Klien Angkatan ke 27 PSBW Melati Prov Kalsel Mulai Jalani Serangkaian Latihan

BANJARBARU – Setelah berhasil memenuhi persyaratan, 57 klien Angkatan XXIV tahun 2022 Panti Sosial Bina Wanita (PSBW) Melati Prov Kalsel sejak 8 Januari kemarin sudah mengikuti pengenalan progam panti.

Kepala Seksi Pembinaan dan Resosialisasi PSWB Melati Prov Kalsel, Asful Anwar, mengungkapkan, masa pengenalan tersebut dilakukan melalui orientasi berupa pengetahuan terhadap pemberdayaan dan penanganan kekerasan terhadap wanita, kesehatan diri dan lingkungan hidup, bahaya narkoba dan zat adiktif, pengenalan baris berbaris, dan diakhiri dengan kegiatan outbond.

Kasi Pembinaan dan Resosialisasi PSBW Melati Prov Kalsel, Asful Anwar, saat memberikan materi pelatihan

“Kita laksanakan masa pengenalan ini sejak tanggal 8 hingga 17 Januari kemarin, kita bekali mereka pengetahuan dan kedisiplinan, dan kita tutup dengann outbond di Kiram Park,” ungkapnya, Jumat (21/1).

Dalam program yang dilaksanakan selama 6 bulan ini, seluruh peserta didik berusia 20 hingga 50 tahun ini, akan di latih untuk dapat menjadi perempuan yang memiliki keterampilan, namun tidak melupakan aspek sosial, kedisiplinan, dan keagamaan.

“Kita ingin setelah mereka lulus nanti tidak hanya pintar dalam segi keterampilan, tetapi juga aktif dalam bersosialisasi dan tidak jauh dari agama,” jelasnya.

Jenis keterampilan yang diberikan sendiri ada berbagai macam, mulai dari tata rias, tata busana, dan tata boga. Masing – masing peserta didik nantinya akan memamerkan hasil kreasi mereka dalam acara pelepasan.

“Kita gelar pameran hasil dari peserta didik setiap acara penutupan. Bahkan mereka juga akan diberikan bantuan berupa alat penunjang usaha setelah keluar dari sini,” bebernya.

Program ini merupakan upaya Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial, untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat terutama perempuan, melalui pembentukan SDM yang handal. (SYA/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Resmikan 3 Inovasi Sekaligus Milik Dishut Provinsi Kalsel

BANJARBARU – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peresmian renovasi kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel, yang disertai dengan peluncuran aplikasi E-Service SIFORESTKA (Sistem Informasi Kehutanan Kalimantan Selatan), serta peresmian Gallery Market hasil hutan bukan kayu, Jum’at (21/1).

Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, PLT Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan dirinya mengapresiasi seluruh jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, yang terus melakukan terobosan demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. terobosan yang dilakukan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel merupakan cara kerja kreatif yang harus selalu dikembangkan.

“Inovasi yang dilakukan Dishut Kalsel dapat memberikan harapan baru terhadap pembangunan banua berkelanjutan di Provinsi Kalsel,” ungkap Sahbirin Noor.

Orang yang akrab disapa Paman Birin ini juga menyampaikan, peresmian Gallery Market hasil hutan bukan kayu milik Dishut Kalsel, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan. Nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu sungguh sangat besar jika diolah maksimal dan dipromosikan dengan lebih luas. Hasil hutan bukan kayu seperti rotan, gaharu, sangatlah berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber pereknomian, juga dapat mengurangi emisi gas karbon dan mengurangi pemanasan global (Global Warming).

“Untuk  meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja, maka Galery Hasil Hutan Bukan Kayu harus dikelola dengan sebaik mungkin sehingga nilai positif bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjut Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, inovasi ketiga milik Dishut Kalsel yakni aplikasi E-Service SIFORESTKA (Sistem Informasi Kehutanan Kalimantan Selatan), diharapkan menyediakan informasi akurat tentang kehutanan. Penyediaan sistem informasi kehutanan berbasis digital memberikan harapan baru terhadap pembangunan kehutanan yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Dirinya berpesan agar e-service SIFORESTKA terus dikembangkan dan ditangani tenaga ahli.

“Saya ingin SIFORESTKA menyediakan informasi akurat. Data-data tentang potensi sumber daya hutan, peluang bisnisnya, perizinannya, dan informasi kehutanan lainnya bisa diakses dengan mudah,” tutup Paman Birin.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra menyampaikan, e-Service SIFORESTKA  terinspirasi dari hasil pembelajaran pengelolaan hutan lestari di Finlandia pada tahun 2017-2018 lalu. Aplikasi ini memuat fitur-fitur antara lain aturan di lingkup kehutanan, juga ada fitur persediaan bibit di Provinsi Kalsel dan informasi hasil hutan. Sehingga siapa pun bisa mengakses.

“SIFORESTKA merupakan kombinasi antara WebGis dan ecommerce. Disebut berbasis Gis, karena ketika kita klik di peta, kita bisa menemukan lokasi hasil hutan bukan kayu beserta kontaknya. Siapa pun bisa menghubungi penjual di sini, terbuka untuk umum,” ungkap Fathimatuzzahra. (MRF/RDM/RH)

2022, Pokdarwis Kalsel Semakin Dikembangkan

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, ditahun 2022 ini terus melakukan pengembangan bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Ida Saptika Dewi, kepada Abdi Persada FM, melalui sambungan telepon, Jumat (21/1) menjelaskan, pihaknya berupaya semakin memajukan destinasi wisata yang tersebar ditiga belas kabupaten dan kota, dengan cara terus menerus memberi pembinaan bagi seluruh kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

“Tahun 2022 ini, kami turun langsung ke lapangan, untuk mendengar saran dan keluhan para pokdarwis, sekaligus memberi pelatihan,” ucapnya.

Disampaikan Ida, saat ini jumlah keseluruhan kelompok sadar wisata sebanyak 162, yang paling banyak di tiga daerah yaitu Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, masing-masing ada 20 pokdarwis. Sedangkan di Kabupaten lain bervariasi antara 17 sampai 18, paling sedikit 4 pokdarwis.

“Dengan adanya kelompok sadar wisata, maka destinasi wisata bukan hanya mampu diperkenalkan, juga akan terkelola baik, serta meningkatkan roda ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Lebih lanjut Ida menambahkan, saat ini seluruh kelompok sadar wisata sudah divaksin COVID-19, sehingga warga tidak perlu khawatir dalam berwisata. Ia mengimbau, tetap ketat disiplin protokol kesehatan, khususnya menerapkan 3 M.

“Kita tidak ingin terjadi klaster baru setelah berwisata, pengunjung dan pengelola wisata harus benar-benar taat prokes,” pinta Ida. (NHF/RDM/RH)

Gali Tatib Dewan, DPRD Riau Berkunjung ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau berkunjung ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jum’at (21/1). Mereka diterima Kabag Persidangan Hukum AKD dan Layanan Aspirasi Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel Muhammad Jaini MAP beserta staf lainnya di ruang Ismail Abdullah Gedung B DPRD Kalsel.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Perubahan Peraturan Tata Tertib (Tatib) DPRD Riau Ma’mun Solihin mengatakan tujuan kunjungan ini yaitu untuk menggali informasi terkait peraturanTatib DPRD Kalsel.

“Kegiatan ini dalam rangka kunjungan observasi terkait rancangan perubahan Tatib sehingga kita ada kunjungan-kunjungan ke beberapa daerah yang tentu kita saling berkomunikasi bagaimana supaya tatib DPRD betul-betul referensinya kuat dan sama-sama dilaksanakan masing-masing DPRD,” katanya kepada wartawan.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan banyak hal-hal yang dapat menjadi masukan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di DPRD Kalsel. Contohnya terkait dengan mekanisme pembahasan APBD, sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) serta sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

“Ternyata luar biasa di DPRD Kalsel ini karena kami belum pernah melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan. Ini merupakan “oleh-oleh” tersendiri bagi kami. Apalagi Wasbang tersebut mempunyai dasar hukum, dan tujuan sangat baik bagi seluruh lapisan masyarakat. Jadi kenapa tidak, kalau memungkinkan kita laksanakan,” jelasnya.

Usai pertemuan, Ketua Pansus Perubahan Tatib DPRD Riau selaku pimpinan rombongan memasangkan laung khas “Tanah Adat Melayu” tersebut kepada Kabag Persidangan Hukum AKD dan Layanan Aspirasi Setwan Kalsel.

Kedatangan rombongan Pansus Perubahan Tatib DPRD Riau itu bersamaan dengan kunjungan kerja Anggota DPRD Kalsel ke luar daerah untuk studi komparasi dalam rangka pembahasan RPJMD 2021 – 2026 yang sudah terjadwal, 20 – 22 Januari 2022. (NRH/RDM/RH)

Jadi Perumda, PD Pasar Bauntung Batuah Siap Rampingkan Sejumlah Jabatan Direksi

BANJAR – Meski tak dianggap mubazir, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah (PBB) yang berpusat (core) bisnis di Kabupaten Banjar bakal melakukan perampingan di struktur organisasi direksi.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah, mengakui, meski direksi direncanakan mengerucut. Ia menyakini, hal itu tidak berpengaruh buruk terhadap kinerja dan sistem pelayanan.

Dirut PD Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah

“Dengan struktur yang baru mudah-mudahan ke depan, kami bisa bekerja lebih optimal lagi dalam hal ini memberikan layanan sesuai pelaksanaan yang ada di PD Pasar Bauntung Batuah,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (20/1) kemarin.

Apalagi sebelumnya, Rusdi menyebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah mengkaji akan adanya hal tersebut.

“Insya Allah, tidak ada masalah. Dari hasil pendampingan yang mereka laksanakan kemarin bahwa memang harus ada beberapa yang harus dilakukan restrukturisasi SOTK kita di dalam tubuh PD Pasar Bauntung Batuah ini,” bebernya.

Hal tersebut dalam rangka menyambut perubahan badan hukum Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sesuai Raperda yang akan disahkan.

“Tentu nanti ada strategi khusus yang akan dijalankan setelah nantinya disahkan menjadi Perumda,” ungkap Rusdiansyah lagi.

Terkait perampingan struktur, secara keseluruhan pihaknya masih menunggu pengesahan payung hukum yang baru sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang berpusat di Kabupaten Banjar.

“Kalau kami anggap mubazir ya tentu tidak, alangkah bagusnya bisa dimaksimalkan atau dihandel satu bidang saja untuk menangani masalah itu artinya tidak perlu dua atau tiga orang lagi tapi cukup satu saja yang dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Dinkes Banjarmasin Mengajukan Kembali Permintaan Vaksin ke Dinkes Provinsi Kalsel

BANJARMASIN – Stok vaksinasi COVID-19 di Kota Banjarmasin saat ini semakin berkurang, ditambah saat ini pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun mulai berjalan. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengajukan kembali, permintaan pasokan vaksin kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Untuk ketersediaan stok vaksin di Kota Banjarmasin mulai berkurang. Oleh karena itu, kami kembali mengajukan permohonan permintaan pasokan vaksin kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi

Menurut Machli, pengajuan pihaknya sebanyak 25 ribu vaksin kepada Dinkes Provinsi Kalsel.

Dalam kesempatan tersebut, Machli juga mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menargetkan 71.000 anak usia 6 – 11 tahun di vaksin COVID-19.

“Untuk target vaksinasi COVID-19, untuk anak usia 6 sampai 11 tahun di Kota Banjarmasin, ditarget sebanyak 71 ribu anak,” ujarnya.

Menurut Machli, untuk mengejar target tersebut pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

“Dinas Pendidikan tersebut yang akan menggerakkan sekolah sekolah, dan mensosialisasikan kepada orang tua siswa mereka, agar mau bervaksin,” ucap Machli. (SRI/RDM/RH)

Kinerja Pelaksanaan APBN 2021 Membaik, Kalsel Mulai Tunjukkan Pemulihan Ekonomi

BANJARMASIN – Kondisi perekonomian Kalimantan Selatan selama tahun 2021, menunjukkan prospek pemulihan perekonomian yang terus berlanjut. Penurunan kasus COVID-19 yang cukup signifikan, perlu terus dijaga dengan mematuhi protokol kesehatan dan peran aktif masyarakat melalui pelaksanaan vaksinasi, sehingga akan mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah terus bekerja keras dalam mengatasi pandemi, memberikan perlindungan sosial dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Membaiknya kondisi perekonomian terasa semakin nyata, dengan melihat pengaruhnya kepada peningkatan angka penerimaan negara selama kurun waktu tahun 2021, terutama yang ditopang dari penerimaan pajak dan bea cukai.

“Realisasi Pendapatan Negara di Kalimantan Selatan hingga akhir Desember 2021 mencapai 11.877,23 miliar rupiah atau 119,41 persen terhadap target. Realisasi tersebut tumbuh 31,14 persen (yoy) jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan di sisi belanja negara sampai dengan Desember 2021 di Kalimantan Selatan, mencatat angka sebesar 26.406,44 miliar rupiah (98,50 persen dari pagu APBN 2021). Angka tersebut naik sebesar 1,29 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu”, jelas Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Sulaimansyah kepada wartawan saat jumpa pers dikantornya Kamis (20/1) siang.

Sulaiman menambahkan, realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Desember 2021 telah mencapai Rp10,708,77 miliar atau 119,47 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp8.963,71 miliar. Realisasi penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 35,80 persen (y-o-y). Sedangkan realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai telah mencapai Rp1.015,32 miliar hingga akhir Desember 2021, atau mencapai 2.993,77 persen dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara yang berasal dari PNBP di wilayah Kalimantan Selatan mencapai nilai Rp1.168,46 miliar atau 118,83 persen dari target.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar dari wilayah Kalimantan Selatan berasal dari PNBP Sumber Daya Alam Non Migas, khususnya dari pengolahan mineral dan batubara.

“Pada tahun 2021, penerimaan dari PNBP tersebut tercatat sebesar 6,89 trilyun rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 112,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar 3,29 trilyun rupiah. Tren pergerakan jumlah PNBP dalam kurun waktu 2018-2021 ini, sejalan dengan tren penerimaan sektor perpajakan di wilayah Kalimantan Selatan dengan arah yang semakin membaik”, ujarnya.

Dari sisi realisasi belanja negara sampai dengan Desember 2021, mencapai Rp26.406,22 miliar atau 98,50 persen dari pagu, dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 1,29 persen, dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2020. Yaitu sebesar Rp26.071,13 miliar.
Untuk Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp9.290,62 miliar (97,92 persen pagu), tumbuh 17,72 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2020 yang mencapai Rp7,892,78 miliar.

Peningkatan kinerja realisasi Belanja Pemerintah Pusat tersebut, utamanya dipengaruhi realisasi belanja modal yang mencapai Rp2,67 triliun (96,23 persen dari pagu) tumbuh 104,74 persen (yoy) dari tahun sebelumnya yang hanya merealisasikan dana sebesar Rp1,30 triliun.

Untuk penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Kalimantan Selatan sampai dengan akhir Desember 2021 tercatat sebesar Rp17.115,82 triliun atau 98,82 persen dari pagu. Bila dibandingkan realisasi tahun lalu, terjadi penurunan sebesar 5,85 persen (yoy) yang disebabkan belum terpenuhinya dokumen persyaratan oleh Pemda dari berbagai jenis TKDD, serta kegagalan lelang.

Untuk penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sampai dengan bulan Desember 2021 masing-masing telah mencapai Rp4.065,45 miliar (134,65 persen) dan Rp7.486,17 miliar (100 persen). Sementara itu untuk penyaluran DAK Fisik dan Non Fisik sampai dengan akhir Desember 2021, masing-masing mencapai Rp1.332,01 miliar (91,81 persen pagu) dan Rp2.270,31 miliar (96,77 persen pagu). Sedangkan penyaluran Dana Desa wilayah Kalimantan Selatan telah mencapai Rp1.515,41 miliar atau sebesar 99,32 persen dari pagu. (DJKNKalsel-RIW/RDM/RH)

Berhasil Tangani Kasus Perempuan Anak, Kapolres Banjar Terima Penghargaan Dari TRC PPA

BANJAR – Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso, menerima penghargaan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Indonesia atas prestasi jajarannya dalam mengungkap dan menangani kasus tindak pidana terhadap perempuan dan anak.

Penghargaan dari TRC PPA yang didapatkan oleh jajaran Polres Banjar

Penghargaan langsung diberikan oleh koordinator nasional (Kornas) TRC PPA, Jeny Claudia Lumowa, di Aula Tribrata Polres Banjar, Kamis (20/1).

Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso, mengucapkan terimakasih kepada TRC PPA yang memberikan kepercayaan kepada Polres Banjar dalam penegakan hukum atas kasus yang menimpa perempuan dan anak di Kabupaten Banjar.

“Alhamdulillah kami merasa berbangga diri atas penghargaan yang diberikan, semoga setelah ini dapat semakin memotivasi kami dalam bekerja khususnya dalam penanganan kasus yang menimpa perempuan dan anak,” ucapnya.

Ia berharap, atas penghargaan yang telah diberikan itu mampu menjadi langkah awal dalam memperkuat sinerginitas dengan Polres Banjar sebagai mitra kerja.

“Semoga hal ini menjadi jalan awal yang baik bagi pihak Kepolisian menjalin silaturahim yang berkelanjutan dengan TRC PPA Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Kornas TRC PPA Indonesia, Jeny Claudya, pemberian penghargaan ini berdasarkan hasil survei dan hasil investigasi serta wawancara dengan masyarakat yang sedang menjalani proses hukum dan telah menjadi korban kejahatan.

“Penilaian ini saya dapatkan dari anggota TRC PPA dan wartawan yang bertugas di Polres-polres dan selalu memberikan laporan sehingga TRC PPA bisa mendapatkan data yang akurat,” pungkasnya.

Selain Kapolres Banjar, beberapa personil lainnya juga diberikan penghargaan yang sama diantaranya adalah Wakapolres Banjar, Kasat Reskrim Polres Banjar, KBO Sat Reskrim, Kanit PPA Sat Reskrim beserta 5 orang anggota Unit PPA Sat Reskrim Polres Banjar. (POLRES BANJAR-RHS/RDM/RH)

Presiden Dorong Sinergi, Perkuat Pemulihan Ekonomi

Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia

JAKARTA – Presiden Joko Widowdo mendorong sektor jasa keuangan untuk terus bersinergi dengan sektor riil, mendorong perekonomian nasional yang tengah berada dalam momentum pemulihan.

“Saya mengapresiasi jajaran OJK yang dapat berkoordinasi dengan baik satu sama lain. Antara sektor jasa keuangan dan sektor riil harus saling mendukung dan menguatkan, karena tanpa sektor jasa keuangan yang baik, perekonomian nasional tidak akan baik dan berkelanjutan,” kata Presiden dalam sambutan virtual pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022, yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kamis (20/1).

Selain itu, momentum pemulihan ekonomi ini juga diperkuat dengan pembiayaan di sektor UMKM yang kontribusinya sangat besar dalam perekonomian masyarakat.

“Target kita di 2024 (porsi kredit UMKM) bisa mencapai 30 persen dan untuk mencapai ke situ diperlukan strategi terobosan dan aksi-aksi serius, konsisten dan berkelanjutan,” kata Presiden.

Presiden mengharapkan dengan dukungan sektor jasa keuangan ke pembiayaan, maka tidak akan ada lagi keluhan soal akses kredit ke UMKM atau ke sektor informal.

“Ini harus terus kita permudah dan percepat sehingga memberikan peluang yang besar bagi generasi muda untuk memulai usaha dan UMKM untuk berkembang. UMKM bisa jadi komponen penting untuk pemulihan perekonomian,” katanya.

Presiden juga menekankan pentingnya kebijakan untuk mengembangkan sumber ekonomi baru untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Antara lain yang dikaitkan dengan lingkungan hidup.

Pada kesempatan itu, Presiden meluncurkan Taksonomi Hijau Indonesia yang diprakarsai OJK sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah, yang menjadi Presidensi G20 pada tahun ini, serta bukti komitmen OJK terhadap pengembangan ekonomi hijau sebagai sebagai sektor ekonomi baru.

Taksonomi Hijau Indonesia yang disusun bersama delapan Kementerian ini, berisi daftar klasifikasi aktivitas ekonomi yang mendukung upaya perlindungan lingkungan hidup, dan mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.

Taksonomi Hijau Indonesia telah mengkaji 2.733 klasifikasi sektor dan subsektor ekonomi dengan 919 di antaranya telah dikonfirmasi oleh kementerian terkait, dan menjadikan Indonesia salah satu dari sedikit negara di dunia, yang telah memiliki standar nasional terkait sektor ekonomi hijau, seperti China, Uni Eropa, dan ASEAN.

Taksonomi Hijau Indonesia ini akan menjadi pedoman bagi penyusunan kebijakan (insentif dan disinsentif) dari berbagai Kementerian dan Lembaga termasuk OJK.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya mengaku optimis, kinerja industri jasa keuangan pmtahun ini akan semakin membaik, didorong stabilitas sektor keuangan yang terjaga, kebijakan pengawasan yang solid serta laju perekonomian yang mulai pulih dari dampak pandemi COVID-19.

“Kami memproyeksikan, di 2022 kredit perbankan akan meningkat pada kisaran 7,5 persen ± 1 persen (6,5 – 8,5 persen) dan Dana Pihak Ketiga tumbuh di rentang 10 persen ± 1 persen (9 – 11 persen),” kata Wimboh.

OJK juga memerkirakan, penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat dikisaran Rp125 triliun – Rp175 triliun. Sedangkan piutang pembiayaan oleh Perusahaan Pembiayaan juga akan tumbuh sekitar 12 persen ± 1 persen (11-13 persen). Aset perusahaan asuransi jiwa serta aset perusahaan asuransi umum dan reasuransi diperkirakan tumbuh 4,66 persen dan 3,14 persen. Sementara, pertumbuhan aset dana pensiun akan mencapai 6,47 persen.

Menurut Wimboh, proyeksi optimis itu didorong kondisi perekonomian dan sektor jasa keuangan yang terus membaik didukung keberhasilan penanganan COVID-19 yang dilakukan Pemerintah. Sistem keuangan Indonesia pun terjaga dengan baik, yang terlihat dari indeks stabilitas sistem keuangan yang terkendali di 2021.

Untuk mencapai proyeksi tersebut, OJK menetapkan lima kebijakan prioritas di 2022, yang ditujukan untuk terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional serta terus meningkatkan edukasi dan perlindungan konsumen.

Yakni memberikan insentif bersama untuk mendorong pembiayaan kepada sektor komoditas sesuai prioritas Pemerintah. Yaitu kendaraan bermotor, listrik berbasis baterai (KBL BB) dari hulu sampai hilir. Selanjutnya adalah stimulus lanjutan, untuk mendorong kredit ke sektor properti.

Kebijakan kedua, menyiapkan sektor keuangan menghadapi normalisasi kebijakan di negara maju dan domestik. Antara lain dengan mendorong konsolidasi sektor jasa keuangan agar mempunyai ketahanan permodalan dan likuiditas, percepatan pembentukan cadangan penghapusan kredit agar tidak terjadi cliff effect pada saat dinormalkan di 2023, penataan industri reksadana dan penguatan tata kelola industri pengelolaan investasi, serta percepatan dan penyelesaian reformasi IKNB.

Kebijakan lainnya, adalah menyusun skema pembiayaan yang berkelanjutan di industri jasa keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi baru, dengan prioritas pengembangan ekonomi hijau. Antara lain dengan pendirian bursa karbon dan penerbitan Taksonomi Hijau Indonesia. OJK bersama Bursa Efek Indonesia, KSEI dan KPEI serta Pemerintah sedang mempercepat kerangka pengaturan bursa karbon Indonesia.

Berikutnya, adalah memperluas akses keuangan kepada masyarakat, khususnya UMKM untuk mencapai target penyaluran kredit sebesar 30 persen pada 2024, dengan model klaster dalam satu ekosistem pembiayaan, pemasaran oleh off-taker, pembinaan serta optimalisasi lahan yang belum tergarap. Program-program KUR Kluster, kredit/pembiayaan melawan rentenir, digitalisasi BPR, dan Lembaga Keuangan Mikro, Bank Wakaf Mikro serta skema pemasaran, salah satunya melalui program Gerakan National Bangga Buatan Indonesia. Di Pasar Modal, terus akan dikembangkan pembiayaan UMKM melalui security crowd funding.

Kebijakan terakhir adalah memperkuat kebijakan transformasi digital di sektor jasa keuangan agar sejalan dengan pengembangan ekosistem ekonomi digital, dalam meningkatkan akses masyarakat ke produk dan jasa keuangan dengan harga yang lebih murah, kualitas yang lebih baik, dan akses yang cepat, termasuk literasi dan perlindungan kepentingan konsumen dan juga penegakan hukum.

OJK akan terus memitigasi ekses pinjaman online dengan meningkatkan aturan prudensial dengan pemodalan yang lebih tinggi, dan penerapan market conduct yang lebih baik. Kinerja Industri Jasa Keuangan, hingga Desember 2021, OJK mencatat stabilitas sektor keuangan dalam kondisi terjaga dengan kinerja industri jasa keuangan yang terus membaik ditunjang kerja pengaturan dan pengawasan serta kebijakan OJK yang solid serta kondisi perekonomian yang mulai membaik.

Penyaluran kredit sampai Desember 2021, tercatat naik sebesar 5,2 persen (yoy) atau membaik dibanding Desember 2020 yang minus 2,41 persen. Sementara itu, risiko kredit masih terjaga di bawah 5 persen dengan NPL gross 3,00 persen atau membaik dibanding 2020 sebesar 3,06 persen.

Rendahnya NPL ini, ditopang kebijakan restrukturisasi kredit yang telah diperpanjang hingga Maret 2023 dengan tetap menekankan prinsip kehati-hatian dalam penerapannya.

Hingga November 2021, nilai outstanding restrukturisasi kredit dalam tren melandai dengan nominal mencapai Rp693,6 triliun yang sebelumnya sempat mencapai Rp830,5 triliun. Jumlah debitur restrukturisasi juga menurun signifikan dari angka tertingginya 6,8 juta debitur, kini menjadi 4,2 juta debitur. Dari jumlah tersebut, telah
dibentuk pencadangan sebesar 14,85 persen atau sekitar Rp103 triliun untuk restrukturisasi COVID-19.

Selain itu, kondisi permodalan perbankan sampai Desember 2021 terjaga menguat jauh di atas threshold minimum (12 persen) yaitu sebesar 25,67 persen dengan llikuiditas yang ample, didukung juga dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 12,21 persen.

Sementara kondisi Pasar Modal telah pulih kembali seperti pada level sebelum masa pandemi yang ditunjukkan dengan IHSG mencapai 6.693 pada14 Januari 2022. Angka ini jauh di atas IHSG pada masa pandemi COVID-19, dimulai pada 2 Maret 2020, yakni 5.361,25. Capaian indeks ini merupakan peringkat ke-3 terbaik di Asia.

Sedangkan kapitalisasi pasar telah mencapai Rp8.252 triliun pada 30 Desember 2021, angka ini merupakan yang terbaik kedua di ASEAN setelah Thailand. Investor di pasar modal juga melonjak cukup signifikan menjadi 7,5 juta akhir 2021 lalu, yang naik 93 persen dibanding 2020, yang lebih dari 80 persen adalah investor milenial.

Penghimpunan dana di pasar modal pun terus meningkat, mencapai Rp363,3 triliun, atau naik 206 persen dari 2020 silam dan menjadi yang terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Stabilitas IKNB terjaga dengan baik, didukung oleh permodalan yang cukup kuat, hal ini ditandai dengan Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa (539,8 persen), dan asuransi umum (327,3 persen), jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.

Gearing ratio Perusahaan Pembiayaan juga menurun menjadi 1,98 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Risiko kredit di Perusahaan Pembiayaan terpantau stabil, dengan NPF di level 3,53 persen, setelah sebelumnya sempat mencapai level di atas 5 persen di 2020. Hal ini ditopang kebijakan restrukturisasi pembiayaan yang mencapai Rp218,95 trilyun dari 5,2 juta kontrak pembiayaan yang merupakan 60,1 persen dari piutang pembiayaan.

Hingga akhir 2021, akses masyarakat terhadap keuangan digital juga terus meningkat, seperti pertumbuhan peminjam peer-to-peer lending mencapai 29,69 juta peminjam. Jumlah ini meningkat 68,15 persen dibandingkan 2020. Selain itu pertumbuhan pemodal Securities Crowdfunding telah mencapai 93.733 pemodal, sejak diluncurkan pada awal 2021.

Dalam kesempatan acara rutin tahunan tersebut, OJK memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan sektor jasa keuangan. Diantaranya penggerak program inklusi Keuangan Nasional, yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara Umar Zunaidi Hasibuan. Kemudian penghargaan Penggerak Program Edukasi Keuangan Nasional, diberikan kepada (Alm) Wiji Purwanta, Pendiri Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia. Penghargaan Penggerak Keuangan Mikro Syariah dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kepada KH. Abdul Khalim, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Assa’idiyyah – BWM Assa Berkah Sejahtera Kudus. Penghargaan Penggerak KUR Klaster dalam mendukung Program PEN yaitu Nanda Budi Prayuga, Pembina JIFSI (Jeruk Tanpa Musim Integrated Farming System Indonesia). Dan penghargaan kelima, Penggerak Fintech dalam mendukung program PEN yaitu kepada Marshall Pribadi, Pelopor Penyelenggara Identitas dan Tandatangan Elektronik Tersertifikasi. (HumasOJK-RIW/RDM/RH)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Vaksinasi Maritim di Pasar Pondok Mangga

BANJARBARU – Dalam rangka untuk menciptakan Herd Immunity, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin kembali menggelar Serbuan Vaksinasi Maritim, yang bertempat di area Pasar Pondok Mangga Desa Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, Kamis (20/1).

Danlanal Banjarmasin (Kiri) saat meninjau vaksinasi maritim di Kota Banjarbaru

Dengan menggunakan Vaksin jenis Sinovac dan Astrazeneca yang sudah terbukti efektif digunakan, Lanal Banjarmasin mengerahkan sebanyak 12 Tenaga Kesehatan (Nakes) sekaligus sebagai Tim Vaksinator dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin,  untuk dosis pertama, kedua dan ketiga yang ditujukan kepada warga kota Banjarbaru yang terdiri dari para pedagang, pelajar dan para Lanjut Usia (Manula).

Dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, dari jumlah peserta sebanyak 73 orang telah berhasil divaksinasi semua dengan aman dan sehat. Untuk diketahui, sampai dengan saat ini Lanal Banjarmasin sudah menggelar Serbuan Vaksinasi Maritim sebanyak 72 kali dan sudah memvaksinasi Masyarakat sebanyak 21.069 orang, hal ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmennya dalam membantu dan mendukung program pemerintah untuk percepatan menanggulangi penyebaran wabah COVID-19.

Saat meninjau, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr. Hanla menyampaikan, Vaksinasi ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan Herd Immunity dielemen masyarakat, guna menekan dan meminimalisir angka penderita serta menghentikan laju penyebaran COVID-19.

“Kegiatan yang positif dan bermanfaat ini akan dilakukan secara terus menerus sampai Pandemi COVID-19 dinyatakan tuntas dan berakhir, supaya tercipta lingkungan yang sehat serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal dalam tatanan kehidupan yang baru,” ucap Danlanal Banjarmasin Herbiyantoko.

Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr. Hanla menambahkan, pihaknya mengharapkan kedepannya pemerataan Vaksinasi massal ini akan terus dikebut oleh Lanal Banjarmasin sekaligus mensosialisasikan tentang wabah COVID-19, terutama bagi warga yang tinggal di daerah pedalaman dan belum tersentuh Vaksinasi, dikarenakan tidak adanya Akses untuk menuju lokasi Vaksinasi atau terbatasnya sarana transportasi.

“Vaksinasi yang digelar ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah maupun pusat melalui TNI AL dalam rangka menanggulangi wabah Covid-19 sesuai target yang ditentukan, hal ini akan dilakukan secara berkelanjutan sampai Pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir,” tutup Danlanal Banjarmasin Herbiyantoko. (TNIAL.LANALBANJARMASIN-MRF/RDM/RH)

Exit mobile version