Pameran Seni Lukis Tingkat Nasional di Banjarmasin Resmi Dibuka

BANJARMASIN – Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, resmi membuka Pameran Seni Lukis Tingkat Nasional, di Gedung Warga Sari, yang berlokasi Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin, pada Selasa (16/8).

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke -72 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke – 77, pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Pelukis Kalsel, menggelar Pameran Seni Lukis Tingkat Nasional, selama enam hari mulai 16 – 21 Agustus 2022.

Kepala UPTD Taman Budaya, Disdikbud Kalsel, Suharyanti

“Warga bisa datang langsung untuk melihat karya perupa mulai jam 10.00 WITA hingga 21.00 WITA,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, Pameran Seni lukis Tingkat Nasional ini diikuti dari provinsi lain seperti Lampung, Sulawesi, Sumatera dan Kepulauan Jawa, serta seniman di banua, ada sekitar 100 lukisan ditampilkan, dengan mengangkat tema “Bias Borneo”. Selain itu
pihaknya menggelar Karasminan Banua melalui program Ragam Pesona Budaya Banjar selama tiga hari mulai 16 – 18 Agustus 2022, beberapa cabang seni seperti Tari Kreasi, Musik Panting, Mamanda, Band, dan Tari Teater, Drama Musikal Melody untuk Banua, Band Akuistik, serta Penampilan Anak Banua Artis KDI dan LIDA, akan tampil di panggung depan Bakhtiar Sanderta.

“Dalam pameran seni lukis tingkat Nasional ini, puluhan UMKM ikut meramaikan untuk mempromosikan produk usaha diantaranya dari Rumah Kreatif, Kain Sasirangan khas alam, dan beberapa pelaku usaha minuman dan makanan khas Banjar seperti kue lupis, serta mie merah atau dikenal mie habang,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, sangat mengapresiasi digelarnya Pameran Seni lukis Tingkat Nasional, dengan harapan dapat memajukan perupa di Kalimantan Selatan.

“Kita bangga pameran ini tingkat Nasional, dan warga hendaklah memanfaatkan untuk mengunjungi karya lukis,” tutup Helda

Ketua DWP Disdikbud Kalsel, resmi membuka pameran seni lukis tingkat Nasional

Untuk diketahui, pembukaan Pameran Seni Lukis Tingkat Nasional ini, dihadiri Ketua DWP Kalsel, Ketua DWP Disdikbud Kalsel, Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan, Kepala SMKN 4, Kepala SMAN 6, perwakilan pelajar SMKN 2, SMKN 4 dan SMAN 6. Sekaligus dilakukan penyerahan hadiah lomba berupa tropi dan uang bagi pemenang lomba tema dan logo, gamelan banjar, tari pedalaman dan bakisah bahasa banjar. (NHF/RDM/RH)

UPPD Banjarmasin 1 Beri Penghargaan Kepada Pegawai Terbaik

BANJARMASIN – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Banjarmasin I memberikan penghargaan kepada para pegawai terbaiknya.

Penghargaan itu diberikan secara langsung oleh Kepala UPPD Banjarmasin I, Anni Hanisyah dalam kegiatan apel pagi di halaman kantor UPPD Banjarmasin I yang berada di Jalan Ahmad Yani KM 5,5 pada Selasa (16/8).

Anni menjelaskan pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terimakasih karena mereka telah mendukung kinerja UPPD Banjarmasin I. Ia berharap penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi kerja para pegawai ASN maupun non ASN.

“Ada empat penghargaan yang diberikan yaitu pegawai ASN Terbaik, Tenaga Kontrak Terbaik, Tenaga Kebersihan Terbaik dan Tenaga Keamanan Terbaik,” jelasnya.

Untuk pegawai yang belum menerima penghargaan, Anni berpesan agar tidak berkecil hati, namun tetap optimis memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Sementara itu, Bendahara Penerimaan UPPD Banjarmasin I, Nyimas Ratih Ayu Utami mengaku merasa senang mendapatkan penghargaan sebagai pegawai ASN Terbaik untuk kedua kalinya.

“Alhamdulillah terimakasih saya ucapkan kepada Kepala UPPD Banjarmasin I yang telah memberikan penghargaan ini. Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi bagi teman-teman sesama pegawai,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, juga diselenggarakan pemilihan 10 orang pegawai dengan pakaian terunik dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77. (NRH/RDM/RH)

Paskibra Kota Banjarmasin Siap Jalankan Tugas

BANJARMASIN – Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Banjarmasin, saat ini sudah siap melaksanakan tugas Pengibaran Bendera Pada Peringatan Hari Kemerdekaan, di Balaikota Banjarmasin. Hal ini disampaikan Koordinator Pelatih Paskibra Kota Banjarmasin Aiptu Budiono, Selasa (16/8).

Koordinator Pelatih Paskibra Kota Banjarmasin Aiptu Budiono

“Saat ini petugas Paskibra dalam masa tenang. Setelah sebulan penuh berlatih sebagai petugas pengibar bendera di Pemerintah Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Budiono mengatakan, pihaknya meminta doa kepada seluruh warga Kota Banjarmasin, untuk kesuksesan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 77 di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina berharap pada pelaksanaan Upacara Kemerdekaan RI ke-77, dapat berjalan lancar.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Saat ini pasukan pengibar bendera Kota Banjarmasin telah dikukuhkan, sehingga saat ini mereka siap melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ibnu mengatakan, pada saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI, semua peserta tertuju pada pasukan pengibar bendera tersebut.

“Oleh karena itu, diharapkan tidak terjadi kejadian yang tidak diharapkan,” ucap Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga mengatakan, Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kota Banjarmasin digelar secara sederhana.

“Untuk rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Balaikota Banjarmasin, dilaksanakan secara standar atau sama dengan tahun tahun sebelumnya. Seperti Upacara 17 Agustus serta lainnya,” ungkapnya.

Menurut Ibnu, untuk rangkaian kegiatan dilakukan secara bersinergi mengingat kegiatan besar dilaksanakan dalam waktu berdekatan. Seperti, Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, 17 Agustus, dan Hari Jadi Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

2022, BLK Kalsel Laksanakan 5 Kali Pelatihan

BANJARBARU – Balai Latihan Kerja provinsi Kalimantan Selatan (BLK Kalsel) melaksanakan 5 pelatihan di tahun 2022 ini. 3 pelatihan diantaranya menggunakan dana yang bersumber dari APBN.

Kepala BLK Kalsel, Muhammad Yusfiansyah, mengatakan hingga saat ini pihaknya sudah melaksanakan 2 pelatihan menggunakan dana APBN dan 1 pelatihan memakai dana APBD.

“Pelatihan ke empat akan kita laksanakan tanggal 18 Agustus 2022. Semoga nanti Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor langsung yang membuka kegiatan (pelatihan),” harap Yusfiansyah, Selasa (16/8).

Yusfiansyah mengaku paket pelatihan yang menggunakan dana APBD tahun ini hanya sebanyak 10 paket. Sedangkan yang bersumber dana APBN sebanyak 17 paket.

“Untuk APBN sudah jalan 11 paket, 6 paket sisanya akan dibuka tanggal 13 Oktober 2022,” terangnya.

Adapun dijabarkannya, pelatihan yang diberikan dari APBN yakni Tata Rias, Desainer Grafis Muda, Penjahit Pakaian Wanita Dewasa, Instalasi Listrik Bangunan Sederhana, Servis Sepeda Motor Injeksi, Pengelola Administrasi Perkantoran, Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 3G Up atau sistem pengelasan, serta Teknisi Embedded System atau teknisi komputer.

“Kalau untuk APBD sendiri itu ada perkantoran, servis AC mobil, desain grafis, las SMAW 3G, otomasi elektronika, tata rias kecantikan kulit dan rambut, operator mesin bubut, menjahit pakaian dasar, servis ringan sepeda motor, dan instalasi tenaga,” jelasnya.

Yusfiansyah menambahkan, setiap kelas pelatihan, hanya diikuti oleh 16 peserta didik. Persyaratan untuk mendaftar BLK Kalsel cukup dengan fotocopy ijazah terakhir, fotocopy KTP, dan pas foto 4×6 latar merah.

Sementara untuk mendaftar online, dapat dilakukan melalui laman kemnaker.go.id, kemudian mendaftar di laman BLKprovKalsel2021. Atau juga bisa mendatangi langsung BLK Kalsel di Sungai Ulin, Banjarbaru.

“Fasilitas yang didapat tetap, mulai dari uang transportasi, pakaian kerja, makan, dan sertifikat pelatihan kerja,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Beri Penghargaan Kepada 20 Perusahaan Industri Pengolahan

BANJARBARU – Bertepatan Hari Jadi (Harjad) ke-72 Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi memberikan penghargaan kepada perusahaan industri pengolahan pembayar pajak terbesar dan perusahaan industri pengolahan dengan nilai ekspor tertinggi di 2021.

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni, mengatakan ada masing-masing 10 perusahaan yang diberikan penghargaan.

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni

Berurutan disebutkannya, 10 perusahaan pembayar pajak terbesar yakni PT Insan Bonafide Banjarmasin dengan bidang usaha industri karet remah, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kotabaru industri semen, PT Conch South Kalimantan Cement Tabalong industri semen, PT Karias Tabing Kencana Hulu Sungai Utara industri karet remah, PT Jhonlin Agro Raya Tanah Bumbu industri kelapa sawit, PT Patria Maritim Perkasa Barito Kuala industri kapal dan perahu, PT Multi Sarana Agro Mandiri di Kotabaru industri sawit, Pertamina Banjarmasin industri minyak, Batulicin Agro Sentosa Tanah Bumbu industri pengelola pabrik kelapa sawit dan Hasnur Citra Terpadu Tapin industri perkebunan kelapa sawit.

Sedangkan 10 perusahaan dengan  nilai ekspor tertinggi di 2021, yaitu PT Wijaya Triutama Plywood Industri Banjarmasin dengan bidang usaha industri kayu panel, PT Basirih Industrial Banjarmasin industri plywood, PT Dharma Putra Kalimantan Sejati Barito Kuala industri kayu lapis , PT Tanjung Selatan Makmur Jaya Barito Kuala industri panel kayu, PT Surya Satrya Timur Banjarmasin industri kayu lapis, PT Tanjung Raya Plywood Barito Kuala industri kayu lapis laminasi, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kotabaru industri semen, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk Tanah Laut industri CPO, minyak goreng dan Solar B30, PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery Kotabaru industri minyak goreng kelapa sawit dan PT Tanjung Alam Jaya Banjarbaru industri high calory coal.

“5 perusahaan pembayar pajak terbesar dipegang oleh perusahaan industri pengolahan sawit, sedangkan 6 perusahaan pengekspor terbesar bergerak di bidang industri plywood,” ucapnya Selasa (16/8).

Mahyuni mengakui penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi Gubernur Kalsel kepada perusahaan industri atas kinerja yang baik selama ini. Sebab menurut Mahyuni, industri pengolahan berdampak pada kesempatan penyerapan tenaga kerja di Kalsel hingga puluhan ribu.

“Termasuk juga pajak perusahaan dan pajak ekspor yang mereka bayar itu, sekitar 20 persen merupakan dana perimbangan pajak yang jadi pendapatan daerah,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni berharap industri pengolahan tersebut dapat terus eksis, terutama bagi perusahaan industri berkelanjutan seperti pengolahan minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan karet yang berperan penting terhadap nasib pegawai di perkebunan.

“Saya harap volume (perusahaan) mereka lebih meningkat, jadi kesempatan kerja juga lebih meluas” harapnya.

Mahyuni menilai, kemajuan perindustrian juga akan berdampak pada daya beli sehingga dapat meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia).

“Penghargaan ini merupakan yang pertama kalinya diberikan, kita usahakan agar pemberian penghargaan ini dapat terlaksana setiap tahunnya,” tutupnya. (SYA/RDM/RHS/RH)

Kado Hari Jadi ke-72, Gubernur Kalsel Terima Dua Penghargaan Dari Mentan

JAKARTA – Komitmen Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam upaya pembebasan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) di Kalimantan Selatan, mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.

Apresiasi itu berupa pemberian penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan 2 (dua) kategori sekaligus. Yakni penghargaan atas keberhasilan sebagai Provinsi Menuju Nol Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan Penghargaan Kategori Pemerintah Provinsi Dengan Capaian Vaksinasi PMK terbaik, yang diserahkan langsung Menteri Pertanian pada acara Tasyakuran dan Penyerahan Penghargaan Pertanian Tahun 2022, di Gedung Kementerian Pertanian, di Jakarta akhir pekan lalu.

Dua penghargaan ini sekaligus menjadi kado Hari Jadi ke-72 Provinsi Kalimantan Selatan, tahun 2022.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel, drh.Suparmi menerima penghargaan tersebut.

Paman Birin menyampaikan, bahwa penghargaan ini adalah merupakan hasil kerja nyata dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK, baik di tingkat provinsi maupun tingkat Kkabupaten/ kota yang telah bekerja keras tanpa lelah untuk mengendalikan dan mengamankan ternak rentan PMK diwilayahnya masing-masing.

“Sebagaimana arahan Paman Birin, bahwa satgas harus bergerak cepat, tepat dan akurat dalam melakukan langkah langkah strategis penanganan PMK antara lain dengan melakukan surveilans/ deteksi dini, pengobatan dan pemberian vitamin pada ternak yang terjangkit, peningkatan biosekuti/desinfeksi, pengawasan dan pengetatan lalu lintas Hewan Rentan PMK dari dan ke wilayah Kalimantan Selatan serta percepatan realisasi Vaksinasi PMK tentunya untuk meningkatkan kekebalan Hewan Rentan PMK (HRP)”, papar Suparmi.

Terbukti melalui langkah strategis tersebut, kasus PMK di Kalimantan Selatan dapat dikendalikan bahkan sejak 14 Juli 2022 sampai saat ini sudah tidak ada penambahan kasus baru (nol kasus).

Demikian juga dengan capaian realisasi vaksinasi PMK di Kalsel untuk tahap I realisasi sebanyak 4.717 dosis (112,31 persen) dari target 4 200 dosis.

Sedangkan realisasi vaksinasi tahap II per 13 Agustus 2022, telah tercapai sebanyak 30.927 dosis (70,29 persen) dari target 44.000 dosis, dengan rincian alokasi vaksin sebagai berikut: Banjarmasin 100 dosis; Banjarbaru 1.300 dosis; Banjar 3.000 dosis; Tapin 4.000 dosis; Hulu Sungai Selatan 2.500 dosis; Hulu Sungai Tengah 4.000 dosis; Hulu Sungai Utara 800 dosis; Balangan 1.200 dosis; Tabalong 2.600 dosis; Tanah Laut 12.400 dosis; Tanah Bumbu 6.000 dosis; Kotabaru 3.000 dosis dan Barito Kuala 1.800 serta BPTU-HPT Pelaihari 900 dosis.

“Dengan telah diterimanya 2 penghargaan ini dapat menambah semangat bagi Satgas Penanganan PMK untuk capai realisasi vaksinasi PMK 100 persen pada minggu ketiga bulan Agustus 2022 dan status zero case PMK Kalsel dapat terus dipertahankan dan Kalsel dapat ditetapkan sebagai daerah bebas PMK”, tutup Suparmi. (RIW-DISBUNNAKKALSEL/RDM/RH)

Harjad ke 72 Kalsel Jadi Momentum SKPD Raih Kesuksesan Bersama Paman Birin

BANJARMASIN – Perayaan Hari Jadi ke 72 Provinsi Kalsel menjadi moment terbaik dilingkungan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di pemda setempat. Selama kepemimpinan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tentu banyak kemajuan yang telah diberikan termasuk pembangunan.

Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin mengungkapkan, sesuai dengan tema yang diusung orang nomor satu di Kalsel itu tentu perayaan puncak Harjad ke 72 Provinsi Kalsel menjadi bentuk kesuksesan pemerintah dalam merealisasikan program-program dari kepala daerah.

“Maka kami berharap Kalsel menjadi lebih baik, sejahtera, lebih makmur dibawah kepemimpinan paman Birin,” ujarnya, usai mengikuti penutupan pada puncak Harjad ke 72 Kalsel, di kantor Gubernur Banjarmasin, Senin (15/8).

Seiring itu, ia menyampaikan, akan terus mengikuti arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor selaku pemangku kebijakan guna mencapai kemandirian dalam pembangunan daerah.

“Kami tentunya mendukung semua kebijakan-kebijakan yang dicanangkan bagi kemajuan banua ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Mukhraji, menyebut, sesuai tupoksi yang telah diamanatkan pimpinan. selaku unit penerimaan untuk pendapatan daerah, sebagai bentuk realisasi pengabdian di Hari Jadi (Harja) ke 72 Kalsel adalah memberikan pelayanan terbaik.

Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Mukhraji

“Kami akan selalu hadir untuk rakyat dan memberikan pelayanan optimal agar penerimaan daerah juga maksimal,” ungkapnya.

Moment perayaan Harjad ke 72 selain diisi tarian khas Kalsel juga hiburan tarian Reok Ponorogo

Perlu diketahui, selama periode Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, keberhasilan program yang telah direalisasikan dan terus dilaksanakan diantaranya sektor industri, ekonomi UMKM, pendidikan, infrastruktur serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (RHS/RDM/RH)

Anggarkan 27 M Tahun Ini, Pemprov Kalsel Mulai Pembangunan Tugu Nol Kilometer

BANJARMASIN – Akhirnya setelah tertunda beberapa tahun, proses pembangunan Tugu Nol Kilometer atau Tugu Pal Nol Banua, dimulai tahun ini. Pembangunan tugu monumental ini, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama, di lokasi pembangunan, sebelah kiri halaman kantor Gubernur di Banjarmasin, pada Senin (15/8), usai peringatan hari jadi ke-72 Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menjadi orang pertama yang meletakan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan. Disusul ulama kharismatik Banua, K.H. Wildan Salman dan Wakil Gubernur Kalsel, Muhiddin. Selanjutnya, sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Kalsel, juga melakukan prosesi peletakan batu pertama tersebut.

“Alhamdulilah, pencanangan pembangunan Tugu Nol Kilometer kita mulai. Ini akan menjadi penggerak ekonomi warga Kalsel,” kata Paman Birin (sapaan akrabnya) saat ditemui wartawan usai acara peletakan batu pertama.

Paman Birin menyebut, Tugu Nol Kilometer akan menjadi ikon Kalsel dan nantinya akan menjadi pusat pariwisata untuk orang datang ke Banua.

“Kalau di Jakarta ada monas, nanti ke Kalsel kalau belum ke Tugu Nol Kilometer belum ke Kalsel,” selorohnya.

Paman Birin juga menambahkan, di era sekarang, perlu upaya untuk mentransformasi sumber daya alam tak terbarukan ke sumber daya alam terbarukan. Salah satunya adalah sektor pariwisata.

Tugu yang dirancang dengan tinggi 99 meter atau 6 lantai ini, akan dilengkapi empat sampai lima titik areal yang bisa dimanfaatkan penjualan UMKM lokal Banua serta ada lokasi bazar, dan restoran atau cafe.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan mengatakan, tahap awal akan dibangun pondasi dan kawasan penunjang bagi UMKM yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp27 miliar. Bangunan berikutnya dilakukan dengan sistem tahun jamak (multi years).

Bangunan yang direncanakan selesai 2024 itu, diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp160 miliar.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Agung Dewanto menambahkan, untuk tahap pertama ini, yang dibangun adalah pondasi dan areal landscape dengan pola desain rancang bangun.
Diperkirakannya, dari landscape Ruang Terbuka Hijau dan pondasi tower itu bakal digarap lima bulan. (RIW-BIRO.ADPIM/RDM/RH)

Tingkatkan Pengembangan Seni Budaya Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Mural

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar lomba Mural, untuk semakin meningkatkan pengembangan seni dan budaya di banua.

Foto bersama Juara Mural dengan Juri, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, kepada wartawan pada Senin (15/8) mengatakan, pelaksanaan lomba Mural ini untuk menambah wawasan pengembangan seni dan budaya, dan juga merayakan puncak Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 72 tahun dan menyambut Dirgahayu Kemerdekaan RI ke 77 tahun.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

“Lomba mural ini dapat menjadi ajang menyalurkan kreatifitas seni sebagai warisan regenerasi,” ucapnya

Raudati menyampaikan, tema lomba Mural tentang “Perjuanganmu, Perjuanganku, Perjuangan Kita”, hal itu dimaksudkan menghormati dan mengenang jasa para pahlawan, dengan makna perjuangan sekarang bukan untuk melawan masyarakat sendiri, namun merangkul dan mengajak semua pihak, bekerjasama dalam membangun negeri.

“Dengan saling bersatu, tentunya mewujudkan lebih kuat dan makmur,” kata Helda

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menjelaskan, lomba mural ini diikuti dari Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Balangan, Tanah Laut dan Batola serta Kota Banjarmasin, dan Banjarbaru. Tiga orang juri berkompeten dibidangnya untuk memberikan penilaian yaitu Ketua Ikatan Pelukis Kalsel Muslim, seniman M Syahriel M Noor dan Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya.

“Terpilih juara pertama, kelompok 3111 nilainya 745, juara kedua kelompok Faint dengan nilai 737 dari Kota Banjarmasin, dan juara ketiga kelompok Kubikuas dari Kota Banjarbaru nilainya 725,” jelasnya

Juara 1 Lomba Mural

Ditambahkan Arry, dalam lomba mural ini menyesuaikan dengan tema, namun para peserta memiliki sinopsis masing-masing yang dituangkan melalui karya lukis, seperti juara pertama tentang “Jasamu” yaitu menggambarkan semangat pahlawan yang berjuang menuju kemerdekaan, kemudian juara kedua “Kita Pejuang pada Masanya” menggambarkan objek simbol perjuangan pada masa lalu hingga sekarang, dan juara ketiga “All About Banjar” yakni Terima kasih perjuanganmu, dan sebagai perjuanganku akan mengenalkan kepada generasi muda tentang artefak serra budaya banjar di Museum Wasaka, sedangkan perjuangan kita melestarikan, mengembangkan, mengenalkan budaya banjar dan sejarah.

“Sukses lomba mural ini, insya Allah tahun depan akan kita gelar lagi,” tutup Arry

Untuk diketahui, kegiatan lomba mural diikuti 15 group, satu group terdiri tiga orang, berlokasi di halaman Museum Wasaka Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Masuki Usia 72 Tahun, Momentum Kalsel Memacu Perekonomian Banua

BANJARMASIN – Tahun ini Provinsi Kalimantan Selatan, sudah memasuki usia ke-72. Banyak hal yang sudah dilalui provinsi tertua di pulau Kalimantan ini. Termasuk lepas dari belenggu pandemi COVID-19, yang membuat melambatnya perekonomian selama kurang lebih 2 tahun.

Gubernur Kalsel pada puncak peringatan hari jadi ke-72

Pada puncak peringatan hari jadi ke-72 Provinsi Kalsel, pada Senin (15/8) di halaman kantor gubernur di Banjarmasin, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, mengajak segenap unsur masyarakat di Banua, bersama-sama memulihkan perekonomian dan memacunya kembali, setelah terhambat pandemi COVID-19.

Peringatan hari jadi ke -72 Provinsi Kalsel yang jatuh pada 14 Agustus, dan mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi, ujarnya, dapat dijadikan momentum untuk melakukan upaya memacu peningkatan yang lebih cepat.

“Semoga dengan momentum peringatan hari jadi ke-72 ini, akan semakin memantapkan dan meningkatkan serta memperkokoh semangat dan tekad seluruh elemen di Provinsi Kalsel, untuk terus membangun dan berkontribusi untuk daerah,” ujar Paman Birin dalam sambutannya.

Gubernur memaparkan, dalam dua tahun ini, seluruh elemen sudah bahu membahu menangani pandemi COVID-19. Mulai dari tenaga kesehatan, yang sudah berkorban sebagai garda terdepan, mengatasi pandemi, hingga seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah, TNI dan Polri dalam mengupayakan percepatan vaksinasi di daerah.

Seiring membaiknya situasi pandemi ini, perekonomian Kalsel juga semakin membaik setelah mengalami kontraksi hingga minus 1,81 persen di tahun 2020.

“Perekonomian tumbuh 3,48 persen di tahun 2021, dan diproyeksikan akan lebih baik di tahun 2022,” harap Paman Birin.

Oleh sebab itu, Pemprov Kalsel menangkap momentum ini, sebagai landasan untuk percepatan pembangunan daerah, mewujudkan visi Kalsel MAJU (Makmur, Sejahtera, dan Berkelanjutan).

Pemprov Kalsel terus menggali potensi-potensi daerah, membuka peluang-peluang investasi, khususnya di sektor pariwisata, industri manufaktur, pertanian dan perkebunan, serta sektor UMKM lokal.

Paman Birin tak lupa menyampaikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi seluruh jajaran pemprov, DPRD, jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat dalam membangun daerah.

“Berbagai bukti capaian pembangunan di Kalsel saat ini adalah hasil dari sinergi dan kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.

Peringatan hari jadi selain dimeriahkan dengan penampilan seni tari, juga menampilkan pemain biola muda Velicia Arika Kafi.

Gadis ini menunjukan kepiawaiannya membawakan musik instrumental lagu Banjar, Gunung Bamega plus persembahan khusus untuk Paman Birin yakni tembang “Buih Jadi Permadani”. Selanjutnya, ditampilkan pertunjukan kesenian Banjar Mamanda dan drama tari pendek berjudul “Perjalanan Anak Sungai”.

Sebelum proses peringatan diakhiri, disampaikan tausyiah dan pengautan nasi Astakona serta peninjauan stan-stan yang menyediakan makanan gratis untuk masyarakat yang hadir.

Turut hadir pada puncak peringatan hari jadi tahun ini, Ketua DPRD Kalsel, Sekdaprov Kalsel, serta unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan. (RIW-BIRO.ADPIM/RDM/RH)

Exit mobile version