DPRD Banjarmasin Sahkan APBD Banjarmasin 2022

BANJARMASIN – Badan Anggaran DPRD dan Pemerintah Kota, mensahkan APBD 2022 sebesar Rp1,8 triliun lebih. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali, di ruang kerjanya pada Selasa (23/11).

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, saat memberikan komentarnya

“Setelah melalui proses pembahasan panjang, tim anggaran DPRD dan Pemerintah kota Banjarmasin, telah sepakat. Ada tiga dinas yang paling banyak mendapatkan anggaran, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR,” ucapnya.

Disampaikan Matnor, selain mensahkan APBD tahun 2022, telah disetujui Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2022, Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 -2026, dan Rancangan Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Pihak Bapemperda juga menyampaikan, dua buah Raperda Inisiatif DPRD Kota Banjarmasin, tentang Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung dan Raperda Retribusi Izin Memperkerjakan Tenaga Asing,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, dalam APBD 2022 ini lebih mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, yakni kesehatan, pendidikan, infrastuktur, penanganan COVID-19, dan pemulihan ekonomi.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Wakilnya Arifin Noor

Selanjutnya dengan disepakati Prolegda 2022, untuk dibahas pada tahun depan, diantaranya raperda pengembangan budaya literasi, ekonomi kreatif, fasilitasi penyelenggaraan pesantren, pemberdayaan perlindungan lanjut usia dan penanggulangan wabah penyakit menular, menurutnya hal itu tentu sangatlah tepat untuk dibahas, untuk dapat membangun kota seribu sungai lebih baik lagi.

“Kita akan terus bersinergi melalui jalinan komunikasi, dan untuk dua raperda inisiatif Dewan yang diusulkan tadi, akan dibahas dengan Dinas terkait,” tutupnya

Dalam rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya, didampingi unsur pimpinan Matnor Ali, Muhammad Yamin dan Tugiatno, dihadiri Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakilnya Arifin Noor, bersama seluruh anggota DPRD dan SKPD dilingkup Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Peringati HKN ke 57, Gubernur Kalsel Apresiasi Kinerja Nakes

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 tahun 2021. Peringatan HKN ini dilaksanakan di Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura pada Selasa (23/11), yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Bupati Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Kab Banjar Said Idrus Al-Habsyie, beserta kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalsel dan Kabupaten Banjar. 

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel menyampaikan, diharapkan momentum  bersejarah peringatan HKN dapat menjadi semangat semua dalam rangka menjaga kesehatan kita, keluarga, dan masyarakat.

“Ulun (Saya) mengapresiasi kepada seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) yang saat ini terus berjibaku menanggulangi pandemi dan tidak hentinya mengkampanyekan hidup sehat,” ucap Sahbirin Noor.

Orang yang akrab disapa Paman Birin ini juga turut berbelasungkawa, atas gugurnya sejumlah Nakes dalam memerangi Pandemi COVID-19 sejak 19 bulan lalu.

“Momen peringatan HKN merupakan momentum bagi kita mewujudkan Kalsel sehat, negeri sehat, demi terwujudnya indonesia yang maju, dan salah satu indikator utama mewujudkan Kalsel sehat adalah menyukseskan program vaksinasi COVID – 19 yang sangat penting dan harus diberikan kepada masyarakat karena vaksinasi salah stau ikhtiar untuk keluar dari pandemi,” tutup Sahbirin Noor.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, secara presentase warga Kalsel yang sudah vaksin pertama 1,4 juta lebih atau 45 persen. Tertinggi wilayah Banjarbaru dan Tanbu yang lebih 64 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa laju transmisi penularan relatif terkendali di Kalsel. Namun sebagaimana yang sering disampaikan Gubernur untuk tetap waspada,” ucap Muslim.

Untuk diketahui, Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 tahun 2021 kali ini juga dibarengi dengan vaksinasi COVID-19 di aula IAI Darussalam Martapura, dengan target vaksi sebesar 5.000 dosis. Serta  penyerahan piagam penghargaan bagi Nakes teladan yang berprestasi di level Nasional dan Provinsi, dan Peluncuran mobil layanan kesehatan keliling dari salah satu perusahaan tambang terbesar di Kecamatan Batulicin. (MRF/RDM/RH)

Gelar Soswasbang di Daerah Pesisir, Yani Helmi Kembali Kunjungi Desa Teluk Sirih Kotabaru

KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, kembali mengunjungi Desa Teluk Sirih, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Yani Helmi serahkan handsanitaizer dan masker kepada Kades Teluk Sirih, Saepul Bakri usai kegiatan Soswasbang.

Tujuan kunjungan ini, selain niat untuk terus menjalin silaturahmi juga memberikan edukasi terkait pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (Soswasbang).

Penyerahan kenang-kenangan secara simbolis kepada warga Desa Teluk Sirih dari anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi.

Bersama warga yang tinggal di pesisir ini, Yani Helmi, menuturkan, selama kurang lebih hampir empat jam setengah menempuh perjalanan. Setidaknya, edukasi yang diberikan olehnya kepada warga pesisir itu berhasil tersampaikan.

“Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan lancar. Hmpir seharian kami di perjalanan dan untuk jarak tempuhnya sekitar 4 hingga 5 jam,” ujarnya usai melaksanakan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, Selasa (23/11) siang, kepada warga pesisir.

Meski cukup melelahkan, anggota DPRD dari fraksi Partai Golkar, mengharapkan, kegiatan yang kembali dilaksanakan olehnya tersebut juga bisa mendapat keberkahan.

“Bukan hanya untuk saya tetapi juga untuk seluruh warga di sini, khususnya yang tinggal di daerah ini,” ungkap anggota DPRD Kalsel membidangi ekonomi dan keuangan yang akrab disapa paman Yani itu.

Selain mendapat senyuman warga, ia yang juga bersama jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel tak lupa mendampingi dalam kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini.

Dia menyakini, desa yang merupakan daerah pesisir tersebut, kedepannya bakal menjadi wilayah yang besar dan berkembang seiring dengan pemanfaatan hasil lautnya.

“Mudah-mudahan mendapatkan suatu kebaikan bagi warganya dan selalu mendapat ketenagan serta kebahagian,” tutupnya.

Adapun dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan secara simbolis kenang-kenangan kepada warga dari anggota Komisi II DPRD Kalsel mulai dari bingkisan, handsanitaizer hingga masker.

Untuk diketahui, kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan di Desa Teluk Sirih, Pulau Laut Selatan, Kotabaru tersebut kembali disambut Kepala Desa, Saepul Bakri. (RHS/RDM/RH)

Pembahasan APBD Kalsel 2022 Sudah Difinalisasi

BANJARMASIN – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalsel menggelar rapat kerja di ruang rapat gedung B DPRD Kalsel, Senin (22/11).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan dihadiri Ketua TAPD Kalsel, Roy Rizali Anwar ini membahas finalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022.

Ketua TAPD Kalsel sekaligus Sekretaris Daerah, Roy Rizali Anwar

“Alhamdulillah sudah diketok oleh Pak Ketua DPRD untuk finalisasi APBD. Semua sudah sepakat tentang pendapatan, belanja dan usulan-usulan melalui mekanisme yang sudah diatur,” kata Roy Rizali Anwar.

Roy Rizali menjelaskan nilai APBD Kalsel Tahun 2022 disepakati sebesar Rp5,564 triliun. Angka ini belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) karena untuk DAK masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaannya dari pemerintah pusat.

“Untuk APBD 2022 diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur, UMKM dan bantuan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan dalam rapat tersebut, juga disepakati bahwa tanggal 25 November ini akan dijadwalkan paripurna pengesahan APBD Tahun 2022.

“Kita berharap agar Pemprov bisa menggali potensi sumber pendapatan baru yang bisa dioptimalkan guna meningkatkan pendapatan asli daerah,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Pilih Formatur Kepengurusan Baru, DPC PPP Balangan Gelar Muscab XI

BANJARMASIN – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Balangan ke IX secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Bidang Organisasi dan Kaderisasi Keanggotaan, Syaifullah Tamliha, Senin (22/11). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memilih tim formatur dan jajaran baru untuk DPC PPP Kabupaten Balangan.

Suasana Muscab IX DPC PPP Kabupaten Balangan

Syaifullah Tamliha yang juga Anggota Komisi I DPR RI ini menilai selama dua periode Abdul Hadi memimpin dan menjalankan organisasi di Balangan cukup baik. Mengingat suara dan perolehan kursi PPP di kabupaten tersebut cukup signifikan. Namun lanjutnya, berdasarkan aturan, bahwa masa jabatan Ketua DPW dan DPC tidak boleh lebih dari dua periode sehingga harus digelar Muscab kembali.

“Sehingga kita berupaya memaksimalkan sumber daya yang kita miliki, misalnya meminta kepada Abdul Hadi untuk menunjuk kader yang bisa bekerjasama dengan dirinya yang juga seorang Bupati Balangan,” katanya.

Selain itu, menurut Syaifullah, PPP merupakan Partai Kader, tidak tergantung pada orang, tetapi bekerja berdasarkan sistem yang berlaku di partai itu sendiri. Jadi regenerasi itu terus menerus terjadi.

“Sosok Ketua DPC PPP Balangan nantinya diharapkan pemain lapangan yang mampu berjibaku dan bekerjasama dengan calon DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten,” jelasnya.

Ditambahkan Syaifullah, saat ini semua pimpinan anak cabang sudah diberi laptop agar kader PPP di Kalsel bisa lebih melek teknologi dan mengikuti sistem yang sudah berbasis teknologi. Termasuk sekolah politik juga akan selesai di pertengahan tahun 2022 nanti.

“Porsi pengurus kita tetap 60 persen kaum milineal, sekitar 40 persennya adalah om atau tantenya kaum milineal,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPC PPP Balangan, Abdul Hadi mengaku sangat menjunjung tinggi aturan dan ketentuan partai. Meskipun banyak suara yang menghendaki dirinya kembali memimpin PPP di Balangan, namun karena aturan partai tidak membolehkan, maka dirinya tetap menaatinya.

“Nanti kita cari pemimpin yang bisa menjaga kekompakan untuk kader-kader dan organisasi kita,” katanya.

Selain itu, Abdul Hadi berharap melalui Muscab ini bisa menghasilkan kepengurusan yang lebih hebat lagi dan bisa memenangkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 nanti.

“Kalau saya kembali jadi pengurus di DPW PPP Kalsel,” katanya.

Muscab IX yang diikuti seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Kabupaten Balangan ini dihadiri juga Sekretaris Wilayah PPP Kalsel, Arif Rahman. (NRH/RDM/RH)

Dewi Damayanti Libatkan Organisasi Perempuan Dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Dewi Damayanti melaksanakan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Suasana Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel Dewi Damayanti Said

Kegiatan ini bertempat di aula gedung Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Selasa (23/11).

Dewi menyampaikan sosialisasi ini berkaitan dengan Ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, UUD 1945, dan NKRI, untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya memahami empat pilar negara Indonesia tersebut.

“Jadi membuka kembali catatan-catatan masa lalu supaya memahami sejarah dan juga inti kesatuan dan persatuan bangsa kita,” katanya.

Dalam kegiatan ini, “Srikandi” Fraksi Golkar DPRD Kalsel ini melibatkan kaum perempuan yang tergabung dalam BKOW Provinsi Kalsel. Mengingat peran penting mereka sebagai pendidik dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Selain itu, Dewi mengharapkan mereka juga dapat menyebarluaskan apa yang didapat dalam sosialisasi kali ini.

“Meskipun ibu-ibu ini sudah memahami Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, namun tentunya pemahaman tersebut perlu direfresh lagi sehingga mereka dapat menyosialisasikannya kepada keluarga maupun jaringan organisasinya,” jelas Dewi.

Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut menghadirkan nara sumber yaitu Kepala Bidang Ketahanan Budaya, Agama, Kemasyarakatan dan Ekonomi Kesbangpol Kalsel, Ratna Rosana. (NRH/RDM/RH)

2022, UMK Banjarmasin Naik dan Lebih Tinggi dari Provinsi Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin telah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Tahun 2022 sebesar Rp3.000.371. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Kenaikan UMK di Kota Banjarmasin sebesar 1,76 persen dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Selasa (23/11).

Untuk UMK Banjarmasin tahun lalu sebesar Rp2.948.576.

UMK Banjarmasin tahun 2022 ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan UMP Kalimantan Selatan.

“Untuk UMP Kalimantan Selatan Tahun 2022 mendatang sebesar Rp 2.906.473,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, penetapan UMK Banjarmasin ini keputusan tersebut berdasarkan peraturan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, lanjutnya, ia meminta agar hak-hak dari para buruh tersebut, dapat dipenuhi oleh para pengusaha di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Kota Banjarmasin meminta kepada seluruh pengusaha untuk memenuhi semua hak hak para buruh serta pekerja di kota ini,” kata Ibnu. (SRI/RDM/RH)

UPZ Bank Kalsel Berikan Santunan Peserta Sunatan Massal

BANJARMASIN – Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ)-nya berpartisipasi dalam kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan Angkatan Muda Masjid Jami’ Pemurus Dalam Banjarmasin. Peserta sunatan massal ini berjumlah lebih dari 50 anak yang merupakan penghafal Al-Qur’an, yatim maupun piatu dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu di sekitar masjid, Senin (22/11).

Anak – anak peserta sunatan massal

Kegiatan dilaksanakan di Teras Masjid Jami’ Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin yang dihadiri Ketua Masjid Jami Shafwani; Kepala Puskesmas Pemurus Dalam Suryani Syahril yang sekaligus mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dan Perwakilan UPZ Bank Kalsel, Fajri Muhtadi serta para pengurus Angkatan Muda Masjid Jami’.

Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Fajri Muhtadi kepada H. Shafwani yang selanjutnya membagikan santunan berupa uang tunai beserta bingkisan kepada peserta sunatan.

Fajri Muhtadi menyampaikan bahwa Bank Kalsel senantiasa memberi perhatian penuh terhadap aktivitas sosial, pendidikan maupun keagamaan salah satunya melalui UPZ Bank Kalsel.

“Bank Kalsel ingin berperan dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan maupun keagamaan, salah satunya pada kegiatan sunatan hari ini. Bantuan yang diberikan melalui UPZ ini berasal dari dana zakat yang dihimpun dari pemotongan zakat/infak/sedekah dari gaji pegawai Bank Kalsel. Kita sama-sama berdoa, semoga anak-anak ini nantinya bisa menjadi anak yang sholeh,” tutur Fajri.

Pada kesempatan yang sama, Shafwani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian Bank Kalsel melalui UPZ ini.

“Alhamdulillah, Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan UPZ Bank Kalsel pada kegiatan hari ini. Dengan santunan yang diberikan Bank Kalsel ini diharapkan dapat menjadi penyemangat anak – anak untuk belajar lebih giat lagi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua,” tutup Shafwani. (ADV-RIW/RDM/RH)

Gairah Investasi Meningkat, PMDN Kalsel Berhasil Berada Pada Peringkat 12 Nasional

BANJARBARU – Realisasi Investasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) di Triwulan III (Juli – September) tahun 2021, mencapai Rp4.2 Trilyun. Dengan angka tersebut, maka terjadi kenaikan hampir mencapai 215 persen dibanding Triwulan III tahun 2020.

“Terhitung sejak Januari hingga September 2021, total investasi yang ada di Kalsel nilainya sebesar 9,34 trilyun rupiah dengan total jumlah 2.539 proyek,” ujar Kepala Dinas Permodalan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) provinsi Kalsel, Nafarin, Senin (22/11).

Tahun ini, lanjut Nafarin, dengan nilai investasi di sektor Penananaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 8,4 Trilyun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 978,8 Milyar.

PMDN Kalsel berhasil meraih peringkat 12, sedangkan PMA Kalsel masih berada di peringkat 25 secara Nasional.

“Kalau khusus Triwulan tiga saja, kita berada di peringkat 10, namun jika di hitung secara keseluruhan mulai Januari hingga September, PMDN kita berada di peringkat 12 dari 34 provinsi,” ungkap Nafarin.

Diungkapkannya, sektor tambang hingga saat ini masih berperan paling tinggi dalam meningkatkan PMDN Kalsel, dilanjutkan oleh sektor industri kimia dan farmasi di posisi kedua.

“Posisi pertama PMA juga masih di pegang oleh sektor tambang, dan peringkat kedua yaitu sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi,” ungkap Nafarin.

Tingginya minat investasi di sektor pertambangan, menurut Nafarin, tidak terlepas dari kondisi pandemi yang sudah mulai melandai.

Berdasarkan lokasi, proyek paling banyak ada di kota Banjarmasin dengan jumlah 216 Proyek (PMA 7 proyek, PMDN 209 proyek) dengan nilai investasi Rp170,738 Milyar.

“Nilai investasi terbesar ada di kabupaten Banjar dengan nilai investasi sebesar 1,1 milyar rupiah dengan jumlah 112 proyek” terang Nafarin.

Nafarin menargetkan di tahun 2021, realisasi investasi di Kalsel dapat menembus angka Rp10,8 Trilyun baik di tingkat Nasional maupun RPJMD.

“Saat ini kita sudah mencapai 86,7 persen. Harapan kita di Triwulan ke empat atau bulan Desember target ini sudah dapat terpenuhi,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Paman Birin Inginkan Revolusi Hijau Dapat Mendunia

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di dusun Pantai Kopi Desa Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Senin (22/11).

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Hanif Faisol Nurofiq serta pejabat dilingkungan Pemprov Kalsel termasuk Plt Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalsel Fatimatuzzahra.

Dalam sambutannya Sahbirin Noor menyampaikan tentang arti pentingnya menanam pohon sebagai upaya mengurangi dampak terhadap pemanasan global yang terjadi saat ini.

“Kita merasakan betapa saat ini terus semakin panas, bagaimana nanti tahun 2040, 2050 bahkan tahun 3000,” sebut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

Hal ini lanjut Paman Birin, tidak lepas dari menipisnya lapisan ozon sehingga sinar matahari sangat cepat menyentuh permukaan bumi dan tentu saja sangat dirasakan oleh makhluk yang ada dipermukaannya.

“Lalu apa yang bisa dilakukan? Kalau hari ini kita menggelorakan yang namanya revolusi hijau yaitu menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu, kita maka itulah jawaban untuk pemanasan global di masa yang akan datang,” serunya sembari diiringi dengan tepuk tangan meriah.

Paman Birin juga menilai, dengan kegiatan menanam yang dilakukan pada hari ini maka dipastikan akan menjadi kebanggaan dan rasa terima kasih oleh anak cucu kita di masa akan datang.

“Revolusi hijau akan terus kita gelorakan. Insyaallah dengan begitu akan dapat meminimalisir pemanasan global yang dipengaruhi oleh lapisan ozon yang menipis. Apalagi jika revolusi hijau dilakukan di seluruh dunia,” ucapnya.

Tidak lupa dalam kesempatan ini juga Paman Birin mengucapkan terima kasih kepada kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah bersinergi dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta kepada Bupati dan Walikota se Kalimantan Selatan dan berharap semakin solid dalam melaksanakan gerakan revolusi hijau.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fatimatuzzahra menyampaikan, dalam kegiatan ini dilakukan penanaman sebanyak 2.500 batang pohon dengan jenis Bamboo Betung.

“Di lokasi ini ditanam sebanyak 2.250 batang, serta di lokasi lainnya sebanyak 250 batang,” papar Aya (sapaan akrabnya).

Aya juga menyebut, pada tahun 2022, akan ditanam seluas 50 hektar atau setara dengan 2.500 batang Bamboo Betung sebagai bahan baku untuk industri bambu terpadu di Banua. Selain itu melalui persemaian permanen Pemprov Kalsel dan BPDAS HL Barito juga akan diperbanyak jenis bambu guna mendukung penanaman di sepanjang Sungai lainnya.

“Pada hari ini, data dari koordinator dan KPH di 13 kabupaten kota, acara penanaman hari ini ditanam sebanyak 6.500 batang atau setara dengan 65 hektar,” terangnya.

Adapun jenis yang ditanam lanjutnya, seperti kayu-kayuan, trembesi, mahoni, sengon, petai, jambu mete, dan jenis buah-buahan.

“Penanaman dilaksanakan di 65 lokasi oleh 7.000 orang, yang terdiri dari SKPD Prov Kalsel dan SKPD di kabupaten kota, pegiat lingkungan, majelis ta’lim, ponpes, KTH unsur desa/kelurahan, SMA, SMP dan masyarakat lainnya,” rinci Aya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version