Siap Terima Bonus Demografi, Pemprov Kalsel Susun Grand Design Kependudukan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel tengah menyusun grand design pembangunan kependudukan. Selain bersiap menyambut bonus demografi 2045, hal ini menyusul Kalsel juga dinyatakan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara Indonesia (Nusantara) di Kaltim.

Kepala Dinas Dukcapil dan Keluarga Berencana Kalsel, Zulkipli, mengungkapkan, tujuan dirancangnya grand design pembangunan kependudukan supaya mengetahui lebih jelas terkait sejauh mana daya tampung lahan di provinsi ini setelah IKN resmi dipindah.

“Ataukah kita juga memerlukan tenaga (pekerja) dari luar. Apalagi, Kalsel ini juga menjadi penyangga IKN itu sendiri tentu harus dipersiapkan segala sesuatunya,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Rabu (10/8) siang.

Terkait bonus demografi 2045, menurut dia, Kalsel harus benar-benar siap menerima perkembangan teknologi seiring meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia yang mulai menunjukkan kemampuannya berdaya saing.

“Maka dari itu, penting adanya peran SDM untuk peningkatan itu,” bebernya.

Dirinya melanjutkan, rancangan yang juga ada di dalam grand design hasil kolaborasi bersama Kemendagri RI ini kedepan tentu menitik beratkan kualitas dan jumlah penduduk.

“Anggap kita sudah berhasil menekan jumlah penduduk tetapi malah kekurangan tenaga. Apa yang dibutuhkan IKN justru tak sesuai yang diharapkan. Maka, grand design ini menjadi patokan untuk mensukseskan program tersebut,” ucap Kadisdukcapil Kalsel, Zulkipli.

Artinya, ungkap dia, apabila masih ada masyarakat yang ingin bermigrasi ke Kalsel. Tentu, pemda memberikan kesempatan untuk tinggal dan menetapkan di wilayah ini.

“Apalagi yang datang itu memiliki kualitas terbaik. Tentu, ini sangat bermanfaat,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Akan Gelar Lomba Mural

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Bidang Kebudayaan akan menggelar lomba Mural. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati, kepada wartawan baru-baru tadi.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

Ia mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-72 dan Dirgahayu Republik Indonesia ke-77, pihaknya akan menggelar lomba mural untuk pertama kalinya dilaksanakan dari Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman.

“Kita berharap lomba ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ucapnya

Disampaikan Raudati, untuk tema lomba Mural mengangkat tentang “Perjuanganmu, Perjuanganku, Perjuangan Kita”. Lomba ini akan dilaksanakan pada Senin 15 Agustus 2022, di halaman Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) Banjarmasin.

“Kami ingin seluruh lapisan masyarakat mencintai Banua dan Bangsa sendiri, serta mengenal seni tentang Mural,” ungkap Helda

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, mengatakan, pihaknya telah membuka pendaftaran lomba Mural sejak 18 Juli – 10 Agustus 2022, peserta yang ikut berpartisipasi tersebar di 13 kabupaten dan kota, karena terbuka untuk umum.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Jumlah peserta yang ikut lomba Mural ada sebanyak 15 group, satu group terdiri tiga orang,” katanya.

Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk juri lomba Mural ini ada tiga orang yang berkompeten di bidangnya, yaitu Ketua Ikatan Pelukis Kalsel Muslim, seniman M Syahriel M Noor, serta Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya.

“Lomba Mural ini akan semakin membuat warga mengenal dengan Museum milik Pemprov Kalsel,” tutup Arry. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Ajak Songsong Kalsel Layak Jadi Gerbang IKN

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengajak semua elemen di Banua untuk bekerja keras agar Kalsel layak menjadi gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara nanti.

Ajakan itu disampaikannya saat peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-72 Provinsi Kalsel pada rapat paripurna istimewa yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin, Mariana dan Karmila, pada Rabu (10/8).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, untuk layak sebagai gerbang IKN, hendaklah merefleksikan perjuangan para pendahulu, terutama dalam pembentukan Kalsel pada 14 Agustus 1950 lalu.

Suasana Peringatan Harjad ke 72 Kalsel dalam rapat paripurna DPRD Kalsel

Selain itu, dirinya mengajak meningkatkan komitmen untuk bersatu dan memberikan karya serta prestasi terbaik bagi Banua Kalsel.

“Kita gelorakan pula semangat bergerak, ‘batiti adat’ (meniti adat) dan tegakkan agar Banua ‘harat’ (bagus/unggul). Begitu pula kita sinari kehidupan bermasyarakat di Kalsel dengan suluh iman, sehingga Banua Kalsel menjadi terang di segala aspek kehidupan dan pembangunan,” jelasnya.

Sebelum memulai rapat paripurna istimewa tersebut persembahan tarian tradisional “Baksa Kembang” diiringi lantunan musik khas daerah Kalsel.

Pada kesempatan itu pula dibacakan sejarah singkat terbentuknya Provinsi Kalsel, kejadian penting hingga perkembangannya oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin.

Tak hanya itu, nama-nama Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel serta Ketua DPRD Kalsel terdahulu juga dibacakan untuk mengenang perjalanan Provinsi Kalsel sejak dibentuk 72 tahun yang lalu hingga saat ini.

Turut hadir dalam rapat paripurna istimewa itu antara lain Wakil Gubernur Kalsel Muhidin, Sekdaprov Roy Rizali Anwar, sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Ajak Ketua RT Cegah Konflik di Masyarakat

BATOLA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Haryanto mengajak para Ketua RT untuk mencegah konflik di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melakukan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada para Ketua RT di kelurahan Alalak Tengah, di salah satu Rumah Makan di kawasan Handil Bakti, Selasa (9/8).

Suasana Sosialisasi Wasbang oleh Anggota DPRD Kalsel, Haryanto

Haryanto menilai peran ketua RT sangat besar. Apalagi warga di wilayah ujung kecamatan Banjarmasin Utara itu rata-rata berpenghasilan menengah kebawah.

“Ketua-ketua RT, mereka yang sering menghadapi atau melayani masyarakat sehingga kalau mereka memiliki wawasan kebangsaan yang tepat, kita bisa punya banyak tangan sehingga bisa menyentuh ke tingkat bawah terkait NKRI dan sebagainya,” jelasnya.

Haryanto berharap Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dapat menjadi dasar untuk mencegah konflik di masyarakat. Apalagi, menurutnya, konflik karena faktor ekonomi dinilai rawan terjadi.

Dalam sosialisasinya, Anggota Komisi I DPRD Kalsel mengajak Lurah Alalak Tengah dan Anggota TNI dari Kodim 107 Banjarmasin sebagai narasumber. (NRH/RDM/RH)

Tiba di Banua, Wapres Ma’ruf Amin Disambut Paman Birin

BANJARBARU – Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin tiba di Bumi Lambung Mangkurat, Kalsel Babussalam pada Rabu (10/8) sore.

Kedatangan Wapres beserta istri Wury Estu Handayani ini disambut langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, di depan VIP Room Bandara Syamsuddin Noor.

Tampak hadir dalam penyambutan itu antara lain Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Pangdam VI Mulawarman Mayjen Tri Budi Utomo, Kapolda Irjen Rikwanto, Kabinda Kalsel Brigjen Pol Heri Armanto, Danlanud Kolonel Pnb.M. Yulmaizir Chaniago dan Komandan Lanal Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr Hanla.

Begitu turun dari tangga pesawat kepresidenan, Wapres Ma’ruf Amin langsung disambut Paman Birin.

Pada kesempatan itu pula, Paman Birin mencium tangan Wapres Ma’ruf Amin yang notabene adalah tokoh ulama di Indonesia.

Kedatangan Wapres Ma’ruf Amin di Banua ini dijadwalkan akan melaunching program One Pesantren One Produk (OPOP) di Lapangan Dr. Murjani Banjarbaru pada Kamis (11/8).

Selain itu, dijadwalkan Wapres Ma’ruf Amin juga akan mengunjungi Posyandu di Jalan RO Ulin Banjarbaru sebagai upaya penekanan stunting. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Realisasi Investasi Kalsel Hingga Triwulan II Capai 6,65 Triliun

BANJARBARU – Realisasi investasi Kalimantan Selatan pada triwulan II tahun 2022 mencapai Rp 4,02 triliun. Dengan demikian, realisasi investasi Kalsel sejak Januari-Juni 2022 mencapai Rp 6,65 triliun.

Jumlah tersebut, didapat dari jumlah Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,22 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp5,43 triliun.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyebut, sektor pertambangan masih mendominasi dengan jumlah investasi sebesar Rp 1,0 triliun atau 25 persen dari total realisasi investasi pada triwulan II ini.

“Jika dihitung secara keseluruhan, yakni dari Januari hingga Juni 2022, investasi di sektor pertambangan sekitar 2,83 triliun Rupiah,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (10/8).

Hanifah menambahkan, Singapura menjadi negara dengan investasi terbesar di Kalsel dengan total Rp 542 miliar (44 persen). Disusul Australia sebesar Rp165,72 miliar dan Malaysia Rp135,6 miliar.

“Singapura juga mempunyai proyek terbanyak PMA sejak Januari hingga Juni, yakni sebanyak 55 proyek,” jelasnya.

Berdasarkan lokasi, lanjutnya, kota Banjarmasin berada diperingkat tertinggi dengan 296 proyek. Dengan nilai investasi PMA dan PMDN sebesar Rp1,16 triliun.

“Kalau dihitung dari nilai investasinya, kota Banjarmasin masih kalah dengan kabupaten Tanah Bumbu yang nilai investasinya sebesar 1,76 triliun rupiah,” jelasnya.

Hanifah mengakui, pihaknya akan terus berkomitmen untuk menyiapkan karpet merah bagi para investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Apalagi dengan hasil capaian investasi ini, Hanifah optimis mampu menembus target realisasi investasi yang tercantum di RPJMD Kalsel sebesar Rp11,66 triliun hingga akhir tahun 2022.

“Kita akan permudah segala perijinan, dan akan menyiapkan infrastruktur pendukung agar semakin banyak investor yang masuk ke Kalsel,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Plat Merah Nunggak 2 Tahun Siap-Siap Diblokir

BANJARBARU – Pemprov Kalsel bakal menyamaratakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tercatat masih menunggak, termasuk plat khusus (merah) milik pemda kabupaten/kota. Menyusul segera diterapkannya pemblokiran data registrasi oleh Korlantas Polri.

Penerapan Pemblokiran Data Registrasi Juga Berlaku Bagi Kendaraan Plat Merah.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah Bakeuda Kalsel, Rusma Khazairin mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan dalam rangka optimalisasi penerimaan kas daerah. Sekaligus pengingat agar tak menunggak.

“Semuanya termasuk plat merah. Tak hanya kendaraan umum,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Sebagai langkah percepatan, pihaknya pun telah menyurati disejumlah pemda setempat melalui UPPD Samsat kabupaten/kota. Sehingga, sebelum penerapan ini terealisasi setidaknya pelunasan tunggakan dapat dibayarkan.

“Menghimbau kepada pemda setempat agar sekiranya dapat segera melakukan registrasi ulang,” harap Rusma.

Menyusul bakal diterapkannya aturan pemblokiran data registrasi oleh Korlantas Polri, Rusma pun mengingatkan, pemda kabupaten/kota di Kalsel dapat bersinergi supaya tunggakan pajak kendaraan dapat diminimalisir.

“Sesuai rekomendasi dari KPK RI, Pemprov Kalsel juga harus melakukan penagihan tunggakan ke pemda di setempat,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Dispar Kalsel Siapkan Festival Budaya Pasar Terapung

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-72 tahun dan Dirgahayu Republik Indonesia ke-77 tahun, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar Festival Budaya Pasar Terapung.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru baru tadi, Festival Budaya Pasar Terapung ini direncanakan akan digelar selama empat hari, pada tanggal 12 – 15 Agustus 2022, berlokasi di Siring 0 Km Banjarmasin.

“Kita sudah beberapa kali rapat dengan panitia Hari Jadi Kalsel, terkait persiapan pelaksanaan ini,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, dalam Festival Budaya Pasar Terapung, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai macam lomba, mulai dari lomba jukung beenam, lomba fotografi dan videografi terbuka untuk umum, lomba masak boom (masak habang tradisional) oleh Kepala SKPD Kalsel, lomba perahu hias gabungan masing-masing empat SKPD, karnaval budaya dan fashion show.

“Kami juga akan siapkan makanan khas Kalsel, yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Ini hasil kolaborasi dengan semua SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, sesuai arahan dari Gubernur Kalsel,” ungkapnya.

Syarifuddin berharap, dengan kembali digelarnya Festival Budaya Pasar Terapung dapat semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kalimantan Selatan. Mengingat selama dua tahun tidak banyak melakukan kegiatan akibat pandemi COVID-19.

“Semoga tingkat kunjungan wisatawan bisa meningkat,” tutup mantan Pj Bupati Kotabaru ini. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Lepas Satgas Operasi Pamtas Darat RI – Malaysia

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melepas pemberangkatan 450 anggota Satgas Yonif 621/Manuntung dalam tugas operasi Pamtas Darat RI – Malaysia Tahun 2022, di Terminal Penumpang Bandarmasih Trisakti Banjarmasin pada Selasa (9/8) siang.

Gubernur Kalsel saat melepas satgas operasi pantas darat RI-Malaysia

Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalsel, Gubernur menyampaikan selamat dan sukses, atas terpilihnya para prajurit, yang akan menjalankan tugas, sebagai Satgas Pamtas Darat RI – Malaysia, dari satuan 621/Manuntung tahun 2022.

“Suatu kebanggaan, bisa terpilih dan menjadi bagian dari Satgas karena tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan, dan kepercayaan, untuk melaksanakan tugas mulia ini,” ujar Paman Birin, sapaan Gubernur Kalsel ini.

Pada pelepasan itu tampak hadir Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Komandan Satgas Yonif 621/Manuntung Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han dan Bupati Hulu Sungai Tengah Aulia Oktafiandi.

Diketahui sebelumnya, 450 prajurit dari Yonif 621/Manuntung ini dilepas jajaran Forkopimda Kabupaten Hulu Sungai Tengah di lapangan Dwi Warna Barabai pada Rabu (3/8), pekan lalu.

Danyonif 621/Mtg Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M Han usai upacara pelepasan memohon doa restu kepada seluruh warga HST untuk keberhasilan tugas.

“Kami tegaskan, kalau berangkat 450 orang prajurit dan kami pastikan pulang kembali utuh 450 orang,” tegasnya.

Acara dirangkai dengan pemasangan mandau kepada DanSatgas Yonif 621/Manuntung Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han oleh Bupati HST sebagai simbol kehormatan dan jati diri bagi pemiliknya.

Kegiatan juga dilanjutkan penyiraman Tapung Tawar kepada seluruh prajurit Satgas 621/Mtg dan penyematan pita Merah Putih sebagai simbol untuk menjalankan tugas demi kejayaan NKRI. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Wujud Komitmen Tingkatkan Literasi, Dispersip Kalsel Hadirkan Novelis Asal Banua, Eva Liana

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadirkan Novelis asal Banua, Eva Liana dalam acara “Meet And Greet” di aula Dispersip Kalsel, Selasa (9/8).

Kegiatan yang mengangkat tema “Literasi Membangun Generasi Muda yang Kreatif, Kritis dan Produktif” ini disambut antusias oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, guru dan pemustaka yang mengikuti baik secara online maupun onsite di Aula Dispersip Kalsel.

Suasana Meet And Greet Novelis Eva Liana di Aula Dispersip Kalsel

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu wujud komitmen pihaknya dalam upaya meningkatkan literasi dan minat baca generasi muda di Kalsel. Melalui kegiatan ini, Dispersip ingin menyiapkan generasi muda Kalsel untuk menyambung estafet pembangunan di masa yang akan datang.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini semangat membangun literasi di Kalsel lebih kuat lagi, sehingga generasi muda kita juga siap menyambung estafet pembangunan kedepannya,” jelasnya.

Sementara itu, Novelis yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Eva Liana mengatakan, Indonesia termasuk Kalsel saat ini tengah menghadapi tantangan generasi yang instan, dimana mereka hanya mengejar pencapaian yang pragmatis atau yang hanya ada di depan mata saja, hingga tidak sedikit dari mereka menolak untuk sekolah.

“Jadi memang ada pergeseran nilai disini, orientasinya sudah berubah. Seperti halnya fenomena Citayam yang gak lepas dari rendahnya literasi di Indonesia karena mereka menganggap tidak penting buat sekolah,” katanya.

Untuk itu Eva pun berpesan, agar generasi muda Kalsel lebih berhati-hati dalam menyikapi kebebasan baik itu dari cara berpikir dan bersikap yang sesuai dengan standar kehidupan yang hakiki.

“Generasi muda kita harus berhati-hati dalam memaknai kebebasan di era saat ini. Jangan sampai kebebasan tersebut menggiring kepada perilaku yang serba mau, serba boleh, mengejar materi, mengabaikan moral, dan rentan terhadap mental illness karena mereka tidak punya patokan berpikir,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version