedung Idham Chalid, Kamis (9/3).

Adapun dua kategori penghargaan yang diraih Pemko Banjarbaru ialah Penerapan Reformasi Birokrasi di Kalsel Tahun 2022 dengan torehan peringkat Terbaik 3, predikat B, nilai 66,14. Serta penghargaan dalam Pelayanan Publik dan MPP (Mal Pelayanan Publik) di Kalsel Tahun 2022 dengan predikat Terbaik 2.

Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Said Abdullah, menerima kedua plakat penghargaan yang diserahkan oleh Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata kualitas pelayanan publik di Kota Banjarbaru yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Termasuk membuktikan prosedur birokrasi di era kepemimpinan Aditya Mufti Ariffin yang semakin cepat, mudah dan mengurangi berbagai hambatan.

“Alhamdulillah, kita menerima 2 penghargaan sekaligus dari Pemprov Kalimantan Selatan. Insya Allah kita akan berusaha lebih meningkatkan lagi. Terutama capaian SAKIP sebagaimana arahan bapak Wali Kota, target kita meraih predikat B maupun A,” kata Said Abudllah.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, menyampaikan apresiasi atas komitmen bupati/walikota dan jajarannya dalam menyelenggarakan pelayanan publik.

Tak sampai disitu Gubenur, ucap Roy juga mendorong agar seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan memiliki MPP. Pasalnya ini sebagai salah satu upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah.

“MPP dapat memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, serta memberikan pelayanan yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelas Roy

Seperti diketahui, selain di Kota Banjarbaru, hingga saat ini hanya terdapat 4 daerah di Kalsel yang telah memiliki MPP. Yaitu di Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.

MPP Banjarbaru sendiri terbilang paling unggul dengan andilnya membantu torehan prestasi Pemko Banjarbaru di kancah nasional. Salah satunya ialah predikat kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2022 dari Ombudsman RI atas tingginya kualitas pelayanan publik. (MedCenBJB-RDM/RH)

Hadir di Tengah Korban Banjir, Paman Birin Bagikan Bantuan

BANJAR – Masyarakat terdampak banjir mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin.

Paman Birin bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan mengunjungi masyarakat di Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar, pada Kamis (9/3) subuh.

Pada kunjungan tersebut Paman Birin membagikan bantuan beras, ribuan nasi bungkus dan juga kue. Bahkan, Paman Birin dan Kepala SKPD menyempatkan diri ngopi bareng di rumah warga.

Turut hadir Sekretaris Daerah Roy Rizali Anwar, Asisten serta Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Sekdaprov (tiga dari kanan) dan sejumlah kepala SKPD Pemprov Kalsel yang mendampingi penyerahan bantuan

Kedatangan Paman Birin pun menjadi magnet bagi warga, dari anak-anak sampai orang tua.Semua warga pun secara bergiliran mendapatkan bantuan.

Paman Birin mengatakan, bantuan ini wujud nyata perhatian Pemprov Kalsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

Menurut Paman Birin, banjir yang melanda membuat aktvitas masyarakat menjadi terganggu.

“Kita berdoa agar banjir cepat surut dan warga bisa kembali bekerja seperti semua. Kita hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak banjir,” terang Paman Birin.

Sementara itu, Plt Kadinsos Kalsel Muhammadun mengatakan, pihaknya menyiapkan 1.000 nasi bungkus untuk masyarakat melalui dapur umum.

“Kami menyiapkan 1.000 bungkus melalui dapur umum Dinsos Kalsel, SKPD lainya juga menyiapkan masing – masing,” katanya.

Makanan yang telah disiapkan kemudian di antar ke wilayah Desa Tajau Landung, Keliling Benteng, Telok Selong hingga ke wilayah sekitarnya.

Salah seorang warga Tajau Landung, Salapudin mengucapkan terima kasih kepada Paman Birin atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih Paman Birin, beliau sangat memperhatikan kami, dalam setengah bulan terakhir, Paman Birin sudah 3 kali mengunjungi desa kami,” katanya.

Menurutnya, banjir merendam rumah warga hingga sampai lutut orang dewasa. Namun seiring berjalanya waktu banjir mulai surut. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Investor Mulai Lirik Sektor Perkebunan dan Pertanian Kalsel

BANJARBARU – Potensi investasi Green Economy (Ekonomi Hijau) terutama sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Selatan mulai membangkitkan minat investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, mengungkapkan, cabai hiyung di Kabupaten Tapin menjadi sorotan calon investor, karena dinilai salah satu cabai terpedas di Indonesia.

Hal itu diakui Endri, terungkap saat pihaknya mengundang para investor dalam high level meeting di Jakarta belum lama tadi.

Permintaannya terbilang fantastis. Dalam sepekan, Kalsel ditantang mampu mengirimkan 100 ton cabai hiyung.

“Ini suatu potensi yang sangat menjanjikan. Kami akan mengecek ketersediaan disana (Tapin),” ucap Endri, Rabu (8/3).

Ketertarikan calon investor ini jelas sangat berpotensi bagi perkembangan ekonomi petani serta inflasi Kalsel. Di sisi lain, menurut Endri, Pemda setempat juga harus menyiapkan lahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan itu.

“Karena sifat investasi ini berkelanjutan, makanya yang kita harus persiapkan mulai saat ini adalah ketersediaan lahan,” ungkapnya.

Ketertarikan investasi green economy juga berlaku di Kabupaten Banjar. Kepala DPMPTSP setempat, Yudi Andrea menyebut, perkebunan karet di kabupaten ini mulai dilirik oleh sejumlah investor.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Banjar, Yudi Andrea

“Kita tahu perkebunan karet di tempat kita memang menjanjikan, tetapi kita ingin disini dibangun industri hilirisasinya,” ucapnya.

Diketahui, realisasi investasi Kabupaten Banjar tahun 2022 sebesar Rp 2,372 Triliun. Jauh melampaui target sebesar Rp 1,428 Triliun.

Tingginya minat investasi sektor perkebunan di kabupaten Banjar, bahkan menjadikan sektor ini berada pada peringkat pertama penyumbang realisasi investasi terbesar di tahun itu.

“Pertama sektor perkebunan, lalu pertambangan Galian C, dan diurutan ketiga sektor perdagangan dan jasa,” terangnya.

Selain perkebunan, Yudi mengaku, di tahun ini pihaknya juga akan menawarkan investasi di sektor pariwisata.

“Kita punya Riam Kanan yang keindahannya tidak bisa dipungkiri. Kita juga setiap tahun ada haul. Ini peluang investasi yang seharusnya menjadi daya tarik investor,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Berharap Piala Adipura Mampu Diraih Kembali

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengharapkan, piala Adipura dapat mampu kembali diraih kota ini. Hal itu disampaikan, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, pada Rabu (8/3).

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia

Hilyah menjelaskan, RDP ini digelar karena Pemerintah Kota Banjarmasin mengalami penurunan prestasi Adipura, karena hanya mendapatkan Sertifikat. Padahal dari tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019 sebelum terjadi pandemi COVID-19, berhasil meraih secara berturut – turut penghargaan tersebut.

“Kita gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DLH Banjarmasin, untuk memberikan solusi pembenahan ke depan untuk menata lingkungan di kota seribu sungai ini,” ucapnya

Disampaikan Hilyah, beberapa langkah yang harus dilakukan mulai sekarang, dalam membenahi seperti penanganan tempat pembuangan sementara (TPS) jangan ada lagi warga membuang sampah sembarang, kemudian semakin digalakkan Gerakan masyarakat (germas) babarasih (bersih-bersih) sampah dengan target 100.000 bawah barumahan (kolong rumah).

“Mari kita benahi, bukan hanya Pemerintah, namun tugas bersama-sama,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love menjelaskan, banyak saran dan masukan dari Komisi III DPRD Banjarmasin sangat diapresiasi, pihaknya mulai sekarang siap melakukan pembenahan secara maksimal di lapangan, terutama dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love

“Kami upayakan, dengan bergerak bersama penghargaan Adipura bisa kembali diraih,” tutupnya

Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Hilyah Aulia, didampingi Wakilnya Afrizaldi nersama Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Kakap Putih Kalsel Jadi Incaran Pembudidaya dan Pemasok ke Luar Negeri

KOTABARU – Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru tengah mendongkrak pengembangan komoditi kakap putih. Selain bisa bertahan di air asin dan payau, nilai ekonomi dari komoditi ini ternyata cukup menjanjikan bagi pembudidaya.

Bibit kakap putih yang dilakukan perbanyakan di keramba jaring apung di PBAPL Kotabaru

Terang saja, potensi pengembangan dari kakap putih untuk dibudayakan justru mulai diminati tak hanya Bumi Saijaan, Kotabaru saja. Melainkan, turut dikembangkan di daerah lain.

Kepala Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru, Akhmad Baihaki, mengakui jika daerah lain mulai menggeluti sektor ini. Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Barito Kuala mulai tertarik untuk pengembangan.

“Dengan adanya keberadaan dari balai ini tentu sudah banyak permintaan dari pembudidaya terutama dari tiga daerah yang disebutkan tadi,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Saking bernilai tinggi, Baihaki menerangkan, komoditi kakap putih ini digemari oleh sejumlah negara luar. Sehingga bibitnya pun mulai di ekspor.

“Tahun ini saja, sebelum memulai perbenihan sudah ada yang melakukan pemesan kakap putih. Bahkan, bisa dibilang pangsa pasarnya cukup bagus,” terangnya.

Dari pengalaman, ada beberapa pembudidaya yang berhasil mengembangkan ini. Beruntungnya lagi, komoditi tersebut langsung dikirim mereka.

“Peminatnya dari luar negeri makanya langsung di ekspor ke sana,” paparnya.

Selain itu, ia melanjutkan, khusus di Kabupaten Kotabaru harga ikan kakap per kilogramnya saja sudah mampu menyentuh Rp40 – Rp50 ribu.

“Namun, apabila sudah didistribusikan ke Banjarmasin harganya pun dapat mencapai Rp60 – Rp70 ribu per kilogramnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Kini di Banjarmasin Ada DPC Perwira

BANJARMASIN – DPC Persatuan Wanita Wirausaha (Perwira) Kota Banjarmasin, saat ini telah resmi keberadaannya, setelah dilantik dan dikukuhkan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (8/3).

Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi dan dukungan telah dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Kami mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ibnu, kehadiran DPC Perwira di Kota Banjarmasin ini dapat membantu Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk peningkatan dan pembinaan pelaku UMKM.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan dukungan terhadap, upaya peningkatan ekonomi dari pelaku UMKM tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPC Perwira Kota Banjarmasin Alisa Rahimi mengatakan, setelah dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin, pihaknya memiliki program kerja, untuk membantu pelaku UMKM yang ada di Kota Banjarmasin.

“Kami akan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM dalam hal kepengurusan perizinan usaha,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Alisa, para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin semuanya memiliki izin usaha. Sehingga, memudahkan dalam hal pengembangan usaha serta lainnya.

“Selain itu, kami juga membantu pelaku UMKM untuk bersama sama memasarkan produk olahan hasil produksi dari pelaku UMKM tersebut,” ucap Alisa.

Sedangkan Ketua DPD Perwira Provinsi Kalimantan Selatan Wahidah mengatakan, pihaknya bersyukur atas dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

“Setelah Kota Banjarmasin, nantinya akan disusul dengan daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Wahidah mengucapkan, terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan terhadap, kemajuan UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Gelar Pasmur, Kantor KADIN Kalsel Diserbu Warga

BANJARMASIN – Kurang lebih 15 hari lagi, muslim di seluruh dunia menjalani puasa Ramadhan. Berbagai persiapan dilakukan untuk menghadapi bulan suci tersebut. Termasuk pada ibu rumah tangga, yang mempersiapkan kebutuhan rumah tangga, selama Ramadhan.

Tak salah jika kemudian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pasar murah, menyambut kehadiran bulan Ramadhan 1444 Hijriah. Tepatnya pada Selasa (7/3) hingga Rabu (8/3), pasar murah ini digelar di halaman kantor KADIN Kalsel jalan Hasan Basri Banjarmasin. Beragam kebutuhan pokok dijual pada kegiatan ini. Mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, bumbu dapur, sirup dan juga kopi serta teh.

Karena lokasinya yang tepat di pinggir jalan raya, maka tidak heran, jika pasar murah ini mendapat perhatian dari warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Sejak jam 10.00 WITA, warga sudah berdatangan dan berdesakan membeli bahan kebutuhan pokok, dengan harga murah.

“Intinya kita ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya jelang Ramadhan, dan juga membantu pemerintah menekan angka inflasi”, jelas Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Kalsel, Aftahuddin kepada wartawan pada Selasa (7/3).

Lebih lanjut Aftahuddin mengatakan, kegiatan serupa akan digelar di 9 titik lainnya di kota Banjarmasin, menjelang Ramadhan tahun ini.

“Kita fokuskan di kawasan yang berdekatan dengan pemukiman warga dengan penghasilan di bawah rata – rata. Nanti juga kegiatan pasar murah ini digelar di kota Banjarbaru,” ujarnya.

Stand beras di Pasmur KADIN Kalsel

Seluruh komoditas yang dijual pada gelaran pasar murah KADIN Kalsel ini, ditawarkan dengan harga miring. Contohnya beras medium seharga Rp45.000 per 5 kilogram, dan beras premium Rp65.000 per 5 kilogram. Bahkan dalam waktu kurang dari satu jam, beras medium yang dibawa Bulog Divre Kalsel, langsung habis terjual. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version